Showing posts with label Aktual. Show all posts


Salam sejahtera,

Sehubungan dengan adanya pertanyaan dari beberapa media yang meminta tanggapan saya terhadap tenggelamnya kapal Sinar Bangun pada tanggal 18 Juni 2018 lalu, bersama ini yang pertama saya ucapkan turut belasungkawa dan prihatin yang mendalam kepada keluarga korban, semoga keluarga para korban diberi kekuatan.

Saya terus memantau perkembangan di lapangan dan terus berkomunikasi dengan Menteri Perhubungan, Basarnas, para Bupati dan aparat terkait.

Bersama ini juga saya sampaikan bahwa peristiwa yang terjadi kemarin terjadi karena beberapa hal seperti pembangunan fasilitas infrastruktur yang belum menyamakan peningkatan jumlah wisatawan dan kurangnya disiplin dari penyelenggara serta pengawas angkutan kapal. KNKT  (Komite Nasional Keselamatan Transportasi) masih melakukan investigasi di lapangan dan kita tunggu hasilnya. Khusus untuk kedisplinan ini, saya setuju dengan langkah Kapolri untuk menindak siapapun yang terbukti bersalah dalam hal ini. Menurut saya hukum harus ditegakkan kepada siapa saja yang melakukan kelalaian pada kecelakaan ini.

Hal ini bukan yang pertama kali terjadi, jika aparat di lapangan dan penyelenggara angkutan mau belajar dari kecelakaan yang terjadi sebelumnya serta disiplin dalam memprioritaskan keamanan penumpang dengan mengangkut jumlah penumpang tidak lebih dari kapasitas, memperhatikan laporan cuaca dan peringatan dari BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika) dan tidak lalai dalam pengawasan tentu kecelakaan seperti ini bisa dihindari.

Saat ini pemerintah sedang melakukan pembangunan lima dermaga di Danau Toba dan pembenahan fasilitas dermaga. 
   
Menurut saya pembangunan fasilitas dan infrastruktur di wilayah tersebut mau tidak mau harus mengikuti peningkatan kunjungan wisatawannya. Saya akan datang ke lokasi secepatnya, untuk melakukan evaluasi apa saja yang perlu dilakukan dan diperbaiki.   

Semoga kecelakaan ini menjadi yang terakhir dan pelajaran untuk kita semua.

Denpasar, 22 Juni 2018
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman
Luhut Binsar Pandjaitan


Samosir, Sumut, 22/6 (Benhil) - Seratusan keluarga korban yang terlihat penuh duka dan kesedihan dengan berlinang air mata harap-harap cemas masih kelihatan menunggu di pinggiran Danau Toba yang berada di wilayah Provinsi Sumatera Utara.

Karena pencarian dan kerja keras yang dilakukan tim gabungan hingga hari ke-4 atau Kamis (21/6) belum ada tanda-tanda ditemukannya lagi penambahan penumpang yang menjadi korban kapal kayu KM Sianar Bangun yang tenggelam di perairan Danau Toba Tigaras, Kabupaten Simalungun.

Hal ini, jelas membuat duka nestapa yang terus berkepanjangan bagi pihak keluarga korban yang ditimpa musibah akibat "karamnya" kapal transportasi tersebut. Kapal terbuat dari kayu itu biasa digunakan mengangkut warga dan wisatawan berkunjung ke Danau Toba yang merupakan danau terbesar di dunia.

Padahal hingga saat ini, Tim Basarnas, Polri, TNI AL, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah berupa terus mencari korban-korban yang masih banyak lagi belum ditemukan, dan diduga masih berada di kawasan Danau Toba tersebut.

Bahkan, peralatan yang cukup canggih dan dapat memantau korban maupun bangkai kapal KM Sinar Bangun di daerah Danau Toba itu, secepatnya didatangkan.

Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan mengatakan, tim gabungan telah menemukan dua orang lagi penumpang KM Sinar Bangun, meninggal dunia akibat tenggelam di perairan Danau Toba, Tigaras, Kabupaten Simalungun, dan telah dievakuasi ke RSU Rohandahaim, Pematang Raya untuk diidentifikasi.

Kedua jenazah itu, diangkut dari perairan Danau Toba ke Pelabuhan Tigaras, Kabupaten Simalungun. Kedua jenazah wanita itu, ditemukan tim gabungan Basarnas dan Polri yang melakukan pencarian sejak Rabu (20/6) pagi.

"Jenazah pertama ditemukan tim Basarnas di pinggiran pantai tempat budi daya ikan jaring apung milik PT Jafta di perairan Danau Toba, sekira pukul 07.00 WIB," ujarnya.

Selanjutnya, jenazah kedua ditemukan di pinggiran Danau Toba, di Daerah Sumbal pukul 10.30 WIB dengan ciri-ciri rambut pirang, baju hitam, jaket Lee, celana jeans biru.

"Belum diketahui identitas kedua jenazah penumpang kapal kayu KM Sinar Bangun itu," kata mantan Kapolres Nias Selatan ini.

Sebelumnya, Polda Sumut melaporkan seorang penumpang KM Sinar Bangun ditemukan tewas di perairan Danau Toba, Desa Tigaras, Kabupaten Simalungun, Senin (18/6). Penumpang tersebut atas nama Tri Suci Wulandari (24), warga Aceh Tamiang, Provinsi Aceh. Korban yang ditemukan tidak bernyawa itu telah dievakuasi petugas ke puskesmas di Tigaras, Kabupaten Simalungun.

Hingga kini, tercatat 19 orang ditemukan selamat dan tiga orang meninggal dunia, yakni Tri Suci Wulandari, Aceh Tamiang, Fahrianti (47) warga Jalan Bendahara Kelurahan Pujidadi Kecamatan Binjai Selatan Kota Binjai, dan seorang lagi wanita yang belum diketahui identitasnya.

Petugas masih melakukan pendataan terhadap penumpang yang selamat agar dapat diketahui pihak keluarga mereka. Mengenai jumlah penumpang KM Sinar Bangun masih simpang siur, sedangkan petugas masih melakukan pendataan secara objektif.

Kapal kayu KM Sinar Bangun mengangkut ratusan penumpang, diperkirakan tenggelam sekitar satu mil dari dermaga Pelabuhan Tigaras, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Senin (18/6) sekitar pukul 17.30 WIB.

KM Sinar Bangun mengalami musibah akibat pengaruh cuaca buruk berupa angin kencang dan ombak cukup besar.

Penumpang Selamat 

Trauma Penumpang yang selamat pada peristiwa tenggelamnya kapal penumpang kayu KM Sinar Bangun di perairan Danau Toba, Sumatera Utara, masih mengalami trauma.

Ditemui di sela-sela perawatan di Simalungun, Rabu, Jamuda (17), warga Nagori (Desa) Sibunga-bunga, Kecamatan Jorlang Hataran, dan Heri Nainggolan (23), warga Panei Tonga, Kecamatan Pane, di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, terlihat tegang saat diminta menceritakan situasi kejadian tersebut.

Jamuda spontan menggeleng-gelengkan kepala dengan mimik ketakutan dan memeluk kerabatnya, mendapat tepukan serta elusan di punggung membuatnya tenang kembali.

"Kami berenam pergi berlibur ke Samosir, dan saya sendiri yang selamat," katanya.

Jamuda dan lima rekannya berada di posisi teratas kapal yang terdiri dari tiga tingkat, beserta ratusan penumpang lainnya mengarungi perairan Danau Toba dari Pelabuhan Simanindo, Kabupaten Samosir, menuju Pelabuhan Tiga Ras, Kabupaten Simalungun, dengan kondisi cuaca hujan dan angin kencang.

Sewaktu kapal mulai oleng dan sebelum terbalik, Jamuda melompat dari kapal dan berenang menjauhi titik tenggelamnya kapal tersebut. "Kira-kira 10 menit, aku lihat kapal feri, aku berenang mengejar dan ditolong naik," katanya.

Heri Nainggolan yang mengalami luka dan sempat dirawat di Puskesmas Sipintu Angin berjarak kira-kira lima kilometer dari posko utama tim Gabungan SAR di Pelabuhan Tigaras juga melakukan upaya serupa dengan Jamuda.

Dia menyakini keselamatan dirinya atas kuasa Tuhan, namun iparnya Roi Spenser Sirait seperjalanannya belum ditemukan. Dia menyampaikan kekesalan kepada kru kapal yang tidak membatasi jumlah penumpang yang hendak menyeberang dari Pelabuhan Simanindo ke Tigaras.

Pengawasan pemkab Samosir nihil dan ditaksir penumpang kapal mencapai 200-an orang dan sepeda motor milik para penumpang kira-kira 70-an unit. Kapal juga tidak memiliki jaket pelampung yang memadai, namun tidak dibagikan kepada penumpang meski diketahui cuaca tidak bersahabat.

Para penumpang selamat berharap ke depan menjadi perhatian Pemerintah yang selama ini terkesan diabaikan, operator dan pemilik kapal serta pengelola pelabuhan supaya musibah tidak terulang.

Jenazah Dimakamkan 

Jenazah korban kapal tenggelam KM Sinar Bangun yang terjadi di Danau Toba, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, satu dari tujuh keluarga warga Kota Binjai, tiba dirumah duka disambut isak tangis keluarga selanjutnya dimakamkan, Kamis (21/6).

Begitu tiba di rumah duka jenazah Fahriyanti (47) warga Jalan Bendahara Kelurahan Pujidadi Kecamatan Binjai Selatan Kota Binjai, yang dibawa ambulance disambut isak tangis keluarga dan warga.

Bahkan ada beberapa warga yang jatuh pingsan karena tidak menyangka ibu dari empat orang anak ini kembali dari berwisata lebaran dalam keadaan tidak bernyawa.

Usai itu jenazah Fahriyanti dibawa ke masjid dan langsung di salatkan warga selanjutnya dimakamkan dipekuburan muslim yang ada di daerah itu.

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemerintah Kota Binjai, Rudi Baros yang ditemui di lokasi menjelaskan Pemkot telah mensiagakan tiga tim di Danau Toba dengan target menunggu kabar dari satu keluarga warga Binjai yang berwisata dan hilang kontak pasca karamnya kapal Sinar Bangun, Senin (18/6).

Setelah ditemukan nantinya jenazah akan langsung diantarkan oleh ambulance Pemerintah Kota Binjai ke rumah duka hingga dilakukan proses pemakaman, katanya.

"Selain mensiagakan ambulance tim Pemkot Binjai juga membawa perahu karet dan petugas Badann Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) guna ikut melakukan pencarian para korban di perairan Danau Toba tersebut," tambahnya.

Petugas di sana juga masih terus menunggu kabar dari enam orang lainnya anggota keluarga yang belum ditemukan diantaranya Burhanuddin (suami), Dedi Handrian, Neneng Nur Ainun, Maya Oktavianty, Dika Ferdian kesemuanya anak almarhum Fahriyanti dan menantunya Yani.


Manado, 13/6 (Benhil) - Mudik menggunakan mobil pribadi merupakan pilihan yang cukup menarik dan praktis. Namun bagi sebagian orang untuk mudik harus mengeluarkan biaya lebih besar karena menggunakan transportasi udara.

Sebab, jarak kampung yang dituju cukup jauh dan harus menyeberang pulau satu ke pulau yang lain. Tapi, para pemudik kelihatan santai karena dukungan alat transportasi baik darat, laut dan udara sangat memadai saat ini.

Pemerintah, melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Hari Libur Nasional dan Cuti bersama 2018 menetapkan libur Hari Raya Idul Fitri selama 10 hari, tanggal 11-20 Juni 2018. Dengan masa libur yang panjang ini, masyarakat bisa leluasa menentukan kapan akan mudik dan balik dari kampung halaman. Sehingga, arus mudik tidak menumpuk pada hari tertentu saja, faktor inilah yang diduga menjadikan arus mudik tahun ini lancar.

Akses transportasi udara yang lancar dibutuhkan oleh pelanggan dan masyarakat, baik untuk melakukan tugas pekerjaan, bisnis, maupun arus mudik saat Lebaran atau Idul Fitri 1439 Hijriah.

Mudik saat Lebaran merupakan tradisi yang rutin dilakukan oleh warga Indonesia.


Posko Lebaran PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara Sam Ratulangi membentuk Posko Terpadu Angkutan Lebaran 2018 guna menghadapi lonjakan penumpang saat mudik dan arus balik.

General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara Sam Ratulangi Minggus Gandeguai mengatakan ada sebanyak 107 personel akan terlibat dalam Posko Terpadu Angkutan Lebaran 2018 di Bandara Sam Ratulangi, Manado. Jumlah personel ini lebih banyak dari biasanya. Posko Lebaran PT Angkasa Pura I (Persero) beroperasi pada 7-24 Juni 2018.

Minggus mengatakan posko ini akan melibatkan pihak eksternal seperti otoritas bandara, TNI/Polri, kantor kesehatan pelabuhan, serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Posko kali ini memang agak istimewa tahun ini karena bersamaan dengan libur sekolah yang panjang dan libur nasionalnya juga cukup panjang. Apalagi, bandara ini kan sudah 24 jam dan ada turis Tiongkok setiap malam hari," katanya kepada reporter Benhil.

