Showing posts with label Kuliner. Show all posts



Saat ini di Kota Salatiga atau lebih tepatnya di Jalan Veteran, Samping Pompa Bensin Pasar Sapi, Salatiga, hadir kuliner yang sedang viral dan naik daun, yakni Ayam dan Bebek Mas Budi. Meskipun bukan yang pertama, cabang ke-19 ini termasuk paling istimewa.

 

Untuk rasa masakan, cabang Salatiga ini tetap mempertahankan cita rasa nikmat layaknya cabang yang lain. Begitu juga dengan konsep nasi, sambal, dan lalapan yang tetap bisa mengambil sendiri sepuasnya. Keistimewaan yang dimaksud adalah terletak pada tempat parikir, bangunannya yang terlihat megah, dan tata letak restonya.

 

Hal itu dirasakan oleh Heti (57 tahun) pelanggan dari Bawen, Kabupaten Semarang. Dia menuturkan, tempat parkir cabang baru ini nyaman dan terlihat luas karena halaman parkirnya telah diaspal.

 

“Parkirnya mulus dan restonya tampak megah dan rapi, jadi tempatnya mriyayeni [berkelas],” kata pengusaha bahan bangunan itu pada Benhil, Sabtu, 7 Mei 2022.

 

Heti buru-buru menambahkan, meskipun tempatnya lebih istimewa, namun harga makanan di cabang Jalan Veteran tersebut tidak berbeda dengan cabang lainnya.

 

“Harganya sama dengan cabang [resto] Mas Budi lain yang pernah saya coba di Semarang. Jadi pelanggan pasti puas makan di sini,” ujarnya.

 

Hal senada juga disampaikan oleh Anto (36 tahun) yang menyatakan mulanya was-was kalau harga di resto baru tersebut lebih mahal.

 

“Tempatnya di pinggir jalan raya utama dalam kota, jadi saya kira harganya lebih mahal dari resto lain. Ternyata harganya sama,” kata pria yang mengaku berprofesi sebagai seorang sales rokok tersebut.

 

Apalagi, dengan nasi dan lalapan serta sambal yang bisa mengambil sendiri sepuasnya, tentu membuat Anto tambah senang.

 

“Tidak menyangka, lalapan dan nasi bisa ambil sepuasnya. Saya bisa makan pake lauk yang murah saja,” ucapnya sembari terkekeh.

 

Menambah Semarak Salatiga

Hadirnya resto Ayam dan Bebek Mas Budi di Jalan veteran Salatiga ini semakin menambah semarak usaha kuliner di kota kecil tersebut.

 

Arjun (27 tahun) sebagai penanggung jawab resto tersebut menyatakan, cabang tersebut merupakan yang kedua di Kota Salatiga.

 

“Di kota ini, cabang Jalan Veteran ini merupakan yang kedua, yang lainnya terdapat di daerah Tingkir,” ujarnya pada saat pembukaan resto tersebut pada Sabtu, 7 Mei 2022.

 

Dia mengharapkan cabang baru tersebut bisa semakin menambah semarak usaha kuliner di Kota Salatiga. [Benhil]


Bila berkunjung ke Kota Semarang, Solo (Surakarta), dan Yogya (Yogyakarta), Anda akan menemui suatu kuliner warung tenda yang tidak menawarkan menu khusus, seperti nasi goreng, soto, atau bakso. Warung tersebut sangat populer di kalangan masyarakat bawah.

 

Meski tidak menyediakan menu khusus, warung tersebut tetap menyediakan nasi dan sedikit lauk yang dibungkus kecil. Di situ juga tersedia aneka makanan ringan, seperti gorengan, kerupuk, kue, dan tentu saja minuman.

 

Uniknya, nama jenis kuliner tersebut berbeda-beda di 3 kota itu. Di Semarang, kuliner itu disebut warung nasi kucing. Di Solo, warung itu disebut HIK (hidangan istimewa kampung). Sedangkan di Yogya, warung tenda itu disebut angkringan.

 

Perbedaan nama tersebut berdasarkan kreativitas pengusaha kuliner yang selalu berinovasi sesuai perkembangan jaman. Lalu diantara 3 kuliner serupa tapi tak sama itu, manakah yang lebih dulu eksis?

 

Ternyata yang mengawali warung harga hemat tersebut adalah angringan. Pada tahun 1930’an, seorang pedagang bernama Karso Dikromo mengawali jenis kuliner ini di Desa Ngerangan, Klaten.

 

Disebut angringan karena berasal dari kata angkring, yakni tempat jualan pikulan keliling. Jadi mulanya angkringan dijual secara keliling. Saat pembeli mulai ramai di satu tempat, maka kuliner tersebut akhirnya menetap di tempat itu. Namun nama angkringan tetap dipertahankan.

 

Di Solo, karena warung jenis itu sangat khas dengan orang kampung, maka diberi nama HIK (hidangan istimewa kampung). Masyarakat Kota Batik itu suka menghabiskan waktu bercengkerama di HIK.

 

Kuliner ini merambah ke Semarang pada pertengahan tahun 1990’an. Namanya yang menggelitik (nasi kucing) membuat masyarakat penasaran. Kenapa disebut nasi kucing? Karena porsinya yang sangat sedikit sehingga menyerupai porsi makan kucing.

 

Persamaan dan Perbedaan 3 Kuliner Itu

Sebagai kuliner yang tampilannya hampir sama, angkringan, HIK, dan nasi kucing memiliki beberapa persamaan dan perbedaan.

 

Berikut ini persamaan dan perbedaan 3 kuliner tersebut:

Persamaan

1. Akrab dengan masyarakat bawah.

2. Harganya murah.

3. Disajikan di atas gerobak.

4. Biasanya makanan yang disajikan adalah titipan dengan sistem konsinyasi.

 

Perbedaan

Angkringan yogya

1. Menu dominan adalah aneka makanan kecil.

2. Harganya paling murah (dibandingkan nasi kucing dan HIK).

3. Buka 24 jam karena mobilitas Yogyakarta, terutama pariwisata dan pendidikan sangat tinggi.

 

HIK Solo

1. Menu utamanya adalah jadah dan sosis solo.

2. Menyediakan tikar karena pengunjung suka ngobrol lama di HIK.

3. Minuman dipanaskan di atas tungku.

4. Buka mulai sore sampai malam.

 

Nasi Kucing Semarang

1. Harganya lebih mahal dibandingkan angkringan dan HIK (karena pendapatan di Semarang lebih tinggi)

2. Kebanyakan pengunjung hanya makan (jarang ngobrol).

3. Menu dominan adalah nasi bungkus.

4. Ada yang buka dari pagi, ada yang buka dari sore.

 

Karena Semarang adalah kota bisnis yang upah minimumnya tinggi, banyak pedagang angringan dan HIK yang merantau ke kota yang terkenal dengan makanan lumpia itu. Jadi jangan heran jika melihat pedagang khas Yogya dan Solo itu ikut bersaing dengan nasi kucing lokal.

 

Namun pemandangan pedagang nasi kucing yang merambah ke Yogya dan Solo hampir tidak pernah dijumpai. [Benhil]

 

 


Nasi kucing adalah usaha kuliner dengan menu utama nasi bungkus yang ukurannya kecil (sedikit), sehinga bisa dilahap dalam tiga sampai lima suapan. Sangking sedikit porsinya, banyak orang menyamakan dengan porsi makan kucing. Oleh sebab itu, jenis kuliner ini disebut nasi kucing.  

 

Selain nasi bungkus, biasanya terdapat aneka makanan kecil seperti mendoan, tahu isi, bakwan, pisang goreng, kerupuk, dan lain-lain.

 

Uniknya, kuliner ini kalau di Yogyakarta bernama Angkringan. Kalau di Surakarta, orang menyebutnya HIK (hidangan insan kecil). Sedangkan menu makanan dari ketiga kuliner serupa dengan nama berbeda itu rata-rata sama.

