Showing posts with label Keuangan. Show all posts

Setya Novanto Korupsi

Jakarta, 4/10 (Benhil) - KPK pada 17 Juli 2017 menetapkan Ketua DPR Setya Novanto sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan paket penerapan KTP berbasis nomor induk kependudukan secara nasional tahun 2011-2012 di Kementerian Dalam Negeri.

Akibat tindakan tersebut, Setya Novanto atau Setnov diduga mengakibatkan kerugian negara sekurang-kurangnya Rp2,3 triliun dari nilai pengadaan sekitar Rp5,9 triliun dalam paket KTP-Elektronik (e-KTP) di kementerian tersebut.

Atas perbuatannya Setnov disangka melanggar pasal 2 ayat (1) atau pasal 3 UU No 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Meski tersangka berhasil memenangkan praperadilan atas Komisi Pemberantasan Korupsi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 29 September lalu, akan tetapi upaya KPK untuk menahan ruang gerak pria yang juga menjabat sebagai Ketua Umum DPP Partai Golkar tersebut akan terus berlanjut.

Sikap tersebut dibuktikan KPK yang telah resmi mengajukan perpanjangan permintaan cegah dan penangkalan (cekal) terhadap Setnov dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi KTP-Elektronik.

Kepala Bagian Humas dan Umum Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM Agung Sampurno menyampaikan pihaknya menerima surat cegah dari KPK yang telah ditandatangani oleh Ketua KPK Agus Rahardjo pada 2 Oktober.

Secara garis besar surat tersebut berisi permintaan KPK agar mencegah dan melakukan pelarangan bepergian ke luar negeri terhadap Setnov terkait kasus mega korupsi KTP-Elektronik.

Surat cegah itu berlaku hingga enam bulan ke depan atau akan jatuh tempo pada bulan April 2018, sehingga menggugurkan surat pertama dan digantikan surat terbaru, ujar Agung menambahkan.

KPK sebelumnya telah menyampaikan permintaan cegah untuk Setya Novanto yaitu pada 10 April 2017 dan akan habis masa berlakunya pada 10 Oktober 2017. Ia dicegah dalam kapasitasnya sebaga saksi proyek KTP-E.

Terkait dengan hal tersebut, Wakil Ketua KPK Laode M Syarif menyatakan bahwa pihaknya memang sudah melayangkan surat perpanjangan cekal terhadap Setnov.

Ia menjelaskan, perpanjangan itu dilakukan karena KPK merasa masih banyak membutuhkan informasi dari Setnov sehingga memutuskan memperpanjang pencekalan ke luar negeri terhadap Ketua DPR RI itu.

Artikel Terkait Tentang Kasus Korupsi Setya Novanto:
Sementara terkait Setnov yang sudah keluar dari Rumah Sakit setelah menjalani perawatan selama dua minggu, Syarif mengharapkan yang bersangkutan bisa menghadiri panggilan jika KPK membutuhkan keterangannya.

Dalam kasus ini KPK sudah menetapkan enam tersangka dalam kasus KTP-E, yang terbaru adalah Direktur Utama PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudihardjo yang diumumkan pada 27 September 2017.

Anang Sugiana Sudihardjo diduga terlibat bersama-sama dengan Setya Novanto, Andi Agusitnus alias Andi Narogong, Irman, serta Sugiharto dan kawan-kawan.

Ia diduga berperan dalam penyerahan uang kepada Setnov dan sejumlah anggota DPR melalui Andi Agustinus alias Andi Narogong terkait dengan proyek KTP-E.

KPK menduga Anang membantu penyediaan uang tambahan untuk bantuan hukum Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri sebesar Rp2 miliar dan kebutuhan lainnya terkait dengan proses proyek KTP-E, serta menyiapkan uang sejumlah 500 ribu dollar AS dan Rp1 miliar untuk diserahkan kepada anggota Komisi II DPR Miryam S Haryani.

Cacat Hukum Menangnya Setnov dalam praperadilan di PN Jakarta Selatan juga menuai kontroversi dan pertanyaan, terutama atas keputusan hakim yang terlibat dalam proses pengadilan.

Peneliti Anti Corruption Committee (ACC) Wiwin Suwandi menyatakan bahwa pertimbangan Hakim Tunggal Cepi Iskandar dalam putusan praperadilan Ketua DPR RI Setya Novanto merupakan tindakan yang cacat hukum.

Melalui keterangan tertulisnya di Jakarta, Wiwin menyatakan hakim dalam pertimbangannya menilai alat bukti penetapan Setnov sebagai tersangka diambil dari pengembangan kasus Irman dan Sugiharto.

Ia menilai hakim lupa bahwa kasus Irman dan Sugiharto serta Setya Novanto merupakan satu kesatuan perkara korupsi KTP-E, sehingga memiliki benang merah atau keterkaitan satu sama lainnya.

Penggunaan alat bukti terkait Setnov terhadap tersangka lain dalam satu perkara yang sama adalah hal yang lazim.

Hal ini akan bermasalah kalau alat bukti tersebut diambil dari kasus lain yang tidak memiliki benang merah dalam kasus aquo, ucap Wiwin.

Selanjutnya, penetapan tersangka dalam proses penyidikan bukan soal jarak waktu penerbitan Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) dan penetapan tersangka, tetapi kecukupan alat bukti sebagaimana diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).

Ketika KPK menilai alat bukti sudah cukup dalam menaikkan status Setnov sebagai tersangka, berarti KPK berpegang pada alat bukti, tutur Wiwin menjelaskan.

Oleh karena itu masalah jarak waktu tidak menjadi persoalan karena prosedur penyelidikan dan penyidikannnya sudah dipenuhi termasuk menyampaikan Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP).

Lebih lanjut, Komisi Yudisial juga perlu melakukan pemeriksaan tidak hanya kepada hakim Cepi Iskandar yang menangani praperadilan Setya Novanto, namun juga ketua pengadilan.

Pengamat hukum Universitas Bung Karno Azmi Syahputra menjelaskan, perlunya pemeriksaan terhadap ketua pengadilan karena posisi tersebut merupakan pintu gerbang distribusi penunjukan hakim pemeriksa perkara praperadilan Setnov.

Ada dugaan bahwa hakim Cepi Iskandar memang membangun argumen pertimbangan hukum yang mendalilkan untuk mengabulkan permohonan praperadilan, atau hakim tersebut bekerja karena ada permintaan khusus atau "titipan" perkara dari ketua pengadilan.

Karena, kata Azmi, dalam praktiknya kebanyakan hakim akan sulit menolak jika ada permintaan dari ketua pengadilan dan bisa jadi hakim Cecep (Cepi, red) merupakan tipe hakim yang tidak bisa menolak permohonan pimpinan.

Modus kelicikan pengkondisian hakim yang diciptakan atau "disetting" ini juga harus diungkap sebagai wujud reformasi peradilan, pungkas Azmi.

Dalam praktiknya jika personel hakim sudah dikondisikan sejak awal melalui ketua pengadilan, maka yang terjadi ada tawaran dalam bentuk penerimaan uang atau janji menerima atau ada kepentingan sesuatu yang akan diperoleh.

Azmi menambahkan jika hal itu dapat dibuktikan oleh KY atau pengawal internal MA, maka sejak awal sudah ada tindakan yang disengaja dengan maksud oleh ketua pengadilan untuk mengkondisikan kasus praperadilan itu.

Maka dari itu, subjek-subjek yang terkait dengan putusan praperadilan ini harus diusut dengan teliti dan tuntas, tandasnya.

Penetapan Kembali Direktur Eksekutif Institute for Criminal Justice Reform (ICJR) Supriyadi W Eddyono berpendapat KPK masih bisa menetapkan Setya Novanto sebagai tersangka dalam kasus korupsi proyek KTP Elektronik itu.

Ia menjelaskan, putusan praperadilan tersebut tidak menggugurkan kewenangan KPK untuk kembali menetapkan Setnov menjadi tersangka lagi.

Penetapan tersangka kembali tersebut telah diatur dalam Pasal 2 ayat (3) PERMA No.4 Tahun 2016 tentang Larangan Peninjauan Kembali Putusan Praperadilan.

Sepanjang KPK yakin dan memiliki dua alat bukti sebagaimana diatur dalam PERMA No.4 Tahun 2016, ujar Edi melanjutkan, maka Setnov masih bisa ditetapkan menjadi tersangka.

Pendapat serupa juga disampaikan Peneliti Pusat Studi Hukum dan Kebijakan (PSHK) Miko Ginting, yang menilai peluang KPK untuk menetapkan Setya Novanto kembali sebagai tersangka masih sangat terbuka.

Miko berkesimpulan, sepanjang masih memiliki paling sedikit dua alat bukti yang syah maka KPK masih tetap dan dapat menetapkan Setya Novanto sebagai tersangka.

Hal itu, kata dia, dikarenakan putusan praperadilan Setnov itu menyangkut aspek formil syah atau tidaknya penetapan tersangka terhadap dirinya, bukan aspek substansi apakah dia bersalah atau tidak bersalah.

Mahkamah Agung melalui Kepala Biro Hukum dan Humas Abdullah secara implisit juga menyampaikan kemampuan KPK untuk kembali menetapkan Setnov sebagai tersangka.