Selain itu, banyaknya personel juga diharapkan mampu mengantisipasi beberapa gangguan selama libur Lebaran kali ini. Terlebih, cuaca Manado saat ini masih sering tidak menentu, sehingga membutuhkan koordinasi yang cukup intensif.

Setiap harinya, kata Minggus, akan ada petugas gabungan yang memberikan informasi kepada posko pusat di Jakarta.

Selain itu, petugas juga harus memberikan pelayanan guna memperlancar arus mudik dan balik bagi para penumpang.

Lonjakan Penumpang PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara Sam Ratulangi (Samrat) memprediksi pergerakan penumpang selama masa angkutan Lebaran 2018 (H-8 hingga H+8) di Sulawesi Utara hanya akan naik dua persen dibanding hari biasa.

Hal ini, kata Minggus, karena yang melakukan mudik lebaran ke Sulut sangat sedikit, dibandingkan saat Natal.

Dia mengatakan hal tersebut diperkirakan sudah termasuk dengan masa libur yang cukup panjang pada periode mudik tahun ini.

Pergerakan penumpang diprediksi hanya naik dua persen selama ada posko karena yang datang ke Manado tidak sekaligus, tetapi bertahap sejak waktu sebelum berbuka.

Ia menjelaskan pergerakan pesawat diperkirakan naik sebesar 7 persen, sedangkan pergerakan kargo naik hingga 24 persen.

Data pergerakan ini, katanya, akan terus diperbaharui setiap hari dan dapat dimonitor langsung di posko pengawasan dan pelayanan serta monitoring data.

Pergerakan penumpang musim mudik Lebaran tahun ini diprediksi sebanyak 157.040 penumpang. Sementara, pergerakan pesawat dan kargo masing-masing diprediksi sekitar 1.506 penerbangan dan 773.864 kilogram.

Selama Januari hingga Mei 2018 Bandara Sam Ratulangi tercatat telah melayani 1.134.775 penumpang yang meningkat 9 persen dari periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, pergerakan pesawat meningkat 5 persen dengan total 12.124. Pada saat yang sama, pergerakan kargo meningkat 21 persen atau setara 6.108.274 kilogram dibandingkan tahun lalu.

Arus Mudik Penumpang yang datang ke Manado Provinsi Sulawesu Utara (Sulut) melalui Bandara Sam Ratulangi (Samrat) pada H-4 Lebaran mengalami peningkatan.

Ia katakan penumpang yang datang ke Sulut pada H-4 Lebaran meningkat 10 persen dibandingkan Lebaran tahun lalu, yakni dari 18.466 orang menjadi 20.336 orang. Minggus mengatakan untuk penumpang yang berangkat juga mengalami peningkatan tiga persen dari 21.962 orang tahun lalu menjadi 22.551 orang di Lebaran tahun ini.

Ia mengatakan untuk jumlah pesawat mengalami penurunan sekitar tiga persen dari 185 penerbangan menjadi 179 penerbangan yang datang ke Sulut. Sedangkan yang berangkat tidak mengalami perubahan yakni sebanyak 186 penerbangan.

Dan, katanya, kargo yang datang melalui Bandara Samrat memgalami penurunan sekitar 14 persen dari 198.669 kilogram menjadi 169.919 kg. Dan, yang berangkat juga turun 14 persen dari 53.922 kg menjadi 46.472 kg. Pihaknya berharap posko Lebaran Sam Ratulangi akan mampu memenuhi kebutuhan penumpang dan masyarakat.

Avtur Aman PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region Vll menjamin bahan bakar pesawat atau avtur di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) aman menjelang Lebaran tahun ini. General Manager (GM) Marketing Operation Region VII Tengku Fernanda mengatakan pasti akan ada peningkatan avtur di Manado jelang Lebaran kali ini, namun tidak signifikan.

Branch Manager Marketing Sulutenggo Daniel Alhabsy mengatakan kesibukan transportasi udara dari dan menuju Manado pada Hari Raya Lebaran tidak seperti perayaan Natal dan Tahun Baru.

Kemungkinan transportasi udara akan meningkat namun tidak besar, dan masih mampu dipenuhi oleh stok avtur pada kondisi normal," kata Daniel. Pihaknya terus melakukan pengawasan stok avtur pada bulan Ramadhan dan Idul Fitri 1439 H/2018 berada dalam kondisi aman.

Konsumsi bahan bakar pesawat udara ini selama Ramadhan dan ldul Fitri 1439 H tahun ini di Sulawesi Utara diproyeksikan tidak mengalami peningkatan signifikan yakni sesuai dengan rata-rata konsumsi harian normal di Sulawesi Utara sebesar 173 KL/hari," kata Daniel. Jika ada penambahan jumlah penerbangan atau ekstra flight di bandar udara di Manado, pasti akan menghubungi Pertamina, soal penambahan kuota.

Masyarakat tidak perlu khawatir, Pertamina sudah mengantisipasi hal ini sehingga tidak akan terjadi kekosongan, dan arus mudik maupun balik berjalan lancar dan aman. (Antara-Nancy Lynda Tigauw)

Mudik Bareng BUMN
Jakarta,11/6 (Benhil)- Mata Azzam (4) tampak tak berkedip melihat siaran video musik yang diputar di sepanjang perjalanan bus dari Jakarta menuju Terminal Tirtonardi, Solo, Jawa Tengah. Ternyata ada biduan favoritnya, Nella Kharisma yang sedang melantunkan lagu "Jaran Goyang".

Dengan suara nyaring, Azzam ikut bernyanyi mengikuti sang biduan.

"Apa salah dan dosaku sayang, cinta suciku kau buang-buang. Lihat jurus yang kan kuberikan, jaran goyang, jaran goyang," Azzam bernyanyi sambil mengajak kawan barunya,kakak-beradik Yosa (3) dan Yose (6) yang duduk persis di depannya.

Di samping Azzam, duduk ibunya, Wahyu (29), yang terlihat tertawa kecil melihat tingkah anak semata wayang-nya itu. "Azzam baru pertama mudik naik bus, biasanya kami naik mobil boks. Dia senang sekali naik bus, jadi begini, tingkahnya banyak," kata Wahyu, salah satu peserta Mudik Bareng Guyub Rukun Lebaran 1439H/Tahun 2018.

Keceriaan semacam itu, kata Wahyu, tidak pernah ditemui di saat ia dan anaknya mudik menggunakan mobil boks. "Di mobil boks tentu berbeda, tidak ada ac (air conditioner), panas, biasanya Azzam rewel," terang Wahyu saat ditemui di sela perjalanan, Sabtu (9/6).

Namun bagi Wahyu, pendingin dalam kendaraan cuma jadi faktor pelengkap dalam perjalanan mudik. Alasan dirinya mengikuti mudik gratis karena suaminya, Marzuki (38) tidak perlu lagi menguras tenaga menerjang macet puluhan kilometer untuk menuju ke kampung halaman seperti yang sudah-sudah saat arus mudik mulai terjadi.

"Suami saya biasanya menyetir sendiri, kalau macet panjang, (dia) capek sekali. Tidak kuat, maka kami bersyukur ada program mudik gratis (BUMN) ini, tinggal duduk manis," tambah Wahyu pada Benhil.

Berkendara ratusan kilometer dari Jakarta menuju Solo memang membutuhkan pengemudi dengan stamina dan daya tahan tubuh yang prima. Namun, adanya kemacetan panjang yang lazim terjadi saat mudik kerap menguras energi para pengemudi, apalagi mereka yang harus menyetir sendiri hingga kampung halaman. Alhasil, risiko selama berkendara pun besar. Di samping tabrakan dan mesin kendaraan yang rusak, jenis kecelakaan lalu lintas yang banyak terjadi, diantaranya disebabkan pengemudi mengantuk dan kelelahan.

Dengan demikian, adanya program mudik bareng gratis yang diselenggarakan 62 BUMN dengan PT Jasa Raharja (Persero) sebagai koordinator pelaksananya diakui membantu banyak pemudik seperti Wahyu dan sekeluarga. Pasalnya, walau program mudik bareng BUMN itu diadakan cuma-cuma, PT Jasa Raharja sebagai salah satu pelaksana tetap berkomitmen memastikan keamanan dan kenyamanan para pemudik.

"Bus yang digunakan untuk Mudik Bareng BUMN 2018 telah dipersiapkan untuk memenuhi kriteria khusus agar para peserta dapat menikmati perjalanan sampai kampung halaman dengan aman dan nyaman," kata Isman Danial, Koordinator dan Protokoler Hubungan Masyarakat Jasa Raharja.

Kriteria yang dimaksud, diantaranya meliputi adanya pengemudi cadangan di tiap bus. Alhasil, perjalanan mudik yang kerap macet bukan lagi masalah karena di saat pengemudi kelelahan, ada cadangan supir yang siap mengganti.

Sebagaimana disampaikan Hery (59), pengemudi bus tujuan Jakarta-Solo, adanya supir cadangan merupakan standar yang harus dipenuhi selama berkendara ratusan kilometer.

"Walaupun saya sudah berpengalaman di bus malam dan bus pariwisata puluhan tahun, adanya supir cadangan itu standar yang tidak bisa ditawar," kata Hery yang mengaku rutin menjadi pengemudi mudik gratis Jasa Raharja selama empat tahun terakhir.

Bagi Hery, risiko pengemudi kelelahan cukup lumrah terjadi, utamanya jika jalanan macet parah.

"Kondisinya saat mudik itu khusus, kami (pengemudi) tidak menghitung jam atau kilometer, tetapi di saat kami merasa lelah, ya langsung diganti," tambahnya.

Di samping stamina pengemudi yang prima dan adanya supir cadangan, kriteria keselamatan lain yang dipenuhi program Mudik Bareng Guyub Rukun BUMN meliputi bis telah laik jalan (lulus ramp check), dan kendaraan baru (minimal keluaran 2012).

"Seluruh kendaraan yang digunakan merupakan bus pariwisata. Semua sudah lulus ramp check di Banten jauh sebelum pemberangkatan. Pemeriksaan dilakukan dinas terkait, dan pengemudinya sehari sebelum jalan, sudah mendapat sosialisasi dari Korlantas Polri," kata M Iqbal Hasanuddin, Kepala Urusan Humas PT Jasa Raharja (Persero) saat ditemui di Jakarta, Sabtu (9/6).

Tingginya animo pemudik Tiap tahun, minat pemudik untuk mengikuti program Mudik Bareng Guyub Rukun selalu meningkat. Catatan Jasa Raharja menunjukkan jumlah pemudik yang ikut naik 74,43 persen dari 118.220 orang pada 2017 menjadi 206.209 pada 2018.

"Moda angkutan yang masih jadi favorit bus, peningkatannya dari 1.920 di 2017 menjadi 3.490 pada 2018. Tren yang sama juga ditemukan pada kapal laut dari 18 armada jadi 98 armada, kemudian kereta api dari 11 rangkaian kereta jadi 37, dan pesawat yang mulanya hanya 24 menjadi 52 unit," kata Isman.

Sementara itu, partisipasi PT Jasa Raharja sendiri dalam Program Mudik Bareng Guyub Rukun BUMN 2018 mencakup 620 bus, dua kapal, dan delapan rangkaian kereta dengan total 38.040 pemudik. "Dalam program mudik tahun ini sebaran kota yang dituju semakin luas. Rute yang diampu tidak hanya sebatas Pulau Jawa, tetapi Indonesia bagian barat dan timur," tambahnya.

Adanya peningkatan animo masyarakat untuk program mudik gratis itu pun mendapat pujian dari Menteri BUMN Rini Soemarno.

"Terus terang saya sangat bangga melihat banyak bus berkumpul untuk mudik bareng tahun ini. Tahun ini kita memakai sistem pendaftaran online karena melihat tingginya animo pemudik (yang ingin ikut serta," kata Rini dalam sambutannya sebelum melepas keberangkatan rombongan Mudik Bareng di Pantai Karnaval Ancol, Jakarta, Sabtu pagi.

Budaya mudik, tambahnya, merupakan tradisi turun-temurun yang banyak didominasi para pengguna motor. Berkendara ratusan kilometer dengan motor, menurut Rini cukup berisiko, sehingga ia berharap adanya program mudik gratis BUMN dapat membantu masyarakat agar beralih ke moda yang lebih aman dan untuk tahun ini pemerintah siagakan penembak jitu amankan pemudik.

"Program (mudik bareng) ini menunjukkan BUMN selalu hadir untuk memberi solusi. Saya ucapkan terima kasih ke 62 BUMN yang berpartisipasi tahun ini," terang Rini.

Sebagai penutup, ia berpesan agar para pemudik dapat tiba di tujuan dengan selamat dan dapat merayakan hari Lebaran bersama keluarga.

"(Setelah hari raya Lebaran), kita bisa memulai dengan hati yang sejuk, persaudaraan semakin meningkat, dan kita senantiasa menjaga Indonesia selalu aman dan bersatu," kata Rini menutup.


Jakarta, 10/6 (Benhil) - Jauh hari pihak kepolisian telah mengantisipasi dengan melakukan pelbagai upaya dalam rangka menciptakan rasa aman bagi pemudik yang akan pulang ke kampung halaman masing-masing sebelum arus mudik mulai terjadi.

