Pelabuhan Gilimanuk

Negara, 27/5 (Benhil) - Sebagai salah satu pintu gerbang Pulau Bali, Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana mendapatkan pengamanan total dari aparat gabungan.

Bekerja sama dengan Polri, Kodim 1617 Jembrana mengerahkan anggota untuk membantu pengamanan di Pelabuhan Gilimanuk, kata Komandan Kodim 1617 Jembrana Letkol Kav. Djefri Marsono Hanok di Negara, Minggu. Dengan adanya kejadian teror di Jawa, kata Dandim, sistem dan strategi pengamanan lebih ditingkatkan, baik di pintu masuk maupun keluar.

Sistem pengamanan total itu, katanya lagi, sudah dibahas dalam rapat terpadu yang diikuti seluruh instansi terkait. Selain pemeriksaan kendaraan dan barang yang berjalan seperti semula, pemeriksaan penumpang akan mengalami perubahan, atau mereka tidak lagi turun di areal parkir pos pemeriksaan, tetapi langsung dari kapal.

Penumpang yang turun dari kapal akan diarahkan melalui jalur khusus. Mereka melewati pemeriksaan berlapis, baik dari aparat keamanan maupun petugas kependudukan.

"Yang masuk ke areal parkir pemeriksaan hanya kendaraan beserta sopirnya," katanya.

Dalam melakukan pemeriksaan, menurut dia, antara petugas yang satu dan yang lainnya saling memberikan perlindungan untuk menghindari serangan mendadak dari pelaku teror. Khusus untuk TNI, selain dari Kodim, pasukan tempur dari Batalion Infanteri 741/Garuda Nusantara juga dikerahkan dengan senjata lengkap.

Dalam rapat terpadu sudah terbagi tugas masing-masing, termasuk menempatkan penembak jitu dari Brimob. Aparat untuk memeriksa kendaran, barang, dan penumpang paling banyak tetap dari kepolisian, sedang pihaknya memberikan dukungan sesuai dengan kebutuhan. Dengan pengamanan ketat dan berlapis, termasuk bagi aparat keamanan, dia berharap arus mudik dan balik yang melewati Pelabuhan Gilimanuk berjalan lancar dan aman, termasuk bisa mencegah masuknya pelaku kejahatan, apalagi teroris ke Bali.

Saat arus balik pemudik rawan terjadi penyusupan dari pelaku teror karena saat itu arus kendaraan dan penumpang yang masuk ke Bali luar biasa banyak. Kendati demikian, pihaknya siap mencegah pelaku teror. Bahkan, seluruh anggota sudah dibekali ciri-ciri khas pelaku teror.

Kesiapsiagaan itu, antara lain, terlihat pada hari Kamis (24/5), Polsek Kawasan Laut Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali menyita senjata airsoft gun karena tidak dilengkapi dokumen yang sah.

"Saat memeriksa mobil barang pengangkut paket, ditemukan senjata jenis itu. Karena tidak ada dokumennya, airsoft gun itu disita," kata Kapolsek Kawasan Laut Gilimanuk Komisaris I Nyoman Subawa.

Warga Kelurahan Tegalcangkring, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana berinisial WS (58), sopir mobil paket tersebut, mengaku tidak tahu isi paket yang diangkut. Barang-barang yang diangkut berasal dari kantor paket di Surabaya dengan tujuan gudang paket di Denpasar.

"Saat ditemukan, airsoft gun itu dibungkus dengan kardus yang dilapisi kayu. Polisi tidak menemukan dokumen atau surat asal usul serta kepemilikan senjata tersebut," kata Subawa.

Menurut Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Kawasan Laut Gilimanuk Ajun Komisaris I Komang Muliyadi, airsoft gun ini jenis multiobjective training system. Karena ada alamat pengirim serta penerima, pihaknya akan memanggil mereka untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

"Saat ini senjata itu masih disita. Meskipun jenis airsoft gun, harus jelas asal usul berikut dokumen pendukungnya," katanya.

Siap Terima Lonjakan Saat rapat terpadu di Mapolres Jembrana (25/5), Kapolres Jembrana Ajun Komisaris Besar Budi P. Saragih mengatakan bahwa pengamanan arus mudik diperlukan sinergi dari semua pihak. Selain melakukan pemeriksaan rutin terhadap kendaraan, barang, dan orang yang masuk ke Bali, pihak otoritas Pelabuhan Gilimanuk juga sudah siap untuk menerima lonjakan kendaraan dan penumpang saat arus mudik maupun balik.

Untuk menyeberangkan pemudik berikut kendaraannya, kata Manajer Operasional PT ASDP Indonesia Ferry Pelabuhan Gulimanuk Heru Wahyono, akan dikerahkan 32 kapal pada puncak arus mudik. Menurut dia, sebanyak 55 kapal siap beroperasi di Selat Bali. Namun, hanya 32 yang dikerahkan, sedangkan sisanya sebagai cadangan.

Terkait dengankondisi cuaca, juga menjadi perhatian pihaknya. Kalau cuaca buruk dan membahayakan kapal yang berlayar, seperti biasa penyeberangan sementara ditutup. "Yang paling penting adalah keselamatan penumpang," katanya.

Kepala Bagian Operasional Polres Jembrana Komisaris M. Didik Wiratmoko mengatakan bahwa terminal kargo seluas 3 hektare yang baru dibangun di Kelurahan Gilimanuk akan dimanfaatkan menampung sementara kendaraan kecil sebelum menuju ke pelabuhan.

"Ini merupakan lokasi penampungan kendaraan yang belum ada pada arus mudik tahun sebelumnya. Di lokasi ini juga akan disediakan berbagai fasilitas penunjang, termasuk pembelian tiket 'online'," katanya.

Selain lokasi yang baru itu, pengaturan kendaraan masih sama seperti tahun sebelumnya. Mobil pribadi akan diarahkan ke gang-gang untuk menuju pelabuhan, sementara jalur utama diperuntukkan sepeda motor dan bus.

Menurut dia, mobil pribadi dari arah Denpasar saat memasuki Kelurahan Gilimanuk atau tepat di gelung kori (penanda memasuki Kelurahan Gilimanuk dengan patung naga di atas jalan raya) akan diarahkan belok kiri memasuki gang permukiman tembus sampai pelabuhan.

Untuk kendaraan dari arah Gilimanuk, selepas pelabuhan juga diarahkan melewati jalan perkampungan yang akan tembus ke jalan utama Denpasar-Gilimanuk.

Kepala Dinas Kelautan, Perikanan, dan Perhubungan Jembrana I Made Dwi Maharimbawa membenarkan terminal kargo Gilimanuk akan digunakan menampung kendaraan pemudik.

Terminal kargo itu bisa menampung 200 kendaraan jenis mobil pribadi yang akan digunakan jika terjadi kemacetan di jalan-jalan kampung arah pelabuhan. Hingga kini, pewarta Antara di Jembrana melaporkan beberapa ruas jalan Denpasar-Gilimanuk yang masuk wilayah Kabupaten Jembrana dilakukan perbaikan, seperti di Kecamatan Melaya yang memang sering rusak.