Abdullah mengatakan, meski Setnov memenangkan praperadilan namun putusannya tetap tidak menghilangkan perbuatan pidana yang disangkakan.

Esensi praperadilan hanya menentukan keabsahan penetapan tersangka, dan tidak menghilangkan perbuatan pidananya itu sendiri, kata Abdullah melalui pesan singkat yang diterima Antara di Jakarta.

Hal itu disampaikan oleh Abdullah menanggapi kontroversi putusan praperadilan yang diajukan Setnov atas penetapan dirinya sebagai tersangka kasus dugaan korupsi e-KTP oleh KPK.

Dalam Pasal 2 Ayat (3) Perma Nomor 4 Tahun 2016 menegaskan bahwa putusan praperadilan yang mengabulkan permohonan tentang tidak sahnya penetapan tersangka tidak menggugurkan kewenangan penyidik untuk menetapkan yang bersangkutan sebagai tersangka lagi.

Kalau Penyidik telah memenuhi paling sedikit dua alat bukti baru yang syah, berbeda dengan alat bukti sebelumnya yang berkaitan dengan materi perkara, yang bersangkutan bisa dijadikan tersangka lagi, kata Abdullah menerangkan perkara yang pengusutannya licin berbelit bagai "cicak versus belut" tersebut. (Ben/An/RRB)

Jakarta, (Benhil, 29/8/2017) – Untuk memperkuat modal kerja, PT Pegadaian (Persero) akan menerbitkan surat utang atau obligasi dengan target perolehan dana maksimum sebesar Rp 2,5 triliun. Plt. Direktur Utama Pegadaian, Harianto Widodo di Jakarta, Selasa (29/8), mengatakan bahwa dana yang diperoleh dari emisi obligasi itu sekitar 42 persen untuk memperkuat modal kerja, sisanya 58 persen untuk pelunasan atau penurunan pinjaman sebagian utang bank.

"Obligasi menjadi salah satu pilihan perseroan memperkuat modal kerja untuk mendukung pembiayaan jangka panjang," ujarnya.

Ia mengatakan bahwa penerbitan obligasi sebesar Rp 2,5 triliun itu merupakan bagian dari penawaran umum obligasi berkelanjutan (PUB) III dengan target perolehan dana sebesar Rp 6 triliun.

"Ke depan, jika pasarnya bagus maka terbuka kemungkinan bagi perseroan untuk kembali menerbitkan obligasi lagi pada akhir tahun ini atau tahun berikutnya," katanya pada awak media Tagar News.

Harianto Widodo mengemukakan bahwa obligasi yang diterbitkan perseroan itu merupakan tahap I, yang terbagi dalam tiga seri, yakni seri A dengan kisaran kupon ditawarkan 6,45-6,95 persen bertenor 370 hari, seri B di kisaran 7,25-7,75 persen dengan tenor 3 tahun, dan seri C di kisaran 7,45-7,95 persen bertenor 5 tahun.

"Obligasi Pegadaian Tahap I itu memiliki peringkat triple A (idAAA) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Dengan peringkat itu berarti Pegadaian mempunyai kemampuan lebih baik untuk memenuhi kebutuhan jangka panjang dibandingkan obligor lainnya," katanya.

Ia menyampaikan bahwa penilaian itu berdasarkan data dan informasi perusahaan serta laporan keuangan audit tahun buku 2016. Tercatat, Pegadaian membukukan pendapatan sebesar Rp 6,69 triliun, dengan laba bersih sebesar Rp 2,21 triliun pada 2016. Sementara laporan keuangan per Juni 2017, perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp 5,09 triliun, dan laba bersih sebesar Rp 1,16 triliun.

Dalam aksi korporasi itu, Pegadaian menunjuk Bahana Sekuritas, BNI Sekuritas, Danareksa Sekuritas, dan Mandiri Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Proses book building dilakukan pada 29 Agustus 2017 dan persero menargetkan mendapatkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 20 September 2017.

Sementara itu, penawaran umum dari obligasi ini akan dilakukan pada 25-28 September 2017 dan ditargetkan pencatatan di Bursa Efek Indonesia pada 4 Oktober 2017 mendatang. (Ben/Ard)

Pegadaian

Bukalapak

Semarang, 19/8/2107 (Benhil) - Bukalapak, situs pasar jual beli "online" di Indonesia membidik masyarakat Semarang, Jawa Tengah agar semakin banyak yang berinvestasi reksadana melalui fitur yang dimilikinya, yakni BukaReksa.

"BukaReksa adalah fitur reksadana 'online' dari Bukalapak yang sekarang ini telah meraih 35 ribu investor secara nasional," kata Business Development Bukalapak Gahayu Handari di Semarang, Sabtu.

Di Semarang, diakuinya baru terdapat sekitar 700-an investor BukaReksa, tetapi sebenarnya potensi di Kota Atlas itu sangat besar untuk mengajak lebih banyak masyarakat berinvestasi.

Hal itu diungkapkannya di sela "roadshow" edukasi Bukareksa yang merupakan kerja sama Bukalapak, CIMB Principal Asset Management, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang dihadiri para pelapak Bukalapak. Berita terkait dapat juga dilihat disni OJK Optimalkan Peran Pasar Modal.

Gahayu menjelaskan BukaReksa terbagi atas reksadana pasar uang dan pasar uang syariah sehingga masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) bisa berinvestasi secara benar dan aman.

"Target kami, angka secara nasional bisa tercapai 50 ribu investor. Makanya, di Semarang ini kami harapkan bisa terdongkrak 10-20 kalinya dari 700 investor dengan potensi yang dimiliki," katanya.

Yang jelas, Gahayu mengatakan, BukaReksa merupakan produk investasi yang aman, mudah, dan terjangkau, sebab nilai investasi yang ditanamkan minimal hanya sebesar sepuluh ribu rupiah ribu perunit reksadana.

"Secepatnya, fitur BukaReksa akan hadir di aplikasi 'mobile' Bukalapak dengan lebih banyak produk reksadana sehingga masyarakat bisa memiliki banyak pilihan sesuai tujuan investasinya," kata Gahayu.

Dalam investasi reksadana itu, CIMB Principal Asset Management yang menjadi pengelola reksadana, sementara Bukalapak hanya menyediakan gerai untuk berinvestasi bagi pelapak, kalangan UKM, dan masyarakat.

Head of Business Alliance PT CIMB Principal Asset Management, Armi Avianto menjelaskan minat masyarakat terhadap reksadana untuk berinvestasi, khususnya di Indonesia sudah cukup besar.

Saat ini, kata dia, CIMB Principal Asset Management memberikan pilihan produk yang lengkap untuk berinvestasi reksadana yang dapat disesuaikan dengan karakter dan profil dari investor.

"Lewat rangkaian edukasi ini, kami berharap para pelapak di Bukalapak dan masyarakat bisa lebih memahami kinerja reksadana agar dapat memanfaatkannya secara optimal untuk berinvestasi," katanya.

Pada edukasi itu, CIMB Principal Asset Management juga memberikan promo bagi lima puluh investor reksadana yang berinvestasi di BukaReksa berupa unit reksadana sebesar Rp. 25 ribu khusus untuk peserta yang hadir. (Ben/Ant)



Jakarta, (Benhil, 18/8/2017) – Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mengatakan potensi ekonomi kreatif dari Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) terhadap Produk Domestik Bruto mencapai Rp 850 triliun per tahunnya dan mampu menciptakan 15 juta tenaga kerja.



Hal ini disampaikan Agus dalam Pameran Karya Kreatif BI di Jakarta, Jumat (18/8). Dia mengatakan dengan besarnya nilai ekonomi yang diciptakan termasuk elastisitasnya terhadap penciptaan lapangan kerja, ekonomi kreatif dan sektor UMKM perlu menjadi prioritas untuk dikembangkan.

"Itu dari fesyen, kuliner dan itu bisa melibatkan kurang lebih 15 juta tenaga kerja. Saya melihat itu potensi yang besar untuk terus diperbesar," ujarnya.



Pameran Karya Kreatif yang melibatkan 512 pelaku UMKM itu dibuka secara resmi oleh Ibu Negara Iriana Joko Widodo, yang didampingi Istri Wakil Presiden Jusuf Kalla, Mufidah Jusuf Kalla.

 Agus mengatakan pelaku usaha ekonomi kreatif dan UMKM juga banyak terdiri dari perempuan. Di sektor ekonomi kreatif saja, perempuan pekerja mencapai 45 persen dari total jumlah pekerja. 

Sehingga, kata dia, pengembangan ekonomi kreatif juga akan turut meningkatkan pemberdayaan perempuan. 

"Maka itu, besarnya potensi ini masih membutuhkan perhatian dan dukungan berbagai pihak," ujarnya.



Selain itu, di tengah masih derasnya tekanan ekonomi global, kata Agus, sektor UMKM dan produk kreatif juga relatif memiliki ketahanan ekonomi yang kuat. Permintaan ekspor produk UMKM dan ekonomi kreatif terus meningkat. Selain itu, penyerapan tenaga kerja UMKM dan ekonomi kreatif juga turut menjaga pendapatan masyarakat. Oleh karena itu, UMKM diyakini dapat menjadi salah satu sektor penopang stabilitas sistem keuangan dan juga menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru.



