Manado, 13/6 (Benhil) - Mudik menggunakan mobil pribadi merupakan pilihan yang cukup menarik dan praktis. Namun bagi sebagian orang untuk mudik harus mengeluarkan biaya lebih besar karena menggunakan transportasi udara.

Sebab, jarak kampung yang dituju cukup jauh dan harus menyeberang pulau satu ke pulau yang lain. Tapi, para pemudik kelihatan santai karena dukungan alat transportasi baik darat, laut dan udara sangat memadai saat ini.

Pemerintah, melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Hari Libur Nasional dan Cuti bersama 2018 menetapkan libur Hari Raya Idul Fitri selama 10 hari, tanggal 11-20 Juni 2018. Dengan masa libur yang panjang ini, masyarakat bisa leluasa menentukan kapan akan mudik dan balik dari kampung halaman. Sehingga, arus mudik tidak menumpuk pada hari tertentu saja, faktor inilah yang diduga menjadikan arus mudik tahun ini lancar.

Akses transportasi udara yang lancar dibutuhkan oleh pelanggan dan masyarakat, baik untuk melakukan tugas pekerjaan, bisnis, maupun arus mudik saat Lebaran atau Idul Fitri 1439 Hijriah.

Mudik saat Lebaran merupakan tradisi yang rutin dilakukan oleh warga Indonesia.


Posko Lebaran PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara Sam Ratulangi membentuk Posko Terpadu Angkutan Lebaran 2018 guna menghadapi lonjakan penumpang saat mudik dan arus balik.

General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara Sam Ratulangi Minggus Gandeguai mengatakan ada sebanyak 107 personel akan terlibat dalam Posko Terpadu Angkutan Lebaran 2018 di Bandara Sam Ratulangi, Manado. Jumlah personel ini lebih banyak dari biasanya. Posko Lebaran PT Angkasa Pura I (Persero) beroperasi pada 7-24 Juni 2018.

Minggus mengatakan posko ini akan melibatkan pihak eksternal seperti otoritas bandara, TNI/Polri, kantor kesehatan pelabuhan, serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Posko kali ini memang agak istimewa tahun ini karena bersamaan dengan libur sekolah yang panjang dan libur nasionalnya juga cukup panjang. Apalagi, bandara ini kan sudah 24 jam dan ada turis Tiongkok setiap malam hari," katanya kepada reporter Benhil.

Selain itu, banyaknya personel juga diharapkan mampu mengantisipasi beberapa gangguan selama libur Lebaran kali ini. Terlebih, cuaca Manado saat ini masih sering tidak menentu, sehingga membutuhkan koordinasi yang cukup intensif.

Setiap harinya, kata Minggus, akan ada petugas gabungan yang memberikan informasi kepada posko pusat di Jakarta.

Selain itu, petugas juga harus memberikan pelayanan guna memperlancar arus mudik dan balik bagi para penumpang.

Lonjakan Penumpang PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara Sam Ratulangi (Samrat) memprediksi pergerakan penumpang selama masa angkutan Lebaran 2018 (H-8 hingga H+8) di Sulawesi Utara hanya akan naik dua persen dibanding hari biasa.

Hal ini, kata Minggus, karena yang melakukan mudik lebaran ke Sulut sangat sedikit, dibandingkan saat Natal.

Dia mengatakan hal tersebut diperkirakan sudah termasuk dengan masa libur yang cukup panjang pada periode mudik tahun ini.

Pergerakan penumpang diprediksi hanya naik dua persen selama ada posko karena yang datang ke Manado tidak sekaligus, tetapi bertahap sejak waktu sebelum berbuka.

Ia menjelaskan pergerakan pesawat diperkirakan naik sebesar 7 persen, sedangkan pergerakan kargo naik hingga 24 persen.

Data pergerakan ini, katanya, akan terus diperbaharui setiap hari dan dapat dimonitor langsung di posko pengawasan dan pelayanan serta monitoring data.

Pergerakan penumpang musim mudik Lebaran tahun ini diprediksi sebanyak 157.040 penumpang. Sementara, pergerakan pesawat dan kargo masing-masing diprediksi sekitar 1.506 penerbangan dan 773.864 kilogram.

Selama Januari hingga Mei 2018 Bandara Sam Ratulangi tercatat telah melayani 1.134.775 penumpang yang meningkat 9 persen dari periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, pergerakan pesawat meningkat 5 persen dengan total 12.124. Pada saat yang sama, pergerakan kargo meningkat 21 persen atau setara 6.108.274 kilogram dibandingkan tahun lalu.

Arus Mudik Penumpang yang datang ke Manado Provinsi Sulawesu Utara (Sulut) melalui Bandara Sam Ratulangi (Samrat) pada H-4 Lebaran mengalami peningkatan.

Ia katakan penumpang yang datang ke Sulut pada H-4 Lebaran meningkat 10 persen dibandingkan Lebaran tahun lalu, yakni dari 18.466 orang menjadi 20.336 orang. Minggus mengatakan untuk penumpang yang berangkat juga mengalami peningkatan tiga persen dari 21.962 orang tahun lalu menjadi 22.551 orang di Lebaran tahun ini.

Ia mengatakan untuk jumlah pesawat mengalami penurunan sekitar tiga persen dari 185 penerbangan menjadi 179 penerbangan yang datang ke Sulut. Sedangkan yang berangkat tidak mengalami perubahan yakni sebanyak 186 penerbangan.

Dan, katanya, kargo yang datang melalui Bandara Samrat memgalami penurunan sekitar 14 persen dari 198.669 kilogram menjadi 169.919 kg. Dan, yang berangkat juga turun 14 persen dari 53.922 kg menjadi 46.472 kg. Pihaknya berharap posko Lebaran Sam Ratulangi akan mampu memenuhi kebutuhan penumpang dan masyarakat.

Avtur Aman PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region Vll menjamin bahan bakar pesawat atau avtur di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) aman menjelang Lebaran tahun ini. General Manager (GM) Marketing Operation Region VII Tengku Fernanda mengatakan pasti akan ada peningkatan avtur di Manado jelang Lebaran kali ini, namun tidak signifikan.

Branch Manager Marketing Sulutenggo Daniel Alhabsy mengatakan kesibukan transportasi udara dari dan menuju Manado pada Hari Raya Lebaran tidak seperti perayaan Natal dan Tahun Baru.

Kemungkinan transportasi udara akan meningkat namun tidak besar, dan masih mampu dipenuhi oleh stok avtur pada kondisi normal," kata Daniel. Pihaknya terus melakukan pengawasan stok avtur pada bulan Ramadhan dan Idul Fitri 1439 H/2018 berada dalam kondisi aman.

Konsumsi bahan bakar pesawat udara ini selama Ramadhan dan ldul Fitri 1439 H tahun ini di Sulawesi Utara diproyeksikan tidak mengalami peningkatan signifikan yakni sesuai dengan rata-rata konsumsi harian normal di Sulawesi Utara sebesar 173 KL/hari," kata Daniel. Jika ada penambahan jumlah penerbangan atau ekstra flight di bandar udara di Manado, pasti akan menghubungi Pertamina, soal penambahan kuota.

Masyarakat tidak perlu khawatir, Pertamina sudah mengantisipasi hal ini sehingga tidak akan terjadi kekosongan, dan arus mudik maupun balik berjalan lancar dan aman. (Antara-Nancy Lynda Tigauw)

Mudik Bareng BUMN
Jakarta,11/6 (Benhil)- Mata Azzam (4) tampak tak berkedip melihat siaran video musik yang diputar di sepanjang perjalanan bus dari Jakarta menuju Terminal Tirtonardi, Solo, Jawa Tengah. Ternyata ada biduan favoritnya, Nella Kharisma yang sedang melantunkan lagu "Jaran Goyang".

Dengan suara nyaring, Azzam ikut bernyanyi mengikuti sang biduan.

"Apa salah dan dosaku sayang, cinta suciku kau buang-buang. Lihat jurus yang kan kuberikan, jaran goyang, jaran goyang," Azzam bernyanyi sambil mengajak kawan barunya,kakak-beradik Yosa (3) dan Yose (6) yang duduk persis di depannya.

Di samping Azzam, duduk ibunya, Wahyu (29), yang terlihat tertawa kecil melihat tingkah anak semata wayang-nya itu. "Azzam baru pertama mudik naik bus, biasanya kami naik mobil boks. Dia senang sekali naik bus, jadi begini, tingkahnya banyak," kata Wahyu, salah satu peserta Mudik Bareng Guyub Rukun Lebaran 1439H/Tahun 2018.

