Layanan dari Puma Wisata sebagai perusahaan rental sarana transportasi di kawasan Jabodetabek, tawarkan sewa bus medium dengan harga murah, sangat bersaing. Pilihan ekonomis bagi warga kota Bogor dan Depok yang sedang membutuhkannya.

Bus medium medium pariwisata dengan kapasitas penumpang sebanyak 26 seats, ideal untuk digunakan rombongan yang hendak bepergian dengan jumlah tersebut. Kendaraan sangat nyaman degan fasilitas kekinian. Armada baru dari perusanaan penyedia jasa rental Isuzu ELF di Jakarta yang telah berpengalaman sejak 2010. Mereka dapat dihubungi dengan mudah, silahkan langsung dial dari ponsel yang digunakan +62812-8284-1149 atau kunjungi mereka pada laman website ini.



Kendaraan yang dirancang untuk kebutuhan penumpang wisata ini ideal digunakan oleh komunitas, atau keluarga besar yang hendak bepergian ke luar kota bersama rombongan, dengan kapasitas 26 seats untuk penumpang, dilengkapi dengan pendingin cabin yang sejuk dan nyaman.

Seting digunakan mahasiswa dari berbagai kampus yang banyak di kota Bogor, Jawa Barat dalam melakukan kegiatan kampus atau organisasi mahasiswa. Bepergian dalam beberapa hari dengan rombongan yang selalu bersama-sama.

Cocok untuk anak sekolah, pelajar yang hendak bepergian dalam kegiatan ekstra kurikuler ke tujuan yang telah ditentukan, termasuk mengunjungi tempat-tempat tertentu sesuai dengan program, kegiatan yang telah dirancang jauh-jauh hari sebelumnya.

Begitu juga untuk komunitas agama, kantor-kantor, karyawan perusahaan yang melakukan gathering di luar kota, out-bound bersama-sama di hari libur, ke pantai atau ke Candi Borobudur di Jawa, maupun kunjungan untuk mengikuti pelatihan untuk seluruh karyawan.

Harga sewa bus wisata medium yang ditawarkan relatif murah, sangat bersaing dengan perusahaan sejenis, dengan kapasitas tempat deduk sebanyak dua puluh enam senilai Rp.1.700.000,-. Biaya tersebut sudah termasuk bahan bakar minyak (BBM). Pengeluaran lain, biaya tol dan ongkos parkir ditanggung oleh penyewa.

Dapat disewa untuk antarkan rombongan ke wilayah Jabodetabek, hingga ke luar kota di Pulau Jawa, Pulau Bali atau kota-kota di Sumatera, Lampung, Palembang, Padang, Medan atau mau ke Danau Toba. Rental dalam beberapa hari dengan potongan harga. Membawa rombongan atau keluarga besar yang ingin mudik rame-rame atau mengikuti perhelatan, pesta keluarga besar yang digelar di kampung.

Silahkan hubungi nomor telepon yang disematkan di atas, komunikasikan kebutuhan Anda, berangkat dengan nyaman sewa bus medium Bogor dengan harga ekonomis menuju lokasi sesuai jadwal yang diinginkan, harian atau selam sepekan.



Pilihan yang tepat bagi rombongan yang hendak bepergian melalui bandara, layanan sewa bus ke Bandara Sokarno Hatta, drop-off atau antar jemput oleh Puma Rental. Perusahaan jasa penyewaan ELF dan Bus Medium di Jakarta yang melayani warga Jabodebek (Jakarta, Bogor, Depok, Tagerang, Bekasi) termasuk Cikarang, Cibitung dan Banten.

Layanan ini juga dibutuhkan penumpang pesawat yang akan berangkat dari Bandar Udara Internasional Halim Perdakusama, Jakarta Timur bersama rombongan kecil atau kelompok besar dengan menggunakan Bus Medium kapasitas 26 orang, kapasitas melebihi Isuzu ELF 15 hingga 19 seats (tempat duduk).

Salah satu hal yang paling kritis, jika bepergian bersama komunitas, aggota rombongan harus memahami dengan baik, keterlambatan seseorang dapat menjadi fatal bagi acara yang mungkin harus dihadiri atau digelar bersama-sama di luar kota, bahkan di luar negeri. Panitia atau organizer pariwisata harus mengatur sebaik mungkin itinerary yang harus diikuti jangan sampai berantakan.

Cara terbaik mengantisipasi keberangkatan supaya terjadwal dan berjalankan dengan baik serta tidak saling menunggu, adalah dengan berkumpul pada satu titik pada waktu yang tepat. Di sekolah untuk pelajar, kampus atau dari Gereja, Mesjid, alamat kantor, perumahan dan lain-lain. Dari lokasi yang ditentukan berangkat bareng dengan menyewa bus ke bandara Soeta atau Halim Perdanakusuma.

Puma Wisata sebagai perusahaan rental bus di Indonesia, dengan pengalamannya sejak 2010 memahami itu dengan baik. Mengerti karakter rombongan yang tidak memiliki disiplin yang sama. Memahami kondisi jalanan Jakarta pada jam yang berbeda, pagi, siang atau malam jika pelangganya hendak berangkat ke luar negeri melalui Bandara Soekarno Hatta Terminal 3. Waktu yang cukup, lebih baik menunggu lama di terminal keberangkatan, menjadi cara yang tepat. Berangkat dengan nyaman tanpa repot atau khawatir tertinggal rombongan.