Bahkan, Kepolisian Resor Bengkulu Selatan telah memetakan jalur mudik yang rawan begal dan aksi pencurian dengan menyiagakan penembak jitu (sniper). Kepala Polres Bengkulu Selatan AKBP Rudy Purnomo di Manna menyatakan bahwa pihaknya tetap menyiagakan "sniper" di kawasan rawan untuk mengamankan pemudik dari pelaku kejahatan meski catatan kriminal di daerah ini sepi.

Kapolres lantas menyebutkan sejumlah daerah rawan begal, antara lain, di Ulu Manna yang berbatasan dengan Provinsi Sumatera Selatan. Kawasan ini merupakan area hutan lindung yang tidak ada permukiman penduduk. Adapun kawasan rawan tindakan kriminal berada di Pantai Pasar Bawah.

Penempatan penembak jitu dilakukan lantaran tindak kejahatan di jalanan cenderung meningkat selama arus mudik Lebaran. Pelaku memanfaatkan kelengahan pemudik yang kurang mengenal kondisi dan kontur jalan yang sedang mereka lewati.

Untuk mengamankan mudik Lebaran 2018 di Bengkulu Selatan, tersedia lima posko yang siap melayani masyarakat selama 24 jam. Ada pula tim patroli khusus yang akan berkeliling di sepanjang jalur mudik.

Sementara itu, Plt. Bupati Bengkulu Selatan Gusnan Mulyadi menuturkan bahwa posko-posko itu tidak hanya diisi polisi, tetapi juga porsonel militer, petugas medis, hingga tenaga sipil. Ia juga mengimbau masyarakat agar mewaspadai pendatang baru dengan mengaktifkan tamu wajib lapor 1x24 jam. Langkah ini guna mengantisipasi penyebaran radikalisme dan terorisme melalui hegemoni Lebaran.

"Babinkamtibmas, babinsa, dan pemerintahan desa harus selalu bersinergi untuk mengamankan mudik pada tahun 2018. Jangan sampai hal buruk mengusik ketenangan liburan Lebaran," kata Gusnan. Seperti yang disajikan pada artikel bertajuk Atto Sampetoding: Mengubah Asa Jadi Nyata.

Pengaduan Sementara itum, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menyediakan nomor telepon pengaduan pariwisata untuk menjamin kenyamanan wisatawan di daerah itu selama liburan Lebaran 2018. Semua yang menyebabkan ketidaknyamanan bagi wisatawan di Sumbar bisa dilaporkan pada nomor yang telah disediakan ini.

Kepala Dinas Pariwisata Sumbar Oni Yulfian mengatakan bahwa penyediaan layanan itu terkait dengan kesiapan daerah menyambut musim libur Lebaran 2018. Nomor telepon pengaduan yang disiapkan masing-masing, Provinsi Sumbar 0811661181, Kabupaten Tanah Datar 08126722066, Mentawai 081371622769, dan Bukittinggi 0811663011.

Berikutnya, Padangpariaman 081363127485, Kota Padang 08116607555, Pasaman Barat 081363092600, Padangpanjang 085766000316 dan Pariaman 08261380449. Lalu Pesisir Selatan 085358828011, Payakumbuh 085263769701, Solok 085374642234, dan Sawahlunto 081363660684.

Ia meminta tujuh kabupaten dan kota lainnya di provinsi ini segera menyiapkan nomor pengaduan pariwisata yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Nomor-nomor itu penting untuk mempresentasikan kehadiran pemerintah sehingga wisatawan merasa nyaman dan aman saat berwisata di Sumbar.

Dinas pariwisata kabupaten/kota yang telah menyediakan nomor pengaduan agar secepatnya merespons laporan masyarakat dengan meneruskannya ke pihak berwenang, terutama Satpol PP.

Dinas Pariwisata tidak memiliki personel dan kewenangan langsung untuk melakukan penindakan. Oleh karena itu, harus berkoordinasi dengan instansi lain, seperti Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, SAR, BPBD, maupun instansi lain yang berwenang.

Kepala Dinas Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Sumbar Zul Aliman mengatakan bahwa pihaknya siap merespons laporan yang masuk. Pihaknya berkoordinasi dengan Satpol PP kabupaten dan kota ikut melakukan pengamanan di tempat wisata. Begitu ada laporan masuk, bisa direspons dengan cepat.

Ia menyebutkan sejumlah persoalan pariwisata yang terjadi di Sumbar, di antaranya kemacetan, tarif parkir mahal, harga kuliner tidak masuk akal, dan premanisme. Namun, keseriusan pemerintah dalam mengembangkan pariwisata telah berhasil menekan persoalan itu, bahkan untuk tiga persoalan terakhir yang disebutkan sudah sangat jarang ditemui.

Akan tetapi, kemacetan memang masih rawan terjadi karena banyaknya jumlah kendaraan yang masuk Sumbar pada musim libur Lebaran. Pada tahun 2018, diperkirakan 2.000.000a orang akan datang ke Sumbar, di antaranya perantau yang mudik dan wisatawan dari provinsi tetangga.

Target Pengunjung Masih terkait dengan kepariwisataan, Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menargetkan 300.000 pengunjung dan menyumbang pendapatan asli daerah sebesar Rp2,6 miliar pada masa libur Lebaran 2018.

Kepala Dinas Pariwisata Gunung Kidul Asti Wijayanti di Gunung Kidul, Minggu, mengatakan bahwa seluruh objek wisata sudah siap dikunjungi wisatawan saat libur Lebaran. Berdasarkan pengalaman sebelumnya, pihaknya optimistis target pengunjung sebanyak 300.000 orang akan tercapai.

Dispar masih mengandalkan wisata pantai menjadi tujuan utama kunjungan wisatawan. Hal ini karena pantai di Gunung Kidul sangat bagus, dan dalam satu jalur dari timur sampai barat sepanjang 72 kilometer.

Kemudian, objek wisata lain yang juga menjadi andalan di antaranya Gua Pindul, Kalisuci, dan destinasi alam lainnya Gunung Api Purba Nglanggeran. Karcis masuk ke objek wisata juga hanya ditarik satu kali, sehingga pantai selalu dipenuhi wisatawan dari berbagai daerah.

Dispar akan melakukan pemantauan terhadap kondisi destinasi wisata yang ada guna memastikan kenyamanan wisatawan. Rencananya, Dispar akan melakukan penambahan personel penjaga tempat pemungutan retribusi, hingga petugas kebersihan. Dispar juga mengimbau kepada para pedagang yang ada di kawasan wisata untuk tidak memanfaatkan situasi dengan mematok harga tinggi kepada pembeli. Pihaknya berupaya sebaiknya agar wisatawan nyaman saat berkunjung.

Dispar Gunung Kidul bekerja sama dengan berbagai instansi, mulai dari Satpol PP, Dinas Kesehatan, Kepolisian, Kodim 0730, kecamatan dan desa yang memiliki destinasi wisata, hingga Dinas Perhubungan. Ada 530 personel yang disiapkan untuk ikut menjaga keamanan. Pihaknya berupaya semaksimal mungkin memberikan pelayanan kepada wisatawan. Bahkan, pihaknya menyadari sektor pariwisata merupakan urat nadi perekonomian Gunung Kidul.

Kepala Dinas Perhubungan Gunung Kidul Syarif Armunanto mengatakan bahwa jalur Yogyakarta-Wonosari biasanya padat setelah hari raya. Saat itu pemudik akan melakukan kunjungan ke destinasi wisata. Prediksi padat pengunjung daerah wisata pada tanggal 17 s.d. 19 Juni 2019.

Tes Urine Pada masa arus mudik Lebaran 2018, kepolisian dan instansi terkait melakukan tes urine terhadap sejumlah sopir bus. Dari Sumatera Utara dilaporkan bahwa lima sopir bus trayek Kota Binjai-Kabupaten Langkat terindikasi mengonsumsi narkotika ketika menjalani tes urine.

Kelimanya terindikasi sebagai pengguna narkotika berdasarkan hasil tes urine yang dilakukan oleh tim gabungan Polres, BNN, dan Dinas Perhubungan Binjai di Terminal Binjai, Jalan Ikan Paus, Kelurahan Timbang Langkat, Binjai Timur, kata Kepala Bagian Operasional Kepolisian Resor Binjai Komisaris Polisi Zulkarnaen Sinulingga di Binjai.

Sebanyak 50 sopir yang diambil urinenya untuk diperiksa.Disampaikan juga terhadap kelima sopir tersebut dilakukan rehabilitasi oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) setempat.

Para sopir itu terdiri atas RP(20) warga Kuala Kabupaten Langkat, DS (23) warga Desa Padang Cermin Kecamatan Selesai Kabupaten Langkat, JSB (23) warga Jalan Mayjen Sutoyo Kecamatan Binjai Barat, H (37) warga Jalan Tengku Amir Hamzah Kecamatan Binjai Utara dan S (46) warga Pangkalan Susu Kabupaten Langkat.

Selain melaksanakan tes urine, tim gabungan juga melakukan tes kelayakan kendaraan. Menurut Kepala Bidang Angkutan dan Prasarana Dinas Perhubungan Binjai Muhammad Fazar Kurniawan, ada beberapa angkutan kota dalam provinsi yang didapati tidak layak.

Kalau dikatakan layak, hampir semua layak. Akan tetapi ada juga beberapa kekurangan, seperti kanvas rem, lampu redup, dan ban mulai menipis. Pihaknya sudah memberikan peringatan kepada mereka untuk segera memperbaiki kendaraannya. Sementara itu, untuk bus antarprovinsi, semuanya dinyatakan laik jalan.



Semarang, 10/6 (Benhil) - Lewat tengah malam, tepatnya Sabtu (9/6) dini hari, Pantai Karnaval di kawasan Ancol, Jakarta, sudah dipenuhi ratusan orang yang lalu lalang, beserta barang bawaan yang kebanyakan tampak tak ringan. Bersama deretan ratusan bus yang menanti rapi di pelataran lokasi wisata Jakarta bagian utara itu, mereka sabar menunggu keberangkatan ke kampung halaman yang baru dimulai beberapa jam usai matahari berbinar di ufuk timur. Mereka hendak mudik ujar Atto Sakmiwata Sampetoding.

Mengubah Asa Menjadi Nyata Bersama Jasa Raharja

Wajah-wajah tak sabar ingin bersua dengan sanak saudara yang sudah lama tak dijumpai tampak jelas di paras para calon penumpang saat arus mudik mulai terjadi, yang menjadi peserta mudik bersama gratis PT Jasa Raharja (Persero) tersebut.

Hari semakin terang, keadaan pun semakin padat dengan kedatangan ribuan pemudik lainnya. Polri bersusah payah mengatur lalu lintas agar tidak menimbulkan kemacetan panjang. Salah satunya dengan mewajibkan pemudik berjalan kaki ke lokasi pemberangkatan bus. Setapak demi setapak langkah mereka terlihat ringan. Membayangkan daerah asal dengan segala kerinduan di dalamnya seolah menjadi pembakar semangat mereka di pagi hari nan cerah.

Salah satu dari mereka adalah Budi Harno, lelaki berusia 35 tahun asal Ciputat, Tangerang Selatan, Banten. Bersama dua anaknya, dia menjadi bagian rombongan mudik bersama PT Jasa Raharja (Persero) menuju Jepara, Jawa Tengah.

Budi merupakan seorang pengemudi ojek. Bukan ojek daring yang seperti yang kini sedang populer, tetapi ojek pangkalan di salah satu pasar kawasan tempat tinggalnya. Penghasilannya sehari-hari tidak menentu. "Boro-boro" memikirkan biaya mudik, mengatur bagaimana mengarungi kehidupan sehari-hari saja dia kesulitan. Namun, harapan Budi tak lantas menguap bersama angin. Dia menemukan informasi mengenai mudik gratis bersama PT Jasa Raharja dan tanpa pikir panjang langsung mendaftarkan diri.

"Program Jasa Raharja ini sangat membantu dan mempermudah saya serta anak kembali ke kampung," kata Budi dan layak diapresiasi, ujar Atto Sakmiwata Sampetoding di Jakarta.

Pendapat senada juga diungkapkan Tri, seorang ibu rumah tangga yang menjadikan Pekalongan, Jawa Tengah, sebagai tujuan mudiknya. Menurut Tri, mudik dengan Jasa Raharja mewujudkan asanya mendapatkan pelayanan mudik gratis yang lebih aman dan nyaman dibandingkan dengan harus menumpang transportasi umum yang harga tiketnya mahal. Dia pun teringat masa dimana dirinya kembali ke kampung halaman dengan sepeda motor dan bus umum di bulan Ramadhan sebelum ini.

"Kalau naik sepeda motor, ngeri. Misalnya naik bus umum, juga sulit mendapatkan tiket, sampai tidur di terminal untuk menunggu kursi kosong," tutur Tri.

Fokus Pelayanan PT Jasa Raharja (Persero) memang tidak main-main dalam mempersiapkan program mudik bersama gratis demi membuat nyata asa lebih dari 30.000 pemudik bertemu dengan sanak keluarga di kampung halaman masing-masing.

