https://www.tagar.id/tag/pilpres/


Perjuangan Kita Belum Selesai, Tetap Bersatu.

Perhatikan setiap narasi yang dibangun pihak tertentu dan gerombolan hoaxnya. Jangan anggap enteng dan menganggap mereka tidak waras. 

Jangan diam dan ketawa dalam hati saja.

Apa yang dilakukan dengan sujud syukur, konperensi pers dan panggilan sebagai "Bapak Presiden" pada salah satu paslon oleh anak buahnya yang diviralkan.

Tuduhan kepada semua lembaga survei yang kredibel, independen dan terdaftar di KPU (Komisi Pemilihan Umum) yang menangkan Jokowi dan Ma'ruf Amin adalah bohong dan abal-abal. Dan Nantinya stigma negarif juga akan dialamatkan ke KPU sebagai lembaga Pemilu yang berat sebelah dan sudah diatur untuk menangkan #01, seperti juga tuduhan kepada semua lembaga survey saat ini.

Semua ini adalah wujud membangun persepsi dan opini publik bahwa paslon tersebut adalah Presiden terpilih mendahului rapat pleno dan pengumuman resmi KPU tgl 22 Mei 2019.

Mari Kita bangun sikap Bersama :

KAMI RELAWAN NKRI MENDUKUNG PENUH DAN MEMBELA SETIAP KEBENARAN FAKTA HASIL PEMILU 2019 OLEH KPU

KAMI RELAWAN NKRI MENDUKUNG DAN BERPIHAK KEPADA PARA TOKOH POLITIK DAN KAUM NASIONALIS YANG MENERIMA DAN MENGAKUI KEBENARAN DATA HASIL HITUNGAN CEPAT OLEH LEMBAGA SURVEY  RESMI PEMILU 2019

KAMI RELAWAN NKRI MENOLAK DAN MENGUTUK TEGAS SEGALA PERNYATAAN HOAX YANG MENYESATKAN RAKYAT TERKAIT HASIL PEMILU 2019

KAMI RELAWAN NKRI MENDUKUNG PENUH KPU DALAM MEMUTUSKAN PASANGAN CAPRES DAN CAWAPRES YANG SAH DIPILIH OLEH RAKYAT DAN MENJADI PEMENANG PADA PILPRES 17 APRIL 2019

Mari buat gerakan KAWAL  KEMENANGAN RAKYAT dengan :

  • Kawal hasil Pilpres dengan Foto C1 dan Kawal Perhitungan C1 di Kecamatan, Kabupaten, Propinsi sampai KPU Pusat.
  • Buat Acara Syukuran, doa dan tumpengan di tempat kita masing masing disemua tingkat, kerjasama bersatu semua pendukung #01
  • Pasang Spanduk ucapan TERIMA KASIH Rakyat Indonesia yang memilih Joko Widodo dan KH Ma'ruf Amin hingga mendapatkan SUARA TERBANYAK.
  • Kirim bunga ucapan selamat pada Ir. H. Joko Widodo - KH Ma'ruf Amin sebagai pemenang Pilpres 2019-2024 di Taman Pandang Istana, Monas mulai 20 April 2019.

Ayo Semua Bersatu Kawal Kemenangan #01.

Salam Solidaritas #01.

Jakarta,19 April 2019
  • Haidar Alwi
  • Aidil Fitri
  • Silfester Matutina
  • (Relawan JKW-Relawan NKRI) 


Jakarta (Benhil) - Pakar hukum tata negara menekankan pemenang Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2019 ditentukan dengan mekanisme peraih suara terbanyak atau mayoritas.

"Berhubung capres kita hanya dua pasang maka yang berlaku adalah suara terbanyak," kata pakar hukum tata negara dan pemerintahan Prof Juanda dihubungi di Jakarta, Sabtu, 20/04.

Sebelumnya beredar pesan melalui media aplikasi WhatsApp, yang menyatakan ketentuan Pasal 6A Ayat (3) UUD 1945 berlaku dalam menentukan pemenang Pilpres 2019.