Keceriaan semacam itu, kata Wahyu, tidak pernah ditemui di saat ia dan anaknya mudik menggunakan mobil boks. "Di mobil boks tentu berbeda, tidak ada ac (air conditioner), panas, biasanya Azzam rewel," terang Wahyu saat ditemui di sela perjalanan, Sabtu (9/6).

Namun bagi Wahyu, pendingin dalam kendaraan cuma jadi faktor pelengkap dalam perjalanan mudik. Alasan dirinya mengikuti mudik gratis karena suaminya, Marzuki (38) tidak perlu lagi menguras tenaga menerjang macet puluhan kilometer untuk menuju ke kampung halaman seperti yang sudah-sudah saat arus mudik mulai terjadi.

"Suami saya biasanya menyetir sendiri, kalau macet panjang, (dia) capek sekali. Tidak kuat, maka kami bersyukur ada program mudik gratis (BUMN) ini, tinggal duduk manis," tambah Wahyu pada Benhil.

Berkendara ratusan kilometer dari Jakarta menuju Solo memang membutuhkan pengemudi dengan stamina dan daya tahan tubuh yang prima. Namun, adanya kemacetan panjang yang lazim terjadi saat mudik kerap menguras energi para pengemudi, apalagi mereka yang harus menyetir sendiri hingga kampung halaman. Alhasil, risiko selama berkendara pun besar. Di samping tabrakan dan mesin kendaraan yang rusak, jenis kecelakaan lalu lintas yang banyak terjadi, diantaranya disebabkan pengemudi mengantuk dan kelelahan.

Dengan demikian, adanya program mudik bareng gratis yang diselenggarakan 62 BUMN dengan PT Jasa Raharja (Persero) sebagai koordinator pelaksananya diakui membantu banyak pemudik seperti Wahyu dan sekeluarga. Pasalnya, walau program mudik bareng BUMN itu diadakan cuma-cuma, PT Jasa Raharja sebagai salah satu pelaksana tetap berkomitmen memastikan keamanan dan kenyamanan para pemudik.

"Bus yang digunakan untuk Mudik Bareng BUMN 2018 telah dipersiapkan untuk memenuhi kriteria khusus agar para peserta dapat menikmati perjalanan sampai kampung halaman dengan aman dan nyaman," kata Isman Danial, Koordinator dan Protokoler Hubungan Masyarakat Jasa Raharja.

Kriteria yang dimaksud, diantaranya meliputi adanya pengemudi cadangan di tiap bus. Alhasil, perjalanan mudik yang kerap macet bukan lagi masalah karena di saat pengemudi kelelahan, ada cadangan supir yang siap mengganti.

Sebagaimana disampaikan Hery (59), pengemudi bus tujuan Jakarta-Solo, adanya supir cadangan merupakan standar yang harus dipenuhi selama berkendara ratusan kilometer.

"Walaupun saya sudah berpengalaman di bus malam dan bus pariwisata puluhan tahun, adanya supir cadangan itu standar yang tidak bisa ditawar," kata Hery yang mengaku rutin menjadi pengemudi mudik gratis Jasa Raharja selama empat tahun terakhir.

Bagi Hery, risiko pengemudi kelelahan cukup lumrah terjadi, utamanya jika jalanan macet parah.

"Kondisinya saat mudik itu khusus, kami (pengemudi) tidak menghitung jam atau kilometer, tetapi di saat kami merasa lelah, ya langsung diganti," tambahnya.

Di samping stamina pengemudi yang prima dan adanya supir cadangan, kriteria keselamatan lain yang dipenuhi program Mudik Bareng Guyub Rukun BUMN meliputi bis telah laik jalan (lulus ramp check), dan kendaraan baru (minimal keluaran 2012).

"Seluruh kendaraan yang digunakan merupakan bus pariwisata. Semua sudah lulus ramp check di Banten jauh sebelum pemberangkatan. Pemeriksaan dilakukan dinas terkait, dan pengemudinya sehari sebelum jalan, sudah mendapat sosialisasi dari Korlantas Polri," kata M Iqbal Hasanuddin, Kepala Urusan Humas PT Jasa Raharja (Persero) saat ditemui di Jakarta, Sabtu (9/6).

Tingginya animo pemudik Tiap tahun, minat pemudik untuk mengikuti program Mudik Bareng Guyub Rukun selalu meningkat. Catatan Jasa Raharja menunjukkan jumlah pemudik yang ikut naik 74,43 persen dari 118.220 orang pada 2017 menjadi 206.209 pada 2018.

"Moda angkutan yang masih jadi favorit bus, peningkatannya dari 1.920 di 2017 menjadi 3.490 pada 2018. Tren yang sama juga ditemukan pada kapal laut dari 18 armada jadi 98 armada, kemudian kereta api dari 11 rangkaian kereta jadi 37, dan pesawat yang mulanya hanya 24 menjadi 52 unit," kata Isman.

Sementara itu, partisipasi PT Jasa Raharja sendiri dalam Program Mudik Bareng Guyub Rukun BUMN 2018 mencakup 620 bus, dua kapal, dan delapan rangkaian kereta dengan total 38.040 pemudik. "Dalam program mudik tahun ini sebaran kota yang dituju semakin luas. Rute yang diampu tidak hanya sebatas Pulau Jawa, tetapi Indonesia bagian barat dan timur," tambahnya.

Adanya peningkatan animo masyarakat untuk program mudik gratis itu pun mendapat pujian dari Menteri BUMN Rini Soemarno.

"Terus terang saya sangat bangga melihat banyak bus berkumpul untuk mudik bareng tahun ini. Tahun ini kita memakai sistem pendaftaran online karena melihat tingginya animo pemudik (yang ingin ikut serta," kata Rini dalam sambutannya sebelum melepas keberangkatan rombongan Mudik Bareng di Pantai Karnaval Ancol, Jakarta, Sabtu pagi.

Budaya mudik, tambahnya, merupakan tradisi turun-temurun yang banyak didominasi para pengguna motor. Berkendara ratusan kilometer dengan motor, menurut Rini cukup berisiko, sehingga ia berharap adanya program mudik gratis BUMN dapat membantu masyarakat agar beralih ke moda yang lebih aman dan untuk tahun ini pemerintah siagakan penembak jitu amankan pemudik.

"Program (mudik bareng) ini menunjukkan BUMN selalu hadir untuk memberi solusi. Saya ucapkan terima kasih ke 62 BUMN yang berpartisipasi tahun ini," terang Rini.

Sebagai penutup, ia berpesan agar para pemudik dapat tiba di tujuan dengan selamat dan dapat merayakan hari Lebaran bersama keluarga.

"(Setelah hari raya Lebaran), kita bisa memulai dengan hati yang sejuk, persaudaraan semakin meningkat, dan kita senantiasa menjaga Indonesia selalu aman dan bersatu," kata Rini menutup.


Jakarta, 10/6 (Benhil) - Jauh hari pihak kepolisian telah mengantisipasi dengan melakukan pelbagai upaya dalam rangka menciptakan rasa aman bagi pemudik yang akan pulang ke kampung halaman masing-masing sebelum arus mudik mulai terjadi.

Bahkan, Kepolisian Resor Bengkulu Selatan telah memetakan jalur mudik yang rawan begal dan aksi pencurian dengan menyiagakan penembak jitu (sniper). Kepala Polres Bengkulu Selatan AKBP Rudy Purnomo di Manna menyatakan bahwa pihaknya tetap menyiagakan "sniper" di kawasan rawan untuk mengamankan pemudik dari pelaku kejahatan meski catatan kriminal di daerah ini sepi.

Kapolres lantas menyebutkan sejumlah daerah rawan begal, antara lain, di Ulu Manna yang berbatasan dengan Provinsi Sumatera Selatan. Kawasan ini merupakan area hutan lindung yang tidak ada permukiman penduduk. Adapun kawasan rawan tindakan kriminal berada di Pantai Pasar Bawah.

Penempatan penembak jitu dilakukan lantaran tindak kejahatan di jalanan cenderung meningkat selama arus mudik Lebaran. Pelaku memanfaatkan kelengahan pemudik yang kurang mengenal kondisi dan kontur jalan yang sedang mereka lewati.

Untuk mengamankan mudik Lebaran 2018 di Bengkulu Selatan, tersedia lima posko yang siap melayani masyarakat selama 24 jam. Ada pula tim patroli khusus yang akan berkeliling di sepanjang jalur mudik.

