Showing posts with label Sosial Politik. Show all posts

Rumah Suku, Korowai, Papua, Foto: ikons.id

Dunia merupakan tempat dimana jutaan bahkan miliaran manusia menghuni. Jutaan bahkan miliaran manusia ini terdiri dari beragam macam karateristik pada setiap orangnya. Selain karakter yang beragam, orang-orang tersebut juga berasal dari suku yang bebeda-beda. Suku tersebut memiliki karakter, sejarah yang panjang dan cerita  berbeda-beda. Dalam setiap perjalanan sejarah peradaban manusia di bumi selalu ada catatan peristiwa kekejaman yang menyebabkan banyak manusia meninggal. Tidak sedikit dari mereka hidup dengan budaya yang kejam dan dipimpin oleh pimpinan yang sangat menakutkan. Suku tersebut dapat ditemukan di semua sudut belahan bumi. Berikut ini disajikan beberapa suku paling kejam dan menakutkan yang ada di dunia.

1.    Suku Igorot (Filipina)


Suku Igorot adalah suku yang paling menakutkan didunia.Suku ini biasanya memburu kepala yang didasari oleh berbagai alasan, seperti perebutan kekuasaan, persembahan untuk musim panen, sebagai tumbal untuk kesehatan, hingga seserahan saat upacara pernikahan. Orang yang dapat melakukan ritual tersebut adalah para prajurit yang pernah ikut berperang atau memenangkan duel dengan lawannya. Prajurit tersebut ditandai dengan tato bernama Chaklag yang merupakan simbol seorang headhunter. Pada saat memenggal kepala buruannya, suku Igorot biasanya menggunakan senjata tradisional yang bentuknya menyerupai kapak besar. Dalam buku berjudul ‘The Bontoc Igorot’ yang ditulis oleh Albert Ernest Jenks pada 1905, dikisahkan bahwa peperangan yang dilakukan oleh suku Igorot bisa berlangsung beberapa jam hingga satu hari penuh. Perang akan berhenti apabila kedua belah pihak sudah puas dengan jumlah kepala yang mereka penggal. Jumlah kepala yang dipenggal pun bervariasi, mulai dari satu hingga lusinan, tergantung seberapa dalam dendam antara kedua suku. Seiring waktu, serta masuknya pengaruh ajaran Kristen ke Filipina, praktik perburuan kepala ini sudah mulai ditinggalkan.

2.    Suku Aztec (Meksiko)


Suku Aztec sangat senang mengoleksi kepala dari musuh-musuh yang telah dikalahkan. Kepala-kepala tersebut  kemudian dikumpulkan dalam rak kayu bernama tzompanti. Biasanya kepala yang telah dipenggal akan diberi lubang agar bisa dimasukkan ke tiang penyangga yang ada di tzompanti. Praktik itu dipercaya telah berlangsung sejak abad ke-7 atau 13 Masehi. Berdasarkan catatan Fray Diego Duran dan Bernard Ortiz de Montellano, ditemukan setidaknya 60 tengkorak manusia di kuil yang bernama Tenochtitlan. Seluruh tengkorak tersebut tertata sangat rapi dalam tzompanti raksasa yang disebut dengan Hueyi Tzompantli.

3.    Suku Maori (Selandia Baru)


Suku maori yang terdapat di Selandia Baru merupakan suku kanibal yang pernah terdokumentasikan dengan sangat baik. Kanibalisme sudah menjadi bagian dari kebudayaan maori dan suku ersebut tidak pernah berhenti memakan musuhnya. Ketika kapal Inggris, The Boyd, berlabuh dan para awaknya membunuh anak dari kepala suku maori, para pejuang suku maori membalas dendam degan membunuh dan memakan 66 awak kapal tersebut. Kejadian ini yang akhirnya terkenal sebagai “body massacre.

4.    Suku Korowai (Indonesia)


Suku korowai  yang berada di Papua, Indonesia diketahui sebagai suku yang masih tersisa di dunia dan melakukan kanibalisme hingga saat ini. Kelompok tersebut biasanya memakan anggota sukunya yang dicurigai sebagai penyihir. Biasanya suku ini memakan bagian otak yang masih dalam keadaan hangat. Kediaman Korowai biasanya berada diatas pohon yang tinggi berguna untuk melindungi dari musuh-musuhya.

5.    Suku Fiji (Polensia-Melanesia)


Suki Fiji merupakan kelompok yang  dikenal sebagi pulau para kanibalisme. Seorang kepala suku fiji mengakui telah memakan 875 orang. Kelompok tersebut menyebar di kawasan Polinesia dan Melanesia.

Albert Fish

Albert Fish

Kanibalisme adalah fenomena satu makhluk hidup memakan makhluk sejenis. Fenomena tersebut yang paling mengerikan adalah manusia memakan manusia. Kanibalisme sangat sering terjadi di berbagai negara. Berdasarkan penelitian yang dilakukan penyebab seseorang menjadi seorang kanibal antara lain memiliki kepribadian psikopat, fantasi seksual yang ekstrim, dan menjadikan korban menjadi miliknya seutuhnya.  Para kanibal memiliki kehidupan yang terisolasi dan kesepian.

Mereka memiliki kecenderungan tertarik pada darah dan kematian. Sepinya atas kehidupan para pemakan sesame ini melampiaskannya dengan memakan daging sesamanya. Berikut adalah kanibal tersadis sepanjang sejarah.

1.    Jeffrey Dahmer (Amerika Serikat)

Jeffrey Dahmer adalah manusia kanibal yang berasal Amerika Serikat (AS), Dirinya  melakukan aksi pembunuhan terhadap anak-anak hingga remaja laki-laki (1987-1991). Ia menyiksa lalu memperkosa para korbannya. Tidak hanya sampai disitu,  dia memutilasi korbannya hingga menjadi beberapa bagian. Korban yang menjadi sasaran atas kebejatannya  adalah kebanyakan didominasi oleh anak-anak keturunan Asia dan Afrika.

2.    Andrei Chikatilo

Manusi kanibal yang sangat menakutkan, Andrei Chikatilo merupakan pria asal Ukraina. Dia dikenal sebagai seorang pembunuh, pemutilasi, dan pemerkosa. Andrei telah membunuh sebanyak 52 korban, dimana yang menjadi korban adalah kaum wanita dan anak kecil. Aksi sadisnya tersebut dilakukan pada 1978 sampai 1990. Chikatilo mengaku bahwa dirinya tidak hanya membunuh dan memperkosa, ia juga memakan organ dalam dari korban perempuannya.

3.    Issei Sagawa

Issei Sagawa adalah manusia pemakan daging manusia yang berasal dari Jepang. Sagawa membunuh Renee Hartevelt saat belajar di Perancis. Perempuan itu dibunuh dengan cara ditembak dari belakang. Setelah mati, tubuhnya pun dipotong-potong, dimasak, dan dimakan. Dia dinyatakan memiliki kelainan jiwa dan dimasukkan dalam rumah sakit jiwa. Di tahun 1985, Sagawa kembali ke negaranya. Di sana Sagawa dinyatakan waras. Pihak kepolisian Perancis yang menolak memberikan bukti pada polisi Jepang, membuanya menjadi bebas.  Dia pun kemudian menulis buku, dan menjadi terkenal.

4.    Dennis Nilsen

Dennis Nilsen adalah seorang pembunuh sadis dan merupakan seorang kanibal yang terkenal. Semasa kecil ia sangat disayang oleh kedua orang tuanya. Namun sering berjalannya waktu sikapnya menjadi berubah 180 derajat menjadi sosok yang sangat menakutkan. Dari 1978 sampai 1983, Nilsen telah membunuh sebanyak 15 pria, dimana yang menjadi korbannya adalah pelajar dan orang yang tidak mempunyai rumah. Dia tidak hanya membunuh dan membuang korbannya begitu saja. Ia membawa kerumah lalu menyimpannya. Dengan keahliannya, dia memotong tubuh mayat itu menjadi beberapa bagian. Sebagian disembunyikan di salah satu bagian rumahnya. Selain itu, sebagian lagi dibuang ke toilet dan sisanya dimasak untuk dimakan olehnya,

5.    Albert Fish

Albert adalah seorang kanibal yang telah membunuh dan memakan sebanyak lima belas anak-anak. Atas aksi kejinya tersebut ia dihukum atas dua korban terakhirnya. Ia membunuh seorang anak berusia sepuluh tahun bernama Grace Budd. Korban tersebut dipotongnya dalam ukuran kecil lalu kemudian dimasaknya. Bagian tubuh yang dimutilasi taadi dimasaknya dengan mencampurkan watek dan bawang, Kemudian kepada ibu sikorban ditulisnya sepucuk surat yang bertuliskan “ ini adalah keledai kecilnya yang dipanggang didalam tungku”.

6.    Sumanto

Sumanto adalah manusi kanibal Indonesia, pria kelahiran Purbalingga, Jawa Tengah, 3Maret 1972. Namanya muncul pada awal tahun 2003, dimana dirinya mencuri seorang mayat nenek yang baru saja dikubur dan kemudian memakannya. Aksi tersebut dilakukannya karena memiliki kepercayaan bahwa akan memberikannnya kekuatan supranatural. Apa yang dia yakini ini di dasarkan pada aliran mistis lokal. Meskipun demikian para pakar memiliki pendapat bahwa Sumanto mengidap gangguan jiwa.


Psikopat merupakan penyakit kejiwaan yang dicirikan dengan sifat egosentris dan antisosial seperti tidak memiliki empati, dan memiliki temperamen yang sulit diprediksi. Kelainan ini sangat berbeda dengan gila. Karena penderira kelainan ini memiliki kesadaran penuh atas segala perbuatannya. Berdasarkan penelitian sekita satu persen dari total populasi dunia mengidap gangguan mental tersebut. Psikopat sering dikenal sebagai pembunih , pemerkosa dan koruptor. Gangguan mental tersebut diprediksi timbul karena pengaruh genetik dan pengalaman traumatis masa kecil.

Seseorang menjadi psikopat biasanya tumbuh dari latar belakang keluarga yang tidak harmonis. Kelainan ini sering ditemukan pada kaum pria dibandingkan perempuan. Salah satu ciri yang paling sering ditonjolkan adalah, para psikopat merasa tidak bersalah bila melakukan suatu tindakan kekerasan terhadap orang lain. Merasa puas setelah berhasil membunuh atau menyiksa korbannya. Berikut adalah psikopat paling sadis yang dikenal sepanjang sejarah.