Bagi Anda yang tiba pada laman situs Benhil ini, panitia atau organizer group yang sedang mencari perusahaan penyedia jasa rental mini bus atau Isuzu ELF maupun bus medium pariwisata. Silahkan hubungi, dial nomor telepon yang disematkan, +62812-8284-1149 atau kunjungi situs website www.pumawisata.co.id.

Hubungi layanan pelanggan untuk reservasi sesuai jadwal yang dinginkan. Harga sewa yang ditawarkan mulai dari Rp.900.000, relatif murah untuk sejumlah rombongan 15-19 penumpang dengan ELF long yang nyaman, atau dengan Bus Medium 26 penumpang dengan harga bersaing, mulai dari Rp.1.700.000

Tentukan lokasi penjemputan, di lima wilayah DKI, Jakarta Pusat, Jaksel, Jakarta Barat atau Timur maupun Jakbar. Begitu juga jika rombongan yang akan berangkat dari Bekasi Cikarang, Cibitung, Tangerang, Depok dan lain-lain di wilayah Jabodetabek. Team atau rombongan akan diantar ke bandara Soekarno Hatta, hanya sekali jalan (drop-off) atau sekaligus di-book untuk penjemputan saat kembali ke Cengkareng, maupun Halim.



Video oleh perusahaan rental Bus di Jakarta, Puma Wisata, untuk penumpang yang membutuhkan layanan antar jemput atau drop-off ke bandara Soekarno Hatta atau Halim Perdana Kusuma.

Daftar Maskapai Penerbangan dan Terminal di Bandara Soekarno Hatta

Sebagai referensi, pada artikel ini kami sajikan daftar maskapai penerbangan dan logasi terminal di Bandara Seota, seperti yang dilansir Kompas, dengan data yang diperoleh dari Angkasa Pura II, pengelola bandara pada Agustus 2019.

Terminal 1A

  • Lion Air tujuan Ambon, Balikpapan, Banjarmasin, Jambi, Jayapura, Kendari, Kualanamu, Kupang, Lombok, Makassar, Malang, Manado, Palangkaraya, Palu, Pontianak, Semarang, Surabaya, Tanjung Pinang, Ternate, Yogyakarta.

Terminal 1B 

  • Lion Air tujuan Bandar Lampung, Batam, Bengkulu, Denpasar, Kualanamu, Padang, Palembang, Pangkalpinang, Pekanbaru, Tanjungpinang.

Terminal 1C

  • Airfast Indonesia tujuan Makassar, Solo, Surabaya, dan Timika. Citilink tujuan Balikpapan, Banjarmasin, Banyuwangi, Batam, Jambi, Jayapura, Kendari, Kualanamu, Makassar, Malang, Manado, Padang, Palangkaraya, Palembang, Pangkalpinang, Pekanbaru, Semarang, Silangit, Solo, Yogyakarta. Transnusa tujuan Ketapang NTT.

Terminal 2 Domestik

  • Batik Air tujuan Ambon, Balikpapan, Banda Aceh, Bandar Lampung, Batam, Denpasar, Gorontalo, Jambi, Jayapura, Kendari, Kualanamu, Kupang, Labuan Bajo, Lubuk Linggau, Makassar, Manado, Manokwari, Padang, Palembang, Palu, Pekanbaru, Pondok Cabe, Semarang, Silangit, Sorong, Tanjung Pandan, Tarakan, Ternate, Yogyakarta. 
  • Malindo Airlines tujuan Kuala Lumpur 
  • NAM Air tujuan Bandar Lampung, Banyuwangi, Lubuk Linggau, Muara Bungo, Palembang, Pangkalpinang, Sampit, Semarang, Sorong, Tanjung Pandan, Yogyakarta
  • Sriwijaya Air tujuan Haikou Meilan Airport, Nanning
  • Thai Lion Air tujuan Don Muang.

Terminal 2 Internasional 

  • AirAsia tujuan Johor Bahru dan Kuala Lumpur, Malaysia
  • AirAsia Indonesia tujuan Don Muang, Kuala Lumpur, Singapura
  • AirAsia Indonesia Extra (AirAsia X Indonesia) tujuan Don Muang, Kuala Lumpur, Narita, Penang
  • AirAsia Phillipines tujuan Manila. Cebu Pacific tujuan Manila.

Terminal 3 Domestik

  • Garuda Indonesia tujuan Ambon, Balikpapan, Banda Aceh, Bandar Lampung, Banjarmasin, Banyuwangi, Bengkulu, Biak, Denpasar, Jambi, Jayapura, Kualanamu, Labuan Bajo, Lombok, Makassar, Malang, Manado, Merauke, Padang, Palembang, Palu, Pekanbaru, Pontianak, Semarang, Silangit, Solo, Surabaya, Tanjung Pinang, Tarakan, Ternate, Timika, Yogyakarta.