Sementara itu, Plt. Bupati Bengkulu Selatan Gusnan Mulyadi menuturkan bahwa posko-posko itu tidak hanya diisi polisi, tetapi juga porsonel militer, petugas medis, hingga tenaga sipil. Ia juga mengimbau masyarakat agar mewaspadai pendatang baru dengan mengaktifkan tamu wajib lapor 1x24 jam. Langkah ini guna mengantisipasi penyebaran radikalisme dan terorisme melalui hegemoni Lebaran.

"Babinkamtibmas, babinsa, dan pemerintahan desa harus selalu bersinergi untuk mengamankan mudik pada tahun 2018. Jangan sampai hal buruk mengusik ketenangan liburan Lebaran," kata Gusnan. Seperti yang disajikan pada artikel bertajuk Atto Sampetoding: Mengubah Asa Jadi Nyata.

Pengaduan Sementara itum, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menyediakan nomor telepon pengaduan pariwisata untuk menjamin kenyamanan wisatawan di daerah itu selama liburan Lebaran 2018. Semua yang menyebabkan ketidaknyamanan bagi wisatawan di Sumbar bisa dilaporkan pada nomor yang telah disediakan ini.

Kepala Dinas Pariwisata Sumbar Oni Yulfian mengatakan bahwa penyediaan layanan itu terkait dengan kesiapan daerah menyambut musim libur Lebaran 2018. Nomor telepon pengaduan yang disiapkan masing-masing, Provinsi Sumbar 0811661181, Kabupaten Tanah Datar 08126722066, Mentawai 081371622769, dan Bukittinggi 0811663011.

Berikutnya, Padangpariaman 081363127485, Kota Padang 08116607555, Pasaman Barat 081363092600, Padangpanjang 085766000316 dan Pariaman 08261380449. Lalu Pesisir Selatan 085358828011, Payakumbuh 085263769701, Solok 085374642234, dan Sawahlunto 081363660684.

Ia meminta tujuh kabupaten dan kota lainnya di provinsi ini segera menyiapkan nomor pengaduan pariwisata yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Nomor-nomor itu penting untuk mempresentasikan kehadiran pemerintah sehingga wisatawan merasa nyaman dan aman saat berwisata di Sumbar.

Dinas pariwisata kabupaten/kota yang telah menyediakan nomor pengaduan agar secepatnya merespons laporan masyarakat dengan meneruskannya ke pihak berwenang, terutama Satpol PP.

Dinas Pariwisata tidak memiliki personel dan kewenangan langsung untuk melakukan penindakan. Oleh karena itu, harus berkoordinasi dengan instansi lain, seperti Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, SAR, BPBD, maupun instansi lain yang berwenang.

Kepala Dinas Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Sumbar Zul Aliman mengatakan bahwa pihaknya siap merespons laporan yang masuk. Pihaknya berkoordinasi dengan Satpol PP kabupaten dan kota ikut melakukan pengamanan di tempat wisata. Begitu ada laporan masuk, bisa direspons dengan cepat.

Ia menyebutkan sejumlah persoalan pariwisata yang terjadi di Sumbar, di antaranya kemacetan, tarif parkir mahal, harga kuliner tidak masuk akal, dan premanisme. Namun, keseriusan pemerintah dalam mengembangkan pariwisata telah berhasil menekan persoalan itu, bahkan untuk tiga persoalan terakhir yang disebutkan sudah sangat jarang ditemui.

Akan tetapi, kemacetan memang masih rawan terjadi karena banyaknya jumlah kendaraan yang masuk Sumbar pada musim libur Lebaran. Pada tahun 2018, diperkirakan 2.000.000a orang akan datang ke Sumbar, di antaranya perantau yang mudik dan wisatawan dari provinsi tetangga.

Target Pengunjung Masih terkait dengan kepariwisataan, Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menargetkan 300.000 pengunjung dan menyumbang pendapatan asli daerah sebesar Rp2,6 miliar pada masa libur Lebaran 2018.

Kepala Dinas Pariwisata Gunung Kidul Asti Wijayanti di Gunung Kidul, Minggu, mengatakan bahwa seluruh objek wisata sudah siap dikunjungi wisatawan saat libur Lebaran. Berdasarkan pengalaman sebelumnya, pihaknya optimistis target pengunjung sebanyak 300.000 orang akan tercapai.

Dispar masih mengandalkan wisata pantai menjadi tujuan utama kunjungan wisatawan. Hal ini karena pantai di Gunung Kidul sangat bagus, dan dalam satu jalur dari timur sampai barat sepanjang 72 kilometer.

Kemudian, objek wisata lain yang juga menjadi andalan di antaranya Gua Pindul, Kalisuci, dan destinasi alam lainnya Gunung Api Purba Nglanggeran. Karcis masuk ke objek wisata juga hanya ditarik satu kali, sehingga pantai selalu dipenuhi wisatawan dari berbagai daerah.

Dispar akan melakukan pemantauan terhadap kondisi destinasi wisata yang ada guna memastikan kenyamanan wisatawan. Rencananya, Dispar akan melakukan penambahan personel penjaga tempat pemungutan retribusi, hingga petugas kebersihan. Dispar juga mengimbau kepada para pedagang yang ada di kawasan wisata untuk tidak memanfaatkan situasi dengan mematok harga tinggi kepada pembeli. Pihaknya berupaya sebaiknya agar wisatawan nyaman saat berkunjung.

Dispar Gunung Kidul bekerja sama dengan berbagai instansi, mulai dari Satpol PP, Dinas Kesehatan, Kepolisian, Kodim 0730, kecamatan dan desa yang memiliki destinasi wisata, hingga Dinas Perhubungan. Ada 530 personel yang disiapkan untuk ikut menjaga keamanan. Pihaknya berupaya semaksimal mungkin memberikan pelayanan kepada wisatawan. Bahkan, pihaknya menyadari sektor pariwisata merupakan urat nadi perekonomian Gunung Kidul.

Kepala Dinas Perhubungan Gunung Kidul Syarif Armunanto mengatakan bahwa jalur Yogyakarta-Wonosari biasanya padat setelah hari raya. Saat itu pemudik akan melakukan kunjungan ke destinasi wisata. Prediksi padat pengunjung daerah wisata pada tanggal 17 s.d. 19 Juni 2019.

Tes Urine Pada masa arus mudik Lebaran 2018, kepolisian dan instansi terkait melakukan tes urine terhadap sejumlah sopir bus. Dari Sumatera Utara dilaporkan bahwa lima sopir bus trayek Kota Binjai-Kabupaten Langkat terindikasi mengonsumsi narkotika ketika menjalani tes urine.

Kelimanya terindikasi sebagai pengguna narkotika berdasarkan hasil tes urine yang dilakukan oleh tim gabungan Polres, BNN, dan Dinas Perhubungan Binjai di Terminal Binjai, Jalan Ikan Paus, Kelurahan Timbang Langkat, Binjai Timur, kata Kepala Bagian Operasional Kepolisian Resor Binjai Komisaris Polisi Zulkarnaen Sinulingga di Binjai.

Sebanyak 50 sopir yang diambil urinenya untuk diperiksa.Disampaikan juga terhadap kelima sopir tersebut dilakukan rehabilitasi oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) setempat.

Para sopir itu terdiri atas RP(20) warga Kuala Kabupaten Langkat, DS (23) warga Desa Padang Cermin Kecamatan Selesai Kabupaten Langkat, JSB (23) warga Jalan Mayjen Sutoyo Kecamatan Binjai Barat, H (37) warga Jalan Tengku Amir Hamzah Kecamatan Binjai Utara dan S (46) warga Pangkalan Susu Kabupaten Langkat.

Selain melaksanakan tes urine, tim gabungan juga melakukan tes kelayakan kendaraan. Menurut Kepala Bidang Angkutan dan Prasarana Dinas Perhubungan Binjai Muhammad Fazar Kurniawan, ada beberapa angkutan kota dalam provinsi yang didapati tidak layak.

Kalau dikatakan layak, hampir semua layak. Akan tetapi ada juga beberapa kekurangan, seperti kanvas rem, lampu redup, dan ban mulai menipis. Pihaknya sudah memberikan peringatan kepada mereka untuk segera memperbaiki kendaraannya. Sementara itu, untuk bus antarprovinsi, semuanya dinyatakan laik jalan.