"UMKM pun dipercaya memiliki ketahanan ekonomi atau resiliensi yang tinggi, sehingga dapat menjadi penopang bagi stabilitas sistem keuangan," ujar dia.

 Pameran Karya Kreatif BI diselenggarakan pada Jumat-Minggu, 18-20 Agustus 2017 di Balai Sidang Jakarta. Pameran tersebut akan menghadirkan koleksi lengkap seperti produk tenun, ikat dan kain batik serta kerajinan tradisional dari seluruh perajin binaan Bank Indonesia yang tersebar di seluruh Indonesia.



Selain menyajikan koleksi kain dan kerajinan tradisional nusantara UMKM Binaan Bank Indonesia, melalui pameran ini, masyarakat dapat mempelajari tentang seluk beluk UMKM serta kain tradisional melalui berbagai kegiatan diskusi dan bengkel kerja. (Ben/Ard)

Jakarta, (Benhil, 15/7/2017)  - Masyarakat pengguna jalan tol dengan uang elektronik (e-Toll) akan mendapatkan kemudahan mulai 17 Agustus sampai 30 September mendatang. Pasalnya, Bank Indonesia akan memberikan diskon hingga 50 persen selama tanggal tersebut bagi pembeli uang elektronik perdana. 


"Kami, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) dan perbankan, sudah sepakat akan memberikan diskon," kata Deputi Gubernur BI Sugeng dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa (15/8).

Karena didiskon, menurut paparan Bank Indonesia, harga uang elektronik perdana menjadi sebesar Rp 10 ribu.

Sedangkan untuk tarif jalan tol, BPJT akan memberikan diskon 10-25 persen. Namun, BPJT masih mengkaji waktu penerapannya.

Sugeng menambahkan pemberian diskon ini diperlukan untuk bisa mengalihkan kebiasaan masyarakat dari membayar secara tunai menjadi non-tunai. 

Hingga akhir Juni 2017, kata Sugeng, dari total transaksi pembayaran di gerbang tol secara nasional, baru 28 persen yang menggunakan uang elektroik, dengan rata-rata volume 720 ribu transaksi per gerbang tol.

Sementara, untuk pembayaran tol di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek), total transkasi non-tunai sebesar 33,16 persen.

"Ini kita upayakan untuk mengubah kebiasaan, kita juga akan lakukan enforcemen (penegakan). Ini juga kita harapkan mengubah mindset masyarakat," ujar dia.



Dorongan untuk meningkatkan penetrasi transaksi uang elektronik sesuai instruksi Presiden Joko Widodo. Pemerintah dan BI menargetkan pada 31 Oktober 2017, semua pembayaran di jalan di seluruh ruas secara nasional akan membayar uang elektronik atau non-tunai.



Selain memberikan diskon untuk mendorong transaksi non-tunai, Sugeng mengatakan, perbankan dan BPJT juga akan memperbanyak gerai atau loket pengisian saldo uang elektronik (top-up). Pasalnya, kata Sugeng, dari evaluasi saat arus mudik-balik Juni 2017, masyarakat banyak mengeluh mengenai sedikitnya lokasi "top-up".

 "Perbankan akan tambah 30 lokasi 'top-up' dari 21 lokasi 'top-up'," ujar dia.

Ketua BPJT Herry Tz mengatakan upaya lainnya adalah memperbanyak jumlah gardu tol non-tunai. Gardu hibrid merupakan gardu yang bisa menerima pembayaran tunai dan non-tunai. 

BPJT menargetkan proporsi jumlah gardu non-tunai dan hibrid menjadi 70-30.

Saat ini, produk uang elektronik yang bisa digunakan untuk membayar tol baru berasal dari PT. Bank Mandiri Persero Tbk (e-money), PT. Bank Negara Indonesia Tbk (BNI Tapcash), PT. Bank Rakyat Indonesia Persero Tbk (Brizzi), dan PT. Bank Central Asia Tbk (BCA-Flazz). (Ben/Ard)



Bursa Efek Indonesia

Otoritas Jasa Keuangan Optimalkan Peran Pasar Modal Sebagai Sumber Pembiayaan Pembangunan Infrastruktur. 

(Benhil, Jakarta, 11 Agustus 2017).  Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam jumpa pers di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat mengatakan OJK dalam jangka pendek akan fokus pada upaya-upaya untuk:

  • Mendorong efisiensi organisasi dan pemanfaatan anggaran OJK yang diorientasikan untuk mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi utama OJK sebagai pengatur, pengawas, dan melindungi kepentingan konsumen jasa keuangan dan masyarakat.
  • Meningkatkan efektivitas dan kualitas proses pengambilan keputusan termasuk business process sehingga OJK menjadi lembaga yang lebih responsif dan adaptif dengan dinamika industri keuangan di tingkat nasional, regional, maupun global.
  • Memastikan bahwa kerangka regulasi yang sudah ada dan akan ada, serta praktek pengawasan yang diselenggarakan OJK memberikan dampak positif langsung dan kongkret terhadap upaya mewujudkan sistem keuangan nasional yang tumbuh secara berkelanjutan dan stabil; 
  • Meningkatkan kualitas kerjasama dan koordinasi antar lembaga khususnya dengan Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia, serta mendorong kolaborasi konstruktif dan sinergis dengan para pemangku kepentingan guna mewujudkan pasar keuangan yang dalam – likuid – efisien inklusif – dan aman.

Wimboh hadir di BEI dalam rangka jumpa pers Peringatan 40 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia yang jatuh pada 10 Agustus kemarin. Hadir dalam kesempatan itu Anggota Dewan Komisioner/Kepala Eksekutif Pasar Modal OJK Hoesen dan pimpinan SRO  (Self Regulatory Organization) Pasar Modal dari BEI, KPEI dan KSEI.

Khusus untuk bidang Pasar Modal, dalam rangka meningkatkan kontribusi OJK guna mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi nasional, untuk jangka waktu 1 tahun ke depan (Agustus 2017 – Juli 2018) OJK akan memprioritaskan beberapa program kerja berikut:

I.    Sesuai dengan salah satu program ekonomi prioritas Pemerintah saat ini, yakni pembangunan infrastruktur, OJK sangat berkepentingan untuk mendorong dan mempercepat pemanfaatan regulasi pasar modal terkait infrastruktur secara lebih kongkret dan dalam jumlah atau nilai yang signifikan.

Upaya ini telah membuahkan hasil dengan telah dikeluarkannya Pernyataan Efektif untuk penerbitan tiga instrumen pasar modal tepat pada tanggal 10 Agustus 2017 kemarin dengan nilai mencapai Rp 12 triliun yang langsung digunakan untuk membiayai pembangunan infrastruktur jalan tol, bandara, dan ketenagalistrikan.

Prioritas jangka pendek lain yang masih terkait dengan perwujudan dukungan pasar modal untuk pembiayaan pembangunan infrastruktur adalah:

  • Mendorong pemanfaatan instrumen pasar modal untuk pembiayaan infrastruktur lainnya seperti Dana Investasi Infrastruktur berbentuk KIK, Efek Beragun Aset (EBA) termasuk EBA Surat Partisipasi, Dana Investasi Real Estate baik yang konvensional maupun Syariah, Reksa Dana Penyertaan Terbatas, Reksa Dana Target Waktu, Dana Investasi Multi Aset berbentuk KIK.
  • Penerbitan dan penyempurnaan regulasi yang memungkinkan penerbitan instrumen-instrumen pasar modal baru seperti Perpetual Bonds, Infrastructure Bond dan Project Bond guna memfasilitasi pembiayaan pembangunan infrastruktur baik yang telah dalam taraf pengembangan (brown field projects) maupun yang masih dalam taraf awal pembangunan (green field projects).
  • Mendalami isu atau permasalahan lintas sektor keuangan (pasar modal – perbankan – industri keuangan non bank) maupun lintas kelembagaan (OJK – Kementerian Keuangan – Bank Indonesia) yang menghambat atau berpotensi menghambat pertumbuhan instrumen pembiayaan pembangunan infrastruktur nasional melalui pasar modal dari berbagai perspektif seperti dari sisi supply dan demand, harmonisasi aturan dan kebijakan, sistem dan mekanisme perdagangan, keberadaan hedging instruments di pasar uang dan pasar derivatif, serta kemungkinan pemberian insentif atau kebijakan di bidang fiskal maupun akses pembiayaan.

II.    Mendorong pelaku bisnis kecil menengah untuk segera memanfaatkan aturan terkait upaya peningkatan akses pembiayaan Perusahaan Kecil dan Menengah (PKM) melalui pasar modal yang telah diterbitkan (POJK 53/POJK.04/2017 dan POJK 54/POJK.04/2017), yang telah mengakomodir beberapa substansi kemudahan untuk PKM go public sebagai berikut:
  • Mengklasifikasikan PKM menjadi Perusahaan Kecil (PK) dengan aset di bawah Rp50 milyar dan Perusahaan Menengah (PM) dengan aset antara Rp 50 milyar hingga Rp 250 milyar.
  • PK dapat menggunakan Standar Akuntansi Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik.
  • Relaksasi aturan terkait dengan jumlah dan keberadaan beberapa dokumen emisi seperti laporan keuangan, pendapat hukum, representation letter, dan comfort letter.