Terminal 3 Internasional

  • Air China tujuan Peking
  • All Nippon tujuan Haneda dan Narita
  • Asiana Airlines tujuan Incheon
  • Cathay Pacific Airways tujuan Hongkong
  • China Airlines tujuan Hongkong dan Taipei
  • China Eastern tujuan Pudong
  • China Southern tujuan Fuzhoi, Guangzhou, Shenzhen, dan Xiamen
  • Emirates tujuan Dubai
  • Ethiophian Airlines tujuan Bangkok
  • Etihad Airlines tujuan Abu Dhabi
  • Eva Air tujuan Taipei
  • Garuda Indonesia tujuan Abu Dhabi, Amsterdam, Bandar Sri Begawan, Bangkok, Christmas Island, Fuzhoi, Guangzhou, Haneda, Ho Chi Minh, Hongkong, Incheon, Kansai, Madinah, Melbourne, Narita, Peking, Pudong, Singapore, Sydney, Taipei, Xiamen. Japan Airlines tujuan Narita. KLM Royal Dutch tujuan Amsterdam, Fuzhoi, Kuala Lumpur, Perth, Singapore, Xiamen
  • Korean Airlines tujuan Incheon
  • Malaysian Airlines tujuan Kuala Lumpur
  • Oman Airlines tujuan Bangkok, Kuala Lumpur, Muscat, Singapore
  • Philippine Airlines tujuan Manila
  • Qantas Airways tujuan Singapore
  • Qatar Airways tujuan Doha
  • Royal Brunei Airlines tujuan Bandar Sri Begawan
  • Singapore Airlines tujuan Singapore
  • Sri Lankan Airlines tujuan Colombo
  • Thai Airways tujuan Bangkok
  • Turkish Airlines tujuan Istanbul
  • Vietnam Airlines tujuan Hanoi, Ho Chi Minh, dan Singapore
  • Xiamen Airline tujuan Fuzhoi dan Xiamen.

Geopark Ciletuh


Depok, 06/11 - Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) mengembangkan “Arboretum Durio Botanica” sebagai pusat taman botani dan konservasi durian (Durio zibethinus) berlokasi di Desa Gandasoli, Sukabumi, Jawa Barat.

"Langkah awal kegiatan konservasi durian dilakukan dengan melakukan penanaman bibit durian bersama warga Desa Gandasoli," kata Ketua Pengmas FMIPA UI Retno Lestari di Kampus Universitas Indonesia Depok, Kabupaten Bogor, Rabu. (Antara)

Dalam pengembangan “Arboretum Durio Botanica” yang dimulai sejak bulan Februari hingga Oktober 2019, tim Pengmas FMIPA UI menggandeng Yayasan Pandu Cendekia dengan dukungan Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat Universitas Indonesia (DRPM UI).

Pengmas FMIPA UI memfasilitasi pelatihan penanaman durian sekaligus menghibahkan bibit untuk ditanam di kawasan Desa Gandasoli.

Selain program tersebut, Tim Pengmas FMIPA UI, Yayasan Pandu Cendekia, dan BUMDes mempersiapkan lima hektar lahan untuk kawasan arboretum yang nantinya didorong sebagai kawasan wisata terpadu, dengan konsep home stay.

Selain itu juga akan dibangun fasilitas-fasilitas untuk wisatawan, termasuk warung higienis, pondok gunung dari bambu, toilet, jogging, dan bike track bagi penggemar gowes.

Retno menjelaskan, Arboretum Durio Botanica merupakan konsep untuk mengembangkan kawasan konservasi durian dari puluhan spesies hingga ribuan varietas, didapat dari berbagai daerah, mulai dari Sumatera hingga ujung timur nusantara maupun mancanegara.

Pemilihan Desa Gandasoli dikarenakan daerah tersebut terkenal sebagai penghasil durian yang berkualitas dan merupakan bagian dari Geopark Ciletuh Pelabuhan Ratu –  kawasan di Sukabumi, Jawa Barat yang menyerasikan keragaman geologi, hayati, budaya melalui prinsip konservasi, edukasi, dan pembangunan berkelanjutan.

Ketua Yayasan Pandu Cendekia Fajar. R. Budiman memaparkan bahwa di awal Maret 2019 diadakan kontes durian nasional di Sukabumi, durian dari Gandasoli menempati urutan pertama dan kedua. Hal tersebut memperlihatkan bahwa desa Gandasoli memiliki potensi yang besar untuk pengembangan taman botani dan konsevasi durian. (Antara)



Jakarta, 06/11 - Belum lama ini, surat kabar Malaysia yang berkiprah 80 tahun tutup akibat pailit, tak mampu lagi bertahan. Koran Utusan Malaysia yang merupakan koran tertua berbahasa Melayu tersebut telah bertahun-tahun mengalami masa kritis, sampai akhirnya mengibarkan bendera putih, menyerah.

Semua staf diberhentikan pada 31 Oktober 2019, demikian memo Kepala Eksekutif Utusan Malaysia Abdul Aziz Sheikh Fadzir dilansir Reuters. Sekitar 800 karyawan harus di-PHK. Tak sedikit dari mereka yang menangis seraya membawa barang-barang keluar dari gedung.

Sebelumnya, Express, surat kabar gratis yang diterbitkan pada hari kerja oleh The Washington Post untuk pengguna Metro dan penumpang lainnya, harus mengakhiri perjalanan 16 tahunnya pada Kamis 12 September lalu.