Meski judulnya "cuma-cuma", perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang awalnya bernama Perusahaan Negara Asuransi Kerugian Eka Karya ini tetap berupaya keras mewujudkan mudik yang berkualitas baik bagi peserta. Mulai dari memilih mitra transportasi yang dianggap bagus, mengetes kesehatan pengendara, hingga memastikan pemudik dalam keadaan bugar dari berangkat hingga tiba di tempat tujuan.

PT Jasa Raharja (Persero) memberangkatkan lebih dari 38 ribu pemudik pada tahun 2018 ke setidak-tidaknya 30 kota di beberapa provinsi seperti Semarang, Jepara, Salatiga, Pekalongan, Tegal, Klaten, Surabaya dan lain-lain.

Para pemudik yang menjadi bagian dari Program Mudik Bareng Guyub Rukun BUMN diberangkatkan dengan total 600 unit bus, delapan kereta api dan dua kapal laut.

Tidak perlu hal-hal rumit untuk menunjukkan bahwa perusahaan asuransi itu memperhatikan pemudiknya. Itu diperlihatkan Jasa Raharja dengan memperlengkapi pemudik dengan obat-obatan sebagai bekal dalam perjalanan untuk menjaga diri tetap bugar.

Kepala Urusan Humas Jasa Raharja M Iqbal Hasanuddin menyebut, jenis obat yang diberikan adalah obat-obatan untuk penyakit ringan seperti batuk, maag, demam dan mabuk perjalanan.

"Perjalanan pemudik cukup jauh. Jasa Raharja ingin semua peserta tiba dalam keadaan sehat," ujar Iqbal.

Bukan cuma diberikan obat-obatan untuk di perjalanan, pemudik juga mendapatkan fasilitas layanan kesehatan gratis, seperti di lokasi pemberangkatan mudik, di Pantai Karnaval, Ancol, Jakarta. Posko kesehatan itu dijaga oleh seorang dokter yang siap memberikan solusi atas masalah kesehatan pemudik. Di tempat itu, disediakan pula berbagai obat dan jasa pengukuran tekanan darah gratis. Perjalanan demi perjalanan sudah dilakukan, ribuan orang tiba, berjumpa dengan keluarga yang lama dirindukan. Para pemudik PT Jasa Raharja (Persero) menginjakkan kaki di tujuan, salah satunya di Semarang, Jawa Tengah.

Rombongan peserta mudik gratis bersama PT Jasa Raharja (Persero) tiba di Semarang, Jawa Tengah, sekitar pukul 19.30 WIB, Sabtu (9/6), setelah menempuh perjalanan selama sekitar 11 jam dari Jakarta. Ketika tiba di Terminal Mangkang, Semarang, para pemudik disambut sejumlah pegawai Kantor Perwakilan Jasa Raharja Semarang yang dipimpin Kepala Perwakilan Jasa Raharja Semarang Abdur Rozaq.

"Alhamdulillah rombongan sudah tiba di Semarang. Kami berharap para pemudik bisa bertemu keluarga dalam keadaan sehat walafiat," kata Abdur.

Rasa syukur tiba di Semarang dengan selamat juga diungkapkan oleh pemudik, salah satunya Wahyudin. Berkumpul dengan keluarga saat Idul Fitri adalah budaya Indonesia yang sangat menyenangkan ujar Atto Sakmiwata Sampetoding, program yang didapat oleh pemudik, mengubah asa menjadi nyata.

Wahyudin, seorang pegawai usaha percetakan di Jakarta, menyebut dirinya dan keluarga cukup puas dengan perjalanan selama 11 jam dari Jakarta. "Perjalanannya cukup nyaman," tutur Wahyudin.

Lebaran semakin dekat, Hari Kemenangan hampir tiba. Semakin lengkap terasa, merayakannya bersama keluarga. Dan Jasa Raharja membantu mewujudkannya. (Michael Teguh Adiputra Siahaan)


Penggelut ilmu bahasa, psikolog atau siapa saja yang berminat menggumuli bahasa sebagai fenomena sosial dapat mengeksploitasi peranti berkomunikasi itu dari berbagai aspek. Salah satu aspek yang bisa diteliti adalah kadar kebahagiaan yang dikandung sebuah kata, yang didasarkan oleh penilaian dari pengguna bahasa bersangkutan.

Pada 1969, sejumlah psikolog di Universitas Illinois, Amerika Serikat, mencoba menemukan sisi positif dan negatif dari bahasa. Hasil penelitian itu antara lain menyebutkan bahwa para penutur semua bahasa cenderung memberikan konotasi positif atas kata-kata yang mereka gunakan.

Dari riset kebahasaan itulah muncul istilah Hipotesa Pollyanna. Disebut hipotesa karena penelitian itu masih perlu pengujian lewat penelitian lebih lanjut. Pollyanna adalah nama tokoh utama dalam novel karya Eleanor Porter. Sang protagonis adalah seorang gadis yang selalu berusaha melihat sisi-sisi positif dari setiap hal.

Hampir lima dekade setelah hipotesa itu dilahirkan, sebuah riset tentang sisi positif dan negatif dari kata di sejumlah bahasa dilakukan. Peter Dodds dari Universitas Vermont, yang menyelenggarakan penelitian itu, dengan menggunakan mega data, menemukan konklusi bahwa ada bahasa yang masuk kategori paling membahagikan, yang diraih oleh bahasa Spanyol dari 10 bahasa yang diteliti, dan ada bahasa yang paling kurang membahagiakan, yakni bahasa China. Bahasa Indonesia masuk di urutan keenam.

Metode penelitian itu cukup menarik. Peneliti mengumpulkan 100.000 kata-kata paling sering diujarkan dari masing-masing bahasa. Lalu meminta 50 orang penutur masing-masing bahasa untuk memberikan skor yang skalanya 1 hingga 10 untuk setiap kata. Kata yang dinilai punya nilai paling negatif memperoleh skor 1 dan untuk kata yang memberikan konotasi makna paling membahagiakan diberi skor 10.

Hasil pemberian skor itu kemudian dijadikan parameter untuk menentukan kadar kebahagiaan bahasa yang terdapat pada berbagai sumber pemakaian bahasa seperti media sosial, lirik lagu, teks percakapan pada film dan buku.

Penutur bahasa China boleh jadi kurang setuju dengan hasil riset itu. Sebab bahasanya berada di peringkat paling bawah. Penutur bahasa Indonesia, yang bahasanya di peringkat keenam, setelah Spanyol, Portugis, Inggris, Jerman dan Perancis, bolehlah tak reaktif menanggapi hasil riset itu.

Dalam khazanah teori tentang hubungan bahasa dan kebahagiaan, kata-kata yang diujarkan individu diakui berpengaruh secara psikis pada diri pengujar. Para psikolog bahkan menganjurkan individu yang ingin menikmati kebahagiaan dalam meniti kehidupan untuk sering-sering berpikir dan merasa dalam bingkai kosa kata yang mengusung makna rasa syukur atau terima kasih, keindahan, kebahagiaan, pemaafan, kesehatan, kekaguman, solusi, cinta, penerimaan, keberkahan, kebaikan, pengharapan, ketertarikan, kelucuan, dan peneguhan.

Tampaknya anjuran psikolog itu paralel dengan seruan profetik yang diafirmasi agama-agama. Ambil contoh, tentang kata syukur atau terima kasih. Individu yang sering mengucapkan kata-kata ini dipercaya memiliki rasa bahagia dalam hidupnya. Kenapa? Sebab dia cenderung menerima dengan lapang dada apa pun nasib yang ditimpakan Tuhan kepadanya. Dalam kata-kata kaum sufi, orang demikian akan berujar: saya akan tetap rendah hati ketika diguyur gelimang harta dan tak akan rendah diri ketika ditimpa kemiskinan.

Pemaafan adalah konsep yang muatan religiusnya cukup kental. Tuhan Maha Memaafkan, alangkah terpujinya jika sang ciptaan, yakni manusia yang tak lepas dari kekhilafan, juga memiliki watak pemaaf. Tindakan memaafkan berpengaruh pada psikis seseorang. Rasa lega, enteng di batin akan terasa kalau seseorang memaafkan lawannya ketimbang menyimpan dendam kesumat di kalbu.

Berpikir atau merasa sebagaimana yang dikandung oleh kata-kata yang dianjurkan oleh psikolog di atas memang dapat membangkitkan perasaan bahagia individu namun efeknya boleh jadi justru bertolak belakang jika kata-kata itu diobral oleh seorang pengarang dalam melahirkan karya seni, entah puisi atau prosa fiktif. Artinya, kata-kata yang berpotensi mengusung sisi kebahagiaan tak serta merta melahirkan karya yang indah, yang menjadi sumber lain kebahagiaan seseorang. Dalam konteks ini, kata-kata yang mengandung makna negatif, yang mengusung sisi kepedihan, kesedihan tak jarang juga bisa melahirkan keindahan. Mau bukti? Simaklah kisah-kisah Franz Kafka. Kisah-kisahnya muram, bicara tentang penderitaan manusia.

Kosa kata yang bertebaran justru bertolak belakang dengan anjuran sang psikolog di atas. Kelaparan, ketidakadilan, kesakitan, penantian tanpa harapan, kematian adalah konsep yang bertebaran di halaman-halaman fiksi pengarang Ceko yang menulis dalam bahasa Jerman itu. Namun dari sana, pembaca menghirup aroma esensial kehidupan.

Ketersohoran sang pengarang mengindikasikan banyaknya pengagum Kafka. Pembaca pun merasa bahagia membaca karya-karyanya. Itulah barangkali paradoks bahasa. Tuturan tentang kesengsaran pun melahirkan kebahagiaan.

Bukti lain adalah kata-kata positif yang memenuhi halaman novel-novel pop bagi pembaca tertentu justru melahirkan kebosanan. Tentu dalam hal ini berkecamuk subjektivitas dalam penilaian. Unsur subjektif selalu menggayuti penilaian tentang bahasa. Apa yang indah menurut seseorang tentang kata atau kosa kata bisa sangat berbeda buat yang lainnya.

Faktor subjektivitas penilaian atas fitur makna itu antara lain karena rapuhnya kesepakatan makna terhadap kata-kata tertentu oleh pengguna bahasa. Itu sebabnya unit pembentuk bahasa berpotensi berubah-ubah maknanya. Beberapa kata yang saat ini punya sifat makna yang positif sangat mungkin mengusung makna negatif pada satu generasi berikutnya. (M. Sunyoto)

Ilustrasi Mudik

Jakarta, 8/6 (Benhil) - Arus mudik mulai terjadi di berbagai daerah di Indonesia pada Jumat sebagai hari kerja terakhir sebelum memasuki masa libur atau cuti bersama menjelang Idul Fitri 1439 Hijriyah.

Peningkatan jumlah penumpang kendaraan umum telah terjadi di terminal, pelabuhan dan bandara. Arus kendaraan pribadi dan bus di ruas-ruas yang juga meningkat signifikan. Jumlah penumpang kereta api di Stasiun Gambir, Jakarta, telah mencapai 19 ribu orang meningkat cukup signifikan jika dibandingkan dengan sebelumnya.

Kepala Stasiun Besar Gambir Rizki Afrida mengatakan bahwa saat ini di Stasiun Gambir sudah memasuki masa arus mudik. Tercatat, dalam kondisi normal, jumlah penumpang yang diberangkatkan sebanyak 12 ribu penumpang, dan sekarang melonjak menjadi 19 ribu penumpang.

Berdasarkan data yang diterima dari penjualan tiket, Rizki menjelaskan, kondisi jumlah penumpang sudah mulai dalam posisi stabil tinggi. Tercatat, hingga H-1 Idul Fitri 1439 Hijriyah rata-rata jumlah penumpang yang akan diberangkatkan dari Stasiun Gambir per hari mencapai 19 ribu penumpang.

Dalam menghadapi arus mudik Idul Fitri 1439 Hijriyah kali ini, Stasiun Gambir juga menambah beberapa fasilitas untuk calon penumpang. Beberapa diantaranya adalah adanya penambahan posko kesehatan, dan tambahan aparat personel keamanan untuk berjaga.

"Sampai hari ini tidak ada laporan tindak kejahatan yang terjadi di Stasiun Gambir, diharapkan sampai nanti juga tidak ada kejadian apapun. Ada penambahan personel dari Polri, K9, dan lainnya," ujar Rizki.

Menjelang cuti bersama Idul Fitri, juga ditandai beroperasi jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) Sesi I dari Ciawi hingga Cigombong, Bogor. Arus lalu lintas di jalan bebas hambatan tersebut lancar.

Seorang pengguna layanan jasa Tol Bocimi Heru Yustanto di Sukabumi, Jumat awalnya penasaran dan ingin memangkas waktu. Ternyata dirinya takjub dengan kualitas jalan tol ini berbeda dengan jalan tol lainnya seperti wilayah Jawa Tengah.

Dia sengaja memacu kendaraannya dan masih tetap terasa mulus hanya sedikit saja getaran berbeda dengan jalan tol yang ada di wilayah Pantura dan Cipali yang bergelombang.

Project manager Tol Bogor Ciawi Sukabumi (Bocimi) Seksi 1 Paket 3,2 PT Waskita Karya Arief Lukmansyah mengatakan saat ini masih uji coba jika hari ini dalam kondisi lancar akan dilanjutkan hingga Jumat pekan depan atau hari H Idul Fitri.