Kebijakan stimulus lanjutan yang akan disegerakan penerbitannya adalah terkait dengan penyederhanaan kewajiban pelaporan pasca emisi untuk PK dan PM tersebut. Simultan dengan percepatan penerbitan revisi aturan OJK tersebut, OJK Pengawas Pasar Modal akan mendorong Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk segera mempersiapkan regulasi dan infrastruktur perdagangan saham PKM tersebut di pasar sekunder.

Anggota Dewan Komisioner/Kepala Eksekutif Pasar Modal OJK Hoesen mengatakan secara pararel juga akan melakukan pendekatan dialogis dengan kementerian/lembaga pemerintah dan dengan pelaku pasar modal terkait untuk menjamin sustainabilitas pertumbuhan pasar sekunder untuk saham-saham PKM tersebut.

III.    Dalam rangka mewujudkan kemandirian finansial masyarakat (inklusif), OJK akan terus mendorong peningkatan pertumbuhan jumlah investor domestik secara lebih progresif dengan mendorong lembaga jasa keuangan dan individu-individu profesional untuk segera memanfaatkan secara optimal regulasi dan kebijakan yang terkait dengan upaya pendalaman pasar modal, antara lain regulasi yang terkait dengan keberadaan Agen Perantara Pedagang Efek serta Wakil Perantara Pedagang Efek Pemasaran dan Pemasaran Terbatas.

IV.    Sebagai salah satu langkah dalam rangka menjaga stabilitas sistem keuangan melalui penguatan industri pasar modal, OJK akan terus melakukan analisa dan evaluasi atas efektivitas dari beberapa regulasi, kebijakan, dan praktek atau proses bisnis di pasar modal (Regulatory Impacts Assessments and Evaluation) guna untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing industri pasar modal nasional.

Hasil analisa dan evaluasi tersebut diharapkan dapat menurunkan biaya emisi dan penerbitan instrumen-instrumen pasar modal (cost of fund), menyederhanakan proses perijinan dan pendaftaran, mencegah regulatory arbitrage, dan menciptakan kesejajaran perlakuan (level playing field) antar produk keuangan maupun antar pelaku ekonomi yang terlibat di dalamnya.

Dengan menerapkan beberapa Quick Wins tersebut, Wimboh Santoso meyakini bahwa di tahun ke-40 reaktivasinya ini, peran dan kontribusi pasar modal dalam mendukung program-program ekonomi prioritas Pemerintah akan signifikan, serta mempunyai dampak lebih kongkret dalam mendorong pertumbuhan sektor riil di Tanah Air.

Jakarta, 14 Juli 2017 (Benhil), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meluncurkan Revisit Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia (Revisit SNLKI) yang merupakan penyesuaian dari strategi sebelumnya yang telah diluncurkan pada tanggal 19 November 2013 oleh Presiden Republik Indonesia.

Revisit SNLKI ini merupakan pedoman bagi OJK, lembaga jasa keuangan dan pemangku kepentingan lainnya dalam pelaksanaan kegiatan untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat Indonesia sebagaimana Pasal 2 dan Pasal 11 Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 76/POJK.07/2016 tentang Peningkatan Literasi dan Inklusi Keuangan di Sektor Jasa Keuangan bagi Konsumen dan/atau Masyarakat (POJK Literasi dan Inklusi Keuangan).

Anggota Dewan Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Kusumaningtuti S. Soetiono menyampaikan bahwa penyesuaian strategi tersebut diperlukan antara lain karena hasil evaluasi selama tahun 2013 hingga 2016 menunjukkan bahwa kegiatan edukasi keuangan masih perlu ditingkatkan, perkembangan teknologi informasi yang memiliki pengaruh terhadap peningkatan  literasi dan inklusi keuangan, perkembangan produk dan layanan jasa keuangan yang semakin kompleks sehingga diperlukan literasi keuangan masyarakat yang memadai, serta hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan tahun 2016.

Kusumaningtuti menambahkan bahwa indeks literasi keuangan yang sebelumnya sebesar 21,8% pada tahun 2013 meningkat menjadi 29,7% pada tahun 2016. Hal yang sama juga terlihat pada indeks inklusi keuangan tahun 2013 sebesar 59,7% menjadi 67,8% di tahun 2016.

Meskipun indeks literasi dan inklusi keuangan mengalami kenaikan, namun perlu dilakukan akselerasi pencapaian indeks literasi dan inklusi keuangan. kata Kusumaningtuti. 

Menurutnya, akselerasi tersebut bertujuan agar target pencapaian indeks inklusi keuangan sebesar 75% di tahun 2019 dapat tercapai sebagaimana tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2016 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI).

“Dalam Revisit SNLKI terdapat beberapa hal yang tidak terdapat pada SNLKI sebelumnya antara lain informasi terkait literasi dan inklusi keuangan syariah, layanan keuangan digital dan perencanaan keuangan,” kata Kusumaningtuti. Beberapa hal yang membedakan antara SNLKI 2013 dengan Revisit SNLKI diantaranya adalah visi, sasaran, tema prioritas, dan program strategis.

Visi Revisit SNLKI ini adalah mewujudkan masyarakat Indonesia yang memiliki indeks literasi keuangan yang tinggi (well literate) sehingga dapat memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan yang sesuai untuk mencapai kesejahteraan keuangan yang berkelanjutan (financial well being). Masyarakat financial well being adalah masyarakat yang mampu melakukan pengelolaan keuangan dengan baik, memiliki kemampuan dalam berinvestasi serta memiliki ketahanan keuangan. Sementara visi SNLKI 2013 adalah mewujudkan masyarakat Indonesia yang memiliki tingkat literasi keuangan yang tinggi (well literate) sehingga masyarakat dapat memiliki kemampuan atau keyakinan untuk memilih dan memanfaatkan produk dan jasa keuangan guna meningkatkan kesejahteraan.

Sasaran kegiatan literasi dan inklusi keuangan pada Revisit SNLKI semakin luas dengan menambahkan sasaran pemuda, sasaran penyandang disabillitas, masyarakat daerah tertinggal, terpencil dan terluar, TKI dan Calon TKI, petani dan nelayan serta mengubah penyebutan ibu rumah tangga menjadi perempuan. Sementara sasaran pada SNLKI 2013 meliputi ibu rumah tangga, UMKM, pelajar/mahasiswa, karyawan, profesi dan pensiunan.

Tema prioritas pada Revisit SNLKI tidak lagi ditentukan langsung dalam beberapa tahun ke depan namun akan ditentukan oleh OJK berkolaborasi dengan industri jasa keuangan di akhir tahun berdasarkan pada program pemerintah dan hasil evaluasi kegiatan literasi dan inklusi keuangan.

Program Strategis utama dalam kerangka dasar Revisit SNLKI terdiri dari 3 (tiga) program yaitu:
  • Program Strategis 1 Cakap Keuangan
  • Program Strategis 2 Sikap dan Perilaku Keuangan Bijak
  • Program Strategis 3 Akses Keuangan
Sementara pada kerangka dasar SNLKI 2013 terdapat 3 (tiga) pilar utama yaitu:
  • Pilar 1 Edukasi dan Kampanye Nasional Literasi Keuangan
  • Pilar 2 Penguatan Infrastruktur Literasi Keuangan
  • Pilar 3 Pengembangan Produk dan Jasa Keuangan

Selanjutnya ketiga program strategis pada Revisit SNLKI tersebut dituangkan dalam bentuk program inisiatif yang keseluruhannya berjumlah 6 (enam) program inisiatif. Masing-masing program inisiatif diuraikan secara konkrit dalam bentuk rencana kegiatan (core action) yang dapat digunakan oleh lembaga jasa keuangan sebagai dasar dalam penyusunan program literasi dan inklusi keuangan sebagaimana yang telah diatur dalam POJK Literasi dan Inklusi Keuangan.

Penyusunan Revisit SNLKI ini juga mengakomodasi perkembangan konsep literasi dan inklusi keuangan terkini dari berbagai best practises internasional antara lain dari Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), World Bank, Alliance for Financial Inclusion (AFI) dan G20. (Benhil)



Bali, 12 Juli 2017 (Benhil). Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bekerjasama dengan Universitas Udayana Bali meluncurkan Bali Center For Sustainable Finance (BCSF) sebagai upaya untuk menyediakan informasi terpadu mengenai Keuangan Berkelanjutan bagi pemangku kepentingan guna mendukung keberhasilan implementasi program Keuangan Berkelanjutan di Indonesia.

Peluncuran Bali Center For Sustainable Finance di Kampus Universitas Udayana Bali ini dilanjutkan dengan seminar nasional tentang Keuangan Berkelanjutan dengan tema “Sustainable Finance sebagai Instrumen Kunci Pencapaian SDGs”, serta acara closing Pilot Project the First Movers on Sustainable Banking dan sosialisasi POJK Keuangan Berkelanjutan.

Kegiatan ini merupakan implementasi road-map Keuangan Berkelanjutan 2015-2019 yang telah diluncurkan OJK pada Desember 2014 sekaligus sebagai bentuk dukungan kepada pemerintah untuk mendukung pembangunan berkelanjutan. Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad dalam sambutannya mengatakan pembentukan pusat informasi ini merupakan bentuk dukungan menyeluruh dari sektor jasa keuangan untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan yang dihasilkan dari keselarasan antara kepentingan ekonomi, sosial dan lingkungan hidup.