Express pernah berjaya. Sekitar 190.000 koran dibagikan setiap pagi di stasiun Metro dan melalui kotak surat kabar. Saking populernya koran yang dirancang untuk bacaan cepat para penumpang Metro, ada wacana untuk diterbitkan edisi sore untuk perjalanan pulang.

Seiring berjalannya waktu, peredarannya justru menurun. Dan akhirnya keok. Perubahan teknologi dan kebiasaan manusia menggunakan ponsel pinter selama perjalanan mereka, pada akhirnya membinasakan kertas cetak seperti Express.

"Hope you enjoy your stinkin' phones" tulis Express besar-besar pada sampul depan di edisi finalnya.

Di Indonesia, puluhan media cetak sudah gulung tikar. Di antaranya sudah memiliki nama besar. Sebut saja Tabloid BOLA yang harus berpamitan tahun lalu setelah 34 tahun mengawal dunia olahraga Indonesia. Tabloid BOLA menyusul kepergian majalah Hai, Kawanku, GoGirl, dan The Rolling Stone yang mencoba peruntungan untuk banting setir di media online.

"Jurnalisme di seluruh dunia mengalami tantangan besar dalam 10-15 tahun terakhir akibat perubahan model ekonomi, transformasi teknologi digital, tumbuhnya sosial media, fake news, ketidakpercayaan masyarakat, dan permusuhan politik," ungkap President of Reporter Without Borders (RSF) Pierre Haski dalam pidatonya di KPF Journalism Conference 2019 yang digelar di Seoul, beberapa waktu lalu.

Di beberapa negara, jurnalisme bertahan, dengan jumlah yang berkurang. Menurut Pierre, media sedikit terlambat untuk bangkit. Kelengahan itu telah membuat media menjadi rentan.

"Untuk itu, kita mempertanyakan dasar-dasar jurnalisme, yang tetap valid dengan teknologi apa pun yang kita gunakan dan tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari tatanan demokrasi," katanya.

KPF Journalism Conference 2019 yang digelar oleh Korea Press Foundation di Seoul, pada 24-25 Oktober lalu mengangkat tema besar tentang generasi muda, teknologi, dan strategi. Tiga hal tersebut masih menjadi tantangan media saat ini, akan tetapi di sisi lain bisa menjadi "penyelamat" media itu sendiri.

Sebanyak 24 pembicara yang datang dari media maupun universitas berbagai negara itu mengungkap fakta-fakta generasi muda dan transformasi teknologi yang, mau tidak mau, memaksa perubahan pada strategi media.

Media, generasi kini, dan strategi

Jika konten berita lebih banyak dan mudah diakses daripada sebelumnya, mengapa generasi muda mengonsumsi berita pada tingkat yang lebih rendah daripada generasi sebelumnya? Apa yang dapat dilakukan organisasi media untuk menarik generasi saat ini?

Stephanie Edgerly, Associate Professor dari Northwestern University mengatakan ada pergeseran minat membaca berita dari generasi muda sekarang.

"Menjawab pertanyaan ini sangat penting tidak hanya dalam jangka pendek untuk merancang inovasi yang menargetkan kelompok ini, tetapi juga dalam jangka panjang, untuk mengamankan generasi konsumen berita di masa depan," ujarnya.

Stephanie yang dalam penelitian bagaimana media modern mengubah cara audiens mengonsumsi berita menggambarkan bahwa di dunia media saat ini, berita seperti di dalam sebuah supermarket. Orang akan memilih jenis berita apa yang mau mereka baca.

Faktanya, berdasarkan data survei nasional remaja di Amerika Serikat rentang usia 12-17 tahun, ungkap Stephanie, hanya 14 persen remaja yang mengonsumsi berbagai macam berita (news omnivores). Tercatat 52 persen yang tidak membaca berita (the un-audience).

Fakta ini juga melanda Korea Selatan, tetapi berhasil ditangkis dengan strategi oleh beberapa media yang menyasar milenial di negeri gingseng tersebut. Jin Young Park, CEO UPPITY, pernah jatuh bangun sebelum akhirnya sukses membangun media yang melayani generasi perempuan milenial yang bekerja.

"Kami pernah jatuh sebelum memulai brand yang disebut UPPITY. Brand sebelumnya adalah POV. POV gagal. Gagal karena kami tidak memahami kebutuhan dan situasi target pelanggan kami," jelas Jin Young.

Ia dan timnya kemudian melakukan riset, membuat pertemuan dengan target pelanggan dan memperhatikan gaya hidupnya, minat, serta masalah mereka.

"Dalam prosesnya, kami dapat menemukan masalah yang jelas, yakni 'masalah uang' yang dimiliki pelanggan. Sebagai hasilnya, kami datang untuk menciptakan solusi yang sama sekali berbeda untuk pelanggan yang sama. Jawabannya ditemukan di target, dan target penelitian adalah salah satu cara yang paling efektif," paparnya.

Menurut Jin Young, hasil penelitian menjadi kerangka kerja layanan UPPITY.

"Di pasar saat ini di mana target semakin tersegmentasi, misi pertama yang perlu dilakukan media adalah 'penelitian target' bukan 'produksi konten'," ujarnya.

