Setelah lama ditunggu – tunggu, Xiaomi akhirnya merilis Xiaomi Redmi Note 5 secara resmi di Indonesia. Dibandingkan dengan produk smartphone Xiaomi lainnya, gadget yang satu ini terbilang sangat menarik. Pasalnya, banderol harga yang ditetapkan untuk smartphone ini hanya sekitar 2,5 juta rupiah saja. Padahal, spesifikasi hardware yang diusung ponsel ini terbilang sangat gahar.

Review Xiaomi Redmi Note 5 Terbaru 2018

Ulasan Singkat Peforma Xiaomi Redmi Note 5

Desain

Dari sisi desain, Xiaomi Redmi Note 5 terlihat tidak jauh berbeda dengan seri – seri Redmi yang lainnya. Bagian depan ponsel ini didominasi oleh layar berukuran 5,99 inch beresolusi 2160 X 1080 piksel. Di bagian atas layarnya, ponsel ini dilengkapi dengan satu buah speaker, satu buah kamera, dan dua buah sensor.

Untuk bagian belakangnya, tampilannya benar – benar sangat mirip dengan seri Xiaomi Redmi 5 yang sudah dirilis sebelumnya. Bedanya, kamera ponsel ini tidak diletakkan di tengah, namun diletakkan di samping kiri dan agak sedikit menonjol keluar.

Material bahan yang digunakan pada ponsel ini didominasi oleh kaca (bagian depan) dan metal (bagian belakang). Oh ia, di bagian belakang ponsel ini, Xiaomi juga turut membekali ponsel ini dengan sensor sidik jari yang luar biasa responsif.

Dapur Pacu

Seperti yang telah kami sebutkan di atas, sektor dapur pacu ponsel ini benar – benar sangat menarik untuk diulas. Pasalnya, walaupun ponsel ini dibanderol dengan harga kurang dari 3 juta, namun ponsel ini dibekali dengan chip prosesor yang sangat gahar, yaitu Snapdragon 636. Prosesor ini mampu mengolah data dengan kecepatan maksimal 1,8 GHz di empat core utama plus 1,6 GHz di empat core tambahan.

Memori

Untuk mendukung performa prosesornya yang gahar, Xiaomi membekali ponsel ini dengan kapasitas memori yang cukup mumpuni. Ada dua opsi memori yang dapat dipilih oleh konsumen yaitu opsi memori RAM 4 GB dengan internal memori 64 GB atau memori versi RAM 3 GB dengan internal memori 32 GB.

Kamera

Tidak hanya keren di bagian dapur pacu, Xiaomi Redmi Note 5 juga memiliki spesifikasi yang luar biasa keren di bagian kamera, terutama bagian kamera belakang. Di sektor ini, Xiaomi Redmi Note 5 telah dibekali dengan kamera utama ganda dengan resolusi 12 MP dan 5 MP serta kamera sekunder dengan resolusi 13 MP.

Lho, kok gedean resolusi kamera sekundernya? Ya, bila dilihat dari sudut pandang resolusi, resolusi kamera sekunder di ponsel ini memang lebih tinggi dari resolusi kamera utamanya. Namun bila dilihat dari sudut pandang fitur, terutama urusan bukaan lensa, maka kamera utama ponsel ini benar – benar sangat luar biasa.

Dengan bukaan lensa F/1.9, kamera HP ini dapat digunakan untuk mengambil gambar dengan sangat – sangat jelas, bahkan dalam kondisi cahaya minim sekalipun.

Performa dan Daya Tahan Baterai

Dengan kemampuan prosesor yang luar biasa gahar dan kapasitas memori yang super lega, di atas kertas, performa ponsel ini tentunya sama sekali tidak perlu diragukan lagi. Dan ketika diuji coba secara langsung pun, performanya memang benar – benar tidak mengecewakan.

