Biak, 13/12 (Benhil) - Profesi tenaga perawat kesehatan bagi sebagian masyarakat asli Papua merupakan suatu pekerjaan yang tidak menyenangkan tetapi bagi Hans Wayoi (56) melayani pasien adalah pengabdiannya yang tulus demi meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Kabupaten Biak Numfor.

"Tugas perawat kesehatan sangat mulia karena dapat memberikan pengobatan bagi setiap orang yang membutuhkan dan tidak mengenal sekat, keyakinan, adat budaya dan etnis," ungkap manteri kesehatan yang juga warga asli Papua, Hans Wayoi saat bertugas melayani pasien 24 jam di RSUD Biak.

Dedikasi dan loyalitas sebagai perawat kesehatan dilakoni Hans Wayoi sudah puluhan tahun dan membuahkan berkah baginya pada hari kesehatan Nasional 2017 saat dia memperoleh satya lencana pengabdian sebagai ASN kesehatan selama 20-30 tahun dari Presiden Joko Widodo.

Dia mengawali karier sebagai tenaga kesehatan pada tahun 1986. Bagi Hans Wayoi mengeluti profesi sebagai tenaga perawat kesehatan merupakan cita-cita yang telah didambakan saat ia masih kecil.

Kesabaran, dedikasi dan ketulusan bekerja menjadi tenaga perawat yang digelutinya setiap hari dalam melayani pasien yang berobat rawat jalan dan rawat inap di rumah sakit umum daerah kelas B Biak.

Pasien berdatangan dari berbagai kampung terpencil, di wilayah kepulauan hingga kabupaten tetangga Supiori, Yapen kepulauan dan Kabupaten Waropen.

Hans Wayoi menyebut setiap pasien yang datang berobat yang memerlukan penanganan medis karena mengidap penyakit tertentu harus diberikan pelayanan dengan tulus dan ikhlas sesuai sumpah janji profesi tenaga perawat Pelayanan yang yang baik oleh para perawat di rumah sakit tidak saja memberikan kesan bagi keluarga pasien tetapi mampu mengangkat citra dan nama baik pemerintah daerah serta manajemen RSUD kelas B Biak.

Bagi Hans, mengeluti profesi sebagai tenaga perawat di rumah sakit umum daerah Biak merupakan sebuah kebanggaan secara pribadi juga bagi keluarga dan orang tuanya, apalagi dia bekerja dengan hati yang tulus dan keikhlasan memenuhi panggilan profesi tenaga perawat.

"Siapa pun masyarakat yang datang untuk berobat mendapatkan pelayanan kesehatan saya harus layani dengan kasih, ya ini sudah menjadi sumpah jabatan tenaga perawat yang harus saya jalani," ungkap Hans Wayoi.

Ia berharap prestasi penghargaan satya lencana pengabdian 20 tahun lebih yang diterima dari Presiden Joko Widodo akan menjadi motivasi kerja baginya. Kebutuhan kesehatan untuk setiap warga, menurut Hans Wayoi, merupakan sesuatu barang yang mahal serta sangat beharga karena nilai kesehatan seseorang tidak dapat diukur dengan besarannya uang atau kekayaan harta dimiliki warga manapun.

Pasien yang datang berobat rawat jalan dan rawat inap ke rumah sakit umum daerah Biak, menurut Hans wayoi, punya beragam karakter dan keluhan penyakit bermacam-macam sehingga sangat dibutuhkan kesabaran tenaga perawat untuk memberikan sentuhan layanan kesehatan sesuai standar profesi keperawatan.

Terbiasa dimarah pasien Tiga puluh tahun mengabdi menjadi tenaga perawat telah dijalaninya dengan ikhlas tidak semua keluarga pasien menerima pelayanan tenaga perawat dengan baik.

"Pelayanan kesehatan pasien di rumah sakit sudah dibuat standar operasional prosedur, ya kondisinya tak dapat aturan yang berlaku dipahami keluarga pasien. Jika perawat lambat dalam memberikan pelayanan maka keluarlah umpatan, cacian dan kemarahan dilampiaskan keluarga pasien kepada tenaga perawat yang bertugas," katanya.

Sebagai tenaga perawat yang sudah dilatih melalui jenjang pendidikan dilpoma III keperawatan, menurut Hans Wayoi, semua cacian menjadi bagian dari pengabdiannya.

Ada kemarahan dan umpatan yang dilontarkan keluarga pasien kepadanya saat bertugas namun dia harus diterima dan tidak perlu melawan karena ini merupakan koreksi untuk perbaikan pelayanan kedepan.

Dia berharap masukan dari keluarga pasien dapat menjadi bahan instrospeksi diri dalam upaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan yang lebih profesional dan berkualitas.

"Semua pasien menuntut pelayanan yang lebih baik, ya sebagai perawat kami tetap menjawab keinginan dan tuntutan masyarakat dengan bekerja secara profesional dan mengedepankan sentuhan layanan dengan kasih sayang," ungkap manteri Hans Wayoi.

Sebagai perawat kesehatan warga asli orang Papua, menurut Hans wayoi, ia tetap berkomitmen akan menjalankan profesi tenaga keperatawan dengan tuntas hingga mendekati pengadian purna tugas sebagai aparatur sipil negara sekitar 1,5 tahun ke depan. Selama 30 tahun mengabdi sebagai tenaga perawat tanpa cacat selama menjalankan tugasnya sejak diangkat menjadi CPNS tahun 1987 bagi Hans merupakan anugerah luar biasa dari bangsa dan Negara Kesatuan republik Indonesia.

