"Yang besar tidak diimbau gelar, yang kecil tidak disebut nama, yang raje dengan daulatnya, yang datuk dengan tuahnya, yang alim berkitabullah," begitulah pantun pembuka Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, selaku tuan rumah pernikahan adat Melayu.

Muhammad Rudi menikahkan putrinya, Fiqih Amylia dengan Kompol Isa Imam Syahroni dalam rangkaian adat Melayu lengkap, mulai 9 Desember 2017 hingga 1 April 2018.

Akad nikahnya sendiri dilaksanakan pada Kamis (29/3) malam, dan resepsi pernikahan keduanya digelar Sabtu 31 Maret 2018, dengan pesta rakyat.

Wali Kota menyatakan sengaja memilih menggunakan adat Melayu, sebagai upaya untuk melestarikan budaya Melayu pesisir, yang sudah jarang dilaksanakan.

"Pada resepsi, kami mengundang seluruh warga Batam untuk hadir di kediaman, akan ada hiburan Melayu," kata Wali Kota.

Panitia melibatkan Lembaga Adat Melayu setempat untuk memastikan upacara yang digelar sesuai dengan kebiasaan warga.

Merisik "Kedatangan jemputan yang mulia, kami sambut dengan muka jernih, kami terima dengan hati suci, kami nanti dengan dada lapang, kami tunggu dengan kasih sayang".

Perempuan Melayu diajar memiliki rasa malu yang besar kepada lawan jenis. Pandangannya mesti menunduk bila berhadapan dengan lelaki. Itu adalah budi yang diajarkan leluhur.

Dalam adat Melayu, sebelum pinangan diajukan mempelai pria, ada sebuah tradisi Merisik, atau menyelidik dalam bahasa Indonesia.

Dalam penjelasan panitia pernikahan Fiqih-Roni, dalam tradisi Merisik, calon mempelai pria datang bertamu ke rumah calon istrinya untuk melihat dari dekat secara diam-diam.

Saat itulah, calon pengantin dapat melihat langsung wajah, rupa tingkah laku, sopan santun dan sebagainya dari dara yang akan dipinang.

"Merisik dilakukan tukang risik sebagai utusan dari pihak laki-laki atau dari orang tua pihak laki-laki untuk bekal meminang seorang gadis yang akan menjadi menantunya," kata Kepala Bagian Humas Pemkot Batam, Yudi Admaji.

Meminang "Sudah lama langsat condong, barulah kini batangnya rebah, sudah lama niat dikandung, barulah kini disampaikan Allah".

Setelah Merisik, dan calon mempelai pria yakin dengan dara yang ditaksir, maka waktunya meminang.

Dalam pernikahan Fiqih dan Roni, Meminang dilaksanakan Sabtu, 9 Desember 2017 di kediaman Wali Kota Batam.

"Secara diam-diam anak kami Fiqih Amylia sudah dirisik oleh wakil dari orang tua seorang jejaka bernama Isa Imam Syahroni," begitu kata panitia M Syahir.

Keluarga calon pengantin lelaki datang membawa setepak sirih dan amanah bersama orang tua pihak laki-laki.

Keluarga calon mempelai perempuan mengajukan syarat sesuai dengan adat, dan kewajiban itu diiyakan keluarga Roni.

Pada acara itu, keluarga lelaku mengantar cincin mas sebagai tanda pertunangan.

Gantong-gantong "Kabar sudah berdendang kelangit, berita sudah merebak ke bumi, iyang-iyang sudah mengiang, isik-isik sudah berbunyi, pesan bersambung sudah tiba, hajat dikandung sudah nyata".

Tradisi berikutnya, adalah gantong-gantong, yang dilaksanakan Senin, 19 Maret 2018 di kediaman Wali Kota.

Hari itu, sebelum matahari naik, dilakukan pembacaan doa dan tepuk tepung tawar empat penjuru rumah.

Gantong-gantong adalah pemasangan janur, tanda akan dilaksanakan hajatan, demi memberi tahu pada tetangga dan sekitar bahwa akan berlangsung sebuah pernikahan.