Semarang, 10/6 (Benhil) - Lewat tengah malam, tepatnya Sabtu (9/6) dini hari, Pantai Karnaval di kawasan Ancol, Jakarta, sudah dipenuhi ratusan orang yang lalu lalang, beserta barang bawaan yang kebanyakan tampak tak ringan. Bersama deretan ratusan bus yang menanti rapi di pelataran lokasi wisata Jakarta bagian utara itu, mereka sabar menunggu keberangkatan ke kampung halaman yang baru dimulai beberapa jam usai matahari berbinar di ufuk timur. Mereka hendak mudik ujar Atto Sakmiwata Sampetoding.

Mengubah Asa Menjadi Nyata Bersama Jasa Raharja

Wajah-wajah tak sabar ingin bersua dengan sanak saudara yang sudah lama tak dijumpai tampak jelas di paras para calon penumpang saat arus mudik mulai terjadi, yang menjadi peserta mudik bersama gratis PT Jasa Raharja (Persero) tersebut.

Hari semakin terang, keadaan pun semakin padat dengan kedatangan ribuan pemudik lainnya. Polri bersusah payah mengatur lalu lintas agar tidak menimbulkan kemacetan panjang. Salah satunya dengan mewajibkan pemudik berjalan kaki ke lokasi pemberangkatan bus. Setapak demi setapak langkah mereka terlihat ringan. Membayangkan daerah asal dengan segala kerinduan di dalamnya seolah menjadi pembakar semangat mereka di pagi hari nan cerah.

Salah satu dari mereka adalah Budi Harno, lelaki berusia 35 tahun asal Ciputat, Tangerang Selatan, Banten. Bersama dua anaknya, dia menjadi bagian rombongan mudik bersama PT Jasa Raharja (Persero) menuju Jepara, Jawa Tengah.

Budi merupakan seorang pengemudi ojek. Bukan ojek daring yang seperti yang kini sedang populer, tetapi ojek pangkalan di salah satu pasar kawasan tempat tinggalnya. Penghasilannya sehari-hari tidak menentu. "Boro-boro" memikirkan biaya mudik, mengatur bagaimana mengarungi kehidupan sehari-hari saja dia kesulitan. Namun, harapan Budi tak lantas menguap bersama angin. Dia menemukan informasi mengenai mudik gratis bersama PT Jasa Raharja dan tanpa pikir panjang langsung mendaftarkan diri.

"Program Jasa Raharja ini sangat membantu dan mempermudah saya serta anak kembali ke kampung," kata Budi dan layak diapresiasi, ujar Atto Sakmiwata Sampetoding di Jakarta.

Pendapat senada juga diungkapkan Tri, seorang ibu rumah tangga yang menjadikan Pekalongan, Jawa Tengah, sebagai tujuan mudiknya. Menurut Tri, mudik dengan Jasa Raharja mewujudkan asanya mendapatkan pelayanan mudik gratis yang lebih aman dan nyaman dibandingkan dengan harus menumpang transportasi umum yang harga tiketnya mahal. Dia pun teringat masa dimana dirinya kembali ke kampung halaman dengan sepeda motor dan bus umum di bulan Ramadhan sebelum ini.

"Kalau naik sepeda motor, ngeri. Misalnya naik bus umum, juga sulit mendapatkan tiket, sampai tidur di terminal untuk menunggu kursi kosong," tutur Tri.

Fokus Pelayanan PT Jasa Raharja (Persero) memang tidak main-main dalam mempersiapkan program mudik bersama gratis demi membuat nyata asa lebih dari 30.000 pemudik bertemu dengan sanak keluarga di kampung halaman masing-masing.

Meski judulnya "cuma-cuma", perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang awalnya bernama Perusahaan Negara Asuransi Kerugian Eka Karya ini tetap berupaya keras mewujudkan mudik yang berkualitas baik bagi peserta. Mulai dari memilih mitra transportasi yang dianggap bagus, mengetes kesehatan pengendara, hingga memastikan pemudik dalam keadaan bugar dari berangkat hingga tiba di tempat tujuan.

PT Jasa Raharja (Persero) memberangkatkan lebih dari 38 ribu pemudik pada tahun 2018 ke setidak-tidaknya 30 kota di beberapa provinsi seperti Semarang, Jepara, Salatiga, Pekalongan, Tegal, Klaten, Surabaya dan lain-lain.

Para pemudik yang menjadi bagian dari Program Mudik Bareng Guyub Rukun BUMN diberangkatkan dengan total 600 unit bus, delapan kereta api dan dua kapal laut.

Tidak perlu hal-hal rumit untuk menunjukkan bahwa perusahaan asuransi itu memperhatikan pemudiknya. Itu diperlihatkan Jasa Raharja dengan memperlengkapi pemudik dengan obat-obatan sebagai bekal dalam perjalanan untuk menjaga diri tetap bugar.

Kepala Urusan Humas Jasa Raharja M Iqbal Hasanuddin menyebut, jenis obat yang diberikan adalah obat-obatan untuk penyakit ringan seperti batuk, maag, demam dan mabuk perjalanan.

"Perjalanan pemudik cukup jauh. Jasa Raharja ingin semua peserta tiba dalam keadaan sehat," ujar Iqbal.

Bukan cuma diberikan obat-obatan untuk di perjalanan, pemudik juga mendapatkan fasilitas layanan kesehatan gratis, seperti di lokasi pemberangkatan mudik, di Pantai Karnaval, Ancol, Jakarta. Posko kesehatan itu dijaga oleh seorang dokter yang siap memberikan solusi atas masalah kesehatan pemudik. Di tempat itu, disediakan pula berbagai obat dan jasa pengukuran tekanan darah gratis. Perjalanan demi perjalanan sudah dilakukan, ribuan orang tiba, berjumpa dengan keluarga yang lama dirindukan. Para pemudik PT Jasa Raharja (Persero) menginjakkan kaki di tujuan, salah satunya di Semarang, Jawa Tengah.

Rombongan peserta mudik gratis bersama PT Jasa Raharja (Persero) tiba di Semarang, Jawa Tengah, sekitar pukul 19.30 WIB, Sabtu (9/6), setelah menempuh perjalanan selama sekitar 11 jam dari Jakarta. Ketika tiba di Terminal Mangkang, Semarang, para pemudik disambut sejumlah pegawai Kantor Perwakilan Jasa Raharja Semarang yang dipimpin Kepala Perwakilan Jasa Raharja Semarang Abdur Rozaq.

"Alhamdulillah rombongan sudah tiba di Semarang. Kami berharap para pemudik bisa bertemu keluarga dalam keadaan sehat walafiat," kata Abdur.

Rasa syukur tiba di Semarang dengan selamat juga diungkapkan oleh pemudik, salah satunya Wahyudin. Berkumpul dengan keluarga saat Idul Fitri adalah budaya Indonesia yang sangat menyenangkan ujar Atto Sakmiwata Sampetoding, program yang didapat oleh pemudik, mengubah asa menjadi nyata.

Wahyudin, seorang pegawai usaha percetakan di Jakarta, menyebut dirinya dan keluarga cukup puas dengan perjalanan selama 11 jam dari Jakarta. "Perjalanannya cukup nyaman," tutur Wahyudin.

Lebaran semakin dekat, Hari Kemenangan hampir tiba. Semakin lengkap terasa, merayakannya bersama keluarga. Dan Jasa Raharja membantu mewujudkannya. (Michael Teguh Adiputra Siahaan)


Penggelut ilmu bahasa, psikolog atau siapa saja yang berminat menggumuli bahasa sebagai fenomena sosial dapat mengeksploitasi peranti berkomunikasi itu dari berbagai aspek. Salah satu aspek yang bisa diteliti adalah kadar kebahagiaan yang dikandung sebuah kata, yang didasarkan oleh penilaian dari pengguna bahasa bersangkutan.

Pada 1969, sejumlah psikolog di Universitas Illinois, Amerika Serikat, mencoba menemukan sisi positif dan negatif dari bahasa. Hasil penelitian itu antara lain menyebutkan bahwa para penutur semua bahasa cenderung memberikan konotasi positif atas kata-kata yang mereka gunakan.

Dari riset kebahasaan itulah muncul istilah Hipotesa Pollyanna. Disebut hipotesa karena penelitian itu masih perlu pengujian lewat penelitian lebih lanjut. Pollyanna adalah nama tokoh utama dalam novel karya Eleanor Porter. Sang protagonis adalah seorang gadis yang selalu berusaha melihat sisi-sisi positif dari setiap hal.