Pada tahun ini, pengamanan pemudik di Pelabuhan Gilimanuk agak berbeda jika dibandingankan dengan pada tahun lalu. Hal ini karena perlu pengamanan total untuk mempersempit ruang gerak teroris. Kendati demikian, lokasi alternatif penampungan kendaraan untuk kenyamanan juga diperlukan.


Manado, 27/5 (Antara) - Transportasi udara dari penjuru dunia ke Indonesia dan sebaliknya yang lancar menjadi salah satu pendukung meningkatnya jumlah penumpang baik domestik maupun mancanegara.

Akses transportasi udara yang lancar dibutuhkan oleh pelanggan dan masyarakat, baik untuk melakukan tugas pekerjaan, bisnis, maupun arus mudik saat Lebaran atau Idul Fitri 1439 Hijriah.

Mudik saat Lebaran merupakan tradisi yang rutin dilakukan oleh warga Indonesia. Merantau ke kota dan pada hari raya Idul Fitri pulang ke kampung halaman untuk menyambung silaturahmi dan bertemu dengan orang-orang tersayang adalah alasan utama mudik. Segala cara dilakukan untuk memperlancar kegiatan mudik, mulai dari biaya perjalanan yang tak murah, hingga kondisi macet di jalanan yang berisiko membuat terjadinya kejahatan dan mengancam keselamatan.

Mudik dengan berbagai sarana transportasi pun semakin ramai, tak hanya transportasi umum tapi juga kendaraan pribadi. Hal terpenting adalah bisa sampai ke kampung halaman dengan selamat. Menggunakan transportasi umum memang lebih aman dan nyaman.

PT Angkasa Pura I Bandara Sam Ratulangi (Samrat) Manado mulai mempersiapkan kondisi bandar udara dalam melayani arus mudik dan balik menyongsong Lebaran tahun 2018 ini.

General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Sam Ratulangi Manado Minggus Gandeguai mengatakan pihaknya menyiapkan Posko Lebaran 2018 guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat sebelum dan sesudah perayaan Idul Fitri.

Alat produksi terutama yang terkait dengan aspek keselamatan dan keamanan terus dipastikan kesiapannya untuk melayani pengguna jasa yang terbang dari dan ke Manado selama musim mudik Lebaran 2018.

Pihak Angkasa Pura I akan membuka Posko Terpadu Angkutan Lebaran mulai 7 Juni 2018. Tahun ini, katanya, posko tersebut akan resmi beroperasi pada H-8 sampai H+8 Lebaran yaitu hingga 24 Juni 2018.

Posko Angkutan Lebaran 2018 di Bandara Sam Ratulangi Manado akan terbagi menjadi dua yaitu Posko Pengawasan, Pelayanan dan Monitoring Data, serta Posko Kesehatan.

Posko ini akan berjalan sesuai dengan Standart Operasional Prosedur (SOP) dan melibatkan pihak eksternal seperti Otoritas Bandara, personel dari TNI, Polri, Kantor Kesehatan Pelabuhan dan BMKG.

Artikel menarik: Atto Sampetoding: Bandara Jabar Yang Dinanti Siap Beroperasi

Setiap harinya akan ada petugas gabungan yang memberikan informasi kepada posko pusat (Jakarta), dan memiliki tugas utama memberikan pelayanan dalam rangka memperlancar arus mudik dan arus balik bagi para penumpang dengan melakukan pengawasan pelaksanaan persiapannya.

Pemantauan dan pengendalian serta evaluasi Angkutan Udara Lebaran Tahun 2018 (1439 H) akan terus dilakukan di Bandara Sam Ratulangi. Melalui posko tersebut kelancaran arus penumpang di sisi darat, terminal dan sisi udara akan terus dipantau.

Pihaknya akan meninjau dan memastikan tingkat keselamatan, keamanan serta pelayanan di Bandar Udara terkait operasional pesawat udara, penumpang dan barang selama musim mudik nanti.

Beroperasi 24 Jam Posko Lebaran 1439 H di Bandara Sam Ratulangi akan beroperasi selama 24 jam, guna melayani pengguna jasa transportasi udara. Semua tim akan bekerja 24 jam melayani penumpang pengguna jasa penerbangan. Puluhan personel yang dikerahkan mendukung posko lebaran, akan bekerja semaksimal mungkin walaupun hari libur. Dipastikan tidak ada libur bagi petugas posko lebaran di Bandara Samrat.

General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Sam Ratulangi Manado Minggus Gandeguai menjelaskan kesiapan bandara saat Bulan Suci Ramadhan sudah nampak dengan berbagai aksesoris dan dekorasi nuansa Ramadhan serta aktivitas pembagian takjil yang memudahkan para pengguna jasa berbuka puasa.

Selain hal-hal tersebut juga dilakukan koordinasi teknis dengan kepolisian serta kementerian perhubungan. Serangkaian aktivitas yang sudah dilakukan adalah pekerjaan rubber deposit atau pembersihan sisa karet ban pesawat yang menempel di landasan, memastikan fasilitas genset siap guna mengantisipasi jika terjadi gangguan listrik.

Koordinasi dengan seluruh stakeholder untuk memastikan tingkat keselamatan, keamanan, dan kenyamanan bagi pengguna jasa bandara hingga pengujian kekesatan landasan oleh Balai Teknik Penerbangan.

Selain Posko Terpadu, kata Minggus, pihaknya juga menyiapkan Posko Kesehatan bagi penumpang yang memerlukannya. Harapannya pemudik dapat merasa nyaman selama di bandara serta selamat dan aman dalam perjalanan.

Tingkatkan Keamanan 

PT Angkasa Pura I Bandara Sam Ratulangi Manado terus meningkatkan penjagaan keamanan dalam penerbangan. Semua pihak diharapkan memberikan kontribusi serta aktif dalam penerapan tugas dan tanggung jawab menjaga keamanan di bandara itu.

Sebelumnya kembali dimusnahkan ribuan "prohibited items" atau barang yang dilarang diberangkatkan dalam pesawat udara, kata Airport Security And Safety Departement Head R. Bambang Triyono.

Barang yang dimusnahkan berupa minuman beralkohol jenis Captikus (Flammable liquid) 287 liter, benda-benda tajam, seperti gunting, pisau, cutter dan sejenisnya 1.121 buah, korek api dengan bahan bakar gas 3.580 buah, dan Aerosol 48 buah.

Kegiatan pemusnahan itu sebagai rutinitas pengelola bandara setempat, per triwulan, jika volume barang sudah melebihi kapasitas, sesuai dengan amanat Peraturan Menteri Perhubungan RI Nomor PM 80/2017 tentang Program Keamanan Penerbangan Nasional, dan Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor: SKEP 2765/XII/2010 tentang tata cara pemeriksaan keamanan penumpang, personel pesawat udara, dan orang perseorangan yang diangkut dengan pesawat udara.