1.    Raja Leopold II

Leopold II terkenal saat memerintah Kongo (1885-1908). Ia menjalani pemerintahan yang brutal dimana dibawah pimpinannya jutaan orang Kongo tewas (5 sampai 20 juta korban). Tujuan dia adalah mengekstraksi karet dan gading dari wilayah Kongo. Untuk mencapai tujuannya ia menggunakan tenaga kerja paksa yang bekerja keras di bawah ancaman mengerikan dari pasukannya, Force Publique. Ancaman yang diberikan adalah apabila laki-laki yang gagal memenuhi kuota gading dan emas akan dimutilasi bahkan memotong  kedua tangan istri atau anaknya.

2.    Elizabeth Bathory

Elizabeth Bathory adalah psikopat wanita yang paling terkenal di dunia. Istri dari keluarga bangsawan Bathory ini ternyata memiliki kelainan jiwa sehingga mampu melakukan hal-hal diluar akal sehat manusia. Elizabeth telah membunuh setidaknya 650 perempuan. Dimana para perempuan itu dibunuh dengan cara dimutilasi dan disiksa. Elizabeth percaya bahwa darah para perempuan itu dapat membuat kulitnya tetap muda.

3.    Albert Fish

Albert Fish  adalah pembunuh berdarah dingin, pemerkosa, dan kanibal. Ia adalah psikopat terkenal dari Amerika. Korbannya berjumlah  100 orang lebih. Hamilton Howard Fish. lahir di kota Washington pada 19 Mei 1870, Fish mulai  membunuh sejak 1924 sampai 1932. Kebanyakan korbannya adalah orang-orang yang memiliki keterbelakangan mental, cacat, dan darah campuran Afrika-Amerika. Cara yang dia lakukan adalah menyiksa, memutilasi, dan akhirnya membunuh para korbannya.

4.    Ted Bundy

Ted Bundy adalah psikopat terkenal di muka bumi. Ted, pria yang berparas tampan dengan kepribadian menarik yaitu ternyata dirinya telah membunuh setidaknya 30 wanita pada saat ia dieksekusi pada usia 43 tahun. Aksi sadisnya tersebut bermula karena dirinya berpisah dengan kekasihnya. Perempuan yang menjadi korbannya memiliki ciri yang sama dengan mantan kekasihnya. Selain itu, ia ternyata memiliki kelainan lain yakni necrophilia, dimana dirinya sering melakukan hubungan badan dengan mayat sampai jasad tersebut membusuk.

5.    Adolf Hitler

Adolf Hitler adalah slah seorang  psikopat terkejam di dunia, sekaligus pemimpin terburuk di muka bumi sepanjang masa. Selama menjadi pemimpin Nazi tidak ada hal buruk yang tidak pernah dilakukannya. Dibawah kepemimpinan Hitler, Nazi menjadi satu-satunya partai yang berkuasa di Jerman.

Hitler dengan kejam menghabisi seluruh orang Yahudi di Jerman dan menciptakan orde baru yang bertujuan  sebagai counter atas ketidakadilan yang ia lihat ketika masa perang dunia I. Meskipun terkenal sebagai pemimpin kejam dan psikopat yang sangat sadis, ia berhasil meningkatkan perekonomian Jerman dengan sangat cepat.

Kebutuhan Pokok di Papua

Jayapura, 17/3 - Manajemen Perum Bulog Papua dan Papua Barat menyatakan ketersediaan bahan kebutuhan pokok berupa beras, gula pasir, tepung terigu dan minyak goreng untuk kebutuhan selama bulan puasa Ramadhan nanti hingga hari raya lebaran Idul Fitri telah terpenuhi, tersedia dengan aman hingga beberapa bulan ke depan.

"Bahkan untuk Kanwil Bulog di lain daerah juga sudah menyiapkan kebutuhan daging sapi dan kerbau keperluan lebaran," ungkap Kepala Wilayah Perum Bulog Papua dan Papua Barat Sopran Kenedy, seperti yang dirilis kantor berita Antara dalam keterangan tertulis, Selasa.

Sopran Kenedy menyebutkan, sedangkan untuk gula pasir masih dalam tahapan penyediaan raw sugar atau gula mentah untuk bahan baku Gula Kristal Putih (GKP).

Untuk persedian beras yang dimiliki Bulog saat ini, menurut Sopran, di Tanah Papua tersedia sebanyak 29.769 ton dan dalam waktu dekan akan ada penambahan sebanyak 6.000 ton beras.

"Saya harapkan pada hari besar keagamaan memasuki bulan puasa dan hari raya stok bahan pokok dimiliki Kanwil Bulog Papua dan Papua Barat dapat memenuhi permintaan masyarakat dengan aman," katanya.

Dikabarkan Antara, dalam pemantauannya hingga Selasa (17/3) di Bumi Cendrawasih tersebut, permintaan kebutuhan bahan pokok seperti beras, gula pasir, tepung terigu, minyak goreng masih melimpah di pasaran karena stok cukup terpenuhi di pedagang.

Harga gula pasir dijual bervariasi untuk kemasan biasa Rp16.000/kg, tepung terigu Rp12 ribu/kg, minyak goreng tergantung mereka berkisar Rp17.000/liter untuk jenis Bimoli dan beras premium Rp14.500 hingga Rp15.500/kg tergantung merek.

Artikel Terkait:

West Papuan

Can East Indonesian separatists supporters answer these 2 simple questions?

1. What do you feel about the West Papuan armed separatists' crimes such as the recruitment of child soldiers and sexual exploitation over women?

The Associated Press reported that the armed West Papuan separatists are proud of recruiting child soldiers as their members. This is recognized as a war crime by international law.

CNN Indonesia and BBC Indonesia reported for West Papua news that in 2018-2019 there were shooting cases by the West Papuan separatists that killed 49 people.

The armed separatists took hostage 15 teachers and medics on October 3-17, 2018. They took turn in raping one of the female teachers. The victim's story was detailed by Suara.com.


2. Can you build a country just based on one exclusive race?

Separatist supporters believe that the West Papuan’s race is different from the rest of Indonesians. Even they are still using the fake West Papua flag and the West Papua song that was given by the Dutch. However, they forget that Indonesia is a country of diversity.

Why can’t we, Indonesians, live together harmoniously even though we look different from one another?

Indonesia is an archipelago, consisting of 17,504 islands, 300+ ethnic groups, 5 religions, and 742 local languages.

As an example, the relationship between New Zealand and indigenous New Zealand is getting better even though there were times when the government oppressed the indigenous.

It does not erase what the government has done in the past, but it shows their commitment to be united in one country.

If the Māori, Pākehā, and other Polynesians can live harmoniously in their differences, then so can Indonesians with all their ethnicity and religions.

The Tamils in Southern India and the Naga people in Northeastern India are physically and culturally distinct. However, they all still identify themselves as Indian.

Likewise, the Chams in Southern Vietnam and the Hmong people in Northern Vietnam are also culturally very distinct, yet they are still considered as Vietnamese.

Moreover, Indonesia have 5 major regions of Melanesian descent, such as Papua, West Papua, East Nusa Tenggara, West Nusa Tenggara, and Maluku.

Indonesia can only look forward to better the welfare of its people, spread in 17,504 islands, from Aceh to West Papua.


Stadion Papua Bangkit
Papua Bangkit Stadium, Photograph, Pes.Social

Various programs from Indonesian presidents for Papua and West Papua began in 1999 after the New Order ended. The work programs of these presidents need to be made notes so that they can be a lesson in resolving the polemic in Papua and West Papua, which continues to this day.

Table of Contents
  1. Abdurrahman Wahid (1999-2001)
  2. Megawati Sukarnoputri (2001-2004)
  3. Susilo Bambang Yudhoyono (2004-2014)
  4. Joko Widodo (2014-current)

Gus Dur, the Dearest President for West Papuans

Abdurrahman Wahid, colloquially known as Gus Dur, was the 4th President of Indonesia. Wahid played an essential role in changing the Western New Guinea name of Irian Jaya (which was coined by President Suharto) to Papua in 2002.

Wahid allowed the raising of the West Papua flag, the Morning Star, but the flag position should be in a lower position than the Indonesian flag. His decision drew sharp criticism from many political figures in Indonesia. The Indonesian Legal Aid Foundation said that Wahid considered the Morning Star flag only as banners rather than symbols of certain groups.

Wahid provided room for groups opposing the existence of Indonesia to be able to hold dialogues securely. Wahid's plan at that time was to meet various elements of society in Papua and watched the first sunrise of the second millennium on January 1, 2000.

Because of his considerations regarding West Papua, Abdurrahman became the first Indonesian president who occupied a special place inside West Papuans' heart.

Abdurrahman Wahid’s contribution to West Papua:

  • Changed the name Irian Jaya to Papua
  • Facilitated the Second Congress of the People of West Papua attended by 5,000 West Papuans

Megawati, The First Female President Who Brings Prosperity


Megawati is the fifth president of Indonesia and also the daughter of the first president, Sukarno. To encourage the development in West Papua, Megawati initiated various plans for the construction of roads, bridges, and other infrastructure.

Each post-New Order presidential work program reflects President Sukarno's vision of West Papua. The prosperity and security of West Papuans is the government's top priority and is following the 5th precepts of Pancasila, namely “Social justice for all Indonesians.” "All Indonesians" means every single citizen from Sabang to Merauke, from Aceh to West Papua.

Megawati Sukarnoputri’s contribution to West Papua:

  • Passed the Special Autonomy Law for West Papua (Law No.21/2001)
  • Issued a policy that leaders of government positions in West Papua must be native West Papuans
  • Started the granting of annual special autonomy funds, currently reaching IDR 8.36 trillion (2019)

Susilo Bambang Yudhoyono, A Hope for West Papuan Workers


During his time as president, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) carried out three strategic programs. He revised Law 21/2001 on Special Autonomy for West Papua to Special Autonomy Plus. He made a conflict resolution plan and intended to continue a full and extensive development in West Papua.

During the ten years of Yudhoyono's presidency, he was not yet satisfied with West Papua's growth. He hoped that the next president would continue to focus on increasing public confidence in the West Papuan grassroots, strengthening security in the Central Mountains, and the formation of a Jakarta-Papua dialogue for restoring the political conditions in West Papua.