Selain menggunakan email newsletter, UPPITY juga menjaga hubungan dengan pembacanya lewat acara seminar tentang investasi dan mengadakan kursus online.

Pentingnya mengenal kebutuhan pembaca generasi kini diperkuat oleh pengalaman NEWNEEK, media asal Korea Selatan yang berhasil memimpin di pasar buletin email Korea.

"Semakin kita meneliti tentang pembaca yang tidak membaca berita, bukan berarti milenial tidak membaca berita, tetapi kami menemukan bahwa mereka tidak memiliki pilihan untuk memilih berdasarkan karakteristik dan gaya hidup mereka," kata CEO NEWNEEK So Youn Kim

Ia mengungkapkan, ada tiga kesulitan dalam konsumsi berita milenial Korea Selatan yang disurvei oleh NEWNEEK. Pertama, tidak ada waktu, dan mereka bingung tentang apa yang harus dicari. Kedua, sulit untuk memahami isinya dan mereka tidak mengetahui konteks sebelumnya. Ketiga, diganggu oleh komentar agresif dari iklan dan generasi yang lebih tua.

"Karena itu, NEWNEEK berfokus pada menciptakan solusi untuk ketiga masalah tersebut. Solusi NEWNEEK berhasil memenangkan hati milenial yang tidak membaca berita," tambah So Youn.

Hanya dalam waktu sembilan bulan setelah rilis, NEWNEEK sudah memperoleh 70.000 pelanggan dari mulut ke mulut. Sebagian besar pelanggan berusia akhir 20-an dan awal 30-an tahun, yang awalnya tidak menonton berita, dan tingkat buka email NEWNEEK adalah 45-50 Persen, yang dianggap sangat tinggi di pasar email.

"Hal terpenting yang harus dilakukan adalah memiliki 'hubungan'. NEWNEEK memberi nama pelanggan 'NEWNEEKERS' untuk membuat hubungan yang baik dengan mereka, berkomunikasi, dan mengubah konten berdasarkan percakapan. Ikatan dan kepercayaan yang tercipta dari hubungan yang baik menjadikan dasar untuk upaya yang lebih beragam," papar So Youn.
Media, teknologi, dan bisnis

BBC, sebagai stasiun televisi dan radio besar yang dibentuk pada tahun 1922, pernah kehilangan audiens-nya secara signifikan. Ketika lanskap digital telah berevolusi, BBC yang saat itu masih sebagai media penyiaran tradisional kehilangan posisinya di kalangan audiens berusia 35 tahun ke bawah. Sementara Netflix, Apple, dan Youtube menjadi bintang baru.

Apakah itu ancaman atau justru peluang? Adakah cara yang lebih baik untuk melaporkan dan menyajikan berita untuk membuatnya lebih mudah diakses, menarik, dan relevan?

Mukul Devichand selaku Executive Editor BBC Voice + AI mengatakan, "audiens kaum muda adalah "North Star untuk organisasi media."

Kemudian BBC menggelar survei pada kalangan usia di bawah 25 tahun. Selanjutnya, BBC mengembangkan format cerita digital yang inovatif untuk Generasi Z. Mereka bereksperimen dalam "membuat atomisasi" berita, mengembangkan layanan berita interaktif asisten suara.

Menyediakan berita-berita yang lebih personal yang dilakukan BBC, maupun UPPITY dan NEWNEEK sepertinya cukup berhasil mengamankan pelanggan mereka.

Era media sosial menggeser konsep kepercayaan menjadi pertanyaan. Saat berita-berita palsu semakin marak dan mudah tersebar, orang-orang kehilangan kepercayaan mereka pada sebuah informasi. Pendekatan secara personal kepada pembaca, dinilai bisa mengembalikan kepercayaan itu, setidaknya untuk sementara. Namun, sampai kapan?

Director Reuters Institute for the Study of Journalism, Rasmus Kleis Nielsen mengingatkan bahwa bisnis media saat ini sangat dan akan menjadi sulit.

Di Indonesia, bisik-bisik efisiensi karyawan di perusahaan media dan stasiun TV kembali terdengar lebih kencang akhir-akhir ini. Organisasi media harus dapat membangun bisnis berita yang berkelanjutan dalam arus transformasi media digital, seluler, dan platform yang berubah secara radikal dan memungkinkan persaingan yang jauh lebih tinggi.

"Yang lama akan berjuang untuk beradaptasi, dan banyak pendatang baru yang lahir secara digital akan runtuh, tetapi mereka yang mampu menjangkau khalayak luas dan terutama mereka yang mampu secara efektif membedakan dan menawarkan produk berkualitas akan menemukan banyak peluang di depan, peluang untuk membangun bisnis berkelanjutan di seputar jurnalisme independen dan profesional," papar Rasmus.

Setidaknya, hal tersebut juga sudah dibuktikan oleh Mediapart, situs berita harian asal Prancis yang sudah berdiri sejak 11 tahun lalu dan masih tumbuh pesat, tanpa iklan maupun subsidi.

Hingga saat ini, Mediapart memiliki 160.000 anggota yang membayar dan 4,7 juta pengguna bulanan. Sejumlah pendiri dan jurnalis menjadi pemegang saham yang stabil memiliki 62 persen dari ekuitas.