"Seperti upacara bleketepe pada adat Jawa," jelas Yudi.

Gantong-gantong merupakan mengantung tabur berwarna-warni, memasang langit-langit dan menghiasai ruangan-ruangan di rumah dan bilik pengantin.

Dalam tradisi itu, juga dibuat paterakne dan pelaminan di rumah calon pelamin perempuan.

Tradisi gantong-gantong diawali dengan doa selamat dan tepung tawar empat penjuru yang dipimpin tokoh adat Melayu, Zulkarnain Umar.

Berandam Bertangas "Yang penghulu dengan hulunya, yang cerdik penyambung lidah, yang tua pembawa petuah, yang muda penerima amanah, yang jauh kami jemput dengan surat, yang dekat kami jemput dengan tepak".

Tradisi Berandam dan Bertangas hakekatnya adalah membersihkan lahiriah, menuju kebersihan batiniah.

Tradisi yang dilaksanakan Senin, 26 Maret 2018 itu juga dilaksanakan agar kedua calon mempelai selamat, selama berlangsungnya acara perkaiwunan dan dijauhkan dari bala dan mala petaka.

Kegiatan dikerjakan mak andam, atau juru rias dalam adat Melayu. Mak andam membersihkan bulu-bulu roma, anak rambut dan alis mata, agar calon pengantin terlihat cantik, bersih dan elok dipandang mata saat pernikahan.

Tradisi beradam dan Bertangas, dimulai dari menyiram atau memandikan calon pengantin perempuan oleh orang tua keluarga tertua dari calon pengantin perempuan.

Peralatan yang dipergunakan antara lain seperangkat peralatan tepuk tepung tawar, kain putih lebih kurang 1 meter, pisau cukur, gunting, kelapa muda yang diukir untuk menampung bulu roma dan rambut, kelapa tua yang sudah dikupas, dian dinyalakan 2 batang, kelapa dulang�dulang dan benang tukal.

Kemudian, bertangas dilakukan di dalam kamar oleh keluarga terdekat, didampingi mak andam.

Prosesi dalam Berandam dimulai dari memintal rambut depan menjadi 3 bagian, kemudian memotong rambut bagian tengah, kiri dan kanan, mencukur anak rambut dan membakar benang tukal yang dikalungkan di leher calon pengantin.

Lalu benang tukal dilepaskan, dilingkarkan di kelapa dulang-dulang lalu diputar mengelilingi calon pengantin perempuan sebanyak 3 kali dengan iringan salawat.

Malam Berinai "Atas nama yang empunya helat, tas nama yang empunya hajat, atas nama kaum kerabat, yang jauh dan yang dekat, yang dilaut atau didarat".

Seperti banyak tradisi sebelum pernikahan daerah lain, adat Melayu juga mengenal Malam Berinai.

Daun inai yang digiling halus, direnjis air untuk dilembabkan dan dikenalan Mak Andam (juru rias pengantin dalam adat Melayu), ke jari-jari calon pengantin perempuan.

Sesuai tradisi, pemasangan inai diawali dengan menepuk tepung tawar, dari tokoh masyarakat dan keluarga yang dituakan.

Masing-masing memasangkan inai di satu ujung jari mempelai perempuan. Sedangkan mempelai lelaki memasang inai sendiri.

Berinai curi, berinai kecil dan berinai besar merupakan adat untuk memperindah jari-jemari kedua calon mempelai.

Tradisi yang diselenggarakan 27 Maret 2018 itu juga diramaikan tari inai dan joged dangkung di kediaman Wali Kota.

Khatam Quran "Maka kami susun jari sepuluh, kami tundukkan kepala yang satu, mohon maaf beserta ampun, sebab di dalam berhelat jamu, entah kami salah menjemput, entah kami salah menyambut, entah kami salah menyebut, entah kami tersalah letak, entah kami tersalah tegak, entah kami tersalah tempat, entah kami salah pakai".

Dalam tradisi masyarakat Melayu, Khataman Quran oleh mempelai perempuan merupakan keharusan.