Menurut sumber referensi yang kami gunakan, HP ini (versi memory Ram 4 GB dan internal memori 64 GB) dapat digunakan untuk melibat game – game berat tanpa mengalami kendala sama sekali. Selain itu, ketika diuji menggunakan aplikasi Benchmark Antutu 7.0, HP ini juga berhasil mendapatkan skor yang sangat memuaskan, yaitu mencapai 116.998.

Hebatnya, meskipun memiliki performa yang luar biasa gahar, daya tahan baterai HP ini tetap mengesankan. Ketika diuji dengan metode pemutaran video beresolusi 720p nonstop, HP ini memiliki daya tahan baterai selama 17 jam 39 menit. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan dengan daya tahan rata – rata smartphone lainnya yang hanya berada di kisaran 12 jam saja.

Itulah sedikit review singkat Xiaomi Redmi Note 5 yang dapat kami bagikan kepada Anda. Jadi, setelah membaca review di atas, apakah Anda tertarik untuk memiliki HP ini?


Manado, 24/4 (Benhil) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dan Gorontalo bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membahas upaya pencegahan korupsi yang berada di sektor sumber daya alam (SDA), Selasa.

"Sektor-sektor SDA yang dimaksud adalah pertambangan, perkebunan, perikanan dan kelautan. Hal ini dalam rangka mengoptimalkan penerimaan daerah di Provinsi Sulut dan Gorontalo," kata Sekdaprov Sulut Edwin Silangen di Manado.

Silangen mengatakan, pemanfaatan potensi SDA harus dilakukan secara optimal karena merupakan pendukung utama kesejahteraan masyarakat dan menjadi modal dasar dalam pelaksanaan pembangunan daerah yang berkesinambungan.

"SDA harus dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin, di samping itu pemanfaatnya harus senantiasa mendukung dan memperhatikan prinsip pembangunan berkelanjutan," ujarnya.

Prinsip itu, mengisyaratkan pembangunan yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pada masa sekarang, tidak mengurangi kemampuan generasi yang akan datang.

Karena itu menurut dia, pemanfaatkan potensi SDA di daerah ini, pemerintah provinsi mengacu pada Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah yang mengatur kewenangan provinsi dalam pembinaan pengelolaan SDA.

"Pemprov Sulut senantiasa melakukan pembinaan dan pengawasan kepada seluruh pelaku usaha SDA yang beroperasi di daerah ini," ujarnya.

Selain itu, pemerintah daerah telah menyederhanakan proses pelayanan perizinan pengelolaan SDA antara lain melalui pelimpahan kewenangan kepada perangkat daerah Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP).

"Lewat supervisi tim KPK ini, pemerintah provinsi berupaya agar proses perizinan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi melalui aplikasi yang tersedia. Jadi selain kita memperbaiki sistem, kita juga menempatkan ASN yang memiliki integritas dalam proses pelayanan perizinan SDA," imbuhnya.

Kepala Satgas III Unit Koordinasi dan Supervisi Pencegahan KPK Dian Patria mengatakan langkah konkrit dan formal komitmen koordinasi dan supervisi pemberantasan korupsi terintegrasi sektor SDA di Indonesia merupakan suatu terobosan. Sejumlah permasalahan yang menjadi fokus KPK di sektor SDA di Indonesia meliputi korupsi penyalahgunaan wewenang, perizinan dan alih fungsi lahan baik di sektor pertambangan, perkebunan, kelautan dan perikanan.

"Pertemuan ini akan ditindaklanjuti dengan rencana aksi yang nantinya bermuara pada penerapan sanksi bagi yang melanggar," tegasnya.


Indonesia dikenal sebagai negara yang penduduknya ramah dan sopan santun. Hal itu lah yang membuat banyak wisatawan asing betah dan selalu ketagihan mengunjungi Indonesia. Selain karena kita mempunyai tempat wisata alam yang sangat menakjubkan, penyambutan kita dan kultur budaya kita yang saling menghormati dan sopan dalam menjamu mereka menjadi daya tarik sendiri bagi wisatawan dari berbagai penjuru dunia.