 

Tidak seperti usaha kuliner lainnya (nasi goreng atau aneka penyetan), persaingan usaha nasi kucing termasuk sangat tajam. Hal itu bisa dimaklumi karena penjual nasi kucing tidak membutuhkan keterampilan khusus dalam memasak.

 

Mereka hanya perlu menghidangkan minuman, sedangkan makanannya sudah tersedia di atas gerobak. Aneka makanan yang tersaji biasanya adalah titipan orang lain dengan sistem konsinyasi (bagi hasil keuntungan).

 

Jadi tidak heran, apabila di sebuah jalan terdapat penjual nasi kucing yang kebetulan ramai, kemudian ada penjual baru di jalan itu juga, maka dalam hitungan hari, pembeli warung nasi kucing lama akan berkurang. Penjual baru pasti memiliki kelebihan yang tidak dimiliki penjual lama.

 

Tapi jangan putus asa, setiap usaha pasti ada kendala dan tantangan yang selalu ada jalan keluarnya. Begitu juga dengan tantangan agar usaha nasi kucing bisa memenangkan persaingan.

 

Sebagai penikmat kuliner, berikut ini tips dari penulis agar warung nasi kucing bisa tetap laris diserbu pembeli, yaitu:

 

1. Menambah waktu operasional.

Rata-rata kuliner ini buka dari sore sampai malam. Teman saya mencoba membuka nasi kucing dari pagi (jam 08.30) sampai malam. Hasilnya ternyata bisa mendapatkan keuntungan yang maksimal karena mereka yang membutuhkan makanan ini tidak hanya di malam hari saja.

 

2. Memiliki menu spesial.

Nasi kucing legendaris Pak Gik terkenal dengan teh hangatnya yang nikmat (dengan harga yang tidak berbeda dengan segelas teh di warung lain). Jadi, meski warung ini buka dari jam 10 malam sampai habis, orang tetap rela antri untuk menikmatinya.

 

Saya sendiri sering menahan kantuk dan siap berdesak desakan dengan pembeli dari berbagai latar belakang agar dapat menikmati hidangan di warung ini.

 

Jadi warung nasi kucing perlu memiliki menu special (baik itu minuman atau makanan) yang tidak dimiliki oleh warung lain, agar tetap menarik bagi pembeli, atau bahkan memiliki pembeli setia.

 

3. Posisi yang strategis.

Posisi yang strategis dalam hal ini menyangkut banyak hal, diantaranya adalah usaha itu dekat dengan pembeli potensial (tempat kos, pabrik, perumahan, dan lain-lain), tempat parkir tersedia, dan terdapat di jalan yang aman (bukan tanjakan atau jalur cepat).

 

4. Tersedia bermacam makanan.

Untuk membuat pembeli nyaman saat makan di warung jenis ini, perlu disediakan berbagai pilihan makanan tambahan yang bisa menemani mereka melahap satu bungkus nasi ukuran kecil.

 

Seorang penjual nasi kucing perlu menjalin kerja sama dan hubungan yang baik dengan mereka yang menitipkan makanan tambahan di warung mereka. Warung nasi kucing yang menawarkan aneka makanan yang lebih banyak akan terlihat semakin semarak dan semakin menggoda untuk dikunjungi.  

 

5. Pantang menyerah.

Dalam setiap usaha pasti ada persaingan. Saat muncul kompetitor baru yang berdampak pada penjualan kita, jangan lekas-lekas punya pikiran negatif atau menyerah. Kita tetap harus optimis sembari intropeksi kekurangan kita dan mempertahankan kelebihan yang menjadi andalan usaha kita.

 

6. Gencar promosi.

Saat ini media promosi tidak harus berbayar, kita bisa memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan usaha kita secara gratis. Potensi pasarnya juga sangat besar karena penggunanya dari berbagai generasi.

 

7. Ramah pada pembeli.

Ada pepatah Cina yang mengatakan, mereka yang tidak bisa tersenyum, tidak bisa menjual. Begitu juga dengan usaha kuliner ini. Meskipun sebuah warung nasi kucing menjual makanannya murah, rasa nikmat, dan tempat sangat nyaman, kalau penjualnya tidak ramah, pembeli akan beralih ke tempat lain yang lebih menyenangkan hati.

 

Demikian tips agar usaha nasi kucing bisa tetap laris dan mampu bertahan menghadapi persaingan. Semoga bisa menjadi penyemangat bagi setiap pengusaha di mana saja, khususnya pengusaha kuliner. [Benhil]

 

    


Padang - Rendang adalah makanan khas Sumatera Barat yang semakin bersinar dan layak disematkan sebagai masakan pemersatu bangsa dengan digelarnya lomba memasak rendang antar-istri Gubernur se-Indonesia.

Para istri gubernur yang juga menjadi ketua tim penggerak PKK (Pembinaan Kesejahteraan Keluarga) di masing-masing wilayahnya itu  beradu masak  di hari terakhir  rangkaian acara Hari Kesatuan Gerak PKK Nasional ke-47 yang dipusatkan di Padang pada 24-27 Juli 2019.

Jika selama ini khalayak hanya melihat penampilan para ibu PKK mendampingi suaminya menghadiri beragam acara dengan penampilan menawan, di Padang, Sumatera Barat, mereka adu kepandaian memasak rendang, makanan terenak di dunia yang mendapatkan pengakuan dari media berita CNN.


Panitia pun menyiapkan segala sesuatunya mulai dari daging sapi sebagai bahan utama, bumbu-bumbu hingga kompor dan kuali sebagai peralatan memasak yang digelar di pelataran Museum Adityawarman Padang.

Untuk juri yang dihadirkan pun bukan sembarang orang, karena yang menilai masakan adalah seorang pakar kuliner terkemuka di Tanah Air yakni Wiliam Wongso.

Maka jadilah pada Jumat 26 Juli 2019 para istri gubernur se-Tanah Air adu keterampilan memasak rendang Minang. Di sini terlihat bagaimana para ibu PKK dari Aceh di ujung barat Indonesia sampai Papua, kawasan timur nusantara tersebut menyuguhkan kelihaian memasak.

Para peserta pun mengenakan pakaian khas daerah masing-masing dan dalam suasana yang gembira berkompetisi memperebutkan hadiah total Rp22,5 juta. Suasana lomba kian pecah karena diiringi hiburan musik dan penyanyi yang membawakan lagu-lagu daerah di Tanah Air. Sehingga tak sedikit peserta yang memasak sambil berjoget menikmati alunan musik sembari diiringi gelak tawa.

Resep untuk memasak rendang daging dibutuhkan waktu sekitar 3,5 jam dengan bahan daging sapi, santan, cabai halus, bawang dan rempah lainnya.

Tahap pertama, daging, semua bumbu dan santan dimasak dan terus diaduk hingga berwarna kecoklatan atau disebut kalio. Setelah itu masakan terus diaduk dan dimasak dengan api kecil hingga mulai kehitaman dan menjadi rendang.

Akhirnya setelah tiga jam lebih bertanding, Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Tengah Siti Atiqoh Supriyanti yang merupakan istri Gubernur Jateng Ganjar Pranowo terpilih sebagai pemenang pertama.

Untuk juara 1 diraih Tim PKK Jawa Tengah yang dikomandoi langsung ketua PKK Siti Atiqoh, kata Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang Arfian. Atas prestasi tersebut Tim Penggerak PKK Jawa Tengah berhak mendapatkan hadiah uang tunai Rp10 Juta.

Kemudian juara II diperoleh tim Penggerak PKK Bengkulu dengan hadiah uang tunai Rp7,5 juta dan juara tiga Tim Penggerak PKK Sumatera Utara mendapatkan hadiah Rp5 juta.

Menurut Dewan Juri Wiliam Wongso kriteria penilaian meliputi teknis memasak dengan poin 30 persen, rasa 40 persen, penyajian 15 persen dan kebersihan 15 persen. Sementara Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Tengah Siti Atiqoh mengaku ini merupakan pengalamannya yang kedua memasak rendang.