Memasuki triwulan pertama 2018, tercatat penurunan "prohibited items" yang tersita, khususnya cairan jenis minuman beralkohol "Captikus" Triwulan IV Tahun 2017 sejumlah 453 liter.

Pihak Bandara Sam Ratulangi mengadakan pertemuan bersama instansi terkait yang tergabung dalam Airport Security Committee (ASC), di antaranya Kepala Otoritas Bandara Wilayah VIII Manado, Kepala Kepolisian Resor Manado, Komandan Pangkalan TNI-AL Sam Ratulangi, serta instansi terkait lainnya, guna membahas program kerja maupun sistem koordinasi serta pembagian peran masing-masing instansi dalam menjaga keamanan di Bandara Sam Ratulangi Manado.

Takjil Gratis PT Angkasa Pura I Bandara Sam Ratulangi Manado membagikan takjil gratis kepada penumpang dan pengguna jasa bandara untuk berbuka puasa sejak hari pertama Ramadhan. Takjil gratis ini tersedia di area atau ruang tunggu keberangkatan bandara mulai pukul 17.30 Wita.

"Selama bulan Ramadhan kami menyediakan takjil gratis untuk memudahkan para pengguna jasa bandara berbuka puasa. Pemberian takjil juga dapat menjadi sarana komunikasi kami dengan para penumpang," kata Minggus Gandeguai.

Sekitar 4.000 kotak takjil diagendakan dibagikan kepada pengguna jasa Bandara Sam Ratulangi Manado selama bulan Ramadhan ini atau setiap hari disiapkan tidak kurang 150 paket takjil. Pembagian takjil sangat membantu penumpang yang menjalankan ibadah puasa. "Para petugas customer service-nya juga sangat ramah, terima kasih Bandara," kata Yanti, penumpang Garuda tujuan Jakarta.

Avtur Aman PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) Vll menjamin bahan bakar pesawat atau avtur di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) aman menjelang Lebaran tahun ini.

General Manager MOR VII Tengku Fernanda mengatakan, akan ada peningkatan avtur di Manado menjelang Lebaran, namun tidak signifikan.

Branch Manager Marketing Sulutenggo Daniel Alhabsy mengatakan kesibukan transportasi udara dari dan menuju Manado pada Hari Raya Lebaran tidak seperti perayaan Natal dan Tahun Baru.

Kemungkinan transportasi udara akan meningkat namun tidak besar, dan masih mampu dipenuhi oleh stok avtur pada kondisi normal, katanya. Pihaknya terus melakukan pengawasan stok avtur pada bulan Ramadhan dan Idul Fitri 1439 H/2018 berada dalam kondisi aman.

Konsumsi bahan bakar pesawat udara selama Ramadhan dan ldul Fitri nanti diproyeksikan tidak mengalami peningkatan signifikan yakni sesuai dengan rata-rata konsumsi harian normal di Sulawesi Utara sebesar 173 KL/hari. Jika ada penambahan jumlah penerbangan atau ekstra flight di bandar udara di Manado, akan dilakukan koordinasi dengan Pertamina.

Masyarakat tidak perlu khawatir, Pertamina sudah mengantisipasi hal ini sehingga tidak akan terjadi kekosongan.

Transportasi Udara Sulut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulut Moh Edy Mahmud mengatakan jumlah pesawat yang datang di Bandar Udara Provinsi Sulawesi Utara pada Maret 2018 sebanyak 1.451 unit, naik 23,70 persen dari bulan sebelumnya. Keseluruhan jumlah pesawat yang datang tersebut 94,42 persen merupakan kedatangan penerbangan domestik dan sisanya 5,58 persen untuk kedatangan penerbangan internasional. Pesawat yang datang mengalami peningkatan 24,12 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2017.

Jumlah pesawat yang berangkat dari Bandar Udara di Provinsi Sulawesi Utara pada Maret 2018 sebanyak 1.446 unit, naik 22,34 persen dari bulan Februari 2018.

Dari keseluruhan jumlah pesawat yang berangkat tersebut, 1.367 unit atau 94,54 persen merupakan keberangkatan untuk penerbangan domestik dan sisanya 5,46 persen untuk keberangkatan penerbangan internasional. Total pesawat yang berangkat mengalami penurunan 23,28 persen dibandingkan periode sama tahun 2017.

Penumpang yang menggunakan jasa angkutan udara di Sulawesi Utara pada Maret 2018 sebanyak 238.66 ribu orang. Jumlah penumpang yang diberangkatkan sebanyak 119,21 ribu orang, naik 8,42 persen dibandingkan Februari 2018. Dari total penumpang yang berangkat pada Maret 2018, sebanyak 91,34 persen melakukan penerbangan domestik dan sisanya melakukan penerbangan ke luar negeri.

Sementara jumlah penumpang yang datang pada Maret 2018 sebanyak 119,45 ribu orang, naik 9,54 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Total penumpang yang berangkat mengalami peningkatan sebesar 10,85 persen dibanding periode yang sama tahun 2017, sedangakan total penumpang yang datang mengalami peningkatan sebesar 14,51 persen dibandingkan periode yang sama 2017.

Kemudian, kata Edy Mahmud, barang yang dibongkar di Bandar Udara di Provinsi Sulawesi Utara pada Maret 2018 sebanyak 1,960 ribu ton. Dari keseluruhan jumlah barang yang dibongkar tersebut, 1,846 ribu ton atau 94,21 persen dibongkar melalui penerbangan domestik dan 113,52 ribu ton atau 5,79 persen untuk penerbangan internasional.

Volume barang yang dibongkar tersebut mengalami kenaikan 15,18 persen terhadap Februari 2018. Dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2017, volume barang yang dibongkar meningkat 15,70 persen.

Barang yang dimuat pada Maret 2018 sebanyak 1,335 ribu ton, yakni 88,98 persen melalui penerbangan domestik dan 11,02 persen melalui penerbangan Internasional. Bila dibandingkan dengan Februari 2018 (m-to-m), jumlah barang yang dimuat mengalami kenaikan 9,98 persen dan naik 16,00 persen dibandingkan periode sama tahun 2017.

Sebelumnya Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta masyarakat agar dapat mengatur waktu ketika hendak mudik Lebaran 2018. Hal ini diharapkan dapat mengurangi tingkat kemacetan saat mudik. Jika biasanya masyarakat ke kampung halaman saat mendekati hari H Idul Fitri, maka dia menyarankan agar masyarakat berangkat lebih awal. Apalagi, saat ini pemerintah juga telah menambah masa cuti bersama Lebaran.


Gianyar, 25/5 (Benhil) - Sebanyak 14 seniman yang terhimpun dalam Yayasan Tri Pusaka Sakti Desa Budaya Batuan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali ikut ambil bagian dalam Festival Budaya di Kota Fest Negara Maroco, Afrika, selama dua minggu, 15-30 Juni 2018.