Prestasi pribadi di bidang kesehatan dan menjadi penerima satya lencana 30 tahun pengabdian dari Presiden adalah suatu pengakuan Negara atas kinerjanya melayani kesehatan untuk masyarakat di Kabupaten Biak Numfor.

"Saya bangga menjalani profesi sebagai perawat kesehatan karena dengan pekerjaan puluhan tahun saya jalani bisa berkenalan dengan beragam masyarakat Nusantara," ungkap Hans Wayoi.

Sepak terjang Mantri Hans Wayoi sebagai sosok tenaga kesehatan yang memiliki loyalitas dan keikhlasan menjalankan profesi perawat kesehatan perlu menjadi panutan tenaga kesehatan lain yang juga menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan di Kabupaten Biak Numfor, Papua.

RSUD Kelas B Biak Numfor merupakan salah satu rumah sakit rujukan di kawasan teluk Saereri dan Provinsi Papua dengan 21 dokter spesialis dan seratusan tenaga perawat, bidan dan tenaga kesehatan lain setiap hari melayani 500-700 pasien per hari. (Ben/An)

Muhsidin

Elaeis guineensis

Pemerintah telah memulai penanaman perdana program peremajaan kebun kelapa sawit pada pertengahan Oktober 2017 di Sumatera Selatan sebagai solusi untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan pekebun kelapa sawit.

Program peremajaan kelapa sawit tersebut mempercepat proses pemberian sertifikat untuk perkebunan rakyat, memberikan kepastian lahan bagi pekebun, memverifikasi kebun dan pekebun yang layak mendapatkan bantuan, serta membantu pemberian bibit unggul. Target yang ditetapkan pemerintah untuk tahun ini adalah meremajakan 30.000 hektare lahan perkebunan kelapa sawit (Elaeis guineensis).

Sumatera Utara menjadi provinsi kedua dari program replanting, peremajaan sawit rakyat, tepatnya di Kabupaten Serdang Bedagai, Sumut. Pemerintah meremajakan kebun sawit rakyat seluas 9.109,29 hektare di provinsi itu.

Luasan tersebut tersebar di 12 kabupaten, yaitu Serdang Bedagai, Langkat, Labuhan Batu Selatan, Labuhan Batu, Asahan, Batubara, Simalungun, Labuhan Batu Utara, Padang Lawas Utara, Padang Lawas, Deli Serdang, dan Tapanuli Tengah.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan peremajaan sawit rakyat di Sumatera Utara mendesak dilakukan karena 350.000 hektare dari total 470.000 hektare kebun sawit rakyat sudah berusia tua.

Tanaman sawit yang berusia tua atau lebih dari 25 tahun produktivitasnya menjadi rendah, yaitu kurang dari 10 ton tandan buah segar per tahun. Peremajaan tersebut terutama dilakukan di kebun kelapa sawit rakyat yang pada umumnya dinilai memiliki praktik agrikultur (agriculture practice) yang kurang baik.

Sekitar 42 persen dari total luas kebun kelapa sawit di Indonesia yang mencapai 11,9 juta hektare dikelola rakyat (smallholders). Sementara 51 persen merupakan kebun kelapa sawit milik swasta dan tujuh persen milik negara. Tingkat produktivitas kebun kelapa sawit rakyat hanya mencapai 37 persen dari total produksi. Sementara kontribusi produktivitas kebun kelapa sawit swasta mencapai 54 persen dan kebun negara sembilan persen.

Darmin menyadari peremajaan kelapa sawit bukan hal mudah meskipun dana untuk melakukan kegiatan peremajaan telah tersedia. Ia memperkirakan setiap tahun pemerintah harus meremajakan 185.000 hektare.

Ada pun komponen dari program peremajaan sawit rakyat ini yaitu berupa hibah Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Sawit sebesar Rp25 juta per hektare yang disalurkan melalui perbankan yang ditunjuk.

Kekurangan dana di luar dana bantuan dari BPDP Kelapa Sawit dipenuhi dari pinjaman komersial dari bank dan atau tabungan pekebun, maupun fasilitas kredit usaha rakyat (KUR) khusus yang mulai berlaku per 1 Januari 2018.

Para pengusaha diminta oleh pemerintah untuk menjadi avalis, pembina, dan pembeli hasil panen (off-taker).

Perusahaan kelapa sawit berfungsi sebagai mitra usaha antara lain Perseroan Terbatas Perkebunan Negara, PTPN II, PTPN III, PTPN IV, PT Siringo-ringo, PT Asian Agri, PT Nubika Jaya, PT Socfindo, dan PT Paya Pinang.

Peremajaan sawit rakyat juga diharapkan sudah mengikuti prinsip kriteria "Indonesia Sustainable Palm Oil" (ISPO) untuk mendapatkan sertifikasi sehingga dapat diperdagangkan secara global.

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofjan Djalil juga mengatakan program peremajaan sawit rakyat dipilih di lokasi yang sektor koperasinya berjalan kuat. Ia mengatakan koperasi akan diproyeksikan untuk menjadi basis kegiatan peremajaan lahan.