"Dioperasikannya Tol Bocimi Sesi I terhitung H-7 hingga hari H+1 lebaram untuk mengantisipaai penumpukan kendaraan arus mudik dari arah Ciawi menuju Sukabumi," katanya.

Rawan Bencana Dari Sumatera Selatan dilaporkan Gubernur Alex Noerdin minta agar para pengendara selalu waspada daerah rawan bencana dalam perjalan arus mudik dan balik lebaran 2018.

"Sumsel banyak titik rawan longsor dan banjir dan itu harus diwaspadai," kata Alex di Palembang Sumsel terdiri dari daerah perbukitan dan dataran rendah dan bila musim penghujan maka rawan akan bencana longsor dan banjir. Karena itu, Gubernur juga minta agar instansi terkait untuk selalu berkoordinasi dengan pihak Basarnas, BMKG dan pihak lainnya dalam upaya mengantisipasi terjadinya bencana.

Alex menambahkan dalam mengantisipasi kesemuanya itu pihaknya telah menyiapkan berbagai sarana dan prasarana seperti alat berat dan mobil derek. Alat berat dan mobil derek tersebut ditempatkan di daerah rawan bencana dan kecelakaan sehingga diharapkan nantinya berjalan lancar, kata gubernur.

Dia meminta Dinas Perhubungan untuk memperhatikan kelaikan jalan dan moda transportasi terutama lampu dan rambu lalu lintas lainnya. Daerah rawan longsor antara lain Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, Pagaralam, Lintang Empat Lawang dan Muaraenim.

Masih Normal Sementara itu, jumlah penumpang yang menyeberang dari Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, Lampung menuju Pelabuhan Merak, Provinsi Banten, Jumat pagi hingga siang, masih relatif normal.

Untuk Bakauheni hari ini relatif masih normal, ada kenaikan tapi belum terlalu signifikan, baik itu penumpang pejalan kaki, roda dua maupun roda empat, kata Humas PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Bakauheni Syaifullahil Maslul.

Kondisi serupa dialami pula penumpang dari Pelabuhan Merak ke Pelabuhan Bakauheni masih relatif normal. Tren kenaikan jumlah penumpang bakal mulai terjadi pada Minggu (10/6).

"Trennya kita yakini hari Minggu. Hari Minggu sudah ada lonjakan kenaikan penumpang baik itu roda dua dan roda empat, begitu juga di Merak sama," katanya.

Faktor tren kenaikannya di antaranya karena masa libur anak sekolah dan para pegawai sudah mulai menjalani cuti bersama.

Pada loket pembelian tiket pejalan kaki di Pelabuhan Bakauheni, jumlah penumpang yang membeli tiket belum terlihat signifikan dan belum terdapat antrean.

Data PT ASDP Cabang Bakauheni, jumlah penumpang yang menyeberang selama 24 jam dari Kamis (7/6) pukul 20.00 WIB sampai dengan Jumat (8/6) pukul 08.00 WIB adalah 2.731 penumpang pejalan kaki dan dalam kendaraan 22.987 penumpang.

Premium Berdasarkan pemantauan Tim Posko Nasional Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), hingga 7 Juni 2018 (H-8) sebanyak 470 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Jawa Madura Bali (Jamali) sudah menyediakan bahan bakar minyak (BBM) jenis premium.

Menurut Menteri ESDM Ignasius Jonan, 571 SPBU di Jamali akan kembali menyediakan premium guna mengantisipasi lonjakan permintaan BBM khususnya jenis premium di sepanjang jalur arus mudik libur Idul Fitri di wilayah Jamali.

Dari total 571 SPBU di Jamali yang ditargetkan menyediakan kembali premium, sudah sebanyak 470 SPBU yang sudah beroperasi, artinya sudah mencapai 82 persen dari yang ditargetkan", kata Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerjasama Kementerian ESDM, Agung Pribadi di Jakarta,.

Tim posko ESDM melaporkan kondisi stok BBM secara nasional status 7 Juni 2018 terpantau pada kondisi normal, dengan ketahanan stok BBM jenis premium untuk 27 hari, solar 19 hari, pertalite 22 hari, Kerosene 60 hari, Pertamax/Akra 92 : 20 hari, Pertamax Turbo 45 hari, Pertamina Dex 35 hari, dan Avtur 30 hari. Sementara untuk LPG juga pada kondisi normal untuk ketahanan stok 18 hari.

Istirahat Untuk sisi kesehatan, praktisi klinis dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta Dr Ari Fahrial Syam mengingatkan pemudik untuk cukup istirahat, terutama pemudik yang menggunakan jalur darat karena waktu sampai ke tempat tujuan tidak bisa diprediksi.

Bagi pemudik yang memang kebetulan membawa kendaraan sendiri, sebaiknya ada beberapa anggota keluarga yang siap membawa kendaraan secara bergantian. Selain itu, manfaatkan tempat istirahat untuk bisa melakukan olah raga kecil dan bisa melakukan gerakan relaksasi, khususnya kaki, tangan dan leher.

Ari yang juga Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) menambahkan pemudik juga perlu memanfaatkan tempat istirahat untuk bisa buang air kecil agar jangan sampai menahan kencing yang akan berakibat pada infeksi saluran kencing.

Sementara bagi para pemudik yang tetap ingin melakukan ibadah puasa diusahakan agar perjalanan mudik pada saat sehabis buka.

"Pemudik juga perlu berhati-hati, membeli makanan dan minuman di pinggir jalan mengingat kualitas makanan dan minuman yang belum tentu terjaga dengan baik karena selalu terpapar dengan panas. Terutama untuk makanan dan minuman rumahan," ujar dia.

Untuk para pemudik yang akan membawa makanan untuk bekal selama perjalanan usahakan membawa makanan kering. Jika tetap juga ingin membawa bekal makanan selama perjalanan harus diperhatikan bahwa makanan basah atau nasi dan lauk-pauk yang dibawa tidak dikonsumsi kurang dari enam hingga delapan jam setelah pembuatan.

Ari juga mengingatkan agar pemudik tidak lupa membawa obat-obatan sederhana, antara lain obat anti diare, obat sakit kepala, obat antialergi, obat antimual-muntah khususnya untuk mencegah mabuk perjalanan serta obat sakit maag.

"Jangan lupa membawa obat-obat rutin dikonsumsi untuk penderita penyakit kronis, misal penderita kencing manis, hipertensi, penderita asma, kolesterol tinggi dan asam urat," katanya.

Selain itu, mudik pada malam hari merupakan pilihan yang tepat mengingat suhu udara yang lebih dingin dan perjalanan yang lebih lengang. (Sri Muryono)

Pelabuhan Merak

Bandarlampung, 7/6 (Benhil) - Provinsi Lampung merupakan pintu gerbang utama yang menghubungkan Pulau Sumatera dengan Pulau Jawa. Bahkan, dari tahun ke tahun, arus penumpang dan kendaraan melalui pelabuhan penyeberangan Bakauheni Lampung ke Pelabuhan Merak Banten cenderung makin padat.

Pada arus mudik dan balik Lebaran 2018, jumlah penumpang dan kendaraan diperkirakan meningkat sekitar 8 persen.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bahkan menyebutkan jumlah pemudik melalui Provinsi Lampung sebanyak 2,3 juta jiwa pada mudik Lebaran 2017.

"Pemudik yang menggunakan mobil sebanyak 300.000 unit dan 188.000 sepeda motor," kata Menhub pada Dialog Nasional Indonesia Maju di Kampus Pascasarjana Universitas Bandarlampung, belum lama ini.

Akan tetapi, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi juga menganjurkan agar pemudik tidak menggunakan kendaraan sepeda motor, mengingat korban kecelakaan pada arus mudik hampir 70 persen pengguna sepeda motor. Oleh karena itu, pihaknya telah menggratiskan pemudik untuk menggunakan angkutan bus bagi pengguna sepeda motor yang akan mudik.

"Lampung begitu strategis, kita punya Pelabuhan Bakauheni. Oleh karena itu, diberi 'level of service' yang lebih baik. Akan tetapi, saya juga mendukung kegiatan mudik itu, saya akan anjurkan truk besar tidak beroperasi. Akan tetapi, jangan lupa untuk logistik makanan tetap jalan," katanya.

Menhub juga mengatakan bahwa arus mudik pada tahun lalu cukup bagus mengingat semua instansi bekerja sama dengan baik. Pengorganisasian mudik itu, menurut dia, kompak sekali. Ada polisi, Kementerian PUPR, Kementerian ESDM, dan lain-lain. Pada tahun lalu kegiatan mudik cukup baik dan tahun ini harus lebih baik lagi.

Sehubungan dengan itu, Menhub meminta masyarakat Lampung untuk bersedia melayani saudaranya yang akan mudik bersama ke Sumatera.

Dalam rangka "melayani pemudik" dan menjaga keamanan saat arus mudik dan arus balik berlangsung di wilayah Lampung, Operasi Ketupat Krakatau 2018 juga digelar.

Operasi Ketupat 2018 merupakan operasi kepolisian terpusat yang dilaksanakan serentak di Polda seluruh Indonesia selama 18 hari, mulai 7 s.d. 24 Juni 2018.

Dalam Apel Pasukan Operasi Ketupat Krakatau 2018, di Lapangan Korpri, Pemprov Lampung, Rabu (6/6), disebutkan dari 4.792 personel yang dikerahkan berasal dari Polda Lampung sebanyak 156 personel, polres sebanyak 2.248 personel, dan instansi terkait sebanyak 2.338 personel yang tersebar di 46 pos pengamana, 16 pos pelayanan, 19 pos pantau, dan 1 pos terpadu.

"Operasi ini melibatkan sebanyak 173.397 personel pengamanan gabungan yang terdiri atas unsur Polri, TNI, pemda, serta pihak terkait dan elemen masyarakat lainnya yang tersebar di 3.097 pos pengamanan, 1.112 pos pelayanan, 7 pos terpadu, dan 12 pos check point selama penyelenggaraan operasi," kata Pjs. Gubernur Lampung Didik Suprayitno menyampaikan amanat Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Ada empat kerawanan yang harus diwaspadai, yaitu stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan, permasalahan kelancaran dan keselamatan arus mudik dan arus balik, potensi bencana alam dan gangguan kamtibmas lainnya, serta yang terakhir ancaman tindak pidana terorisme. Untuk itu, dalam mewujudkan keamanan secara umum, kepada seluruh jajaran untuk terus menerus meningkatkan kerja sama dengan rekan-rekan TNI serta pihak terkait terkait lainnya.

Untuk menjaga keamanan, Polda Lampung juga menyiagakan sejumlah "sniper" atau penembak jitu di jalur mudik dan arus balik Lebaran 2018 untuk mengantsipasi kejahatan serta memberi rasa aman dan kenyamanan kepada pemudik. Upaya ini merupakan dan tugas polisi untuk memberikan rasa aman kepada pemudik saat melintasi jalur mudik dan balik Lebaran 2018, khususnya di Provinsi Lampung, kata Kapolda Lampung Irjen Polisi Suntana.

Titik Rawan Macet Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Perhubungan dan pihak berwenang di daerah ini telah memetakan sedikitnya sembilan titik rawan kemacetan yang diprediksi terjadi pada angkutan Lebaran 2018 sehingga dipandang perlu mengantisipasi titik rawan tersebut sejak dini.

Menurut Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung Qodratul Ikhwan, peta daerah rawan macet sedikitnya sembilan titik yang tersebar di Lampung, yaitu di Pasar Unit II Kabupaten Tulangbawang, Pasar Bukit Kemuning Kabupaten Lampung Utara, Pasar Bandarjaya Kabupaten Lampung Tengah, Pasar Talangpadang Kabupaten Tanggamus, Pasar Pringsewu, Pasar Gadingrejo, Pasar Natar Kabupaten Lampung Selatan, THR Pasir Putih, dan sekitar Pelabuhan Bakauheni Kabupaten Lampung Selatan.

Dishub perlu berkoordinasi dengan berbagai instansi dan pihak untuk penanganan titik-titik rawan kemacetan itu sehingga tidak menghambat kelancaran kendaraan arus mudik dan balik pada Lebaran 2018.

Qodratul menyebutkan sejumlah kegiatan penting yang menjadi perhatian pihaknya bersama instansi terkait lainnya, selain penanganan pada titik-titik rawan kemacetan (hambatan samping dan perlintasan sebidang), setidaknya pada sembilan titik itu diperlukan optimalisasi fungsi terminal dengan melakukan pemeriksaan kelaikan kendaraan angkutan penumpang umum, pemantauan tarif angkutan umum, dan ramp check.

Perlu pula disiapkan penyediaan area istirahat di jalur Jalan Lintas Sumatera, memprioritaskan angkutan penumpang umum dalam pengaturan di lapangan, penyediaan sarana informasi mudik Lebaran, pengawasan keselamatan angkutan sungai, danau, dan penyeberangan. Selain itu, pembatasan operasional angkutan barang, penyiapan mobil derek, alat-alat berat pada lokasi tertentu, dan pengaturan penumpang di terminal, pelabuhan penyeberangan, stasiun, dan bandara di Lampung.

