Showing posts with label Pendidikan. Show all posts

Masuk di perguruan tinggi negeri dengan jurusan kedokteran menjadi idaman bagi para siswa pendidikan kelas 3 SMA terutama jurusan IPA. Masuk pada fakultas tersebut terbilang memiliki persaingan yang cukup ketat, oleh sebab itu kita diharuskan mempersiapkan segala sesuatu dengan baik dan strategi yang tepat. Anggaplah jalur undangan atau SNMPTN adalah bonus, sehingga apabila kita tidak lolos jalur tersebut kita sudah siap untuk menghadapi tes SBMPTN.

15 Cara Mudah Lolos SBMPTN Kedokteran

Trik Masuk Jurusan Kedokteran Jalur SBMPTN


Memulai Start Lebih Awal
Dalam langkah ini berlaku adanya pepatah siapa cepat dia dapat, bagi seseorang yang lebih dahulu melatih dan mempersiapkan diri dibandingkan teman lainnya, maka dia akan merasa lebih percaya diri dan siap menghadapi tantangan SBMPTN dan berbagai pesaing yang ingin mendapatkan bangku kedokteran. Dengan menunda persiapan maka selangkah pula menunda keberhasilan masuk fakultas kedokteran.

Kuasai materi IPA 
Materi yang harus dihadapi para peserta yang ingin masuk jurusan kedokteran adalah materi IPA. Dalam tes SBMPTN pada jalur IPA terdapat empat mata pelajaran yang diujikan yaitu matematika, fisika, biologi, dan kimia. Meskipun kedokteran dikenal hanya dengan menguasai biologi dan kimia, namun pada dasarnya kedokteran adalah ilmu yang kompleks dan mengambil pada empat mata pelajaran IPA.

Mengubah Metode Belajar Yang Lebih Tepat dan efektif
Siswa SMA memiliki kebiasaan belajar dengan menggunakan metode yang instan, metode tersebut biasanya ketika sudah paham satu bab akan lanjut pada bab selanjutnya. Cara belajar seperti ini ada benarnya namun kurang efektif dan memiliki banyak kelemahan, maka perlu mengubah metode belajar menjadi lebih tepat yaitu apabila sudah mengerti dan paham pada satu bab kemudian dilanjut dengan latihan sebagai evaluasi materi yang dipelajari dan baru melanjutkan bab berikutnya dengan tingkat yang lebih sulit.

Latihan bisa dilakukan dengan mempelajari soal pada latihan bab yang sedang dipelajari, pada setiap bab pasti ada soal latihan bab secara urut yang semakin besar nomor maka soalnya yang ada memiliki tingkat kesulitan yang berbeda. Untuk soal dengan tingkat kesulitan yang lebih dibandingkan soal latihan bab, kita bisa mempelajari soal Ujian Nasional, soal olimpiade dan soal SBMPTN. Hal ini akan memotong waktu cukup banyak namun akan membuat terbiasa dengan soal yang ada nanti.

Harus Bisa Lulus Ujian Nasional
Siswa kelas tiga pasti akan disibukkan dengan kegiatan menjelang ujian nasional seperti try out. Sebagai calon peserta ujian nasional kita harus selalu menumbuhkan semangat belajar. Selalu menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya agar dapat menambah kemampuan dalam menguasai materi. Buatlah jadwal kegiatan, memperbanyak diskusi mata pelajaran dengan teman, latihan soal. Dengan kebiasaan ini secara tidak langsung kita mempersiapkan UN dan SBMPTN.

Ikuti Bimbingan Belajar
Setelah ujian nasional kita tidak belajar di sekolah, oleh sebab itu lebih baik kita mengikuti bimbingan belajar pada tempat Les atau pun secara privat. Dengan bimbel maka kita akan dibimbing dengan maksimal agar siap tes dan lolos masuk kedokteran jalur SBMPTN. Meskipun kita sudah mengikut bimbel bukan berarti kita pasti lulus kedokteran. Karena hal ini bergantung pada kesungguhan dan kemampuan yang dimiliki.

Melihat Kemampuan Yang Dimiliki
Untuk mengimbangi bimbel, belajar materi, mengerjakan latihan kita perlu mengetahui kemampuan yang ada dalam diri. Untuk melihat kemampuan yang dimiliki kita perlu melakukan try out SBMPTN melalui lembaga yang biasanya melaksanakannya atau bisa juga dengan mengikuti try out tersebut pada tempat les atau privat yang kita ikuti.

Pasang Pasing Grade
Pasing grade adalah tolak ukur seseorang agar diterima, pasing grade biasanya menggunakan angka yang dapat menunjukkan nilai minimal yang harus kita peroleh agar bisa masuk pada jurusan kedokteran. Pasing grade pada setiap universitas memiliki nilai yang berbeda, dengan memilih jurusan kedokteran maka kita harus tahu pasing grade jurusan kedokteran universitas di seluruh Indonesia.