Menurut Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), industri kelapa sawit menyumbang devisa pada negara sebesar 18,1 miliar dolar AS pada 2016 dari volume ekspor sebanyak 25,1 juta ton, sedangkan pada 2017 hingga semester pertama sebanyak 16,6 juta ton atau naik dari periode sama 2016 yang hanya 12,5 juta ton.

Sawit juga menyumbang Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar Rp239,4 triliun dari total kontribusi sektor perkebunan nasional senilai Rp411 triliun.

Keberlanjutan komoditas Kepala Komunikasi Korporat PT Royal Golden Eagle Indonesia, Ignatius Ari Djoko Purnomo, mengatakan program peremajaan sawit rakyat memunculkan keberlangsungan komoditas sawit.

Ia mengatakan peremajaan sawit rakyat mampu menyelamatkan kebun sawit generasi kedua agar jangan menjadi seperti komoditas kopra yang menurun produktivitasnya karena tidak ada upaya peremajaan. Pohon sawit sendiri pada umumnya akan mengalami penurunan produktivitas setelah berusia 27-30 tahun. Generasi pertama kebun kelapa sawit di Indonesia banyak yang sudah memasuki usia tersebut.

Ignatius mengatakan Asian Agri, yang menjadi bagian kelompok usaha Royal Golden Eagle, menjadi salah satu pelopor program peremajaan sawit rakyat dari pihak swasta mengingat usia kebunnya akan segera memasuki 30 tahun. Ia berpendapat pertumbuhan komoditas sawit, sebagai industri yang paling kompetitif dibanding minyak nabati lainnya, akan ditentukan oleh komitmen bersama dalam proses peremajaan.

Sementara itu, Direktur Corporate Affairs Asian Agri, Fadhil Hasan, mengatakan persoalan yang dihadapi oleh pekebun kelapa sawit rakyat adalah praktik agrikultur yang masih tradisional dan bibit palsu.

Oleh karena itu, Fadhil berpendapat harus ada jaminan bibit berkualitas baik dan bantuan teknis dalam program peremajaan sawit rakyat.

Bantuan teknis berupa pemberdayaan pekebun tersebut diperlukan guna memastikan terciptanya "good agricultural practice" (GAP).

Fadhil mengatakan pemberdayaan pekebun dilakukan dengan membangun institusi dan organisasi, serta membangun kemitraan menguntungkan antara perusahaan dan pekebun. Selain itu, didorong pula penerapan praktik berkelanjutan melalui pemeliharaan lingkungan, pengendalian hama, dan pengelolaan limbah.

Program peremajaan kebun kelapa sawit diharapkan mampu menggerakkan ekonomi para pekebun rakyat sehingga mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan. Pendapatan yang meningkat tersebut pada akhirnya mampu mengeluarkan mereka dari garis kemiskinan di berbagai daerah NKRI.

Calvin Basuki

Gambar Gula

Bandung, (Benhil, 06/12/2017) - Kementerian Perdagangan mengatakan akan menindak tegas pelaku usaha yang menjual produk gula dan komoditas bahan pokok lainnya diatas HET atau Harga Eceran Tertinggi di seluruh Indonesia. Pasalnya, akibat praktik ini selain berdampak terhadap inflasi juga kepada kerugian masyarakat banyak karena gula merupakan salah satu produk kebutuhan pokok.

“Iya, Kementerian Perdagangan tentu akan menindak tegas dengan menutup pabriknya atau dikasih police line besar-besar nanti di pabriknya biar jera,” tutur Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita di Bandung, Senin (04/12).

Penindakan tegas ini lanjut Enggartiasto, tidak saja berlaku kepada pelaku usaha yang bergabung ke asosiasi tetapi semua pelaku usaha yang ada di Indonesia. Artinya ketentuan soal HET ini berlaku kesemua pelaku bisnis baik yang bergabung ke asosiasi maupun tidak.

“Ketentuan soal HET gula dan produk bahan pokok lainnya ini diberlakukan untuk semua bukan yang asosiasi saja,” jelasnya.

Enggartiasto meminta kepada pedagang pasar-pasar tradisional untuk melapor jika ada distributor yang menjual bahan pokok dengan harga yang tinggi. Seperti distributor gula pasir misalnya. Menurut dia, harga gula pasir yang diberikan oleh distributor kepada pedagang pasar harus di bawah dari Harga Eceran Tertinggi ( HET) sebesar Rp 12.500 per kilogram.
Dengan begitu, pedagang pasar bisa menjual sesuai dengan HET yang ditetapkan.  "Kalau ada distributor yang mahal kasih tahu saya. Siapa distributornya karena kita udah ada kesepakatan dan apalagi sekarang udah ditulis HET Rp 12.500," ujarnya.
Mantan Ketua Umum Real Estate Indonesia ini mengatakan, saat ini kebijakan HET hanya efektif di pasar ritel modern. Selain itu, kebijakan HET juga efektif di beberapa pasar di luar Jakarta.
"Pedagang di ritel modern mulai 10 April sudah menjual Rp 12.500. Kalau ada yang berani jual lebih kasih tahu saya. Kita periksa," jelas dia.

"Bahkan saya menemukan harga gula pasir dengan Rp 11.300 per kilogram. Dan di Jakarta itu udah mulai turun dari Rp 14.500 per kilogram menjadi Rp 14.000 per kilogram dan sekarang turun Rp 13.100 per kilogram rata-rata dan ini akan turun lagi karena suplainya didorong terus," tambah dia.
Pengaturan HET tertuang pada Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 27 Tahun 2017 Tentang Penetapan Harga Acuan Pembelian di Petani dan Konsumen.  