3 Kebiasaan Aneh di Indonesia yang Dianggap Lumrah

Namun, ada beberapa kebiasaan kita yang selama ini dikenal wajar dan lumrah, namun berbeda dengan tanggapan mereka yang kebiasaan tersebut dinilai buruk dan tidak wajar. Bahkan tidak sedikit mereka yang merasa risi dan heran dengan kebiasaan-kebiasaan atau gaya hidup yang kita lakukan walaupun selama ini kita anggap itu sebagai hal yang lumrah dan biasa.

Namun namanya juga beda budaya, kadang mereka juga menganggap kebiasaan kita menjadi hal yang lucu dan menarik. Mereka pun tidak sedikit yang mencoba melakukan hal yang kita lakukan. Berikut beberapa kebiasaan buruk orang Indonesia yang dianggap lumrah hingga membuat beberapa wisatawan merasa lucu dan geli melihatnya.

Berikut  3 Kebiasaan Aneh di Indonesia yang Dianggap Lumrah

1.    Menggunakan tisu toilet di meja makan
Bagi kapangan masyarakat kita, semua jenis tisu itu dianggap sama. Tidak ada perbedaan antara jenis tisu yang satu dengan tisu yang lainnya. Yang mereka tahu hanya antara tisu basah dan juga tisu yang kering.   

Sehingga sering kali kita menemukan tisu yang notabenenya merupakan tisu toilet berada di atas meja makan. Tentu untuk masyarakat Indonesia ini merupakan hal yang wajar dan biasa saja. Lumrah dilakukan karena harga dari tisu toilet yang murah dan juga mudah di dapatkan. Namun untuk wisatawan asing tentunya ini hal yang geli dan juga risi.

Mereka biasa menggunakan tisu tersebut di kamar mandi tiba-tiba ada di atas meja makan berdampingan dengan menu makanan yang tersaji. Kadang mereka juga menganggap hal tersebut lucu dan unik.

2.     Makan mie dengan nasi
Untuk masyarakat kita ada istilah, kalau belum makan nasi berarti belum makan. Semua makanan yang di konsumsi kalau itu bukan nasi hanya lah camilan atau snack berat. Padahal makan nasi buat wisatawan asing itu hal yang paling dilakukan hanya sekali sehari.

Yang bikin mereka sering geli adalah melihat kita asyik makan nasi dengan sayur mi. Tentunya mereka merasa aneh dan geli melihatnya. Karena bagi mereka nasi dan mi sama-sama makanan penghasil karbohidrat yang hanya mereka konsumsi salah satunya saja di waktu yang sama.

Namun, bagi masyarakat kita itu adalah hal yang wajar. Sudah menjadi biasa ibu-ibu di rumah memasak  mi untuk hidangan sayur yang di padu padankan dengan nasi.

3.    Kerokan
Jurus jitu saat orang jatuh sakit atau masuk angin adalah dengan kerokan. Proses menggosok badan dengan minyak dan uang koin sampai memerah dianggap sebagai proses untuk membuang angin yang masuk ke dalam tubuh. Ini menjadi tradisi turun temurun dan kebiasaan yang sangat lumrah.

Namun bagi masyarakat luar negeri, kerokan merupakan proses melukai diri sendiri yang tidak bertujuan membuang angin, atau bukan proses pengobatan seperti yang dipercaya oleh masyarakat Indonesia.

Namanya juga beda budaya, beda istiadat, dan juga beda keyakinan. Walaupun mereka sebagai pendatang merasa geli dan lucu namun mereka tidak mengganggu kebiasaan yang kita miliki.

Tidak jarang mereka justru penasaran dengan kultur dan kebiasaan yang kita miliki. Mereka banyak yang mencoba dan menikmati sensasi kebiasaan-kebiasaan unik kita.

Pertmanina Hackathon 2018
Pertmanina Hackathon 2018

Jakarta, 23/4 (Benhil) - PT Pertamina (Persero) mengembangkan aplikasi perangkat lunak untuk seleksi lokasi yang paling efektif dalam pemasangan iklan di spot-spot SPBU Pertamina melalui ajang kompetisi Pertamina Energy Hackathon 2018.