Pilih Universitas 
Kita harus lebih cermat dalam memilih universitas yang akan dipilih jurusan kedokterannya. Dengan memilih universitas akan kita akan melihat peluang keberhasilan masuk universitas. Lihatlah kemampuan yang kita miliki dan  bandingkan dengan pasing grade jurusan kedokteran. Jika pasing grade kita lebih kecil dari pasing grade universitas maka akan lebih baik  memilih universitas yang pasing gradenya sebanding dengan kemampuan kita agar peluang lolos semakin besar.

Biasakan Latihan TPA
Pada saat tes masuk perguruan tinggi juga terdapat soal tes kemampuan akademik atau TPA. Tes ini bisa kita kerjakan dengan mudah jika sudah terlatih, tanpa adanya latihan kemampuan tes potensi akademik tidak akan berjalan secara maksimal, karena TPA tidak diajarkan di sekolah dan mengharuskan kita mempelajari dengan cara membeli buku atau mempelajari soal yang ada di internet. Apabila kita sering berlatih maka kita tekah mendahului yang lain dan memiliki peluang lebih besar.

Biasakan Latihan Mengerjakan Soal Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris
Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris memiliki peran yang penting sebagai penentu lolos dan tidaknya kita masuk dalam perguruan tinggi  baik negeri maupun swasta. Pada tes SBMPTN Bahasa Indonesia dan bahasa Inggris akan muncul masing-masing 15 soal. Seperti halnya materi lain semakin sering kita berlatih maka semakin mudah dan  siap kita menghadapi tes SBMPTN dan soal pada tes ini sering kali memiliki tingkat kesulitan yang lebih tinggi dari pada ujian nasional.

Pilih Fakultas Pada Universitas
Pada saat pendaftaran tes SBMPTN kita diberikan hak untuk memilih tiga pilihan perguruan tinggi negeri beserta fakultasnya. Karena fakultas kedokteran adalah fakultas tujuan, maka pilihlah tiga perguruan tinggi negeri yang berbeda dengan fakultas yang dipilih seemuanya adalah fakultas kedokteran.

Persiapan Maksimal Sebelum Tes
Bayangkan jika kita sedang bermain game perang sebelum perang harus ada persiapan  seluruh senjata dan strategi yang tepat. Cari tahu dan pahami beberapa trik untuk menjawab soal SBMPTN dengan baik kemudian coba pada try out. Jaga kondisi pikiran dan jangan terlalu tegang dalam mempersiapkan tes SBMPTN karena ketegangan akan menjadikan kita cenderung lupa akan semua yang telah di pelajari sebelumnya.

Persiapan Maksimal Ketika Tes Dilaksanakan
Proses tes hal yang paling menentukan lolos dan tidaknya kita meskipun pengumumannya tidak langsung disampaikan. Jika kita tidak mengikuti tes ini maka kita dianggap gagal ikut seleksi. Oleh sebab itu untuk mencegah hal yang tidak diinginkan tersebut, datanglah ke tempat tes dengan tepat waktu atau lebih baik sebelum tes dimulai. Tidak perlu tegang dan siapa dokumen identitas sebelum mengerjakan soal. Dalam mengerjakan soal usahakan untuk mengerjakan soal yang dianggap paling mudah untuk mencegah kehabisan waktu.

Menunggu Hasil Tes
Tahap ini adalah tahap yang paling membuat gelisah para peserta tes. Namun peserta tes sebenarnya tidak perlu tegang, percayakan semua pada kemampuan yang telah dikerahkan secara maksimal. Kurangi rasa tegang tersebut dengan berdoa agar bisa lolos kedokteran. Lakukan beberapa kegiatan yang bermanfaat agar mengurangi rasa khawatir dan menunggu hasilnya pun akan relatif cepat.

Dapatkan Dukungan Dari Orang Sekitar
Kita akan semakin mudah mempersiapkan dan menghadapi tes masuk PTN dengan jalur SBMPTN apabila kita sudah mendapatkan dukungan dari orang sekitar. Misal dengan dukungan orang tua tentunya kita akan lebih mudah jika ingin masuk bimbel dan mengikuti try out  yang membutuhkan biaya relatif besar.

Frans Lebu Raya

Kupang, 2/10 (Benhil) - Gubernur Nusa Tenggara Timur Frans Lebu Raya, mengatakan pelajaran Pancasila perlu dimasukkan dalam kurikulum pendidikan di semua tingkat sekolah untuk menjaga dan mengamankan ideologi bangsa Indonesia yaitu Pancasila.