Hampir lima dekade setelah hipotesa itu dilahirkan, sebuah riset tentang sisi positif dan negatif dari kata di sejumlah bahasa dilakukan. Peter Dodds dari Universitas Vermont, yang menyelenggarakan penelitian itu, dengan menggunakan mega data, menemukan konklusi bahwa ada bahasa yang masuk kategori paling membahagikan, yang diraih oleh bahasa Spanyol dari 10 bahasa yang diteliti, dan ada bahasa yang paling kurang membahagiakan, yakni bahasa China. Bahasa Indonesia masuk di urutan keenam.

Metode penelitian itu cukup menarik. Peneliti mengumpulkan 100.000 kata-kata paling sering diujarkan dari masing-masing bahasa. Lalu meminta 50 orang penutur masing-masing bahasa untuk memberikan skor yang skalanya 1 hingga 10 untuk setiap kata. Kata yang dinilai punya nilai paling negatif memperoleh skor 1 dan untuk kata yang memberikan konotasi makna paling membahagiakan diberi skor 10.

Hasil pemberian skor itu kemudian dijadikan parameter untuk menentukan kadar kebahagiaan bahasa yang terdapat pada berbagai sumber pemakaian bahasa seperti media sosial, lirik lagu, teks percakapan pada film dan buku.

Penutur bahasa China boleh jadi kurang setuju dengan hasil riset itu. Sebab bahasanya berada di peringkat paling bawah. Penutur bahasa Indonesia, yang bahasanya di peringkat keenam, setelah Spanyol, Portugis, Inggris, Jerman dan Perancis, bolehlah tak reaktif menanggapi hasil riset itu.

Dalam khazanah teori tentang hubungan bahasa dan kebahagiaan, kata-kata yang diujarkan individu diakui berpengaruh secara psikis pada diri pengujar. Para psikolog bahkan menganjurkan individu yang ingin menikmati kebahagiaan dalam meniti kehidupan untuk sering-sering berpikir dan merasa dalam bingkai kosa kata yang mengusung makna rasa syukur atau terima kasih, keindahan, kebahagiaan, pemaafan, kesehatan, kekaguman, solusi, cinta, penerimaan, keberkahan, kebaikan, pengharapan, ketertarikan, kelucuan, dan peneguhan.

Tampaknya anjuran psikolog itu paralel dengan seruan profetik yang diafirmasi agama-agama. Ambil contoh, tentang kata syukur atau terima kasih. Individu yang sering mengucapkan kata-kata ini dipercaya memiliki rasa bahagia dalam hidupnya. Kenapa? Sebab dia cenderung menerima dengan lapang dada apa pun nasib yang ditimpakan Tuhan kepadanya. Dalam kata-kata kaum sufi, orang demikian akan berujar: saya akan tetap rendah hati ketika diguyur gelimang harta dan tak akan rendah diri ketika ditimpa kemiskinan.

Pemaafan adalah konsep yang muatan religiusnya cukup kental. Tuhan Maha Memaafkan, alangkah terpujinya jika sang ciptaan, yakni manusia yang tak lepas dari kekhilafan, juga memiliki watak pemaaf. Tindakan memaafkan berpengaruh pada psikis seseorang. Rasa lega, enteng di batin akan terasa kalau seseorang memaafkan lawannya ketimbang menyimpan dendam kesumat di kalbu.

Berpikir atau merasa sebagaimana yang dikandung oleh kata-kata yang dianjurkan oleh psikolog di atas memang dapat membangkitkan perasaan bahagia individu namun efeknya boleh jadi justru bertolak belakang jika kata-kata itu diobral oleh seorang pengarang dalam melahirkan karya seni, entah puisi atau prosa fiktif. Artinya, kata-kata yang berpotensi mengusung sisi kebahagiaan tak serta merta melahirkan karya yang indah, yang menjadi sumber lain kebahagiaan seseorang. Dalam konteks ini, kata-kata yang mengandung makna negatif, yang mengusung sisi kepedihan, kesedihan tak jarang juga bisa melahirkan keindahan. Mau bukti? Simaklah kisah-kisah Franz Kafka. Kisah-kisahnya muram, bicara tentang penderitaan manusia.

Kosa kata yang bertebaran justru bertolak belakang dengan anjuran sang psikolog di atas. Kelaparan, ketidakadilan, kesakitan, penantian tanpa harapan, kematian adalah konsep yang bertebaran di halaman-halaman fiksi pengarang Ceko yang menulis dalam bahasa Jerman itu. Namun dari sana, pembaca menghirup aroma esensial kehidupan.

Ketersohoran sang pengarang mengindikasikan banyaknya pengagum Kafka. Pembaca pun merasa bahagia membaca karya-karyanya. Itulah barangkali paradoks bahasa. Tuturan tentang kesengsaran pun melahirkan kebahagiaan.

Bukti lain adalah kata-kata positif yang memenuhi halaman novel-novel pop bagi pembaca tertentu justru melahirkan kebosanan. Tentu dalam hal ini berkecamuk subjektivitas dalam penilaian. Unsur subjektif selalu menggayuti penilaian tentang bahasa. Apa yang indah menurut seseorang tentang kata atau kosa kata bisa sangat berbeda buat yang lainnya.

Faktor subjektivitas penilaian atas fitur makna itu antara lain karena rapuhnya kesepakatan makna terhadap kata-kata tertentu oleh pengguna bahasa. Itu sebabnya unit pembentuk bahasa berpotensi berubah-ubah maknanya. Beberapa kata yang saat ini punya sifat makna yang positif sangat mungkin mengusung makna negatif pada satu generasi berikutnya. (M. Sunyoto)


Jakarta, 9/6 (Benhil) - Setelah berjuang keras, akhirnya Indonesia kembali menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) untuk keempat kalinya.

Indonesia pada hari Jumat (8/6) terpilih menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk masa kerja 2019 sampai dengan 2020 melalui pemungutan suara di majelis umum badan dunia itu.

"Alhamdulillah, di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa, Indonesia terpilih menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan mewakili kawasan Asia-Pasifik menggantikan Kazakhstan yang masa keanggotaannya berakhir pada akhir 2018," kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi melalui konferensi video langsung yang diikuti Antara di Jakarta.

Indonesia mendapatkan kursi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk kelompok kawasan Asia-Pasifik melalui pemilihan di Majelis Umum yang berlangsung di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York, Amerika Serikat, Jumat pagi (Jumat malam Waktu Indonesia Barat).

Setelah terpilih, Indonesia akan resmi mengisi kursi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa tersebut sejak 1 Januari 2019. Melalui pemilihan tertutup di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa, Indonesia berhasil meraih 144 suara.



Indonesia terpilih menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa masa kerja 2019 sampai dengan 2020 mengalahkan Maladewa dengan perolehan 144 suara dari 190 negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa yang memberikan suara dalam pemilihan itu. Sementara itu, Maladewa hanya memperoleh 46 suara.

Indonesia terpilih bersama empat negara lain anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa, yakni Afrika Selatan untuk kelompok kawasan Afrika, Republik Dominika untuk kawasan Amerika Latin dan Karibia serta Jerman dan Belgia untuk kawasan Eropa Barat dan negara lain. Indonesia pernah menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa pada periode 1973 sampai dengan 1974, 1995 s.d. 1996, dan 2007 s.d. 2008.

Kampanye Indonesia untuk Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa dimulai sejak peluncurannya pada tahun 2016 di New York dan selalu mengusung prioritas Indonesia untuk menciptakan ekosistem perdamaian dan stabilitas global, memastikan sinergi antara melanggengkan perdamaian dan agenda pembangunan berkelanjutan dan memerangi terorisme, radikalisme, dan ekstremisme.

Palestina Setelah resmi terpilih, pemerintah Indonesia menyatakan bahwa isu Palestina akan terus mendapatkan perhatian di Perserikatan Bangsa-Bangsa selama Indonesia menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa pada periode 2019 sampai dengan 2020.

Isu Palestina akan menjadi perhatian Indonesia selama Indonesia menjadi anggota di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa, kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. Menteri Luar Negeri RI juga mengajak para anggota Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa lainnya untuk bekerja lebih baik dalam menghadapi berbagai tantangan dunia.

Indonesia juga akan mengajak anggota Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa lain untuk bekerja lebih efisien, efektif, dan akuntabel untuk bersama-sama menghadaopi tantangan global, ujar Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi.