Salah satu juri, Dirjen Aplikasi dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Samuel A Pangerapan melalui keterangan tertulis yang diterima Antara di Jakarta, Senin, memberikan apresiasi acara Hackathon ini.

"Ini merupakan transformasi bisnis. Ini contoh bagus, kami sudah melakukan Hackathon berkali-kali dan kualitas Hackathon Pertamina bagus sekali. Terima kasih untuk Pertamina," ujarnya.

Dari seluruh rangkaian acara, pengumuman pemenang menjadi momen yang paling ditunggu. Terpilih empat pemenang, juara favorit dimenangkan oleh e-Pom dengan hadiah berupa uang tunai Rp10 juta.

Juara 1 dimenangkan oleh tim Black Panther, berhak atas uang tunai sebesar Rp50 juta. Sedangkan juara 2 diraih grup tim Taubat dan juara 3 oleh MAINKODE dengan hadiah masing-masing Rp25 juta dan Rp15 juta.

Black Panther mencipta aplikasi untuk mempermudah calon pemasang iklan (advertiser) yang hendak beriklan di area SPBU Pertamina. Aplikasi ini dapat membantu advertiser memilih lokasi SPBU dan spot mana yang sesuai dan menguntungkan. Sehingga calon pengiklan memiliki data spot dan jenis iklan yang sesuai.

Sementara itu, ePom menjadi solusi untuk mengurangi antrean SPBU yang disebabkan transaksi menggunakan uang tunai. ePom adalah sistem pembayaran non-tunai (cashless) terintegrasi yang menggunakan internet dalam aplikasi mobile sehingga pemilik akun ePom dapat mengakses transaksinya melalui smartphone.

Direktur Keuangan Pertamina Arief Budiman mengapresiasi semua pihak yang telah mendukung acara ini, di antaranya Kementerian Komunikasi dan Informatika, Dewan Juri serta Mentor yang berasal dari berbagai start-up terkemuka Indonesia seperti GoJek, Bukalapak, Unite UX, dan KMK Online.

Antusiasme peserta hackathon yang tinggi diharapkan memacu developer muda Tanah Air untuk ikut berpartisipasi pada Pertamina Hackathon di tahun-tahun mendatang. Sebagai rangkaian dari Pertamina Energy Hackathon, Pertamina akan menggelar Pertamina Digital Tranformation Expo pada 25-27 April 2018 di Gedung Pusat Pertamina Jl Merdeka Timur No. 1 A, Gambir, Jakarta Pusat.

Mengusung tema "Digitalisus", kegiatan ini bertujuan untuk memberikan awareness dan mengajak masyarakat umum dan Pekerja Pertamina untuk menjadikan digital sebagai salah satu pola kerja dan gaya hidup yang tidak bisa dihindari saat ini, terutama di industri energi.

Terdakwa Kasus Korupsi e-KTP Setya Novanto

Jakarta, 24/4 (Benhil) - Mantan Ketua DPR Setya Novanto dijadwalkan untuk menghadiri sidang pembacaan vonis kasus dugaan tindak pidana korupsi kartu tanda penduduk (KTP) elektronik pada Selasa (24/4).

"Sidang dijadwalkan mulai pukul 10.00 WIB," kata juru bicara pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Sunarso saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.

Pengacara Setya Novanto (Setnov), Maqdir Ismail juga menyatakan kesiapan kliennya dalam menghadapi vonis.

"Pak Setnov baik, mudah-mudahan tidak ada masalah serius dengan kesehatan beliau. Kami siap mendengarkan putusan yang akan dibacakan oleh majelis hakim," kata Maqdir Ismail.

Sidang pembacaan putusan akan dilangsungkan di pengadilan tindak pidana korupsi Jakarta di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang dipimpin oleh Ketua majelis hakim sekaligus Ketua PN Jakpus Yanto dengan anggota majelis Frangki Tambuwun, Emilia Djajasubagja, Anwar dan Ansyori Syaifudin. Selain ketua majelis hakim, empat hakim lain adalah hakim yang sama yang memutus bersalah tiga terdakwa lain dalam perkara KTP-E yaitu mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri Irman, mantan Direktur Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) Kemendagri Sugiharto dan pengusaha Andi Narogong.

