Showing posts with label Aktual. Show all posts

IMF-Bank Dunia

Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf menyatakan bahwa Indonesia telah mempersiapkan pertemuan IMF-Bank Dunia di Bali, sejak masa kepresidenan Susilo Bambang Yudhoyono, tidak mungkin membatalkannya dengan tiba-tiba, bukan berarti tidak sensitif pada bencana.

"Penanganan bencana dan menjadi tuan rumah pertemuan Bank Dunia-IMF bisa dilakukan berbarengan. Jadi, tidak harus meniadakan yang lain. Indonesia memiliki kemampuan yang cukup untuk melakukan keduanya," kata anggota TKN Jokowi-Ma'ruf, Agus Sari di Jakarta, Senin (8/10).
Sebelumnya, kubu Prabowo-Sandi mengkritik dan mendesak pemerintah mengalihkan biaya pertemuan IMF-Bank Dunia untuk korban bencana gempa dan tsunami di Donggala dan Palu Sulawesi Tengah, dan Lombok.

Agus menjelaskan pemerintah terus berupaya membantu dan menangani bencana Lombok dan Sulawesi Tengah. Ia mengatakan, bencana yang datang dengan tiba-tiba dan tanpa disangka-sangka harus ditangani dengan baik.  Ia menambahkan, Presiden Jokowi pun sudah beberapa kali mendatangi lokasi bencana untuk menjamin bahwa penanganan di lapangan berlangsung dengan baik. Dana yang dikucurkan untuk penanganan bencana Lombok dan Sulawesi Tengah pun jauh lebih besar ketimbang dana untuk pertemuan di Bali.

Agus menyambut baik dimulainya acara Pertemuan Tahunan Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional (World Bank-International Monetary Fund Annual Meeting) di Nusa Dua, Bali pada 8-14 Oktober 2018, bahkan pertemuan itu menguntungkan Indonesia.

"Menjadi tuan rumah acara ini bukan hanya mendudukkan Indonesia di posisi penting dunia dalam kancah pendanaan pembangunan, tetapi juga memberikan keuntungan yang tidak sedikit," ujarnya.
Aktivis Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang akan berada di Bali untuk pertemuan WB-IMF tersebut menyebutkan sebagai tuan rumah, yang telah diperjuangkan sejak masa kepresidenan Susilo Bambang Yudhoyono, Indonesia akan berkesempatan untuk memasukkan ide dan konsepnya untuk mendorong investasi swasta dalam perubahan iklim, penanganan bencana alam, dan pengembangan keuangan syariah.

Dari anggaran pemerintah sebesar 57 juta dollar Amerika (sekitar Rp 855 miliar) memang tampak besar, tetapi hanya sekitar setengah dari potensi belanja keluarga para peserta yang diperkirakan akan mencapai 100 juta dollar AS (Rp 1,4 triliun) sepanjang acara tersebut.

"Belum lagi diperhitungkan dampak berantai kepada ekonomi lokal pada usaha kecil masyarakat. Jadi, pertemuan tersebut memberikan keuntungan ekonomi kepada Indonesia," kata Agus. Menurut dia, Indonesia telah diakui dunia dalam penanganan ekonominya. Di tengah-tengah situasi ekonomi dunia yang memburuk pun, Indonesia memperlihatkan kemajuan yang baik dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi.

Agus mengatakan, pendanaan pembangunan berkelanjutan harus dilakukan dengan cara yang lebih inovatif daripada sekadar pemberian utang.

"Ini harus menggabungkan sektor publik dan sektor swasta, dan menggabungkan modalitas pendanaan dari hibah, pinjaman, dan ekuitas, dengan campuran yang tepat," katanya kepada Benhil.

Pencampuran modalitas pendanaan ini akan memberikan kesempatan realokasi risiko dengan lebih tepat, setelah menyeimbangkan profil risiko inisiatifnya dengan profil risiko pendanaannya. (AF)


Jakarta, (Benhil 25/9/2018) – Edy Rahmayadi Ketua Umum PSSI yang juga Gubernur Sumatera Utara menuai bully-an netizen, setelah video wawancaranya dengan Aiman yang menunjukkan arogansinya viral di media sosial.

Dalam wawancara berjudul ‘Pembunuhan di Tengah Fanatisme Sepak Bola’ itu Edy dengan wajah sengit berkata pada Aiman, “Apa urusan Anda menanyakan itu?”
Sontak di media sosial terjadi olok-olok massal. Tagar #SiapPakEdy trending Twitter.

Transkrip Wawancara Kompas Dengan Edy Rahmayadi

Berikut komentar netizen bikin meringis.
Nadirsyah Hosen, “Ingat yah, beda pendapat itu bolah. Yang gak boleh itu nanya pendapat saya.”

Riskha F Hapasari, “Pas di klinik, dokter gigi bertanya pada Pak Edy, ‘Apakah ada yang saya bisa bantu?’ Pak Edy menjawab, ‘Apa urusan Anda menanyakan itu? Bukan hak Anda bertanya kepada saya’. Dokter gigi nyabut giginya sendiri kemudian tutup klinik.”

Eddi Brokoli, “Istri saya barusan nanya, ‘Ayah mau tidur jam berapa?’ Saya: ‘Apa urusan Anda menanyakan itu?’”

Dimitri Machvira, “Dosen penguji: ‘Ini kamu dapat landasan teori berdasarkan referensi dari mana?’ Saya: ‘Apa urusan Anda menanyakan itu?’”

Ahsnyns, “Pramugari: ‘Bisa lihat nomor seatnya Pak?’
Pak Ketua: ‘Apa hak Anda menanyakan itu!’
Pramugari: ‘Siap, silakan duduk di samping pilot, Pak’.”

Ridlwan, “Pilpres nanti kamu pilih siapa? ‘Apa hak Anda menanyakan itu?’ Tapi bukankah lebih baik #JokowiLagi.”

Jaripah, “Malaikat: ‘Man Robukka?’
Pak Eddy: ‘Bukan hak Anda menanyakan itu pada saya.
Malaikat: ‘Anda masuk surga!’”

Sebelumnya, anggota The Jakmania, suporter Persija, bernama Haringga Sirla (23) tewas di halaman Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung, Jawa Barat, Minggu (23/9) akibat dikeroyok oleh massa yang diduga merupakan anggota suporter klub Liga 1 Persib Bandung.

Menurut Polrestabes Bandung, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 13.00 Wib atau sebelum sepak mula (kick off) pertandingan Persib melawan Persija dimulai.

Dari informasi yang dihimpun, aparat Kepolisian dari Polrestabes Bandung menangkap 16 oknum suporter Persib Bandung, delapan orang di antaranya ditetapkan sebagai tersangka penganiayaan yang menyebabkan meninggalnya Haringga Sirila di tempat kejadian. []

Selain warganet, Denny Siregar juga menulis tentang Tentang Edy Rahmayadi di Tagar. Bertajuk menarik "Pak Edy Rahmayadi, Kami Ini Rakyat, Bukan Serdadu"


Haringga Sirla

Transkrip penggalan wawancara dan video, terkait tewasnya suporter Jakmania dibantai oleh Bobotoh. Kompas melakukannya live dengan Aiman sebagai pewawancara. Teleconference dengan Ketua Umum PSSI #EdyRahmayadi yang juga Gubernur Sumatera Utara. Berikut ini adalah transkrip wawancara tersebut, disematkan dengan penggalan video dari YouTube.

Aiman: Saya ingin bertanya kepada pak ketua PSSI, apa kira-kira langkah ke depan sehingga bapak mengatakan harapannya ini adalah peristiwa terakhir. Kami juga merasa ini adalah hal yang harus diakhiri.

Edy Rahmayadi: Terima kasih. Kita akan lakukan tindakan-tindakan yang tegas. Ini yang akan segera kita lakukan. Tapi saya mohon dengan segala hormat. Aparat sudah melakukan yang terbaik. Kita evaluasi kembali. 50 ribu orang yang ada di situ. Itu terlalu berlebihan sehingga negatif.

Aiman: Realnya bisa disampaikan tidak menutup kemungkinan ada sanksi. Sanksi seperti apa?

Edy Rahmayadi: Kita akan panggil itu kembali dan kita akan lakukan evaluasi dan dilakukan sidang, apa yang harus kita lakukan. Persoalan yang paling terjelek adalah ban untuk kesebelasan tersebut. Tetapi saya tidak melihat atlet yang salah. Yang salah adalah suporter. Ini yang akan segera kita bahas.

Aiman: Akan ada pertemuan darurat PSSI terkait menyikapi peristiwa ini?
Edy Rahmayadi: Sudah pasti, itu sedang dilaksanakan. Selesai ini semua akan kita panggil.

Aiman: Terakhir pertanyaan. Anda kan sekarang Gubernur Sumatera Utara. Apakah Anda merasa terganggu ketika tugas anda jadi Gubernur juga jadi Ketum PSSI?


 Penggalan Wawancara Kompas dengan Edy Rahmayadi

Edy Rahmayadi: Apa urusan Anda menanyakan itu

Aiman: Hehehe. Saya bertanya apakah Anda merasa seperti itu. Kalau tidak, ya Anda hanya tinggal menjawab tidak. Ini pertanyaan yang sederhana sesungguhnya.

Edy Rahmayadi: Bukan hak Anda juga bertanya kepada Anda.

Aiman: Wartawan juga ada hak bertanya apa saja. Hahaha.

Edy Rahmayadi: Saya juga punya hak untuk tidak menjawab.

Aiman: Saya menghormati hak Anda untuk tidak menjawab Pak. Hahaha.Pak Edy, apa yang kemudian ketika Anda… Saya ingin tanya dulu, Anda sempat melihat video yang viral di media sosial?

Edy Rahmayadi: Saya ketua umum PSSI! Saya ikutin perkembangan itu detik demi detik. Jadi jangan Anda menyalahkan begitu gampang. Kita sudah melakukan semua ini. Tapi masih tetap terjadi. Saya berharap Kompas melakukan hal itu. Menghimbau, mengajak, jangan malah Kompas menghakimi.

Aiman: Kami tidak menghakimi pak. Di mana menghakimi? Kami tidak menghakimi. Apa yang kami lihat, kami ingin tanyakan kepada Anda sebagai Ketua Umum PSSI. Jadi juga jangan kemudian berlebihan dalam reaksi ini. Saya ingin tanya Pak Edy, bahwa dari 8 tersangka yang tertangkap di Polrestabes Bandung.

Ada dua di bawah umur. Sejauh mana PSSI membina suporter dari bola? Tidak hanya Persib, tapi ada juga Persebaya, Arema Malang dan sebagainya. Bagaimana kemudian PSSI melakukan pembinaan ini?

Edy Rahmayadi: Supporter dibina oleh klub. Klub masing-masing yang kita hanya melakukan himbauan-himbauan. Bahkan apabila supporter itu melakukan hal yang berlebihan.
PSSI sudah melakukan memberikan hukuman kepada kesebelasan tersebut. Itu sudah cukup. Jadi itu dilakukan oleh seluruh negara. Saya tak perlu cerita panjang kepada operator Kompas.

Aiman: Bukan kepada Kompas Pak, kepada Publik.

Edy Rahmayadi: Anda berlebihan bertanya.

Aiman: Bukan kepada Kompas Pak, kepada Publik.

Edy Rahmayadi: Terima kasih, saya akhiri. Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Aiman: Walaikumsalam. wr.wb ini merupakan hak Anda, Pak Edy Rahmayadi ketua umum PSSI. Terima kasih telah memberikan informasi kepada program kompas petang

Ekonomi Syariah

Makassar, 16/9 (Benhil) - Menyampaikan pesan yang bisa ditangkap dengan baik dan berada di keramaian menjadi pilihan strategis bagi pihak Bank Indonesia Wilayah Sulawesi Selatan dalam menghelat Pekan Ekonomi Syariah (PES) 2018 di salah satu mal di Makassar. Atto Sakmiwata Sampetoding salah sorang pengusaha asal Makassar mengemukakan "Ekonomi Syariah Bangkitkan Potensi Daerah Sulawesi Selatan"

Kalangan kelas ekonomi menengah ke atas baik sengaja maupun tidak, tentu akan menikmati sejumlah suguhan menarik yang dihadirkan pada PES 2018 yang berlangsung selama tiga hari pada 14 - 16 September 2018.

Sedikitnya ada 30 stand pameran yang menyosialisasikan layanan bank syariah bersama mitra binaannya yang menjual aneka produk, mulai dari komoditas makanan hingga pakaian.

Tak salah jika meminjam istilah "sekali merengkuh dayung dua tiga pulau terlampaui", inilah yang menjadi misi dari kegiatan PES 2018 yang digagas Kantor Perwakilan Bank Indonesia (Kpw BI) Sulsel. Artinya selain memberikan ruang pada pelaku yang bergerak di sektor perbankan syariah, juga membantu pengembangan UMKM yang berbasis syariah dalam memperkenalkan produknya.