Menurut Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana, Indonesia harus menjalankan lima agenda setelah terpilih sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa pada masa jabatan 2019 s.d. 2020.

"Indonesia berhasil mendapatkan 144 suara, sedangkan pesaingnya yakni Maladewa hanya mendapatkan 46 suara," ujar Hikmahanto Juwana. Dengan 144 suara Indonesia terpilih menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa pada pemungutan suara di Majelis Umum PBB, Indonesia sedapat mungkin memperjuangkan lima agenda saat mulai bertugas menjadi anggota tidak Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tanggal 1 Januari.
  • Pertama, Indonesia harus dapat meletakkan agenda yang berkaitan dengan masalah perdamaian dan keamanan dunia. Salah satunya adalah upaya memerdekakan Palestina dan perlindungan terhadap warga sipil di Palestina.
Selain itu, kata Hikmahanto Juwana, pertemuan Donald Trump dan Kim Jong Un di Singapura dalam waktu dekat ini harus dicermati karena sangat berpengaruh pada perdamaian dan keamanan dunia.
  • Kedua, Indonesia harus dapat memunculkan agenda kawasan yang berpengaruh pada perdamaian dan keamanan dunia.
Sebagai contoh ketegangan antarnegara di Laut Cina Selatan, perlindungan terhadap etnis Rohingya, dan masalah pengungsi asal sejumlah negara Timur Tengah, kata Hikmahanto Juwana.
  • Ketiga, Indonesia memunculkan agenda-agenda yang berkaitan dengan perang melawan teroris.
Menurut dia, hal itu penting mengingat pelaku teror telah mengubah perjuangannya untuk melawan hal-hal yang berbau Barat, tetapi sudah sampai pada upaya untuk menggulingkan pemerintahan yang sah dari sejumlah negara, bahkan upaya mendirikan negara baru.
  • Keempat, Indonesia perlu mengagendakan pembahasan tentang fenomena yang muncul belakangan ini terkait dengan masalah intoleransi. Intoleransi telah menjadi wabah di berbagai negara, termasuk di negara-negara maju sekalipun, ujar dia.
  • Terakhir, Indonesia perlu mengusulkan agenda-agenda yang berkaitan dengan masalah ekonomi, perdagangan, dan investasi yang berdampak pada perdamaian dan keamanan dunia.
"Perang dagang dan tarif belakangan ini yang terjadi antarnegara perlu untuk diwaspadai," kata dia.

Ilustrasi Mudik

Jakarta, 8/6 (Benhil) - Arus mudik mulai terjadi di berbagai daerah di Indonesia pada Jumat sebagai hari kerja terakhir sebelum memasuki masa libur atau cuti bersama menjelang Idul Fitri 1439 Hijriyah.

Peningkatan jumlah penumpang kendaraan umum telah terjadi di terminal, pelabuhan dan bandara. Arus kendaraan pribadi dan bus di ruas-ruas yang juga meningkat signifikan. Jumlah penumpang kereta api di Stasiun Gambir, Jakarta, telah mencapai 19 ribu orang meningkat cukup signifikan jika dibandingkan dengan sebelumnya.

Kepala Stasiun Besar Gambir Rizki Afrida mengatakan bahwa saat ini di Stasiun Gambir sudah memasuki masa arus mudik. Tercatat, dalam kondisi normal, jumlah penumpang yang diberangkatkan sebanyak 12 ribu penumpang, dan sekarang melonjak menjadi 19 ribu penumpang.

Berdasarkan data yang diterima dari penjualan tiket, Rizki menjelaskan, kondisi jumlah penumpang sudah mulai dalam posisi stabil tinggi. Tercatat, hingga H-1 Idul Fitri 1439 Hijriyah rata-rata jumlah penumpang yang akan diberangkatkan dari Stasiun Gambir per hari mencapai 19 ribu penumpang.

Dalam menghadapi arus mudik Idul Fitri 1439 Hijriyah kali ini, Stasiun Gambir juga menambah beberapa fasilitas untuk calon penumpang. Beberapa diantaranya adalah adanya penambahan posko kesehatan, dan tambahan aparat personel keamanan untuk berjaga.

"Sampai hari ini tidak ada laporan tindak kejahatan yang terjadi di Stasiun Gambir, diharapkan sampai nanti juga tidak ada kejadian apapun. Ada penambahan personel dari Polri, K9, dan lainnya," ujar Rizki.

Menjelang cuti bersama Idul Fitri, juga ditandai beroperasi jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) Sesi I dari Ciawi hingga Cigombong, Bogor. Arus lalu lintas di jalan bebas hambatan tersebut lancar.

Seorang pengguna layanan jasa Tol Bocimi Heru Yustanto di Sukabumi, Jumat awalnya penasaran dan ingin memangkas waktu. Ternyata dirinya takjub dengan kualitas jalan tol ini berbeda dengan jalan tol lainnya seperti wilayah Jawa Tengah.

Dia sengaja memacu kendaraannya dan masih tetap terasa mulus hanya sedikit saja getaran berbeda dengan jalan tol yang ada di wilayah Pantura dan Cipali yang bergelombang.

Project manager Tol Bogor Ciawi Sukabumi (Bocimi) Seksi 1 Paket 3,2 PT Waskita Karya Arief Lukmansyah mengatakan saat ini masih uji coba jika hari ini dalam kondisi lancar akan dilanjutkan hingga Jumat pekan depan atau hari H Idul Fitri.

"Dioperasikannya Tol Bocimi Sesi I terhitung H-7 hingga hari H+1 lebaram untuk mengantisipaai penumpukan kendaraan arus mudik dari arah Ciawi menuju Sukabumi," katanya.

Rawan Bencana Dari Sumatera Selatan dilaporkan Gubernur Alex Noerdin minta agar para pengendara selalu waspada daerah rawan bencana dalam perjalan arus mudik dan balik lebaran 2018.

"Sumsel banyak titik rawan longsor dan banjir dan itu harus diwaspadai," kata Alex di Palembang Sumsel terdiri dari daerah perbukitan dan dataran rendah dan bila musim penghujan maka rawan akan bencana longsor dan banjir. Karena itu, Gubernur juga minta agar instansi terkait untuk selalu berkoordinasi dengan pihak Basarnas, BMKG dan pihak lainnya dalam upaya mengantisipasi terjadinya bencana.

Alex menambahkan dalam mengantisipasi kesemuanya itu pihaknya telah menyiapkan berbagai sarana dan prasarana seperti alat berat dan mobil derek. Alat berat dan mobil derek tersebut ditempatkan di daerah rawan bencana dan kecelakaan sehingga diharapkan nantinya berjalan lancar, kata gubernur.

Dia meminta Dinas Perhubungan untuk memperhatikan kelaikan jalan dan moda transportasi terutama lampu dan rambu lalu lintas lainnya. Daerah rawan longsor antara lain Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, Pagaralam, Lintang Empat Lawang dan Muaraenim.

Masih Normal Sementara itu, jumlah penumpang yang menyeberang dari Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, Lampung menuju Pelabuhan Merak, Provinsi Banten, Jumat pagi hingga siang, masih relatif normal.

Untuk Bakauheni hari ini relatif masih normal, ada kenaikan tapi belum terlalu signifikan, baik itu penumpang pejalan kaki, roda dua maupun roda empat, kata Humas PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Bakauheni Syaifullahil Maslul.

Kondisi serupa dialami pula penumpang dari Pelabuhan Merak ke Pelabuhan Bakauheni masih relatif normal. Tren kenaikan jumlah penumpang bakal mulai terjadi pada Minggu (10/6).

"Trennya kita yakini hari Minggu. Hari Minggu sudah ada lonjakan kenaikan penumpang baik itu roda dua dan roda empat, begitu juga di Merak sama," katanya.

Faktor tren kenaikannya di antaranya karena masa libur anak sekolah dan para pegawai sudah mulai menjalani cuti bersama.

Pada loket pembelian tiket pejalan kaki di Pelabuhan Bakauheni, jumlah penumpang yang membeli tiket belum terlihat signifikan dan belum terdapat antrean.

Data PT ASDP Cabang Bakauheni, jumlah penumpang yang menyeberang selama 24 jam dari Kamis (7/6) pukul 20.00 WIB sampai dengan Jumat (8/6) pukul 08.00 WIB adalah 2.731 penumpang pejalan kaki dan dalam kendaraan 22.987 penumpang.