Adapun HET bahan pokok yang diatur di antaranya, beras medium dengan harga Rp 9.500 per kilogram, jagung Rp 4.000 per kilogram.
Selain itu kedelai lokal Rp 9.200 per kilogram dan impor Rp 6.800 per kilogram, gula pasir Rp 12.500 per kilogram, minyak goreng curah Rp 10.500 per liter dan minyak goreng kemasan Rp 11.000 per liter. (Fit)


Kegiatan persiapan reuni 212 di Monas atas seijin Gubernur Anies Baswedan dalam beberapa hari telah dijalankan dengan baik. Mendekati pelaksanaan acara, video amatir panggung reuni 212 di Monas roboh diunggah di YouTube oleh pemilk akun Don Qis tengah malam pada 30 November 2017, kemudian disalin para YouTuber dan mengunggahnya kembali dengan durasi yang berbeda dan judul yang beragam.

Video heboh panggung reuni 212 di Monas Jakarta Pusat roboh, akan segera viral, dibagikan warganet di Twitter, Facebook dan media sosial lainnya. Termasuk situs berita online Tribunnews mengutipnya menjadi berita pagi ini.




Apapun penyebab robohnya panggung 212 yang dibangun untuk reuni acara yang pernah digelar menjelang Pilkada DKI Jakarta 2016 yang lalu dan dengan mengatas namakan umat menjadi tanda tanya. Angin kencang tentu sudah dipahami perusahaan yang telah terbiasa mendirikan panggung raksasa, jika panggung tersebut benar bisa ambruk pasti ada penyebabnya.

Ijin telah diberikan penguasa namun panggung reuni 212 roboh,  apakah ini menjadi pertanda, peringatan bagi pasangan Anies Sandi dan warga Jakarta? Situs berita online nasional Tagar News, mengutip pernyataan Wiranto "Gubernurnya Sudah Terpilih Mau Apa Lagi? Panggung ambruk dengan berbagai komentar terkesan acara reuni-reunian 212 tidak disenangi oleh warga ibukota. yang saat ini dipimpin pasangan A-SU, Anies Baswedan - Sandiaga Uno.


Danau Toba, diabadikan oleh Charlie M. sianipar

Jakarta, 28/11 (Benhil) - Presiden Joko Widodo meresmikan Terminal Bandar Udara Internasional Silangit di Silangit, Siborong-Borong, Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Jumat (24/11).

Bandar udara tersebut dinilai strategis dan penting dalam upaya mendorong wisatawan lokal dan mancanegara datang ke Danau Toba, yang saat ini memang sedang gencar-gencarnya dipromosikan pemerintah sebagai tujuan wisata dunia.

Sebelum menjadi bandar udara internasional, Bandara Silangit hanyalah sebuah bandar udara perintis yang memiliki fasilitas minim dan landasan pacu yang pendek, yakni 1.800 meter, sehingga hanya bisa didarati pesawat berbadan kecil dengan frekuensi yang sedikit pula.

Namun kini Bandara Silangit sudah mengalami banyak perubahan, baik dari sisi bangunan, landasan pacu, hingga fasilitas serba canggih yang memudahkan penumpang untuk mendapatkan informasi dan kemudahan lain.

Bandara Silangit berkapasitas 500.000 penumpang per tahun ini dilengkapi dengan fasilitas CIQ (Bea Cukai, Imigrasi dan Karantina), landasan pacu 2.650 x 30 meter, dan PCN (tingkat kekerasan landasan) yang bisa mengakomodasi pesawat berbadan sempit sejenis Airbus A320 dan Boeing 737-800.

Bandara Silangit juga mengimplementasikan fitur bandara pintar (smart airport) dengan teknologi digital, antara lain berupa wi-fi gratis, layar jadwal bus dan penerbangan, pembayaran elektronik (e-payment), mesin tiket bus, informasi turis, cek in mandiri (self check-in), dan berbagai fitur digital.

PT Angkasa Pura II menyiapkan Bandara Internasional Silangit di Provinsi Sumatera Utara sebagai salah satu pionir penerapan konsep bandara pintar guna menunjang sektor pariwisata Danau Toba.

Bandara Internasional Silangit menjadi pionir bandara pintar di kategori bandara berkapasitas 500.000 penumpang melalui berbagai fasilitas berbasis digital guna menciptakan pengalaman pelanggan yang baik bagi para wisatawan mancanegara.

Berbagai fasilitas digital tersebut sudah dapat dipergunakan sejak 28 Oktober 2017 atau bersamaan dengan penerbangan rute Singapura-Silangit, yang merupakan rute luar negeri perdana di Bandara Internasional Silangit.

Fasilitas-fasilitas tersebut adalah jadwal bus bandara di mana para pengguna jasa bandara dapat mengetahui estimasi waktu melanjutkan perjalanan dengan moda transportasi ke tempat tujuan masing-masing.

Melihat pembangunan yang begitu pesat, membuat Presiden Joko Widodo akhirnya meresmikan bahkan mengajak semua komponen untuk untuk membuat "ledakan" mengembangkan pariwisata di Danau Toba dan Tanah Batak yang menyimpan begitu banyak kekayaan serta keindahan alam dan budaya.