"Seniman Bali dalam kegiatan internasional tersebut menampilkan kesenian klasik kekebyaran, palegongan, dan petopengan, termasuk maestro tari I Made Jimat," kata Ketua Yayasan Tri Pusaka Sakti I Nyoman Budi Artha di Gianyar, Jumat.

Ia mengatakan duta seni Pulau Dewata selain tampil dalam kegiatan festival juga akan melakukan lokakarya tentang berbagai jenis musik Bali, di antaranya gamelan Gambuh, Gong Kebyar, Genggong, dan Kecak.

Upaya tersebut untuk menambah wawasan dan menginformasikan secara mendalam tentang keindahan budaya serta kesenian Bali.

Pihaknya juga tampil sebagai pembicara dalam lokakarya serta memberikan ceramah tentang kesenian dan budaya Bali dengan materi "The Arts Of Bali As The Inspiration Of Life".

"Misi diplomasi kesenian yang dilakukan Yayasan Tri Pusaka Sakti tentu merupakan momentum yang sangat baik, untuk lebih mengenalkan keindahan dan keungguan kesenian Bali di dunia internasional, khususnya di Benua Afrika. Pasar wisata Afrika sangat potensial dan luar biasa yang perlu dijangkau untuk mengadakan diplomasi atau kerja sama dalam bidang kebudayaan," ujar Budi Artha.

Ia mengharapkan peluang tersebut dapat dimanfaatkan oleh pemerintah atau negara, di tengah-tengah persaingan globalisasi budaya.

Tampilnya empat belas seniman Bali dalam kegiatan bertaraf internasional di Afrika diharapkan mengharumkan dan memperkenalkan keunggulan budaya khusunya kesenian Bali agar mampu bersaing dalam dunia internasional.

Bali sebagai daerah tujuan wisata masyarakat berbagai negara di belahan dunia dituntut dapat memperkenalkan dan menyampaikan informasi kekayaan budaya setempat dengan dukungan dari berbagai elemen dan menjadi program pemerintah.

"Keindahan budaya Bali, khususnya kesenian Bali, memang tak diragukan lagi bahkan keindahan kesenian Bali telah dikenal dunia sejak tahun 1920-an, terbukti sejak tahun 1920-an, mulai banyaknya wisatawan mancanegara mengunjungi Bali," ujarnya.

Ia mengatakan sekitar 1930-an mulai diplomasi kesenian ke dunia internasional, sehingga lebih mampu mengangkat dan mengharumkan nama Bali, Indonesia di dunia internasional.

Kejayaan kesenian Bali melalui diplomasi-diplomasi kesenian yang dilakukan para seniman dan maestro Bali pada 1990-an, katanya, mampu meningkatkan kesejahteraan dan perolehan devisa.

Ia mengatakan bahwa perjuangan seniman berat hingga meraih prestasi, yakni wisatawan dari berbagai negara di belahan dunia melirik dan mengunjungi Bali.

Ia menyayangkan sejak 2000-an diplomasi melalui kesenian ke luar negeri menurun, di tengah derasnya persaingan budaya kesenian, khususnya negara-negara di kawasan Asia, antara lain Malaysia, Filipina, India, Taiwan, China, dan Jepang.


Jakarta, 24/5 (Benhil) - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) mencatat adanya penurunan kinerja ekspor minyak sawit Indonesia termasuk biodiesel dan oleochemical sebesar dua persen pada kuartal I 2018 dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Direktur Eksekutif GAPKI Danang Girindrawardana mengatakan bahwa, pada kuartal pertama 2017, ekspor minyak sawit Indonesia mencapai 8,02 juta ton, namun pada periode yang sama 2018, melorot menjadi 7,84 juta ton.

"Beberapa faktor yang mempengaruhi kinerja ekspor minyak sawit Indonesia adalah adanya beberapa hambatan perdagangan yang diterapkan oleh beberapa negara," kata Danang, dalam keterangan tertulis yang diterima, Kamis.

Danang menambahkan, hambatan-hambatan tersebut antara lain seperti dari Uni Eropa yang mengeluarkan resolusi Parlemen Eropa yang menuding sawit sebagai penyebab deforestasi, India yang menaikkan bea masuk impor minyak nabati. Selain itu, Amerika Serikat melancarkan tuduhan anti-dumping biodiesel dan China yang memperketat pengawasan terhadap minyak nabati yang diimpor.

GAPKI mencatat, khusus untuk minyak sawit mentah dan turunannya saja (tidak termasuk Olechemical dan Biodiesel) pada kuartal I 2018 menurun tiga persen pada kurtal I 2018 dibanding periode yang sama tahun lalu atau dari 7,73 juta ton di kuartal I 2017 turun menjadi 7,5 juta ton di periode yang sama tahun 2018.

Di sisi lain, kinerja produksi minyak sawit Indonesia pada kuartal I 2018 naik mencapai 24 persen dibandingkan periode yang sama 2017 atau dari 8,4 juta ton pada kuartal I 2017 naik menjadi 10,41 juta ton periode yang sama 2018.

Produksi yang meningkat cukup signifikan ini disebabkan pada kuartal I 2017 yang masih masa pemulihan dari kekeringan yang dialami pada tahun 2015, selain itu juga luasan tanaman yang mulai menghasilkan mulai bertambah sehingga produksi dapat tetap meningkat meskipun banyak perkebunan yang melaksanakan peremajaan kebun.

Kinerja ekspor minyak sawit Indonesia pada Maret 2018 juga tercatat naik kurang lebih satu persen. Sepanjang Maret volume ekspor minyak sawit Indonesia (tidak termasuk biodiesel dan oleochemical) hanya mampu mencapai 2,4 juta ton, atau terkerek 33,86 ribu ton dibandingkan Februari lalu yang mencapai 2,37 juta ton.

Kinerja ekspor yang relatif stagnan dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah India yang menaikkan pajak impor minyak nabatinya di awal Maret 2018 untuk CPO 44 persen dari semula hanya 30 persen dan refined palm oil 54 persen dari semula 40 persen.

Kebijakan India yang menaikkan pajak impor minyak nabati, menyebabkan ekspor minyak sawit Indonesia ke India tergerus 33,44 ribu ton atau turun sekitar delapan persen pada Maret 2018 dibandingkan bulan sebelumnya, atau dari 442,09 ribu ton di Februari turun menjadi 408,65 ribu ton di Maret.

Penurunan ekspor minyak sawit Indonesia pada Maret 2018 dibandingkan bulan sebelumnya juga terjadi ke Bangladesh 59 persen, negara Timur Tengah 30 persen dan Pakistan 0,5 persen.

Di lain pihak beberapa negara pasar tradisional tujuan ekspor Indonesia seperti Uni Eropa, RRT dan Amerika Serikat pada Maret 2018 masing-masing mencatatkan kenaikan impor 38 persen, 16 persen, dan 11 persen dibandingkan bulan Februari.