Pasal 6A Ayat (3) UUD 1945 itu menyebutkan "Pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden yang mendapatkan suara lebih dari lima puluh persen dari jumlah suara dalam pemilihan umum dengan sedikitnya dua puluh persen suara di setiap provinsi yang tersebar di lebih dari setengah jumlah provinsi di Indonesia, dilantik menjadi Presiden dan Wakil Presiden".

Menurut Juanda, ketentuan itu berlaku apabila pasangan calon presiden lebih dari dua pasang. Selain itu, masalah itu juga sudah mendapat payung hukum berdasarkan putusan MK nomor 50/PUU-XII/2014 bahwa syarat sebaran suara 20 persen dan seterusnya tidak berlaku.

"Jadi (untuk Pilpres 2019, dengan dua pasangan calon) pasangan mana pun jika mendapatkan suara terbanyak versi penetapan Komisi Pemilihan Umum, akan dilantik menjadi presiden dan wapres," jelasnya.

Senada dengan Juanda, pakar hukum tata negara Hifdzil Alim juga menekankan, pesan yang menyebut Pasal 6A Ayat (3) UUD 1945 berlaku dalam menentukan pemenang Pilpres 2019, adalah pesan keliru.

Dia mengatakan dalam hal hanya terdapat dua calon dalam Pilpres, maka penentuan pemenangnya berdasarkan peraih suara terbanyak.

"Dalam hal hanya ada dua calon, maka yang diambil adalah 'single majority'. Siapa yang mendapatkan suara terbanyak, maka dialah pemenangnya," ujar Hifdzil dihubungi terpisah.

Hifdzil membenarkan bahwa pada 2014, kasus itu memang sudah diputuskan oleh Mahkamah Konstitusi ketika menguji Pasal 159 ayat (1) UU No. 42 Tahun 2008. (Antara)

Mercedes-Benz GLB Concept
Mercedes-Benz GLB Concept

Jakarta (Benhil) - Pabrikan mobil premium Mercedes-Benz telah menyiapkan sport utility vehicle (SUV) terbaru, disebut dengan Mercedes-Benz GLB Concept, yang menawarkan kekokohan dan kabin lapang untuk tujuh penumpang.

SUV kompak itu dipamerkan Mercedes-Benz di ajang Auto Shanghai dari 18 hingga 25 April. Dengan panjang badan 4,6 meter, lebar 1,89 meter, tinggi 1,9 meter, dan jarak sumbu roda 2,829 meter, Concept GLB menyediakan ruang kabin lebih lega.

"Kami bertanya pada diri sendiri apakah masih ada ruang antara GLA dan GLC di jajaran SUV kami yang sukses. Konsep GLB adalah jawaban untuk pertanyaan ini. Dengan itu kami menunjukkan ide-ide kreatif yang kami miliki untuk segmen ini juga," kata Britta Seeger, anggota dewan manajemen Daimler AG, yang bertanggung jawab untuk penjualan mobil besutan Mercedes-Benz.

"Konsep GLB adalah SUV yang tahan lama dan praktis dengan dimensi yang kompak. Apakah itu kendaraan keluarga tujuh penumpang yang murah hati atau pendamping waktu luang yang fleksibel: Kami yakin konsep ini akan sangat menarik bagi pelanggan kami," katanya, dalam pernyataan resmi Mercedes-Benz, dikutip Jumat, 19/04.

SUV juga menjadi bagian penting dari bisnis Mercedes-Benz, dengan penjualan hingga sekarang ini mencapai 6 juta unit di seluruh dunia. Pada tahun 2018, dengan lebih dari 820.000 unit terjual, SUV adalah segmen otomotif terkuat untuk Mercedes-Benz.

Dengan desain tubuh berotot, bagian depan yang tegak ditambah Multibeam LED yang mencolok diklaim sebagai bukti nyata gen off-road.

Mobil berkelas Mercedes-Benz GLB Concept yang dapat memuat tujuh penumpang ini memiliki dua kursi tunggal di baris ketiga, bisa dilipas untuk memperluas bagasi maupun kabin penumpang. Sedangkan kursi baris keduanya dapat dimundurkan hingga 50 mm ke belakang untuk melonggarkan ruang penumpang di baris kedua dalam konfigurasi lima penumpang.