"Dari duluh juga kami sudah anjurkan bahwa pelajaran Pancasila perlu dimasukkan dalam kurikulum supaya generasi muda kita terus menjaga dan mempertahankan Pancasila demi keutuhan bangsa," kata Gubernur Frans Lebu Raya kepada wartawan di Kupang, usai memimpin upacara peringatan hari Kesaktian Pancasila di Kupang, Senin.

Upacara memperingati hari Kesaktian Pancasila di tingkat Provinsi NTT berlangsung di Alun-alun Rumah Jabatan Gubernur NTT, Jl El Tari, Kota Kupang, dihadiri ratusan peserta dari unsur pelajar, Forum Komunikasi Pimpinan, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah dan Aparatur Sipil Negara lingkup provinsi, serta satuan TNI - Polri setempat.

Menurut Gubernur Lebu Raya, adanya kurikulum Pancasila tidak hanya untuk menjaga dan mengamankan idelogi bangsa, namun juga seusia dengan pendidikan karakter bangsa.

"Karakter bangsa Indonesia kan harus sesuai dengan idelogi yang dimiliki bangsa ini yaitu Pancasila, tidak bisa dengan ideologi lainnya," kata Gubernur NTT dua periode itu.

Untuk itu, ia mengaku terus mendorong agar #Pancasila dapat dimasukkan dalam kurikulum pendidikan untuk membangun karakter anak-anak didik sebagai penerus bangsa sejak dini yang sesuai dengan karakter ideologi bangsa yaitu Pancasila.

Lebih lanjut terkait isu kehadiran idelogi lain selain Pancasila di Indonesia seperti PKI, Gubernur Lebu Raya mengingatkan semua elemen masyarakatnya agar terus waspada. 

Artikel bertajuk Pancasila Relevan Mengatasi Tantangan Zaman dan tulisan Pancasila Sebagai Substansi Ajaran Pokok Agama Islam memaparkan tentang dasar negara tersebut (Redaksi).

"Memang secara normatif MPR RI telah memutuskan untuk melarang yang namanya organisasi PKI, itu sudah jelas, tapi berkaitan dengan berkembannya berbagai ideologi dunia tentu kita harus tetap waspada," katanya.

Menurutnya, upaya waspada itu dilakukan dengan terus-menerus memperkuat Pancasila sebagai ideologi bangsa yang merupakan satu-satunya ideologi yang mampu menyatukan kemajemukan berbagai suku, agama, ras, dan antargolongan di Indonesia.

"Memang kita tidak berharap idelogi PKI muncul lagi, tapi bisa juga hadir dalam kemasan lain yang dalam praktiknya mengarah seperti idelogi PKI sehingga kewaspadaan itu penting," katanya.

Untuk, itu Gubernur Lebu Raya mengajak semua elemen masyarakat di provinsi "Selaksa Nusa" itu untuk terus menjaga, merawat, dan mengawal Pancasila dalam kehidupan sosial politik sehari-hari.

"Pancasila bukanlah ideologi yang hanya sekedar diikrarkan, tapi bagimana nilai-nilai di dalamnya diwujudnyatakan dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat sehingga keutuhan bangsa tetap terjaga dengan baik," katanya. (Ben/An)

Dies Natalis ke-60 Univ Padjadjaran


Dunia perguruan tinggi, baik di tataran global maupun nasional, kini sedang menghadapi tantangan yang serius ketika perkembangan teknologi informasi digital berlangsung dalam laju yang kian cepat.

Perusahaan raksasa skala global semacam Google Inc. sudah membunyikan sirene yang menandai salah satu tantangan itu. Dalam merekrut tenaga kerjanya, perusahaan itu tak lagi menyaratkan diploma alias ijazah kesarjanaan. Siapa pun bisa diterima dengan syarat memenuhi kualifikasi yang ditetapkannya.

Para pakar juga meramalkan bahwa tindakan Google Inc. itu akan diikuti oleh lembaga-lembaga komersial atau dunia industri lain, yang semua ini membuat setiap orang untuk berkesimpulan bahwa bila demikian adanya, untuk apa lagi menempuh pendidikan di perguruan tinggi jika kualifikasi yang dibutuhkan itu bisa dicapai tanpa bergumul di perguruan tinggi selama empat hingga lima tahun.

Di Tanah Air, ketika menghadiri acara perayaan Dies Natalis ke-60 Universitas Padjadjaran di Bandung beberapa waktu lalu, Presiden Joko Widodo pun mengingatkan kalangan kampus untuk berubah dalam upaya menghadapi tantangan yang semakin besar akibat perkembangan atau perubahan zaman yang sangat cepat.