"Kami berprasangka baik terhadap para hakim, bahwa akan memutus perkara dengan adil," tambah Maqdir.

Maqdir menilai kliennya tidak melakukan intervensi dalam pengadaan KTP-elektronik.

"Dalam pembelaan, kami sudah sampaikan bahwa dakwaan terhadap Pak Setnov yaitu telah melakukan intervensi dalam penganggaran dan pengadaan tidak terbukti," tegas Maqdir.

Dalam perkara ini, Setya Novanto dituntut 16 tahun penjara ditambah denda Rp1 miliar subsider 6 bulan kurungan. Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK juga meminta agar Setya Novanto diwajibkan untuk membayar uang pengganti sesuai dengan uang yang ia terima yaitu 7,435 juta dolar AS dan dikurangi Rp5 miliar yang sudah dikembalikan Setnov ke KPK.

Selain hukuman badan, denda dan kewajiban membayar uang pengganti, JPU KPK juga menuntut pencabutan hak Setnov untuk menduduki jabatan publik selama 5 tahun setelah selesai menjalani masa pemidanaan.

Dalam perkara korupsi KTP-E ini, Setnov dinilai menguntungkan diri sendiri senilai 7,3 juta dolar AS dan jam tangan Richard Mille senilai 135 ribu dolar AS dari total kerugian negara sebesar Rp2,314 triliun yang berasal dari jumlah anggaran sebesar Rp5,9 triliun.

Terkait perkara ini, sudah ada tiga orang yang dijatuhi hukuman yaitu mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri Irman divonis 15 tahun penjara ditambah denda Rp500 juta subsider 6 bulan kurungan; mantan Direktur Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) Kemendagri Sugiharto divonis 15 tahun dan denda Rp400 juta subsider 6 bulan kurungan serta pengusaha Andi Narogong divonis 11 tahun penjara ditambah denda Rp1 miliar subsider 6 bulan kurungan. (An/Ben)

Elia Massa Manik
Tengah, Elia Massa Manik (Foto Liputan6)

Pekanbaru, 23/4 (Antara) - Pengamat Ekonomi Universitas Riau Dahlan Tampubolon menilai pergantian Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Elia Massa Manik dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa sarat muatan politis mengingat capaian target pembangunan kilang belum ada kemajuan.

"Alasan utama mempercepat integrasi usaha gas dan percepatan pembangunan kilang," kata Dahlan menganalisa di Pekanbaru, Senin.

Diakui Dahlan memang Pertamina perlu mengejar target yang sudah dipasang pemerintah sebelum penerapan program Euro 4 di Indonesia September 2018. Dia mengatakan dengan penyebaran dan SDM baru yang kini dinahkodai Nicke, diperkokoh oleh lima direktur lainnya yakni Direktur Mega Proyek, Direktur Pengolahan, Direktur Aset, dan satu lagi Direktur Pemasaran Korporat maka empat kilang yang diandalkan bisa menopang percepatan progres Euro 4 bisa dikejar disisa waktu.

"Diharapkan dengan Direktur baru maka secara perlahan kilang yang ada bertransformasi produksinya, sehingga kilang yang baru untuk mendukung produksi kilang lama," tutur Dahlan.

Menurut dia Kilang Cilacap, Balongan, Dumai dan Balikpapan harus segera direvitalisasi. Selain itu Kilang baru juga harus ada kemajuannya, seperti yang di Tuban dengan Rosneft, dan yang di Bontang dengan konsorsium dari Oman.

"Apalagi Pertamina sudah diberi insentif fiskal oleh pemerintah untuk kemudahan proyek tersebut sehingga ini menjadi desakan dari semua pihak agar segera menyelesaikan pembangunan kilang-kilang tersebut," tambahnya.