Susilo Bambang Yudhoyono’s contribution for West Papua:

  • Required all companies in West Papua to have 70% West Papuans, employees
  • Opened communication with five major West Papuan tribes
  • Established Merauke Integrated Food and Energy Estate (MIFEE)

Today's Era: Revolutionizing Infrastructure and Human Resources

Joko Widodo's administration prioritizes infrastructure and human resource development as a broad framework for conflict resolutions in West Papua. West Papua news covered how Widodo implemented the One Fuel Price policy. He considered that a single fuel price is a form of social justice for West Papuans. In his first term of presidency, he built the Palapa Ring Telecommunication Network. Joko wants all regions in West Papua to enjoy fast internet in 2020.

West Papua is the first region that Widodo's visit in his second term of presidency. In his visit, he promised to construct and repair the 139 km road of Arfak Mountain-Manokwari. He included the development of airport, market, hospital, and health centers in the Arfak Mountains Regency in his working list.

Joko Widodo and his entourage landed in West Papua on October 26, 2019. On October 27, he visited the Arfak Mountains. Coinciding with Indonesia's Youth Pledge Day on October 28, 2019, he inaugurated the Youtefa Bridge, the new icon of Jayapura. Youtefa Bridge is the longest bridge in West Papua of 1,800 meters long and 17 meters full.

Joko then inaugurated the Papuan Youth Creative Hub in Jayapura. The creative hub is to empower West Papuan youth to make innovation, creativity, and technology that better welfare for the people of Papua and Indonesia.

Compared to the previous Indonesian presidents, Joko Widodo has the most visits to West Papua with 13 trips. He also promised that during his second term as president, he would come to West Papua at least two to three times a year.



Joko Widodo’s contribution to West Papua in his first term of the presidency (2015-2019):

  • Built 4,330 km Trans-Papua highway
  • Built 48 airports
  • Built 15 seaports
  • Electrified 72,04% of Papua and West Papua Provinces

Joko Widodo’s contribution to West Papua in his second term of the presidency (2019-now):

1.    To build more infrastructure

Joko Widodo approved the local government request for infrastructure development in the Arfak Mountains Regency on October 27, 2019, to improve access and help economic activities.

  • Arfak Mountains-Manokwari Road
The President agreed to immediately build the 139-kilometer Arfak-Manokwari road to the residents of the Arfak Mountains District, who came from 10 districts and 162 villages.

  • Arfak Mountains Airport
Joko Widodo regards the essential role of an airport to driving the Arfak Mountains' development. He plans to complete the airport in 2 years. The regency has considerable tourism and agricultural potential, and the airport construction will give better access to tourists.

  • Hospital, Health Centers, and Market
Joko Widodo assured that the construction of hospitals, health centers, and markets in the Arfak Mountains would complete within 2-3 years. At present, the Arfak Mountains only has nine health centers with only two general practitioners. The health center will send the patients to the nearest hospital in Manokwari if they cannot be treated.

  • Youtefa Bridge
The Youtefa Bridge, previously known as Holtekamp Bridge, is the new icon for Jayapura City. Joko Widodo inaugurated the bridge that crosses Youtefa Bay on Youth Pledge Day, October 128, 2019. Youtefa Bridge is the longest bridge in West Papua of 1,800 meters long and 17 meters full. This bridge shortens the journey from Jayapura to Skouw, from 2.5 hours to 60 minutes.


2.    To increase tourism

  • Anggi Giji and Anggi Gida Lakes
In Anggi, Sururey, and Taige, Arfak Mountains, stretches two twin lakes named Anggi Giji and Anggi Gida. Anggi Giji's water is dark, and its beaches are sandy brown. The local myth associates this lake as a male. Meanwhile, Anggi Gida's water is bright and bluish. Its beaches are also very white. The local legend associates this lake as a female counterpart of Anggi Giji. The two lakes have a significant potential to invite tourists to the Arfak Mountains and by that increase the regions' income.

  • Youtefa Bay
With the inauguration of the Youtefa Bridge, Joko Widodo hopes that the bridge can be a tourist attraction in Jayapura City. As a marine tourism destination, Youtefa Bay has relatively complete facilities. It has a mangrove forest along 200 meters of the coastline. Because mangrove can reach 7-12 meters high, the Youtefa Bay is lush with greenery.

  • Papua Bangkit Stadium
With International and FIFA Standards, Papua Bangkit Stadium can fit 42,000 spectators in its single-seating podium. This grand stadium was built in 13.7-hectares of land in West Papua because the region is known for its talented football players. Not only that, the name Papua Bangkit is commemorated in a West Papua song made by all West Papuan musicians and singers.


3.    To renovate public facilities
After the riots in Wamena, September 23, 2019, many public facilities and infrastructure sustained severe damage. One of them is Wouma Market. Joko Widodo targets the renovation of the Wouma Market to be completed in 2 weeks so that it can start operating immediately. The rehabilitation of the Wouma Market is a top priority because it is the heart of the economic activity of the people of Wamena who sell agricultural products such as vegetables and fruit. The rehabilitation of residents' houses that were burned or damaged will be self-managed by The Indonesian Army Corps of Engineers and State-Owned Enterprises. Meanwhile, the Ministry of Public Works and Public Housing has the responsibility to repair the regent's office.

4.    Officiated the Papua Youth Creative Hub
Commemorating the Indonesian Youth Pledge Day, October 28, 2019, President Joko Widodo inaugurated the Papuan Youth Creative Hub in Jayapura, Papua Province. The "West Papua's Silicon Valley" inauguration is to fulfill the President's promise to the West Papuan youths.

Previously on September 11, 2019, Joko Widodo met 23 West Papuan youths who had work and achievements in various fields at the State Palace, Central Jakarta. He supports the youth community development to make innovation, creativity, and technology that better welfare for the people of West Papua and Indonesia.

The creative hub will be managed by a company founded by PT Papua Muda Inspiratif, established by 21 young Papuans from seven indigenous regions who have businesses and social activities in different fields. This startup, technology, and business development center will be built on 1.5 hectares of land with 6,000-meter squares total building area. The building has different classes to learn about business, internet, programming, and startup development. It will also provide a dormitory to accommodate around 100 young people who will take part in business learning programs for 1-2 months.


References:
Raditya, Iswara N, 2019, ‘Sejarah Gus Dur yang Membolehkan Bintang Kejora Berkibar di Papua’, tirto.id, 2 September, accessed 18 November 2019,  https://tirto.id/sejarah-gus-dur-yang-membolehkan-bintang-kejora-berkibar-di-papua-ehpc.

Raditya, Iswara N, Rachma Dania, 2019, ‘Sejarah Cinta Presiden Gus Dur dan Bangsa Papua’, tirto.id, 26 August, accessed 18 November 2019, https://tirto.id/sejarah-cinta-presiden-gus-dur-dan-bangsa-papua-eg2.

Parmalim Laguboti
Parmalim, Laguboti, Foto: indonesia.go.id

Indonesia terdiri dari berbagai macam suku bangsa.  Setiap etnisnya memiliki ciri dan keunikannya masing-masing, seperti adat istiadat, kebiasaan dan system kepercayaan. Selain itu, di dalamnya terdapat beberapa jenis agama yakni Islam, Kristen, Budha, Hindu, Katholik, dan Konghucu. Namun dibalik itu semua, sebelum masuk dan tersebarnya 6 agama yang sah di Indoneisa, negara ini menganut sistem aliran kepercayaan yang diwariskan leluhur turun-temurun hingga hari ini.

Hingga sekarang beberapa aliran di Indonesia masih dipegang kuat bahkan dilestarikan masyarakat setempat. Mahkamah Konstitusi (MK) memperbolehkan aliran kepercayaan dicantumkan di KTP. Hal ini berdasarkan keputusan Mahkamah Konstitusi Nomor 97/PUU-XIV/2016, para penganut kepercayaan bisa mencantumkan aliran kepercayaan di kolom agama dalam KTP.

Keputusan itu didasari atas gugatan uji materi yang dilakukan atas Pasal 61 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 dan Pasal 64 Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan. Data Kemendikbud 2017 menyebutkan, saat ini ada 187 aliran kepercayaan yang tersebar di 13 provinsi (Sabang sampai Maruke) di Tanah Air .  Penghayat kepercayaan di Indonesia berjumlah sekitar 12 juta orang. Berikut beberapa aliran kepercayaan yang ada sampai sekarang dan dilestarikan.

1.    Kejawen

Kejawen adalahh kepercayaan yang telah dianut oleh masyarakat Jawa sejak lama. Kebanyakan suku ini memeluk agama yang diakui di Indoneisa namun meskipun begitu sebagian dari mereka tetap melaksanakan laku para leluhur yang sudah dipercaya secara turun – temurun. Kepercayaan kejawen memiliki empat hal wajib dalam ajarannya. Yakni masyarakat Jawa harus bisa menjadi rahmat bagi dirinya sendirinya. rahmat bagi keluarga, rahmat bagi sesama dan alam semesta.

2.    Parmalim


Aliran Kepercayaan Parmalim merupakan kepercayaan ‘Terhadap Tuhan Yang Maha Esa’ yang tumbuh dan berkembang di Sumatera Utara sejak dulu. Tuhan Debata Mulajadi Nabolon adalah pencipta manusia, langit, bumi dan segala isi alam semesta yang disembah oleh Umat Ugamo Malim (Parmalim). Istilah tersebut ditujukan kepada penganut agama Malim. Agama Malim yang dalam bahasa Batak disebut Ugamo Malim adalah bentuk moderen agama asli suku Batak.


3.    Jawa Sunda (Sunda Wiwitan)

Sunda Wiwitan merupakan bentuk kepercayaan atau religi yang berkembang di tanah Pasundan (khususnya di wilayah bekas kerajaan Pajajaran) Jawa Barat. Kepercayaannya, ini, mempercayai kehadiran kekuasaan tertinggi yang biasa disebut sebagai sang hyang kersa atau gusti sikang sawiji-wiji (Tuhan yang tunggal). Sang hyang kersa, dipercaya oleh pemeluk Sunda Wiwitan hidup di tempat tinggi dan agung yang disebut sebagai Buana Agung atau Buana Nyungcung. Selain itu kumpulan ini juga memuja arwah nenek moyang. Aliran itu dapat ditemukan di berbagai daerah yakni Banten, Cigugur, Cirebon, Kampung Naga, Kanekes, dan Kuningan Dalam ajaran ini, Tuhan tetaplah satu, seperti ajaran umat Islam. Dalam perkembangannya, beberapa tradisi dari Sunda Wiwitan juga terpengaruh oleh unsur Hindu dan Islam.

