Showing posts with label Nabire Baru. Show all posts

Sebagai umat yang beragama, membangun hubungan yang baik antar sesama adalah hal yang dianjurkan. Selain itu melakukan pendekatan kepada Sang Pencipta dengan melakukan ibadah dan berdoa adalah kewajiban setiap manusia kepada Tuhan-nya. Begitu juga dengan kesibukkan sehari-hari dalam beraktivitas, haruslah diselingi dengan pendekatan diri kepada Tuhan agar mendapatkan ketenangan hidup di dunia ini.

Hal itu jugalah yang dilakukan oleh segenap karyawan PT. Nabire Baru bersama masyarakat setempat, dengan dukungan perusahaan dan berbagai pihak baik pemuka agama maupun tokoh adat setempat untuk melakukan berbagai kegiatan keagamaan yang ada di lingkungan perusahaan di Kabupaten Nabire Papua.

Salah satu contoh kegiatan yang pernah dilakukan oleh PT. Nabire Baru adalah dilaksanakannya kegiatan penyegarahan Rohani oleh Kelompok Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Paroki Kristus Sahabat Kita Nabire yang bertempat di Pembibitan PT. Nabire Baru. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan KB, beberapa perwakilan karyawan PT. Nabire Baru dan juga masyarakat setempat.

Kegiatan ibadah di Gereja Kingmi Yaro II (Kampung Jaya Mukti) juga rutin dilakukan tiap minggunya dan tak jarang dihadiri oleh CSR Staff dan Act HR Manager PT. Nabir Baru serta dipimpin oleh pendeta Gereja yang merupakan karyawan harian (BHL) di PT. Nabire Baru tersebut. Sebagai contoh Minggu, 25 Agustus 2013, CSR Staff dan Act HR Manager Bpk. Parulian Siahaan mengikuti kegiatan Ibadah di Gereja tersebut.

Tujuan dari kegiatan ibadah pada saat itu adalah :
1.    Meningkatkan keimanan dan ketaqwaan
2.    Membangun hubungan yang baik antara manajemen perusahaan PT. Nabire Baru dengan karyawan dan masyarakat sekitar perusahaan.
3.    Melakukan sosialisasi tentang program CSR yang sudah dilakukan di masyarakat
4.    Melakukan pemetaan tokoh kunci di masing-masing gereja

Kegiataan keagamaan bukan hanya bentuk tanggung jawab perusahaan saja, melainkan bentuk tanggung jawab bersama untuk menciptakan hubungan yang baik antar sesama juga mendekatkan diri tiap-tiap individu kepada Tuhan-nya.

Dengan adanya rangkaian keagamaan yang dilakukan oleh PT. Nabire Baru beserta masyarakat setempat, menandakan bahwa antusias masyarakat setempat masih tinggi dalam menjalankan ibadahnya, serta membangun hubungan yang baik  melalui culture dan religiius merupakan hal yang tak dapat terpisahkan dalam kehidupan sehari-harinya. Kegiatan CSR lain yang pernah dilakukan diantaranya disajikan juga di BENHIL, artikel bertajuk PT Nabire Baru Melakukan Pengobatan Ibu Hamil dan Bayi.

Komitmen dan pencapaian inilah yang terus ingin dijaga dan dibina oleh PT. Nabire Baru  selaku perusahaan yang berada ditengah-tengah ruang lingkup masyarakat setempat. Selanjutnya berbagai rangkaian keagamaan dan kebudayaan masih terus dilakukan dan dikembangkan bersama oleh PT. Nabire Baru dan masyarakat setempat serta pemuka agama maupun tokoh adat setempat.

CSR Nabire Baru di Papua

Nabire (Benhil, 27/03/2017), PT. Nabire Baru melakukan pengobatan ibu hamil dan bayi yang bekerja sama dengan petugas puskesmas Kaladari. Pelayanan Pengobatan dipusatkan di gedung klinik kesehatan PT. Nabire Baru. Kegiatan ini dilakukan untuk mengetahui kondisi ibu hamil setiap bulannya sehingga mereka bisa dengan mudah memeriksa kesehatan kehamilannya dengan mudah dan teratur.

Kita ketahui sendiri bahwa kecerdasan anak dibentuk ketika ia masih berada didalam kandungan. Pada tahap tersebut, kehidupan bayi sangatlah penting karena kecerdasan dan kepribadiannya sedang dibentuk. Ada hal-hal serius yang dapat mempengaruhi pertumbuhan bayi, terutama pada perkembangan otaknya. Maka itulah diperlukan pemeriksaan secara berkala saat ia masih berada di janin sang ibunya.

Pemeriksaan berkala yang dilakukan oleh petugas kesehatan juga tidak mesti dilakukan di puskesmas maupun rumah sakit. Terlebih lagi jika jarak untuk menuju kesana diperlukan waktu yang cukup lama. Maka sebaiknya dibangun klinik kesehatan yang bisa dikelolah oleh berbagai kalangan baik swasta maupun pemerintah. Seperti halnya dengan klinik kesehatan yang dibangun oleh PT. Nabire Baru ini contohnya. Klinik kesehatan ini secara rutinnya melakukan pengobatan ibu hamil dan bayi secara gratis.

Walaupun sudah ada petugas kesehatan dari PT. Nabire Baru, namun pihak perusahaan menggandeng pihak Puskesmas Kaladiri untuk melakukan kegiatan kesehatan,  pengobatan ibu hamil dan bayi ini secara berkala setiap minggu ke 2 tiap bulannya. Kegiatan kepedulian ini dilakukan dengan melakukan pemeriksaan ibu hamil, penimbangan bayi dan balita, serta pemberian makanan tambahan bagi bayi dan balita terutama untuk vitamin dan nutrisinya.