Arsitektur dasar dashboard sama dengan B-Class, dengan kokpit layar lebar menghadap ke pengemudi dan fungsi-fungsi yang bisa dikendalikan melalui Mercedes-Benz User Experience(MBUX).

Mercy GLB Concept ditenagai oleh mesin bensin empat silinder M 260 yang dipadukan dengan transmisi kopling ganda 8G-DCT, dengan output maksimum 165 kW (224 PS) dan torsi puncak 350 Nm. Blok mesin aluminium diecast dengan liner silinder besi cor memiliki teknologi CONICSHAPE®, yang juga dikenal sebagai "trumpet-honing".

Untuk lebih meminimalkan gesekan piston dan mengurangi konsumsi bahan bakar, lubang silinder diperlebar di ujung bawah liner silinder. Bentuk kerucut yang dihasilkan menyerupai mulut terompet.

SUV teranyar kelas mewah, tentu dilengkapi dengan fitur all-wheel drive yang sporty dan memungkinkan pengemudi menggunakan peralihan Dynamic SELECT untuk merasakan karakteristik 4 Matic. Mercedes-Benz GLB Concept memiliki dua mode pengendaraan, Eco/Confort dan Sport.

Sandiaga Uno

Jakarta (Benhil) - Wakil Sekretaris Jenderal Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Chandra Tirtawijaya, mengungkapkan bahwa Calon Wakil Presiden, Sandiaga Salahuddin Uno kondisi kesehatannya kurang baik mengalami sakit lambung dan radang tenggorokan.

"Jadi saya berkunjung ke sini untuk menjenguk Wapres pak Sandi Uno yang mengalami sakit, sudah disuntik dua kali, lemes, tapi dia masih bisa bicara," kata Chandra usai menjenguk mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu di kediaman Sandiaga, Jalan Pulombangkeng 5, Selong, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat.

Sandiaga telah diperiksa oleh Ahli Penyakit Dalam Rumah Sakit Awal Bros Bekasi Barat, Dokter Kartariadi pada hari Jumat, 19/04. Menurut keterangan, Sandi mengalami radang tenggorokan dan gangguan lambung, berdasarkan saran dokter harus beristirahat total.

Walau begitu, Sandiaga Uno tetap berkonsentrasi atas rekapitulasi suara yang kini tengah berada di tingkat kecamatan. Bahkan pasangan dari Prabowo Subianto ini menitipkan pesan kepada para pendukung serta relawan seluruh Partai Koalisi.

"Ada beberapa pesan beliau yang harus disampaikan kepada semua partai-partai koalisi dan relawan-relawan, intinya pertama perjuangan belum selesai. Jadi kita harus tetap mengawal apa yang sudah terjadi, 17 April, yaitu Pilpres," kata Chandra.

Terutama untuk Pilpres harus tetap dijaga prosesnya, harus tetap semangat untuk mengikuti proses-proses penghitungan suara dari mulai Tempat Pemungutan Suara (TPS), sekarang sudah di kecamatan kemudian Kabupaten-Kota sampai ke tingkat nasional.

Langkah yang harus dilakukan para relawan ditegaskannya adalah mengawal proses rekapitulasi dengan mencocokkan data C1 di masing-masing TPS dengan data yang direkap KPU di Kecamatan. Sehingga seluruh data yang terinput merupakan data murni sesuai dengan C1 di seluruh TPS.

"Jadi kita fokuskan untuk melaporkan, mengupload semua C1 yang ada, kirim ke Ayo Jaga TPS dan juga kepada lembaga-lembaga yang ada di Badan Pemenangan Nasional. Intinya, bahwa sekarang kita harus tetap konsentrasi untuk menjaga C1, agar kita bisa tetap mengisi atau mengetahui hasil akhirnya," kata Chandra.

Kepada para relawan juga kepada koalisi partai-partai untuk tetap berjuang, untuk tetap menjaga perhitungan suara.