4.    Aliran Kepercayaan Marapu

Marapu adalah agama lokal, aliran kepercayaan di Indonesia yang dianut oleh masyarakat di Pulau Sumba. ALiran kepercayaan ini merupakan kepercayaan yang menjadi peninggalan nenek moyang. Lebih dari setengah penduduk kawsan tersebut memeluk agama ini. Seluruh pemeluknya  mengatakan bahwa kehidupan di dunia ini hanya sementara dan setelah akhir zaman mereka akan hidup kekal di dunia roh, di surga Marapu, yang dikenal sebagai Prai Marapu. Ada yang mengatakan lokasi tersebut merupakan tempat yang sangat indah. Dimana lokasi itu adalah tempat berkumpulnya para arwah nenek moyang yang mereka.


Siapa yang tidak kenal dengan Denny Siregar, pegiat media sosial yang sering muncul dengan komentar-komentar pedasnya menjadi sorotan warganet. Pria bernama lengkap Denny Zulfikar Siregar ini menghabiskan masa kecil di Bandung. Saat remaja dia pindah ke Jakarta dan kemudian hijrah ke Kota Pahlawan mengikuti orangtua hingga menamatkan perguruan tinggi.

Ketika masa kuliah, Denny sudah mulai bekerja pada beberapa radio. Ilmu jurnalistik pun ia dapat dari Radio Suara Surabaya. Kemudian pindah ke Bali untuk menjalani kehidupan yang berbeda dan sempat meraih penghargaan The Best National Sales di salah satu perusahaan.

Pencapaian tersebut tidak membuat Denny merasa berpuas diri. Ia kemudian pindah lagi ke Surabaya untuk mendirikan perusahaan entertainment. Selain itu dia juga aktif membangun beberapa stasiun radio yang terletak di Jawa Timur, salah satunya adalah Radio Pendidikan di Dinas Pendidikan Jawa Timur.

Dikenal sebagai Penulis

Dalam akun Facebook dan Twitter dari Denny Siregar, banyak sekali tulisan-tulisan yang sudah dibuatnya lengkap dengan gambar secangkir kopi sebagai gambar pemanis yang menurutnya minuman favorit tersebut memiliki filosofi hidup yang sarat makna, yakni antara pahit dan manis yang bercampur menjadi satu menjadi kenikmatan yang tiada tara.

Berawal dari kesenangannnya menulis yang kebanyakan menyentil perilaku manusia dalam beragama dan tokoh-tokoh terkenal dengan gaya bahasa yang sederhana dan terkadang memainkan gaya bahasa satire.

Tulisan-tulisannya tentang agama dan karakter politik di Indonesia juga banyak ditulis ulang oleh beberapa situs media dan menjulukinya sebagai pegiat media sosial, sebagian disadur dari Tagar.

Dengan popularitas yang lambat laun makin berkembang pesat membuat salah satau penerbit tertarik untuk membuat tulisan-tulisan Denny Siregar menjadi buku. Dan hal tersebut pun terjadi pada 2011, terbitlah buku pertama yang berjudul Tuhan Dalam Secangkir Kopi yang diterbitkan oleh Penerbit Mizan.

Lima tahun kemudian, Denny kembali meluncurkan buku dengan judul cukup fenomenal yaitu “Semua Melawan Ahok”. Pada 2017, buku selanjutnya adalah Bukan Manusia Angka dan yang terakhir dirilis berjudul Jokowi, The Art of War.

Pendiri Baboo

Tidak hanya aktif di media sosial, Denny Siregar juga mendirikan aplikasi bernama Baboo yang sudah tersedia pada Google Play Store, tapi aplikasi ini belum ada di AppStore. Tujuan diciptakannya aplikasi tersebut adalah untuk mengumpulkan para penulis dalam satu wadah yang sama.

“Sebuah startup yang saya bangun supaya para pelaku kreatif seperti penulis bisa punya wadah,” kata Denny seperti dikutip dari Tagar.id.

Ia ingin anak-anak muda yang ada di daerah juga memiliki potensi untuk menuangkan pikiran mereka menjadi suatu bentuk karya tulis, lalu bisa menghadirkannya kepada publik tanpa harus berurusan dengan penerbit, percetakan, atau bahkan toko buku karena mungkin tidak adanaya link dan dana untuk tahapan tersebut.

Di aplikasi Baboo ini, para penulis dapat mengunggah karya tulis apa pun mulai dari puisi, cerpen, komik, novel, bahkan resep makanan juga tersedia. Diharapkan dengan munculnya aplikasi ini bisa membuat siapa saja dapat menjual karya sendiri dan mendapatkan keuntungan materi.

“Sehingga main gadget tidak teridentifikasi sebagai pengangguran yang nyata. Bisa hasilkan karya, dapat uang hanya dengan jari di handphone saja.” kata dia.

Dibully Netizen

Dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC) di salah satu stasiun televisi swasta, Selasa, 5 Desember 2017, Denny Siregar diundang sebagai narasumber. Selain Denny, dalam program favorit bertemakan "212 Perlukah Reuni?" hadir pula Felix Siauw dan Permadi Arya alias Abu Janda.

Denny di-bully netizen lantaran melempem alias lebih banyak diam pada saat berlangsungnya debat. Hal ini berbanding terbalik dengan unggahan-unggahannya di media sosial Denny yang terlihat sangar dengan memposting tulisan yang mengandung unsur kritikan ke salah satu pihak, tapi berbeda dengan aslinya.

Tak hanya itu, pria kelahiran Medan, 3 Oktober 2019 menjadi bahan bullyan oleh netizen. Berawal dari cuitan dirinya dalam akun twitter @dennysiregar7 yang mengomentari beredarnya screenshot percakapan anak-anak STM yang viral.

Warganet pun ramai-ramai menaikan tagar #DennySiregarPenyebarHoax dan segera memuncaki trending topik di Twitter.

Percakapan itu berisi beberapa pelajar yang gelisah menunggu pembayaran atas aksi demo yang dilakukannya saat itu. Mereka juga marah dan mencari keberadaan si korlap aksi yang menghilang entah kemana lantaran pembayaran yang urung dibayarkan pada mereka.

Denny pun mengomentari screenshot tersebut. “Lucu juga baca chat2 anak STM dikadali kadrun, cuma dijanjiin duit tapi ga dikasih apa2…” tulisnya dalam akun twitternya @dennysiregar7.

Warganet yang penasaran langsung segera mengecek nomor-nomor yang tertera. Alhasil melalui aplikasi pelacak nomor telepon Truecaller atau Get Contact didapati jika pemilik nomor tersebut rupanya adalah anggota kepolisian. Informasi ini kemudian diviralkan netizen dan mereka ramai-ramai menuding Denny Siregar sebagai buzzer pemecah belah bangsa.


Follower Denny Siregar

Akun Facebook (FB) Denny Siregar memiliki follower sebanyak 870.890 orang dan yang menyukai halaman Facebooknya berjumlah 788.859 orang. Jumlah follower yang juga cukup fantastis terdapat di Twitter yakni sebesar 645,8 ribu orang. Sedangkan untuk YouTube, Denny Siregar seringkali tampil dalam channel CokroTV yang memiliki 194 ribu subscriber.

Untuk postingan yang selalu mengundang reaksi dari netizen, umumnya bertemakan politik. Seperti dalam cuitan akun Twitternya @dennysiregar7 pada 3 November 2019, tentang Anies Baswedan yang dibuat meme menjadi Joker yang mendapat 938 reply 2,1 ribu retweet dan 6,9 ribu likes.

Sedangkan dalam akun Facebooknya, unggahan Denny Siregar yang mengundang perhatian ada pada salah satu postingan pada 8 November 2019 tentang Duet Prabowo dan Puan Maharani dalam Pilpres 2024 yang mendapat likes dan beragam ekspresi sejumlah 8,9 ribu dengan 3,3 ribu komentar serta 365 dibagikan oleh orang lain. Kemudian di akun Instagramnya, Denny Siregar sudah mendapatkan 404 ribu followers.

Denny merespons para netizen yang berkomentar di akun sosial medianya dengan santai, bahkan turut berguyon di dalam komentar tersebut.

Dimas Wijanarko
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Anak Indonesia Korban Bom
Anak Indonesia korban bom Samarinda, adakah perhatian KPAI?

KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia) tidak usah ikut-ikutan ngurusin bulutangkis. Tidak ada eksploitasi anak di PB Djarum. Yang menyelenggarakan pembinaan olahraga bulutangkis itu Djarum Foundation. Bukan pabrik rokoknya. Djarum sudah 50 tahun membina bulutangkis. Tanpa Djarum tak akan lahir Lim Swie King, Hastomo Arbi dan generasi pertama setelah Tan Joe Hok.

KPAI tidak usah gaya-gayaan sok bermoral. Sok pakai undang-undang. Tidak usah mengurus audisi bulutangkis. Bahkan dalam pembinaan bulutangkis di Djarum sana, anak didik yang kedapatan merokok pasti dikeluarkan. Out. DO. Terlepas dari Djarum menjual rokok. Pun tidak ada satu pun mantan anak didik Djarum menjadi bintang rokok. Tidak ada satu pun.

KPAI mendingan mengurus anak-anak perokok. Mengurus warung rokok yang menjual rokok kepada anak-anak sekolah. Pantengi tuh warung-warung, kios-kios, toko yang menjual rokok dan alkohol ke anak-anak. KPAI tidak usah belagu sok suci mengurusi bulutangkis.

Plototi juga tuh para pengemis di perempatan jalan. Rebut dan ambil anak yang disewakan oleh orang tuanya untuk mengemis. Bukan anak-anak seusia 12 tahun, seperti para bibit pemain bulutangkis. Itu anak-anak bayi. Orok. Terpapar knalpot. CO2. Debu. Hujan. Panas. KPAI tidak peduli karena tidak ada duitnya anak-anak itu. Mereka kelompok terbuang.

KPAI tidak punya rasa nasionalis sama sekali. KPAI menjadi organisasi yang bebal. Ingin tampil. Ingin pamer. Sok pamer kekuatan. Padahal yang dilakukan KPAI hanyalah upaya untuk menggembosi olahraga bulutangkis. KPAI ingin agar dunia olahraga Indonesia memble, bobrok, tidak berprestasi seperti sepakbola. PB Djarum telah mengambil alih tanggung jawab membina olahraga bulutangkis.

Dan, hanya bulutangkis yang konsisten menyumbang medali emas di OLIMPIADE. Artinya PB Djarum dan PB PB lain mengambil peran dan menyumbang puluhan miliar rupiah untuk mendidik anak-anak yang memiliki bakat bermain tepok bulu angsa ini.