Pasar baru negara Afrika juga ikut membukukan kenaikan impor sebesar 38 persen.

Dari sisi produksi, pada Maret 2018 produksi minyak sawit Indonesia mencatatkan kenaikan sembilan persen atau dari 3,35 juta ton pada Februari lalu naik menjadi 3,65 juta ton pada Maret 2018. Peningkatan produksi ini karena hari kerja yang panjang dan cuaca yang mendukung. Dengan produksi yang masih meningkat dan ekspor yang relatif stagnan, stok minyak sawit Indonesia membukukan kenaikan menjadi di 3,65 juta ton di akhir Maret dibandingkan Februari lalu di 3,5 juta ton.

Dari sisi harga, sepanjang bulan Maret 2018 harga CPO global bergerak di kisaran 665-695 dolar AS per metrik ton dengan harga rata-rata 676,2 dolar AS per metrik ton. Harga rata-rata Maret meningkat 13,1 dolar AS dibandingkan harga rata-rata pada Februari lalu yang sebesar 663,1 per dolar AS metrik ton.

Basuki Rahmad (kiri) dan Naufal Badri (tengah)
Jakarta, 24/5 (Benhil) - Bom merupakan kata yang sangat sensitif untuk dikatakan di angkutan umum, terutama di pesawat terbang, apalagi setelah terjadi sejumlah ledakan di Surabaya dan daerah lain, beberapa pekan lalu. Gurauan, apalagi serius mengatakan kata bom di areal bandar udara, ketika akan memasuki pesawat, dan berada di dalam pesawat bisa jadi akan berurusan dengan pihak berwajib.

Undang-undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan secara tegas telah mengatur sanksi bagi pemberian informasi palsu. Dalam pasal 437 ayat (1) disebutkan, "Setiap orang menyampaikan informasi palsu yang membahayakan keselamatan penerbangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 344 Huruf E dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun". Apabila informasi tidak benar itu sampai mengakibatkan kecelakaan atau kerugian harta benda, maka pelaku yang menyebarkan informasi tidak benar terancam hukuman pidana penjara paling lama 8 tahun. Hal tersebut diatur pada Pasal 437 Ayat 2.

Sementara itu, Ayat 3 pasal tersebut berbunyi, "Dalam hal tindak pidana sebagaimana dimaksud pada Ayat 1 mengakibatkan matinya orang, dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun".

Adanya undang-undang tersebut sudah menegaskan bahwa akan ada tindakan hukum bila seseorang bercanda atau bergurau soal bom di areal penerbangan, siapapun itu yang mengatakan.

Entah tidak tahu akibat hukumnya atau memang niatnya hanya iseng-iseng atau bercanda, buktinya masih banyak masyarakat yang nekad bercanda soal bom di areal penerbangan sekalipun setelah diperiksa ulang pesawatnya oleh pihak berwenang tidak ditemukan bom.

Terakhir pada Rabu (23/5), dua orang anggota DPRD Banyuwangi, yakni Basuki Rahmad dan Nauval Badri diamankan petugas Bandara Banyuwangi karena bercanda mengenai bom saat hendak naik pesawat Garuda rute Banyuwangi-Jakarta di Bandara Banyuwangi, Jawa Timur.

Kapolsek Rogojampi Kompol Suhariono saat dihubungi di Banyuwangi, mengatakan kedua politikus dari Partai Gerindra dan Partai Hanura itu hendak terbang ke Jakarta dengan menggunakan pesawat Garuda GA 265 yang berangkat pada Rabu sore di Bandara Banyuwangi, namun saat memasuki pemeriksaan oleh petugas Avsec (keamanan bandara) menyampaikan bahwa tas rekannya berisi bahan peledak atau bom.

Bahkan saat ditanya petugas hingga tiga kali, Rahmad tetap menyampaikan bahwa yang dibawa adalah bom dan penumpang atas nama Novel menuju ke dalam pesawat yang juga berbicara bahwa barang di tas tersebut berisi bom, sehingga pramugari melaporkan ke pilot pesawat dan pilot tidak berani terbang kalau penumpang tersebut tidak turun.

Akibatnya, kedua anggota DPRD Banyuwangi itu diturunkan ke Kantor Angkasa Pura di Bandara Banyuwangi, sedangkan untuk barang bawaan kedua penumpang dilakukan pemeriksaan dan tidak ditemukan barang yang mencurigakan.

Kasus serupa juga pernah dialami pesawat Lion Air Boeing 737-900ER registrasi PK-LFW bernomor JT 787 rute Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar (UPG), tujuan Juanda, Surabaya, (SUB), Sabtu (5/5), ditunda penerbangan gara-gara ada wanita bergurau membawa bom.

Corporate Communications Strategic of Lion Air Danang Mandala Prihantoro mengatakan kejadian itu berlangsung ketika proses masuk ke pesawat. Seorang penumpang wanita berinisial ST mengaku ke salah satu awak kabin adanya bom dalam barang bawaan, saat akan dimasukkan ke kompartemen kabin.

Untuk alasan keselamatan, keamanan dan kenyamanan penerbangan, pilot beserta seluruh kru berkoordinasi dalam menjalankan tindakan menurut standar penanganan ancaman bom, sehingga dilakukan pengecekan ulang pada pesawat, 207 penumpang dewasa, tiga anak-anak dan empat bayi, serta semua barang bawaan serta kargo. Hargai aturan dan bertuturlah dengan baik ujar Atto Sakmiwata Sampetoding, pengamat masalah sosial di Jakarta.

Kerja sama yang baik antara kru pesawat, petugas layanan di darat dan petugas keamanan bandar udara proses pemeriksaan diselesaikan secara tepat dan benar. Hasilnya tidak ditemukan barang bukti berupa bom dan benda lain yang mencurigakan.

Lion Air selanjutnya menyerahkan ST ke petugas keamanan Angkasa Pura I Cabang Makassar, otoritas bandar udara beserta pihak berwenang guna menjalani pengamanan dan proses penyelidikan lebih lanjut.

Penerbangan JT 787 akhirnya diberangkatkan dengan jadwal terbaru pada pukul 18.55 WITA dari jadwal semula pukul 17.35 WITA dan telah mendarat di Juanda pada 19.30 WIB.

Perusahaan menginformasikan, kondisi itu berpotensi menyebabkan penundaan penerbamgan pada rute dari Surabaya ke Makassar dan Bandar Udara Mutiara Sis Al-Jufri, Palu, Sulawesi Tengah (PLW).

Pesawat Laik Terbang Masih dialami Lion Air, seorang penumpang dengan inisial ZN dan rombongannya yang berjumlah empat orang terpaksa diturunkan dari pesawat karena menyebutkan bom ke salah satu awak kabin ketika dalam proses masuk ke pesawat.