Menurut Kepala Kpw BI Sulsel Bambang Kusmiarso, PES 2018 ini merupakan lanjutan dari Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) 2017 dengan melihat antusiasme masyarakat dan potensi ekonomi syariah di Sulsel cukup tinggi.

Berangkat dari hal itu, lanjut dia, ada tiga pilar dalam pengembangan ekonomi syariah yang ingin disebarluaskan. Pada tahun pertama,lebih banyak difokuskan pada sosialisasi dan komunikasi terkait dengan ekonomi syariah.

Sementara tahun ini mencoba ke pilar pertama yakni akses bisnis sektor riil dengan perumpamaan membangun kendaraan besar dengan penumpang yang banyak, bukan kendaraan besar namun penumpangnya sedikit. Artinya ekonomi syariah yang dibangun bukan hanya bisa masuk ke pasar domestik tetapi juga ke pasar luar negeri.

"Kan Sayang kalau potensi pasar kita tidak dikembangkan. Saat ini sudah banyak desaigner kita yang sudah ke arah sana. Desaigner Sulsel sudah bisa ke pasar nasional dan ke mancanegara," katanya.

Atto Sakmiwata Sampetoding mengemukakan, diperlukan strategi-strategi untuk menembus pasar domestik dan mancanegara. Hal ini mengingat potensi ekonomi syariah yang ada di Sulsel itu besar sekali.

Bambang mencontohkan penyelenggaran kegiatan serupa tahun lalu dalam menyosialisasikan ekonomi syariah melalui Fesyar 2017 ternyata jumlah partisipannya lebih besar dari yang diprediksi, misalnya Kota Palopo ditarget 300 partisipan ternyata bisa hadir 600 partisipan dan berminat merealisasikan yang dikampanyekan.

Sementara dengan kegiatan PES 2018, pihaknya juga optimis dapat sukses seperti tahun sebelumnya. Dengan harapan kesuksesan ini akan mengarah ke pertumbuhan ekonomi yang implikasinya ke tenaga kerja dan nota bene ke masyarakat yang titik akhirnya ke arah kesejahteraan masyarakat.

Agar itu dapat tercapai, paradigma kalau Indonesia dan khususnya Sulsel yang selama ini hanya sebagai buyer (pembeli) dan pangsa pasar, kini harus menjadi player (pemain) bagi seluruh stakeholder termasuk pengusaha untuk menjadikan PES 2018 sebagai momentum menjadikan Sulsel sebagai salah satu penunjang pertumbuhan ekonomi syariah yang lebih besar.

Dengan demikian, lanjut Bambang, tidak menutup kemungkinan kebangkitan ekonomi syariah berawal dari Sulsel sepanjang semuanya mau bergerak bersama. Mengenai target transaksi pada PES 2018, Ketua Asosisasi Bank Ekonomi Syariah Indonesia (Asbesindo) perwakilan Sulsel Kamaruddin Kammisi mengimbuhkan, paling tidak dapat menyamai capaian transaksi pada Fesyar 2017 yakni sekitar Rp30 miliar.

Hal ini melihat tingginya animo masyarakat untuk berkunjung ke mal yang menggelar PES 2018 di Makassar, termasuk gencarnya sosialisasi yang dilakukan masing-masing pelaku perbankan dan ekonomi syariah.

Saat ini, BI bersama Asbesindo juga terus didorong agar pelaku ekonomi dan penggiat pariwisata mendapatkan sertifikasi halal untuk memberikan jaminan dan kenyamanan bagi konsumen.

Termasuk mendorong pemanfaatan potensi tanah wakaf untuk kegiatan ekonomi syariah, karena Sulsel memiliki 10.444 tanah wakaf dengan luas areal sekitar 129 ribu hektare atau sekitar 23 persen total dari luas tanah wakaf nasional.

Mencermati hal tersebut, perlu terus mendorong semangat masyarakat Sulsel untuk membangkitkan potensi daerah dengan berbasis pada ekonomi syariah, termasuk mencoba mempertemukan antara 'player' dan 'buyer', juga antara pelaku usaha dan pemberi modal di lapangan.

Perizinan Halal Jika ada tiga hal yang difokuskan dalam menggiatkan ekonomi syariah pada PES 2018 yakni financial (keuangan), food (makanan) dan fashion (busana) atau 3F, Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah pada saat pembukaan kegiatan tersebut menambahkan satu hal yang dinilai sangat penting dalam pengimplementasian di lapangan yakni pengadaan "Kantor Perizinan halal".

Menurut dia dengan pengadaan Kantor Perizinan Halal itu, maka didalamnya tidak ada lagi pungutan dan birokrasi yang panjang. Berkaitan dengan hal tersebut, pada era kepemimpinannya untuk program 100 hari itu tidak ada lagi izin yang tidak punya kepastian.

Dia mengatakan, selain dibutuhkan adanya Kantor Perizinan Halal itu, dapat diikuti oleh instutisi lainnya seperti Badan Pertanahan Nasional (BPN), sehingga masyarakat dapat menikmati rumah yang layak dan pihak perbankan harus mendukung hal ini.

Sebagai gambaran, untuk mendapatkan surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dengan luasan tertentu yang seharusnya hanya membayar Rp40 juta, karena adanya pungutan dan birokrasi yang panjang akhirnya harus mengeluarkan Rp200 juta untuk pengurusan IMB.

Menurut dia, pemerintah selaku pelayan masyarakat hendaknya bisa membantu masyarakat untuk mendapatkan dan menikmati rumah yang layak dan tidak berbelit-belit dalam persoalan perizinan dan pihak perbankan juga harus mendukung itu.

Mantan Bupati Bantaeng ini berharap ke depan Sulsel harus dapat menjadi contoh di wilayah Indonesia bagian timur. Pasalnya, jika Sulsel berkembang maka wilayah timur juga ikut berkembang.

Karena itu, dalam kepemimpinannya 100 hari ke depan jika masih ada aparatnya yang menghambat perizinan di lapangan, maka harus ditinggalkan dan tidak perlu dipelihara.

Belum lagi jika berkunjung ke wilayah pedesaan atau pesisir, diakui masih banyak yang merintih sulit mendapatkan pinjaman atau modal usaha, sehingga terkadang terjerat hutang dari para rentenir. Berkaitan dengan hal tersebut, gubernur Sulsel mengajak semua pihak untuk mengangkat derajat masyarakat desa dan pesisir.

"Mari kita sama-sama mencoba mengangkat derajat yang ada di desa dan pesisir. Penyakit kita selama ini ego sektoral yang semestinya dihilangkan, jika ingin perekonomian kita baik," imbaunya.

Dalam upaya mendukung pengembangan ekonomi syariah tersebut, pihak BI Sulsel pada PES 2018 menggelar workshop Sertifikasi Halal bagi pelaku UMKM dan masyarakat umum bersama pihak LPPOM Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulsel dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan

Sekretaris MUI Sulsel Prof M Ghalib mengungkapkan, selain perlu dukungan Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal, juga pengembangan ekonomi syariah harus ada organisasi pendukungnya yakni Dewan Syariah Nasional (DSN) yang berkoordinasi dengan instansi terkait.

Untuk itu, melalui workshop tersebut pihak MUI Sulsel membantu menyosialisasikan tentang sertifikasi halal sekaligus akan melakukan pendampingan bagi pelaku usaha yang mengurus sertifikasi halal.

Sementara itu, Direktur Kantor Perwakilan Bank Indoensia Sulsel Dwiyatpoetra Soeyasa Besar mengatakan PES 2018 juga mendukung optimalisasi potensi wisata berbasis syariah perlu mendapatkan sertifikasi halal pada produknya. Sikap yang tepat, ujar Atto Sakmiwata Sampetoding.

Setidaknya ada empat aspek utama yang diistilahkan 4A yakni amenity, attraction, accesibility dan accilary atau organisasi/lembaga pendukung yang mengurus destinasi mampu memberikan jaminan pada konsumen.

Khusus pada poin amenity dilakukan dengan mendorong tersedian dan tersertifikasinya makanan kuliner halal (halal food), sehingga dapat mendorong peningkatan wisata halal "halal tourism".

Pada PES 2018 yang berlangsung selama tiga hari berbagai kegiatan digelar seperti penandatangan akad pembayaran secara simbolis antara Perbankan Syariah calon debitur, fashion show busana muslimah dan seminar yang mengusung tema "Strategi Cerdas Menembus Pasar Internasional".

Tak ketinggalan kegiatan lomba bernuansa Islami seperti lomba kaligrafi, menari antar TK dan lomba busana muslimah. Sementara kegiatan pameran yang melibatkan perbankan syariah dan mitra binaannya mendapatkan dukungan penuh dari BI Sulsel, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulampua, Asbesindo, Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), koperasi syariah, rumah zakat dan retail di Sulsel.

Salah seorang pengujung yang turut terlibat dalam kegiatan PES 2018, Nursiah memberikan apresiasi pada kegiatan yang dihelat BI Sulsel, karena dinilai berbeda dengan pameran dan kegiatan ekonomi pada umumnya.

Menurut dia, selain mendapatkan tambahan pengetahuan dan wawasan tentang ekonomi syariah, juga dapat berinteraksi langsung dengan pelaku ekonomi dan perbankan, termasuk mengikuti aneka lomba yang bernuansa Islami.

Kini, kemeriahan PES 2018 sudah usai karena sudah ditutup pada Minggu (16/9) malam, namun diharapkan semangat menggelorakan ekonomi syariah dengan menghadirkan legalitas sertifikasi halal ke depan tidak akan berakhir, justru semakin berkembang seiring dengan peningkatan kesadaran masyarakat memahami sistem ekonomi berbasis syariat Islam.

Rupiah vs Dollar


Teman-teman sekalian, saya banyak membaca perdebatan-perdebatan di WA grup kita ini mengenai keadaan ekonomi terutama terkait dengan pelemahan Rupiah.

Terhadap  concern teman-teman, di sini saya ingin memberikan gambaran lebih lengkap mengenai apa yang sedang terjadi kepada Rupiah dan langkah-langkah yang sedang dan akan diambil oleh pemerintah.

Saya sangat paham mengenai kondisi tersebut, karena kebetulan saya termasuk di dalam tim ekonomi Indonesia yang diantaranya beranggotakan Menko Bidang Perekonomian, Menteri Keuangan, Gubernur BI, dan Ketua OJK. Topik ini sendiri sudah kami bicarakan secara intens sejak 3 minggu yang lalu.

Secara global,  recovery pertumbuhan ekonomi dunia yang berjalan baik dalam satu tahun terakhir saat ini sedang terancam oleh trade war yang dipicu oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap mitra dagang utama mereka seperti Tiongkok, Uni Eropa, Meksiko dan Kanada, dengan cara menaikkan tarif impor barang barang dari negara-negara tersebut.

Negara-negara itu pun mengancam akan membalas balik tindakan Trump. Hal inilah yang menyebabkan kekhawatiran bahwa pertumbuhan ekonomi dunia yang mulai membaik akan melambat atau bahkan resesi.

Tiongkok, yang menjadi target utama trade war dari Trump, telah mendepresiasikan mata uangnya secara signifikan untuk menjaga harga barangnya tetap kompetitif di pasar Amerika Serikat. Dampak depresiasi Yuan terhadap Dolar Amerika, juga memicu depresiasi mata uang negara negara berkembang lainnya. Hal ini pula yg menjadi salah satu faktor utama depresiasi Rupiah sejak Maret tahun ini.

Selain perang dagang Donald Trump, krisis di beberapa negara berkembang juga memiliki pengaruh terhadap pelemahan Rupiah. Turki adalah salah satunya. Inflasi yang hampir mencapai 18%, dan hutang luar negeri yang mencapai 53% dari total GDP menyebabkan tekanan depresiasi terhadap mata uang Lira, yang per 31 Agustus kemarin mencapai 42%. Hal ini kemudian diperburuk oleh rendahnya kredibilitas pemerintah Turki di mata investor akibat intervensi yang dilakukan oleh Erdogan dengan melarang bank sentral untuk menaikkan suku bunga, padahal inflasi sudah melambung tinggi. Selain itu, Erdogan juga menunjuk menantunya sendiri menjadi menteri keuangannya.

Di samping Turki, Argentina juga mengalami krisis yg cukup parah. Mata uang Peso terdepresiasi sebesar 53% dan tingkat inflasi yg mencapai 28%, memaksa bank sentral mereka untuk menaikkan suku bunga menjadi 60% dan meminta talangan IMF sebesar USD 50 milyar. Selain Turki dan Argentina, negara-negara berkembang lain yang mengalami depresiasi signifikan per 31 Agustus antara lain Afrika Selatan (15.8%), Rusia (15.5%), India (9.9%), Chili (9.3%), Philipina (6.7%), dan Indonesia (7.8%).