"Jangan-jangan nanti mas Ganjar Pranowo minta dimasaki di rumah, tapi tidak apa-apalah biar makannya banyak dan agak gemuk sedikit," katanya.

Siti mengaku memasak rendang merupakan pengalaman baru baginya karena butuh waktu tiga jam dan akan membawanya sebagai oleh-oleh untuk suami.

Siti Atiqoh mengaku takjub dengan bumbunya yang lengkap, dan yang membedakan dengan masakan lain adalah waktu memasak yang cukup lama. Kalau makanan lain cukup 30 menit sudah selesai, ini juga menguji kesabaran mengaduknya, kata dia. Siti meyakini, tidak ada orang yang tidak suka dengan rendang.

Wali Kota Padang Mahyeldi menilai kegiatan lomba memasak rendang antar PKK se-Indonesia merupakan salah satu sarana memperkenalkan cara memasak rendang ke seluruh Indonesia.

Mahyeldi berharap dengan lomba memasak rendang ini para ibu PKK se-Indonesia bisa mengetahui bagaimana cara memasak dan menyajikannya. Apalagi rendang sudah mendapat pengakuan internasional sebagai makanan yang enak dan tentu saja warga Nusantara penasaran juga ingin tahu bagaimana cara memasaknya, kata dia.

Rendang Makanan Khas yang Kaya Gizi

Makanan khasa asal Sumatera Barat, rendang tidak hanya enak dinikmati. Hasil penelitian guru besar Universitas Andalas (Unand) Padang menemukan kendati rendang dimasak dalam waktu lama ternyata nutrisi yang terkandung di dalamnya tetap terjaga.

"Selama ini memasak rendang selalu dilakukan dalam waktu lama hingga berwarna coklat kehitaman. Yang menjadi tanda tanya apakah nutrisinya berkurang dan berpengaruh bagi kesehatan saat dikonsumsi? Ternyata tidak berkurang," kata Guru Besar Unand Padang Prof Fauzan Azima.

Pertanyaan berikutnya, lanjut dia, rendang yang dihasilkan dari daging dan santan serta bumbu rempah yang dimasak dengan suhu tinggi dalam waktu lama apakah mungkin membentuk senyawa berbahaya dan warnanya yang coklat kehitaman membahayakan kesehatan?

"Ternyata ketika dilakukan pengamatan saat memasak rendang 30 menit pertama dari daging menjadi gulai terjadi peningkatan daya cerna protein dari 87,58 persen menjadi 91,51 persen," ujar dia.

Kemudian, pada pemanasan selanjutnya hingga berubah wujud menjadi kalio, daya cerna protein turun menjadi 90,31 persen. Dan saat terbentuk rendang basah turun menjadi 88,59 persen dan saat jadi rendang kering berwarna hitam daya cerna protein menjadi 86,39 persen.

"Artinya daya cerna protein rendang hanya turun satu persen dibandingkan saat masih berbentuk daging yang belum dimasak. Proses memasak yang lama tidak merusak nilai gizi yang terkandung," kata dia.

Tidak hanya itu selama proses memasak rendang terungkap tidak terbentuk angka peroksida dan asam lemak trans, dan angkanya berada pada angka 0,00 persen. Selain itu protein rendang yang dimasak pada suhu di atas 80 derajat Celcius mengalami denaturasi sehingga terjadi penguraian protein menjadi bentuk yang lebih mudah dicerna.

Ternyata selain rasanya yang lezat, gizinya yang baik, rendang pun mudah dicerna dan tentu menjadi mudah diterima pada semua lidah masyarakat nusantara.  Karena itu, lengkaplah sudah, rendang memang layak menjadi simbol pemersatu bangsa. (Antara)



Jakarta - Hari kedua puasa Ramadan, Selasa, suasana di pusat penjualan takjil Pasar Bendungan Hilir (Benhil), Jakarta Selatan, ramai dikunjungi pembeli, pedagang juga terlihat sibuk melayani.

Selain menjual aneka takjil atau hidangan berbuka puasa, seperti jajanan pasar, pedagang pasar Benhil juga menyediakan masakan nusantara yang menggugah selera.

Ada belasan jenis masakan nusantara yang disajikan oleh pedagang seperti, rendang, gulai kepala ikan kakap, ikan bakar, gurami bakar, bawal goreng asam manis, goreng balado jengkol, urap, goreng tongkol, dan lainnya.

Dari belasan jenis masakan nusantara itu, ada tiga jenis masakan yang paling laku dan cepat habis diborong pembeli yakni, cumi asin sambel ijo, gulai rebung, dan gulai telur ikan.

Mega (37) salah satu pedagang di pasar Benhil mengatakan cumi asin sambal ijo, gulai rebung dan gulai telur ikan sudah habis terjual sejak siang tadi.

"Saya buka jam 11.00 WIB, dagangan belum selesai digelar yang datang beli sudah ramai," kata Mega.

Hampir setiap tahun masakan cumi asin sambel ijo paling banyak peminatnya. Pembelinya beragam dari kalangan masyarat umum seperti ibu rumah tangga, pekerja kantoran dan pekerja proyek.

Mega sudah 11 tahun berjualan di pasar takjil Benhil setiap harinya menyediakan tiga sampai lima kilogram cumi asin sambel ijo yang dijual per porsi Rp15 ribu.

Gulai rebung juga menjadi menu favorit yang paling banyak dibeli. Tiga kilogram gulai rebung yang dijual oleh Mega, habis terjual dalam waktu kurang dari dua jam.

Gulai Rebung merupakan masakan khas padang. Terbuat dari tunas bambu yang masih muda, dipotong tipis seperti irisan keripik, lalu direbus lalu dimasak dengan santan dicampur bumbu gulai khas Sumatera Barat.

"Peminatnya cukup banyak, hampir setiap hari laku dibeli," kata Mega.

Sama seperti cumi, gulai rebung juga dibandrol seharga Rp15 ribu per satu porsi. Satu porsi bisa dimakan untuk tiga sampai empat orang, dicampur dengan nasi dan lauk pauk tentunya.

Masakan berikutnya yang paling laris yakni gulai telur ikan. Ini juga masakan khas Padang, paling banyak dibeli karena diyakini khasiat dari telur ikan yang baik untuk dikonsumsi.

Menurut Mega, gulai telur ikan sangat jarang bisa disajikan setiap hari, karena ketersediaan telur ikan di pasaran yang terbatas.

"Gulai telur ikan ini jarang-jarang ada, karena telur ikan juga susah dicari di pasar, tidak setiap hari ada," kata Mega.

Masakan lainnya yang disukai oleh pembeli seperti urap, ikan bawal asam manis, balado jengkol, rendang, dan masih banyak lainnya.

Sedikitnya ada sekitar lima sampai enam pedagang yang menjual aneka masakan di pasar takjil Benhil. Mereka mulai berjualan dari pukul 11.00 sampai setelah buka puasa atau sekitar 19.00 WIB.

Mega adalah salah satu pedagang yang dagangannya paling ramai diserbu pembeli, selain karena posisi lapaknya berada di pinggir samping parkir sepeda motor sehingga mudah diakses.

Diperkirakan ada sekitar 40 lapak penjual yang disajikan oleh pengelola, tetapi belum semua lapak terisi penuh, khususnya yang berada di bagian belakang tenda berbentuk huruf L itu.

Kebanyakan pembeli yang datang berbelanja adalah pelanggan tetap, tetapi banyak juga yang pembeli baru. Pembeli yang datang beragam, umumnya para pekerja kantoran yang berada di kawasan Bendung Hilir, serta pekerja proyek, tak jarang juga masyarakat umum.

Masing-masing orang tentu memiliki selera makan yang berbeda-beda. Namun mungkinkah ada orang yang rela membayar makanan dengan harga berjuta-juta hanya untuk sekali lahap saja? 