"Sekitar 74 ribu tahun silam Danau Toba alami ledakan gunung maha dahsyat yang dampaknya terasa sampai sedunia, sekarang kita sedang buat ledakan baru di dunia pariwisata saat gerbang keindahan Toba yang simpan kekayaan budaya dan suku Batak telah terbuka lebar," kata Presiden Joko Widodo.

Adanya bandara ini maka inilah menjadi gerbang bagi wisatawan lokal dan mancanegara untuk berkunjung dan melestarikan budaya adat Batak dan Danau Toba, membangun kampung halaman dan gerbang menuju kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat setempat.

Pemerintah akan memperbanyak frekuensi penerbangan ke Bandara Internasional Silangit, Sumatera Utara, untuk mengembangkan potensi wisata di kawasan itu terutama Danau Toba yang sudah terkenal. Sejumlah maskapai yang sudah melayani penerbangan di Silangit adalah Garuda Indonesia, Sriwijaya Air, Wings Air dan rencananya awal Desember 2017 Batik Air.

Danau Toba adalah salah satu dari 10 tujuan utama yang sedang dikembangkan potensi wisatanya oleh Pemerintahan Joko Widodo dan untuk itu perlu menyediakan infrastruktur bandara yang memadai dan berkelas internasional.

Ke-10 tujuan wisata itu adalah Mandalika (NTB), Labuan Bajo (NTT), Pulau Morotai (Maluku Utara), Tanjung Kelayang (Bangka Belitung), Danau Toba (Sumatera Utara), Wakatobi (Sulawesi Tenggara), Gunung Bromo (Jawa Timur), Candi Borobudur (Jawa Tengah), Pantai Tanjung Lesung (Banten), dan Kepulauan Seribu (DKI Jakarta).

Untuk itu bangunan terminal dan landasan pacu sudah dan akan terus dikembangkan sehingga nanti bisa lebih banyak menampung penumpang. Tentunya kalau frekuensi penerbangan bertambah makin banyak wisatawan datang ke Toba seperti halnya ke Bali.

Makin ramainya Bandara Silangit didarati dan menerbangkan pesawat sangat penting dan strategis mengingat pemerintah telah mencanangkan Danau Toba sebagai salah satu dari 10 tujuan wisata prioritas atau sebagai "10 Bali Baru" dengan target kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Sumatera Utara diproyeksikan mencapai sejuta orang pada tahun 2019.

Untuk mencapai angka kunjungan sejuta wisman, dibutuhkan tujuan wisata kelas dunia dan bandara berkelas internasional.

Tujuan Terbaik Dengan penerbangan internasional langsung menuju Danau Toba, objek wisata ini akan menjadi salah satu tujuan wisata terbaik di dunia, dan membawa kesejahteraan untuk masyarakat di Sumatera Utara, khususnya di sekitar Danau Toba.

Jika dilihat dari jarak dari Bandara Kualanamu, Medan, menuju Danau Toba di Parapat, dibanding dengan dari Bandara Silangit menuju Danau Toba di Parapat, maka jarak tempuh lebih cepat dari Bandara Silangit sekitar 2,5 jam.

Oleh sebab itu, keberadaan Bandara Silangit yang kini memiliki banyak jadwal penerbangan bisa memudahkan wisataan lebih banyak lagi datang ke Danau Toba. Bahkan Pemerintah sebelum 2020 akan memperpanjang landasan pacu Bandara Silangit menjadi 3.000 meter, agar bisa menampung pesawat berbadan lebih lebar lagi.

Saat ini pemerintah pusat dan daerah bersama-sama membenahi akses menuju Danau Toba dengan membangun serta memperbaiki sejumlah infrastruktur, serta mengampanyekan bersih lingkungan di danau terbesar di Indonesia itu.

Salah satu bukti nyata pemerintah mengembangkan Danau Toba adalah Presiden Joko Widodo pada 1 Juni 2016 menandatangani Peraturan Presiden Nomor 49 Tahun 2016 tentang Badan Otorita Pengelola Kawasan Pariwisata Danau Toba.

Badan itu bertugas mempercepat proses pembangunan Danau Toba yang masuk dalam 10 tujuan wisata prioritas nasional. Adanya badan otoritas tersebut ditambah dengan makin banyaknya rute penerbangan langsung menuju Bandar Udara Internasional Kuala Namu, serta Bandar Udara Silangit diharapkan jumlah wisatawan lokal dan mancanegara yang berkunjung ke kawasan itu akan bertambah.

Selain memiliki bandara itu, sejumlah akses jalan tol juga dibangun dalam upaya mempermudah wisatawan berkunjung ke Danau Toba, yaitu membangun jalur tol dari Kualanamu ke Tebing Tinggi, menuju Siantar, dan Parapat. (Ben/An)

Ahmad Wijaya

Turn Back Hoax

Jakarta, 28/11 (Benhil) - Artikel ini menyajikan waktu yang tepat dan saatnya Indonesia berbicara dengan baik karen setiap individu adalah pelaku humas bagi dirinya, ujaran yang keluar darinya baik dan benar maka baiklah dia, bukan munafik atau jahat.

Begitu pula bagi masyarakat, terlebih lagi bangsa besar seperti Indonesia dengan berbagai keragaman suku dan budaya, amat bhineka tetapi menyatu dalam satu keluarga besar Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Bila yang keluar dari bangsa Indonesia baik maka baik pulalah bangsa ini. Setiap warga negara di Republik ini adalah humas bagi bangsanya.