Lion Air menyampaikan klarifikasi terkait keterlambatan JT 618 dikarenakan gurauan bom yang bersumber dari ZN, seorang penumpang laki-laki yang ketika dalam proses masuk ke pesawat menyebutkan kata bom ke salah satu awak kabin. Hal itu terjadi pada Sabtu (12/5) saat Lion Air penerbangan Nomor JT 618 dari Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang (CGK), menuju Bandar Udara Depati Amir, Pangkalpinang, Bangka (PGK), dengan menggunakan pesawat Boeing 737-800NG registrasi PK-LOR.

Dalam menjamin keselamatan, keamanan dan kenyamanan penerbangan, pilot beserta seluruh kru berkoordinasi dengan menjalankan prosedur tindakan menurut standar penanganan ancaman bom.

Pesawat sesungguhnya dalam keadaan aman dan laik terbang. Akibat ucapan penumpang itu 148 penumpang dewasa, dua bayi, barang bawaan serta berikut bagasinya, harus melalui tahapan pengecekan ulang.

Berkat kerja sama yang baik di antara awak pesawat, petugas layanan di darat dan petugas keamanan (aviation security/avsec), maka proses pemeriksaan diselesaikan secara teliti, tepat dan benar. Petugas tidak menemukan barang bukti berupa bom dan benda lain yang mencurigakan, yang dapat berpotensi mengancam keselamatan dan keamanan penerbangan.

Pesawat Lion Air JT 618 akhirnya diberangkatkan dengan jadwal terbaru pukul 16.40 WIB dari jadwal penerbangan semula pukul 15.50 WIB dan telah mendarat di Pangkalpinang pada 17.40 WIB.

Sesuai prosedur atas sikap penumpang itu, Lion Air menurunkan ZN dan rombongan yang berjumlah empat orang beserta 10 bagasi dari JT 618. ZN harus menjalani pengamanan dan proses penyelidikan lebih lanjut di Avsec Airlines serta menyerahkan mereka ke avsec Angkasa Pura II Cabang Soekarno-Hatta, otoritas bandar udara serta pihak berwenang.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan hendaknya calon penumpang tidak bergurau soal adanya atau membawa bom di areal penerbangan, karena hal itu pasti akan ditanggapi serius oleh pihak berwenang dan berwajib untuk mencegah terjadinya hal tak diinginkan.

Mengacu pada Pasal 437 UU Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan (UU Penerbangan), semua yang terkait informasi bom, baik sungguhan atau bohong akan diproses dan ada sanksi tegas oleh pihak berwajib.

Bandara Kertajati
Bandar Udara Jawa Barat

Bandung, 23/5 (Benhil) - Setelah menunggu 15 tahun atau sejak dirintis pertama pada tahun 2003, akhirnya Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB), di Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka, akan resmi beroperasi pada Kamis ini, 24 Mei 2018. "Bahagia yang dinanti oleh warga Jabar, kata Atto Sakmiwata Sampetoding, pengusaha dan pemerhati sosial di Jakarta.

Peresmian pengoperasian Bandara Internasional Jawa Barat tersebut akan ditandai dengan pendaratan perdana pesawat (historical landing).

Direncanakan, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan atau dengan nama populernya Aher akan melakukan pendaratan pertama dari Kota Bandung menuju Bandara Internasional Jawa Barat, sejumlah pengusaha dan Atto Sakmiwata Sampetoding akan hadir.

Ahmad Heryawan itu menuturkan bandara ini memiliki sejumlah keistimewaan karena menjadi bandara pertama yang diinisiasi oleh tokoh, politisi dan pengusaha dan masyarakat Jawa Barat.

Keistimewaan yang kedua bandara ini adalah bandara di daerah yang paling luas dan besar. Keistimewaan ketiga karena bandara ini lahir dari tokoh dan masyarakat Jawa Barat maka bandara ini dimiliki masyarakat oleh BUMD Pemerintah Paovinsi Jawa Barat. Gubernur Aher juga menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Jawa Barat Periode 2003-2008 Danny Setiawan yang menjadi salah seorang penggagas Bandara Internasional Jawa Barat.

"Saya harus sebut, tentu secara khusus Pak Danny Setiawan sebagai Gubernur Jabar sebelumnya dan teman-teman dari Kadin Jawa Barat. Mereka adalah yang menginisiasi dan merencanakan awal bandara ini hingga mendapatkan izin prinsipnya dari Kemenhub pada saat itu," kata Aher, beberapa waktu lalu.

Dalam perjalanannya sekitar 15 tahun, banyak catatan penting dalam pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat ini, seperti sempat diambil alih pengelolaanya oleh pemerintah pusat, pada awal tahun 2016.

Namun, pada September 2016, pembangunan dan pengelolaan Bandara Internasional Jawa Barat di Kertajati batal diambil alih sepenuhnya oleh Pemerintah Pusat sehingga pelaksanaan pembangunan kembali dilimpahkan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat serta PT BIJB.

Keputusan dikembalikannya pengelolaan BIJB dari pemerintah pusat kepada Pemprov Jawa Barat tersebut muncul setelah pergantian Menteri Perhubungan saat itu.

Catatan lainnya, BIJB menjadi satu-satu bandara di Indonesia yang pengelolaannya dilakukan oleh BUMN (PT Angka Pura II) dan BUMD (PT BIJB, BUMD milik Pemprov Jawa Barat).

Pada 22 Januari 2018, Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar), membuat Kesepakatan dengan PT Angkasa Pura II untuk pengelolaan BIJB di Gedung Negara Pakuan.

Penerbangan Haji Sementara itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan BIJB di Kertajati, Majalengka, akan menjadi embarkasi haji antara menyusul daya dukung landasan pacu yang belum bisa mengakomodasi pesawat berbadan lebar.

"Format yang akan dilakukan itu diperlakukan sebagai embarkasi antara. Artinya penerbangan itu akan dilakukan dari Kertajati ke Soekarno-Hatta. Dari Soekarno-Hatta baru ke Saudi," kata Budi di Kantor Kemenko Kemaritiman Jakarta.

Menteri Perhubungan menjelaskan format embarkasi antara dilakukan seperti halnya di Bandara Radin Inten II Bandar Lampung dan meski hanya menjadi embarkasi haji untuk sementara, secara teknis Kementerian Perhubungan telah memastikan kesiapan bandara tersebut.

"Kementerian Perhubungan selaku sektor teknis sudah meneliti berkaitan dengan hal teknis, seperti kemampuan 'runway', daya dukung dan teknis lainnya. Prinsipnya dapat digunakan," ujarnya.

Sistem navigasi udara, tambah Budi, juga telah siap. Begitu pula Garuda Indonesia yang akan menjadi maskapai perantara yang membawa jamaah dari BIJB di Kertajati menuju Bandara Soekarno-Hatta.

Adapun lama penerbangan (dari Kertajati ke Soekarno-Hatta) kira-kira 45 menit. Sementara itu panjang landasan pacu bandara itu akan ditambah menjadi 3.000 meter pada Juli mendatang dan ditargetkan rampung dalam waktu enam bulan.