Faktanya, di beberapa negara termasuk Indonesia ada beberapa macam kuliner yang harganya bisa sangat-sangat mahal, dari jutaan rupiah hingga puluhan juta rupiah. Ada yang disajikan dalam bentuk yang menarik dan unik, dan ada juga yang berbentuk biasa saja tapi rasanya luar biasa.

6 Makanan Termahal di Dunia, 3 di Antaranya dari Indonesia

Ragam Makanan Termahal di Dunia, Ada yang dari Indonesia Juga!


Pizza Royale 007

Dari yang harganya ekonomis sampai ratusan ribu pun, pizza selalu menggoda siapa saja. Namun untuk pizza yang satu ini bukanlah pizza yang sembarangan. Pizza  Royale 007 ini dibuat oleh para ahli dengan proses pengolahan yang sangat istimewa. Karena menggunakan toping caviar (telur ikan hiu) direndam dalam sampanye, ditambah dengan daging lobster Mediterania.

Taburannya pun bukan daun basil seperti layaknya pizza pada umumnya melainkan daun emas dan disiram dengan cognac Louis XII Remy Martin yang harganya 20 juta rupiah. Tak heran jika pizza ini dibanderol dengan harga 37 juta rupiah.

Flawless Christmas Cocktail

Selain ada makanan termahal di dunia, ada juga minuman termahal di dunia. Cocktail merupakan campuran dari satu atau beberapa jenis liquor (minuman beralkohol) dengan bahan minuman lainnya.
Sementara itu di sebuah klub malam di daerah London, Inggris, menyajikan menu cocktail dengan harga yang fantastis, yaitu sekitar 71 juta rupiah. Cocktail ini terbuat dari cognac Louis XII, Crystal Rose champagne, gula semut serta angostura bitters dan dihiasi dengan daun-daun emas dan di dalamnya terdapat cincin berlian 11 karat.

Kopi Luwak

Minuman termahal lainnya datang dari negara kita sendiri, kopi Luwak. Kopi Luwak ini merupakan salah satu jenis kopi termahal di dunia. Hal ini dikarenakan proses pembuatannya yang unik, yaitu biji kopinya diambil dari kotoran hewan luwak yang sengaja diberi pakan berupa biji kopi.

Setelah disterilkan dan dimasak, kopi ini dikemas dan dijual. Untuk satu kilogram kopi Luwak bisa dihargai sekitar 250 hingga 1200 US dollar atau sekitar 3,4 hingga 16 juta rupiah.

Fleur Burger

Kali ini makanan termahal di dunia datang dari Las Vegas, USA. Dimana di salah satu restoran sekaligus hotel dan kasino disana menyajikan menu burger dengan harga sekitar 5 juta rupiah untuk satu porsinya. Yang istimewa dari burger ini adalah daging ham-nya terbuat dari daging utuh sapi Kobe, yang dihidangkan dengan foie gras (hati angsa ala Prancis), saus Truffle serta roti Brioche Truffle.

Sarang Burung Walet

Konon kabarnya, sarang burung walet ini merupakan salah satu superfood karena air liur burung walet ini tinggi asam amino kompleks yang baik dalam penyembuhan kanker. Ada kandungan glikoprotein juga yang terkandung di dalamnya untuk mendukung kelancaran metabolisme tubuh. Tak heran jika sarang burung walet dihargai kurang lebih 40 juta rupiah per kilo.

Daging ayam Cemani

Satu lagi makanan termahal di dunia yang berasal dari Indonesia, daging ayam cemani. Ayam ini tergolong unik karena keseluruhan tubuhnya berwarna hitam, konon disebutkan bahwa ayam ini diternakkan pertama kali oleh seorang petapa sakti bernama Ki Ageng Mangkuhan.

Daging ayam cemani dipercaya dapat menambah vitalitas dan menjadikan orang awet muda. Untuk satu ekor ayam Cemani saja dihargai sekitar 33 juta rupiah.

Setelah tahu harga makanan-makanan di atas, rasanya sayang ya, untuk menikmatinya.

Dari Sabang sampai Merauke terdapat kekayaan kuliner yang sangat beragam. Ragam kuliner yang ada di Indonesia ini sudah sepatutnya membuat kita bangga. Namun kuliner ini pun tidak hanya sajian yang biasa-biasa saja. Banyak juga santapan kuliner yang ekstrem. Berbagai kuliner ini pun menggunakan bahan yang tidak lazim. Namun penduduk di sejumlah daerah benar-benar menjadikannya sajian.

8 Kuliner Ekstrem di Indonesia Bikin Merinding Menyantapnya

Kuliner Ekstrem Indonesia 


Ragam Kuliner Ekstrem Indonesia Hanya untuk yang Berani

Ulat Sagu

Di ujung timur Indonesia penduduknya ada yang menyantap kuliner tidak lazim. Yakni masyarakat Suku Kamaro, Timika , Papua. Kuliner ekstrem tersebut adalah sajian yang berbahan ulat sagu. Ulat sagu ini biasanya dimakan mentah-mentah. Tetapi kadang juga dimasak menjadi sate, direbus ataupun ditumis dengan sayuran. 

Cacing Nyale

Bergeser ke Barat, ada sebuah tradisi bernama Bau Nyale di Lombok. Ini adalah ajang mencari cacing laut yang berada di antara batu-batu karang. ‘Bau’ artinya menangkap, dan ‘nyale’ berarti cacing laut. Bau Nyale biasa diadakan antara Februarkui sampai Maret. Karena itu musim keluarnya cacing laut dari lubangnya.

Tikus Panggang

Kali ini dari Sulawesi Utara. Tepatnya di Tomohon terdapat sebuah pasar tradisional di mana dijual bahan makanan yang terbilang ekstrem. Yakni seperti ular, kadal, anjing, monyet dan tikus. Ada yang dijual sudah dalam bentuk masakan dipanggang, lalu ada juga yang menjualnya hidup-hidup. Berani mencicipi makanan tak lazim ini?

Paniki

Kita belum beranjak dari Sulawesi Utara. Ada lagi masakan yang terbuat dari bahan ekstrem yakni dinamakan Paniki. Paniki ini dibuat dengan bahan dasar daging kelelawar hutan. Memasaknya yakni dengan menggunakan santan. Hmm, rasanya gurih sepertinya karena memakai santan. Nampaknya layak untuk dicoba jika traveling ke Sulawesi Utara.

Bothok Tawon

Dari tanah Jawa juga ada kuliner tidak lazim yang cukup mengejutkan. Yakni bothok tawon atau lebah. Bothok sendiri adalah masakan Jawa yang mengolahnya dengan cara dikukus. Sementara bothok tawon terbuat dari sarang lebah. Dengan citarasa gurih, asam, pedas, manis dan segar. Tertarik mencobanya?

Sate Jamu
Kuliner satu ini tentu tidak asing bagi Anda yang pernah mampir atau tinggal di kota Solo. Sate jamu adalah makanan yang cukup banyak dijual. Bukan daging sate biasa melainkan ialah daging anjing yang dijadikan bahan sate. Tidak hanya sate namun daging anjing juga diolah menjadi rica-rica yang sering disebut rica-rica guk guk. Ada pula oseng-oseng asu atau sengsu.

Tokek Goreng

Rupanya daging tokek juga menjadi bahan kuliner tidak lazim di Indonesia. Kuliner ekstrem ini mengolah tokek dengan cara digoreng. Daging tokek sendiri dikonsumsi lantaran dipercaya bisa mengobati sakit asma, penyakit kulit, serta dapat meningkatkan stamina pria.

Rujak Cingur

Merupakan makanan yang cukup favorit di Jawa Timur. Masakan ini bahkan menjadi kuliner khas daerahnya. Cingur adalah mulut dan hidung sapi. Jadi rujak ini berisi potongan cingur, sayuran, lalu kuahnya sambal petis yang dicampur kacang tanah. Rujak paling sering disajikan dengan kerupuk sehingga menambah rasa gurihnya.