Peringatan itu tampaknya urgen mengingat sampai saat ini masih ada perguruan tinggi, behkan bisa dibilang sebagian besar di antara institusi yang ada, yang mengelola perguruan tinggi secara konvensional, dengan paradigma ortodoks. Tak sedikit para dosen yang menenggang mahasiswa bimbingan mereka berlama-lana menyelesaikan studi. Dosen itu seolah tutup mata ketika sang mahasiswa dalam hitungan tahun tak selesai-selesai menuntaskan tugas akhir.

Tanpa harus menyebut nama perguruan tinggi negeri terkemuka di Jawa Tengah, masih ada dosen di sana yang membiarkan mahasiswa di program studi sejarah untuk menyelesaikan gelar sarjana alias strata satu sampai tujuh tahun. Persoalannya kenapa lama? Sang mahasiswa tak rampung-rampung menyelesaikan skripsi atau tugas akhir. Barangkali soalnya terletak pada pola skripsi yang terlampau formalistik dengan standar tak substansial seperti harus setebal sekian halaman.

Ini sesungguhnya ironis jika dikomparasikan dengan program studi di perguruan tinggi di Amerika Serikat misalnya. Untuk mencapai gelar magister, seorang mahasiswa di program studi ilmu-ilmu sosial atau humaniora, cukup membuat tesis cukup 20 halaman.

Para dosen di Tanah Air masih belum seragam dalam memaknai temuan hasil penelitian yang bisa dijadikan karya tugas akhir untuk menyelesaikan studi S1. Problemnya bisa jadi akibat kebijakan yang dibuat oleh birokrasi perguruan tinggi. Hal ini merupakan salah satu tantangan yang harus diterobos melalui kebijakan yang lebih kreatif inovatif.

Tidak bisakah, misalnya, tugas akhir yang formalistik itu dicapai dengan jalan lain yakni menulis artikel opini yang dimuat di media massa arus utama yang tepercaya. Bahkan, bisa pula ditawarkan bentuk kebijakan yang substansial ini: tugas akhir itu cukup dengan penulisan makalah atau artikel yang tak lebih dari lima halaman namun berisi gagasan orisinal.

Selesaikan masalah Pada dasarnya, perguruan tinggi dituntut mencetak insan yang mampu menyelesaikan masalah di lingkungannya. Dengan bingkai berpikir demikian, makna-makna atau konsep-konsep konvensional dalam ilmu pengetahuan harus senantiasa diperbarui setiap saat.

Tidak bisakah, misalnya, untuk menyelesaikan studi strata satu untuk program studi sastra dan budaya seorang mahasiswa cukup menghasilkan satu karya fiksi yang diterbitkan, tak peduli diterbitkan secara independen atau oleh penerbit komersial yang mapan.

Terobosan-terobosan semacam ini, setidaknya, di lingkup program studi humaniora perlu dicoba sebagai realisasi dari usaha perguruan tinggi menjawab tantangan zaman.

Tentu apa yang diharapkan dari perguruan tinggi itu fondasinya perlu juga dibangun sejak peserta didik mengenyam pendidikan di jenjang menengah atas, yang jika diteruskan berujung pada harapan mengenai perlunya pembenahan di jenjang pendidikan dasar.

Ketika persoalan terjadi di tataran yang lebih tinggi sebagaimana yang terjadi di dunia perguruan tinggi, persoalan itu kadang terbawa dari jenjang pendidikan di bawahnya. Kurangnya daya kritis dan kreatif mahasiswa dalam menggeluti bidang studinya tak jarang bisa dirunut sampai ke jenjang yang lebih mendasar.

Dengan demikian, persoalan keniscayaan untuk berubah di dunia pendidikan bukan lagi terbatas pada jenjang pendidikan tinggi tapi juga menengah dan dasar.

Dalam perkembangan atau kemajuan zaman yang dipicu temuan teknik dan teknologi mutakhir, faktor penunjangnya tentu cukup kompleks, bukan sekadar tingkat kreativitas dan inovasi sumber daya manusia, tapi juga kemajuan perangkat struktur yang mewadahi sumber daya manusia itu.

Itu sebabnya, dua faktor itu harus dibangun secara simultan sehingga orang-orang kreatif dan inovatif yang dihasilkan dunia perguruan tinggi tak tersedot oleh lembaga asing yang memang mampu menyediakan ruang berkreasi bagi sang alumni perguruan tinggi tersebut.

Jalan lain yang perlu ditempuh oleh perguruan tinggi untuk menjawab tantangan zaman adalah merekrut dosen berkualifikasi internasional. Yang banyak terjadi selama ini adalah penerimaan tenaga pengajar di perguruan tinggi lebih berorientasi ke kandang sendiri. Artinya, perguruan tinggi di sini cenderung merekrut alumni almamater dan tak meluaskan pencarian dosen hingga ke tataran internasional.