Di samping mewaspadai dan perlu antisipasi penanganan pada daerah rawan macet, Dishub Lampung bersama instansi terkait juga mengingatkan untuk mewaspadai daerah rawan longsor dan banjir di Lampung, antara lain, terdapat empat lokasi rawan longsor dan enam lokasi rawan banjir di seluruh Lampung. Pihaknya sudah menginformasikan peta daerah rawan longsor dan banjir tersebut.

Pihaknya mengantisipasi agar pelaksanaan mudik dan balik Lebaran 2018 terselenggara dengan aman, nyaman, efektif, dan efisien, kata Qodratul pula.

Provinsi Lampung memiliki ruas jalan nasional (Jalan Lintas Sumatera) sekitar 1.100 km, dan jalan provinsi sepanjang sekitar 1.700 km. Kondisi jalan nasional dan provinsi itu, kini sebagian masih rusak dan tengah dalam perbaikan maupun perawatan yang diperlukan dan diharapkan mendekati Lebaran sudah dalam kondisi baik. Selain itu, pemudik pada Lebaran 2018 akan merasakan manfaat dan sensasi melintasi Tol Transsumatera di wilayah Lampung, yang kali pertama digunakan sebagai jalur arus mudik dan arus balik pemudik dari Jawa ke Sumatera atau sebaliknya. Pada tahun ini, para pemudik akan bisa "menikmati" sensasi tol untuk pertama kalinya saat berlalu lintas dari Sumatera ke Jawa atau sebaliknya meski belum seluruh ruas Tol Transsumatera di wilayah Lampung tuntas pengerjaannya.

Jalan Tol Transsumatera ruas Bakauheni-Terbanggi Besar sepanjang 141 km terdiri atas empat paket, yakni Bakauheni-Sidomulyo sepanjang 39,40 kilometer, Sidomulyo-Kotabaru sepanjang 40,6 kilometer, Kotabaru-Metro sepanjang 29 kilometer, dan Metro-Terbanggi Besar sepanjang 31,93 kilometer.

Paket Bakauheni-Sidomulyo sudah dalam kondisi dicor beton (rigid) sehingga bisa keluar masuk tol di gerbang Hatta dan Sidomulyo, dan dapat digunakan tol fungsional pada angkutan Lebaran 2018.

Paket Sidomulyo-Kotabaru sepanjang 40,6 km juga dalam kondisi sebagian rigid dan sisanya "lean concrete" atau pengerjaan bagian tengah badan jalan. Proyek ini sedang diupayakan untuk bisa fungsional. Ruas tol lainnya diyakini dapat digunakan meski bersifat fungsional. Hal ini untuk memperlancar arus mudik dan arus balik serta untuk mengatasi kemacetan di beberapa titik lintas tengah Jalinsum, seperti Gunung Sugih Lampung Tengah.

Sementara itu, pembangunan Tol Transsumatera ruas Terbanggi Besar (Kabupaten Lampung Tengah)-Pematang Panggang (Kabupaten Mesuji Lampung) sepanjang 112 kilometer juga sedang dilaksanakan dan digenjot penyelesaiannya. Kementerian PUPR menyebutkan TTS ruas Baauheni-Terbanggi Besar di wilayah Lampung yang operasional mencapai 13,9 km dan fungsional 88,44 km, sedang ruas Terbanggi Besar (Lampung)-Kayu Agung (Sumsel) yang fungsional mencapai 22 km.

Dengan berbagai persiapan yang dilaksanakan, Lampung sekarang ini sudah posisi siap "melayani" penumpang arus mudik dan arus balik, seperti keamanan, penyediaan posko kesehatan dan rumah sakit, bahan bakar, pangan, area parkir dan beristirahat, serta berbagai penunjang keamanan dan kelancaran berlalu lintas.

Selain itu, tentunya Lampung juga siap menggunakan momen arus mudik dan arus balik untuk mempromosikan potensi-potensi Lampung kepada para pemudik.


Jurassic World Fallen Kingdom
Jurassic World Fallen Kingdom

"Dinosaurus tidak membutuhkan bantuan kita. Yang mereka butuhkan adalah ketidakhadiran kita," ucapan Sir John Hammond, pemodal dari perusahaan kloning dinosaurus.

Bagaimana akibatnya bila kegeniusan manusia untuk membangkitkan kembali dinosaurus, makhluk Tuhan yang sebenarnya telah ditakdirkan untuk punah pada jutaan tahun yang lalu, jauh sebelum manusia dihadirkan di muka bumi ini? Premis film tersebut sebenarnya telah dijawab melalui film "Jurassic Park" yang paling awal, yang muncul pada tahun 1993. Ketika itu mendapat pujian dari banyak kritikus, antara lain, karena penggunaan teknologi digital yang memukau untuk membangkitkan kembali beragam sosok dinosaurus, seperti Tyrannosaures rex (atau kerap disebut T-rex).

Baik pada film pertama maupun beberapa sekuel berikutnya dari serangkaian film Jurassic ini telah menunjukkan bahwa keserakahan manusia dalam membentuk kembali DNA dinosaurus dan menghidupkan kembali makhluk liar tersebut selalu berakhir di dalam kekacauan.

Begitu pula dengan film "Jurassic World: Fallen Kingdom", yang muncul pada tahun 2018. Sepertinya umat manusia tidak pernah belajar untuk mengendalikan ambisinya dan menyadari takdir bahwa dinosaurus dan manusia ditakdirkan hidup pada era yang berbeda.

Pada awal film berdurasi sebanyak 128 menit itu, digambarkan aktivitas sekumpulan tim militer dan ilmuwan yang berencana mengambil potongan tulang dari jasad Indominus rex, salah satu dinosaurus terganas dalam semesta Jurassic World.

Sebagaimana diketahui, Jurassic World adalah taman hiburan di sebuah pulau bernama Isla Nublar yang terletak di dekat negara Costa Rica, yang sebelumnya menampilkan atraksi dinosaurus hidup.

Namun, seperti telah ditayangkan dalam film "Jurassic World" (2015), terjadi kekacauan di taman hiburan tersebut sehingga ribuan orang menjadi korban, dan perusahaan yang mengelola taman hiburan tersebut harus menanggung kerugian yang mahabesar.

Pada film tahun 2018, diketahui bahwa Isla Nublar mengandung gunung berapi aktif yang siap meletus. Bila letusan volkanis itu benar-benar terjadi, akan melumat keseluruhan pulau beserta berbagai dinosaurus yang ada di dalamnya.

Pertanyaan dari sudut pandang ini, film yang disutradarai oleh Juan Antonio Garcia Bayona berusaha mengajukan sebuah pertanyaan kepada penonton, apakah dunia harus membantu dinosaurus yang akan terancam punah tersebut? Bagi mereka yang tidak sepakat untuk membantu dinosaurus, sebagaimana ditunjukkan oleh Dr. Ian Malcolm (ahli matematika dan pakar teori kaos atau kekacauan; ditampilkan oleh aktor kawakan Jeff Goldblum), menunjukkan bahwa ulah manusia yang telah membangkitkan dinosaurus telah menimbulkan banyak kekacauan.

Dengan demikian, lanjut Malcolm yang juga tampil dalam film "Jurassic Park" (1993) dan "Jurassic Park: The Lost World" (1997), maka letusan gunung berapi itu kemungkinan adalah "campur tangan Ilahi" untuk mengoreksi kesalahan yang telah dilakukan oleh umat manusia.

Di lain pihak, mereka yang pro untuk menyelamatkan dinosaurus dengan alasan bahwa mereka juga adalah makhluk hidup Tuhan yang juga layak untuk diselamatkan dari kepunahan, membentuk semacam LSM yang disebut Kelompok Perlindungan Dinosaurus.

LSM tersebut dipimpin oleh Claire Dearing (Bryce Dallas Howard), perempuan tangguh yang sebelumnya juga pernah bekerja sebagai salah satu direktur pengelola dari Jurassic World, taman hiburan yang dimodali oleh korporasi Lockwood.

Setelah mendengar bahwa Senat Amerika Serikat memutuskan untuk tidak akan membantu untuk memindahkan berbagai dinosaurus yang ada di Isla Nublar yang akan mengalami letusan volkanisk, secara tiba-tiba Claire ditelepon oleh Sir Benjamin Lockwood (James Cromwell), salah satu pemodal awal dari perusahaan kloning dinosaurus, sebelum pisah kongsi dengan John Hammond.

Sir Benjamin Lockwood telah memutuskan untuk membentuk suatu tim, yang dipimpin oleh tangan kanannya, Eli Mills (Rafe Spall), untuk menolong dinosaurus-dinosaurus yang terancam punah.

Claire lalu mengumpulkan timnya yang terdiri atas pakar dokter hewan Zia Rodriguez (Daniella Pineda), dan mantan teknisi IT yang pernah bekerja di taman hiburan Jurassic World, Franklin Webb (Justice Smith).

Selain itu, Claire juga meminta tolong bantuan kepada Owen Grady (Chris Pratt), ahli perilaku dinosaurus yang bersama-sama Claire, merupakan protagonis dari film Jurassic World 3 tahun sebelumnya.

Seru Bagian kedua dari film tersebut berisi dengan beragam aksi petualangan yang seru dari kelompok yang dihimpun Claire bersama-sama dengan tim militer yang dibentuk oleh Eli Mills.

Berbagai aksi yang ditampilkan dalam bagian kedua itu hampir serupa dengan beragam keseruan yang ditunjukkan oleh serangkaian film Jurassic sebelum-sebelumnya.

Walau demikian, terungkap bahwa "aksi penyelamatan" yang dilakukan oleh Eli Mills dan pasukan tentara yang dibentuknya hanyalah kedok agar dapat menangkap berbagai dinosaurus yang langka tersebut, kemudian dijual ke berbagai pihak di beragam belahan dunia yang memiliki kekayaan yang melimpah.

Mengetahui hal tersebut, Claire bersama-sama dengan Owen Grady, Zia Rodriguez, dan Franklin Webb berupaya menyelusup ke kediaman Lockwood, tempat terjadinya pelelangan untuk menjualbelikan berbagai dinosaurus itu.

Dengan demikian, bagian ketiga dari film ini ber-"setting" di dalam kediaman Lockwood yang luas, tempat terjadi ketegangan dan kejar-kejaran baik dari tim Mills untuk menangkap Claire dan kawan-kawannya maupun dengan dinosaurus yang ganas.

Sebenarnya secara garis besar berita, film "Jurassic World: Fallen Kingdom" ini memiliki kesamaan dengan berbagai sekuel sebelum-sebelumnya, yaitu dinosaurus yang masih ada berupaya ditangkap oleh kelompok antagonis, dan para tokoh protagonis berupaya menyelamatkan kejahatan sang antagonis.

Ada juga secuplik originalitas dalam film ini, yaitu terkait dengan pemikiran, bila dinosaurus ternyata berhasil dihidupkan kembali, kemudian terancam punah, layakkah dinosaurus (sebagai hewan yang sangat ganas dan sangat mengancam eksistensi umat manusia) untuk diselamatkan dari kepunahan tersebut? Namun, secara keseluruhan "Jurassic World: Fallen Kingdom" berhasil menampilkan film yang apik untuk menggabungkan beberapa aspek, seperti pemikiran intelektualitas mengenai kaitan antara hubungan dinosaurus dan umat manusia di muka bumi, petualangan yang seru di beragam lokasi, serta ketegangan yang tersebar di berbagai titik dalam kisah ini.

Sekuel dari film tersebut, yang judulnya masih belum ditentukan secara pasti, sudah diumumkan akan dirilis pada tahun 2021. (Muhammad Razi Rahman)


Pangkalpinang, 5/6 (Benhi) - Dinas Perhubungan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung membuka lima posko mudik untuk memberi keamanan dan kenyamanan masyarakat yang mudik Lebaran.

"Kita dirikan lima posko mudik di beberapa titik seperti terminal, pelabuhan, bandara, pusat perbelanjaan, dan di tempat wisata agar arus mudik masyarakat berjalan lancar," kata Kepala Dinas Perhubungan Babel, K.A Tajuddin, di Pangkalpinang, Selasa.

Ia mengatakan bahwa pihaknya bekerjasama dengan beberapa instansi terkait untuk pendirian posko mudik, karena di masing-masing posko sesuai lokasi penempatannya akan ditempatkan berbagai unsur, baik kepolisian, dinas perhubungan, dinas kesehatan, jasa raharja, Basarnas, dan unsur lainnya untuk memberi keamanan dan kenyamanan bagi para pemudik.

"Kita juga menyediakan nomor telepon yang bisa dihubungi apabila terjadi sesuatu atau kondisi darurat dan beberapa petugas untuk siaga mengambil langkah dan tindakan tertentu untuk pemulihan keadaan atau situasi darurat," ujarnya kepada Benhil dan Tagar situs berita online Indonesia.

Keberadaan posko-posko ini juga berfungsi untuk memonitor perjalanan mudik dan angkutan Lebaran. Petugas diwajibkan membuat laporan secara berjenjang dari tingkat operator di lapangan ke posko Dishub kabupaten/kota, selanjutnya dilaporkan ke Dishub Provinsi untuk kemudian diteruskan laporannya ke Kementerian Perhubungan.

"Dengan adanya laporan berjenjang seperti ini diharapkan jika terjadi sesuatu di lapangan dapat segera diambil tindakan secepatnya, agar situasi dan kondisi tetap dapat terpelihara secara kondusif di Bangka Belitung," ujarnya.