Itulah beberapa makanan ekstrem yang ada di Indonesia. Bagi yang tidak biasa menyantapnya, sederet makanan tersebut tentu terdengar sangat asing serta bisa bikin bergidik. Namun untuk penduduk lokal yang sudah terbiasa maka sajian tersebut menjadi santapan sehari-hari.

Akan tetapi memang semuanya kembali kepada selera masing-masing orang. Karena ada pula warga setempat yang juga tak memfavoritkan makanan tersebut. Namun jika Anda berwisata ke tempat-tempat yang ada di daftar tadi, tak ada salahnya berbuat nekat mencoba mencicipi makanan ekstremnya. Anda sendiri sudah pernah coba yang mana?

Es krim, hasil olahan dari susu sapi yang gurih dan creamy ini hampir semua orang suka. Rasanya yang manis dan dingin memanjakan lidah membuat orang selalu ingin makan lagi dan lagi apalagi di saat cuaca sedang panas.

Es krim bukan lagi sajian mahal saat ini karena sudah bisa ditemukan dengan mudah dengan harga yang cukup terjangkau dan memiliki variasi rasa serta toping yang bermacam-macam. Es krim sendiri di dalam dunia kuliner termasuk golongan dessert atau makanan penutup. 

Inilah 5 Fakta Es Krim Yang Jarang Diketahui

Selama ini yang kita tahu es krim dijual dengan beberapa macam kemasan seperti cone atau dalam cup. Ada juga yang disajikan dengan menggunakan roti tawar mirip dengan es krim dari Singapura. 

Es krim juga bisa disajikan dengan toping seperti coklat stik, wafer dan sejenisnya. Tetapi ternyata es krim bukan hanya sebatas pada bahan pembuatnya dan juga cara penyajiannya. Ada beberapa fakta tentang es krim yang belum banyak diketahui oleh masyarakat pada umumnya.

Agar kita lebih tahu banyak hal tentang es krim, simak beberapa fakta tersembunyi es krim berikut ini.

5 Fakta Tersembunyi Dari Es Krim


Cone Pada Es Krim Hasil Kreasi Orang Siria

Cone yang sering digunakan untuk menyajikan es krim ternyata pertama kali dibuat oleh orang Italia pada tahun 1800an tetapi belum banyak dikenal dan digunakan. Baru setelah seorang imigran Amerika Serikat asal Siria bernama Ernest A. Hamwi iseng-iseng membuat wafel dengan bentuk cone kemudian menyajikannya dengan es krim sejak itulah es krim cone mulai dikenal.

Awalnya Es Krim Sundae Hanya Dijual Pada Hari Minggu

Di restoran fastfood bisa dengan mudah kita menemukan es krim sundae yaitu es krim yang biasanya terdiri dari lebih 2-3 skup dan diberi saus buah atau toping beraneka ragam seperti kacang atau coklat serut. Kata sundae ini sendiri berasal dari kata “Sunday” yang artinya hari Minggu. Sejarah sundae diawali pada tahun 1890 di Illionis, AS.

Es Krim Cone Terbesar Di Dunia Setinggi 3 Meter

Di Italia pada tahun 2015 yang lalu pernah dibuat es krim cone setinggi kurang lebih 3 meter dan merupakan es cone terbesar hingga saat ini. Dibuat oleh sebuah perusahaan es krim asal Norwegia, Hennig-Olsen. Es krim ini berhasil memecahkan rekor dunia dan dicatat di dalam Guiness World Book Of Record. Dibuat dengan menghabiskan sekitar 15 galon coklat dan 424 kg wafel.

Universitas Pennsylvania, AS Membuka Jurusan Khusus Es Krim

Agak kaget bukan bahwa ternyata cara pengolahan es krim ini sampai dijadikan sebuah jurusan di Universitas Pennsylvania, Amerika Serikat. Di sana diajarkan bagaimana cara membuat es krim dengan benar sehingga akan menghasilkan es krim yang memiliki kualitas bagus dan enak. Pengajar di dalamnya berasal dari perusahaan besar es krim seperti Baskin-Robbins.

Makan Es Krim Terlalu Cepat Bisa Menyebabkan Sakit Kepala

Pernahkah mengalami dan merasakan kepala mendadak terasa sakit sehabis makan es krim? Mungkin karena makan es krim terlalu cepat. Menurut seorang ahli kardiovaskuler, Dr. Jorge Serrador yang telah melakukan penelitian dengan subyek 13 orang dewasa yang sehat. 

Ditemukan fakta bahwa dengan makan es krim terlalu cepat maka otak juga dengan cepat memberikan respon terhadap perubahan suhu dalam aliran darah ke otak dan ini bisa menyebabkan timbulnya sakit kepala. Jadi sebaiknya jangan makan es krim secara tergesa-gesa jika tidak ingin terserang pusing mendadak.

Apakah Anda pernah mendengar nama Kota Lamongan? Kota Lamongan merupakan kota yang terletak di Provinsi Jawa Timur. Selain itu, Kota Lamongan juga merupakan salah satu kota yang terdapat di pesisir utara Jawa. 

Di Kota Lamongan ini kaya akan keanekaragaman kuliner yang dimiliki sehingga banyak dari beberapa orang yang penasaran seperti apa kuliner yang berasal dari Kota Lamongan ini. Bagi Anda yang penasaran mengenai makanan dan minuman khas Lamongan ini maka Anda dapat menyimak pembahasan selengkapnya di sini.

Inilah 5 Kuliner Sedap Khas Lamongan Yang Wajib Untuk Dicoba

5 Jenis Makanan Dan Minuman Khas Lamongan


Soto Lamongan

Soto Lamongan merupakan salah satu kuliner yang terkenal di Kota Lamongan dan bahkan Soto Lamongan ini juga telah dikenal oleh banyak orang di berbagai daerah. Banyak yang beranggapan bahwa kelezatan dari Soto Lamongan ini sama seperti Coto Makassar.

Adapun ciri khas dari Soto Lamongan ini ialah kuahnya yang berwarna kuning serta rasa rempah-rempah yang merasuk ke dalamnya sehingga soto ini memiliki cita rasa khas tersendiri. Selain itu, adanya campuran seperti bihun, telur ayam, irisan kol, tomat dan daging ayam ini juga membuat soto ini semakin menggugah selera dan mampu menggoyang lidah bagi siapa saja yang menyantapnya.

Tahu Campur Lamongan

Makanan yang bernama tahu campur ini sebenarnya merupakan makanan yang menjadi simbol atau ikon di Jawa. Tahu Campur Lamongan ini dapat dengan mudah Anda temui di pinggiran Kota Lamongan saat malam hari.

Adapun komposisi dari tahu campur ini terdiri dari tahu, daging sapi, toge, daun selada, lontong serta perkedel dari ketela pohon. Makanan ini pun akan tersaji dengan tambahan kuah yang sebelumnya sudah dicampurkan dengan petis udang.

Wingko Babat Lamongan

Wingko babat merupakan kuliner tradisional yang terbuat dari kelapa, ketan dan juga berbagai bahan campuran lainnya. Wingko babat ini sendiri memiliki rasa yang manis dengan bentuk bulat yang berwarna cokelat. Kuliner yang satu ini cocok dijadikan sebagai buah tangan atau oleh-oleh yang cocok ketika Anda berkunjung ke Kota Lamongan ini.

Nasi Boranan

Berawal dari sebutan dari tempat untuk menyimpan nasi yang bernama Boran inilah maka makanan khas Lamongan yang satu ini diberi nama Nasi Boranan. Nasi Boranan ini merupakan makanan khas Lamongan yang terdiri dari nasi, bumbu, lauk dan juga rempeyek.

Bumbu yang digunakan untuk Nasi Boranan ini berasal dari rempah-rempah yang telah dihaluskan. Dalam penyajiannya Nasi Boranan ini disajikan dengan dilapisi daun pisang. Makanan yang satu ini dapat Anda jumpai di pasar-pasar kota serta beberapa pinggir jalan di Kota Lamongan.