Premium Berdasarkan pemantauan Tim Posko Nasional Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), hingga 7 Juni 2018 (H-8) sebanyak 470 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Jawa Madura Bali (Jamali) sudah menyediakan bahan bakar minyak (BBM) jenis premium.

Menurut Menteri ESDM Ignasius Jonan, 571 SPBU di Jamali akan kembali menyediakan premium guna mengantisipasi lonjakan permintaan BBM khususnya jenis premium di sepanjang jalur arus mudik libur Idul Fitri di wilayah Jamali.

Dari total 571 SPBU di Jamali yang ditargetkan menyediakan kembali premium, sudah sebanyak 470 SPBU yang sudah beroperasi, artinya sudah mencapai 82 persen dari yang ditargetkan", kata Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerjasama Kementerian ESDM, Agung Pribadi di Jakarta,.

Tim posko ESDM melaporkan kondisi stok BBM secara nasional status 7 Juni 2018 terpantau pada kondisi normal, dengan ketahanan stok BBM jenis premium untuk 27 hari, solar 19 hari, pertalite 22 hari, Kerosene 60 hari, Pertamax/Akra 92 : 20 hari, Pertamax Turbo 45 hari, Pertamina Dex 35 hari, dan Avtur 30 hari. Sementara untuk LPG juga pada kondisi normal untuk ketahanan stok 18 hari.

Istirahat Untuk sisi kesehatan, praktisi klinis dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta Dr Ari Fahrial Syam mengingatkan pemudik untuk cukup istirahat, terutama pemudik yang menggunakan jalur darat karena waktu sampai ke tempat tujuan tidak bisa diprediksi.

Bagi pemudik yang memang kebetulan membawa kendaraan sendiri, sebaiknya ada beberapa anggota keluarga yang siap membawa kendaraan secara bergantian. Selain itu, manfaatkan tempat istirahat untuk bisa melakukan olah raga kecil dan bisa melakukan gerakan relaksasi, khususnya kaki, tangan dan leher.

Ari yang juga Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) menambahkan pemudik juga perlu memanfaatkan tempat istirahat untuk bisa buang air kecil agar jangan sampai menahan kencing yang akan berakibat pada infeksi saluran kencing.

Sementara bagi para pemudik yang tetap ingin melakukan ibadah puasa diusahakan agar perjalanan mudik pada saat sehabis buka.

"Pemudik juga perlu berhati-hati, membeli makanan dan minuman di pinggir jalan mengingat kualitas makanan dan minuman yang belum tentu terjaga dengan baik karena selalu terpapar dengan panas. Terutama untuk makanan dan minuman rumahan," ujar dia.

Untuk para pemudik yang akan membawa makanan untuk bekal selama perjalanan usahakan membawa makanan kering. Jika tetap juga ingin membawa bekal makanan selama perjalanan harus diperhatikan bahwa makanan basah atau nasi dan lauk-pauk yang dibawa tidak dikonsumsi kurang dari enam hingga delapan jam setelah pembuatan.

Ari juga mengingatkan agar pemudik tidak lupa membawa obat-obatan sederhana, antara lain obat anti diare, obat sakit kepala, obat antialergi, obat antimual-muntah khususnya untuk mencegah mabuk perjalanan serta obat sakit maag.

"Jangan lupa membawa obat-obat rutin dikonsumsi untuk penderita penyakit kronis, misal penderita kencing manis, hipertensi, penderita asma, kolesterol tinggi dan asam urat," katanya.

Selain itu, mudik pada malam hari merupakan pilihan yang tepat mengingat suhu udara yang lebih dingin dan perjalanan yang lebih lengang. (Sri Muryono)

Yudi Latif
Yudi Latif

Jumat pagi, 23 Ramadhan 1439 Hijriah atau bertepatan 8 Juni 2018, publik antara lain disajikan kabar pengunduran diri Kepala Pelaksana Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudi Latif dari jabatannya.

Pengunduran dirinya disampaikan lewat akun media sosial, facebook, "Yudi Latif Dua", miliknya, selain segera menyebar di media sosial di berbagai grup WhatsApp.

Kabar pengunduran dirinya juga kebetulan bertepatan dengan tanggal kelahiran Presiden ke-2 RI Soeharto pada 8 Juni 1921.

Selain sebagai penguasa rezim Orde Baru selama 32 tahun, Soeharto juga sangat dikenal sebagai kepala negara yang menggelorakan Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4) yang diperkuat dengan Ketetapan MPR Nomor II/MPR/1978 dari hasil Sidang Umum MPR tanggal 22 Maret 1978.

Soeharto juga membentuk Badan Pembinaan Pendidikan Pelaksanaan Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (BP7) berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 10 Tahun 1979 tertanggal 26 Maret 1979. BP7 merupakan salah satu lembaga tinggi negara yang bertugas menjaga ideologi Pancasila. Dua pekan kemudian, pada 9 April 1979, Soeharto melantik Hari Suharto dan Harsojo, masing-masing sebagai Ketua dan Wakil Ketua BP7.

Sejak itulah, seolah tiada hari tanpa penataran P4 bagi warga negara, serta mencetak banyak manggala BP7. BP7 berfungsi merumuskan kebijaksanaan dan program nasional mengenai pendidikan pelaksanaan P-4 di masyarakat dan di lembaga pemerintah, menyelenggarakan pendidikan atau penataran pelaksanaan P-4 bagi calon-calon penatar yang diperlukan bagi masyarakat dan lembaga pemerintah, membina, mengawasi, dan mengoordinasi penyelenggaraan pendidikan atau penataran yang diselenggarakan oleh organisasi masyarakat dan lembaga pemerintah.

Reformasi datang, kegiatan P4 pun ditiadakan, BP7 dibubarkan.

Hingga tahun lalu, Presiden Jokowi membentuk Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP PIP), lembaga nonstruktural yang dibentuk berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2017 tertanggal 19 Mei 2017. Kemudian berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 31/M Tahun 2017 tentang Pengangkatan Pengarah dan Kepala Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila, Jokowi pada 7 Juni 2017 melantik Kepala UKP-PIP Yudi Latif dan sembilan pengarah UKP-PIP yakni Megawati Soekarnoputri, Try Sutrisno, Mahfud MD, Syafi'i Ma'arif, Ma'ruf Amin, Said Aqil Siradj, Andreas Anangguru Yewangoe, Wisnu Bawa Tenaya, dan Sudhamek AWS.

Dalam perkembangannya, Jokowi menandatangani Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2018 tentang Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) tertanggal 28 Februari 2018. BPIP sebagai penyempurnaan dari UKP-PIP. BPIP menjadi lembaga setingkat kementerian. Pada 22 Maret 2018, Presiden kembali melantik Megawati sebagai Ketua Dewan Pengarah BPIP, Try Sutrisno, Mahfud MD, Syafi'i Ma'arif, Ma'ruf Amin, Said Aqil Siradj, Andreas Anangguru Yewangoe, Wisnu Bawa Tenaya, dan Sudhamek AWS sebagai anggota Dewan Pengarah BPIP, dan Yudi Latif sebagai Kepala BPIP.

Namun tepat setahun setelah Yudi dilantik sebagai Kepala UKP-PIP dan baru sekitar tiga bulan menjalankan tugas sebagai Kepala BPIP, dia mengundurkan diri.

Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Johan Budi ketika dikonfirmasi wartawan menyampaikan surat pengunduran diri kepada Presiden tertanggal 7 Juni, tetapi permintaan Yudi mulai 8 Juni 2018. Alasan pengunduran diri dalam surat yang diajukan Yudi adalah tingkat kesibukan yang lebih tinggi dari sebelum UKP-PIP menjadi BPIP yang setara dengan kementerian.

Saat dikonfirmasi wartawan, Johan Budi pada Jumat (8/6) pagi menyampaikan bahwa Presiden Jokowi belum menanggapi surat pengunduran diri Yudi itu.

Kuliah Saya mengenal Yudi Latif saat kuliah di Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran. Pria kelahiran Sukabumi, Jawa Barat, 26 Agustus 1964 itu dari jurusan Ilmu Penerangan angkatan 1985 sedangkan saya dari jurusan Ilmu Jurnalistik angkatan 1986. Dua jurusan lainnya saat itu adalah Ilmu Hubungan Masyarakat dan Ilmu Perpustakaan.

Saya dan Yudi pun bersebelahan dalam indekos di kawasan Sekeloa, Bandung. Tempat indekos kami hanya berjarak sekitar 200 meter dari Kampus Fikom Unpad Bandung.

Di kampus dan indekos, sehari-hari saya berinteraksi dengan Yudi.