Tradisi Khataman Alquran dilaksanakan sebelum pengantin bersanding di atas pelaminan, 28 Maret 2018.

Menurut panitia, pada zaman dulu, orang tua merasa kurang sempurna, jika Al Quran tidak dikhatamkan sebelum anak gadisnya menikah.

Khataman Alquran dipandu guru mengaji Ustad Alwi Husein, yang juga membacakan ayat-ayat Khataman Alquran dan doa khataman.

Saat menamatkan bacaan Al Quran, sejumlah perlengkapan diletakkan di hadapan mempelai wanita, yaitu sepahar pulut kuning dihiasi 30 bunga telor.

Berdasarkan penjelasan panitia, pulut kuning dan telur itu mengandung filosofi, sebagai syarat lengkap dan sempurnanya 30 Juz dalam dalam Al Quran.

Akad Nikah "Bukan tekat sembarang tekad, tekad menjadi hiasan kain, bukan hajat sembarang hajat, hajat meresmikan nikah kawin".

Sebelum akad nikah digelar, maka sesuai kesepakatan dalam upacara pertunangan sebelumnya, maka calon mempelai lelaku harus membauat utang adat yang dijanjikan.

Terdapat 9 buah hantaran harus disampaikan keluarga mempelai lelaku pada malam menjelang akad nikah, 29 Maret 2018.

Setelah hantaran sampai, barulah akad nikah digelar.

Prosesi akad nikah dimulai dari mengarak calon pengantin lelaki ke kediaman calob pengantin perempuan, pembacaan ayat suci Alquran, ijab dan kabul yang dipimpin KUA dan khotbah nikah.

Baru setelah itu pengantin laki-laki bersama penghulu balai dan Mak Andam menjempun pengantin perempuan, untuk menyerahkan mahar, berdoa bersama dan mendengar nasehat perkawinan.

Layaknya sungkeman dalam adat Jawa, kedua mempelai pengantin juga menyembah kedua orang tua, baik orang tua mempelai perempuan maupun orang tua mempelai laki-laki.

Kemudian, kedua pengantin, raja dan ratu sehari didudukkan di paterakne, untuk dilakukan tepuk tepung tawar dengan diiringi musik marhaban bengkong (dihubungi camat bengkong).

Panitia menjelaskan tepung tawar terdiri dari beras kunyit yang merupakan lambang raja, bermakna keagungan dan kebesaran Melayu Riau, kemudian beras putih lambang kesucian.

Tepung tawar juga menganding padi yang digongseng, warna putih kecoklatan berlambangkan pengembangan,dengan kesuburan yang membawa kemakmuran serta bunga rampai, terdiri dari daun pandan yang diiris halus dicampur dengan bermacam ragam bunga segar dan minyak harum tanpa alkohol.

Tepung tawar, berwarna putih berarti memberikan kesejukan dan ketentraman, kesyahduan.

Sedangkan air pecung /air mawar, sebagai penutup dalam menepuk tepung tawar, memberikan dan menyirami dengan air agar berkekalan persaudaraan kita hendaknya di dunia dan akhirat.

Resepsi "Yang raja tidak dirajakan, yang datuk tidak didatukkan, yang tua tidak dituakan, yang patut tidak dipatutkan, yang dahulu dikemudiankan, yang dibelakang dikemukakan, mohon kami diberi ampun, mohon kami diberi maaf".

Dua hari setelah pernikahan, keluarga menggelar resepsi pernikahan yang bertajuk Pesta Rakyat.

Yudi mengatakan panitia menyiapkan 30.000 hingga 40.000 paket makanan pada resepsi pernikahan di kediaman Wali Kota.

"Wali Kota mengundang seluruh masyarakat Batam, dan yang hadir diminta untuk tidak membawa hadiah apa pun," kata Yudi.

Pesta resepsi di kediaman Wali Kota diselenggarakan 31 Maret 2018, mulai puykul 10.00 WIB hingga 17.00 WIB.