Es Dawet Siwalan

Selain memiliki berbagai makanan khasnya, ternyata Lamongan juga memiliki minuman khas yang bernama es dawet siwalan. Siwalan sendiri merupakan salah satu jenis buah-buahan yang langka karena tidak tidak semua daerah memiliki buah yang satu ini. Buah siwalan ini adalah sejenis palem yang dapat tumbuh di daerah yang kering seperti di pesisir pantai utara Jawa.

Es dawet siwalan ini cocok menjadi minuman yang cocok bagi Anda penyuka minuman dingin. Di Kota Lamongan sendiri es dawet siwalan juga telah memiliki banyak peminat. Nah, bagi Anda yang penasaran dengan es dawet siwalan ini Anda dapat menjumpainya di Alun-Alun Kota Lamongan karena di sinilah banyak penjual yang menjual es dawet siwalan ini.

Nah, itulah ulasan mengenai lima jenis makanan dan minuman khas yang berasal dari Kota Lamongan. Dengan adanya berbagai kuliner khas Lamongan ini juga menjadi secara tidak langsung juga menambah keanekaragaman kuliner khas nusantara. Selain itu, dengan hadirnya kuliner khas Lamongan ini juga sebagai ajang memperkenalkan Kota Lamongan untuk semakin dikenal oleh banyak orang.

Kini kuliner Indonesia sudah mencapai luar negeri, maka tidak heran jika Anda berada jauh dari tanah air, sewaktu-waktu Anda dapat melepaskan rindu dengan bersantap makanan tersebut. Banyak juga warga asing yang menikmati produk dari Indonesia, salah satunya adalah mie instan buatan negeri kita.

Inilah Daftar Produk Kuliner Indonesia Yang Masih Mendominasi Dunia

Produk Kuliner Indonesia Yang Masih Mendominasi Dunia


Indomie

Kenikmatan mie instan dalam negeri ini memang sudah jadi rahasia umum. Tidak cuma lidah orang Asia aja, bule dari berbagai belahan dunia pun mulai menyukai seduhan mie dengan berbagai varian rasa ini. 

Memulai ekspansi ke luar negeri sejak beberapa tahun lalu, Indomie mudah ditemukan di hampir seluruh negara Asia Tenggara, serta beberapa negara di Eropa dan Afrika.

Es Teler 77

Lagi di Malaysia atau Singapura terus kangen makan es teler? Tak perlu khawatir, kamu bisa langsung mampir di Es Teler 77 yang telah memiliki cabang di Asia Tenggara, India, hingga Australia. Kesuksesan pasangan suami istri, Muniarti dan Trisno Budijanto dalam membawa cita rasa lokal ke pasar internasional patut diacungi jempol.

Kacang Dua Kelinci

Madridistas patut berbangga diri nih dengan cemilan asal Indonesia, Dua Kelinci. Yup, perusahaan asal Pati, Jawa Tengah, ini berhasil menembus pasar dunia dan mendapatkan sambutan yang sangat positif. Gebrakannya tak tanggung-tanggung, langsung menjadi sponsor resmi dari Klub Real Madrid.

Mengembangkan promosi hingga ke lapangan hijau, tentu nama besar klub peraih trofi Liga Champions terbanyak ini berpengaruh besar terhadap pemasaran jajanan berbahan dasar kacang ini. Dua Kelinci dapat dijumpai di Asia dan Eropa dengan mudah.


J.Co Donut & Coffee

Produk J.Co Donut & Coffee sering membuat banyak orang "tertipu". Sebagian besar menganggap bahwa kedai dengan menu utama donat ini merupakan produk luar. Tangan dingin Johnny Andrean berhasil membawa J.Co diterima dengan sangat baik di pasar lokal dan internasional.

Lembut dan manisnya olahan donat J.Co kini bisa ditemukan di Malaysia, Singapura, Shanghai, dan Filipina. Tidak menutup kemungkinan, usaha pemilik franchise BreadTalk Indonesia ini akan semakin meluas ke Eropa hingga Paman Sam.

Kuliner Bumbu Desa

Lezatnya makanan Sunda berhasil dibawa ke pasar dunia oleh restoran Bumbu Desa. Menu makanan yang enak dengan sajian yang khas kental dengan kebudayaan Jawa Barat jadi ciri khas utama setiap gerai Bumbu Desa. Berhasil menguasai pasar dalam negeri dengan cabang restoran mencapai 60 lokasi dan pasar luar yang tersebar di Asia Tenggara.

Kebab Turki Baba Rafi

Meski namanya kebab Turki, tapi kedai ini asli milik orang Indonesia, lho. Nilam Sari bersama sang suami, Hendy Setiono, mendirikan usaha kuliner ini sejak 2003 silam. Siapa sangka, kreasi makanan Timur Tengah buatannya diterima dengan baik.

Dari satu outlet kecil di Surabaya, kini Kebab Turki Baba Rafi telah memiliki ribuan cabang di Indonesia. Tak cepat puas, Nilam dan suami pun mengembangkan usahanya di pasar dunia seperti China, Singapura, Srilanka, Belanda, Malaysia dan Filipina.

Bagus Cafe

Terakhir ada Bagus Cafe yang tak kalah inspiratif. Kalau kuliner satu ini belum punya cabang di Indonesia, tapi langsung buka di Australia. Tempat nongkrong yang menyajikan makanan khas Tanah Air ini berada di Pantai Cairns Esplenade, Queensland.

Bagus Cafe dirintis oleh Safwan dan Sri Muryanti, pasangan suami istri asal Jawa Tengah yang telah menetap di Australia sejak 2008 lalu. Bagus Cafe berhasil memenangkan penghargaan dari vote di internet sebagai warung makan paling enak dan sesuai kantong para traveler. Wah, main ke Queensland wajib mampir ke sini nih.

Indonesia adalah negara dengan keberagaman agama, suku, ras, bahada, adat. Kemajemukan ini menjadikan Indonesia memiliki banyak budaya yang unik dari tiap-tiap daerah. Dari pakaian adat, kuliner, budaya, rumah adat, hukum adat semuanya sangat unik. Tiap-tiap daerah di Indonesia mampu mempertahankan dan mengembangkan keunikan nya masing-masing.

3 Masakan Indonesia Dengan Cara Memasak yang Unik

Indonesia kaya akan sumber daya alam yang sangat melimpah. Tak heran jika negara ini memiliki banyak jenis kuliner yang sangat beranekaragam. Masakan Indonesia memiliki ciri khas rasa rempah-rempah yang sangat kuat. Namun, tak banyak yang tahu jika proses memasak makanan-makanan ini ada yang unik loh. Yuk lihat beberapa masakan Indonesia dengan cara masak yang sangat unik dibawah ini.

Uniknya Cara Bikin Beberapa Masakan Indonesia ini


Tempoyak

Tempoyak merupakan makanan khas Kota Palembang, Jambi, Bengkuli dan Lampung. Tempoyak adalah makanan yang terbuat dari buah durian yang difermentasi. Tempoyak biasa dihidangkan dengan nasi hangat, citarasa yang unik membuat kuliner ini sangat terkenal sampai ke mancanegara. Tempoyak bisa dimasak dengan campuran daging ayam atau dibuat sambal goreng udang. 

Mandai

Mandai adalah kulit cempedak yang sudah melalui proses fragmentasi dan dijadikan lauk pendamping nasi. Mandai merupakan kuliner khas Banjar, Kalimantan. Gunakan buah cempedak yang sudah matang. Kukit nya direndam dengan air garam selama tiga hari ataupun sebulan. Semakin lama proses perendaman, maka tekstur akan sangat berpengaruh.

Papeda

Papeda adalah kuliner khas Maluku dan Papua. Papeda terbuat dari sagu yang dijadikan bubur. Papeda biasa dihidangkan dengan ikan tongkol atau mubara yanh dibumbui dengan kunyit, ikan berkuah pedas atau sayur tagas-tagas yang terbuat dari campuran daun singkong, bunga pepaya dan ubi jalar.  Papeda merupakan kuliner terunik di Indonesia.