Seperti pada tiap-tiap bulannya, pada minggu kedua bulan maret 2017 telah ditetapkan pengobaan masa bagi ibu hamil, bayi dan balita di gedung klinik kesehatan PT. Nabire Baru. Terlihat puluhan ibu hamil dan ibu yang menyusui berdatangan bersama-sama dengan anak mereka untuk melakukan pemeriksaan kesehatan mereka.

Salah satu petugas kesehatan menuturkan bahwa ada beberapa ibu hamil bulan lalu dan kini sudah ada yang melahirkan dengan baik. Masih ada lagi beberapa ibu hamil yang diminta untuk terus datang tiap bulannya untuk melakukan pemeriksaan secara rutin di gedung klinik kesehatan PT. Nabire Baru ini, ungkapnya. Selain itu mereka juga akan diberikan makanan tambahan guna memenuhi asupan gizi mereka, terutama untuk sang bayi nantinya.

Kedepannya ada lagi jadwal yang berlaku setiap bulannya, apalagi kegiatan tersebut merupakan jadwal kegiatan nasional yang ditetapkan pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan RI. Adapaun kegiatan yang dilakukan nantinya adalah swiping imunisasi campak, pemberian vitamin A bagi bayi dan balita dan ada juga pemberian obat cacing yang diberikan secara gratis bagi seluruh bayi dan balita di seluruh Indonesia. Termasuk beberapa bayi dan balita yang terdaftar di klinik PT. Nabire Baru ini. (AM)

Arteikel terkait tentang kegiatan CSR PT Nabire Baru:
PT Nabire Baru Berencana Luncurkan Program Beasiswa Untuk Anak Putus Sekolah

Perusahaan perkebunan kelapa sawit di Papua, PT Nabire Baru, berencana meluncurkan program beasiswa untuk anak putus sekolah yang sangat membutuhkannya.


Nabire (Benhil, 15/03/2017) Keterbatasan ekonomi keluarga, kondisi lingkungan yang jauh dari kata layak, dan minimnya infrastruktur merupakan hal- hal yang menjadi faktor penyebab anak putus sekolah. Di Papua, lebih dari 70% anak putus sekolah. Angka demikian kian bertambah di kabupaten daerah yang sulit diakses. Data pemerintah menunjukan jumlah keseluruhan anak putus sekolah disana mencapai 50% untuk SD dan 73 % untuk sekolah menengah pertama.

Kebanyakan dari anak- anak yang putus sekolah tersebut mengaku terpaksa berhenti mengenyam pendidikan karena harus membantu orangtua mencari nafkah. Tak jarang pula anak-anak menjadi tulang punggung keluarga karena orangtuanya meninggal. Dengan kondisi serba kekurangan, pekerjaan apapun rela mereka lakoni demi menyambung hidup. Mulai dari buruh perkebunan, kuli panggul, pemecah batu, penjaga ternak, dan pekerjaan lain yang sebenarnya terlalu berat untuk anak- anak seusia mereka.

Tak ingin lagi melihat kemalangan nasib anak-anak putus sekolah di Papua, CSR Manager PT. Nabire Baru, Yakobus Stefanus Muda mengatakan pihaknya akan mengadakan program beasiswa untuk anak- anak putus sekolah mulai jenjang pendidikan Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

“Program beasiswa ini akan kami berikan kepada anak- anak putus sekolah mulai tingkat SD, SMP, dan SMA di wilayah perkebunan kelapa sawit milik PT Nabire Baru. Khususnya bagi anak yatim, dan keluarga dengan kategori tidak mampu. Mereka memiliki hak yang sama untuk mengenyam pendidikan formal,” papar Yakobus di Papua, (15/3).

Dewasa ini, Yakobus menilai pendidikan bermutu seolah semakin jauh dari jangkauan masyarakat miskin. Dunia pendidikan seolah berubah wajah menjadi komoditi komersil yang hanya bisa dinikmati oleh kalangan mampu.

“Masyarakat miskin sulit sekali mengakses pendidikan. Kendati pemerintah telah beberapa kali meluncurkan program bantuan pendidikan, namun tetap saja fakta dilapangan menunjukan angka cukup besar, betapa banyaknya anak- anak putus sekolah yang belum terjangkau bantuan,” imbuhnya.

Selain faktor keterbatasan biaya, dan minimnya infrsatruktur, keterbatasan tenaga pengajar di sekolah- sekolah juga menjadi faktor lemahnya pendidikan di wilayah tersebut. Bahkan, dalam satu sekolah ada guru yang harus mengajar merangkap beberapa kelas karena kekurangan tenaga pengajar. Hal ini, diakui Yakobus membuat proses belajar mengajar menjadi kurang efektif.

“Untuk itu, saat ini kita sedang mengusahakan untuk mendatangkan tenaga- tenaga pengajar dari Papua maupun luar daerah Papua yang bersedia ditempatkan untuk mengajar sekolah- sekolah di wilayah terpencil. Dalam hal ini, kami akan mengadakan kerjasama dengan Kementerian Pendidikan,” simpulnya.

Terakhir, Yakobus berharap rencana program beasiswa yang diluncurkan oleh PT. Nabire Baru dapat membawa dampak signifikan terhadap pendidikan di Papua. Ia juga menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan survei dalam waktu dekat agar program beasiswa bisa tepat sasaran dan tidak disalahgunakan orang-orang tidak bertanggung jawab.

“Kita akan survei di beberapa lokasi berapa jumlah anak putus sekolah, apa sebabnya, berapa usia mereka, dan hal- hal lain yang bersangkutan untuk memastikan bahwa program beasiswa ini tepat sasaran,” simpul Yakobus. (AM)

Pendidikan


All rights reserved, Copyright © 2015 www.benhil.net. Powered by Blogger.