Tajuddin menambahkan untuk memperketat keamanan arus mudik, pihak kepolisian juga menyiapkan 12 pos keamanan dan 2 pos pelayanan untuk memberi keamanan dan kenyamanan arus mudik masyarakat.

Sedangkan Dinas Perhubungan sendiri akan membuat posko di Kantor Dishub sebagai pusat komando monitoring mudik dan angkutan Lebaran, dan sesuai arahan Menteri Perhubungan.

"Posko arus mudik Bangka Belitung mulai kita siapkan pada H-10 sampai dengan H+10 hari raya Idul Fitri 1439H," ujarnya. 



Manado, 27/5 (Antara) - Transportasi udara dari penjuru dunia ke Indonesia dan sebaliknya yang lancar menjadi salah satu pendukung meningkatnya jumlah penumpang baik domestik maupun mancanegara.

Akses transportasi udara yang lancar dibutuhkan oleh pelanggan dan masyarakat, baik untuk melakukan tugas pekerjaan, bisnis, maupun arus mudik saat Lebaran atau Idul Fitri 1439 Hijriah.

Mudik saat Lebaran merupakan tradisi yang rutin dilakukan oleh warga Indonesia. Merantau ke kota dan pada hari raya Idul Fitri pulang ke kampung halaman untuk menyambung silaturahmi dan bertemu dengan orang-orang tersayang adalah alasan utama mudik. Segala cara dilakukan untuk memperlancar kegiatan mudik, mulai dari biaya perjalanan yang tak murah, hingga kondisi macet di jalanan yang berisiko membuat terjadinya kejahatan dan mengancam keselamatan.

Mudik dengan berbagai sarana transportasi pun semakin ramai, tak hanya transportasi umum tapi juga kendaraan pribadi. Hal terpenting adalah bisa sampai ke kampung halaman dengan selamat. Menggunakan transportasi umum memang lebih aman dan nyaman.

PT Angkasa Pura I Bandara Sam Ratulangi (Samrat) Manado mulai mempersiapkan kondisi bandar udara dalam melayani arus mudik dan balik menyongsong Lebaran tahun 2018 ini.

General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Sam Ratulangi Manado Minggus Gandeguai mengatakan pihaknya menyiapkan Posko Lebaran 2018 guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat sebelum dan sesudah perayaan Idul Fitri.

Alat produksi terutama yang terkait dengan aspek keselamatan dan keamanan terus dipastikan kesiapannya untuk melayani pengguna jasa yang terbang dari dan ke Manado selama musim mudik Lebaran 2018.

Pihak Angkasa Pura I akan membuka Posko Terpadu Angkutan Lebaran mulai 7 Juni 2018. Tahun ini, katanya, posko tersebut akan resmi beroperasi pada H-8 sampai H+8 Lebaran yaitu hingga 24 Juni 2018.

Posko Angkutan Lebaran 2018 di Bandara Sam Ratulangi Manado akan terbagi menjadi dua yaitu Posko Pengawasan, Pelayanan dan Monitoring Data, serta Posko Kesehatan.

Posko ini akan berjalan sesuai dengan Standart Operasional Prosedur (SOP) dan melibatkan pihak eksternal seperti Otoritas Bandara, personel dari TNI, Polri, Kantor Kesehatan Pelabuhan dan BMKG.

Artikel menarik: Atto Sampetoding: Bandara Jabar Yang Dinanti Siap Beroperasi

Setiap harinya akan ada petugas gabungan yang memberikan informasi kepada posko pusat (Jakarta), dan memiliki tugas utama memberikan pelayanan dalam rangka memperlancar arus mudik dan arus balik bagi para penumpang dengan melakukan pengawasan pelaksanaan persiapannya.

Pemantauan dan pengendalian serta evaluasi Angkutan Udara Lebaran Tahun 2018 (1439 H) akan terus dilakukan di Bandara Sam Ratulangi. Melalui posko tersebut kelancaran arus penumpang di sisi darat, terminal dan sisi udara akan terus dipantau.

Pihaknya akan meninjau dan memastikan tingkat keselamatan, keamanan serta pelayanan di Bandar Udara terkait operasional pesawat udara, penumpang dan barang selama musim mudik nanti.

Beroperasi 24 Jam Posko Lebaran 1439 H di Bandara Sam Ratulangi akan beroperasi selama 24 jam, guna melayani pengguna jasa transportasi udara. Semua tim akan bekerja 24 jam melayani penumpang pengguna jasa penerbangan. Puluhan personel yang dikerahkan mendukung posko lebaran, akan bekerja semaksimal mungkin walaupun hari libur. Dipastikan tidak ada libur bagi petugas posko lebaran di Bandara Samrat.

General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Sam Ratulangi Manado Minggus Gandeguai menjelaskan kesiapan bandara saat Bulan Suci Ramadhan sudah nampak dengan berbagai aksesoris dan dekorasi nuansa Ramadhan serta aktivitas pembagian takjil yang memudahkan para pengguna jasa berbuka puasa.

Selain hal-hal tersebut juga dilakukan koordinasi teknis dengan kepolisian serta kementerian perhubungan. Serangkaian aktivitas yang sudah dilakukan adalah pekerjaan rubber deposit atau pembersihan sisa karet ban pesawat yang menempel di landasan, memastikan fasilitas genset siap guna mengantisipasi jika terjadi gangguan listrik.

Koordinasi dengan seluruh stakeholder untuk memastikan tingkat keselamatan, keamanan, dan kenyamanan bagi pengguna jasa bandara hingga pengujian kekesatan landasan oleh Balai Teknik Penerbangan.

Selain Posko Terpadu, kata Minggus, pihaknya juga menyiapkan Posko Kesehatan bagi penumpang yang memerlukannya. Harapannya pemudik dapat merasa nyaman selama di bandara serta selamat dan aman dalam perjalanan.

Tingkatkan Keamanan 

PT Angkasa Pura I Bandara Sam Ratulangi Manado terus meningkatkan penjagaan keamanan dalam penerbangan. Semua pihak diharapkan memberikan kontribusi serta aktif dalam penerapan tugas dan tanggung jawab menjaga keamanan di bandara itu.

Sebelumnya kembali dimusnahkan ribuan "prohibited items" atau barang yang dilarang diberangkatkan dalam pesawat udara, kata Airport Security And Safety Departement Head R. Bambang Triyono.

Barang yang dimusnahkan berupa minuman beralkohol jenis Captikus (Flammable liquid) 287 liter, benda-benda tajam, seperti gunting, pisau, cutter dan sejenisnya 1.121 buah, korek api dengan bahan bakar gas 3.580 buah, dan Aerosol 48 buah.

Kegiatan pemusnahan itu sebagai rutinitas pengelola bandara setempat, per triwulan, jika volume barang sudah melebihi kapasitas, sesuai dengan amanat Peraturan Menteri Perhubungan RI Nomor PM 80/2017 tentang Program Keamanan Penerbangan Nasional, dan Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor: SKEP 2765/XII/2010 tentang tata cara pemeriksaan keamanan penumpang, personel pesawat udara, dan orang perseorangan yang diangkut dengan pesawat udara.

Memasuki triwulan pertama 2018, tercatat penurunan "prohibited items" yang tersita, khususnya cairan jenis minuman beralkohol "Captikus" Triwulan IV Tahun 2017 sejumlah 453 liter.

Pihak Bandara Sam Ratulangi mengadakan pertemuan bersama instansi terkait yang tergabung dalam Airport Security Committee (ASC), di antaranya Kepala Otoritas Bandara Wilayah VIII Manado, Kepala Kepolisian Resor Manado, Komandan Pangkalan TNI-AL Sam Ratulangi, serta instansi terkait lainnya, guna membahas program kerja maupun sistem koordinasi serta pembagian peran masing-masing instansi dalam menjaga keamanan di Bandara Sam Ratulangi Manado.

Takjil Gratis PT Angkasa Pura I Bandara Sam Ratulangi Manado membagikan takjil gratis kepada penumpang dan pengguna jasa bandara untuk berbuka puasa sejak hari pertama Ramadhan. Takjil gratis ini tersedia di area atau ruang tunggu keberangkatan bandara mulai pukul 17.30 Wita.

"Selama bulan Ramadhan kami menyediakan takjil gratis untuk memudahkan para pengguna jasa bandara berbuka puasa. Pemberian takjil juga dapat menjadi sarana komunikasi kami dengan para penumpang," kata Minggus Gandeguai.

Sekitar 4.000 kotak takjil diagendakan dibagikan kepada pengguna jasa Bandara Sam Ratulangi Manado selama bulan Ramadhan ini atau setiap hari disiapkan tidak kurang 150 paket takjil. Pembagian takjil sangat membantu penumpang yang menjalankan ibadah puasa. "Para petugas customer service-nya juga sangat ramah, terima kasih Bandara," kata Yanti, penumpang Garuda tujuan Jakarta.

Avtur Aman PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) Vll menjamin bahan bakar pesawat atau avtur di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) aman menjelang Lebaran tahun ini.

General Manager MOR VII Tengku Fernanda mengatakan, akan ada peningkatan avtur di Manado menjelang Lebaran, namun tidak signifikan.

Branch Manager Marketing Sulutenggo Daniel Alhabsy mengatakan kesibukan transportasi udara dari dan menuju Manado pada Hari Raya Lebaran tidak seperti perayaan Natal dan Tahun Baru.

Kemungkinan transportasi udara akan meningkat namun tidak besar, dan masih mampu dipenuhi oleh stok avtur pada kondisi normal, katanya. Pihaknya terus melakukan pengawasan stok avtur pada bulan Ramadhan dan Idul Fitri 1439 H/2018 berada dalam kondisi aman.

Konsumsi bahan bakar pesawat udara selama Ramadhan dan ldul Fitri nanti diproyeksikan tidak mengalami peningkatan signifikan yakni sesuai dengan rata-rata konsumsi harian normal di Sulawesi Utara sebesar 173 KL/hari. Jika ada penambahan jumlah penerbangan atau ekstra flight di bandar udara di Manado, akan dilakukan koordinasi dengan Pertamina.

Masyarakat tidak perlu khawatir, Pertamina sudah mengantisipasi hal ini sehingga tidak akan terjadi kekosongan.

Transportasi Udara Sulut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulut Moh Edy Mahmud mengatakan jumlah pesawat yang datang di Bandar Udara Provinsi Sulawesi Utara pada Maret 2018 sebanyak 1.451 unit, naik 23,70 persen dari bulan sebelumnya. Keseluruhan jumlah pesawat yang datang tersebut 94,42 persen merupakan kedatangan penerbangan domestik dan sisanya 5,58 persen untuk kedatangan penerbangan internasional. Pesawat yang datang mengalami peningkatan 24,12 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2017.

Jumlah pesawat yang berangkat dari Bandar Udara di Provinsi Sulawesi Utara pada Maret 2018 sebanyak 1.446 unit, naik 22,34 persen dari bulan Februari 2018.

Dari keseluruhan jumlah pesawat yang berangkat tersebut, 1.367 unit atau 94,54 persen merupakan keberangkatan untuk penerbangan domestik dan sisanya 5,46 persen untuk keberangkatan penerbangan internasional. Total pesawat yang berangkat mengalami penurunan 23,28 persen dibandingkan periode sama tahun 2017.

Penumpang yang menggunakan jasa angkutan udara di Sulawesi Utara pada Maret 2018 sebanyak 238.66 ribu orang. Jumlah penumpang yang diberangkatkan sebanyak 119,21 ribu orang, naik 8,42 persen dibandingkan Februari 2018. Dari total penumpang yang berangkat pada Maret 2018, sebanyak 91,34 persen melakukan penerbangan domestik dan sisanya melakukan penerbangan ke luar negeri.

Sementara jumlah penumpang yang datang pada Maret 2018 sebanyak 119,45 ribu orang, naik 9,54 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Total penumpang yang berangkat mengalami peningkatan sebesar 10,85 persen dibanding periode yang sama tahun 2017, sedangakan total penumpang yang datang mengalami peningkatan sebesar 14,51 persen dibandingkan periode yang sama 2017.

Kemudian, kata Edy Mahmud, barang yang dibongkar di Bandar Udara di Provinsi Sulawesi Utara pada Maret 2018 sebanyak 1,960 ribu ton. Dari keseluruhan jumlah barang yang dibongkar tersebut, 1,846 ribu ton atau 94,21 persen dibongkar melalui penerbangan domestik dan 113,52 ribu ton atau 5,79 persen untuk penerbangan internasional.

Volume barang yang dibongkar tersebut mengalami kenaikan 15,18 persen terhadap Februari 2018. Dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2017, volume barang yang dibongkar meningkat 15,70 persen.

Barang yang dimuat pada Maret 2018 sebanyak 1,335 ribu ton, yakni 88,98 persen melalui penerbangan domestik dan 11,02 persen melalui penerbangan Internasional. Bila dibandingkan dengan Februari 2018 (m-to-m), jumlah barang yang dimuat mengalami kenaikan 9,98 persen dan naik 16,00 persen dibandingkan periode sama tahun 2017.