Hanya segelintir perguruan tinggi yang melakukannya dan sebagian besar masih mengutamakan alumni almamater untuk mengajar di kampusnya.

KFC Indonesia serta Komunitas 1000 Guru

Suara nyaring para pelajar SDN Pararel Mata Wee Tame, Kecamatan Tanah Righu, Kabupaten Sumba, Nusa Tenggara Timur yang bernyanyi terdengar nyaring ditengah teriknya matahari.

Mereka bernyayi lagu-lagu kebangsaan serta lagu-lagu daerah setempat ketika menyambut kedatangan rombongan KFC Indonesia serta Komunitas 1000 Guru yang datang ke sekolah mereka yang masih sangat darurat.

Walaupun di tengah terik matahari, semangat anak-anak itu tak pernah surut. Selesai satu lagu, dilanjutkan lagi dengan lagu yang lainnya dan seterusnya.

Para pelajar SD itu ada yang bertelanjang kaki, sebagian lagi mengenakan sendal jepit berwarna warni dan beberapa siswa memakai sepatu.

Di sela-sela nyayian anak-anak itu, para orang tua pun tidak ingin tinggal diam. Tarian perang khas sumbapun diperagakan saat menyambut kedatangan rombongan tersebut.

Satu persatu rombongan itu dikalungi selendang tenunan sebagai tanda selamat datang bagi para tamu yang sudah menjadi kebiasaan masyarakat NTT pada umumnya.

Acara penerimaanpun selesai dan selanjutnya setiap pelajar SD diminta untuk masuk ke ruang kelasnya masing-masing.

Tak seperti sekolah di perkotaan, gedung sekolah dari SD dengan masing-masing kelas berukuran 3 X 4 meter dan tak ada daun pintunya tersebut masih sangat memprihatinkan dan bisa dibilang tak layak disebut sebuat sebuah gedung sekolah.

Ruangan kelas SDN Pararel Mata Wee Tame adalah ruangan kelas darurat, yang atapnya terbuat dari seng, dindingnya dari ayaman bambu namun sudah banyak yang reot dan berlubang habis dimakan usia.

Sementara itu, lantai dari sekolah itu masih terbuat dari tanah dan juga bangku mejanya masih memprihatinkan.

Kepala Sekolah SDN Mata Wee Tame Simon B Buma mengatakan sekolah itu dibangun pada November tahun 2013 karena permintaan masyarakat dan dibangun dari hasil swadaya masyarakat di desa Lolowano. Bahkan lahan yang digunakan untuk membangun gedung sekolah sekolah itu berasal dari salah seorang warga di desa tersebut.

"Pembangunan sekolah ini karena untuk menuju ke sekolah induk, 126 siswa yang rumahnya jauh harus menempuh perjalanan kurang lebih enam kilometer. Belum lagi hari melewati hutan dan lembah. Karena itulah sekolah ini dibangun walaupun hanya darurat saja," ujar Simon yang baru pada 2016 menjabat sebagai kepala Sekolah di SDN tersebut.

Untuk mebangun sekolah itu, warga kemudian membeli sejumlah bahan bangunan, seperti semen, membeli meja dan kursi serta seng kemudian bergotong- royong membangun sekolah itu.

"Ya hasilnya seperti sekarang ini. Yang penting anak-anak ini bisa sekolah dan jaraknya tidak jauh lagi dari rumah," ujar Daniel Umbu orang tua wali murid di Desa Lolowano.

Ia mengatakan warga setempat sepakat bahwa pendidikan bagi anak-anak harus ditingkatkan, sehingga kelak nasib anak-anak mereka tidak seperti nasib orang tua yang hanya sebagai petani.

Baginya, kunjungan dari KFC Indonesia dan Komunitas 1000 Guru adalah bagian dari motivasi bagi anak-anak di desa itu khususnya bagi orang tua di desa itu.

"Masak anak-anak muda ini dari Jakarta peduli sama pendidikan anak-anak kami, sedangkan kami hanya acuh tak acuhkan itu tidak mungkin," ujarnya sambil tersenyum malu.

Belajar dan bermain ruang kelas, mulai dari kelas 1 hingga 6 ramai olah suara para pelajar serta relawan-relawan pengajar dari KFC Indonesia dan Komunitas 1000 Guru.

Masing-masing relawan di setiap kelas mempunyai cara tersendiri agar apa yang diajarkan bisa dimengerti oleh para pelajar di sekolah itu.

Berbagai alat peraga disiapkan, mulai dari alat peraga mengenal tubuh, alat peraga berhitung serta alat peraga yang berkaitan dengan upaya mengenal Indonesia.