Pendirian Bali center ini didukung pula oleh Kemenristek DIKTI serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Terpilihnya Universitas Udayana Bali sebagai Center for Sustainable Finance dilatarbelakangi Bali sebagai wilayah wisata di Indonesia yang mempunyai kondisi sosial dan lingkungan hidup yang kondusif untuk pengembangan Keuangan Berkelanjutan, serta dukungan penuh dari Pemerintah Daerah dan pemangku kepentingan lainnya untuk inisiatif pendirian Bali Centre for Sustainable Finance ini.

Beberapa Hal Yang Menjadi Tujuan Pembentukan BCSF

Menyediakan sebuah pusat studi dan pembelajaran bagi semua pihak termasuk pelaku industri jasa keuangan, pengambil kebijakan, pelaku usaha pada sektor jasa keuangan, pelaku usaha sektor riil maupun masyarakat dalam melakukan studi/riset/pembelajaran tentang Keuangan Berkelanjutan; Sarana berkumpulnya para ahli dari berbagai bidang studi seperti: ekonomi, bisnis, keuangan, lingkungan hidup, energi, infrastruktur, para praktisi dari sektor jasa keuangan untuk bersama-sama mendiskusikan dan berbagi pengetahuan tentang tantangan serta hambatan dalam implementasi Keuangan Berkelanjutan; Membangun jejaring seluruh pemangku kepentingan dari program Keuangan Berkelanjutan; dan melakukan pilot project yang menghubungkan antara hasil riset akademis, pelaku industri, dan sektor jasa keuangan.

Melalui BCSF ini, Muliaman mengharapkan dikembangkannya publikasi ilmiah terkait Keuangan Berkelanjutan, mengingat research terkait masih sangat terbatas. Tentunya dibutuhkan juga dukungan dari Kemenristek DIKTI untuk membantu publikasi ilmiah pada jurnal Nasional maupun Internasional kedepannya.

OJK dalam waktu dekat akan menerbitkan POJK Tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan Bagi Lembaga Jasa Keuangan, Emiten dan Perusahaan Publik sebagai wujud implementasi dari road-map Keuangan Berkelanjutan. Tujuan POJK ini adalah: Menyediakan sumber pendanaan yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan dan pendanaan terkait perubahan iklim dalam jumlah yang memadai; Meningkatkan daya tahan dan daya saing LJK, Emiten, dan Perusahaan Publik melalui pengelolaan risiko sosial dan lingkungan hidup yang lebih baik dengan cara mengembangkan mengembangkan Produk dan/atau Jasa Keuangan yang menerapkan prinsip Keuangan Berkelanjutan sehingga mampu berkontribusi positif pada stabilitas sistem keuangan;  Mengurangi kesenjangan sosial, mengurangi dan mencegah kerusakan lingkungan hidup, menjaga keanekaragaman hayati, dan mendorong efisiensi pemanfaatan energi dan sumber daya alam; dan  Mengembangkan Produk dan/atau Jasa Keuangan yang menerapkan prinsip Keuangan Berkelanjutan.

POJK Keuangan Berkelanjutan akan diterapkan secara bertahap untuk masing-masing LJK, Emiten dan Perusahaan Publik, yang didasarkan pada perbedaan karakteristik dan kompleksitas usaha LJK, Emiten dan Perusahaan Publik. Disamping itu Otoritas Jasa Keuangan juga menilai kesiapan masing-masing LJK, Emiten Publik untuk menerapkan POJK ini.

Selain itu, beberapa kegiatan dalam rangka mendukung implementasi Roadmap Keuangan berkelanjutan telah dilakukan yaitu program peningkatan awareness kepada Lembaga Jasa Keuangan (LJK) melalui penyelenggaraan training Analis Lingkungan Hidup (TAL) dasar sebanyak 22 angkatan, training Analis Lingkungan Hidup (TAL) tingkat lanjut sebanyak 2 angkatan, dan training of trainers (ToT) sebanyak 3 angkatan.

Dari ketiga macam jenis pelatihan tersebut, telah tersedia 810 pegawai dari Lembaga Jasa Keuangan yang mendapatkan pemahaman mengenai pengelolaan risiko lingkungan dan sosial serta mengenai sektor usaha yang ramah lingkungan. Selain itu, OJK juga telah membuat beberapa panduan program Keuangan Berkelanjutan bagi LJK. yang pembuatannya bekerjasama dengan para ahli dan lembaga terkait, seperti USAID, IFC, UNIDO, GIZ dan WWF.

Kemudian sejak November 2015 OJK telah melakukan pilot project “The First Movers on Sustainable Banking”. Pilot project ini merupakan komitmen dari delapan bank peserta (Bank Mandiri, BRI, BNI, BCA, Bank Artha Graha, BPD Jabar – Banten, Bank Muamalat, dan Bank BRI Syariah) untuk mengimplementasikan prinsip keberlanjutan khususnya dalam menerapkan manajemen risiko sosial dan lingkungan hidup ke dalam proses bisnis. 

Pada saat ini pilot project tersebut sudah terlaksana sesuai jadwal yang telah ditargetkan yaitu 18 (delapan belas) bulan, dengan demikian bersamaan dengan kegiatan hari ini, OJK secara resmi menutup pilot project the First Movers on Sustainable Banking.

Setelah berakhirnya pilot project the first movers on sustainable banking ini, OJK akan meneruskan program pilot project second movers dengan melibatkan seluruh LJK tidak hanya perbankan saja. 

Bali

BPK



Jakarta, 11 Juli 2017, (Benhil). Otoritas Jasa Keuangan menerima secara resmi Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas Laporan Keuangan OJK Tahun Anggaran 2016 yang mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

Laporan hasil pemeriksaan ini diterima Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D. Hadad dari Anggota II BPK RI Agus Joko Pramono di Kantor BPK Jakarta. Muliaman dalam sambutannya mengatakan dengan hasil pemeriksaan opini Wajar Tanpa Pengecualian untuk laporan keuangan tahun 2016 ini, OJK telah meraih opini WTP sebanyak empat kali berturut-turut sejak OJK mulai beroperasi pada 2012.

“Ini merupakan hasil yang baik karena sejak berdiri OJK selalu mendapatkan penilaian audit laporan keuangan yang paling tinggi, itu menunjukkan upaya peningkatan kualitas sistem pengendalian internal dan governance di OJK yang sudah dilaksanakan selama ini telah memberikan kontribusi yang semakin baik bagi peningkatan kualitas laporan keuangan OJK,” katanya.

Menurutnya, berbagai upaya telah dilakukan OJK untuk meningkatkan sistem pengendalian internal dan tata kelola perusahaan di OJK yang merupakan tindak lanjut atas hasil pemeriksaan yang telah dilakukan oleh BPK selama ini. 

Upaya tersebut di antaranya adalah melaksanakan control self assessment untuk level OJK-wide, menyusun mekanisme kerja yang lebih efektif, menerapkan 4DX dalam memonitor proses pengadaan barang dan jasa di OJK untuk tahun 2016, meningkatkan kompetensi pegawai mengenai proses pengadaan barang dan jasa, menyempurnakan kebijakan akuntansi, serta menyempurnakan sistem aplikasi keuangan dan sistem informasi penatausahaan aset OJK.

Muliaman mengharapkan agar ke depan Otoritas Jasa Keuangan tetap mengedepankan unsur transparansi dan good governance dalam setiap kegiatan yang dilakukannya, untuk menuju efisiensi anggaran yang diharapkan. (Benhi)

Ke depan OJK sebagai otoritas di sektor jasa keuangan penting untuk terus meningkatkan efisiensi dan transparansi anggaran, sehingga kinerja OJK semakin dapat dirasakan manfaatnya oleh industri jasa keuangan di Indonesia pada khususnya dan masyarakat luas pada umumnya. ~ Muliaman D. Hadad


Jakarta, 10 Juli 2017, Benhil.  Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada hari ini menerbitkan siaran berita tentang asuransi mikro Indonesia yang tumbuh pesat, meningkat hingga 80% dibandingkan dengan tahun 2015.

Disampaikan, asuransi mikro di Indonesia menunjukkan perkembangan yang menggembirakan dengan nilai premi asuransi mikro per triwulan I 2017 mencapai Rp 278,2 miliar atau meningkat 80 persen dibanding periode yang sama tahun 2015. Sementara dari jumlah peserta asuransi mikro pada triwulan I 2017  tercatat sebanyak 19,4 juta peserta atau meningkat 20,2 persen dibanding triwulan I 2015.

Sejak tahun 2013, OJK telah melaksanakan serangkaian program untuk mendorong pengembangan asuransi mikro, dengan fokus pada sejumlah kegiatan seperti:

    •    Meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai asuransi.
    •    Meningkatkan kapasitas pelaku usaha asuransi.
    •    Mendorong perluasan saluran distribusi asuransi mikro.
    •    Mendorong pengembangan produk yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
    •    Menerapkan pengaturan dan pengawasan yang mendukung pengembangan asuransi mikro.