Sebelumnya Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta masyarakat agar dapat mengatur waktu ketika hendak mudik Lebaran 2018. Hal ini diharapkan dapat mengurangi tingkat kemacetan saat mudik. Jika biasanya masyarakat ke kampung halaman saat mendekati hari H Idul Fitri, maka dia menyarankan agar masyarakat berangkat lebih awal. Apalagi, saat ini pemerintah juga telah menambah masa cuti bersama Lebaran.


Jakarta, 24/5 (Benhil) - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) mencatat adanya penurunan kinerja ekspor minyak sawit Indonesia termasuk biodiesel dan oleochemical sebesar dua persen pada kuartal I 2018 dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Direktur Eksekutif GAPKI Danang Girindrawardana mengatakan bahwa, pada kuartal pertama 2017, ekspor minyak sawit Indonesia mencapai 8,02 juta ton, namun pada periode yang sama 2018, melorot menjadi 7,84 juta ton.

"Beberapa faktor yang mempengaruhi kinerja ekspor minyak sawit Indonesia adalah adanya beberapa hambatan perdagangan yang diterapkan oleh beberapa negara," kata Danang, dalam keterangan tertulis yang diterima, Kamis.

Danang menambahkan, hambatan-hambatan tersebut antara lain seperti dari Uni Eropa yang mengeluarkan resolusi Parlemen Eropa yang menuding sawit sebagai penyebab deforestasi, India yang menaikkan bea masuk impor minyak nabati. Selain itu, Amerika Serikat melancarkan tuduhan anti-dumping biodiesel dan China yang memperketat pengawasan terhadap minyak nabati yang diimpor.

GAPKI mencatat, khusus untuk minyak sawit mentah dan turunannya saja (tidak termasuk Olechemical dan Biodiesel) pada kuartal I 2018 menurun tiga persen pada kurtal I 2018 dibanding periode yang sama tahun lalu atau dari 7,73 juta ton di kuartal I 2017 turun menjadi 7,5 juta ton di periode yang sama tahun 2018.

Di sisi lain, kinerja produksi minyak sawit Indonesia pada kuartal I 2018 naik mencapai 24 persen dibandingkan periode yang sama 2017 atau dari 8,4 juta ton pada kuartal I 2017 naik menjadi 10,41 juta ton periode yang sama 2018.

Produksi yang meningkat cukup signifikan ini disebabkan pada kuartal I 2017 yang masih masa pemulihan dari kekeringan yang dialami pada tahun 2015, selain itu juga luasan tanaman yang mulai menghasilkan mulai bertambah sehingga produksi dapat tetap meningkat meskipun banyak perkebunan yang melaksanakan peremajaan kebun.

Kinerja ekspor minyak sawit Indonesia pada Maret 2018 juga tercatat naik kurang lebih satu persen. Sepanjang Maret volume ekspor minyak sawit Indonesia (tidak termasuk biodiesel dan oleochemical) hanya mampu mencapai 2,4 juta ton, atau terkerek 33,86 ribu ton dibandingkan Februari lalu yang mencapai 2,37 juta ton.

Kinerja ekspor yang relatif stagnan dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah India yang menaikkan pajak impor minyak nabatinya di awal Maret 2018 untuk CPO 44 persen dari semula hanya 30 persen dan refined palm oil 54 persen dari semula 40 persen.

Kebijakan India yang menaikkan pajak impor minyak nabati, menyebabkan ekspor minyak sawit Indonesia ke India tergerus 33,44 ribu ton atau turun sekitar delapan persen pada Maret 2018 dibandingkan bulan sebelumnya, atau dari 442,09 ribu ton di Februari turun menjadi 408,65 ribu ton di Maret.

Penurunan ekspor minyak sawit Indonesia pada Maret 2018 dibandingkan bulan sebelumnya juga terjadi ke Bangladesh 59 persen, negara Timur Tengah 30 persen dan Pakistan 0,5 persen.

Di lain pihak beberapa negara pasar tradisional tujuan ekspor Indonesia seperti Uni Eropa, RRT dan Amerika Serikat pada Maret 2018 masing-masing mencatatkan kenaikan impor 38 persen, 16 persen, dan 11 persen dibandingkan bulan Februari.

Pasar baru negara Afrika juga ikut membukukan kenaikan impor sebesar 38 persen.

Dari sisi produksi, pada Maret 2018 produksi minyak sawit Indonesia mencatatkan kenaikan sembilan persen atau dari 3,35 juta ton pada Februari lalu naik menjadi 3,65 juta ton pada Maret 2018. Peningkatan produksi ini karena hari kerja yang panjang dan cuaca yang mendukung. Dengan produksi yang masih meningkat dan ekspor yang relatif stagnan, stok minyak sawit Indonesia membukukan kenaikan menjadi di 3,65 juta ton di akhir Maret dibandingkan Februari lalu di 3,5 juta ton.

Dari sisi harga, sepanjang bulan Maret 2018 harga CPO global bergerak di kisaran 665-695 dolar AS per metrik ton dengan harga rata-rata 676,2 dolar AS per metrik ton. Harga rata-rata Maret meningkat 13,1 dolar AS dibandingkan harga rata-rata pada Februari lalu yang sebesar 663,1 per dolar AS metrik ton.

Basuki Rahmad (kiri) dan Naufal Badri (tengah)
Jakarta, 24/5 (Benhil) - Bom merupakan kata yang sangat sensitif untuk dikatakan di angkutan umum, terutama di pesawat terbang, apalagi setelah terjadi sejumlah ledakan di Surabaya dan daerah lain, beberapa pekan lalu. Gurauan, apalagi serius mengatakan kata bom di areal bandar udara, ketika akan memasuki pesawat, dan berada di dalam pesawat bisa jadi akan berurusan dengan pihak berwajib.

Undang-undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan secara tegas telah mengatur sanksi bagi pemberian informasi palsu. Dalam pasal 437 ayat (1) disebutkan, "Setiap orang menyampaikan informasi palsu yang membahayakan keselamatan penerbangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 344 Huruf E dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun". Apabila informasi tidak benar itu sampai mengakibatkan kecelakaan atau kerugian harta benda, maka pelaku yang menyebarkan informasi tidak benar terancam hukuman pidana penjara paling lama 8 tahun. Hal tersebut diatur pada Pasal 437 Ayat 2.

Sementara itu, Ayat 3 pasal tersebut berbunyi, "Dalam hal tindak pidana sebagaimana dimaksud pada Ayat 1 mengakibatkan matinya orang, dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun".

Adanya undang-undang tersebut sudah menegaskan bahwa akan ada tindakan hukum bila seseorang bercanda atau bergurau soal bom di areal penerbangan, siapapun itu yang mengatakan.

Entah tidak tahu akibat hukumnya atau memang niatnya hanya iseng-iseng atau bercanda, buktinya masih banyak masyarakat yang nekad bercanda soal bom di areal penerbangan sekalipun setelah diperiksa ulang pesawatnya oleh pihak berwenang tidak ditemukan bom.

Terakhir pada Rabu (23/5), dua orang anggota DPRD Banyuwangi, yakni Basuki Rahmad dan Nauval Badri diamankan petugas Bandara Banyuwangi karena bercanda mengenai bom saat hendak naik pesawat Garuda rute Banyuwangi-Jakarta di Bandara Banyuwangi, Jawa Timur.

Kapolsek Rogojampi Kompol Suhariono saat dihubungi di Banyuwangi, mengatakan kedua politikus dari Partai Gerindra dan Partai Hanura itu hendak terbang ke Jakarta dengan menggunakan pesawat Garuda GA 265 yang berangkat pada Rabu sore di Bandara Banyuwangi, namun saat memasuki pemeriksaan oleh petugas Avsec (keamanan bandara) menyampaikan bahwa tas rekannya berisi bahan peledak atau bom.

Bahkan saat ditanya petugas hingga tiga kali, Rahmad tetap menyampaikan bahwa yang dibawa adalah bom dan penumpang atas nama Novel menuju ke dalam pesawat yang juga berbicara bahwa barang di tas tersebut berisi bom, sehingga pramugari melaporkan ke pilot pesawat dan pilot tidak berani terbang kalau penumpang tersebut tidak turun.

Akibatnya, kedua anggota DPRD Banyuwangi itu diturunkan ke Kantor Angkasa Pura di Bandara Banyuwangi, sedangkan untuk barang bawaan kedua penumpang dilakukan pemeriksaan dan tidak ditemukan barang yang mencurigakan.

Kasus serupa juga pernah dialami pesawat Lion Air Boeing 737-900ER registrasi PK-LFW bernomor JT 787 rute Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar (UPG), tujuan Juanda, Surabaya, (SUB), Sabtu (5/5), ditunda penerbangan gara-gara ada wanita bergurau membawa bom.

Corporate Communications Strategic of Lion Air Danang Mandala Prihantoro mengatakan kejadian itu berlangsung ketika proses masuk ke pesawat. Seorang penumpang wanita berinisial ST mengaku ke salah satu awak kabin adanya bom dalam barang bawaan, saat akan dimasukkan ke kompartemen kabin.

Untuk alasan keselamatan, keamanan dan kenyamanan penerbangan, pilot beserta seluruh kru berkoordinasi dalam menjalankan tindakan menurut standar penanganan ancaman bom, sehingga dilakukan pengecekan ulang pada pesawat, 207 penumpang dewasa, tiga anak-anak dan empat bayi, serta semua barang bawaan serta kargo. Hargai aturan dan bertuturlah dengan baik ujar Atto Sakmiwata Sampetoding, pengamat masalah sosial di Jakarta.

Kerja sama yang baik antara kru pesawat, petugas layanan di darat dan petugas keamanan bandar udara proses pemeriksaan diselesaikan secara tepat dan benar. Hasilnya tidak ditemukan barang bukti berupa bom dan benda lain yang mencurigakan.

Lion Air selanjutnya menyerahkan ST ke petugas keamanan Angkasa Pura I Cabang Makassar, otoritas bandar udara beserta pihak berwenang guna menjalani pengamanan dan proses penyelidikan lebih lanjut.

Penerbangan JT 787 akhirnya diberangkatkan dengan jadwal terbaru pada pukul 18.55 WITA dari jadwal semula pukul 17.35 WITA dan telah mendarat di Juanda pada 19.30 WIB.

Perusahaan menginformasikan, kondisi itu berpotensi menyebabkan penundaan penerbamgan pada rute dari Surabaya ke Makassar dan Bandar Udara Mutiara Sis Al-Jufri, Palu, Sulawesi Tengah (PLW).

Pesawat Laik Terbang Masih dialami Lion Air, seorang penumpang dengan inisial ZN dan rombongannya yang berjumlah empat orang terpaksa diturunkan dari pesawat karena menyebutkan bom ke salah satu awak kabin ketika dalam proses masuk ke pesawat.

Lion Air menyampaikan klarifikasi terkait keterlambatan JT 618 dikarenakan gurauan bom yang bersumber dari ZN, seorang penumpang laki-laki yang ketika dalam proses masuk ke pesawat menyebutkan kata bom ke salah satu awak kabin. Hal itu terjadi pada Sabtu (12/5) saat Lion Air penerbangan Nomor JT 618 dari Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang (CGK), menuju Bandar Udara Depati Amir, Pangkalpinang, Bangka (PGK), dengan menggunakan pesawat Boeing 737-800NG registrasi PK-LOR.

Dalam menjamin keselamatan, keamanan dan kenyamanan penerbangan, pilot beserta seluruh kru berkoordinasi dengan menjalankan prosedur tindakan menurut standar penanganan ancaman bom.

Pesawat sesungguhnya dalam keadaan aman dan laik terbang. Akibat ucapan penumpang itu 148 penumpang dewasa, dua bayi, barang bawaan serta berikut bagasinya, harus melalui tahapan pengecekan ulang.

Berkat kerja sama yang baik di antara awak pesawat, petugas layanan di darat dan petugas keamanan (aviation security/avsec), maka proses pemeriksaan diselesaikan secara teliti, tepat dan benar. Petugas tidak menemukan barang bukti berupa bom dan benda lain yang mencurigakan, yang dapat berpotensi mengancam keselamatan dan keamanan penerbangan.

Pesawat Lion Air JT 618 akhirnya diberangkatkan dengan jadwal terbaru pukul 16.40 WIB dari jadwal penerbangan semula pukul 15.50 WIB dan telah mendarat di Pangkalpinang pada 17.40 WIB.

Sesuai prosedur atas sikap penumpang itu, Lion Air menurunkan ZN dan rombongan yang berjumlah empat orang beserta 10 bagasi dari JT 618. ZN harus menjalani pengamanan dan proses penyelidikan lebih lanjut di Avsec Airlines serta menyerahkan mereka ke avsec Angkasa Pura II Cabang Soekarno-Hatta, otoritas bandar udara serta pihak berwenang.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan hendaknya calon penumpang tidak bergurau soal adanya atau membawa bom di areal penerbangan, karena hal itu pasti akan ditanggapi serius oleh pihak berwenang dan berwajib untuk mencegah terjadinya hal tak diinginkan.

Mengacu pada Pasal 437 UU Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan (UU Penerbangan), semua yang terkait informasi bom, baik sungguhan atau bohong akan diproses dan ada sanksi tegas oleh pihak berwajib.
All rights reserved, Copyright © 2015 www.benhil.net. Powered by Blogger.