Hal inilah yang menjadi salah satu karakteristik negara-negara berkembang, di mana investor internasional menganggap mereka berada dalam satu keranjang yang sama. Jika ada satu dua yang bermasalah, para investor ini cenderung mengambil langkah berjaga-jaga dengan menarik investasi mereka dari seluruh negara berkembang. Akibatnya kurs mata uang akan terdepresiasi bersama-sama

Tidak Perlu Khawatir

Saya tidak melihat bahwa Indonesia berada dalam keadaan krisis besar. Kalau dibilang kita harus berhati-hati, itu betul. Atau dibilang bahwa pemerintah melakukan koordinasi dengan sangat intens, itu juga betul. Tapi tidak perlu khawatir berlebih bahwa krisis 1998 akan terulang lagi. Sebabnya, kondisi sekarang sangat berbeda dibandingkan dengan 1998.

Perbedaan utama terletak pada sosok pemimpinnya. Pemimpin sekarang, Pak Jokowi, tidak korupsi. Pak Jokowi, menurut hemat saya, adalah seorang pemimpin yang sederhana, memberikan contoh, baik dirinya maupun keluarganya tidak terlibat bisnis dengan pemerintah. Sehingga saya pribadi pun tidak ada bisnis apapun dalam pemerintahan. Karena prinsip ketauladanan yang saya percayai sebagai perwira, adalah kata kunci dari suatu leadership.

Selain Pak Jokowi, dari sisi pemerintahan sekarang kita juga memiliki Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan, yang kredibilitasnya di mata dunia tidak diragukan lagi. Hal hal tersebut yg menjadi salah satu tumpuan kepercayaan investor global terhadap Indonesia.

Perbedaan ke  dua adalah pada sisi fundamental ekonomi sekarang yang lebih baik. Pertumbuhan ekonomi mencapai 5.27% di kuartal kedua 2018, tertinggi sejak tahun 2014. Inflasi pun masih terkendali di angka 3.20% per Agustus 2018, hal ini menunjukkan bahwa kemampuan pemerintah dalam menjaga stabilitas harga cukup baik. Rasio hutang luar negeri kita juga cukup rendah di 34% (60% di periode 1997-1998). Ekonomi kita pun sebagian besar didorong oleh sektor domestik dan investasi, hanya sekitar 20% kontribusi ekspor terhadap PDB kita. Hal ini akan meminimalkan dampak trade war seandainya terus berlanjut.

Solusi Pemerintah

Untuk menghadapi kondisi global di atas, kita harus menuntaskan PR yang belum terselesaikan selama puluhan tahun yaitu defisit neraca pembayaran atau impor barang dan jasa kita lebih besar dibandingkan ekspor.

Yang terjadi selama ini, kita harus mengimpor bahan baku dan barang modal lebih banyak setiap kali pertumbuhan ekonomi meningkat. Belum lagi pertumbuhan kelas menengah yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir telah memicu peningkatan impor barang-barang konsumsi mewah.

Akibatnya impor kita tumbuh kencang, mencapai 24% pada periode Januari-Juli 2018 dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara ekspor, hanya tumbuh sekitar 11.35%. Akibatnya defisit neraca pembayaran kita akan mencapai USD 25 milyar pada tahun ini, dibandingkan USD 17.5 milyar di 2017.

Dengan demikian, langkah-langkah yang diambil oleh Pemerintah sebagai solusi adalah sebagai berikut:

1. Mengurangi impor

Contohnya adalah mengganti penggunaan _crude oil_ dengan _biodiesel_ sebagai bahan bakar. Targetnya, tahun ini kita bisa menghemat  USD 2.3 milyar impor minyak. Selain penghematan impor minyak, teman-teman dapat melihat harga sawit sudah naik. Kita berharap harga ini beberapa bulan ke depan dapat naik sampai ke USD 600-700 per ton. Kalau skenario ini jalan, maka tahun depan diharapkan kita mendapat lebih dari USD 9.5 milyar dari penghematan impor minyak dan kenaikan devisa ekspor cpo.

2. Optimalisasi TKDN atau local content

Selama bertahun-tahun kita tidak pernah konsisten untuk mengutamakan penggunaan local content/komponen dalam negeri untuk industri. Sekarang saya ditunjuk untuk mengkoordinasikan tentang Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), sehingga kita bisa hemat USD 2-3 milyar. Saya sangat concern dengan masalah-masalah detil seperti ini karena belum pernah ada yang berpikir demikian. Mungkin selama ini kita terlalu asyik berpikir pada tataran makro saja. Saya sendiri memang ngotot untuk dapat dilakukan perbaikan dalam hal ini, karena saya suka melihat detil. Contohnya kemarin saya datang ke kawasan industri morowali, disana bijih nikel diproses sampai menjadi, slab, billet, stainless steel dan carbon steel. Saat ini mereka ekspor 3.5 juta ton, sementara itu industri besi baja kita seperti krakatau steel harus mengimpor slab jutaan ton. Mengapa tidak yg di morowali ini kita hubungkan dengan krakatau steel? Sehingga nilai tambah dalam negeri bisa meningkat dan devisa impor kita bisa hemat.

3. Perbaikan pariwisata

Pariwisata adalah salah satu sektor fokus dari Presiden jokowi, yg sebelumnya sering dianggap remeh. Padahal salah satu penghasil devisa yg cukup besar dan menciptakan tenaga kerja secara cepat. Tahun ini, per Juli 2018, jumlah turis asing yg masuk ke Indonesia mencapai 9 juta orang. Angka ini naik 13 persen jika dibandingkan sebelumnya. Kita harapkan tahun ini bisa mendapatkan devisa mencapai $15-17 milyar dolar dari sektor pariwisata ini, naik dibandingkan tahun lalu yang $12.5 milyar.

Kita beruntung ada IMF-WB Annual Meeting yang akan diselenggarakan Oktober 2018. Tanpa disadari, jujur saya katakan bahwa dengan infrastruktur pariwisata yang kami perbaiki dalam mendukung Annual Meeting, ternyata juga membantu menyelamatakan ekonomi kita ke depan.

Dengan segala perbaikan yang kita lakukan, tahun depan kita akan memperoleh revenue senilai USD 20 milyar dari pariwisata dengan jumlah turis 20 juta orang. Kalau kita kurangi dengan angka turis kira yang pergi keluar negeri, mungkin kita akan mendapat sekitar USD 7.5 milyar. Jadi total Current Account Deficit kita bisa single digit tahun depan.

Dengan langkah-langkah ini semua kami melihat dari tim ekonomi dan anak-anak muda yang bekerja dengan saya kita akan bisa membawa eknomi kita jauh lebih baik dari sekarang. Ini optimisme yang kita bangun dan membutuhkan kerjasama tim yang kuat supaya ini bisa tercapai dan sekaligus memperbaiki struktur ekonomi kita ke depan. Kalau industri kita kuat maka ekspor kita kuat, kita bisa equilibrium antara ekspor-impor.

Kesimpulan

Sebagai penutup, saya mengajak kita semua tidak perlu panik dalam menghadapi situasi saat ini. Kondisi ekonomi dan pemerintah kita jauh lebih kuat dibandingkan Turki dan Argentina.

Saya juga mohon kepada teman-teman, tidak perlu ragu terhadap upaya pemerintah dalam menghadapi kondisi global yang makin tidak menentu.

Kalau ada yang perlu ditanyakan kepada saya, silahkan saja. Saya siap menerima siapa saja untuk diskusi karena saya paham angka-angka ini. Kalaupun saya kurang mengerti, anak-anak muda di tim saya banyak yang sangat paham dengan angka-angka dan kami mengerjakannnya dengan sepenuh hati.

Mudah-mudahan dengan tulisan yang agak panjang lebar ini, teman-teman sekalian mendapatkan pemahaman yang lebih baik lagi mengenai keadaan Indonesia.

Salam dari atas langit Lampung-Jakarta, di mana saya sedang menempuh perjalanan udara sambil menulis ini, sembari kadang terkesima melihat pemandangan jalan tol di bawah saya yang sudah jadi.



Palu, (Benhil 5/5/2018) – Neno Warisman yang gencar mendeklarasikan gerakan #2019GantiPresiden di berbagai daerah mendapat penolakan di mana-mana. Kali ini penolakan datang dari masyarakat Palu, Sulawesi Tengah.

Neno Warisman selama ini berlindung di balik klausul kebebasan berpendapat di negara demokrasi. Penolaknya pun berargumen sama bahwa mereka punya hak menyampaikan pendapat berupa penolakan terhadap gerakannya itu.

Aliansi Pemuda Sulawesi Tengah (APST) pada Selasa (5/9) meminta kepada Polda Sulawesi Tengah agar tidak mengeluarkan izin untuk deklarasi #2019GantiPresiden.

Rifku Fahyul dan Fandi koordinator masa aksi APST menandai penolakan kedatangan Neno Warisman dan kelompoknya di Bumi Tadulako, dengan membakar baju dan spanduk bertuliskan tagar gerakan tersebut.

Mereka membagikan selebaran bertuliskan tolak gerakan #2019GantiPresiden kepada pengguna jalan yang melintas.

Orator Dedy Irawan menyatakan, ada tiga alasan mengapa #2019GantiPresiden ditolak, pertama terkait ideologi. Gerakan itu, kata dia, bertujuan mengganti sistem negara sebagaimana yang banyak terjadi di luar negeri seperti Suriah dan Afganistan.

Kemudian kata dia, alasan sosiologi, di mana pidato Neno Warisman yang mencerminkan provokasi kepada rakyat agar tak memilih Jokowi dalam Pilpres 2019.

"Dan alasan ketiga adalah hukum. Dalam tagar 2019 ganti presiden mengandung ujaran kebencian," ucapnya.

Perwakilan Polda Sulteng, AKP Winarto menyatakan, pihaknya tetap berlaku netral, tidak berada dalam satu kelompok mana pun. Tapi bila ada kelompok memecah belah NKRI, maka pihaknya berada di garda terdepan.

Sebelumnya, Neno Warisman dan gerakan tagar 2019 ganti presiden mendapat penolakan di antaranya di Kupang, Nusa Tenggara Timur. Penolakan serupa juga terjadi di Surabaya, Riau, Kalimantan Barat.

Jati Erna Sahara Ketua Umum Emak Militan Jokowi menyebut Neno Warisman provokator berbahaya.

“Saya rasa sudah jelas dan gamblang bahwa Neno telah menjadi salah satu provokator yang berbahaya dan bisa menyebabkan rusaknya kerukunan anak bangsa. Apa yang dia lakukan bukan sekadar basa-basi lagi atau keteledoran, tapi setingan yang matang untuk memecah-belah,” ujar Jati Erna Sahara pada Tagar News, Rabu (15/8). (AF)

Menteri Imam Nahrowi mengundang Joni dan keluarga untuk nonton bareng pembukaan Asian Games di Gelora Bung Karno. (Foto: Kementerian Pemuda dan Olahraga)

Aksi heroik Yohanes "Joni" Ande Kala Marcal (14), bocah pemanjat tiang bendera di Atambua, Nusa Tenggara Timur menyentuh hati banyak orang. Ia bahkan diundang langsung untuk datang ke Jakarta oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi.

Bocah yang biasa disapa Joni itu bertindak spontan memperbaiki pengait tali agar Merah Putih bisa berkibar saat upacara peringatan kemerdekaan RI ke-73 di kampung halamannya.

Hari ini adalah kali pertama bungsu dari sembilan bersaudara itu menginjakkan kaki ke ibu kota. Ia berdiri di samping ibu bapaknya ketika tiba di Kementerian Pemuda dan Olahraga, Jakarta, melayani permintaan wartawan yang ingin mengabadikannya lewat kamera.

Walau ada gugup yang menyelimuti wajahnya, Joni tetap tersenyum lebar, memperlihatkan giginya yang putih.

Remaja yang lahir di Desa Silawan pada 10 Oktober 2004 itu mengenakan seragam SMP, kemeja putih gombrong yang ujung tangannya menutupi siku, dengan celana pendek biru yang menutupi dengkul. Kakinya dibalut dengan kaos kaki putih dan sepatu hitam mengilat yang terlihat masih baru. Selendang tenun merah menghiasi lehernya. Kepada para wartawan, Joni mengaku baru pertama kali menaiki pesawat terbang. "Senang," katanya sambil tersenyum lebar, ketika ditanya bagaimana perasaannya naik pesawat.

Joni sempat bercerita detik-detik sebelum dia spontan memanjat tiang bendera. Saat upacara itu, Joni sedang berada di tenda kesehatan karena sakit perut. Di sana dia mendengar pengumuman dari wakil bupati yang mencari siapa pun yang bisa membetulkan tali di tiang bendera.

"Saya langsung lari keluar, buka sepatu dan naik tiang bendera, gigit tali, turun ke bawah," kata Joni.

Tak ada rasa takut ketika memanjat karena selama ini dia sudah terbiasa memanjat pohon. "Pohon pinang, pohon asam, kelapa," kata bocah yang bercita-cita jadi tentara itu.

Kepiawaiannya memanjat tiang membuat Imam Nahrawi mencetuskan akan meminta Pengurus Besar Panjat Tebing di Indonesia untuk melihat potensinya.