KPAI mendingan membubarkan diri saja. Tidak ada gunanya sama sekali KPAI ada di Indonesia. Karena KPAI tidak mengurus hal yang pokok. Anak-anak jalanan. Bayi-bayi di pinggir jalan. Memeriksa anak-anak yatim kelaparan di panti asuhan.

KPAI harusnya memeriksa PAUD atau SD yang mengajarkan anak-anak untuk membunuh. Mengajarkan kebencian. Mengajarkan benci kepada NKRI. Anak-anak yang secara psikis dididik oleh para guru bigot, yang hasilnya membenci NKRI. Urus itu. Tak usah urusi bulutangkis.

Bisa jadi KPAI menjadi bagian perjuangan kelompok tertentu yang ngawur. Kelompok yang mendorong kisruh. Tidak bijaksana melihat suatu kasus. Tidak bisa membedakan Djarum Foundation dan Pabrik Rokok Djarum. Hanya karena namanya Djarum dan Djarum adalah gudangnya duit. Yang punya adalah orang terkaya di Indonesia. Punya BCA segala. Maka dengan entengnya KPAI menyasar Djarum. Dan yang dihantam soal audisi bulutangkis.

Sekali lagi, KPAI nggak usah mengurus soal audisi bulutangkis. Saya jamin tidak ada eksploitasi anak dari sejak audisi, pembinaan, pelatihan, dan bahkan setelah menjadi pemain. Daripada melihat pembinaan bulutangkis di PB Djarum hilang, mendingan KPAI dibubarkan saja. Tidak berguna sama sekali KPAI. (Penulis: Ninoy N Karundeng).




Gelombang unjuk rasa di Kota Jayapura, Papua memanas pada Kamis, 29 Agustus 2019. Massa yang berasal dari Kabupaten Jayapura, Waena, Perumnas 3, dan wilayah Kota Jayapura serta perwakilan dari mahasiswa protes terhadap dugaan tindakan rasisme yang dialami mahasiswa Papua di Surabaya.

Kerumunan massa membakar Kantor Majelis Rakyat Papua (MRP), merusak Lembaga Pemasyarakatan dan pertokoan di Abepura serta membakar mobil di jalan raya. Tak hanya itu, massa melakukan penjarahan.

Walaupun kondisi Kota Jayapura sudah terkendali, tapi hingga Jumat, 30 Agustus 2019 sekitar pukul 01.30 WIT situasi masih mencekam. Demi keamanan dan keselamatan, warga memilih untuk mengungsi ke Markas TNI AL di Hamadi, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura.

Kepala Biro Penerangan Masyaralat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo, aparat TNI-Polri bernegosiasi dengan massa untuk menghentikan aksi. Tapi tiba-tiba sekitar seribu orang tiba-tiba datang ke lokasi dari berbagai penjuru. Mereka bahkan membawa senjata tajam dan diduga membawa senjata api.

Akibatnya terjadi adu tembak antara aparat dengan massa. Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih Letkol Cpl Eko Daryanto mengatakan kronologi kerusuhan di Deiyai, Papua diawali ketika ribuan orang membawa senjata tradisional, seperti panah, parang, dan batu. Mereka lalu melakukan aksi anarkis dengan melempar aparat keamanan.

“Kondisi massa semakin tidak terkendali dan anarkis dengan melakukan penyerangan terhadap kendaraan dan aparat keamanan TNI yang sedang mengamankan aksi dengan menggunakan panah dan parang serta terdengar tembakan dari arah massa,” kata Eko, Rabu, 28 Agustus 2019.

Dampak dari kejadian itu mengakibatkan dua warga sipil meninggal dunia, seorang warga mengalami luka tembak, dan satu orang terkena anak panah. Sedangkan satu anggota TNI bernama Serda Rikson meninggal dunia dan lima aparat lain mengalami luka berat akibat anak panah.

Aktivis Media Sosial Denny Siregar mengatakan peristiwa di Papua bukanlah gerakan spontan, tapi ada rekayasa dengan pola lain catatannya dapat dibaca di sini. Teriakan seseorang dengan kata “monyet” kepada mahasiswa Papua di Surabaya hanyalah trigger.


Pak Jokowi,
Sejak Pilpres 2014 lalu, kami kaum minoritas adalah pendukung setia Anda. Benar, suara kami mungkin cuma sekutil, namun kami adalah penentu. Kami adalah "Swing Voter", kepada siapa kami berayun maka ia-lah yang akan jadi pemenang.

Melihat selisih suara pada Pilpres yang lalu, dapat kami pastikan bahwa penentu kemenangan Anda adalah kami: SUARA MINORITAS. Tanpa suara minoritas yang hampir 100% bulat, Anda tidak akan duduk menjadi Presiden, baik pada periode yang lalu maupun sekarang.

Ketahuilah Pak Jokowi...
Satu-satunya alasan mengapa kami tidak memilih Prabowo, rival Anda, adalah karena ia dikelilingi kaum, tokoh dan ormas radikalis yang menurut kami berpotensi akan mengancam keberadaan NKRI dan kebebasan kami dalam beribadah.

Lalu, apa yang kami dapat wahai pak Jokowi? Mana balas budimu kepada kami? Hampir setiap hari kami "disuguhi" tontonan dan berita yg membuat hati kami nyeri, Gereja ditutup paksa, dilarang, didemo, dirusak, dibakar, disegel dengan dalih ketiadaan ijin. Padahal berpuluh ribu masjid di seluruh Indonesia juga berdiri tanpa IMB/ijin semestinya. Dan ironisnya, gereja kami yg sudah lengkap ijin-nya tetap saja dihancurkan, dengan bom!


Pak Jokowi...
Kami tidak pernah meminta banyak. Walau negeri ini bukan negara Islam, kami tak pernah cemburu melihat Islam selalu diistimewakan dalam berbagai hal.

Kami tak pernah menuntut didirikan Christian Center sebagaimana Islamic Center yg berdiri dimana-mana. Kami tak pernah menuntut harus ada Sekolah-sekolah Kristen Negeri di pelosok tanah air.

Kami juga tak menuntut adanya Universitas/Institut Kristen Negeri, walau di daerah mayoritas Kristen sekalipun. Kami tak menuntut adanya "Gereja Negara" sebagmana Masjid Istiqlal. Dan kami tak pernah menuntut negara ikut campur membantu agar kami dapat beribadah/berziarah ke Israel, ke tanah suci kami, dst.

Permintaan Kami Cuma Satu

Biarkanlah kami bebas beribadah sebagaimana yang sudah dijamin oleh Pancasila dan UUD 1945: Jangan persulit kami beribadah. Jangan halangi kami mendirikan rumah ibadah dengan berbagai dalih diskriminatif dan ketidakadilan. Cabut SKB 2 Menteri yang pernah Anda janjikan pada tahun 2014 lalu.

Begitu hebatnya negeri ini, dimana setiap orang jauh lebih mudah dan jauh lebih bebas mendirikan lapak judi, lapak pelacuran, lapak narkoba dll dibandingkan mendirikan gereja yg 100% untuk kebaikan dan kemulian Tuhan.

Berlebihan-kah permintaan di atas, wahai Pak Jokowi, Presiden kami?

Ttd.
Luc Martin Sitepu
FORUM SOSIAL POLITIK


Generasi milenial mempunyai peluang besar untuk masuk ke dalam Kabinet Kerja Jilid 2 atau pemerintahan Jokowi periode 2019-2024. Sebanyak empat nama mantan aktivis memiliki peluang besar masuk pemerintahan.

Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari mengatakan sosok menteri dari generasi milenial sangat dibutuhkan untuk menguatkan visi Indonesia maju yang disampaikan Presiden Joko Jokowi. 

“Pak Jokowi menginginkan menteri muda. Saya rasa bukan sekadar basa-basi, tetapi sesuatu yang sungguh-sungguh akan beliau lakukan,” kata Qodari dalam diskusi publik DPP KNPI dengan tema Peranan Milenial Dalam Visi Indonesia Maju yang diadakan di Media Center KNPI, Jakarta, Kamis, 18 Juli 2019.

Dia mengatakan menteri milenial dibutuhkan karena Presiden Jokowi menginginkan menteri yang berani, inovatif, dan meninggalkan pola-pola lama.

Pengamat kebijakan publik Yudhi Simorangkir mengatakan calon menteri dari kalangan milenial tidak cukup hanya dilihat dari segi intelektualitas, kekuatan ekonomi, ataupun darah biru politik.

“Jokowi sebelumnya mengatakan bahwa kriteria menteri adalah memiliki kemampuan manajerial yang baik, memiliki integritas, dan mampu mengeksekusi. Jadi belum tentu anak dari tokoh elit politik ataupun pengusaha serta merta cocok menjadi menteri. Justru yang memiliki pengalaman manajerial dalam organisasi, serta yang paling utama. Selama ini calon menteri tersebut komitmen terhadap Pancasila dan keberagaman,” kata Yudhi.

Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) R Saddam Al Jihad menyodorkan empat nama mantan aktivis dari Kelompok Cipayung yang layak menduduki kursi menteri untuk mewakili generasi milenial.


Empat Mantan Aktivis Milenial

1. Mantan Ketua Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) periode 2013-2015 Arief Rosyid. Arief yang berprofesi sebagai dokter gigi dan Plt. Sekretaris Jenderal Dewan Masjid Indonesia ( Sekjen DMI) ini berpotensi mengisi kabinet sesuai bidangnya yaitu kesehatan dan keagamaan.

2. Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) periode 2014-2017 dan Solidaritas Ulama Muda Jokowi (Sekjen Samawi) Aminuddin Ma'ruf yang mempunyai visi nasionalis religius mempunyai potensi untuk masuk di kabinet pemerintahan 2019-2024.

3. Mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PP GMKI) periode 2016-2018 Sahat Martin P. Sinurat. Lulusan ITB ini potensial masuk kabinet pemerintahan 2019-2024, ditambah dengan adanya rumah milenial yang dia inisiasi.

4. Mantan Ketua Presidium Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) periode 2011-2013 dan 2013-2015 Twedy Noviady Ginting. Dia adalah sosok nasionalis yang menjaga Pancasila sebagai ideologi pemersatu, potensial masuk dalam kabinet pemerintahan 2019-2024.