Saat ini, panjang landasan pacu baru 2.500 meter sehingga memang belum bisa didarati pesawat berbadan lebar seperti Boeing 777 yang biasa digunakan untuk penerbangan haji.

Sehingga nantinya Garuda Indonesia mampu mengangkut jamaah haji dari daerah Jawa Barat dengan Airbus 330 sampai ke Bandara Soekarno-Hatta. Kemudian, jamaah akan berpindah ke pesawat Saudi Airlines yang mendapat jatah jamaah wilayah tersebut, untuk langsung terbang menuju Arab Saudi.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa, dalam kesempatan yang sama mengatakan perjalanan haji dari dan ke BIJB Kertajati rencananya berjumlah lima kloter dan maksimum 2.500 orang dari wilayah Majalengka dan mungkin Sumedang.

Dia juga memastikan kesiapan Pemerintah Kabupaten Majalengka dan Pemprov Jawa Barat terkait penerbangan haji dari bandara berkode KJT ini.

Mulai Disosialisasikan 

PT Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) hingga saat ini mulai menyosialisasikan bandara yang ada di Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka, sebagai bandara yang bisa melayani penerbangan Jamaah Calon Haji dan Umrah 2018.

Menurut Atto Sakmiwata Sampetoding, PT BIJB memperkenalkan langsung kepada sekitar 150 agen travel haji dan umrah, di area Terminal Bandara Kertajati, pada awal Mei 2018.

Sosialisasi bandara pemilik "three letter code" KJT ini disampaikan langsung Direktur Utama PT BIJB Virda Dimas Ekaputra. "Bandara ini ketika sudah beroperasi tentu harapan kita bisa juga melayani kebutuhan masyarakat untuk haji dan umrah. Karena pasar untuk umrah ini sangat besar di Jawa Barat," kata Virda.

Dia mengatakan Indonesia merupakan negara kedua setelah Pakistan yang menerbangkan sekitar 875.958 orang untuk umrah pada 2017. Setiap tahunnya kenaikan rata-rata hampir 25 persen, dimana pada 2016 lalu jamaah yang menunaikan ibadah ke Tanah Suci hanya sekitar 700.766 orang.

Masih kata Virda, Jawa Barat merupakan provinsi yang berkontribusi besar dengan persentase 18 persen untuk memberangkatkan jamaah umrah.

"Sehingga kehadiran Bandara Kertajati ini bisa menekan kepadatan di Bandara Soekarno-Hatta sekaligus mendukung kemudahan transportasi masyarakat yang hendak umroh maupun haji ke Arab Saudi," ucapnya.

Menurutnya, dari segi fasilitas, Bandara Kertajati sudah cukup memadai untuk melayani penerbangan haji dan umrah. Fasilitas untuk kenyamanan calon jamaah juga disiapkan, yakni hadirnya, lounge haji dan umroh seluas 1.300 meter persegi yang ada di area lantai tiga. Begitu juga dengan panjangnya landasan pacu yang saat ini masih diangka 2.500 meter. Dengan panjang tersebut maskapai seperti Garuda Indonesia menawarkan pesawat Boeing 737 sebagai penyesuaian terhadap runway yang ada.

Karena untuk menggunakan Boeing 777 yang bisa terbang langsung ke Jedah, runway bandara itu harus memiliki panjang sampai 3.000 meter. Sisa dari perpanjangan runway 500 meter saat ini akan dilaksanakan oleh PT Angkasa Pura (AP) II selaku operator bandara dan diperkirakan rampung pada Oktober 2018.

"Kami sendiri (area terminal) sudah sangat siap. Tapi kalau dia terbang menggunakan (Boeing) 777 atau Airbus, ada yang namanya technical landing. Kalau 777 itu harus ke Soekarno-Hatta mengisi bahan bakar. Kalau Airbus itu bisa (transit) ke Padang atau Batam," kata Virda.

Namun dari seluruh kesiapan itu, BIJB yang juga dikenal sebagai Bandara Kertajati ini masih menanti Kementerian Agama (Kemenag) selaku pemilik otoritas untuk pelayanan penerbangan haji, khususnya untuk 2018. Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah memberi sinyal bahwa Bandara Kertajati dinilai layak untuk memberangkatkan haji tahun 2018 ini.

"Yang pasti kami siapkan semua apapun nantinya keputusan pemerintah untuk melayani penerbangan haji 2018. Karena semua itu keputusannya ada di Kementerian Agama," kata Virda seraya menyebut bahwa BIJB sudah melakukan kerja sama strategis dengan Bandara Internasional Amir Muhammad bin Abdul Azis Madinnah. (Ben/An/AS)


Jerusalem

Yerusalem, 21/5 (Benhil/An/Reuters) - Paraguay membuka kedutaannya di Israel di Yerusalem pada Senin, menjadi negara kedua mengikuti Amerika Serikat dalam memindahkan kedutaan, yang peka secara politik, dari Tel Aviv.

Presiden Paraguay Horacio Cartes dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menghadiri upacara peresmian itu. Amerika Serikat memindahkan kedutaan besarnya ke Yerusalem seminggu lalu, yang memancing kemarahan Palestina, disusul Guatemala pada Rabu.

Kedudukan Yerusalem adalah salah satu hambatan tersulit untuk mencapai kesepakatan perdamaian Israel dengan Palestina, yang dengan dukungan luas dunia menginginkan Yerusalem Timur, yang direbut Israel dalam perang Timur Tengah pada 1967, sebagai ibu kota mereka.

Israel menganggap semua kota, termasuk bagian timur itu, yang direbut setelah perang pada 1967, sebagai ibukotanya.

"Ini adalah hari bersejarah, yang memperkuat hubungan Paraguay dengan Israel," kata Cartes pada upacara tersebut.

"Hari yang luar biasa bagi Israel. Hari yang luar biasa bagi Paraguay. Hari yang luar biasa untuk persahabatan kami," demikian tanggapan Netanyahu, "Anda tidak hanya memiliki dukungan dari pemerintah kami, namun terima kasih yang mendalam dari orang-orang Israel." Hanan Ashrawi, pejabat Organisasi Pembebasan Palestina, mengecam langkah Paraguay tersebut.

"Dengan mengadopsi tindakan provokatif dan tidak bertanggung jawab yang bertentangan langsung dengan hukum dan konsensus internasional, Paraguay telah bersekongkol dengan Israel, Amerika Serikat dan Guatemala untuk berkubu dalam pendudukan militer dan untuk mengunci nasib Yerusalem yang diduduki," kata Ashrawi dalam sebuah pernyataan.

Pada Desember, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, membalikkan kebijakan Amerika Serikat selama puluhan tahun dan membuat marah dunia Arab serta sekutu Barat.

Sebagian besar kekuatan dunia tidak mengakui kedaulatan Israel atas seluruh kota itu dan mengatakan kedudukan terakhirnya harus diatur dalam perundingan perdamaian.


