Iklan Advertorial

 
Iklan Advertorial

Pembuatan dan Penempatan Iklan Advertorial di Benhil


Benhil, menerima jasa pembuatan dan pemuatan Advertorial dengan berbagai kategori bisnis, memadukan artikel gambar atau foto maupun embedded video dari YouTube.

Konten akan diedit agar SEO (Search Engine Optimization) friendly, serta ditautkan pada artikel yang relevan. 

Jasa advertorial di Benhil, berpotensi tampil pada laman pertama Google atau sangat mudah ditemukan ketika dicari dengan kata kunci tertentu.

Beberapa contoh content marketing, Advertorial yang terpasang pada situs berita Benhil diantaranya dapat dilihat pada tautan link berikut, produk fashion dan layanan jasa payroll (pembukuan) dari Singapore. 

Selain di Benhil, kami juga bisa menempatkan iklan Anda di berbagai media online nasional, baik itu situs mainstream maupun situs berita daring Indonesia pilihan Anda.

 

Hubungi Kami untuk Pemasangan Advertorial


Pengertian Advertorial

Pada era media digital saat ini, seorang penulis konten atau content writer perlu menguasai berbagai jenis tulisan, dari fiksi, jurnalisme, essay, breaking news, copywriting, dan lain-lain. Kemampuan tersebut sangat berguna untuk bersaing dan unggul dalam setiap perubahan.

Hal baru yang perlu dipelajari content writer adalah advertorial, yakni sebuah gaya tulisan tentang jurnalisme namun berisi iklan atau bujukan untuk membeli produk atau layanan tertentu.

Banyak klien suatu media yang meminta memasarkan produknya dalam bentuk iklan advertorial. Jadi seorang penulis atau konten kreator tidak punya alasan untuk menolak permintaan klien tersebut. Kalau tidak, mereka bisa dengan mudah pindah ke media lain.

Oleh sebab itu, sedari awal, kreator perlu menambah kemampuannya membuat konten advertorial, sebagai bagian dari strategi marketing yang kekinian. 

Tulisan berikut ini sangat membantu agar Anda bisa membuat materi iklan advertorial.


Meskipun jenis konten ini sangat efektif untuk pemasaran suatu produk, tapi advertorial juga punya kekurangan dalam dunia digital. Jadi perlu dipahami dengan cermat.

Sebagaimana namanya, advertorial merupakan jenis konten berupa iklan yang membujuk pembaca untuk menggunakan produk atau layanan yang ditawarkan. Konten iklan ini memiliki kemasan yang unik.

Advertorial berasal dari gabungan dua kata, yakni advertising (periklanan) dan editorial (opini redaksi). Untuk membedakan konten advertorial dengan iklan bergambar, maka diciptakan istilah baru yaitu iklan asli.

Konten advertorial bisa berupa artikel, halaman website, atau video kreatif. Pengertian advertorial sendiri adalah konten yang dirancang layaknya produk jurnalistik yang objektif, tapi sebenarnya iklan komersial.

Sebenarnya konten iklan asli ini mengandung informasi bisnis yang bermanfaat dan dibutuhkan audiens agar mereka tidak merasa sedang menyimak iklan. Namun, tujuan utama advertorial adalah tetap untuk memasarkan produk perusahaan, meningkatkan reputasi, atau menyampaikan suatu pesan kepada konsumen.

Jajaran media mainstream yang menulis iklan advertorial perlu memberikan label iklan pada konten tersebut. Dengan begitu, pembaca awam bisa paham tentang isi konten iklan tersebut. Media online nasional seperti advertorial Kompas, Tempo, Detik, The Jakarta Post, Suara.com, Grid.ID, IDN News, Media Indonesia, Liputan6 melakukan itu.

Kenapa Advertorial Diminati

Pengalaman digital (terutama di website dan perangkat seluler) telah membuktikan kalau konten advertorial bisa lebih efektif daripada iklan bergambar konvensional. 

Penelitian yang dilakukan oleh Nielsen menyatakan Advertorial atau iklan asli disimak dua kali lebih banyak daripada iklan banner. Itu berarti pandangan mata konsumen lebih terfokus pada iklan asli (native ads) daripada iklan banner (banner ads).

Dari situ muncul pertanyaan sederhana, apakah masyarakat awam sudah paham kalau advertorial itu iklan, bukan produk jurnalistik dan apa?

Untuk menjawab permasalahan itu dan tujuan penulisan advertorial, banyak sekali tulisan atau panduan informasi bagi masyarakat tentang cara membedakan konten advertorial dan konten lain (jurnalistik atau breaking news) agar mereka tidak rancu. Hal itu menjadi tanggung jawab semua pihak yang berkecimpung di dunia media.