Cara menikmati papeda juga caranya sangat menarik yaitu dengan menggunakan sumpit. Papeda digulung-gulungkan dengan menggunakan sumpit. Lalu gumpalan papeda di masukkan kedalam lauk, biasanya sayur ikan tongkol sayur kuning. Tekstur yang kenyal bercampur dengan kuah gurih dari lauk mebuat citarasa papeda ini sangat nikmat ketika hangat.

Botok Tawon

Botok tawon merupakan kuliner khas Jawa. Sesuai dengan namanya, kuliner ini terbuat dari sarang tawon yang masih terdapat Tolo atau larva lebah muda. Sarang tawon dimasak menggunakan rempah-rempah seperti lengkuas, jahe, kencur, dan lain-lain. 

Sayangnya, masakan Indonesia yang unik ini mulai sulit untuk didapatkan. Hal ini dikarenakan menipisnya jumlah sarang tawon yang merupakan bahan utama dari makanan ini. Biasanya, tempat-tempat tertentunsaja yang menjual yangmana pemilik tersebut merupakan peternak lebah itu sendiri.

Ampiang  Dadiah

Masakan Indonesia berasal dari daerah Minangkabau. Kuliner ini berbaham  dadar ampiang atau emping yang terbuat dari beras ketan serta dadiah. Makanan tradisional khas Minang ini rasanya mirip yoghurt. Sedangkan dadiah sendiri berasal dari susu kerbau yang disimpan pada bambu yang ditutup daun pisang. Susu lalu disimpan selama 2 malam.

Ampiang Dadiah bisa disajikan dalam mangkuk yang diberi santan, gula merah cair dan parutan kelapa. Susu kerbau yang gurih menambah kenikmatan kuliner ini. Kuliner tradisonal ini hanya bisa didapatkan di daerah Sumatera Barat. Sangat cocok menikmati kuliner yang  satu ini bersama keluarga.


Jakarta, 5/4 (Benhil) - Berwarna hitam pekat, terasa pahit di mulut, tetapi meninggalkan jejak rasa sitrun di lidah. Itulah pengalaman mencicipi kopi Oksibil dari Pegunungan Bintang, Papua.

Biji kopi jenis arabika typica ini dapat disajikan dengan berbagai metode, di antaranya V60, kopi tubruk, atau dicampur dengan susu dan menjadi kopi latte.

Beberapa waktu lalu Benhil berkesempatan mencicipi langsung kopi Oksibil di salah satu kafe di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Dibandingkan dengan V60 atau dicampur susu, rasa sitrun yang menjadi karakteristik utama kopi ini paling terasa saat disajikan dengan metode tubruk.

"Tipikal rasa yang muncul dari arabika typica adalah rasa sitrun, yang dekat kaitannya dengan rasa berry, jeruk, peach atau apricot. Tidak jauh-jauh dari rasa asam," kata ahli kopi Hideo Gunawan.

Hideo Gunawan, yang pada Februari lalu diundang oleh Pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua untuk mengajarkan cara penanaman dan teknik pengolahan kopi kepada warga setempat, menilai biji kopi dari daerah tersebut memiliki keunggulan dari segi rasa, kandungan gizi, maupun kualitas.

Pohon kopi arabika typica umumnya lebih besar dan tinggi dengan buah yang lebih sedikit dibandingkan dengan pohon kopi varietas lain, seperti yang banyak ditanam di dataran tinggi Sidikalang, Dairi dan kawasan lainnya di Sumatera.

Pohon-pohon kopi yang ditanam pada ketinggian sekitar 1.900 mdpl ini juga memiliki usia produktif yang lebih lama yakni mencapai 30 tahun, dibandingkan dengan pohon kopi jenis hibrida yang hanya sampai 10 tahun. Suhu dingin berkisar 15 derajat Celcius, tanah yang subur, dan buah yang lebih sedikit menjadikan zat gizi yang tersimpan dalam biji kopi Oksibil makin tinggi dan rasanya menjadi lebih enak.

"Salah satu varietas pohon kopi terbaik yang pernah saya temui di Indonesia ternyata ada di Oksibil," tutur Hideo.

Dari 34 distrik di Kabupaten Pegunungan Bintang, baru lima distrik yang sudah ditanami kopi, dua di antaranya telah dikunjungi Hideo, yaitu Distrik Okbi dan Okbab. Umumnya, petani kopi di kedua distrik tersebut sudah mengerti cara penanaman kopi yang baik, begitu pun proses dari buah yang baru dipetik sampai menjadi biji atau bubuk kopi siap jual.

Petani kopi di Kampung Sabin, Distrik Okbab, bahkan sudah menanami kebunnya dengan pohon penaung dan rumput yang ditujukan melindungi pohon-pohon kopi dari sinar matahari langsung, yang bisa mengurangi kualitas buahnya.

Untuk mendapatkan kualitas biji kopi yang optimal, buah-buah kopi dikupas dengan tangan. Meski prosesnya lebih lambat daripada pengupasan dengan mesin, hasilnya akan lebih baik.

"Kalau dikupas dengan mesin ada paparan panas, padahal panas adalah musuhnya kopi," ujar Hideo.

Meski demikian, kata dia, petani kopi di Oksibil perlu belajar untuk menanam pohon kopi pada saat yang sama sehingga pohon-pohon kopi di suatu perkebunan memiliki usia seragam. Selain itu, petani juga perlu memperhatikan penanggulangan penyakit seperti karat daun yang memusnahkan populasi kopi arabika typica di Sumatera dan Jawa pada 1900-an.
Melihat besarnya potensi kopi arabika typica dari Oksibil, Pemkab Pegunungan Bintang memutuskan untuk mengembangkan komoditas ini.

Dari pengamatan Hideo, baru sekitar 20 persen lahan milik petani di dua distrik yang dikunjunginya yang ditanami kopi. Rata-rata setiap kepala keluarga memiliki 1.000 pohon kopi yang bisa menghasilkan 300-600 kilogram biji kopi.

"Ini artinya potensinya masih besar sekali. Sayangnya masyarakat Pegunungan Bintang belum berpikir bahwa dengan menanam kopi mereka bisa mendapat uang dalam jumlah besar, sehingga belum banyak yang mau menanam kopi," ujar roaster Curious People Coffee, sebuah kafe di Cengkareng, Jakarta Barat itu.

Petani kopi juga menghadapi kendala dalam memasarkan produk mereka, karena tidak banyak orang tahu bahwa ada kopi berkualitas di Oksibil.

Tidak seperti kopi Wamena dari Pegunungan Jayawijaya yang sudah diekspor ke luar negeri, kopi Oksibil sebagian besar hanya dipasarkan di Jayapura sehingga belum banyak masyarakat Indonesia yang merasakan kenikmatan kopi ini.

Untuk mendorong minat masyarakat menanam kopi Oksibil secara lebih luas, Bupati Pegunungan Bintang Costan Oktemka menginisiasi sebuah program pemberdayaan masyarakat yang disebut "koteka". Selain merepresentasikan pakaian adat penduduk asli Papua, istilah koteka dipilih sebagai kependekan untuk kopi, ternak, dan kakao --tiga komoditas potensial yang akan dikembangkan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat Pegunungan Bintang.

Lewat program tersebut, Constan mengarahkan penduduk di 21 distrik untuk menanam kopi dan memulai strategi pemasaran baru dengan menggunakan koteka sebagai kemasan biji kopi. Di Jakarta, sekitar 300 gram kopi Oksibil yang dikemas dalam koteka dijual seharga Rp300 ribu.

"Kami baru melihat kopi sebagai komoditas unggulan yang bisa menambah pendapatan masyarakat. Saya menyadari kalau daerah ini selamanya ada di tengah pegunungan, sehingga yang bisa digarap hanya pertanian," kata Costan.

Namun, upaya ini bukannya tanpa hambatan. Kendala paling berat adalah membangun pemahaman masyarakat bahwa program penanaman kopi tidak bisa langsung dirasakan dampaknya karena pohon kopi baru berbuah setelah usia tiga tahun.