Berdasarkan hasil perhitungan suara dijelaskannya sesuai dengan pernyataan Prabowo Subianto, yakni sebesar 62 persen.

Saat berita ini diturunkan, hasil perhitungan sementara KPU RI dapat dilihat pada screen shot berikut, pasangan Jokowi-Ma'ruf unggul terhadap pasangan Parabowo-Sandi dan berita aktual terbaru, terkait pengusaha, pemilik Saratoga yang telah melantai di Bursa Efek Indonesia, dapat dilihat di sini, disajikan oleh Tagar, situs berita online di Jakarta.


"Jadi apa yang disampaikan pak Prabowo itu lah yang menjadi pegangan kita, mudah-mudahan perhitungan internal dengan KPU itu sama. Jadi teman-teman, para relawan, para saksi di TPS dan kecamatan yang sekarang sedang berlangsung tidak beranjak atau tidak sedikit pun lengah," katanya. (Antara)

All New Highlander

Jakarta (Benhil) - Manufaktur otomotif ternama dunia asal Jepang, Toyota, menghadirkan kendaraan sport utility vehicle All New Highlander pada pameran New York International Auto Show 2019 pada 19-28 April 2019, dan menurut rencana model itu akan dipasarkan mulai Desember 2019.

Toyota Highlander generasi keempat itu juga tersedia dalam varian bermesin hybrid, namun baru masuk ke pasar otomotif Amerika Serikat pada Februari 2020.

"Sekarang, generasi keempat SUV ini menghadirkan desain baru yang berani dan khas berkat fondasi yang dibangun di atas konsep keselamatan, kenyamanan, kualitas, ketahanan, dan keandalan yang sudah ditetapkan oleh model sebelumnya," demikian pernyataan Toyota Global dalam laman resminya, Rabu.

"Highlander 2020 menguatkan semua kualitas dengan arah desain teranyar yang dramatis, menggabungkan SUV yang kuat dengan teknologi canggih," tambah pernyataan itu.

Toyota Highlander varian berbahan bakar bensin menggunakan mesin V6, sedangkan varian hybrid menggunakan sistem powertrain terbaru yang diklaim lebih hemat bahan bakar.

Kendaraan itu menyasar segmen yang luas, mulai kalangan muda, kum milenial, para profesional hingga keluarga, berkat kapasitas angkut hingga tujuh penumpang dengan ruang kabin yang luas.

Seluruh varian Highlander sudah menggunakan Toyota Safety Sense 2.0 sebagai sistem keamanan standar meliputi Pre-Collision System with Pedestrian Detection (PCS w/PD), Full-Speed Range Dynamic Radar Cruise Control (DRCC), Lane Departure Alert - Steering Assist (LDA w/SA), Automatic High Beam (AHB), Lane Tracing Assist (LTA) dan Road Sign Assist (RSA).

Model pesaing dari perusahaan otomotif lainnya, Honda Pilot, Ford Explorer, dan Subaru Ascent itu sudah menggunakan sejumlah fitur penunjang perjalanan jauh antara lain, Hill Start Assist Control (HAC), Trailer Sway Control (TSC) dan Downhill Assist Control (DAC).



SETELAH KAMI KALAH

Grace Natalie
Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia

Hasil quick count lembaga kredibel memperlihatkan bahwa rakyat Indonesia telah mengambil keputusan. Sambil menunggu real count sebagai standard konstitusional -- kita sudah bisa mengambil kesimpulan mengenai hasil pemilu kali ini.

Pertama, Calon Presiden Partai Solidaritas Indonesia yakni Pak Jokowi dan Kyai Ma'ruf telah memenangkan pemilihan presiden dengan selisih sekitar sepuluh persen.

Kami sebagai partai pendukung Pak Jokowi merasa gembira atas hasil ini. Kami siap menjadi partner Pak Jokowi menjalankan program-program kerakyatan yang akan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Kedua, menurut quick count, PSI mendapat 2%. Dengan perolehan itu PSI tidak akan berada di Senayan lima tahun kedepan...