Diakuinya kinerja Dirut lama Elia Massa Manik juga dinilai banyak pihak sepertinya tidak seirama dengan Menteri BUMN.

"Terbukti dalam penyusunan nomenklatur direksi juga tidak diberi ruang," pungkasnya .

Sebelumnya diberitakan Elia Massa Manik dicopot dari Direktur Utama PT Pertamina akhir pekan kemaren.

"Ada lima yang diberhentikan Direktur Mega Proyek, Direktur Pengolahan, Direktur Aset, dan satu lagi Direktur Pemasaran Korporat," kata Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN, Fajar Harry Sampurno di Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Jumat (20/4/2018).

Selanjutnya, Nicke dipilih menjadi Plt Direktur Utama Pertamina.

"Untuk sementara Plt Dirut sekaligus Direktur SDM adalah ibu Nicke," ujar Harry.

Elia sebelumnya dipilih menjadi Direktur Utama Pertamina pada Maret 2017. Perlu diketahui rekam jejak Plt Nicke selain Direktur SDM, beliau juga Direktur Logistik Supply Chain dan Infrastruktur.

Nicke dinilai memahami distribusi premium dan BBM secara umum dan kebutuhan infrastruktur Pertamina di dalam memacu produksi dan kilang baru.

Sebagai Ketua Tim Implementasi Holding Migas, mendukung pengembangan energi baru dan terbarukan yang menjadi konsen Pertamina dalam proses pembangunan berkelanjutan.

Pencopotan lima direksi Pertamina merupakan tindak lanjut dari Surat Keputusan (SK) Menteri BUMN Nomor 039/MBU/02/2018 tentang Pemberhentian, Perubahan Nomenklatur Jabatan dan Pengalihan Tugas Anggota-anggota Direksi PT Pertamina (Persero), Dewan Komisaris dan Direksi telah melakukan kajian implementasi yang komprehensif dan telah disampaikan kepada Menteri BUMN.

Sebelum pencopotan itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignatius Jonan telah menegur Pertamina terkait kelangkaan pasokan Premium, menjadi alasan pendukung Elia Massa Manik Pantas Diganti dicopot dari posisi empuk Direktur Pertamina.

Presiden Joko Widodo kemudian mengeluarkan perintah agar pasokan premium dapat dijaga di seluruh Indonesia, termasuk wilayah Jawa, Madura dan Bali (Jamali). Berdasarkan aturan terdahulu, Pertamina tak wajib untuk menyalurkan premium di daerah Jamali.

Elia Massa Manik
Elia Massa Manik

Jakarta, 23/4 (Benhil) - Pengamat ekonomi energi dari Universitas Gadjah Mada Fahmy Radhi menilai pergantian Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Elia Massa Manik merupakan hal yang pantas.

"Banyak manuver Elia Massa Manik yang menimbulkan keresahan dan kegaduhan, serta memicu inflasi," kata Fahmy dalam keterangan yang diterima Antara di Jakarta, Senin.

Manuver yang dinilai kurang tepat diantaranya kelangkaan BBM, penaikan harga pertalite dan paling akhir adalah terkesan cuci tangan dalam kasus tumpahan minyak di Teluk Balikpapan.

Sementara itu penunjukkan Nicke sebagai Plt Dirut PT Pertamina juga dinilai sudah layak karena mempunyai pengalaman sebagai pemimpin sebelumnya, baik ketika di PLN ataupun perusahaan swasta asing.

"Siapa penggantinya? Sebaiknya, Dirut definitif dari salah seorang direksi sebelumnya, bukan dari luar," kata Fahmy.

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebelumnya, berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPS LB) PT Pertamina (Persero) mencopot Direktur Utama PT Pertamina Elia Massa Manik.

Deputi Bidang Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno mengatakan ada beberapa alasan jajaran Direksi PT Pertamina (Persero) diganti.

"Semua proses dilakukan bersama dan mendapatkan masukan Dewan Komisaris," kata Fajar.