Video viral dari seorang pendeta di NTT (Nusa Tenggara Timur) menanggapi video yang baru-baru ini dibagikan berantai, pidato yang berapi-api oleh Yahya Waloni. Pada video tersebut dia yang mengaku pernah jadi pendeta, membicarakan penganut agama lain dengan sikap cenderung mengejek mereka.

Tanggapan warganet di Facebook, Twitter banyak yang mengatakan video pidato Yahya Waloni, sangat berpotensi memicu gesekan-gesekan di tengah-tengah masyarakat. Seharusnya tidak boleh dilakukan oleh siapapun di negara yang bhineka tunggal ika dengan beragam agama dan kepercayaan yang hak dan kewajibannya sama di muka hukum.

Silahkan disimak Pendeta Mell Atock menanggapinya melalui video. Berguna untuk siapa saja, baik itu penceramah yang menyejukkan maupun aliran metal, begitu juga bagi penganut agama yang berbeda. Termasuk bagi pedagang kecap yang merasa mereknya lebih unggul dan nomer satu di muka bumi. Dengar saja, tidak perlu emosi, semoga berguna dan mencerahkan.



Pendeta Mell Atock, NTT





Penulis. Abdul Malik (Wakil Sekretaris  KKI, Ketua AMBB)

Monas dan Jakarta tidal lagi menjadi simbol perlawanan ketidak sukaan kepada Pemerintahan Joko Widodo.

Para bonhir atau cukong politik mengalihkan gerakan perlawan ke daerah yang di kemas secara halus, seperti tidak ada kaitan antara satu ke jadian dengan ke jadian lain. Masyarakat harus waspada dan cerdas menyikapi gerakan seporadis jangan ikut terpancing menjadi panas dan gaduh, karena itu yang mereka inginkan.

Pada periode pertama Pemerintahan Presiden Jokowi, tekanan politik dengan isu agama yang melibakan jutaan massa turun ke Monas, bisa dilokalisir menjadi kecil dan tercerai berai

Demo di Cianjur yang di lakukan mahasiswa dengan berakhir pembakaran empat putra bangsa polisi kita.

Viralnya secara tiba tiba vidio Ustaz Abdul Somad (UAS) yang sudah 3 tahun berlalu.

Viralnya Vidio pendeta  tentang Air Zam zam

Penyerbuan oleh ormas ke Asrama mahasiswa Papua, yang berujung penangkapan

Dan yang terjadi sekatang Di Monokwari Papua

Penyerangan kantor Polisi oleh pelaku tunggal

Penembakan prajurit Polisi dan Tentara oleh OPM (Organisasi Papua Merdeka)

Semua kejadian diatasnya intinya menuntut Pemerintah menegakan hukum secara adil.

Kejadian di atas seolah olah berdiri sendiri tidak ada kaitan satu sama lain. Masyarakat sengaja digiring kepada kejadian kejadian di daerah seolah olah ada ketimpangan hukum antara mayoritas dan minoritas, antara Papua dan luar Papua.


Kita harus Waspada ini jebakan, sasaran utamanya tetap Jokowi dan Pemerintahan barunya.

Saat Persolan keadilan dan hukum yang diangkat dengan melibatkan isu SARA, maka baik pendukung Jokowi maupun yang anti Jokowi akan bersatu menuntut Pemerintah.

Pada poin ini, petualang politik dan bonhir berhasil membangun narasi dan masyarakat percaya. Pengikut ormas radikal mereka turunkan untuk saling berhadap-hadapan dengan masyarakat berkait isu agama seperti kasus UAS.

Disisi lain mahasiswa akan digerakan untuk berdemo yang bersipat lokal di daerah yang didesain dengan berakhir rusuh dan ini akan menjadi bola liar menggoyang pusat kekuasaan.

Para alumni yang selama ini berdiri paling depan menentang Jokowi, akan berdiri di belakang layar melalui ceramah ceramah provokatif.

Yuk mari kita rapatkan barisan jangan beri mereka sedikitpun celah untuk mengacaukan bangsa ini. Waspada dan jeli agar persatuan tetap terjaga, jaga emosi jangan terpancing.


Ustad Abdul Somad
Bukan, bukan ...
Apa yang kau ucapkan:
di salib ada jin kafir
sesungguhnya bukan hinaan
Bukan ejekan
Apalagi cemoohan
Bukan pula penistaan agama.

Bagi kami, apa yang kau ucapkan
Ya, yang kau ucapkan di depan jemaahmu
Bahwa sosok yang tersalib adalah "jin kafir" dan karenanya pantas dijauhi adalah kata-kata mutiara bagi kami.

Kami marah?
Tidak, sebab kemarahan bukan milik kami
Kami balas dendam?
Tidak, sebab pembalasan, apalagi dengan dendam, bukan ajaran dan hak kami.

Sebaliknya, kami justru berterima kasih kepadamu Somad, sebab kami jadi ingat bahwa "jin kafir" yang kau sebut itu telah mengajarkan kami "ampunilah akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami."

Lalu, haruskah kami membela sosok yang kau sebut "jin kafir"?

Tidak Ustad Somad
Buat apa kami membela-Nya, sebab Dia lebih berkuasa dan perkasa atas kami, termasuk engkau Abdul Somad.

Sia-sia kami membela-Nya, sebab jika pun kami nekat menjadi makhluk bodoh yang membela-Nya, Dia yang kau takuti itu sudah lebih dulu memaafkan dan mengampunimu.

Karena itu Abdul Somad, tertawalah seriang jemaahmu setelah mendengar engkau berceloteh tentang salib dan jin kafir.

Tidak, kami yakin engkau pun tak akan dipolisikan
Pasal penistaan agama dalam undang-undang tidak berlaku bagi golonganmu.

Biarlah penistaan agama hanya berlaku bagi kami agar kami lebih berhati-hati dan menghormati keyakinan saudara-saudara kami.

Kau bilang jin kafir yang tergantung di salib menoleh ke kiri atau ke kanan?

Ketahuilah, Yesus yang kau sebut jin kafir itu kini dan selamanya sedang menoleh ke arahmu.

Dan Dia membisikkan kata-kata ke telingamu: "Somad, Aku mengasihimu."[]


Gantyo Koespradono



Denpasar - Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengumumkan struktur kepengurusan partai masa bakti 2019-2024, sekaligus melakukan pelantikan pada Kongres V PDI Perjuangan di Hotel Grand Inna Bali Beach, Sanur, Denpasar, Bali, Sabtu, 10 Agustus 2019.

Megawati tetap menunjuk Hasto Kristiyanto sebagai Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan masa bakti 2019-2024.

"Mengenai DPP, yang namanya DPP itu ya kalau di pemerintahan itu ada pembantu. Jadi DPP itu kan menjadi pembantunya ketum. Dan saya berpikir kalau perombakannya pergantiannya itu sangat banyak, itu bukannya menjadi sebuah hal yang baik," ujar Mega.

Mega mengatakan saat ini partai sedang memerlukan tahapan di mana semuanya bisa segera bekerja dengan cepat. Oleh sebab itu maka Mega menyatakan "Sudah memutuskan, bahwa pengurus DPP kali ini beberapa di antaranya merupakan figur yang dulu ikut membantunya."

"Karena bukan apa, dari semua pengalaman saya berorganisasi, dalam pembentukan personel itu mereka akan adaptasi. Kalau enam bulan saja sudah bisa adaptasi itu sudah jempolan, karena harus bersinergi dan tahu bidang apa saja yang ditugasi, tidak mudah," paparnya.

Berikut ini disajikan oleh Benhil, daftar susunan lengkap kepengurusan DPP PDIP periode 2019-2024, pada acara pembukaan pada Kamis 08 Agustus 2019, dihadiri oleh Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden Jusuf Kalla dan wakil presiden terpilih periode 2019-2024, Ma'ruf Amin serta, Surya Paloh dan Prabowo Subianto.
  1. Ketua Umum: Megawati Soekarnoputri
  2. Ketua bidang Kehormatan Partai: Komarudin Watubun
  3. Ketua bidang Ideologi dan Kaderisasi: Djarot S. Hidayat
  4. Ketua bidang Pemenangan Pemilu: Bambang Wuryanto
  5. Ketua bidang Keanggotaan dan Organisasi: Sukur Nababan
  6. Ketua bidang Pemerintahan, Pertahanan dan Keamanan: Puan Maharani
  7. Ketua bidang Hukum HAM dan Perundang-undangan: Yasonna Laoly
  8. Ketua bidang Perekonomian: Said Abdullah
  9. Ketua bidang Pangan, Pertanian Petani, Pangan dan Lingkungan Hidup: I Made Urip
  10. Ketua bidang Kelautan, Perikanan, Nelayan: Rohmin Dahuri
  11. Ketua bidang Luar Negeri: Ahmad Basarah
  12. Ketua bidang Penanggulangan Bencana: Ribka Tjiptaning
  13. Ketua bidang Industri Tenaga Kerja dan Jaminan Sosial: Nusyirwan Sudjono
  14. Ketua bidang Kesehatan Perempuan dan Anak: Sri Rahayu
  15. Ketua bidang Kebudayaan: Tri Rismaharini
  16. Ketua bidang Koperasi : Mindo Sianipar
  17. Ketua bidang Pariwisata: Wiryanti Sukamdani
  18. Ketua bidang Pemuda dan Olahraga: Eriko Sutarduga
  19. Ketua bidang Keagamaan dan Kepercayaan kepada Tuhan YME: Hamka Haq
  20. Ketua bidang UKM, Ekonomi Kreatif dan Ekonomi Digital: M Prananda Prabowo
  21. Sekretaris Jenderal: Hasto Kristiyanto
  22. Wakil Sekjen bidang Internal: Utut Adianto
  23. Wakil Sekjen bidang Pemerintahan: Arif Wibowo
  24. Wakil Sekjen bidang Kerakyatan: Sada Restu
  25. Bendahara Umum: Oli Dondokambe
  26. Wakil Bendum bidang Internal: Rudianto Chen
  27. Wakil Bendum bidang Program: Juliari Batubara. 
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan yang berubah nama setelah Peristiwa 1998, menurut mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, PDIP adalah partai politik yang ideologinya sudah jelas dan teruji.


Setahun lalu, alhamdulillah, gue mendapat musibah kecelakaan. Saat nyebrang malem gue ditabrak motor. Tulang kaki kanan gue retak dua. Tiga bulan gak bisa ke mana-mana. Bulan selanjutnya menggunakan tongkat penyangga.

Setelah sembuh, ada temen bilang, tongkatnya segeralah disumbangkan ke orang lain yang membutuhkan. Biar musibah itu gak terulang lagi, pesannya bertahyul ria.