Kami telah berjuang dengan apa yang kami bisa. Tidak, kami tak akan menyalahkan siapa-siapa. Kader kami, pengurus PSI, Caleg kami, telah bekerja keras siang dan malam meyakinkan rakyat. Tapi inilah keputusan rakyat melalui mekanasime demokrasi yang harus kami terima dan hormati.

Tidak Ada Penyesalan

Samasekali tidak ada penyesalan atas setiap tetes keringat dan airmata yang jatuh selama membangun partai ini. Kami, anak-anak muda PSI telah terlibat dalam sebuah perjuangan yang bagi kami sangat luar biasa.

Kami berterima kasih karena di tengah apatisme politik, kami berhasil membuktikan bahwa orang mau berkontribusi: menyumbang uang, membantu mencetak alat peraga kampanye, menyumbang tenaga, pikiran, bahkan meninggalkan pekerjaan mereka demi berjuang bersama PSI. Kepada mereka semua, kami mengucapkan terima kasih.

Saya meminta kawan-kawan pengurus dan caleg tidak putus asa dan tetap menjaga suara kita. Meskipun kandas melewati  parliamentary threshold di level nasional, tapi saya yakin bahwa akan banyak kawan-kawan yang berpeluang mendapatkan kursi di DPRD provinsi dan kabupaten kota. Ini adalah modal politik yang harus kita rawat.

Perlu dicatat, perolehan PSI 2% atau sekitar 3 juta suara. Ini adalah suara rakyat yang harus diperhitungkan. Meskipun PSI tidak masuk parlemen suara kalian akan tetap kami perjuangkan. Kami akan bekerjasama dengan civil society dan teman-teman media -- untuk memperjuangkan aspirasi kalian.

Tak ada suara terbuang, tak ada suara yang sia-sia. Setiap suara dukungan anda kepada PSI -- akan dicatat dan diperhitungkan sebagai statement tentang keberanian: suara rakyat yang menginginkan perbaikan parlemen dan partai politik.

Saya ucapkan terima kasih kepada sekitar tiga juta rakyat Indonesia yang telah mempercayai PSI. Kita akan terus memperjuangkan nilai-nilai yang kita yakini. Terima kasih juga kepada puluhan ribu donatur yang telah menyisihkan dana untuk membantu partai ini bergerak.

Kepada teman-teman partai lain yang lolos ke DPR, kami mengucapkan selamat. Selamat bekerja, dan semoga amanah menjalankan tanggungjawab. Kami bersama masyarakat akan ikut mengawasi.

Kepada anda sekitar tiga juta pemilih PSI, saya mengajak agar segera mendaftarkan diri menjadi anggota melalui www.psi.id atau datang ke kantor PSI terdekat. Kita segera mengkonsolidasikan diri.

Kepada seluruh kader, pengurus, dan simpatisan -- setelah ini kita akan mengatur kembali rencana ke depan. Terima kasih atas perjuangan kalian yang sangat membanggakan. Kita akan terus bergerak. Saya yakin itu -- karena saya tak pernah meragukan kecintaan kalian kepada negeri ini.

PSI akan kembali menyapa rakyat. Bukan lima tahun lagi, tapi besok!

We shall return, soon!

Catatan, Berita terbaru tentang PSI boleh dilihat di sini.

Sekjen PSI Raja Juli Antoni
Sekjen PSI Raja Juli Antoni

Karifikasi singkat Sekjen PSI (Partai Solidaritas Indonesia) Raja Juli Antoni dan mengenal profil Jeffrie Geovanie sebagai Ketua Dewan Pembina PSI. Parpol beru yang akan ikut pada Pemilu 2019 dengan mengirimkan calon legislatif yang diseleksi dengan ketat serta penelusuran biodatanya.

Pidato  Ketua Umum PSI, Sis Grace Natalie, di beberapa Festival 11 membuat banyak yang kebakaran jenggot. Sayangnya, pidato  yang mencerminkan posisi ideologis PSI (Partai Solidaritas Indonesia) itu tidak pernah ditanggapi secara  substantif. Melainkan direspons melalui tulisan fitnah dan hoax yang membodohi rakyat.