"Mediapart adalah kisah sukses, sangat menguntungkan secara ekonomi, yang terus berkembang dalam sebelas tahun. Kunci keberhasilannya adalah pertahanan nilai, yakni nilai informasi, nilai publik, nilai demokrasi," ungkap Marie-Hélène Smiejan-Wanneroy selaku Co-Founder & Managing Director Mediapart.

Pada akhirnya, organisasi media tidak boleh lengah lagi dan terlambat berlari. Sudah saatnya, media bersama-sama mengembalikan marwah mereka sebagai sumber informasi yang kredibel dan bernilai dengan merangkul generasi muda dan teknologi secara optimal. (Monalisa/Antara)


Konser musik Gudfest 2019 yang digelar di Helopad Parking Ground GBK, Senayan, Jakarta, Sabtu, 2-3 November 2019 dimeriahkan artis lokal dan mancanegara dari berbagai jenis musik.

Salah satu penampilan grup yang mengguncang Senayan adalah K-Pop iKON. Mereka menyanyikan lagu "Sinosijak", spontan para ikonic ikut menyanyikan lagu tersebut bersama-sama. Dengan paduan lighstick berwarna merah menyala menambah suasana kian menggelora.

Lagu selanjutnya adalah 'Love Scenario'. Tembang ini sempat merajai beragam tangga lagu Korea dalam beberapa waktu lalu. Kemudian disusul dengan lagu 'Jerk' dan 'Dumb and Dumber'.

"Ini lagu terakhir. Kita harus bersenang-senang hingga akhir! Siapa yang punya botol air?" tanya Bobby sambil mengacungkan botol air mineral.

Selesai menyanyikan lagu terakhir, iKON berpamitan dengan para penggemar. Tapi ikonic belum puas dengan penampilan grup band tersebut.

"We want more! We want more!" teriak para penggemar. Video tetnagn perhelatan tersebut dapat dilihat di sini https://www.tagar.id/video/marion-jola-dan-boyband-korea-ikon-guncang-gudfest-2019/

Tiba-tiba salah satu perseonel iKON merespons penonton dan lampu panggung mulai terang kembali diikuti yang lainnya ke atas panggung.

Kita akan menyanyikan satu lagu lagi. Terimakasih banyak atas cinta dan perhatian kalian kepada kami. Terima kasih," kata Jinhwan, leader dari iKON.

Keamanan Khusus

CEO Gudlive Rully MP mengatakan boygroup asal Korea Selatan tersebut hanya minta keamanan khusus. Mereka ingin keamanan diperketat saat mereka tampil.

Rangkaian Acara Gudfest 2019

Pada hari pertama, Sabtu, 2 November 2019 acara disemarakan grup idola K-Pop iKON, trio New Hope Club, penyanyi Marion Jola, Oslo Ibrahim, Syahravi, dan Denisa. Selain itu menampilkan Dizkorea, Irama Pantai Selatan, Sir Dandy, dan Ruru Radio Berkaraoke.

Sedangkan pada hari kedua, Minggu, 3 November 2019 ada solois Hip Hop R&B Zion T, kuartet indie asal Inggris FUR, Pamungkas, Rendy Pandugo, Andrian Khalif, HURSA, RL Klav, dan Ahmad Abdul. Kemudian ada juga penampilan dari Iramamama, Jeslla, Club 80's, Goodnight Electric, dan Oomleo SMASH.

Program Director Gudfest 2019, Bimo Nugroho mengatakan pilihan musisi ini merupakan hasil riset hingga setahun dari berbagai streaming platform dan database.

Profil iKON

Grup idola pria asal Korea Selatan dibentuk pada 2015 oleh YG Entertainment. Grup ini pertama kali diperkenalkan dalam acara realitas WIN: Who is Next sebagai "Tim B".

Kemudian Tim B muncul kembali dalam acara realitas survival berjudul Mix & Match yang menentukan tujuh anggota formasi akhir dari iKON yaitu B.I, Bobby, Jay, Ju-ne, Song, DK, dan Chan. Mereka merilis album studio debut berjudul Welcome Back (2015) dan menduduki posisi teratas di Gaon Album Chart Korea Selatan serta menghasilkan singel-singel nomor satu, seperti "My Type", "Apology", "Dumb & Dumber", dan tiga singel yang menduduki posisi 10 teratas yakni "Rhythm Ta", "Airplane", dan "Anthem".

Album tersebut terjual sebanyak 260.000 kopi di Asia. Sedangkan lagunya terjual sebanyak 4,8 juta kopi, yang mengantarkan mereka untuk memenangkan sejumlah penghargaan artis pendatang baru terbaik pada acara penghargaan utama Asia, termasuk Mnet Asian Music Awards, Japan Record Awards, dan QQ Music Awards.

Singel berikut yang dirilis adalah "#WYD" dan "New Kids: Begin", dan berfokus pada tur Asia dan konser di Jepang. Album studio kedua mereka yang bertajuk Return dirilis pada 25 Januari 2018.


Malang, Jawa Timur, 30/10 - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, Jawa Timur akan memperkenalkan wisata selancar pada malam hari atau night surfing di Pantai Wedi Awu yang dikemas dalam Malang Nigth Surfing sebagai rangkaian kegiatan Malang Beach Festival (MBF) ke-tiga.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang Made Arya Wedanthara di Malang, Rabu, mengemukakan Pantai Wedi Awu yang berlokasi di Kecamatan Tirtoyudo, memiliki ombak yang relatif bersahabat, yakni antara 2-4 meter.