Dengan polosnya, Joni mengaku tidak berminat jadi atlet panjat tebing, dia masih tetap ingin jadi seorang tentara, cita-citanya sejak lama. Di kantor Kemenpora, Joni juga diajak masuk ke ruangan pribadi Imam, juga duduk di kursi empuknya. Selama beberapa saat dia mendadak jadi Menpora, menerima "laporan" dari Imam yang berubah jadi "anak buah".

Dia meninggalkan jejak tulisan di buku yang berada di atas meja Imam. Joni menulis nama panjang, juga pesan untuk para pelajar Indonesia.

"Pesan dari Joni: anak Indonesia harus rajin belajar," tulis Joni yang juga membubuhkan tanda tangan yang terdiri dari tulisan sambung.

Petualangan Joni di ibu kota tak berakhir di Kemenpora. Malam ini, dia akan diajak menghadiri upacara pembukaan pesta olahraga Asian Games 2018 di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Imam berjanji akan membawanya berkeliling venue pertandingan Asian Games.

Joni berswafoto dengan Menteri BUMN Rini Soemarno (kanan) dan Kepala Bekraf Triawan Munaf (kiri) saat menghadiri Upacara Pembukaan Asian Games ke-18 Tahun 2018 di Stadion Utama GBK, Senayan, Jakarta, Sabtu (18/8/2018).

Senin mendatang, Joni akan dipertemukan dengan Presiden Joko Widodo. Dia juga dijamin bisa menikmati jalannya pertandingan sepak bola, olahraga favoritnya. Dari semua pemain sepak bola, ada satu yang paling dia kagumi. "Evan Dimas," kata Joni yang menyatakan ingin bertemu dengan idolanya. Keberanian Joni menimbulkan decak kagum setelah videonya memanjat jadi viral di dunia maya. Banyak pihak langsung memberikan apresiasi atas aksi Joni.

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto memberikan beasiswa hingga lulus SMA. Setelah itu, dia akan mendapat prioritas apabila masih ingin jadi Prajurit TNI. Pendidikan Joni hingga meraih gelar sarjana di perguruan tinggi juga dijamin oleh PLN yang bersedia membiayai biaya sekolahnya.

"Kami senang dan bangga," kata ayah Joni, Victorino Fahik Marschal.

Joni diundang ke Jakarta bersama kedua orangtuanya, Victorino serta istrinya Lorensa Gama. Ia berangkat dari Bandara El Tari Kupang pada Sabtu (18/8) pagi ini.

Kedua orangtua Joni adalah merupakan warga eks Timor Timur yang memilih menetap dan hidup di Indonesia setelah eksodus pada Agustus 1999 pascareferendum di bekas provinsi ke-27 Indonesia itu.



Jakarta, 2/8 (Benhil) - Maskapai penerbangan berbiaya murah AirAsia mengumumkan pembukaan penerbangan langsung dari Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA2) Malaysia ke Bandara Silangit di Tapanuli, Sumatera Utara, Indonesia, mulai 28 Oktober mendatang.

Pengumuman rute baru itu dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Pramintohadi Sukarno, Staf Khusus Menteri Bidang Pariwisata Kementerian Pariwisata Judi Rifajantoro, beserta CEO Grup AirAsia Tony Fernandes, Executive Chairman Grup AirAsia Berhad dan Co-Group CEO AirAsia X Datuk Kamarudin Meranun dan CEO Grup AirAsia di Indonesia Dendy Kurniawan di Jakarta, Kamis.

Tony menjelaskan ide membuka rute penerbangan ke Silangit berawal saat ia berbincang dengan Luhut saat gelaran World Economic Forum di Davos, Swiss, Januari lalu.

"Pak Luhut meminta saya membuka penerbangan ke Silangit. Saya 'googling' wow tempatnya cantik sekali dan Pak Luhut banyak cerita soal budayanya. Tapi saya bilang tolong perpanjang 'runway' dan dia bilang tidak masalah dan kemudian 'runway' jadi," kisahnya.

Tony meyakini langkah AirAsia akan diikuti oleh maskapai penerbangan lain lantaran melihat potensi besar di Danau Toba.

"Saya akan bawa Silangit jadi perhatian dunia," katanya.

Ia menyebut dibukanya penerbangan ke Silangit diharapkan tidak hanya mendorong pertumbuhan jumlah wisatawan ke kawasan tersebut, tapi juga mendukung logistik hingga perdagangan elektronik yang saat ini tengah berkembang.

Rute ke Silangit juga dinilai prospektif tidak hanya untuk keperluan wisata tapi juga bisnis.

Luhut Panjaitan, dalam kesempatan yang sama, menyambut baik adanya pembukaan rute baru internasional ke kampung halamannya itu. Ia menyebut jumlah wisatawan yang datang ke Danau Toba pada 2015 hanya sebanyak 17 ribu orang. Namun, adanya pengembangan Bandara Silangit membuat kunjungan wisatawan melonjak hingga 500 persen pada 2017.

Mantan Menko Polhukam itu berharap penerbangan ke Silangit dari Kuala Lumpur bisa mendorong kunjungan wisatawan lantaran hanya 10 persen dari total orang yang datang ke Danau Toba untuk tujuan wisata.

"Tahun ini diharapkan bisa mendekati 500 ribu wisatawan, dengan adanya pembukaan penerbangan ini," imbuhnya.

AirAsia menawarkan harga khusus dari Silangit ke Kuala Lumpur mulai dari Rp100.000. Tarif ini tersedia untuk pemesanan di airasia.com dan aplikasi seluler dari 2 Agustus hingga 12 Agustus 2018 untuk periode perjalanan dari 28 Oktober 2018 hingga 29 Maret 2019.

Maskapai penerbangan asal Malaysia itu akan terbang langsung dari Kuala Lumpur ke Silangit (PP) empat kali seminggu yakni setiap Senin, Rabu, Jumat dan Minggu.


Salam sejahtera,

Sehubungan dengan adanya pertanyaan dari beberapa media yang meminta tanggapan saya terhadap tenggelamnya kapal Sinar Bangun pada tanggal 18 Juni 2018 lalu, bersama ini yang pertama saya ucapkan turut belasungkawa dan prihatin yang mendalam kepada keluarga korban, semoga keluarga para korban diberi kekuatan.

Saya terus memantau perkembangan di lapangan dan terus berkomunikasi dengan Menteri Perhubungan, Basarnas, para Bupati dan aparat terkait.

Bersama ini juga saya sampaikan bahwa peristiwa yang terjadi kemarin terjadi karena beberapa hal seperti pembangunan fasilitas infrastruktur yang belum menyamakan peningkatan jumlah wisatawan dan kurangnya disiplin dari penyelenggara serta pengawas angkutan kapal. KNKT  (Komite Nasional Keselamatan Transportasi) masih melakukan investigasi di lapangan dan kita tunggu hasilnya. Khusus untuk kedisplinan ini, saya setuju dengan langkah Kapolri untuk menindak siapapun yang terbukti bersalah dalam hal ini. Menurut saya hukum harus ditegakkan kepada siapa saja yang melakukan kelalaian pada kecelakaan ini.

Hal ini bukan yang pertama kali terjadi, jika aparat di lapangan dan penyelenggara angkutan mau belajar dari kecelakaan yang terjadi sebelumnya serta disiplin dalam memprioritaskan keamanan penumpang dengan mengangkut jumlah penumpang tidak lebih dari kapasitas, memperhatikan laporan cuaca dan peringatan dari BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika) dan tidak lalai dalam pengawasan tentu kecelakaan seperti ini bisa dihindari.

Saat ini pemerintah sedang melakukan pembangunan lima dermaga di Danau Toba dan pembenahan fasilitas dermaga. 
   
Menurut saya pembangunan fasilitas dan infrastruktur di wilayah tersebut mau tidak mau harus mengikuti peningkatan kunjungan wisatawannya. Saya akan datang ke lokasi secepatnya, untuk melakukan evaluasi apa saja yang perlu dilakukan dan diperbaiki.   

Semoga kecelakaan ini menjadi yang terakhir dan pelajaran untuk kita semua.

Denpasar, 22 Juni 2018
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman
Luhut Binsar Pandjaitan


Samosir, Sumut, 22/6 (Benhil) - Seratusan keluarga korban yang terlihat penuh duka dan kesedihan dengan berlinang air mata harap-harap cemas masih kelihatan menunggu di pinggiran Danau Toba yang berada di wilayah Provinsi Sumatera Utara.

Karena pencarian dan kerja keras yang dilakukan tim gabungan hingga hari ke-4 atau Kamis (21/6) belum ada tanda-tanda ditemukannya lagi penambahan penumpang yang menjadi korban kapal kayu KM Sianar Bangun yang tenggelam di perairan Danau Toba Tigaras, Kabupaten Simalungun.

Hal ini, jelas membuat duka nestapa yang terus berkepanjangan bagi pihak keluarga korban yang ditimpa musibah akibat "karamnya" kapal transportasi tersebut. Kapal terbuat dari kayu itu biasa digunakan mengangkut warga dan wisatawan berkunjung ke Danau Toba yang merupakan danau terbesar di dunia.

Padahal hingga saat ini, Tim Basarnas, Polri, TNI AL, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah berupa terus mencari korban-korban yang masih banyak lagi belum ditemukan, dan diduga masih berada di kawasan Danau Toba tersebut.

Bahkan, peralatan yang cukup canggih dan dapat memantau korban maupun bangkai kapal KM Sinar Bangun di daerah Danau Toba itu, secepatnya didatangkan.

Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan mengatakan, tim gabungan telah menemukan dua orang lagi penumpang KM Sinar Bangun, meninggal dunia akibat tenggelam di perairan Danau Toba, Tigaras, Kabupaten Simalungun, dan telah dievakuasi ke RSU Rohandahaim, Pematang Raya untuk diidentifikasi.

Kedua jenazah itu, diangkut dari perairan Danau Toba ke Pelabuhan Tigaras, Kabupaten Simalungun. Kedua jenazah wanita itu, ditemukan tim gabungan Basarnas dan Polri yang melakukan pencarian sejak Rabu (20/6) pagi.

"Jenazah pertama ditemukan tim Basarnas di pinggiran pantai tempat budi daya ikan jaring apung milik PT Jafta di perairan Danau Toba, sekira pukul 07.00 WIB," ujarnya.

Selanjutnya, jenazah kedua ditemukan di pinggiran Danau Toba, di Daerah Sumbal pukul 10.30 WIB dengan ciri-ciri rambut pirang, baju hitam, jaket Lee, celana jeans biru.

"Belum diketahui identitas kedua jenazah penumpang kapal kayu KM Sinar Bangun itu," kata mantan Kapolres Nias Selatan ini.

Sebelumnya, Polda Sumut melaporkan seorang penumpang KM Sinar Bangun ditemukan tewas di perairan Danau Toba, Desa Tigaras, Kabupaten Simalungun, Senin (18/6). Penumpang tersebut atas nama Tri Suci Wulandari (24), warga Aceh Tamiang, Provinsi Aceh. Korban yang ditemukan tidak bernyawa itu telah dievakuasi petugas ke puskesmas di Tigaras, Kabupaten Simalungun.

Hingga kini, tercatat 19 orang ditemukan selamat dan tiga orang meninggal dunia, yakni Tri Suci Wulandari, Aceh Tamiang, Fahrianti (47) warga Jalan Bendahara Kelurahan Pujidadi Kecamatan Binjai Selatan Kota Binjai, dan seorang lagi wanita yang belum diketahui identitasnya.

Petugas masih melakukan pendataan terhadap penumpang yang selamat agar dapat diketahui pihak keluarga mereka. Mengenai jumlah penumpang KM Sinar Bangun masih simpang siur, sedangkan petugas masih melakukan pendataan secara objektif.

Kapal kayu KM Sinar Bangun mengangkut ratusan penumpang, diperkirakan tenggelam sekitar satu mil dari dermaga Pelabuhan Tigaras, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Senin (18/6) sekitar pukul 17.30 WIB.

KM Sinar Bangun mengalami musibah akibat pengaruh cuaca buruk berupa angin kencang dan ombak cukup besar.

Penumpang Selamat 

Trauma Penumpang yang selamat pada peristiwa tenggelamnya kapal penumpang kayu KM Sinar Bangun di perairan Danau Toba, Sumatera Utara, masih mengalami trauma.

Ditemui di sela-sela perawatan di Simalungun, Rabu, Jamuda (17), warga Nagori (Desa) Sibunga-bunga, Kecamatan Jorlang Hataran, dan Heri Nainggolan (23), warga Panei Tonga, Kecamatan Pane, di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, terlihat tegang saat diminta menceritakan situasi kejadian tersebut.

Jamuda spontan menggeleng-gelengkan kepala dengan mimik ketakutan dan memeluk kerabatnya, mendapat tepukan serta elusan di punggung membuatnya tenang kembali.

"Kami berenam pergi berlibur ke Samosir, dan saya sendiri yang selamat," katanya.

Jamuda dan lima rekannya berada di posisi teratas kapal yang terdiri dari tiga tingkat, beserta ratusan penumpang lainnya mengarungi perairan Danau Toba dari Pelabuhan Simanindo, Kabupaten Samosir, menuju Pelabuhan Tiga Ras, Kabupaten Simalungun, dengan kondisi cuaca hujan dan angin kencang.