Jakarta, 21/5 (Benhil) - Genap 20 tahun sudah usia reformasi yang membawa enam amanat: adili Soeharto dan kroni-kroninya; cabut dwifungsi ABRI; hapus korupsi, kolusi, dan nepotisme; otonomi daerah seluas-luasnya; amendemen UUD 1945; tegakkan supremasi hukum; dan budaya demokrasi.

Setelah dilakukan perubahan terhadap UUD 1945, pers pun menjadi pilar keempat demokrasi yang dijamin kemerdekaannya.

Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo menilai kebebasan pers adalah satu-satunya wilayah yang masih steril dan menjadi warisan dari reformasi, tidak ada campur tangan pemerintah maupun wakil rakyat di DPR RI.

Bahkan, polisi saat menegakkan hukum terhadap media dan wartawan tidak bisa seperti biasa, tetapi membutuhkan penilaian dari Dewan Pers. Apabila ranahnya jurnalisme, Dewan Pers yang menyelesaikan.

Indonesia, dikatakannya, dipuji kalangan internasional, khususnya kawasan karena mempunyai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers yang melahirkan Dewan Pers dengan struktur independen gabungan organisasi jurnalis, asosiasi perusahaan pers, dan masyarakat. Namun, bersebelahan dengan kisah sukses kebebasan pers di Indonesia setelah 20 tahun reformasi, Yosep menyebutkan terdapat penumpang gelap yang menyalahgunakan kebebasan dengan memeras perorangan atau lembaga.

Penumpang gelap itu adalah media abal-abal yang mengaku memiliki media daring atau cetak tetapi tidak berbadan hukum, tidak memiliki struktur organisasi dan alamat yang jelas. Mereka mendatangi instansi pemerintah, sekolah, atau tokoh, lalu mengancam dan memeras dengan penanya akan menulis hal-hal yang tidak baik.

Tidak main-main, fenomena yang hanya terjadi di Tanah Air ini jumlahnya besar. Dewan Pers mencatat dari 47.000 media yang ada di Indonesia, sekitar 2.000 yang terverifikasi. Sebagian besar media abal-abal mengaku media daring karena pembuatannya mudah dan murah, bahkan gratis, atau hanya memerlukan layanan aplikasi web tidak berbayar.

Yosep mengatakan bahwa jurnalis abal-abal itu bisa dari latar belakang berbeda-beda tanpa kompetensi menjadi jurnalis. Mereka hanya bermodal kartu pers yang dicetaknya sendiri.

Kode etik jurnalistik pun ditinggalkan para penumpang gelap itu dengan membuat berita bohong dan memojokkan orang. Sejumlah orang yang pernah menjadi korban pun takut dan sedihnya mungkin menggeneralisasi semua jurnalis sama, termasuk jurnalis media arus utama.

Padahal, berdasarkan survei The Economist, kata Yosep, sebanyak 87 persen masyarakat Indonesia percaya kepada media arus utama, bahkan angka tersebut lebih tinggi daripada tingkat kepercayaan mereka pada pemerintah.

Media tentu tidak ingin kehilangan kepercayaan yang tinggi itu dari masyarakat. Untuk itu, Dewan Pers menegaskan bahwa menjaga profesionalisme dan menjunjung kode etik jurnalistik merupakan salah satu cara melawan para penumpang gelap kebebasan pers itu.

"Dengan menjalankan fungsi secara benar, pewarta media arus utama akan meraih kepercayaan masyarakat sehingga ruang media abal-abal makin sempit," kata Yosep.

Menurut Yosep, kini media besar yang masih independen, pemiliknya tidak bergabung dengan politik dan mempraktikkan "good journalism" masih ada dan dapat menjadi teladan.

Dewan Pers selalu menekankan hanya akan mengurus insan dan perusahaan pers yang profesional serta melindunginya dengan UU No. 40/1999 tentang Pers.

Meski begitu, Dewan Pers tidak berniat membiarkan jurnalis media abal-abal begitu saja, pihaknya ingin merangkul untuk mengedukasi agar menjadi profesional. Apalagi, sebagian dari mereka telah bertahun-tahun menjadi pers.

Dewan Pers berupaya memperbaiki kualitas dan kompetensi jurnalis dengan pengawasan pelaksanaan kode etik, menegur media abal-abal dan membuat sejumlah pedoman peliputan. Namun, mendata puluhan ribu media itu dirasa sulit sehingga diperlukan juga kemauan dari jurnalis untuk melakukan sertifikasi agar berpindah tidak lagi di kawasan media abal-abal.

"Tunjukkan yang setia umurnya panjang, dibandingkan mereka yang khianat pada kebebasan pers umurnya akan pendek," tegas Yosep.

Kebebasan Bertanggung Jawab Reformasi bukan suatu titik perhentian, melainkan titik tolak yang setiap langkahnya mendewasakan. Selama 20 tahun reformasi sudah banyak kemajuan di berbagai bidang, sementara di bidang informasi dan kebebasan, masyarakat dijamin haknya untuk menyampaikan pendapat dan haknya untuk mendapatkan informasi.

Meski bebas, kata Direktur Jenderal Informasi Komunikasi Publik (IKP) Kementerian Komunikasi dan Informatika Rosarita Niken Widiastuti, pers dibatasi peraturan dan undang-undang yang ada serta kode etik jurnalistik yang mengarahkan pada kebebasan yang bertanggung jawab.

"Semua menyadari kebebasan yang diberikan oleh undang-undang adalah kebebasan yang bertanggung jawab, kebebasan yang memperhatikan hak masyarakat lain mendapatkan informasi yang benar," kata Niken Widiastuti.

Pada era keterbukaan informasi, tidak bisa seseorang memeras atau mencaci maki dengan alasan kebebasan karena sebebas-bebasnya pers, terdapat aturan dan kode etik yang mengikat.

Meski menekankan aturan main yang harus diikuti pers, Niken menekankan sepanjang bertanggung jawab dan menyampaikan informasi sesuai dengan data fakta yang akurat, tidak ada pembatasan dari UU No. 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Wartawan yang melaksanakan tugas jurnalistiknya sesuai dengan UU Pers dilindungi haknya apabila dalam menjalankan tugas jurnalistiknya menerima keberatan dari masyarakat terkait dengan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik dan tidak akan dijerat UU ITE.

Pemerintah selalu mendukung kebebasan pers, kata dia, ditunjukkan dengan pemerintah tidak mengeluarkan peraturan pemerintah untuk mengimplementasikan UU Pers karena tidak mengatur konten dari visi media.

Namun, dalam hal kebebasan pers, Pemerintah melindungi masyarakat dari terpaparnya informasi negatif melalui literasi, tidak mencampuri konten sepanjang tidak melanggar undang-undang, peraturan dan kode etik jurnalistik.

Menjadi bebas memang mudah. Akan tetapi, ingat tanggung jawab yang menyertainya. Kalau selalu lempar batu sembunyi tangan, kapan mau bijak dan dewasa?
All rights reserved, Copyright © 2015 www.benhil.net. Powered by Blogger.