"Malang Night Surfing kami selenggarakan 2 November mendatang dan dihelat pada malam hari. Kami ingin mengenalkan pada masyarakat luas dan para surfer bahwa di Kabupaten Malang ada pantai yang eksotik dan tidak kalah 'cantik' dengan pantai lain untuk menyalurkan hobi olahraga surfing, bahkan bisa dilakukan pada malam hari," katanya.

Menurut Made, menyalurkan hobi surfing sekaligus memicu prestasi di cabang olahraga ini pada malam hari memiliki tantangan tersendiri bagi peserta, karena harus menaklukkan ombak dengan minimnya penerangan dan udara yang sangat dingin. Ada beberapa tantangan yang harus dihadapi, sangat berbeda dengan berselancar di pagi hari dengan sinar mentari yang hangat.

Made mengatakan kegiatan Malang Night Surving ini diharapkan dapat menarik wisatawan sebanyak-banyaknya untuk datang. "Penyelenggaraan kegiatan ini sekaligus sebagai upaya kami untuk melakukan promosi pariwisata berbagai destinasi wisata yang ada di wilayah Kabupaten Malang kepada masyarakat. Harapannya melalui penyelenggaraan even ini, tingkat kunjungan wisata di daerah setempat dapat terus meningkat," katanya.

Made mengatakan selama ini Pantai Wedi Awu juga dinilai sebagai surganya para peselancar karena ombaknya tidak terlalu tinggi dan relatif bersahabat dengan ketinggian 2-4 meter. Beberapa atlet surfing profesional kelas dunia pun telah menjajal ombak di Pantai Wedi Awu, seperti surfer dari Tanah Air, Bali, bahkan Jepang, Spanyol, dan Australia.

Ricky dari Surf Well pengelola www.surfwellbali.com di Canggu, Bali "Berselancar di malam hari cukup menyenangkan, dan harus dipastikan sang surfer sudah harus memahami dengan baik, teknik-teknik berselancar dengan baik dan sudah terbiasa surfing di pagi atau sore hari, sehingga minimnya penerangan tidak terlalu mengganggu.

Ditambahkan oleh Ricky, pastikan peselancar kuat dengan udara malam yang dingin, karena hal tersebut menjadi tantangan tersendiri.

Agar perhelatan ini dapat berjalan dengan lancar, segala persiapan telah dilakukan dengan sebaik mungkin. Khususnya penataan lampu penerangan. Selain itu, juga antisipasi pengamanan terhadap para surfer yang mungkin saja harus menghindari satwa yang ada di sekitar lokasi, seperti ular dan lainnya.

Malang Night Surfing yang dihelat pada 02 November 2020 mendatang di Pantai Wedi Awu di Desa Purwodadi, Kecamatan Tirtoyudo itu, juga sebagai rangkaian hari jadi ke-1259 Kabupaten Malang.

Untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-1259 kabupaten yang dikenal dengan sebutan pemilik Seribu Pantai, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan juga telah menggelar pawai budaya dan Malang Beach Run.

Polisi Lalu Lintas - Foto Antara

Jakarta, 27/10 - Digelarnya Operasi Zebra Jaya 2019, di wilayah kerja Pold Metro Jaya, hingga kemaren 26 Okteber telah menjaring sebanyak 7.314 kendaraan baik roda dua maupun roda empat dikenai sanksi tilang karena melanggar berbagai aturan lalu lintas pada hari kedua.

"Ada 7.314 kendaraan baik roda dua maupun roda empat yang dikenai tilang di hari ketiga," kata Kasubdit Bin Gakkum Polda Metro Jaya Komisaris Polisi Fahri Siregar, Sabtu kepada Antara.

Pemotor, kendaraan roda dua masih menjadi pelanggar terbanyak dengan 5.277 kendaraan yang ditindak, disusul oleh 1.588 mobil pribadi, 41 bus dan 408 mobil barang. Ada empat ragam pelanggaran yang menjadi sasaran utama petugas dalam operasi, yakni berkendara menggunakan telepon genggam, pengendara yang tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan atau STNK hingga pengendara yang berjalan melawan arah.

Pada hari ketiga ini kendaraan roda dua yang melawan arus lalu lintas tercatat sebanyak 1.641, Sejumlah dari 827 pengedara yang tidak memilik SIM dan 23 pengendara yang tidak membawa STNK.

Sedangkan untuk kendaraan roda empat, petugas menindak 174 pengendara yang menggunakan ponsel saat berkendara, 348 pengemudi yang dapat bisa menunjukkan SIM, dan 118 perkara tilang tidak menggunakan sabuk keselamatan. Jenis kendaraan yang terjaring sangat beragam, mulai dari mobil probadi, mobil penumpang, mikrolet, bus hingga truk.

Fahri mengatakan selain memberikan tilang, Petugas juga melakukan teguran kepada 2.284 pengendara pada hari kedua Operasi Zebra Jaya 2019.