Mengesampingkan berbagai kendala tersebut, Constan tetap pada usahanya mengembangkan kopi sebagai komoditas yang aman dan ramah lingkungan, juga bisa digunakan untuk promosi wisata.

Melalui kopi, ia ingin menjual potensi wisata di Pegunungan Bintang yang disebutnya memiliki bentang alam yang indah dan kultur masyarakat yang kaya.

Salah satu gunung Pegunungan Bintang, yakni Mandala, adalah satu dari tiga gunung di Papua yang puncaknya tertutup salju. Pesona lain dari wilayah ini adalah Lembah Oksibil yang seringkali tertutup kabut karena dikelilingi pegunungan-pegunungan tinggi. Penduduk setempat sering menyebutnya "negeri di dalam awan".

Dalam bahasa masyarakat setempat, oksibil berarti "dekat air". Istilah ini beralasan karena wilayah tersebut tidak hanya memiliki sungai-sungai tetapi juga beberapa air terjun di antaranya air terjun Kolbung, Tembung, Anorbung, Kukop Bung, dan Okbon Bung. "Bung" adalah sebutan masyarakat lokal untuk air terjun.

Sayangnya, menurut Constan, keindahan alam Oksibil belum bisa dinikmati banyak wisatawan karena kendala infrastruktur yang kurang memadai.

Untuk mencapai Oksibil, wisatawan dari Jakarta harus menempuh perjalanan udara selama 4-5 jam menuju Sentani, kemudian perjalanan dilanjutkan dengan pesawat kecil selama 45 menit.

Penerbangan dari Sentani ke Oksibil tersedia setiap hari dengan harga tiket sekitar Rp800 ribu, sedangkan untuk mengakses objek-objek wisata di dalam Kota Oksibil, wisatawan disarankan menyewa kendaraan roda empat atau roda dua.

Sumatera Utara


Medan, 23/8 (Benhil) - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dengan pengusaha asal Provinsi Satun, Thailand, menjajaki kerja sama perdagangan makanan olahan, terutama terkait potensi pasar dan dunia pariwisata.

Wakil Gubernur Satun, Sr. Col Arthit Aroomchoot di Medan, Sumatera Utara Selasa (22/8) mengatakan, pihaknya ingin menjajaki potensi pasar berbagai produk makanan olahan di wilayah Sumut.

"Kami ingin melihat langsung potensi dan bertemu pengusaha produk makanan olahan di sini untuk menjajaki kerja sama," katanya.

Dia berharap aneka produk makanan olahan provinsi itu bisa dipasarkan di Sumut dan sebaliknya produk asal daerah Sumatera Utara bisa masuk ke Thailand.

Sr Col Arthit Aroomchoot menegaskan, pengusaha di daerahnya sebagian besar sudah memproduksi dan memiliki sertifikat halal sehingga tidak ada masalah untuk dipasarkan di Sumut.

"Selain kerja sama dagang, daerah kami, Satun, berharap bisa bekerja sama sektor pariwisata dengan Sumut," katanya.

Gubernur Sumut Ir. H Tengku Erry Nuradi menyambut gembira dan mendukung upaya peningkatan hubungan perdagangan antara daerahnya dengan Provinsi Satun Thailand.

"Potensi daerah kita dan Satun sama-sama cukup besar untuk bisa membina hubungan perdagangan dan pariwsata yang saling menguntungkan," katanya.

Memurut dia, jarak yang dekat antara Sumut dan Satun juga memungkinkan untuk membuka jalur pelayaran Ro-Ro atau kapal yang bisa memuat kendaraan antara pelabuhan Belawan-Pelabuhan Tamalang di Satun.

"Konektivitas itu akan memberikan peluang besar bagi daerah kita dan Satun dalam meningkatkan hubungan perdagangan dan pariwisata," ujar Erry. (An/Ben)

Tidak hanya tempat yang begitu eksotis, namun Indonesia juga memberikan beragam jenis kuliner yang begitu lezat dan memiliki ciri khas tersendiri. Berbagai daerah di Indonesia memberikan makanan khas tersendiri yang tentunya membuat anda bisa mendapatkan makanan dengan cita rasa yang khas, unik dan nikmat.



Bahkan beragam jenis makanan tradisional asli Indonesia menjadi makanan yang mendunia dan juga begitu dikenal oleh orang-orang asing dari luar negeri di berbagai daerah mudah ditemukan termasuk  beberapa restoran di Bali serta restoran besar di Jakarta. Banyak sekali wisatawan asal luar negeri yang langsung jatuh cinta dengan kelezatan masakan tradisional dari Indonesia yang menghadirkan cita rasa yang begitu lezat dan tidak bisa ditemukan di negara lainnya.

Masakan Khas Indonesia yang Mendunia


Sate

Makanan yang satu ini memang memiliki cita rasa dan kelezatan tersendiri yang mungkin tidak akan bisa ditemui dinegara lainnya. Hidangan yang berupa daging yang dipotong kecil-kecil dan disajikan dengan cara ditusuk dan dibakar ini memang memiliki cita rasa yang unik dan sangat khas dengan sajian tradisional khas Indonesia.

Tak heran jika sate bahkan pernah menjadi makanan terlezat nomor satu di dunia pada tahun 2011 yang lalu menurut survey CNN. Menurut berbagai sejarah, Sate sendiri diciptakan oleh salah satu pedangang yang berasal dari Jawa dan kemudian tersebar ke seluruh Indonesia. Cita rasa yang enak membuat sate memiliki tempat sendiri dihati para penikmat bahkan hingga warga luar negeri.

Rendang

Makanan tradisional yang satu ini merupakan masakan khas yang berasal dari Sumatra. Rendang merupakan kuliner yang menghidangkan daging sapi yang kemudian dibalut dengan bumbu yang terbuat dari rempah-rempah yang sangat enak dan sangat lezat.

Proses pembuatan dari rendang sendiri memang memakan waktu yang cukup lama bahkan hingga mencapai 6 – 8 jam. Dengan perpaduan antara rempah-rempah khas Indonesia dan daging yang begitu empuk membuat makanan ini sangat enak. Rendang juga menjadi salah satu makanan terlezat menurut survey dari CNN dan sangat terkenal di negara-negara Asia Tenggara.

Gudeg

Gudeng merupakan makanan khas Indonesia yang berasal dari Daerah Istimewa Yogyakarta. Makanan yang satu ini memiliki cita rasa yang khas yaitu rasa manis yang juga bisa dipadukan dengan rasa pedas yang begitu gurih. Bahan dasarnya adalah nangka muda yang kemudian dipadukan dengan gula merah dan juga santan yang memberikan cita rasa yang unik dan lezat. 

Makanan yang satu ini juga menjadi makanan yang selalu diburu oleh wisatawan mancanegara yang datang ke Jogja. Bahkan ketika makanan ini dipadukan dengan nasi hangat, ayam goreng ataupun tambahan lainnya tentunya akan membuat makanan ini mendapatkan citarasa yang begitu lezat dan sangat nikmat.

Soto

Makanan yang bisa ditemukan dengan mudah ini menjadi makanan yang sangat nikmat dan juga diburu oleh wisatawan ketika mereka berkunjung ke Indonesia. Soto merupakan salah satu makanan tradisional yang bahkan berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Setiap daerah memiliki soto dengan ciri khas tersendiri yang membuat soto menjadi sangat beragam untuk anda pilih.

Mulai dari soto Betawi, Soto Bandung, Soto Kediri dan masih banyak lainnya bisa anda pilih menjadi hidangan yang lezat dan nikmat untuk anda pilih. Masakan yang dihadirkan dengan kuah dan juga rempah-rempat yang lezat ini menjadi makanan yang sangat mendunia setelah salah satu stasion Televisi dai Madrid menyiarkan dan membahas kuliner yang satu ini.

All rights reserved, Copyright © 2022 www.benhil.net. Powered by Blogger.