Sewaktu kapal mulai oleng dan sebelum terbalik, Jamuda melompat dari kapal dan berenang menjauhi titik tenggelamnya kapal tersebut. "Kira-kira 10 menit, aku lihat kapal feri, aku berenang mengejar dan ditolong naik," katanya.

Heri Nainggolan yang mengalami luka dan sempat dirawat di Puskesmas Sipintu Angin berjarak kira-kira lima kilometer dari posko utama tim Gabungan SAR di Pelabuhan Tigaras juga melakukan upaya serupa dengan Jamuda.

Dia menyakini keselamatan dirinya atas kuasa Tuhan, namun iparnya Roi Spenser Sirait seperjalanannya belum ditemukan. Dia menyampaikan kekesalan kepada kru kapal yang tidak membatasi jumlah penumpang yang hendak menyeberang dari Pelabuhan Simanindo ke Tigaras.

Pengawasan pemkab Samosir nihil dan ditaksir penumpang kapal mencapai 200-an orang dan sepeda motor milik para penumpang kira-kira 70-an unit. Kapal juga tidak memiliki jaket pelampung yang memadai, namun tidak dibagikan kepada penumpang meski diketahui cuaca tidak bersahabat.

Para penumpang selamat berharap ke depan menjadi perhatian Pemerintah yang selama ini terkesan diabaikan, operator dan pemilik kapal serta pengelola pelabuhan supaya musibah tidak terulang.

Jenazah Dimakamkan 

Jenazah korban kapal tenggelam KM Sinar Bangun yang terjadi di Danau Toba, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, satu dari tujuh keluarga warga Kota Binjai, tiba dirumah duka disambut isak tangis keluarga selanjutnya dimakamkan, Kamis (21/6).

Begitu tiba di rumah duka jenazah Fahriyanti (47) warga Jalan Bendahara Kelurahan Pujidadi Kecamatan Binjai Selatan Kota Binjai, yang dibawa ambulance disambut isak tangis keluarga dan warga.

Bahkan ada beberapa warga yang jatuh pingsan karena tidak menyangka ibu dari empat orang anak ini kembali dari berwisata lebaran dalam keadaan tidak bernyawa.

Usai itu jenazah Fahriyanti dibawa ke masjid dan langsung di salatkan warga selanjutnya dimakamkan dipekuburan muslim yang ada di daerah itu.

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemerintah Kota Binjai, Rudi Baros yang ditemui di lokasi menjelaskan Pemkot telah mensiagakan tiga tim di Danau Toba dengan target menunggu kabar dari satu keluarga warga Binjai yang berwisata dan hilang kontak pasca karamnya kapal Sinar Bangun, Senin (18/6).

Setelah ditemukan nantinya jenazah akan langsung diantarkan oleh ambulance Pemerintah Kota Binjai ke rumah duka hingga dilakukan proses pemakaman, katanya.

"Selain mensiagakan ambulance tim Pemkot Binjai juga membawa perahu karet dan petugas Badann Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) guna ikut melakukan pencarian para korban di perairan Danau Toba tersebut," tambahnya.

Petugas di sana juga masih terus menunggu kabar dari enam orang lainnya anggota keluarga yang belum ditemukan diantaranya Burhanuddin (suami), Dedi Handrian, Neneng Nur Ainun, Maya Oktavianty, Dika Ferdian kesemuanya anak almarhum Fahriyanti dan menantunya Yani.


Manado, 13/6 (Benhil) - Mudik menggunakan mobil pribadi merupakan pilihan yang cukup menarik dan praktis. Namun bagi sebagian orang untuk mudik harus mengeluarkan biaya lebih besar karena menggunakan transportasi udara.

Sebab, jarak kampung yang dituju cukup jauh dan harus menyeberang pulau satu ke pulau yang lain. Tapi, para pemudik kelihatan santai karena dukungan alat transportasi baik darat, laut dan udara sangat memadai saat ini.

Pemerintah, melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Hari Libur Nasional dan Cuti bersama 2018 menetapkan libur Hari Raya Idul Fitri selama 10 hari, tanggal 11-20 Juni 2018. Dengan masa libur yang panjang ini, masyarakat bisa leluasa menentukan kapan akan mudik dan balik dari kampung halaman. Sehingga, arus mudik tidak menumpuk pada hari tertentu saja, faktor inilah yang diduga menjadikan arus mudik tahun ini lancar.

Akses transportasi udara yang lancar dibutuhkan oleh pelanggan dan masyarakat, baik untuk melakukan tugas pekerjaan, bisnis, maupun arus mudik saat Lebaran atau Idul Fitri 1439 Hijriah.

Mudik saat Lebaran merupakan tradisi yang rutin dilakukan oleh warga Indonesia.


Posko Lebaran PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara Sam Ratulangi membentuk Posko Terpadu Angkutan Lebaran 2018 guna menghadapi lonjakan penumpang saat mudik dan arus balik.

General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara Sam Ratulangi Minggus Gandeguai mengatakan ada sebanyak 107 personel akan terlibat dalam Posko Terpadu Angkutan Lebaran 2018 di Bandara Sam Ratulangi, Manado. Jumlah personel ini lebih banyak dari biasanya. Posko Lebaran PT Angkasa Pura I (Persero) beroperasi pada 7-24 Juni 2018.

Minggus mengatakan posko ini akan melibatkan pihak eksternal seperti otoritas bandara, TNI/Polri, kantor kesehatan pelabuhan, serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Posko kali ini memang agak istimewa tahun ini karena bersamaan dengan libur sekolah yang panjang dan libur nasionalnya juga cukup panjang. Apalagi, bandara ini kan sudah 24 jam dan ada turis Tiongkok setiap malam hari," katanya kepada reporter Benhil.

Selain itu, banyaknya personel juga diharapkan mampu mengantisipasi beberapa gangguan selama libur Lebaran kali ini. Terlebih, cuaca Manado saat ini masih sering tidak menentu, sehingga membutuhkan koordinasi yang cukup intensif.

Setiap harinya, kata Minggus, akan ada petugas gabungan yang memberikan informasi kepada posko pusat di Jakarta.

Selain itu, petugas juga harus memberikan pelayanan guna memperlancar arus mudik dan balik bagi para penumpang.

Lonjakan Penumpang PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara Sam Ratulangi (Samrat) memprediksi pergerakan penumpang selama masa angkutan Lebaran 2018 (H-8 hingga H+8) di Sulawesi Utara hanya akan naik dua persen dibanding hari biasa.

Hal ini, kata Minggus, karena yang melakukan mudik lebaran ke Sulut sangat sedikit, dibandingkan saat Natal.

Dia mengatakan hal tersebut diperkirakan sudah termasuk dengan masa libur yang cukup panjang pada periode mudik tahun ini.

Pergerakan penumpang diprediksi hanya naik dua persen selama ada posko karena yang datang ke Manado tidak sekaligus, tetapi bertahap sejak waktu sebelum berbuka.

Ia menjelaskan pergerakan pesawat diperkirakan naik sebesar 7 persen, sedangkan pergerakan kargo naik hingga 24 persen.

Data pergerakan ini, katanya, akan terus diperbaharui setiap hari dan dapat dimonitor langsung di posko pengawasan dan pelayanan serta monitoring data.

Pergerakan penumpang musim mudik Lebaran tahun ini diprediksi sebanyak 157.040 penumpang. Sementara, pergerakan pesawat dan kargo masing-masing diprediksi sekitar 1.506 penerbangan dan 773.864 kilogram.

Selama Januari hingga Mei 2018 Bandara Sam Ratulangi tercatat telah melayani 1.134.775 penumpang yang meningkat 9 persen dari periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, pergerakan pesawat meningkat 5 persen dengan total 12.124. Pada saat yang sama, pergerakan kargo meningkat 21 persen atau setara 6.108.274 kilogram dibandingkan tahun lalu.

Arus Mudik Penumpang yang datang ke Manado Provinsi Sulawesu Utara (Sulut) melalui Bandara Sam Ratulangi (Samrat) pada H-4 Lebaran mengalami peningkatan.

Ia katakan penumpang yang datang ke Sulut pada H-4 Lebaran meningkat 10 persen dibandingkan Lebaran tahun lalu, yakni dari 18.466 orang menjadi 20.336 orang. Minggus mengatakan untuk penumpang yang berangkat juga mengalami peningkatan tiga persen dari 21.962 orang tahun lalu menjadi 22.551 orang di Lebaran tahun ini.

Ia mengatakan untuk jumlah pesawat mengalami penurunan sekitar tiga persen dari 185 penerbangan menjadi 179 penerbangan yang datang ke Sulut. Sedangkan yang berangkat tidak mengalami perubahan yakni sebanyak 186 penerbangan.

Dan, katanya, kargo yang datang melalui Bandara Samrat memgalami penurunan sekitar 14 persen dari 198.669 kilogram menjadi 169.919 kg. Dan, yang berangkat juga turun 14 persen dari 53.922 kg menjadi 46.472 kg. Pihaknya berharap posko Lebaran Sam Ratulangi akan mampu memenuhi kebutuhan penumpang dan masyarakat.

Avtur Aman PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region Vll menjamin bahan bakar pesawat atau avtur di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) aman menjelang Lebaran tahun ini. General Manager (GM) Marketing Operation Region VII Tengku Fernanda mengatakan pasti akan ada peningkatan avtur di Manado jelang Lebaran kali ini, namun tidak signifikan.

Branch Manager Marketing Sulutenggo Daniel Alhabsy mengatakan kesibukan transportasi udara dari dan menuju Manado pada Hari Raya Lebaran tidak seperti perayaan Natal dan Tahun Baru.

Kemungkinan transportasi udara akan meningkat namun tidak besar, dan masih mampu dipenuhi oleh stok avtur pada kondisi normal," kata Daniel. Pihaknya terus melakukan pengawasan stok avtur pada bulan Ramadhan dan Idul Fitri 1439 H/2018 berada dalam kondisi aman.

Konsumsi bahan bakar pesawat udara ini selama Ramadhan dan ldul Fitri 1439 H tahun ini di Sulawesi Utara diproyeksikan tidak mengalami peningkatan signifikan yakni sesuai dengan rata-rata konsumsi harian normal di Sulawesi Utara sebesar 173 KL/hari," kata Daniel. Jika ada penambahan jumlah penerbangan atau ekstra flight di bandar udara di Manado, pasti akan menghubungi Pertamina, soal penambahan kuota.

Masyarakat tidak perlu khawatir, Pertamina sudah mengantisipasi hal ini sehingga tidak akan terjadi kekosongan, dan arus mudik maupun balik berjalan lancar dan aman. (Antara-Nancy Lynda Tigauw)

Mudik Bareng BUMN
Jakarta,11/6 (Benhil)- Mata Azzam (4) tampak tak berkedip melihat siaran video musik yang diputar di sepanjang perjalanan bus dari Jakarta menuju Terminal Tirtonardi, Solo, Jawa Tengah. Ternyata ada biduan favoritnya, Nella Kharisma yang sedang melantunkan lagu "Jaran Goyang".

Dengan suara nyaring, Azzam ikut bernyanyi mengikuti sang biduan.

"Apa salah dan dosaku sayang, cinta suciku kau buang-buang. Lihat jurus yang kan kuberikan, jaran goyang, jaran goyang," Azzam bernyanyi sambil mengajak kawan barunya,kakak-beradik Yosa (3) dan Yose (6) yang duduk persis di depannya.

Di samping Azzam, duduk ibunya, Wahyu (29), yang terlihat tertawa kecil melihat tingkah anak semata wayang-nya itu. "Azzam baru pertama mudik naik bus, biasanya kami naik mobil boks. Dia senang sekali naik bus, jadi begini, tingkahnya banyak," kata Wahyu, salah satu peserta Mudik Bareng Guyub Rukun Lebaran 1439H/Tahun 2018.

Keceriaan semacam itu, kata Wahyu, tidak pernah ditemui di saat ia dan anaknya mudik menggunakan mobil boks. "Di mobil boks tentu berbeda, tidak ada ac (air conditioner), panas, biasanya Azzam rewel," terang Wahyu saat ditemui di sela perjalanan, Sabtu (9/6).

Namun bagi Wahyu, pendingin dalam kendaraan cuma jadi faktor pelengkap dalam perjalanan mudik. Alasan dirinya mengikuti mudik gratis karena suaminya, Marzuki (38) tidak perlu lagi menguras tenaga menerjang macet puluhan kilometer untuk menuju ke kampung halaman seperti yang sudah-sudah saat arus mudik mulai terjadi.

"Suami saya biasanya menyetir sendiri, kalau macet panjang, (dia) capek sekali. Tidak kuat, maka kami bersyukur ada program mudik gratis (BUMN) ini, tinggal duduk manis," tambah Wahyu pada Benhil.