Selain itu, bentuk kegiatan yang dilakukan antara lain pembuatan grand design asuransi mikro, pembuatan materi edukasi, sosialisasi kepada masyarakat, training of trainer kepada saluran pemasaran potensial, survei, dan pelatihan bagi pelaku usaha.

Sebagai bagian upaya mempercepat perkembangan asuransi mikro di Indonesia, OJK bersama dengan World Bank dan asosiasi industri asuransi pada Senin ini menyelenggarakan kegiatan Pasar Asuransi Mikro Indonesia (PASMINA) 2017 di Jakarta dengan tema “Enhancing Microinsurance to Support Economic Growth Through Stakeholders’ Synergy”. Kegiatan PASMINA 2017 ini sekaligus sebagai upaya kilas balik kegiatan pengembangan asuransi mikro yang sudah digagas mulai tahun 2013.

Accara Workshop akan dikhususkan untuk pelaku industri, guna mempertajam diskusi dan menindaklanjuti gagasan-gagasan yang berkembang dalam seminar internasional. Workshop ini akan dipandu oleh microinsurance expert dari World Bank, ILO, GIZ RFPI Asia dan Asosiasi Industri Asuransi (Benhil).

OJK

Jakarta, 10 Juli 2017(Benhil). Otoritas Jasa Keuangan mencatat perkembangan industri Bank Perkreditan Rakyat (BPR) pada April 2017 tumbuh positif dengan total aset sebesar Rp115,2 triliun atau meningkat 10,18% (yoy). Jumlah BPR saat ini mencapai 1.621 dengan kredit yang berhasil disalurkan sebesar Rp110,9 triliun atau tumbuh 9,95% (year on year) dengan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp95,5 triliun tumbuh 9,8% (yoy).

Terlepas dari kinerja Bank Perkreditan Rakyat yang positif, masih terdapat permasalahan internal yang masih harus dibenahi antara lain permodalan yang masih terbatas, tata kelola (Good Corporate Governance-GCG), kualitas dan kuantitas Sumber Daya Manusia (SDM), biaya dana mahal yang berdampak pada suku bunga, serta produk dan layanan yang belum variatif.

Dari sisi eksternal, tantangan yang dihadapi adalah persaingan yang semakin meningkat. Saat ini segmen mikro dan kecil yang selama ini merupakan target pasar BPR juga dilayani oleh lembaga jasa keuangan lain selain bank seperti Lembaga Keuangan Mikro (LKM), Koperasi Simpan Pinjam, credit union, dan Fintech, sehingga persaingan pada sektor mikro dan kecil menjadi sangat ketat.

Dalam rangka menjawab permasalahan di industri BPR serta tantangan atas persaingan yang terjadi, telah dilakukan penguatan industri BPR melalui penerbitan rangkaian ketentuan oleh OJK yang memperkuat pengaturan kelembagaan, prudential banking, teknologi informasi, manajemen risiko & tata kelola (GCG), dan kegiatan usaha yang sesuai dengan kapasitas permodalan BPR, serta kajian pengembangan produk dan layanan serta strategi branding BPR. Kajian yang dilakukan sejalan dengan ketentuan-ketentuan yang dikeluarkan sebelumnya oleh OJK guna penguatan internal BPR. 

Kajian tersebut meliputi kajian pengembangan produk dan layanan BPR yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat yaitu produk dan layanan BPR berbasis jasa dan teknologi informasi, pengembangan produk tabungan sesuai siklus kehidupan, generic model skim kredit di sektor produktif. Dari sisi bisnis, pengembangan produk dan layanan tersebut perlu didukung dengan strategi branding BPR untuk mendorong image BPR yang positif dan profesional, sehingga lebih dikenal di masyarakat dan mampu menghadapi persaingan yang ada.

OJK menyelenggarakan seminar dalam rangka diseminasi hasil kajian yang dihadiri oleh Asosiasi BPR dan perwakilan BPR. Seminar Pengembangan Produk dan Layanan BPR serta Strategi Branding BPR tersebut dibuka oleh Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman D. Hadad.

Dalam seminar tersebut dipaparkan beberapa produk dan layanan BPR diantaranya skim kredit untuk sektor pertanian dan peternakan, produk tabungan sesuai kebutuhan pada setiap fase hidup manusia (tabungan kelahiran, pendidikan, pernikahan dstnya) serta produk yang berbasis jasa keagenan dan produk berbasis TI. Untuk membangun image positif BPR, produk dan layanan yang bervariasi tersebut perlu didukung pula dengan strategi branding BPR yang tepat sehingga terdapat identitas logo, tagline maupun road-map transformasi branding BPR guna mewujudkan industri BPR yang modern dan profesional ke depan.

Dalam kesempatan yang sama juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman antara Perbarindo dengan PT. Asuransi Jasa Indonesia dalam rangka kerjasama asuransi umum terkait kredit pada sektor pertanian dan peternakan. Perbarindo selaku asosiasi industri BPR juga telah menyampaikan deklarasi sebagai bentuk komitmen industri BPR untuk terus mengembangkan perekonomian di sektor mikro kecil. 

Ketua Dewan Komisioner OJK pada seminar tersebut menegaskan bahwa dengan penguatan kelembagaan dan pembenahan internal, produk dan layanan yang bervariasi dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat disertai dengan strategi formulasi branding, BPR akan mendapatkan tempatnya di hati masyarakat dan memenangkan persaingan. Secara prinsip, pasar mikro dan kecil masih terbuka luas bagi BPR untuk berkembang dan meningkatkan kinerjanya di masa mendatang.
Selanjutnya hasil kajian diserahkan kepada industri melalui asosiasi BPR (Perbarindo) untuk dikembangkan dan diterapkan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan industri.

Dengan adanya sinergi dan kolaborasi antara OJK, asosiasi, praktisi industri, serta pihak-pihak terkait lainnya, diharapkan penguatan industri dan daya saing BPR dapat diwujudkan. (Benhil).


Otoritas Jasa Keuangan


Jakarta, 6 Juli 2017. Otoritas Jasa Keuangan terus mengembangkan program literasi keuangan ke berbagai kalangan dengan memperbarui materi buku literasi keuangan tingkat SMA melalui versi elektronik dan menerbitkan buku literasi keuangan untuk segmen profesional dan pensiunan.

“OJK akan terus berupaya menyediakan materi literasi keuangan yang sesuai dengan kebutuhan berbagai lapisan masyarakat agar dapat membentuk masyarakat yang cerdas keuangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Anggota Dewan Komisioner OJK bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Kusumaningtuti S Soetiono saat peluncuran buku tersebut di Jakarta, Kamis.

Buku “Mengenal Otoritas Jasa Keuangan dan Industri Jasa Keuangan” tingkat SMA (kelas X) sebelumnya telah diterbitkan pada tahun 2014, dan sejak bulan Juni 2016 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI telah menetapkan materi mengenal lembaga jasa keuangan sebagai bagian dari kompetensi inti dan kompetensi dasar pada Kurikulum 2013 (K-13) untuk tingkat SMA.

Sebagai materi wajib dalam K-13, buku tersebut perlu dimiliki oleh seluruh siswa tingkat SMA, sehingga untuk meringankan biaya pencetakan dan distribusinya, OJK berinisiatif membuat buku versi elektronik atau e-book sehingga bisa lebih mudah dan murah mengakses dan mendapatkan  materi buku tersebut.

Cakupan materi dalam buku tersebut antara lain adalah pengenalan OJK, Perbankan, Pasar Modal dan Industri Keuangan Non Bank (termasuk Perasuransian, Lembaga Pembiayaan, Dana Pensiun, dan Pergadaian). Adapun dalam edisi terbaru tahun 2017 telah ditambahkan dengan materi perpajakan sebagai wujud kerjasama OJK dengan Direktorat Jenderal Pajak, Kementerian Keuangan RI.

“Versi e-Book ini didesain secara apik dengan konsep audio visual yang memiliki fungsi audio, video, dan gambar animasi yang mendukung konten buku serta disesuaikan dengan tema pada masing-masing bab, sehingga memiliki tampilan yang lebih menarik dari versi cetaknya,” kata Kusumaningtuti.

Selain menarik dan ramah lingkungan karena tidak perlu biaya cetak, pemanfaatan versi e-Book ini juga sangat praktis dan mudah dibawa, karena dapat langsung diakses dan disimpan pada PC, notebook, smartphone, tablet, maupun perangkat elektronik lainnya. Upaya ini merupakan langkah OJK dalam mengikuti perkembangan informasi teknologi yang begitu pesat di Indonesia.

Selain upaya peningkatan literasi pada jenjang edukasi formal, OJK bersama dengan industri keuangan juga berupaya meningkatkan literasi keuangan masyarakat melalui penyediaan materi literasi keuangan berupa buku yang kontennya lebih bersifat umum dan praktis untuk berbagai segmen, antara lain segmen profesional dan pensiunan. Buku-buku tersebut terdiri dari pengetahuan praktis tentang perbankan, pasar modal, perasuransian, pembiayaan dan dana pensiun.

Buku literasi keuangan tersebut disusun berdasarkan standar core-competency dari Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) untuk kelompok profesional dan pensiunan, menggunakan bahasa yang ringan dengan contoh-contoh yang lekat dengan kehidupan sehari-hari, dengan tetap mengedepankan aspek manfaat dan risiko, hak dan kewajiban, biaya-biaya, mekanisme perolehan produk, serta cara mendapatkan produk dan layanan jasa keuangan.