Apabila Advertorial muncul di samping konten reguler publikasi atau sebagai pelengkap, maka akan disematkan tulisan "sponsored" atau "bagian iklan khusus". Untuk menghindari resiko, beberapa media tidak menerima iklan advertorial dalam bentuk apa saja dari klien.

Kemasan Unik Advertorial

Layaknya iklan konvensional, saat media membuat konten advertorial guna mempromosikan produk atau layanan atas pesanan klien, media tersebut perlu memastikan kalau kemasan iklan asli itu telah disesuaikan secara unik bagi konsumen. 

Advertorial yang ditulis oleh majalah hukum atau media hiburan saudah pasti kemasannya  berbeda dengan advertorial korporat di majalah finansial.

Produk advertorial biasanya tidak jauh dari gaya tulisan jurnalistik, baik dari cara penulisan judul, jenis font yang dipakai, lay out, gambar atau ilustrasi maupun animasi. Cara kreator atau penulis menarik perhatian pembaca adalah dengan menyajikan sebuah cerita tentang isu atau ketakutan pembaca, untuk kemudian memperkenalkan sebuah produk atau layanan yang bisa menjadi solusi bagi masalah itu.

Untuk meyakinkan calon konsumen, iklan advertorial bisa dilengkapi dengan statistik, hasil penelitian, dan fakta yang mendukung. Fakta yang tidak berguna atau bertentangan dengan produk tersebut tidak perlu disertakan.

Tujuan konten iklan asli biasanya terdapat di bagian akhir, yakni berupa pesan yang memberi tahu audiens bagaimana dan di mana mendapatkan produk atau layanan jasa itu.

Advertorial Politik

Dari uraian tersebut, kita menjadi sadar kalau sisi menarik dari advertorial seringkali digunakan tidak hanya untuk memasarkan suatu produk atau layanan, tapi juga untuk mempopulerkan sosok politikus serta advertorial pemerintahan. Oleh karena itu, konten itu disebut advertorial politik yang masih merupakan strategi branding.

Hal itu sah-sah saja selama platform jasa advertorial tidak merugikan pihak lain atau tidak berisi kampanye hitam. Toh, masyarakat juga perlu mendapat informasi tentang tokoh-tokoh yang akan mereka pilih pada pemilu atau pilkada.  

Kelebihan dan Kekurangan Advertorial

Seperti telah sedikit disinggung sebelumya, meski memiliki kelebihan, kreator juga perlu waspada dengan kelemahan dari advertorial.

Kelebihannya Adalah:

  1. Advertorial bisa membuat audiens awam menganggap kalau itu konten jurnalistik. Jadi, dengan modal sedikit, kreator bisa menjaring calon konsumen lebih besar.
  2. Konten ini mampu menarik audiens lebih banyak daripada iklan biasa, apalagi jika audiens itu memakai aplikasi pemblokiran iklan. Bahkan, audiens yang aktif bisa membagikan advertorial di media sosial.

Sedangkan Kelemahannya Adalah:

  1. Jika konten iklan asli itu terlalu berlebihan, audiens akan mendapat kesan negatif, baik terhadap produk dan juga medianya.
  2. Media yang dianggap terlalu mengandalkan konten berbayar bisa membuat rancu audiens, yang resikonya akan kehilangan audiens dan klien.
  3. Terutama untuk media online, iklan advertorial bisa dengan mudah dikenali oleh Google, sehingga akan berdampak buruk bagi perusahaan tersebut, jika isi konten missleading. Audiens yang kritis juga bisa melaporkan pada pengelola platform, kalau konten tersebut bertujuan komersial, untuk kemudian admin atau moderator akan mengambil tindakan. Contohnya adalah Wikipedia, Kompasiana.

Silahkan hubungi kami untuk diskusi, termasuk untuk pembuatan konten, dilengkapi dengan image, hingga pemuatan video maupun pembuatan video jika belum punya untuk ditempatkan di kanal YouTube yang dikelola oleh Benhil. 

Selain itu, team SEO kami bersama digital marketing Agency di Jakarta, RAJASEO dapat mengoptimasinya agar konten advertorial perusahaan berpotensi tampil pada laman utama situs pencari, atau lebih mudah ditemukan. 

Kami tawarkan biaya advertorial yang bersahabat, harga lebih terjangkau dengan fitur yang fexibel, hingga penempatan backlink menuju situs resmi atau landing page yang diinginkan. [Benhil]

Contact Form