Alasan pertama, menurutnya merupakan rangkaian keseluruhan dari tahapan setelah holding, yang dimaksudkan untuk memperkuat dan mempercepat implentasi holding.

Kedua, alasannya adalah ada pergantian Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia Pertamina serta jajaran lainnya juga.

Selain itu, terkait dengan pengamatan dan penilaian Dewan Komisaris Pertamina bahwa Pertamina harus segera melakukan kajian dampak dari perubahan biaya dan kenaikan harga yang terakhir. Kemudian, sekaligus dikaitkan dengan kenaikan harga minyak mentah yang memengaruhi biaya Pertamina. "Setelah SK 39 ada tiga direktur yang masih kosong, tapi struktur direktur sudah diatur. Tapi pengisian dan penilaian terhadap masing-masing direktur belum dilakukan," katanya.

Kejadian tumpahnya minyak di Teluk Balikpapan juga menjadi salah satu rangkaian pertimbangan.

Dengan pergantian tersebut, Direktur Utama PT Pertamina dijabat oleh Plt yaitu Nicke Widyawati, dengan alasan Nicke merupakan ketua implementasi holding migas.

Direksi baru Pertamina adalah Plt Direktur Utama sekaligus Direktur SDM Nicke Widyawati, Direktur Pengolahan Budi Santoso Syarif, Direktur Keuangan Arief Budiman, Direktur Pemasaran Korporasi Basuki Trikora Putra, Direktur Pemasaran Retail Masud Hamid, Direktur Manajemen aset M. Haryo Junianto, Direktur MPP: Heru Setiawan dan Direktur infrastruktur Gandhi Sriwidjojo. (An/Ben)



Bandung, (Benhil, 23/4/2018) - Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat Ineu Purwadewi Sundari, melantik dan mengambil sumpah dua anggota DPRD Jabar pengganti antar waktu (PAW), dalam sidang paripurna DPRD Jabar, Senin (23/4). 

Menurutnya, Bedi Budiman, S.Ip, M.Si dilantik menggantikan Dedi Hasan Bachtiar yang mengundurkan diri karena menjadi calon Wakil Bupati Garut. Sedangkan, Ir.H. Iman Budi Hartono menggantikan Dr. Nur Suprianto yang menjadi Wali kota Bekasi.

“Dengan telah dilantik dan telah diambil sumpah, maka mulai hari ini pak Bedi dan pak Imam sudah resmi menjadi anggota DPRD Jabar. Untuk itu, kita harapkan kepada keduanya untuk secepatnya menyesuaikan diri dan bekerja dimana ditugaskan di komisi,” tuturnya, di Bandung, Senin (23/4/2018).

Lebih lanjut dia menjelaskan, Bedi Budiman berasal dari PDI Perjuangan daerah pemilihan Kab/kota Tasikmalaya dan Kab Garut akan ditempatkan di Komisi V karena waktu Dedi Hasan Bachtiar mengundurkan diri tercatat sebagai anggota Komisi V. Sedangkan Imam Budi dari PKS dari daerah pemilihan Kota Bekasi dan Kota Depok akan ditempatkan di Komisi IV menggantikan pak Nur Supriyanto yang kala mundur tercatat anggota Komisi IV. 

“Setelah dua yang dilantik hari ini, jadi sudah ada 4 anggota DPRD Jabar yang dilantik pengganti antar waktu (PAW), sebelumnya ada dua yaitu Dr.Meliana Kartika Kadir, mundur karena mencalonkan Bupati Bekasi digantikan oleh Darius Dologsaribu, SH; Dr.MS.Syafrudin (Yance) mundur karena masalah hukum digantikan oleh Hj.Tati Novianti, S.Ip,” jelasnya.

Meskipun demikian, masih ada satu lagi yang belum dilantik yaitu pengganti Alm Dr. Sunatra yang meninggal dunia ketika sedang menjalankan ibadah Umroh di Mekkah. Sampai saat masih dalam proses, dan belum turun SK-nya dari Kemendagri. (fit)

All rights reserved, Copyright © 2015 www.benhil.net. Powered by Blogger.