Buku-buku dimaksud diharapkan dapat membantu masyarakat khususnya para profesional dan pensiunan dalam memahami, memilih, dan menggunakan produk serta layanan jasa keuangan yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing.

Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) kedua yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada tahun 2016 menunjukkan indeks literasi keuangan sebesar 29,66% dan indeks inklusi keuangan sebesar 67,82%.

Angka tersebut meningkat dibanding hasil SNLIK pada 2013, yaitu indeks literasi keuangan 21,84% dan indeks inklusi keuangan 59,74%. Dengan demikian telah terjadi peningkatan pemahaman keuangan (well literate) dari 21,84 persen menjadi 29,66 persen, serta peningkatan akses terhadap produk dan layanan jasa keuangan (inklusi keuangan) dari 59,74 persen menjadi 67,82 persen.

SP 75/DKNS/OJK/VII/2017
SIARAN PERS
OJK LUNCURKAN BUKU LITERASI KEUANGAN UNTUK SMA VERSI ELEKTRONIK SERTA BUKU LITERASI KEUANGAN BAGI PROFESIONAL DAN PENSIUNAN

Informasi lebih lanjut:
Agus Sugiarto, Kepala Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan. Telp. 021.2960000. Email: agus.sugiarto@ojk.go.id Website: http://sikapiuangmu.ojk.go.id

Kita tentu sudah kerap mendengar mengenai asuransi perjalanan. Biasanya, kita menggunakan asuransi jenis ini untuk melindungi diri dari berbagai resiko yang mungkin terjadi saat liburan di dalam maupun luar negeri. Lalu, bagaimana dengan perjalanan umroh dan haji yang juga mengharuskan para jamaahnya untuk ke luar negeri bahkan dengan persiapan yang lebih spesifik bila dibandingkan dnegan liburan biasa? Tentunya para jamaah umroh dan haji juga perlu melindungi dirinya dengan menggunakan asuransi perjalanan.

Kini telah banyak perusahaan asuransi yang menyediakan asuransi perjalanan khusus umroh dan haji yang berbasis syariah. Produk asuransi jenis ini akan membantu Anda untuk melakukan perencanaan tahapan dana guna terlaksananya ibadah umroh atau haji. Untuk melakukan umroh atau haji memang perlu persiapan dana yang tidak sedikit. Namun tak perlu khawatir, Anda dapat mempercayakan perencanaan biaya haji Anda dengan asuransi yang berbasis syariah ini.

Cara kerjanya adalah dengan menentukan target biaya haji berdasarkan perhitungan asumsi kenaikan dan inflasi di waktu kedepan. Selanjutnya akan dibentuk skema dari tahapan pembayaran biaya haji untuk masa tunggu yang telah ditentukan. Tahapan pembayaran ini bersifat fleksibel dengan didasarkan dari kemampuan finansial nasabah sehingga tidak memberatkan nasabah.

Manfaat dari asuransi perjalanan umroh dan haji tidak jauh berbeda dengan asuransi perjalanan lainnya, hanya saja lebih terkonsep dan fokus pada perjalanan umroh dan haji, diantaranya adalah:

Sesuai dengan Kebutuhan
Seluruh perencanaan dan target pembiayaan ibadah umroh atau haji disesuaikan dengan keuangan nasabah dan masa tunggu haji. Dengan begitu, Anda tidak akan menghamburkan uang sebelum saatnya. Hal ini sangat penting karena uang tersebut bisa dialokasikan ke tabungan untuk keluarga selama Anda melakukan perjalanan umroh dan haji.

Perlindungan Diri dan Tabungan
Dengan menggunakan asuransi berbasis syariah semacam ini, Anda mendapatkan 2 manfaat sekaligus, yaitu  melindungi diri dari resiko selama perjalanan umroh dan haji serta tabungan berjangka yang difokuskan untuk kedua ibadah tersebut. Anda tidak perlu lagi khawatir tentang keselamatan diri sekaligus ‘keselamatan’ kondisi keuangan Anda untuk pergi beribadah ke tanah suci.

Perlindungan Rumah
Ketika Anda tengah melakukan perjalanan umroh atau haji, rumah yang Anda tinggalkan tak luput dari bencana alam maupun incaran orang-orang yang berniat jahat. Pastikan Anda mendapat santunan apabila hal buruk terjadi selama Anda melakukan perjalanan umroh dan haji. Jangan sampai, sepulang dari perjalanan ibadah justru dibuat pusing dengan adanya musibah.
   
Selebihnya, manfaat yang akan didapat oleh nasabah asuransi perjalanan berbasis syariah ini hampir sama dengan asurnasi perjalanan luar negeri lainnya, yaitu : Jaminan cacat permanen akibat kecelakaan, rawat inap karena sakit atau kecelakaan, santunan asuransi jiwa apabila nasabah meninggal dunia saat melakukan umroh atau haji, evakuasi medis, penggantian kehilangan bagasi, perbaikan kerusakan bagasi, penjaminan keterlambatan penerbangan dengan batas tunggu yang ditentukan, dan banyak lagi.

Dengan manfaat yang telah dijelaskan diatas, Anda tak perlu ragu lagi untuk segera mempersiapkan perjalanan umroh dan haji sejak dini dengan asuransi perjalanan berbasis syariah. Selain itu, baik juga untuk dipelajari tentang asuransi jiwa yang diperkenalkan oleh salah satu perusahaan asuransi jiwa terbaik di Indonesia, AXA Mandiri.

Umroh

No pain, no gain. Artinya, tidak ada keuntungan tanpa dibarengi risiko yang setimpal. Begitupun dengan perdagangan. Tentunya, selalu ada risiko di balik keuntungan yang dapat diperoleh. Namun, bukan berarti risiko tidak dapat diminimalisir dan dikelola. Dengan mengelola cara dan jenis trading, maka Anda dapat pula mengelola seberapa besar risiko yang membayangi transaksi Anda. Dalam trading binary options, ada beberapa jenis strategi yang dikategorikan berdasar tingkat risiko yang mungkin terjadi. Strategi ini dapat Anda pilih sesuai dengan tujuan Anda, apakah untuk melindungi modal yang Anda keluarkan atau untuk memperoleh keuntungan semaksimal mungkin. Disajikan oleh Blog Berita Bisnis Indonesia.

1.    Strategi Low Risk
Strategi ini tepat bagi pemula dalam melakukan trading atau trader yang menjadikan trading sebagai sekadar pemasukan sampingan. Strategi ini lebih bertujuan untuk melindungi modal yang ada daripada mengharapkan keuntungan yang besar. Tentu saja, mengimbangi risiko yang rendah, profit yang diperoleh juga tidak akan terlalu besar. Dalam trading binary options, strategi ini dapat dilakukan dengan menginvestasikan sedikit modal daripada mempertaruhkan jumlah yang besar, yang bisa menyebabkan Anda kehilangan sebagian besar modal Anda. Anda juga dapat memilih jenis trading dengan risiko rendah, seperti high/low options. Untuk mencapai tujuan ini, Anda bisa menentukan jumlah trading yang akan Anda lakukan. Misal, Anda dapat berhenti melakukan trading setelah memperoleh 10 kali profit atau setelah 4 kali loss. Dengan menetapkan tujuan seperti ini, Anda juga bisa belajar untuk mengendalikan emosi ketika trading.

2.    Strategi Medium Risk
Apabila trader berharap untuk memperoleh keuntungan lebih banyak, tetapi belum berani mengambil risiko yang lebih besar, trader dapat memilih strategi-strategi dengan risiko yang medium. Dalam trading binary options, Anda lebih baik memperhatikan presentase kemenangan Anda karena tidak mungkin memenangkan semua trading. Kalau Anda menginginkan keuntungan yang lebih banyak, Anda dapat menggunakan time frame yang lebih pendek sehingga Anda lebih mudah melihat sinyal untuk mulai bertransaksi. Selain itu, Anda juga dapat bertransaksi lebih banyak dalam jangka waktu yang Anda inginkan. Dalam strategi medium risk, disarankan untuk berhenti setelah 30 kali profit atau setelah 10 kali loss.

3.    Strategi High Risk
Apabila Anda telah berpengalaman dalam jenis trading binary options, Anda bisa menempatkan lebih banyak modal untuk memperoleh return profit yang lebih tinggi. Sebagian trader menganggap bahwa loss pada trading sebagai kegagalan pribadi, tentu saja trader dengan karakter ini tidak cocok untuk strategi high risk. Sebaliknya, ada pula trader yang lebih terfokus pada keuntungan, sehingga beberapa kali loss tidak menjadi masalah selama keuntungannya masih jauh lebih besar. Bagi trader seperti ini, strategi high risk lebih sesuai bagi mereka.

Namun, strategi high risk ini tentunya membutuhkan pengalaman dan keahlian dalam menganalisa yang lebih dalam. Maka, kemampuan trader menjadi penting agar sukses dalam jenis trading yang berisiko tinggi, misalkan menggunakan jenis trading one touch options. Profit yang dapat Anda kantongi dengan trading jenis ini bisa mencapai 200%-500%, tetapi tingkat keberhasilannya juga tidak tinggi. Perlu analisa yang mendalam untuk bertransaksi dengan jenis trading ini.