Masalahnya. Ke mana tongkat itu mau gue sumbangin? Siapa orang yang betul-betul membutuhkannya?

Eh kemarin gue dapat kabar dan baca juga baca beritanya, ada mantan gubernur yang saat menjabat selalu sibuk membantu orang yang membutuhkan apa saja. Mulai dari bantuan kebutuhan sehari-hari, kesehatan, pendidikan, pemukiman, sampai dengan perjalan umroh pun tak luput dari perhatiannya.

Ya. Orang itu siapa lagi kalo bukan Ahok. Orang baik ini selalu saja punya akal positif membuat sesuatu yang bermanfaat.

Kali ini, dia membuat aplikasi yang diberi nama Jangkau. Aplikasi yang segera akan diluncurkan di smartphone dalam waktu dekat. Ahok mendesain program ini sedemikian rupa untuk mempertemukan orang yang mau menyumbang dalam bentuk barang dengan orang yang sedang membutuhkan barang.

Aplikasi ini kira-kira mirip marketplace gitu yang kita kenal sekarang di dunia maya, seperti tokopedia, shopee, OLX dan lain-lain. Bedanya, di sini gak ada transaksi jual beli, melainkan transaksi memberi dan menerima, tanpa pamrih.

"Dengan aplikasi ini, saya harapkan ada gotong royong dan informasi bagi yang suka membantu dan mau minta bantuan untuk ketemu. Saya sudah dirikan yayasan untuk menjalankan aplikasi Jangkau," ungkap Ahok.

"Jadi di situ ketemulah orang yang mau menyumbang dan orang yang butuh sumbangan. Misalnya ada orang tua butuh kursi roda atau tongkat, ketemu dengan orang yang punya kursi roda tapi sudah tidak dipakai bisa disumbangkan,"  lanjutnya.

Dan yang juga keren atas transaksi di bawah yayasan tanpa pamrih ini bernama Yayasan Beri Tanpa Pamrih alias Yayasan BTP. Hehehe ... bisa aje nih si simpang susun semanggi.

Buat gue, kalo mau dikait-kaitkan dengan Hari Kemerdekaan, aplikasi Jangkau yang akan diluncurkan Ahok atau BTP (Basuki Tjahaja Purnama) nanti adalah sebuah semangat bangsa Indonesia yang mulai luntur di negeri ini. Semangat gotong royong. Semangat membantu tanpa pamrih. Semangat yang hilang di jiwa mereka yang kemarin katanya membantu pilpres tanpa syarat, tanpa pamrih, eh sekarang rame-rame ngemis jabatan.

Niru makian Daniel Mananta. Damn! I love u BTP. Sekarang gue tau ke mana tongkat gue akan gue kirim. Jangkau.

Ramadhan Syukur
#buatyangmasihadasisasisangefansBTP

Gus Dur

Sosok tokoh muslim dan mantan Presiden RI keempat periode 1999-2001, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur merupakan “the one an only”, karena jarang ditemukan figur di negeri ini yang mirip seperti suami dari Sinta Nuriyah, terutama dalam tindakan dan pemikirannya. Berikut lima fakta fenomenal dari mantan Ketua Tanfidziyah (Badan Eksekutif) Nahdlatul Ulama dan pendiri Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Fakta Fenomenal Gus Dur


1. Tidak Punya Dompet

Wakil Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) mengatakan, salah satu sikap KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang patut diteladani bangsa Indonesia adalah kesederhanaan.

Pria kelahiran, Rembang, Jawa Tengah, 10 Agustus 1944 mengatakan kecintaan kepada dunia telah menyeret banyak orang pada tindak kesalahan, seperti korupsi dan tamak kekuasaan. Sepintas mereka terlihat kaya dan mulia, tapi sejatinya mereka sangatlah fakir dan miskin. Padahal, kekayaan Gus Dur justru lahir dari kezuhudannya.

“Gus dur itu kaya sekali. Enggak punya dompet tapi kaya sekali. Karena apa? Karena enggak butuh,” kata Gus Mus.

2. Meledek Israel

Mantan Presiden Israel periode 2007-2014, Shimon Peres tak luput diberi guyonan oleh Gus Dur. Sastrawan dan budayawan Ahmad Tohari mengatakan sebenarnya Gus Dur menyindir Israel, tapi Peres tertawa hingga terbatuk-batuk.

“Pak Peres, negeri Anda akan kaya raya jika mau mengimpor kutang dari Prancis,” usul Gus Dur kepada Shimon Peres.

“Kenapa, Pak Gus?” tanya Peres.

“Imporlah kutang dari Prancis. Sesampai di Israel, kutang itu dipotong jadi dua. Nah, setelah dipotong jadi dua, baru dijual. Kutang yang aslinya hanya bisa dipakai satu orang, di Israel bisa dipakai dua orang, asal dipotong dulu. Dan itu artinya bisa mendatangkan untung lipat dua. Jangan lupa, tali-tali pengikatnya dibuang dulu,” kata Gus Dur.

“Mana bisa kutang dipotong jadi dua dan mendatangkan untung berlipat???” kata Peres.

“Ya kan kalau sudah jadi dua, namanya bukan kutang lagi. Kalian bisa memakai kutang sebagai topi untuk pergi ke tembok ratapan,” ujar Gus Dur. “Hahahahahahahahaha.hahahaha” Peres paham dan langsung tertawa terpingkal-pingkal.

3. Mengaku Keturunan Tinghoa

Gus Dur mengatakan dirinya memiliki darah Tionghoa, keturunan dari Tan Kim Han yang menikah dengan Tan A Lok, saudara kandung Raden Patah (Tan Eng Hwa), pendiri Kesultanan Demak.

Tan A Lok dan Tan Eng Hwa merupakan anak dari Putri Campa, putri Tiongkok yang merupakan selir Raden Brawijaya V.

Peneliti Prancis, Louis-Charles Damais mengidentifikasi Tan Kim Han sebagai Syekh Abdul Qodir Al-Shini yang makamnya ditemukan di Trowulan.

4. Makam Gus Dur Diziarahi Ribuan Orang

Menghargai guru, wali, atau tokoh ulama besar tidak hanya dilakukan saat beliau masih hidup, tapi juga ketika wafat. Seperti makam Gus Dur yang selalu didatangi ribuan para pengikut maupun pengagumnya.

Mantan orang terdekat Gus Dur, Priyo Sambadha mengatakan jumlah santri atau pengagum yang datang menziarahi makam Gus Dur mencapai ribuan orang setiap hari.

“Belum pernah disurvei secara ilmiah. Tapi sebagai gambaran saja, makam #GusDur tiap hari diziarahi 3.000 orang. Weekend bisa 5.000. Ramadan bisa sampai 10.000 setiap hari,” kata Priyo melalui akun Twitter pribadinya, 27 September 2018.

5. Kuasai 6 Bahasa Asing

Gus Dur sempat mengenyam pendidikan di Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir. Saat itu pria kelahiran Jombang, Jawa Timur, 7 September 1940 juga aktif dalam Perhimpunan Pelajar Indonesia bersama sahabatnya, KH Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus.

Kemampuan bahasa Arab Gus Dur tak diragukan lagi. Selain itu Ulama Besar NU ini pun mampu berbicara dalam enam bahasa asing lainnya. Hal ini dikatakan Priyo Sambadha lewat akun Twitter pribadinya.

“Sampai detik ini saya tidak tahu pasti berapa bahasa #GusDur menguasai. Tapi saya pernah dengar beliau bicara dalam bahasa Arab, Inggris, Spanyol, Jerman, Belanda, dan Prancis. Minimal berbasa-basi beberapa saat dengan jurnalis asing. Kalau bahasa Arab dan Inggris sih jelas sangat fasih,” kata Priyo.




Tulisan menarik dari Gus Nuril Arifin di Facebook, berjudul Sebaiknya anda Tahu Agar Bangsa Ini Tidak Terbelah disajikan di Benhil dengan tujuan agar catatan digital ini terekam dengan baik dan mudah ditemukan melalui mesin pencari Google. Sumber tulisan ditautkan di bawah artikel.

Saudaraku, para Ulama besar sekaligus guru bangsa Indonesia, yang sejak lama menyapa bangsa dengan taman hati itu waliyullah. Insha Allah.

Tetapi tahukah engkau, bahwa beliau KH Abdurrahman Wahid adalah Tionghoa pertama yang menjadi Presiden RI. Beliau keturunan dari Tan Kim Han yang menikah dengan Tan A Lok, saudara kandung Raden Patah pendiri Kesultanan Demak.

Sementara itu, Raja Islam pertama di tanah Jawa Dwipa, Raden Patah sendiri nama aslinya adalah Tan Eng Hwa. Tan A Lok dan Tan Eng Hwa ini adalah anak dari puteri Tiongkok yang menjadi selir Raden Brawijaya V.

Tan Kim Han menurut hasil penelitian ahli sejarah Perancis Louis-Charles Damais, tidak lain adalah; Syekh Abdul Qodir Al-Shini yang diketemukan makamnya di Trowulan.

Kita sudah benar di jalur PBNU ( Pancasila, Bhineka tunggal Ika, NKRI dan UUD 45 ), yang musti dijaga dan dilestarikan.

Langen Siswo
Sumpah Pemuda 1928 terselenggara di rumah Sie Kok Liong, Gedung Kramat 106. Para anggota Jong Java,  biasa menggunakan rumah ini untuk diskusi politik dan latihan kesenian. Mereka menyebut rumah ini Langen Siswo.
 
Selain Liong, juga ada Kwee Thiam Hong, Ong Kay Sing, Liauw Tjoan Hok dan Tjio Djin Kwie.  (Ali Sadikin pada 20 Mei 1973 meresmikan gedung ini sebagai Gedung Sumpah Pemuda).


Tionghoa
Mereka dari suku Thionghoa. Bukan China.
China itu negara. Seperti kita suku bangsa, Batak, Papua, Sasak, Bali atau Jawa, Minang, Sunda. Tetapi Warga Negara Indonesia sebagaimana suku Thiong Hoa. Maka, Pahlawan Nasional TNI AL John Lie meninggal  pada 27 Agustus 1988 dengan pangkat terakhir Laksamana Muda (Mayor Jendral) sejak 1966, dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan.

Atas segala jasa dan pengabdiannya, beliau dianugerahi Bintang Mahaputera Utama. (oleh Presiden Soeharto), 10 Nopember 1995. Bintang Mahaputera Adipradana dan gelar Pahlawan Nasional,  (oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 9 November 2009).