Yang menarik adalah di ruang kelas empat, dimana para relawannya menggunakan alat peraga dan hiasan kepala yang berbentuk garuda Indonesia lambang negara Indonesia dengan ikatan kepala bendera merah putih.

"Kita sengaja desain hiasan kepalanya dengan lambang burung garuda serta bendera Merah Putih ikat kepalanya agar anak-anak ini lebih mengenal apa itu Bhinneka Tungga Ika yang menjadi pemersatu bangsa ini. Apalagi adik-adik kita di pedalaman ini," kata Rani Ramadhany seorang relawaan pengajar dari Komunitas 1000 Guru.

Usai belajar di ruangan kelas, anak-anak itu pun diajak untuk bermain di luar kelas, dengan tujuan agar tidak memberikan kesan yang bosan saat berada di dalam kelas.

Permainan yang dilakukan diluar kelas ada seperti kucing dan ayam, kemudian juga permainan hukuman yang bertujuan memberikan hiburan bagi anak-anak.

Tak terasa belajar dan bermain itu telah berjalan selama kurang lebih dua jam. Usai belajar, kepada anak-anak itu pun dibagikan makanan bergizi sebelum kembali ke rumahnya masing-masing yang jaraknya sangat jauh dari sekolah pararel tersebut dengan cara berjalan kaki.

"Smart Center" Kehadiran KFC Indonesia dan Komunitas 1000 Guru di sekolah tersebut bagi Simon merupakan sebuah harapan baru bagi pembangunan gedung sekolah demi meningkatkan tingkat pendidikan di desa daerah itu.

"Masyarakat bahkan guru-guru disini bukan senang lagi, tetapi merasa sangat bersyukur karena sekolah yang dibangun itu akan dikunjungi serta akan ada bantuan bagi pembangunan sekolah serta bantuan fasilitas sekolah bagi anak-anak mereka," ujarnya sambil tersenyum.

Sebelumnya, lanjutnya , pemerintah daerah sudah mendata sekolah tersebut agar nantinya bisa membangun gedung sekolah yang layak bagi anak-anak mengantikan gedung yang sudah reot itu.

Namun rencana itu baru dibicarakan dan baru akan dibangun pada 2018 nanti, sehingga saat musim hujan nanti terpaksa 126 anak-anak di sekolah itu tak bisa bersekolah karena akibat gedung sekolahnya yang sudah tampak reot.

Kedatangan KFC Indonesia dan Komunitas 1000 Guru sendiri adalah menjadikan sekolah itu masuk dalam program "Smart Center" sekaligus mengajar dan memberikan inspirasi bagi anak-anak pedalaman.

Komunitas 1.000 Guru adalah gerakan inspirasi peduli pendidik dan pendidikan anak-anak pedalaman negeri yang digagas oleh dirinya pada 22 Agustus 2012. Memasuki tahun ke-5 komunitas itu sendiri telah hadir di 30 kota dan 34 provinsi di Indonesia.

Komunitas 1000 Guru terdiri atas relawan muda yang berasal dari latar belakang sosial dam profesi uang beragam namun memiliki kesamaan visi terhadap dunia pendidikan. Dan selama tahun 2014-2017 komunitas yang juga ada di Kupang tersebut telah membagikan 45 ribu tas sekolah, alat tulis dan penyuluhan kesehatan kepada 12.500 anak di seluruh Indonesia.

Jemi Ngadiono penggagas Komunitas 1000 Guru mengatakan untuk pembukaan Smart Center di SDN Pararel tersebut kurang lebih diikuti oleh 30 relawan dari berbagai profesi dan juga dari berbagai daerah seperti Jakarta, Bogor, Surabaya,Yogyakarta, Cirebon,Aceh, Malang bahkan juga dari Kupang.

Program "Smart Center" sendiri merupakan salah satu program unggulan dari komunitas tersebut dalam hal pemberian makanan bernutrisi sehingga membantu anak-anak sekolah untuk bisa berkonsentrasi dalam belajar serta dapat membantu kehadiran murid di sekolah semakin tinggi.

"Sejak kami menjalankan program ini kami mendapatkan info bahwa saat ini anak-anak semakin rajin dalam belajar dan justru menbantu anak-anak lebih rajin datang ke sekolah," tuturnya.

Dalam sepekan kepada 126 anak di sekolah itu akan diberikan nutrisi selama tiga kali. Nutrisi yang diberikan seperti susu, telor dan bubur kacang hijau.

General Manager Marketing KFC Indonesia Hendra Yuniarto mengatakan dukungan KFC Indonesia kepada Komunitas 1000 Guru adalah dalam rangka memperluas jangkauan program ini (Smart Center) di 35 sekolah dasar yang meliputi 4.000 siswa di berbagai pedalaman Indonesia salah satunya di Sumba.

