Showing posts with label Burung. Show all posts

Salah satu jenis burung berkicau yang sangat digemari di Indonesia, Lovebird dengan suara gacor, ngekek dan ngetik panjang, selain warna bulu yang langka. Kriteria yang sering membuat pemiliknya semakin percaya diri saat mengikuti lomba burung kicau yang kerap diadakan di berbagai daerah oleh para kicau mania dengan hadiah yang cukup besar.


Untuk mendapatkan suara burung Lovebird gacor, ngetik dan ngekek tentu saja tidak mudah, diperlukan kesabaran pemiliknya untuk melatih, tentu saja bahannya memang sudah berbakat. Beberapa cara yang sering dilakukan adalah, membuatnya lebih jinak serta sering memutarkan file MP3 suara Lovebird gacor untuk memancing semangat atau emosi sang unggas yang berasal dari benua Afrika dan Madagaskar ini.

Contoh suara Lovebird gacor dan bunyi ngekek dapat didengar melalui video yang disajikan oleh Channel YouTube GACOR di bawah ini. Diunggah untuk Kicau Mania Indonesia untuk dapat digunakan kapan saja, lakukan mastering pada burung mungil berparung bengkok ini.



Lovebird species murni dari benua Afrika di beberapa negara ada delapan dan stu berasal dari Afrika Timur, kepulauan Madagaskar, jenisnya disajikan pada artikel ini. Kemudian oleh para breeder atau peternak burung, dikawin-silangkan dengan tujuan untuk mendapatkan warna yang berbeda dari trah asli.
Hingga saat ini, di Indonesia dikenal sudah ada sekitar tiga puluh jenis, dengan nama-nama baru.

Sembilan Spesies Murni Lovebird 
  1. Lovebird Muka Salem (Agapornis roseicollis)
  2. Lovebird Topeng (Agapornis personata)
  3. Lovebird Nyasa (Agapornis lilianae)
  4. Lovebird Pipi Hitam (Agapornis nigrigenis)
  5. Lovebird Fischer (Agapornis fischeri)
  6. Lovebird Abisinia (Agapornis taranta)
  7. Lovebird Madagaskar (Agapornis cana)
  8. Lovebird Muka Merah (Agapornis Pullaria)
  9. Lovebird Kerah Hitam (Agapornis Swinderniana) 
 
Lovebird Kerah Hitam, diketahui sangat langka, jika dicari di internet, foto dan gambar dokumentasi serta penampakannya di alam bebas juga semakin sulit ditemukan. Begitu juga dengan literasi digital tentang burung yang satu ini.

Salah satu jenis burung Lovebird berbulu cantik, hasil kawin silang sehingga menghasilkan warna yang sangat jauh berbeda dengan spesies murni dari sembilan nama yang disebutkan di atas.

Burung cinta yang secara alami sering menunjukkan tingkah lucu dan demonstratif, menunjukkan rasa sayangnya kepada pasangan. Mencumbu dan mengelusnya, hal itu dilakukan sesuai dengan insting, membuat nama Lovebird disematkan kepada jenis satwa yang sudah tersebar ke barbagai negara in. Termasuk Indonesia, digemari banyak orang. Mudah kita lihat bertengger di angkar atau aviary di perumahan, pemukiman penduduk di berbagai perumahan di kota.

Makanan utamnya adalah biji-bijian dan buah, usianya dapat mencapai antara sepuluh hingga lima besala tahun. Suara Lovebird gacor dan ngekek panjang serta ngetik menjadi kebanggaan bagi pemiliknya.


Salah satu jenis burung kicau eksotik, endemik Asia, Cucak Ijo yang juga disebut dengan nama Cica Daun, dinamai demikian karena warna bulunya menyerupai warna daun. Pemilik nama ilmiah Chloropsis Sonnerati.

Unggas bersuara merdu ini selain ada di berbagai daerah di Indonesia ditemui di Brunei, Malaysia, Myanmar, Singapura, dan Thailand dengan sebutan Greater Green Leafbird. Jumlahnya di alam bebas di Indonesia, dulu banyak ditemui di Kalimantan (Borneo), Jawa dan Pulau Sumatera saat ini cenderung merosot. Pemikat burung menjadi salah satu ancaman serius bagi kumpulan burung yang cenderung hidup di hutan ini, sangat berbeda dengan Kutilang yang bisa hidup di kota.

 

Burung eksotik pemakan biji-bijian, buah pepohonan dikenal dan digemari pencinta burung berkicau karena volume dan kejernihan suaranya, biasanya mengeluarkan peluit yang terdengar seperti 'chee-zi-chee'.

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) telah memasukkan Cucauk Hijau pada kategori hewan langka dan dilindungi, meminta para pemelihara untuk mendaftarkan dan mengurus izin kepemilikannya.

Hal ini penting dibahmai penggemar burung di Indoensia, Perlindungan jenis cucak hijau sudah disahkan dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. P.106 Tahun 2018 tentang Tumbuhan dan Satwa Dilindungi. Apabila merunut pada Undang-Undang No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya, pemeliharaan burung ini sudah termasuk ke dalam tindak pidana. Dengan konsekuensi terancam hukuman penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp 100 juta.

Bagi Anda yang gemar memikat satwa, sebagian para YoTuber yang mengejar produksi konten, sebaiknya waspada, berikan edukasi kepada masyarakat dan ikutlah melestarikan Cucak Ijo cantik bersuara merdu yang dapat didengar pada channel YouTube GACOR yang disematkan pada artilkel ini.


All rights reserved, Copyright © 2015 www.benhil.net. Powered by Blogger.