Jenderal Besar TNI AH. Nasution pada 1988 berkata, Prestasi Laksamana Muda John Lie "tiada taranya di Angkatan Laut" karena dia adalah panglima armada (TNI AL) pada puncak krisis eksistensi republik dalam berbagai operasi menumpas kelompok separatis.

Separatis Republik Maluku Selatan
Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia, dan Perjuangan Rakyat Semesta.  John Lie dengan keberaniannya menembus blokade laut tentara Belanda pada masa revolusi era 1945, Mayor John Lie sukses lima belas kali melaksanakan tugas menyelundupkan berbagai komoditas ekspor ke Singapura untuk kepentingan pembiayaan perjuangan Republik. Uang yang didapat dibelikan senjata, tapi lebih serang secara barter. Persenjataan tersebut kemudian diselundupkan kembali masuk ke wilayah RI melalui Riau, diserahkan kepada bupati Usman Effendi untuk diedarkan lebih lanjut kpd para pejuang.

Pada awal 1950 ketika di Bangkok, beliau dipanggil pulang ke Surabaya oleh KASAL Laksamana TNI R. Soebijakto dan ditugaskan menjadi komandan kapal perang Rajawali, kemudian aktif menumpas pemberontakan RMS (Republik Maluku Selatan) di Maluku dan PRRI/Permesta.

Ada tokoh Djiaw Kie Siong, pemilik rumah yang dihuni Soekarno-Hatta dalam peristiwa Rengasdengklok. Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia rencananya akan dibacakan Bung Karno dan Bung Hatta pada hari Kamis 16 Agustus 1945 di Rengasdengklok, yaitu di rumah Djiaw Kie Siong.

Naskah teks proklamasi sudah ditulis di rumah itu. Bendera Merah Putih sudah dikibarkan para pejuang Rengasdengklok pada Rabu, tanggal 15 Agustus, karena mereka tahu esok harinya Indonesia akan merdeka. Ketika naskah proklamasi akan dibacakan, tiba-tiba pada Kamis sore datanglah Ahmad Subardjo yang kemudian membawa Bung Karno dan Bung Hatta cs berangkat ke Jakarta untuk membacakan proklamasi di Jalan Pegangsaan Timur 56.

Liem Koen Hian
Tan Eng Hoa, Oey Tiang Tjoe, Oey Tjong Hauw adalah anggota drpd BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) ketika merumuskan UUD 1945.

Drs Yap Tjwan Bing
Apakah anda tahu? Dia adalah seorang sarjana farmasi dan apoteker yang juga dosen dan anggota Dewan Kurator ITB Bandung. Tahun 1945 beliau terpilih menjadi salah satu anggota PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia). Setelah kemerdekaan, ia bergabung dengan PNI. Namanya kemudian diabadikan menjadi salah satu ruas jalan di kota Surakarta. Menggantikan Jalan "Jagalan", yang diresmikan oleh Walikota Surakarta H. Ir Joko Widodo pada tanggal 22 Februari 2008.

Salah satu orang yang terlibat secara langsung dalam penurunan bendera Belanda di Hotel Oranye Surabaya adalah:

Tony Wen alias Boen Kin To
Beliau  Sebelum Perang Dunia II, beliau adalah pemain sepak bola terkenal di kesebelasan UMS (Union Makes Strength). Pada masa pendudukan Jepang, dia bekerja sebagai juru bahasa , di kantor urusan Hoa Kiao (Kakyo Hanbu).

Salah satu bagian pusat intelijen Jepang (Sambu Beppan). Setelah Jepang takluk beliau menghilang dari Jakarta dan menetap di Solo memimpin Barisan Pemberontak Tionghoa.

Ketika Presiden Soekarno dan para pemimpin lainnya dibuang ke Pulau Bangka, beliaulah yang menyediakan seluruh keperluan para pemimpin tersebut. Pada era 1950-an beliau diangkat menjadi anggota Komite Olimpiade Indonesia dan pengurus PSSI.  Pada 1952 masuk menjadi anggota PNI dan sejak Agustus 1954 sampai Maret 1956 diangkat menjadi anggota DPR mewakili PNI lalu duduk di Kabinet Interim Demokrasi, dan pada tahun 1955 berada dalam Kabinet Ali Sastroamidjojo.

Lagu Indonesia Raya yang diciptakan oleh Wage Rudolf Supratman, (WR Supratman) untuk pertama kali dipublikasikan oleh Koran Tionghoa Sin Po.

Lie Eng Hok
Seorang Perintis Kemerdekaan Indonesia. Beliau salah satu tokoh penting di balik pemberontakan 1926 Banten. Dalam peristiwa itu, masa bergerak melakukan perusakan jalan, jembatan, rel kereta api, instalasi listrik, air minum, rumah-rumah, dan kantor milik Pemerintah kolonial Hindia Belanda.

Semasa muda Lie, aktif sebagai wartawan Surat Kabar Sin Po dan berkawan akrab dengan Wage Rudolf Supratman, dari persahabatannya inilah beliau belajar banyak tentang cita-cita kebangsaan.

Lie Eng Hok berperan sebagai kurir kaum pergerakan, lantas beliau ditahan Pemerintah Kolonial Belanda dan dibuang ke Boven Digoel (Tanah Merah), Papua, selama lima tahun (1927-1932). Selama di Boven Digoel Lie menolak bekerja untuk pemerintah kolonial Belanda dan lebih memilih membuka kios tambal sepatu untuk memenuhi biaya hidupnya.

Atas jasa-jasanya pada bangsa dan negara Indonesia, Lie Eng Hok diangkat sebagai Perintis Ke merdekaan RI, berdasarkan SK Menteri Sosial RI No. Pol. 111 PK tertanggal 22 Januari 1959. Lie meninggal pada 27 Desember 1961 dan dimakamkan di pemakaman umum di Semarang.

Dua puluh lima tahun kemudian, kerangka Lie Eng Hok baru dipindahkan ke Taman Makam Pahlawan Giri Tunggal, Semarang, melalui Surat Pangdam IV Diponegoro No.B/678/X/1986.

Satu lagi, Siauw Giok Tjhan
Adalah menteri negara Urusan Minoritas dalam Kabinet Amir Syarifudin. Pada 1958 beliau mendirikan Universitas Trisakti dengan dibantu sejumlah petinggi Baperki (Badan Permusjawaratan Kewarganegaraan Indonesia). Awalnya bernama Universitas Res Publika, oleh Orde Baru diganti menjadi Tri Sakti.

Menurut Siauw Giok Tjhan, kecintaaan seseorang terhadap Indonesia, tidak bisa diukur dari nama, bahasa dan kebudayaan yang dipertahankannya, melainkan dari perilaku dan kesungguhannya dalam berbakti untuk Indonesia.

Konsep ini kemudian diterima oleh Bung Karno pada tahun 1963 yang kemudian secara tegas menyatakan bahwa golongan Tionghoa adalah suku Tionghoa dan orang Tionghoa tidak perlu mengganti namanya ataupun agamanya, atau menjalankan kawin campur (asimilasi) dengan suku non-Tionghoa untuk berbakti kepada Indonesia.

Siauw tidak menentang proses asimilasi yang berjalan secara suka-rela dan wajar, yang ditentangnya adalah proses asimilasi paksa untuk menghilangkan identitas sebuah golongan.

Salam Satu Nusa Satu Bangsa Satu Bahasa, Indonesia.

Sekian
Gus Nuril Arifin

*) Rangkuman dari berbagai sumber, semoga berguna bagi generasi penerus kaum pejuang.
Sumber: https://www.facebook.com/gusnuril.arifin/posts/1540863622703059

Mentawai
Mentawai

Padang - Infrastruktur yang belum memadai dan merata merupakan penyebab utama Kabupaten Kepulauan Mentawai di Sumatera Barat belum bisa lepas dari status tertinggal pada 2019, kata Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit.

"Infrastruktur yang paling kurang adalah penghubung di dalam pulau. Itu yang harus jadi fokus ke depan agar Mentawai bisa secepatnya keluar dari ketertinggalan," kata Nasrul di Padang, Jumat, 02 Agustus 2019.

Pembangunan infrastruktur di dalam pulau Mentawai, menurut dia, tidak bisa dilakukan hanya dengan mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Mentawai dan Sumatera Barat tetapi membutuhkan sokongan dari pemerintah pusat melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Kepulauan Mentawai telah mendapat sokongan dari pemerintah pusat antara lain dalam pembangunan jalan Trans Mentawai, yang menjadi penghubung antar-pulau dan memperbaiki akses di dalam pulau itu sendiri.

"Kalau akses antarpulau di Mentawai relatif sudah baik. Yang masih kurang itu jalan penghubung di dalam pulau. Sekarang sudah dalam pembangunan jalan lintas timur," kata Wakil Gubernur.

Pemerintah selanjutnya berencana membangun jalan lintas barat dalam upaya menghubungkan seluruh desa di Kepulauan Mentawai.

"Jika akses jalan terbuka, pembangunan yang lain bisa lebih mudah," kata Nasrul Abit.

Selain jalan, rasio elektrifikasi juga menjadi perhatian pemerintah daerah dalam upaya melepaskan status tertinggal dari Kabupaten Kepulauan Mentawai mengingat sampai 2019 baru 53,40 persen dari wilayah Mentawai yang menikmati listrik.

"Jaringan komunikasi sebelumnya juga bermasalah. Bantuan dari Kementerian Kominfo melalui Palapa Ring beberapa waktu lalu sudah banyak membantu," kata Nasrul.

Di samping itu, pemerintah daerah harus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan menumbuhkan perekonomian di Kepulauan Mentawai supaya wilayah kabupaten itu bisa segera lepas dari status tertinggal. Memicu roda ekonomi agar bergulir dengan baik.

Nasrul berharap perencana pembangunan yang terintegrasi antar kecamatan, kabupaten, provinsi, dan pusat serta koordinasi yang baik antar sektor bisa menjadi solusi untuk melepaskan status tertinggal dari Kepulauan Mentawai. (Antara)


Untuk lebih memahami suku Mentawai, pada posting ini disematkan vedeo menarik milik Tagar TV kanal YouTube situs berita online Tagar.id, pada salah satu videonya, mengunggah budaya masyarakat Mentawai yakni toto yang pembuatannya memiliki makna dan proses perjalanan hidup seseorang.


All rights reserved, Copyright © 2015 www.benhil.net. Powered by Blogger.