Setelah itu, resepsi dilanjutkan di hotel berbintang, dengan jumlah tamu yang lebih terbatas, menyesuaikan dengan kapasitas ruangan.

Yudi mengatakan, pada resepsi dihotel akan digelar tradisi Pedang Pora, karena Fiqih merupakan lulusan STPDN dan Roni lulusan Akademi Polisi.

Mandi Sampat "Alhamdulilah di atas peterakne telah bersanding kedua pengantin, tidak lain yang kami pinta hanya doa restu dari kita semua semoga kedua mempelai berbahagia sampai ke anak cucu".

Setelah resepsi digelar, maka ada satu tradisi lagi yang harus dilaksanakan, yaitu Mandi Sampat.

Menurut panitia, mandi sapat dilaksanakan setelah pengantin bersatu. Mandi-mandi dilaksanakan di serambi rumah.

Di ruangan tengah rumah pengantin disandingkan mengenakan pakaian melayu yang indah, memakai asesoris sederhana.

Acara persandingan ini hanya untuk keluarga dan tetangga.

Acara dimula dengan tepung tawar, kemudian suami dipakaikan baju singlet dan kain pelekat berpeci, istri memakai kain berkemban dada dan berselendang.

Kedua pengantin yang sudah menjadi suami istri didudukkan diatas kursi. Setelah duduk, kopiah dan selendang dibuka di atas kedua kepala pengantin dibentangkan kain putih bekas andam, untuk kemudian disiram air khusus.

Air yang digunakan bercampurkan bunga tujuh macam dan air limau nipis yang dituang dari tempayan ke daun, dengan tujuan membuang sial dan balak.

Selesai mandi pengantin dibedakan dengan beras kembali dengan air bersih. (Yunianti Jannatun Naim)



Kupang, 30/3 (Benhil) - Hari Jumat Agung bagi umat Kristen sedunia adalah sebuah hari yang penuh dengan permenungan, dimana semua umat berkabung dalam sepi meratapi kisah sengsara Yesus dalam perjalanan-Nya menuju Golgota sampai wafat di atas kayu salib.

Bagi orang Kristen, salib adalah sebuah penebusan, mungkin juga tantangan hidup bagi mereka yang percaya kepadaNya. Hanya ketika orang Kristen menerima salib itu, Yesus akan mengubahnya menjadi sebuah penebusan, bagai sebuah firdaus yang membahagiakan.

Hukuman salib yang harus ditanggung Yesus dan kematian-Nya merupakan puncak gerakan antikekerasan yang dilancarkan Yesus demi membela rakyat yang ditindas penguasa agama yang berkonspirasi dengan penguasa politik pada saat itu.

Salib adalah risiko tertinggi yang harus ditanggung Yesus dalam kesetiaan dan konsistensi-Nya membela rakyat yang dipinggirkan, diperlakukan tidak adil, dan diperas oleh tangan-tangan kotor penguasa agama dan politik zaman itu.

Salib adalah konsekuensi logis sikap Yesus dalam kerelaan memberikan pipi kiri kepada sang penampar yang telah menghajar pipi kanan dalam rimba kebuasan manusia. Itulah bentuk perlawanan radikal yang memutus siklus kekerasan dan balas dendam dengan cara membawa perdamaian.

Ada harapan yang cerah oleh iman keparcayaan kepada Yesus sehingga Jumat Agung yang dirayakan umat Kristen sedunia pada hari ini (Jumat, 30-3-2018) harus diartikan sebagai semangat untuk membangkitkan dan membangun interaksi dan kebersamaan antarmanusia.

Kesejatian hidup adalah hidup yang sejahtera, bukan saja dalam arti material, melainkan juga dalam arti mampu mengungkapkan dirinya sebagai citra Allah dalam membangun relasi dengan Allah, sesama manusia, serta ciptaan lain dan seluruh alam semesta.

Hidup yang semacam itulah yang hendak dicapai. Namun, harus diperjuangkan dengan susah payah karena masih banyak warga masyarakat yang hidup di bawah garis kemiskinan serta masih banyak orang yang terhalang untuk menyejahterakan hidup mereka.