Di kampus, misalnya, juga pernah satu kelas dalam mata kuliah Sistem Pers dan tugas kelompok bersama ketika berdua harus ke Kedutaan Besar Rusia dan Kedutaan Besar Thailand di Jakarta untuk mewawancarai petugas Kedubes dan mencari data soal sistem pers, sebagai perbandingan dengan sistem pers nasional di Indonesia. Di kampus juga kami pernah satu unit kegiatan di Gelanggang Seni Sastra, Teater, dan Film (GSSTF) Unpad.

Di indekos bisa saling keluar masuk kamar untuk berdiskusi dan berbicara soal keseharian kuliah serta membaca. Yudi mengoleksi berbagai buku ilmiah, selain serangkaian kitab-kitab Keislaman. Yudi juga menjadi teman diskusi bagi pembahasan skripsi dan tugas-tugas kuliah lainnya.

Pemikiran dan sikapnya bagi saya kerap dilatarbelakangi oleh berbagai rujukan ilmiah selain berdasarkan keyakinannya yang kuat terhadap nilai-nilai agama Islam. Bagi saya, dia sosok mahasiswa yang memiliki bobot tinggi sebagai cendekiawan yang religius. Yudi Latif juga dikenal sebagai aktivis kampus yang banyak memberikan pemikiran-pemikiran ilmiah dan aktual serta sebagai orator. Sebelum kuliah, Yudi pernah mengenyam pendidikan di Pondok Pesantren Modern Gontor.

Yudi berasal dari campuran nahdliyin dan nasionalis, karena bapaknya, Utom Mulyadi, merupakan pegawai negeri, pengurus koperasi desa, dan guru dari kalangan kiai yang memiliki pondok pesantren di Sukabumi, aktif dalam organisasi NU di daerah asalnya. Ibunya, Yurtika, dari PNI (Partai Nasional Indonesia), penari dan penyanyi dari kalangan ningrat Sunda. Orang tuanya berpisah ketika Yudi masih kecil. Ibunya pindah ke Banten ke rumah orang tuanya, sedangkan ayahnya menikah lagi.

Yudi menikahi Linda Natalia Rahma, mantan Ratu Kebaya Jawa Barat. Keduanya dikaruniai empat putra-putri yakni Matahari Kesadaran, Cerlang Gemintang, Bening Aura Qalby, dan Binar Aliqa Semesta. Istrinya telah wafat dalam kecelakaan tunggal saat mengendarai mobilnya yang melintas di jalan tol JORR di KM 35+800 wilayah Ciracas, Jakarta Timur, pada Senin dinihari 25 Januari 2015, dalam perjalanan pulang ke rumah di Jalan Bunga Lilly, RT 02/001 No.18, Bintaro Veteran, Jakarta Selatan, setelah dari Tasikmalaya.

Yudi menyelesaikan kuliah dari Fikom Unpad pada tahun 1980 dengan skripsi soal Kebijakan Komunikasi Pemerintah Orde Baru di Indonesia. Kemudian beberapa tahun bekerja di Pusat Analisis Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi di LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) sambil banyak menulis untuk berbagai surat kabar nasional, seperti Harian Kompas.

Tahun 1999, Yudi Latif lulus dari program pascasarjana Sosiologi Politik dari Australian National University tahun 1999 dengan gelar MA dan meneruskan untuk program doktoral dengan ilmu yang sama dari kampus yang sama hingga lulus tahun 2004 dengan meraih gelar Ph.D.

Benar saja, Yudi kembali ke Indonesia sebagai cendekiawan. Dia juga banyak menulis buku seperti Hegemoni Budaya dan Alternatif Media Tanding (Cultural Hegemony and Counter-Media Alternatives), MASIKA, Jakarta (1993), Bahasa dan Kekuasaan: Politik Wacana di Panggung Orde Baru (Language and Power: The Politics of Discourse in the New Order Period of Indonesia), Mizan, Bandung (1996), Masa Lalu yang Membunuh Masa Depan (The Past that Kills the Future), Mizan, Bandung (1999).

Selain itu juga Menuju Revolusi Demokratik: Mandat untuk Perubahan Indonesia (Towards a Democratic Revolution: Mandate for Indonesian Changes), Djambatan, Jakarta (2004), Muslim Inteligensia dan Kuasa (The Muslim Intelligentsia and Power in the 20th Century Indonesia), Mizan, Bandung (2005) yang diambil dari karya disertasinya.

Lalu buku Dialektika Islam: Sekularisasi dan Islamisasi di Indonesia, Jalasutra, Yogyakarta (2007), Indonesian Muslim Intelligentsia and Power, ISEAS, Singapore (2008), Negara Utama: Fundamen Rancangbangun Indonesia (2009), dan Sastra Menyemai Peradaban Bangsa, Kompas Publisher (2009).

Buku yang fenomenal dan menjadi karya "masterpiece" dari Yudi Latif adalah Negara Paripurna: Historisitas, Rasionalitas, Aktualitas Pancasila terbitan Gramedia Pustaka Utama tahun 2011. Buku itu menjadi buku pegangan bagi para mahasiswa dalam perkuliahan di kampus-kampus, juga menjadi salah satu buku rujukan di berbagai pendidikan jenjang kepemimpinan.

Ekonom Kwik Kian Gie mengomentari buku Negara Paripurna itu sebagai buku yang menunjukkan posisi dan kelas Yudi Latif sebagai intelektual-aktivis yang memiliki panggilan moral-intelektual tinggi untuk memantapkan Pancasila sebagai jati diri bangsa Indonesia dengan pendekatan ilmiah. Buku ini akan menjadi karya klasik yang selalu bisa jadi rujukan siapa pun yang ingin mengenal dan mendalami jati diri bangsa Indonesia. Buku ini wajib dimiliki dan dibaca oleh para aktivis sosial, politikus, dan penyelenggara pemerintahan.

Dalam kesibukannya, Yudi Latif pun turut mendirikan Universitas Paramadina, dan pernah menjadi Wakil Rektor di perguruan tinggi itu. Yudi juga salah satu pendiri Yayasan Nurcholish Madjid. Selain itu juga mendirikan dan memimpin Reform Institute yang merupakan pusat kajian dan penelitian di bidang politik.

Yudi dikenal luas sebagai pengamat politik, wajahnya hampir setiap hari muncul di layar kaca berbagai stasiun televisi, menjadi pembicara di berbagai forum diskusi dan kajian tingkat nasional dan internasional, dan nama serta tulisannya menghiasi halaman-halaman pemberitaan dan artikel.

Sangat mendesak Saya meyakini bahwa latar belakang pengunduran diri Yudi Latif karena ada alasan tertentu yang sangat mendesak yang tidak bisa dia tolak kecuali memang harus dijalani. Memang Yudi tidak berterus terang memberikan alasan yang sesungguhnya dalam pernyataan pamit di media sosialnya. Ia hanya merasa perlu ada pemimpin-pemimpin baru yang lebih sesuai dengan kebutuhan. Harus ada daun-daun yang gugur demi memberi kesempatan bagi tunas-tunas baru untuk bangkit.

Yudi menyatakan, sekarang, manakala proses transisi kelembagaan dari UKP-PIP ke BPIP hampir tuntas, adalah momentum yang tepat untuk penyegaran kepemimpinan.

Yudi mengakui bahwa segala kekurangan dan kesalahan lembaga ini selama setahun lamanya merupakan tanggung jawab dia selaku kepala. Yudi dengan segala kerendahan hati menghaturkan permohonan maaf pada seluruh rakyat Indonesia, atas pengunduran dirinya itu.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menilai perlu untuk segera mencari figur lain yang memiliki kapasitas setara atau minimal mendekati Yudi Latif sebagai Kepala BPIP yang baru. Menurut mantan Panglima TNI itu, semua orang tidak meragukan kapasitas Yudi Latif, untuk mengarusutamakan Pancasila sangat nyata karena Yudi memiliki latar belakang pemahaman Pancasila yang sangat mendalam.

"Dalam kebimbangan arah hidup, jalan terbaik pulang ke akar". Begitu kata-kata Yudi Latif sejak dulu yang pernah saya dengar dari dia. Kalimat itu menjadi sangat relevan untuk menggambarkan latar belakang pengunduran dirinya. Selamat berkarya di medan pengabdian baru, Kang Yudi. (Budi Setiawanto)
All rights reserved, Copyright © 2015 www.benhil.net. Powered by Blogger.