Kalimat itu menjadi relevan untuk dikemukakan terkait dengan penyelenggaraan Konvensi Nasional Humas 2017 oleh Perhimpunan Hubungan Masyarakat (Perhumas) Indonesia yang berlangsung di Kota Bogor, Jawa Barat, pada 27-28 November 2017 bertema "Indonesia Bicara Baik".

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara yang membuka konvensi itu pada Senin, antara lain mengingatkan bahwa sudah saatnya Perhumas Indonesia berbicara pada prestasi-prestasi yang dimiliki Indonesia melalui Indonesia bicara baik.

Semua pihak harus terus-menerus menyebarkan pesan positif kepada publik agar optimisme dan kepercayaan terhadap Indonesia sebagai bangsa dan negara tetap tinggi.

Konvensi Nasional Humas 2017 memang bertujuan agar masyarakat memahami peran fungsi humas sebenarnya, dan menyadari bahwa setiap diri warga masing-masing adalah humas bagi negara ini.

Sebagaimana disampaikan oleh Ketua Umum Perhumas Indonesia Agung Laksamana bahwa organisasinya mengajak seluruh praktisi humas menyosialisasikan pesan positif kepada publik agar timbul kepercayaan atau "trust" serta reputasi baik atas organisasi dan negaranya. Dengan demikian, masyarakat tergerak menyebarkan hal-hal positif tentang Indonesia, dan menyadari bahwa dirinya adalah humas bagi Indonesia.

Upaya itu menjadi sangat vital di tengah upaya melawan berbagai penyebaran berita bohong (hoax) melalui berbagai media sosial, fitnah, konten-konten negatif, ujaran kebencian, atau berbagai informasi yang menyesatkan masyarakat serta menimbulkan rasa tidak mempercayai antara satu dengan yang lainnya. Bila hal demikian dibiarkan maka bangsa besar ini bakal terancam perpecahan.

Humas atau PR (public relations) mengemban tugas kompleks pada era disrupsi digital saat ini. Humas pemerintah, misalnya, merupakan ujung tombak dalam menyampaikan program dan kinerja pemerintah. Selain itu, humas sebagai corong atau sumber informasi, dituntut kemampuannya dalam menghadapi tantangan dan perubahan zaman yang sangat cepat terutama menghadapi perkembangan teknologi, informasi dan komunikasi.

Humas pemerintah juga diharapkan dapat meningkatkan pelayanan dan pengelolaan informasi di setiap instansinya serta mampu mendorong partisipasi masyarakat dalam menyukseskan berbagai program pemerintah yang hasilnya dapat dinikmati oleh publik.

Bersinergi Untuk menggelorakan Indonesia Bicara Baik, humas tampaknya harus bersinergi kuat dengan seluruh media massa dan merangkul masyarakat.

Dalam lingkungan media massa telah terbangun aliansi dan kesadaran bersama untuk menghentikan penyebarluasan berita bohong, fitnah, atau yang memecah belah masyarakat.

Walaupun media sosial menggempur media massa,semua dihadapi dengan baik. Antara media sosial dengan media massa memang memiliki keunggulan masing-masing. Media sosial menonjol karena kecepatannya sedangkan media massa menonjol pada akurasi dan kedalaman materinya.

Media sosial dipakai hampir semua pengguna telepon pintar, entah masyarakat umum hingga pejabat negara. Digitalisasi media komunikasi telah membuat setiap individu menjadi produsen berita. Ini menjadi kegandrungan baru di kalangan masyarakat, sekarang semua main media sosial, bupati, wali kota, gubernur, menteri, hingga presiden.

Setiap saat di media sosial terjadi kebanjiran berita, ada yang obyektif, baik, tetapi banyak juga yang bohong, membuat gaduh, penuh caci maki, bahkan mengancam persatuan bangsa.

Media sosial tidak lagi hanya sebagai media untuk menyampaikan status, pertemanan, atau berbagi untuk silaturahim, dan menyampaikan kenangan tetapi berubah menjadi penyebarluasan berita-berita yang belum terverifikasi kebenarannya. Di satu sisi kondisi itu akan mematangkan bangsa Indonesia sehingga tahan uji tetapi di lain sisi bila hal itu dibiarkan maka masyarakat akan mengganggap sebagai kelaziman.

Awak media massa telah berkomitmen melawan "hoax".

Sementara humas harus berhasil dalam menggali berbagai permasalahan dan tantangan yang dihadapi seperti pemahaman dalam setiap isu yang berkembang, berperan dalam menggiring isu di masyarakat agar tidak melulu didominasi oleh agenda setting dari media massa, serta kesediaan untuk menjelaskan berbagai perkembangan setiap saat melalui saluran sumber informasi yang tercepat.

Dalam beberapa persoalan yang mengemuka permasalahan manajemen isu masih menjadi kesulitan bagi humas, termasuk bagi humas pemerintahan. Lebih banyak pada upaya "memadamkan api" dari berbagai persoalan yang muncul ketimbang mencegah supaya "api tidak menyala".

Pemerintah telah memiliki berbagai instrumen untuk melakukan monitoring atau pengawasan atas isu, dan pada banyak hal dapat dilakukan dengan baik namun penanganan terhadap hasil monitoring itu masih kurang.