Pembodohannya beragam: dari sistem Sainte Lague yang dianggap menguntungkan partai besar (salah total!), kesia-sian memilih PSI karena tidak akan masuk Senayan (yakin PSI gak masuk tapi kok fitnah yang diproduksi masif sekali?), sampai fitnah bahwa PSI  didirikan oleh Gerindra, FPI dkk agar merusak Pak Jokowi dari dalam dan menggangu partai koalisi Pak Jokowi. Yang terakhir ini, menurut fitnah itu, buktinya adalah kantor PSI tidak pernah diserang oleh FPI. Rumah Grace dan Saya juga tidak pernah digeruduk FPI (pembodohan yang bodoh sekali ya...).

Salah satu fitnah yang juga beredar adalah soal Ketua Dewan Pembina PSI, Jeffrie Geovanie, biasa saya panggil Bang JG. Tulisan tentang Bang JG ini keterlaluan. Imaginasi penulis terlalu liar sehingga terlihat "mengarang indah" tanpa fakta dan data.

Dari beberapa bulan lalu saya didesak banyak orang untuk mengklarifikasi tulisan sampah itu. Tapi saya cenderung bekerja keliling Indonesia meyakinkan pemilih ketimbang capek mengklarifikasi yang begituan. Tapi mumpung  hari ini kesibukan saya berkurang drastik, boleh juga saya sempatkan sedikit mengklarifikasi.

Berita terkait PSI dapat dibaca pada artikel bertajuk: PSI Diremehkan Justru Unggul Telak Exit Pool

Klarifikasi Saya Singkat Saja:


Saya sudah kenal Bang Jeffrie Geovanie dari sekitar tahun 2000. Sekitar 2003 bersama Rizal Sukma (Dubes RI di London), Almarhum Moeslim Abdurrahman dkk, Bang JG mendirikan Yayasan Ahamad Syafii Maarif-ASM, salah seorang guru bangsa yang tersisa. Yayasan ASM ini yang menaungi MAARIF Institute for Culture and Humanity.

Sejak didirikan sampai dengan detik ini Bang JG masih menjadi ketua Yayasan ASM. Saya tahu persis Buya Syafii sangat happy dengan posisi Bang JG sebagai ketua Yayasan sehingga tidak pernah diganti sejak pendiriannya. Yayasan ASM terus berkembang dengan baik di tengah banyaknya Yayasan serupa gulung tikar.

Saya mengetahui hal ini bukan saja karena saya dekat  sekali dengan Buya Syafii tapi karena saya selama lima tahun menjadi Direktur MAARIF Institute. Buya pernah cerita ke saya bahwa Bang JG tidak pernah meminta atau mempergunakan nama besar Buya untuk jabatan dan proyek apa pun.

Pada tahun 2005 saya mulai diberi amanah memimpin MAARIF Institute. Saya diberikan kebebasan dan kendali penuh penuh  oleh yayasan dalam menjalankan lembaga ini. Ini pulalah yang sekarang saya rasakan di PSI selama empat tahun lebih mendampingi  Sis Grace Natalie menahkodai PSI. Semua ide dan eksekusinya di bawah kendali Grace Natalie dan DPP PSI secara kolektif. Sesekali bila ada perbedaan tajam tentang suatu hal di antara kami yang sulit dicarikan jalan keluarnya kami konsultasikan kepada Bang JG sebagai "orang tua" kami di partai.

Begini deh. Mungkin saya dipandang subjektif karena sekarang sama-sama berada di  satu partai dengan Bang JG. Bagi yang masih penasaran, supaya objektif silakan klarifikasi langsung kepada Buya Syafii Maarif tentang sosok JG ini. Atau kontak Bang Rizal Sukma yang sampai sekarang menjadi sekretaris Yayasan ASM.