Binary Options

Dalam bertransaksi di pasar terbuka, seperti pasar saham atau forex, banyak jenis-jenis trading yang bisa dilakukan. Hal ini karena masing-masing jenis trading punya keunggulannya sendiri, bisa karena return profit yang lebih tinggi, bisa juga untuk meminimalisir kerugian. Apapun alasan yang dimiliki trader untuk memilih satu jenis trading, yang terpenting adalah mengenal dengan jelas seluk-beluk seputar trading tersebut sebelum memutuskan untuk menggunakan jenis trading tertentu.

Begitupun dengan trading binary options yang semakin digandrungi di masyarakat. Trader tidak bisa memilih trading jenis ini hanya karena tren yang ada. Apalagi, trading juga berkaitan dengan karakter trader sendiri, maka pemilihan jenis trading juga harus sesuai dengan trader.

Cara melakukan trading dengan high/low options sebenarnya cukup sederhana. Trader hanya perlu melihat pergerakan nilai dan memprediksi apakah harga akan naik atau turun. Kalau harga diprediksi naik, maka trader cukup memasang order call dan apabila trader memprediksikan harga akan turun, trader dapat memasang order put. Yang perlu diperhatikan adalah pada trading dengan binary options adalah Anda juga harus menetapkan jangka waktu untuk memasang order Anda. Hal ini disebut dengan expiry time. Apabila expiry time ini telah berakhir, maka order tidak bisa lagi dipasang, kecuali, Anda memperpanjang expiry time dengan menaruh tambahan modal Anda pada transaksi.

Sebagai contoh, trader menempatkan modal sebesar USD100 pada platform yang telah dipilih. Harga pasar bergerak naik dan mencapai angka 2.31120. Anda dapat menggunakan angka tersebut sebagai harga acuan (strike price). Dengan ketentuan return profit sebesar 80%, trader memprediksikan bahwa harga akan naik melebihi harga acuan pada jangka waktu 30 menit. Tetapkan expiry time sebesar 30 menit, lalu pasang order call. Apabila expiry time berakhir dan harga pasar lebih tinggi dari harga acuan, maka trader akan memperoleh keuntungan sebesar USD 180. Sebaliknya, kalau harga tiba-tiba mengalami bouncing dan menurun hingga expiry time berakhir, maka modal sebesar USD100 yang telah dipasang akan hangus.

Dalam memprediksi fluktuasi harga pasar ini, Anda butuh instrumen trading yang akurat. Maka, Anda perlu memperhatikan platform trading yang akan Anda gunakan. Beberapa platform dapat menganalisa pergerakan harga pasar dengan lebih akurat, sehingga kemungkinan Anda memperoleh keuntungan juga lebih besar. Selain itu, masing-masing mempunyai instrumen dan pelayanan yang berbeda-beda. Bahkan, pemberian nama dan pengertian mengenai berbagai jenis trading juga bisa berbeda-beda. Misalkan saja, trading high/low options di Binary.com disebut dengan rise/fall.

Kelebihan dari trading binary options adalah kerugian yang sesuai dengan modal, jadi Anda tidak perlu was-was dengan kemungkinan risiko yang lebih besar daripada modal yang Anda keluarkan. Apabila Anda menaruh modal sebesar USD 100, maka apabila prediksi Anda tidak tepat, maka kerugiannya tepat sebesar modal yang Anda taruh, yaitu USD 100. Namun, apabila prediksi Anda tepat, keuntungan yang Anda peroleh bisa mencapai 50%-80%.


Binary Options



Kunci sukses seorang trader sangat ditentukan oleh cara berpikirnya. Jika persepsi psikologi trading anda salah, maka anda tidak akan menghasilkan hasil yang anda inginkan. Tetapi sayang banyak trader yang telah mengabaikan hal tersebut dan kurang menyadari, bahwa dengan cara berpikir yang benar akan membawa sukses dalam trading. Sebaik apapun strategi yang anda terapkan, tapi tanpa psikologi trading yang benar maka anda akan sulit mencapai hasil yang diharapkan. Sukses dalam trading binary options adalah hasil akhir yang setiap trader ingin mendapatkannya dan kebiasaan merupakan hasil akhir dari psikologi trading. Berikut kami sajikan tips trading binary option berdasarkan psikologi, antara lain:

Ekspektasi Realistis
Anda harus menggunakan ekspektasi yang realistis terhadap trading forex, contohnya anda tidak harus keluar dari pekerjaan dan beralih ke bisnis trading forex dengan ekspektasi profit yang cukup besar setiap bulannya. Cara seperti itu kurang bijaksana dan disebut sebagai ekspektasi yang berlebihan. Selain itu terlalu sering membuka posisi (over-trade) dan menerapkan leverage yang terlalu tinggi, untuk memperoleh profit yang besar dalam waktu yang singkat, tanpa menerapkan manajemen resiko yang sesuai.

Kesabaran
Kesabaran merupakan salah satu faktor utama dalam bisnis trading. Trader yang berpengalaman tahu bahwa hanya dengan beberapa kali melakukan trade dalam sebulan bisa menghasilkan profit yang memadai, dan dalam jangka panjang akan dicapai hasil trading yang konsisten.  Kesabaran akan mendorong anda dengan kebiasaan trading yang positif, sementara cara emosional menyebabkan anda menggunakan kebiasaan negatif dalam trading.

Analisa Pasar dan Rencana Trading
Sebelum anda merencanakan untuk membuka posisi trading, seharusnya anda sudah mempunyai catatan analisa kondisi pasar, trading plan atau catatan semua hasil serta evaluasi trading anda. Semakin matang anda merencanakan trading berdasarkan pemahaman pada catatan tersebut, maka semakin tinggi pula probabilitas profit anda.  Jurnal trading penting untuk mengevaluasi hasil trading yang telah anda lakukan, untuk memonitor sejauh mana anda benar-benar disiplin dalam menerapkan metode trading dan menjalankan rencana yang telah anda tetapkan.

Metode Trading
Trader yang berpengalaman selalu memberi nasehat, supaya jangan menggunakan uang asli apabila anda belum mempunyai metode trading yang dapat anda percaya dan telah teruji. Karena keraguan akan membentuk cara berpikir yang negatif dalam melakukan trading. Belajarlah membentuk cara berpikir yang profitable dalam account demo terlebih dahulu dan pilih metode trading yang efektif serta telah teruji. Hindari masuk pasar dengan cara gambling, apabila anda memang ragu dan usahakan selalu mengacu pada metode trading anda.

Demikian beberapa tips trading binary options berasarkan psikologi yang bisa anda terapkan. Tidak hanya memburu keuntungan yang besar, tetapi anda juga harus mengetahui strategi dalam menjalankan trading dengan lebih baik.

Seiring perjalanan, sangat tidak terasa pada hari Jumat, 14 Agustus 2015 di gedung JDC (Jakarta Design Center), Jakarta Barat, CPSSoft meluncurkan ACCURATE Accounting Software V 5 sebagai bentuk komitment jangka panjang perusahaan piranti lunak yang menghususkan diri memproduksi program akuntasi di Indonesia. Acara peluncuran digelas sekaligus dengan mengadakan workshop bagi para reseller dan pelanggan setia ACCURATE.

Penyempurnaan ini tidak akan pernah berhenti. Mengantisipasi perkembangan teknologi yang sangat dinamis, beradaptasi dengan baik, sekaligus memutakhirkan fitur untuk memudahkan penggunanya. Salah satu keunggulan versi terbaru ini adalah dapat melakukan sinkronisasi dengan e-faktur yang sering digunakan untuk aplikasi pajak guna menyetorkan PPN (Pajak Pertambahan Nilai) dan PPH-23

ACUURATE Accounting Software V 5 secara online dipasarkan oleh situs www.AKUTANSI.net, memudahkan pelanggan untuk melakukan pemesanan online, termasuk memperkenalkannya lewat internet kepada calon pelanggan yang sedang mencari aplikasi pembukuan yang dapat diandalkan untuk berbagai jenis kategori bisnis. Mulai dari berbagai ragam toko retailer, hingga toko online. Para distributor, kontraktor hingga pabrikasi dan pelaku niaga penyedia layanan jasa profesional.

Bagi pelau usaha yang sedang atau mau melakukan komputerisasi pembukuan, kami merekomendasikan piranti lunak ini. Selain mudah digunakan, pengalaman panjang selama 15 tahun menjadi gambaran bentuk komitmen yang kuat menjadikan aplikasi ACCURATE sebagai program akuntansi terbaik di Indonesia.

http://www.akutansi.net/software-accounting/

Selain itu kerjasama yang terjalin baik dengan berbagai kampus di beberapa perguruan tinggi, STIE (Sekolang Tinggi Ilmu Ekonomi), SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) menjadi tempat pelatihan yang sistimatis dan baik untuk melepas mahasiswa atau siswa siap bekerja pada lebih dari 80 perusahaan di Indonesia yang telah menggunakan ACCURATE Accounting Software.
All rights reserved, Copyright © 2015 www.benhil.net. Powered by Blogger.