Berkendara ratusan kilometer dari Jakarta menuju Solo memang membutuhkan pengemudi dengan stamina dan daya tahan tubuh yang prima. Namun, adanya kemacetan panjang yang lazim terjadi saat mudik kerap menguras energi para pengemudi, apalagi mereka yang harus menyetir sendiri hingga kampung halaman. Alhasil, risiko selama berkendara pun besar. Di samping tabrakan dan mesin kendaraan yang rusak, jenis kecelakaan lalu lintas yang banyak terjadi, diantaranya disebabkan pengemudi mengantuk dan kelelahan.

Dengan demikian, adanya program mudik bareng gratis yang diselenggarakan 62 BUMN dengan PT Jasa Raharja (Persero) sebagai koordinator pelaksananya diakui membantu banyak pemudik seperti Wahyu dan sekeluarga. Pasalnya, walau program mudik bareng BUMN itu diadakan cuma-cuma, PT Jasa Raharja sebagai salah satu pelaksana tetap berkomitmen memastikan keamanan dan kenyamanan para pemudik.

"Bus yang digunakan untuk Mudik Bareng BUMN 2018 telah dipersiapkan untuk memenuhi kriteria khusus agar para peserta dapat menikmati perjalanan sampai kampung halaman dengan aman dan nyaman," kata Isman Danial, Koordinator dan Protokoler Hubungan Masyarakat Jasa Raharja.

Kriteria yang dimaksud, diantaranya meliputi adanya pengemudi cadangan di tiap bus. Alhasil, perjalanan mudik yang kerap macet bukan lagi masalah karena di saat pengemudi kelelahan, ada cadangan supir yang siap mengganti.

Sebagaimana disampaikan Hery (59), pengemudi bus tujuan Jakarta-Solo, adanya supir cadangan merupakan standar yang harus dipenuhi selama berkendara ratusan kilometer.

"Walaupun saya sudah berpengalaman di bus malam dan bus pariwisata puluhan tahun, adanya supir cadangan itu standar yang tidak bisa ditawar," kata Hery yang mengaku rutin menjadi pengemudi mudik gratis Jasa Raharja selama empat tahun terakhir.

Bagi Hery, risiko pengemudi kelelahan cukup lumrah terjadi, utamanya jika jalanan macet parah.

"Kondisinya saat mudik itu khusus, kami (pengemudi) tidak menghitung jam atau kilometer, tetapi di saat kami merasa lelah, ya langsung diganti," tambahnya.

Di samping stamina pengemudi yang prima dan adanya supir cadangan, kriteria keselamatan lain yang dipenuhi program Mudik Bareng Guyub Rukun BUMN meliputi bis telah laik jalan (lulus ramp check), dan kendaraan baru (minimal keluaran 2012).

"Seluruh kendaraan yang digunakan merupakan bus pariwisata. Semua sudah lulus ramp check di Banten jauh sebelum pemberangkatan. Pemeriksaan dilakukan dinas terkait, dan pengemudinya sehari sebelum jalan, sudah mendapat sosialisasi dari Korlantas Polri," kata M Iqbal Hasanuddin, Kepala Urusan Humas PT Jasa Raharja (Persero) saat ditemui di Jakarta, Sabtu (9/6).

Tingginya animo pemudik Tiap tahun, minat pemudik untuk mengikuti program Mudik Bareng Guyub Rukun selalu meningkat. Catatan Jasa Raharja menunjukkan jumlah pemudik yang ikut naik 74,43 persen dari 118.220 orang pada 2017 menjadi 206.209 pada 2018.

"Moda angkutan yang masih jadi favorit bus, peningkatannya dari 1.920 di 2017 menjadi 3.490 pada 2018. Tren yang sama juga ditemukan pada kapal laut dari 18 armada jadi 98 armada, kemudian kereta api dari 11 rangkaian kereta jadi 37, dan pesawat yang mulanya hanya 24 menjadi 52 unit," kata Isman.

Sementara itu, partisipasi PT Jasa Raharja sendiri dalam Program Mudik Bareng Guyub Rukun BUMN 2018 mencakup 620 bus, dua kapal, dan delapan rangkaian kereta dengan total 38.040 pemudik. "Dalam program mudik tahun ini sebaran kota yang dituju semakin luas. Rute yang diampu tidak hanya sebatas Pulau Jawa, tetapi Indonesia bagian barat dan timur," tambahnya.

Adanya peningkatan animo masyarakat untuk program mudik gratis itu pun mendapat pujian dari Menteri BUMN Rini Soemarno.

"Terus terang saya sangat bangga melihat banyak bus berkumpul untuk mudik bareng tahun ini. Tahun ini kita memakai sistem pendaftaran online karena melihat tingginya animo pemudik (yang ingin ikut serta," kata Rini dalam sambutannya sebelum melepas keberangkatan rombongan Mudik Bareng di Pantai Karnaval Ancol, Jakarta, Sabtu pagi.

Budaya mudik, tambahnya, merupakan tradisi turun-temurun yang banyak didominasi para pengguna motor. Berkendara ratusan kilometer dengan motor, menurut Rini cukup berisiko, sehingga ia berharap adanya program mudik gratis BUMN dapat membantu masyarakat agar beralih ke moda yang lebih aman dan untuk tahun ini pemerintah siagakan penembak jitu amankan pemudik.

"Program (mudik bareng) ini menunjukkan BUMN selalu hadir untuk memberi solusi. Saya ucapkan terima kasih ke 62 BUMN yang berpartisipasi tahun ini," terang Rini.

Sebagai penutup, ia berpesan agar para pemudik dapat tiba di tujuan dengan selamat dan dapat merayakan hari Lebaran bersama keluarga.

"(Setelah hari raya Lebaran), kita bisa memulai dengan hati yang sejuk, persaudaraan semakin meningkat, dan kita senantiasa menjaga Indonesia selalu aman dan bersatu," kata Rini menutup.


Jakarta, 10/6 (Benhil) - Jauh hari pihak kepolisian telah mengantisipasi dengan melakukan pelbagai upaya dalam rangka menciptakan rasa aman bagi pemudik yang akan pulang ke kampung halaman masing-masing sebelum arus mudik mulai terjadi.

Bahkan, Kepolisian Resor Bengkulu Selatan telah memetakan jalur mudik yang rawan begal dan aksi pencurian dengan menyiagakan penembak jitu (sniper). Kepala Polres Bengkulu Selatan AKBP Rudy Purnomo di Manna menyatakan bahwa pihaknya tetap menyiagakan "sniper" di kawasan rawan untuk mengamankan pemudik dari pelaku kejahatan meski catatan kriminal di daerah ini sepi.

Kapolres lantas menyebutkan sejumlah daerah rawan begal, antara lain, di Ulu Manna yang berbatasan dengan Provinsi Sumatera Selatan. Kawasan ini merupakan area hutan lindung yang tidak ada permukiman penduduk. Adapun kawasan rawan tindakan kriminal berada di Pantai Pasar Bawah.

Penempatan penembak jitu dilakukan lantaran tindak kejahatan di jalanan cenderung meningkat selama arus mudik Lebaran. Pelaku memanfaatkan kelengahan pemudik yang kurang mengenal kondisi dan kontur jalan yang sedang mereka lewati.

Untuk mengamankan mudik Lebaran 2018 di Bengkulu Selatan, tersedia lima posko yang siap melayani masyarakat selama 24 jam. Ada pula tim patroli khusus yang akan berkeliling di sepanjang jalur mudik.

Sementara itu, Plt. Bupati Bengkulu Selatan Gusnan Mulyadi menuturkan bahwa posko-posko itu tidak hanya diisi polisi, tetapi juga porsonel militer, petugas medis, hingga tenaga sipil. Ia juga mengimbau masyarakat agar mewaspadai pendatang baru dengan mengaktifkan tamu wajib lapor 1x24 jam. Langkah ini guna mengantisipasi penyebaran radikalisme dan terorisme melalui hegemoni Lebaran.

"Babinkamtibmas, babinsa, dan pemerintahan desa harus selalu bersinergi untuk mengamankan mudik pada tahun 2018. Jangan sampai hal buruk mengusik ketenangan liburan Lebaran," kata Gusnan. Seperti yang disajikan pada artikel bertajuk Atto Sampetoding: Mengubah Asa Jadi Nyata.

Pengaduan Sementara itum, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menyediakan nomor telepon pengaduan pariwisata untuk menjamin kenyamanan wisatawan di daerah itu selama liburan Lebaran 2018. Semua yang menyebabkan ketidaknyamanan bagi wisatawan di Sumbar bisa dilaporkan pada nomor yang telah disediakan ini.

Kepala Dinas Pariwisata Sumbar Oni Yulfian mengatakan bahwa penyediaan layanan itu terkait dengan kesiapan daerah menyambut musim libur Lebaran 2018. Nomor telepon pengaduan yang disiapkan masing-masing, Provinsi Sumbar 0811661181, Kabupaten Tanah Datar 08126722066, Mentawai 081371622769, dan Bukittinggi 0811663011.

Berikutnya, Padangpariaman 081363127485, Kota Padang 08116607555, Pasaman Barat 081363092600, Padangpanjang 085766000316 dan Pariaman 08261380449. Lalu Pesisir Selatan 085358828011, Payakumbuh 085263769701, Solok 085374642234, dan Sawahlunto 081363660684.

Ia meminta tujuh kabupaten dan kota lainnya di provinsi ini segera menyiapkan nomor pengaduan pariwisata yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Nomor-nomor itu penting untuk mempresentasikan kehadiran pemerintah sehingga wisatawan merasa nyaman dan aman saat berwisata di Sumbar.

Dinas pariwisata kabupaten/kota yang telah menyediakan nomor pengaduan agar secepatnya merespons laporan masyarakat dengan meneruskannya ke pihak berwenang, terutama Satpol PP.

Dinas Pariwisata tidak memiliki personel dan kewenangan langsung untuk melakukan penindakan. Oleh karena itu, harus berkoordinasi dengan instansi lain, seperti Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, SAR, BPBD, maupun instansi lain yang berwenang.

Kepala Dinas Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Sumbar Zul Aliman mengatakan bahwa pihaknya siap merespons laporan yang masuk. Pihaknya berkoordinasi dengan Satpol PP kabupaten dan kota ikut melakukan pengamanan di tempat wisata. Begitu ada laporan masuk, bisa direspons dengan cepat.

Ia menyebutkan sejumlah persoalan pariwisata yang terjadi di Sumbar, di antaranya kemacetan, tarif parkir mahal, harga kuliner tidak masuk akal, dan premanisme. Namun, keseriusan pemerintah dalam mengembangkan pariwisata telah berhasil menekan persoalan itu, bahkan untuk tiga persoalan terakhir yang disebutkan sudah sangat jarang ditemui.

Akan tetapi, kemacetan memang masih rawan terjadi karena banyaknya jumlah kendaraan yang masuk Sumbar pada musim libur Lebaran. Pada tahun 2018, diperkirakan 2.000.000a orang akan datang ke Sumbar, di antaranya perantau yang mudik dan wisatawan dari provinsi tetangga.

Target Pengunjung Masih terkait dengan kepariwisataan, Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menargetkan 300.000 pengunjung dan menyumbang pendapatan asli daerah sebesar Rp2,6 miliar pada masa libur Lebaran 2018.

Kepala Dinas Pariwisata Gunung Kidul Asti Wijayanti di Gunung Kidul, Minggu, mengatakan bahwa seluruh objek wisata sudah siap dikunjungi wisatawan saat libur Lebaran. Berdasarkan pengalaman sebelumnya, pihaknya optimistis target pengunjung sebanyak 300.000 orang akan tercapai.

Dispar masih mengandalkan wisata pantai menjadi tujuan utama kunjungan wisatawan. Hal ini karena pantai di Gunung Kidul sangat bagus, dan dalam satu jalur dari timur sampai barat sepanjang 72 kilometer.

Kemudian, objek wisata lain yang juga menjadi andalan di antaranya Gua Pindul, Kalisuci, dan destinasi alam lainnya Gunung Api Purba Nglanggeran. Karcis masuk ke objek wisata juga hanya ditarik satu kali, sehingga pantai selalu dipenuhi wisatawan dari berbagai daerah.

Dispar akan melakukan pemantauan terhadap kondisi destinasi wisata yang ada guna memastikan kenyamanan wisatawan. Rencananya, Dispar akan melakukan penambahan personel penjaga tempat pemungutan retribusi, hingga petugas kebersihan. Dispar juga mengimbau kepada para pedagang yang ada di kawasan wisata untuk tidak memanfaatkan situasi dengan mematok harga tinggi kepada pembeli. Pihaknya berupaya sebaiknya agar wisatawan nyaman saat berkunjung.

Dispar Gunung Kidul bekerja sama dengan berbagai instansi, mulai dari Satpol PP, Dinas Kesehatan, Kepolisian, Kodim 0730, kecamatan dan desa yang memiliki destinasi wisata, hingga Dinas Perhubungan. Ada 530 personel yang disiapkan untuk ikut menjaga keamanan. Pihaknya berupaya semaksimal mungkin memberikan pelayanan kepada wisatawan. Bahkan, pihaknya menyadari sektor pariwisata merupakan urat nadi perekonomian Gunung Kidul.