Tak hanya dukungan terhadap Komunitas itu dalam menjalankan program smart center, PT Fastfood Indonesia tersebut juga memberikan bantuan berupa pembangunan satu ruang kelas serta bantuan sarana air bersih di sekolah pararel tersebut.

"Pendidikan merupakan salah satu fokus dari program sosial KFC. Oleh karena itu KFC Indonesia berkomitmen untuk melanjutkan dukungannya kepada program smart center yang dijalankan oleh Komunitas 1.000 Guru," tambahnya.

Harapannya melalui program smart center itu, anak-anak Indonesia di sekolah pedalaman semakin mempunyai semangat belajar yang tinggi serta lebih cerdas di bidang pendidikan.

Kornelis Kaha

Membaca "Sirkus Pohon", Menyimak Atraksi Kehidupan Oleh Gilang Galiartha

Sirkus Pohon

Sobridin bin Sobiruddin --lebih akrab disapa Hobri-- hanya seorang bujang lapuk yang hidupnya luntang lantung tak keruan lantaran berhenti sekolah di bangku kelas 2 SMP dan diusir dari rumah oleh adiknya sendiri, Azizah, karena terjebak dalam persekongkolan komplotan pencuri kelas kampung.

Di antara keseharian kerja serabutan di pasar, Hobri mendapati cintanya kepada Dinda, seorang perempuan yang ditemukannya dalam kerumunan penonton pertandingan bola voli antara karyawan PN Timah melawan Dinas Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, bergayung sambut beriringan delima-delima yang diserahkan.

Hasratnya untuk mencari kerja yang pantas demi mematutkan diri di mata sang Ayah --di antara pencapaian berkecukupan tiga orang abangnya-- dan tentu saja untuk mewujudkan mimpinya memperistri Dinda dengan layak selalu berbenturan dengan kalimat "SMA atau sederajat".

Sampai suatu hari, calon adik ipar Hobri --Suruhudin-- yang iba dengan Hobri yang kadung akrab menggelandang di pasar menawari sebuah lowongan pekerjaan misterius. Kabar dari si adik ipar rupanya menjadi pengantar Hobri menuju kesadaran akan panggilan hidupnya, menjadi badut sirkus.

Sementara sirkus keliling itu menjadi penyambung mimpi Hobri memperistri Dinda, mandor di rumah atraksi hiburan itu rupanya adalah tokoh utama dalam lakon kasmaran lain antara Layang-Layang dan Pembela.

Pembela adalah alasan Layang-Layang untuk menggeluti bakat seni yang dituruni dari ibunya, sementara Layang-Layang menjadi penopang cita-cita Pembela untuk menjadi petani vanili.

Layang-Layang adalah Tara. Pembela adalah Tegar. Keduanya bertemu dalam adegan klise bocah lelaki yang melindungi bocah perempuan di sebuah taman bermain di kantor pengadilan agama di antara hiruk pikuk perceraian orang tua masing-masing.

Romansa Tara dan Tegar ibarat dua utas benang yang bersilangan di satu titik untuk kemudian meliuk-liuk mendekat hanya demi ketidaksadaran akan persinggungan hingga sekian lama.

Sementara itu, Hobri beberapa kali berurusan dengan polisi dan harus mendatangi Polsek Belantik, musababnya tak jauh dari kawan karib kecilnya, Taripol, dan pohon delima yang tumbuh di pekarangan rumah miliknya sendiri.

"Sirkus Pohon" karya Andrea Hirata menjadi cerita panjang tentang hidup di sekitar Hobri dan orang-orang yang bersentuhan dengannya semenjak ia memenuhi panggilan jiwanya sebagai badut sirkus.

Atraksi Kehidupan "Sirkus Pohon" merupakan buku ke-10 Andrea yang resmi diluncurkan pada 15 Agustus 2017 lalu, 12 tahun jaraknya setelah ia menerbitkan novel perdananya "Laskar Pelangi" (2005) yang menjadi pembuka dari tetralogi Laskar Pelangi.

Satu setengah windu merupakan jarak yang jauh memang, sementara "Laskar Pelangi" (2005) dibuka dengan narasi kelam bayang-bayang sebuah sekolah yang terancam bubar karena kekurangan murid tahun ajaran baru, "Sirkus Pohon" dibuka dengan kemarahan yang disampaikan jenaka.

Kemarahan yang berserakan tentang sebatang pohon sebelum perlahan-lahan hingga bab kedelapan baru terwakilkan potongan lain dari frasa yang dipercaya menjadi judul novel tersebut, sirkus.

Andrea gemar bermain-main dengan tutur jenaka yang menyelipkan kata gaul Melayu --atau setidaknya gaul di antara masyarakat Belitong--, demi membawa pembaca masuk ke perkampungan Ketumbi yang katanya tak tercantum dalam peta NKRI.