Bentuk organisasi pada unit atau satuan kerja di humas pemerintahan juga masih beragam sehingga berpengaruh pada pengembangan sumber daya manusia. Bagian humas pada sejumlah instansi misalnya masih digabungkan dengan bagian hukum atau bagian kerja sama antarlembaga atau bahkan kerja sama internasional sehingga agak melenceng dari fungsi dan tujuan humas.

Agenda setting kehumasan tampaknya merupakan keniscayaaan agar publik dapat memahami apa yang sedang berkembang dan ditangani melalui kehumasan yang baik. Humas memang dituntut untuk melakukan berbagai inovasi saat menyampaikan informasi ke masyarakat.

Perkembangan teknologi saat ini semakin pesat, penggunaan media sosial untuk menyebarkan berita "hoax" juga semakin beragam. Semua berita "hoax" dapat diantisipasi bila humas lebih proaktif bahkan lebih cepat dalam memberikan informasi sampai pada masyarakat.

Humas mau tak mau memang harus cepat tanggap. Salah satu kuncinya adalah humas harus mengubah pola pendekatan kepada masyarakat, yakni dari cara kuno ke modern yang lebih partisifatif di era #KidsZamanNow.

Di samping itu, humas harus bersinergi dengan masyarakat menjadi bagian dari proses sehingga ada jalinan emosional, dan masyarakat pun akan merasa memiliki tanggung jawab dan bersedia berbagi dengan tingkat kepedulian yang lebih banyak lagi demi kepentingan bersama.

Dengan keterbukaan yang semakin luas dan seolah tak ada yang bisa ditutup-tutupi lagi membawa pengaruh besar bagi bangsa ini untuk bergerak ke depan dengan baik pula, saatnya Indonesia bicara baik.

Bagaimana mewujudkan agar setiap warga negara menjadi humas yang baik bagi Indonesia memang merupakan tantangan besar namun dengan karakter dan jati diri bangsa ini yang santun dan ramah serta kuat dalam kebersamaan dan gotong royong merupakan modal dasar yang kuat.

Ujaran dan ajakan kepada masyarakat untuk menyebarkan hal-hal positif harus terus-menerus disampaikan secara berkesinambungan agar setiap warga berbicara yang baik dan benar serta menumbuhkan optimisme bagi kemajuan Indonesia. (Ben/An)

Budi Setiawanto

Di dalam prinsip dan praktik stabilisasi tanah, terdapat tiga cara stabilisasi tanah yang biasanya dilakukan dalam proyek perkerasan jalan raya. Selain itu dalam prakteknya, proses stabilisasi tanah juga menggunakan berbagai metode yang dianggap lebih efektif bagi pekerja. Cara-cara yang umum dilakukan untuk stabilisasi tanah antara lain sebagai berikut:

1. Cara Mekanis
Stabilisasi tanah dengan cara mekanis merupakan perbaikan tanah tanpa adanya pemberian bahan tambahan. Di dalam cara ini, sifat tanah bisa dirubah dengan melakukan hal-hal berikut:
  • Mengurangi rongga yang ada pada tanah atau membuang udara di dalamnya sehingga tanah menjadi lebih padat.
  • Menjaga kadar air dalam tanah secara konstan, dengan pembuatan drainase atau cara lainnya.
  • Memperbaiki gradasi, yakni menambah fraksi tanah yang dirasa masih kurang.
2. Cara Fisik
Stabilisasi tanah dengan cara fisik umumnya dilakukan dengan memanfaatkan fisik tanah yang mengalami perubahan, seperti:
  • Proses penambahan air (hidrasi) pada semen yang membantu mengikat partikel tanah dan membuat campuran tanah dan semen menjadi lebih keras.
  • Proses absorbsi atau penyerapan air tanah seperti pada proses stabilisasi tanah dengan menggunakan bahan kapur.
  • Perubahan temperatur yang umumnya terjadi pada proses stabilisasi tanah dengan bitumen. Aspal yang akan dicampurkan pastinya harus dipanaskan terlebih dahulu agar hasil percampurannya sempurna.
  • Penguapan atau evaporasi pada emulsi aspal yang berfungsi untuk memperkuat tanah.
3. Cara Kimiawi
Stabilisasi tanah dengan cara kimiawi bertujuanuntuk mengubah sifat tanah dengan pemanfaatan berbagai reaksi kimia, contohnya:
  • Menukarkan reaksi ion yang terjadi di antara butir-butir tanah.
  • Menciptakan endapan dengan cara mencampur dua bahan sehingga hasil campuran tersebut dapat membantu memadatkan tanah. 
  • Mencampur beberapa jenis zat sederhana sehingga terbentuk zat baru dengan molekul yang lebih besar serta membuat tanah lebih stabil.