Kepala Dinas Perhubungan Gunung Kidul Syarif Armunanto mengatakan bahwa jalur Yogyakarta-Wonosari biasanya padat setelah hari raya. Saat itu pemudik akan melakukan kunjungan ke destinasi wisata. Prediksi padat pengunjung daerah wisata pada tanggal 17 s.d. 19 Juni 2019.

Tes Urine Pada masa arus mudik Lebaran 2018, kepolisian dan instansi terkait melakukan tes urine terhadap sejumlah sopir bus. Dari Sumatera Utara dilaporkan bahwa lima sopir bus trayek Kota Binjai-Kabupaten Langkat terindikasi mengonsumsi narkotika ketika menjalani tes urine.

Kelimanya terindikasi sebagai pengguna narkotika berdasarkan hasil tes urine yang dilakukan oleh tim gabungan Polres, BNN, dan Dinas Perhubungan Binjai di Terminal Binjai, Jalan Ikan Paus, Kelurahan Timbang Langkat, Binjai Timur, kata Kepala Bagian Operasional Kepolisian Resor Binjai Komisaris Polisi Zulkarnaen Sinulingga di Binjai.

Sebanyak 50 sopir yang diambil urinenya untuk diperiksa.Disampaikan juga terhadap kelima sopir tersebut dilakukan rehabilitasi oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) setempat.

Para sopir itu terdiri atas RP(20) warga Kuala Kabupaten Langkat, DS (23) warga Desa Padang Cermin Kecamatan Selesai Kabupaten Langkat, JSB (23) warga Jalan Mayjen Sutoyo Kecamatan Binjai Barat, H (37) warga Jalan Tengku Amir Hamzah Kecamatan Binjai Utara dan S (46) warga Pangkalan Susu Kabupaten Langkat.

Selain melaksanakan tes urine, tim gabungan juga melakukan tes kelayakan kendaraan. Menurut Kepala Bidang Angkutan dan Prasarana Dinas Perhubungan Binjai Muhammad Fazar Kurniawan, ada beberapa angkutan kota dalam provinsi yang didapati tidak layak.

Kalau dikatakan layak, hampir semua layak. Akan tetapi ada juga beberapa kekurangan, seperti kanvas rem, lampu redup, dan ban mulai menipis. Pihaknya sudah memberikan peringatan kepada mereka untuk segera memperbaiki kendaraannya. Sementara itu, untuk bus antarprovinsi, semuanya dinyatakan laik jalan.



Semarang, 10/6 (Benhil) - Lewat tengah malam, tepatnya Sabtu (9/6) dini hari, Pantai Karnaval di kawasan Ancol, Jakarta, sudah dipenuhi ratusan orang yang lalu lalang, beserta barang bawaan yang kebanyakan tampak tak ringan. Bersama deretan ratusan bus yang menanti rapi di pelataran lokasi wisata Jakarta bagian utara itu, mereka sabar menunggu keberangkatan ke kampung halaman yang baru dimulai beberapa jam usai matahari berbinar di ufuk timur. Mereka hendak mudik ujar Atto Sakmiwata Sampetoding.

Mengubah Asa Menjadi Nyata Bersama Jasa Raharja

Wajah-wajah tak sabar ingin bersua dengan sanak saudara yang sudah lama tak dijumpai tampak jelas di paras para calon penumpang saat arus mudik mulai terjadi, yang menjadi peserta mudik bersama gratis PT Jasa Raharja (Persero) tersebut.

Hari semakin terang, keadaan pun semakin padat dengan kedatangan ribuan pemudik lainnya. Polri bersusah payah mengatur lalu lintas agar tidak menimbulkan kemacetan panjang. Salah satunya dengan mewajibkan pemudik berjalan kaki ke lokasi pemberangkatan bus. Setapak demi setapak langkah mereka terlihat ringan. Membayangkan daerah asal dengan segala kerinduan di dalamnya seolah menjadi pembakar semangat mereka di pagi hari nan cerah.

Salah satu dari mereka adalah Budi Harno, lelaki berusia 35 tahun asal Ciputat, Tangerang Selatan, Banten. Bersama dua anaknya, dia menjadi bagian rombongan mudik bersama PT Jasa Raharja (Persero) menuju Jepara, Jawa Tengah.

Budi merupakan seorang pengemudi ojek. Bukan ojek daring yang seperti yang kini sedang populer, tetapi ojek pangkalan di salah satu pasar kawasan tempat tinggalnya. Penghasilannya sehari-hari tidak menentu. "Boro-boro" memikirkan biaya mudik, mengatur bagaimana mengarungi kehidupan sehari-hari saja dia kesulitan. Namun, harapan Budi tak lantas menguap bersama angin. Dia menemukan informasi mengenai mudik gratis bersama PT Jasa Raharja dan tanpa pikir panjang langsung mendaftarkan diri.

"Program Jasa Raharja ini sangat membantu dan mempermudah saya serta anak kembali ke kampung," kata Budi dan layak diapresiasi, ujar Atto Sakmiwata Sampetoding di Jakarta.

Pendapat senada juga diungkapkan Tri, seorang ibu rumah tangga yang menjadikan Pekalongan, Jawa Tengah, sebagai tujuan mudiknya. Menurut Tri, mudik dengan Jasa Raharja mewujudkan asanya mendapatkan pelayanan mudik gratis yang lebih aman dan nyaman dibandingkan dengan harus menumpang transportasi umum yang harga tiketnya mahal. Dia pun teringat masa dimana dirinya kembali ke kampung halaman dengan sepeda motor dan bus umum di bulan Ramadhan sebelum ini.

"Kalau naik sepeda motor, ngeri. Misalnya naik bus umum, juga sulit mendapatkan tiket, sampai tidur di terminal untuk menunggu kursi kosong," tutur Tri.

Fokus Pelayanan PT Jasa Raharja (Persero) memang tidak main-main dalam mempersiapkan program mudik bersama gratis demi membuat nyata asa lebih dari 30.000 pemudik bertemu dengan sanak keluarga di kampung halaman masing-masing.

Meski judulnya "cuma-cuma", perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang awalnya bernama Perusahaan Negara Asuransi Kerugian Eka Karya ini tetap berupaya keras mewujudkan mudik yang berkualitas baik bagi peserta. Mulai dari memilih mitra transportasi yang dianggap bagus, mengetes kesehatan pengendara, hingga memastikan pemudik dalam keadaan bugar dari berangkat hingga tiba di tempat tujuan.

PT Jasa Raharja (Persero) memberangkatkan lebih dari 38 ribu pemudik pada tahun 2018 ke setidak-tidaknya 30 kota di beberapa provinsi seperti Semarang, Jepara, Salatiga, Pekalongan, Tegal, Klaten, Surabaya dan lain-lain.

Para pemudik yang menjadi bagian dari Program Mudik Bareng Guyub Rukun BUMN diberangkatkan dengan total 600 unit bus, delapan kereta api dan dua kapal laut.

Tidak perlu hal-hal rumit untuk menunjukkan bahwa perusahaan asuransi itu memperhatikan pemudiknya. Itu diperlihatkan Jasa Raharja dengan memperlengkapi pemudik dengan obat-obatan sebagai bekal dalam perjalanan untuk menjaga diri tetap bugar.

Kepala Urusan Humas Jasa Raharja M Iqbal Hasanuddin menyebut, jenis obat yang diberikan adalah obat-obatan untuk penyakit ringan seperti batuk, maag, demam dan mabuk perjalanan.

"Perjalanan pemudik cukup jauh. Jasa Raharja ingin semua peserta tiba dalam keadaan sehat," ujar Iqbal.

Bukan cuma diberikan obat-obatan untuk di perjalanan, pemudik juga mendapatkan fasilitas layanan kesehatan gratis, seperti di lokasi pemberangkatan mudik, di Pantai Karnaval, Ancol, Jakarta. Posko kesehatan itu dijaga oleh seorang dokter yang siap memberikan solusi atas masalah kesehatan pemudik. Di tempat itu, disediakan pula berbagai obat dan jasa pengukuran tekanan darah gratis. Perjalanan demi perjalanan sudah dilakukan, ribuan orang tiba, berjumpa dengan keluarga yang lama dirindukan. Para pemudik PT Jasa Raharja (Persero) menginjakkan kaki di tujuan, salah satunya di Semarang, Jawa Tengah.

Rombongan peserta mudik gratis bersama PT Jasa Raharja (Persero) tiba di Semarang, Jawa Tengah, sekitar pukul 19.30 WIB, Sabtu (9/6), setelah menempuh perjalanan selama sekitar 11 jam dari Jakarta. Ketika tiba di Terminal Mangkang, Semarang, para pemudik disambut sejumlah pegawai Kantor Perwakilan Jasa Raharja Semarang yang dipimpin Kepala Perwakilan Jasa Raharja Semarang Abdur Rozaq.

"Alhamdulillah rombongan sudah tiba di Semarang. Kami berharap para pemudik bisa bertemu keluarga dalam keadaan sehat walafiat," kata Abdur.

Rasa syukur tiba di Semarang dengan selamat juga diungkapkan oleh pemudik, salah satunya Wahyudin. Berkumpul dengan keluarga saat Idul Fitri adalah budaya Indonesia yang sangat menyenangkan ujar Atto Sakmiwata Sampetoding, program yang didapat oleh pemudik, mengubah asa menjadi nyata.

Wahyudin, seorang pegawai usaha percetakan di Jakarta, menyebut dirinya dan keluarga cukup puas dengan perjalanan selama 11 jam dari Jakarta. "Perjalanannya cukup nyaman," tutur Wahyudin.

Lebaran semakin dekat, Hari Kemenangan hampir tiba. Semakin lengkap terasa, merayakannya bersama keluarga. Dan Jasa Raharja membantu mewujudkannya. (Michael Teguh Adiputra Siahaan)


Penggelut ilmu bahasa, psikolog atau siapa saja yang berminat menggumuli bahasa sebagai fenomena sosial dapat mengeksploitasi peranti berkomunikasi itu dari berbagai aspek. Salah satu aspek yang bisa diteliti adalah kadar kebahagiaan yang dikandung sebuah kata, yang didasarkan oleh penilaian dari pengguna bahasa bersangkutan.

Pada 1969, sejumlah psikolog di Universitas Illinois, Amerika Serikat, mencoba menemukan sisi positif dan negatif dari bahasa. Hasil penelitian itu antara lain menyebutkan bahwa para penutur semua bahasa cenderung memberikan konotasi positif atas kata-kata yang mereka gunakan.

Dari riset kebahasaan itulah muncul istilah Hipotesa Pollyanna. Disebut hipotesa karena penelitian itu masih perlu pengujian lewat penelitian lebih lanjut. Pollyanna adalah nama tokoh utama dalam novel karya Eleanor Porter. Sang protagonis adalah seorang gadis yang selalu berusaha melihat sisi-sisi positif dari setiap hal.

Hampir lima dekade setelah hipotesa itu dilahirkan, sebuah riset tentang sisi positif dan negatif dari kata di sejumlah bahasa dilakukan. Peter Dodds dari Universitas Vermont, yang menyelenggarakan penelitian itu, dengan menggunakan mega data, menemukan konklusi bahwa ada bahasa yang masuk kategori paling membahagikan, yang diraih oleh bahasa Spanyol dari 10 bahasa yang diteliti, dan ada bahasa yang paling kurang membahagiakan, yakni bahasa China. Bahasa Indonesia masuk di urutan keenam.

Metode penelitian itu cukup menarik. Peneliti mengumpulkan 100.000 kata-kata paling sering diujarkan dari masing-masing bahasa. Lalu meminta 50 orang penutur masing-masing bahasa untuk memberikan skor yang skalanya 1 hingga 10 untuk setiap kata. Kata yang dinilai punya nilai paling negatif memperoleh skor 1 dan untuk kata yang memberikan konotasi makna paling membahagiakan diberi skor 10.

Hasil pemberian skor itu kemudian dijadikan parameter untuk menentukan kadar kebahagiaan bahasa yang terdapat pada berbagai sumber pemakaian bahasa seperti media sosial, lirik lagu, teks percakapan pada film dan buku.

Penutur bahasa China boleh jadi kurang setuju dengan hasil riset itu. Sebab bahasanya berada di peringkat paling bawah. Penutur bahasa Indonesia, yang bahasanya di peringkat keenam, setelah Spanyol, Portugis, Inggris, Jerman dan Perancis, bolehlah tak reaktif menanggapi hasil riset itu.

Dalam khazanah teori tentang hubungan bahasa dan kebahagiaan, kata-kata yang diujarkan individu diakui berpengaruh secara psikis pada diri pengujar. Para psikolog bahkan menganjurkan individu yang ingin menikmati kebahagiaan dalam meniti kehidupan untuk sering-sering berpikir dan merasa dalam bingkai kosa kata yang mengusung makna rasa syukur atau terima kasih, keindahan, kebahagiaan, pemaafan, kesehatan, kekaguman, solusi, cinta, penerimaan, keberkahan, kebaikan, pengharapan, ketertarikan, kelucuan, dan peneguhan.