Pintar pula Andrea memainkan emosi pembaca dari narasi kesedihan yang mendayu-dayu menjadi gelak tawa yang tak mampu ditahan dalam adegan Hobri pindah ke rumah. Salah satu humor yang begitu cerdas.

Sementara dalam beberapa bagian, adegan sahut-sahutan dialog antara para tokoh di dalam "Sirkus Pohon" tak ubahnya seperti tengah mendengarkan lakon Tarling Sandiwara Cirebon.

Perkara sirkus dalam makna literal disampaikan Andrea dalam dua pertiga awal cerita sebelum menjelma menjadi makna figuratif di sisa cerita. Bagaimana pohon delima seolah menggeser posisi Hobri sebagai tokoh utama cerita "Sirkus Pohon" --atau jangan-jangan memang tokoh utamanya memang pohon delima-- dan mempengaruhi kehidupan Hobri dan orang-orang di sekitarnya.

"Sirkus Pohon" lantas terpapar menjadi sebuah lakon sirkus dalam bingkai kehidupan secara umum, dihiasi aksi-aksi para tokoh yang namanya tersebut di dalam cerita tersebut. Sebab dari aksi menjadi atraksi hanya terpaut tiga huruf yang mengubah maknanya.

Pohon delima dalam hal ini lebih berhak menyandang peran sebagai tiga huruf tersebut ketimbang Hobri. Pohon delima membubuhkan huruf A, T dan R di hadapan aksi-aksi para lakon "Sirkus Pohon" yang bertalian dengan Hobri.

Satu hal lain yang musti dicatat, bahwa "Sirkus Pohon" diceritakan dari sudut pandang Hobri, bujang lapuk yang hanya bersekolah hingga kelas 2 SMP namun begitu lancar melafalkan kata-kata klise berbahasa Inggris seperti hopeless romantic atau bahkan berargumen tentang status ningrat delima yang diabadikan menjadi nama kota Granada di Spanyol sana.

Tentu saja, anda boleh menilai sendiri bagaimana cerita "Sirkus Pohon". Sebab, menukil bos Hobri di sirkus keliling yang juga ibunda Tara, "Orang-orang yang berkata tentang diri mereka sendiri, melebih-lebihkan, orang-orang yang berkata tentang orang lain, mengurang-ngurangi." (Ben/An)

Gilang Galiartha

Bandung, (Benhil, 10/04/2017) - Institut Teknologi Bandung (ITB) menyiapkan kuota mahasiswa baru pada tahun 2017 yang masuk melalui jalur seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN) sebanyak 1.644 kursi yang bakal diperebutkan calon mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia.

"Untuk tahun ini, daya tampung ITB total 3.975 kursi, jadi dari jalur SNMPTN ialah 60 persen atau 2.321 kursi dan sisanya 40 persen atau 1.644 kursi dari SBMPTN," kata Rektor ITB Profesor Kadarsah Suryadi, saat jumpa pers SBMPTN 2017 Panlok 34 Bandung, di Kampus ITB, Bandung, Jawa Barat, Selasa.

Menurut beliau, ada 12 fakultas tersedia yang dapat dipilih oleh calon mahasiswa baru yang mendaftarkan diri melalui jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri atau SBMPTN 2017 di panitia lokal 34 Bandung.

"Dari daya tampung tersebut kami memfasilitasi di 12 fakultas sekolah bukan di prodi (program studi) karena ada tingkat persiapan bersama selama satu tahun kemudian diseleksi masuk jurusan atau prodi mana," kata dia.

Kadarsah menuturkan untuk tahun ini Institut Teknologi Bandung berlogo Ganesha tersebut tidak melaksanakan ujian masuk calon mahasiswa baru dari jalur mandiri.

"Dan seperti tahun lalu, tahun ini kami tidak ada seleksi jalur mandiri," ujarnya.

Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2017 di Panitia Lokal Bandung akan melibatkan enam perguruan tinggi negeri yakni Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Padjadjaran (Unpad), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Universitas Islam Negeri (UIN) Sunand Gunung Djati, Universitas Siliwangi (Unsil), dan Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI).

Panitia Lokal 34 Bandung SBMPTN 2017 Arry Nainus menuturkan total kuota mahasiswa baru yang disediakan dienam PTN (Perguruan Tinggi Negeri) melalui jalur SBMPTN 2017 adalah 9.708 kursi. 

ITB adalah salah satu kampus perguruan tinggi terbaik di Indonesia yang diminati siswa-siswi berprestasi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dari berbagai sekolah yang tersebar di Indonesia. (Ben/Ant)

ITB Bandung

All rights reserved, Copyright © 2015 www.benhil.net. Powered by Blogger.