Saat saya membuat tulisan pendek ini banyak yang mengirim ucapan selamat karena exit polls di beberapa negara menunjukan Pak Jokowi menang dan PSI menjadi parpol juara satu di negara-negara itu. Kemarin banyak juga yang menyampaikan selamat karena sambutan gegap gempita di GBK ketika Pak Jokowi mengucapkan terima kasih kepada PSI, melebihi keriuhan ketika nama partai lain di sebutkan. Indikasi baik kata mereka.

Mungkin karena pertanda-pertanda baik ini fitnah semakin kencang menerpa PSI bahkan di hari tenang ini.

Wallahu'alam

Raja Juli Antoni
Mantan Direktur MAARIF Institute (2005-2010)
Sekjen PSI

Pemilihan Umum

Purwokerto (Benhil, 16/04/2019) - Pengamat Politik dari Universitas Jenderal Soedirman Luthfi Makhasin mengingatkan masyarakat, terkait Pemilihan Umum di Indonesia mengenai pentingnya menjadi pemilih cerdas dan rasional.

"Misalkan, masyarakat memilih atas dasar pertimbangan yang objektif," katanya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah Selasa.

Para calon pemilih, kata Luthfi, juga harus mengetahui, mencari dan mengecek ulang semua informasi mengenai kepemiluan ke sumber-sumber yang tepat dan terpercaya.

"Jangan mudah terpengaruh disinformasi atau berita bohong," ujarnya menegaskan.

Yang terpenting, katanya, masyarakat harus menggunakan hak pilih masing-masing dengan sebaik-baiknya.

Penggiat media sosial dan SEO (Search Engine Optimization) dan pengelola Tagar News, situs berita online di Jakarta, Charlie M. Sianipar mengatakan "Masyarakat yang tidak menggunakan hak pilihnya atau Golput (Gologan Putih), justru dapat memenangkan politisi atau kandidat yang tidak diinginkan." Dilanjutkannya, melalui pemilulah pemilik suara dapat mencegah politisi buruk atau calon Presiden yang kurang cakap dapat dihentikan."

"Pilihan kita akan menentukan masa depan bangsa sehingga masyarakat harus ikut berpartisipasi dalam pemilu dan menggunakan hak pilihnya dengan baik," katanya.

Dia juga mengajak masyarakat untuk merayakan pesta demokrasi dengan penuh riang gembira.

"Pesta demokrasi harus berjalan dengan penuh riang gembira dan semuanya bisa dimulai dari diri sendiri misalkan dengan ikut berpartisipasi menggunakan hak suara dan tidak terpengaruh berita hoaks atau ujaran kebencian," katanya.

Sebelumnya, Akademisi dari Universitas Jenderal Soedirman Nana Sutikna mengingatkan pentingnya masyarakat perlu memilih calon dengan menggunakan akal sehat.

Nana yang merupakan dosen lembaga pendidikan Magister Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unsoed tersebut mengatakan masyarakat perlu membaca seluruh calon secara objektif, tanpa dipengaruhi sentimen tertentu.

Sebelumnya, Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banyumas, Hanan Wiyoko juga mengajak masyarakat khususnya para pemilih pemula di wilayah setempat untuk menjadi pemilih cerdas dengan mengenali visi dan misi calon.

Dia mengatakan pada saat ini masyarakat memiliki akses yang sangat mudah untuk mengenali para peserta pemilu.

Charlie M. Sianipar, alumni FISIP Universitas Sumatera Utara itu, melanjutkan, kenalilah kandidat yang mencalonkan diri, pahami rekam jejaknya. Apakah selama ini berprestasi, memiliki komitmen yang tinggi untuk NKRI yang Bhinneka Tunggal Ika dan bukan bagian dari masa lalu serta barisan koruptor yang merugikan negara, yang nantinya berpotensi melakukan hal yang sama. Baca juga, PSI Diremehkan Justru Unggul Telak Exit Pool.

"Mengenali peserta pemilu semudah berselancar di dunia maya. Rekam jejak dan profil calon legislatif, anggota Dewan Pimpinan Daerah dan calon presiden serta calon wakil presiden juga mudah ditemukan di portal KPU," katanya. (Antara)
All rights reserved, Copyright © 2015 www.benhil.net. Powered by Blogger.