Metode Stabilisasi Tanah untuk Konstruksi Jalan Raya

Di dalam praktek stabilisasi tanah untuk perkerasan jalan raya, metode-metode yang dipilih biasanya untuk stabilisasi tanah dangkal. Dalam pekerjaan ini, metode yang digunakan bisa bermacam-macam, contohnya dengan teknik percampuran. Berikut beberapa metode yang umum digunakan, antara lain:
  • Metode percampuran terpusat, yakni mencampur tanah dengan bahan lain di suatu tempat sebelum diangkat ke area dimana proyek jalan dibuat. Di lokasi, tanah akan dicampur dengan menggunakan mesin pencampur dan dipadatkan.
  • Metode percampuran tanah yang akan distabilisasi dengan bahan lain di dalam lubang galian tanah, selanjutnya diangkut ke lokasi proyek pembangunan jalan. Biasanya, bahan stabilisasi dimasukkan ke dalam tanah melalui sebuah tiang yang dipancangkan ke dalam tanah atau ditaburkan ke atas permukaan tanah. Kemudian tanah digali dandalam waktu yang sama dicampurkan dengan tanah.
  • Metode percampuran tanah di lokasi proyek pengerjaan jalan. Bahan stabilisasi akan langsung ditaburkan ke atas permukaan tanah, kemudian digaruk dan dicampur dengan tanah yang akan diperbaiki.Selain itu, bahan tambahan untuk stabilisasi tanah juga dapat ditaburkan setelah tanah digaruk, baru kemudian diaduk untuk mencampur bahan stabilisasi dan tanah. Bahan yang digunakan untuk stabilisasi tanah juga bisa bermacam-macam.  



Bagi para insinyur sipil, memahami bagaimana lapisan perkerasan jalan aspal pastinya menjadi hal yang penting untuk dilakukan terutama saat merencanakan sebuah proyek perkerasan jalan di suatu wilayah. Namun demikian, bagi para awam mungkin hal ini menajdi hal yang cukup sulit untuk dipahami. Masyarakat umum hanya akan mengerti jalanan di daerah mereka menjadi rata, kuat, dan halus dengan pengaplikasikan aspal. Saat ini, masyarakat sepertinya sudah sangat familiar dengan jalanan beraspal di berbagai wilayah tempat tinggal bahkan sudah mencakup ke daerah-daerah pelosok.

Untuk menghasilkan jalan raya aspal yang berkualitas dan kokoh terdapat beberapa lapisan perkerasan jalan aspal yang harus diperhitungkan dengan sangat baik. Jalan aspal tersebut ternyata terdiri dari beberapa lapisan yang saling menyatu serta membentuk konstruksi jalan yang kuat. Tentu saja, untuk membuat jalan aspal tak hanya membutuhkan bahan baku berupa aspal saja melainkan juga beberapa bahan lainnya yang memang berguna untuk mendukung konstruksi supaya bisa menghasilkan jalan yang kuat dan kokoh. 

Beberapa bahan lain yang dibutuhkan untuk membangun konstruksi jalan aspal selain aspal adalah agregat yang terdiri dari agregat halus, agregat kasar, serta bahan pengisi. Semua bahan-bahan tersebut dicampurkan dalam perbandingan komposisi tertentu lalu dipadatkan dalam kondisi panas. Sedangkan aspal sendiri berfungsi sebagai bahan pengikatnya dan melindungi permukaan jalan.

Saat ini, Anda juga bisa menemukan istilah lapisan aspal beton atau laston. Ini merupakan lapisan permukaan struktural yaitu lapisan pondasi atas di suatu konstruksi jalan raya. Lapisan tersebut terdiri dari tiga lapisan mulai dari lapisan aus, lapisan pengikat, serta lapisan pondasi. Untuk memahami beberapa lapisan perkerasan jalan raya aspal, penjelasan berikut ini akan lebih memudahkan Anda disajikan oleh Soilindo, perusahaan perkerasan jalan tanah di Indonesia.

1.    Lapisan Aus (AC-WC/ Asphalt Concrete-Wearing Course)
Lapisan ini merupakan lapisan penyusun pondasi atas dan posisinya berada di lapisan paling atas. Lapisan ini berfungsi sebagai lapisan aus, landasan, serta penahan beban.aston pada lapisan aus ini setidaknya harus memiliki ketebalan 4 cm. Secara keseluruhan, mutu dari lapisan AC-WC ini juga turut memberikan pengaruh terhadap peningkatan masa pelayanan jalan raya aspal.

2.    Lapisan pengikat (AC-BC/ Asphalt Concrete-Binder Course)
Lapisan yang ada di bawah lapisan pondasi atas adalah lapisan pengikat. Lapisan ini berguna untuk meneruskan beban yang diterima menuju ke pondasi. Inilah mengapa kestabilan bahan penyusun pada lapisan ini sangat besar andilnya terhadap kualitasnya dalam mengurangi regangan serta tegangan yang ditimbulkan oleh beban lalu lintas. Ukuran ketebalan lapisan pengikat tersebut minimal 5 cm dengan tingkat kekakuan yang harus disesuaikan dengan kondisi jalan.

3.    Lapisan pondasi (Asphalt Concrete Base)
Lapisan terakhir pada lapisan aspal beton adalah lapisan pondasi yang tentunya berada di bagian paling bawah. Lapisan ini mungkin tidak memiliki hubungan langsung dengan perubahan cuaca. Namun, sebagai lapisan pondasi tentu lapisan ini harus dibangun dengan kestabilan yang tinggi supaya bisa menopang beban lalu lintas dengan lebih optimal. Adapaun fungsi dari lapisan pondasi ini antara lain adalah untuk memberikan dukungan pada lapisan pengikat, mengurangi nominal regangan serta tegangan, dan untuk meneruskan beban ke lapisan sub grade yang berada di bawahnya.

Artikel Terkait:
Dengan memahami dengan baik beberapa lapisan perkerasan jalan aspal, ini pastinya akan semakin memahami bagaimana cara membuat konstruksi jalan raya aspal yang bermutu.
All rights reserved, Copyright © 2015 www.benhil.net. Powered by Blogger.