Tampaknya anjuran psikolog itu paralel dengan seruan profetik yang diafirmasi agama-agama. Ambil contoh, tentang kata syukur atau terima kasih. Individu yang sering mengucapkan kata-kata ini dipercaya memiliki rasa bahagia dalam hidupnya. Kenapa? Sebab dia cenderung menerima dengan lapang dada apa pun nasib yang ditimpakan Tuhan kepadanya. Dalam kata-kata kaum sufi, orang demikian akan berujar: saya akan tetap rendah hati ketika diguyur gelimang harta dan tak akan rendah diri ketika ditimpa kemiskinan.

Pemaafan adalah konsep yang muatan religiusnya cukup kental. Tuhan Maha Memaafkan, alangkah terpujinya jika sang ciptaan, yakni manusia yang tak lepas dari kekhilafan, juga memiliki watak pemaaf. Tindakan memaafkan berpengaruh pada psikis seseorang. Rasa lega, enteng di batin akan terasa kalau seseorang memaafkan lawannya ketimbang menyimpan dendam kesumat di kalbu.

Berpikir atau merasa sebagaimana yang dikandung oleh kata-kata yang dianjurkan oleh psikolog di atas memang dapat membangkitkan perasaan bahagia individu namun efeknya boleh jadi justru bertolak belakang jika kata-kata itu diobral oleh seorang pengarang dalam melahirkan karya seni, entah puisi atau prosa fiktif. Artinya, kata-kata yang berpotensi mengusung sisi kebahagiaan tak serta merta melahirkan karya yang indah, yang menjadi sumber lain kebahagiaan seseorang. Dalam konteks ini, kata-kata yang mengandung makna negatif, yang mengusung sisi kepedihan, kesedihan tak jarang juga bisa melahirkan keindahan. Mau bukti? Simaklah kisah-kisah Franz Kafka. Kisah-kisahnya muram, bicara tentang penderitaan manusia.

Kosa kata yang bertebaran justru bertolak belakang dengan anjuran sang psikolog di atas. Kelaparan, ketidakadilan, kesakitan, penantian tanpa harapan, kematian adalah konsep yang bertebaran di halaman-halaman fiksi pengarang Ceko yang menulis dalam bahasa Jerman itu. Namun dari sana, pembaca menghirup aroma esensial kehidupan.

Ketersohoran sang pengarang mengindikasikan banyaknya pengagum Kafka. Pembaca pun merasa bahagia membaca karya-karyanya. Itulah barangkali paradoks bahasa. Tuturan tentang kesengsaran pun melahirkan kebahagiaan.

Bukti lain adalah kata-kata positif yang memenuhi halaman novel-novel pop bagi pembaca tertentu justru melahirkan kebosanan. Tentu dalam hal ini berkecamuk subjektivitas dalam penilaian. Unsur subjektif selalu menggayuti penilaian tentang bahasa. Apa yang indah menurut seseorang tentang kata atau kosa kata bisa sangat berbeda buat yang lainnya.

Faktor subjektivitas penilaian atas fitur makna itu antara lain karena rapuhnya kesepakatan makna terhadap kata-kata tertentu oleh pengguna bahasa. Itu sebabnya unit pembentuk bahasa berpotensi berubah-ubah maknanya. Beberapa kata yang saat ini punya sifat makna yang positif sangat mungkin mengusung makna negatif pada satu generasi berikutnya. (M. Sunyoto)

Ilustrasi Mudik

Jakarta, 8/6 (Benhil) - Arus mudik mulai terjadi di berbagai daerah di Indonesia pada Jumat sebagai hari kerja terakhir sebelum memasuki masa libur atau cuti bersama menjelang Idul Fitri 1439 Hijriyah.

Peningkatan jumlah penumpang kendaraan umum telah terjadi di terminal, pelabuhan dan bandara. Arus kendaraan pribadi dan bus di ruas-ruas yang juga meningkat signifikan. Jumlah penumpang kereta api di Stasiun Gambir, Jakarta, telah mencapai 19 ribu orang meningkat cukup signifikan jika dibandingkan dengan sebelumnya.

Kepala Stasiun Besar Gambir Rizki Afrida mengatakan bahwa saat ini di Stasiun Gambir sudah memasuki masa arus mudik. Tercatat, dalam kondisi normal, jumlah penumpang yang diberangkatkan sebanyak 12 ribu penumpang, dan sekarang melonjak menjadi 19 ribu penumpang.

Berdasarkan data yang diterima dari penjualan tiket, Rizki menjelaskan, kondisi jumlah penumpang sudah mulai dalam posisi stabil tinggi. Tercatat, hingga H-1 Idul Fitri 1439 Hijriyah rata-rata jumlah penumpang yang akan diberangkatkan dari Stasiun Gambir per hari mencapai 19 ribu penumpang.

Dalam menghadapi arus mudik Idul Fitri 1439 Hijriyah kali ini, Stasiun Gambir juga menambah beberapa fasilitas untuk calon penumpang. Beberapa diantaranya adalah adanya penambahan posko kesehatan, dan tambahan aparat personel keamanan untuk berjaga.

"Sampai hari ini tidak ada laporan tindak kejahatan yang terjadi di Stasiun Gambir, diharapkan sampai nanti juga tidak ada kejadian apapun. Ada penambahan personel dari Polri, K9, dan lainnya," ujar Rizki.

Menjelang cuti bersama Idul Fitri, juga ditandai beroperasi jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) Sesi I dari Ciawi hingga Cigombong, Bogor. Arus lalu lintas di jalan bebas hambatan tersebut lancar.

Seorang pengguna layanan jasa Tol Bocimi Heru Yustanto di Sukabumi, Jumat awalnya penasaran dan ingin memangkas waktu. Ternyata dirinya takjub dengan kualitas jalan tol ini berbeda dengan jalan tol lainnya seperti wilayah Jawa Tengah.

Dia sengaja memacu kendaraannya dan masih tetap terasa mulus hanya sedikit saja getaran berbeda dengan jalan tol yang ada di wilayah Pantura dan Cipali yang bergelombang.

Project manager Tol Bogor Ciawi Sukabumi (Bocimi) Seksi 1 Paket 3,2 PT Waskita Karya Arief Lukmansyah mengatakan saat ini masih uji coba jika hari ini dalam kondisi lancar akan dilanjutkan hingga Jumat pekan depan atau hari H Idul Fitri.

"Dioperasikannya Tol Bocimi Sesi I terhitung H-7 hingga hari H+1 lebaram untuk mengantisipaai penumpukan kendaraan arus mudik dari arah Ciawi menuju Sukabumi," katanya.

Rawan Bencana Dari Sumatera Selatan dilaporkan Gubernur Alex Noerdin minta agar para pengendara selalu waspada daerah rawan bencana dalam perjalan arus mudik dan balik lebaran 2018.

"Sumsel banyak titik rawan longsor dan banjir dan itu harus diwaspadai," kata Alex di Palembang Sumsel terdiri dari daerah perbukitan dan dataran rendah dan bila musim penghujan maka rawan akan bencana longsor dan banjir. Karena itu, Gubernur juga minta agar instansi terkait untuk selalu berkoordinasi dengan pihak Basarnas, BMKG dan pihak lainnya dalam upaya mengantisipasi terjadinya bencana.

Alex menambahkan dalam mengantisipasi kesemuanya itu pihaknya telah menyiapkan berbagai sarana dan prasarana seperti alat berat dan mobil derek. Alat berat dan mobil derek tersebut ditempatkan di daerah rawan bencana dan kecelakaan sehingga diharapkan nantinya berjalan lancar, kata gubernur.

Dia meminta Dinas Perhubungan untuk memperhatikan kelaikan jalan dan moda transportasi terutama lampu dan rambu lalu lintas lainnya. Daerah rawan longsor antara lain Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, Pagaralam, Lintang Empat Lawang dan Muaraenim.

Masih Normal Sementara itu, jumlah penumpang yang menyeberang dari Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, Lampung menuju Pelabuhan Merak, Provinsi Banten, Jumat pagi hingga siang, masih relatif normal.

Untuk Bakauheni hari ini relatif masih normal, ada kenaikan tapi belum terlalu signifikan, baik itu penumpang pejalan kaki, roda dua maupun roda empat, kata Humas PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Bakauheni Syaifullahil Maslul.

Kondisi serupa dialami pula penumpang dari Pelabuhan Merak ke Pelabuhan Bakauheni masih relatif normal. Tren kenaikan jumlah penumpang bakal mulai terjadi pada Minggu (10/6).

"Trennya kita yakini hari Minggu. Hari Minggu sudah ada lonjakan kenaikan penumpang baik itu roda dua dan roda empat, begitu juga di Merak sama," katanya.

Faktor tren kenaikannya di antaranya karena masa libur anak sekolah dan para pegawai sudah mulai menjalani cuti bersama.

Pada loket pembelian tiket pejalan kaki di Pelabuhan Bakauheni, jumlah penumpang yang membeli tiket belum terlihat signifikan dan belum terdapat antrean.

Data PT ASDP Cabang Bakauheni, jumlah penumpang yang menyeberang selama 24 jam dari Kamis (7/6) pukul 20.00 WIB sampai dengan Jumat (8/6) pukul 08.00 WIB adalah 2.731 penumpang pejalan kaki dan dalam kendaraan 22.987 penumpang.

Premium Berdasarkan pemantauan Tim Posko Nasional Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), hingga 7 Juni 2018 (H-8) sebanyak 470 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Jawa Madura Bali (Jamali) sudah menyediakan bahan bakar minyak (BBM) jenis premium.

Menurut Menteri ESDM Ignasius Jonan, 571 SPBU di Jamali akan kembali menyediakan premium guna mengantisipasi lonjakan permintaan BBM khususnya jenis premium di sepanjang jalur arus mudik libur Idul Fitri di wilayah Jamali.

Dari total 571 SPBU di Jamali yang ditargetkan menyediakan kembali premium, sudah sebanyak 470 SPBU yang sudah beroperasi, artinya sudah mencapai 82 persen dari yang ditargetkan", kata Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerjasama Kementerian ESDM, Agung Pribadi di Jakarta,.

Tim posko ESDM melaporkan kondisi stok BBM secara nasional status 7 Juni 2018 terpantau pada kondisi normal, dengan ketahanan stok BBM jenis premium untuk 27 hari, solar 19 hari, pertalite 22 hari, Kerosene 60 hari, Pertamax/Akra 92 : 20 hari, Pertamax Turbo 45 hari, Pertamina Dex 35 hari, dan Avtur 30 hari. Sementara untuk LPG juga pada kondisi normal untuk ketahanan stok 18 hari.

Istirahat Untuk sisi kesehatan, praktisi klinis dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta Dr Ari Fahrial Syam mengingatkan pemudik untuk cukup istirahat, terutama pemudik yang menggunakan jalur darat karena waktu sampai ke tempat tujuan tidak bisa diprediksi.

Bagi pemudik yang memang kebetulan membawa kendaraan sendiri, sebaiknya ada beberapa anggota keluarga yang siap membawa kendaraan secara bergantian. Selain itu, manfaatkan tempat istirahat untuk bisa melakukan olah raga kecil dan bisa melakukan gerakan relaksasi, khususnya kaki, tangan dan leher.

Ari yang juga Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) menambahkan pemudik juga perlu memanfaatkan tempat istirahat untuk bisa buang air kecil agar jangan sampai menahan kencing yang akan berakibat pada infeksi saluran kencing.

Sementara bagi para pemudik yang tetap ingin melakukan ibadah puasa diusahakan agar perjalanan mudik pada saat sehabis buka.

"Pemudik juga perlu berhati-hati, membeli makanan dan minuman di pinggir jalan mengingat kualitas makanan dan minuman yang belum tentu terjaga dengan baik karena selalu terpapar dengan panas. Terutama untuk makanan dan minuman rumahan," ujar dia.

Untuk para pemudik yang akan membawa makanan untuk bekal selama perjalanan usahakan membawa makanan kering. Jika tetap juga ingin membawa bekal makanan selama perjalanan harus diperhatikan bahwa makanan basah atau nasi dan lauk-pauk yang dibawa tidak dikonsumsi kurang dari enam hingga delapan jam setelah pembuatan.

Ari juga mengingatkan agar pemudik tidak lupa membawa obat-obatan sederhana, antara lain obat anti diare, obat sakit kepala, obat antialergi, obat antimual-muntah khususnya untuk mencegah mabuk perjalanan serta obat sakit maag.

"Jangan lupa membawa obat-obat rutin dikonsumsi untuk penderita penyakit kronis, misal penderita kencing manis, hipertensi, penderita asma, kolesterol tinggi dan asam urat," katanya.

Selain itu, mudik pada malam hari merupakan pilihan yang tepat mengingat suhu udara yang lebih dingin dan perjalanan yang lebih lengang. (Sri Muryono)
All rights reserved, Copyright © 2015 www.benhil.net. Powered by Blogger.