John pengendara mobil Isuzu EFF yang melewati razia tersebut mengatakan kepada Benhil, jika surat-surat kendaraan lengkap dan SIM masih berlaku, razia apapun di jalanan tetap aman dan dia dapat melakukan aktivitasnya dengan baik, membawa penumpang pemakai jasa sewa ELF di Jakarta, bisnis yang dikelola oleh PT Permata Utama Mobilindo.

Ditambahkan oleh John, sudah menjadi aturan dari perusahaan, tak boleh satu armada pun yang dapat mengaspal, jika dokumen kendaraan tidak beres, termasuk SIM pengemudi. Jangan sampai kepentingan tamu, penyewa bus dan ELF terganggu gegara hal-hal seperti itu.

Direktorat lalu lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya menerjunkan sebanyak 2.380 personel gabungan untuk melakukan Operasi Zebra Jaya dimulai dari 23 Oktober sampai Selasa, 5 November 2019. Berbagi ragam jenis pelanggaran yang menjadi target Operasi Zebra 2019 yakni:
  1. Pengendara bermotor yang tidak memiliki SIM
  2. Kendaraan bermotor roda dua atau roda empat yang tidak dilengkapi STNK
  3. Pengendara yang melawan arus
  4. Tidak menggunakan helm SNI (Standar Nasional Indonesia)
  5. Mengemudikan kendaraan tidak menggunakan sabuk keselamatan
  6. Menggunakan ponsel saat mengemudi
  7. Berkendara di bawah umur atau pengendara yang tidak memiliki SIM
  8. Berkendara sepeda motor berbonceng tiga
  9. Kendaraan bermotor roda empat atau lebih yang tidak memenuhi persyaratan layak jalan
  10. Kendaraan roda dan roda empat yang tidak dilengkapi dengan perlengkapan yang standar
  11. Berkendara di bawah pengaruh alkohol
  12. Kendaraan bermotor memasang rotator atau sirine yang bukan untuk peruntukannya
Kegiatan seperti ini adalah rutin, setiap tahun selalu ada, termasuk di kota-kota lain, kata John, sebelum meninggalkan tempat, membawa mobil ELF yang dikendarai bersama tamu rombongan dari Jakarta menuju Banten.



Jakarta - Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), tanda pagar atau tagar digunakan sebagai tanda untuk merujuk pada topik kiriman status dalam media sosial. Tagar (hashtag) ditulis dengan simbol #.

Tagar telah merebak ke berbagai platform media sosial, Twitter, Instagram dan YouTube dan berbagai platform populer lainnya, seperti Quora dan termasuk Facebook tak luput dari pengaruh penggunaan simbol tersebut. Kosa kata itu kemudian dipilih oleh co-founder situs berita online Indonesia Charlie M. Sianipar, ahli digital marketing Indonesia untuk tagar.id.

Media sosial milik Mark Zuckerberg ini pun ikut mendukung penggunaan tagar yang sebelumnya telah dilakukan Twitter dan Instagram. Facebook resmi menggunakan fitur tagar pada Rabu, 12 Juni 2013. Kini pengguna dapat mencari dan mengklik tanda pagar (#) untuk melihat teks, tautan internet, atau foto yang dipublikasikan.

"Tagar hanya langkah pertama untuk memudahkan pengguna menemukan apa yang dikatakan orang lain tentang topik tertentu dan berpartisipasi dalam percakapan publik," tulis Facebook di blog resmi.

Namun, fitur tagar pada jejaring sosial ini memiliki akses yang terbatas. Para pengguna hanya dapat melihat publikasi konten dari sesama teman saja karena fitur ini masih bersifat privasi.

Sementara penggunaan tagar pada Facebook memiliki beberapa ketentuan yang harus pahami setiap penggunanya. Tagar harus ditulis sebagai kata tunggal tanpa spasi, pengguna dapat menyertakan angka dalam simbol tersebut tapi tanda baca dan karakter khusus seperti "$" dan "%" tidak bisa digunakan.


Trending Topics Tagar

Topik terhangat dan sempat trending di media sosial termasuk Facebook adalah #GejayanMemanggil dan #TurunkanJokowi. Tagar tersebut dianggap berhasil karena telah memenuhi percakapan publik pada saat itu hingga puncaknya dalam aksi demonstrasi ribuan mahasiswa di depan gedung MPR/DPR RI dan di berbagai daerah pada 23-24 September 2019.

Gerakan Aksi Bela Islam 212 di Monas, Jakarta pada 2 Desember 2016 juga tak lepas dari penggunaan tagar, yaitu #aksibelaislam dan #mujahid212. Aksi ini merupakan lanjutan dari Aksi Bela Islam 411.

Tagar lain yang juga pernah menjadi hangat di media sosial adalah #2019GantiPresiden yang digagas politikus Mardani Ali Sera dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) saat Pilpres 2019.

Penggunaan tagar tidak hanya menjadi alat pergerakan sosial masyarakat, tapi juga dapat dimanfaatkan sebagai alat promosi bisnis. Pengguna Facebook dapat menggunakan tagar untuk memudahkan menjangkau calon pembeli lebih luas lagi.

Putra Abdul Fattah Hakim
Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi, Jurusan Jurnalistik
UIN Jakarta
All rights reserved, Copyright © 2015 www.benhil.net. Powered by Blogger.