Pdt. Midian K.H. Sirait, M.Th. dalam sebuah refleksinya melukiskan bahwa hal yang mengampuni merupakan ciri khas kekristenan, sehingga siapa pun yang pernah menyakiti, mengecewakan, dan menghianati, hendaknya diampuni karena pengampunan itu lahir dari hati yang dekat kepada Tuhan yang mengerti akan kehendak-Nya.

Hal ini tampak dalam diri Nelson Mandela, pahlawan anti-apartheid dari Afrika Selatan yang pernah diangkat sepenggal kisahnya oleh Hollywood ke layar lebar lewat film "Invictus" (2009). Tokoh Mandela sendiri diperankan oleh seorang aktor gaek, Morgan Freeman.

Masyarakat dunia tahu dan mengenalnya sebagai tokoh perjuangan pembebasan manusia kulit hitam di Afrika Selatan. Mandela memang pejuang kemerdekaan rakyat kulit hitam yang tangguh.

Ia pernah ditangkap polisi penguasa kulit putih berkali-kali, dan terakhir Mandela dijebloskan ke dalam penjara seumur hidup bersama beberapa kawannya di Pulau Robben yang sangat terpencil.

Akan tetapi, perjuangan anti-apartheid yang diinspirasikannya tak berhenti di situ. Perjuangan untuk merebut kedudukan warga negara yang merdeka dan terhormat di Tanah Air mereka sendiri telah menyebar.

Seluruh rakyat kulit hitam di Afrika Selatan bersatu menentang kebijakan politik menistakan martabat kemanusiaan itu. Perlahan perjuangan ini memperoleh dukungan dari dunia internasional.

Akhirnya, pada tanggal 11 Februari 1990, setelah 27 tahun hidup di penjara, Mandela dibebaskan. Pembebasan Mandela seiring dengan tekanan rakyat kulit hitam Afrika Selatan dan dunia internasional yang menuntut politik apartheid segera diakhiri.

Kini, politik apartheid sudah dihapuskan dari bumi Afrika Selatan. Akan tetapi, kisah perjuangan Mandela selalu menjadi pelajaran bagi setiap orang di muka Bumi.

Visinya tentang demokrasi yang ideal dan masyarakat yang bebas masih tetap relevan sepanjang zaman. Hanya dengan cara itulah setiap orang dapat hidup bersama secara harmonis dan dengan perlakuan yang setara.

Rela Berkorban Kisah Nelson Mandela yang sangat inspiratif itu seakan membuat pertanyaan tersendiri apakah ada pemimpin di Indonesia, baik di tingkat pusat maupun daerah yang rela berkorban seperti Mandela? Beberapa tahun kemudian ketika McKinley menduduki jabatan sebagai presiden ke-25 Amerika Serikat, seorang merekomendasikan anggota Kongres yang tidak rela berkorban agar diangkat menjadi dubes di salah satu negara. Tanpa pikir panjang, McKinley menolak rekomendasi tersebut.

McKinley berpikir kalau dia mengangkat pria tersebut menjadi dubes yang mewakili negaranya. Maka itu, berarti dia telah mempekerjakan seorang wakil negara yang tidak memiliki kepedulian dan sikap rela berkorban. Padahal, kepedulian dan sikap rela berkorban seharusnya dimiliki oleh seorang dubes.

Seorang yang mau diangkat menjadi pemimpin seharusnya melatih dirinya untuk berkorban dan mengesampingkan kepentingan dirinya sendiri. Yang tersimpan di hati seorang pemimpin sejati adalah pengorbanan yang diberikannya secara tulus sehingga pasti akan memberi makna bagi hidup orang-orang yang dipimpinnya.

Makin tinggi posisi yang dimiliki oleh seorang pemimpin maka dituntut untuk memberi pengorbanan yang makin besar pula, seperti berkorban akan materi, waktu, mengesampingkan kepentingan pribadi, dan keluarga.

Coretta Scott King, istri pejuang hak asasi manusia Marthin Luther King Jr., kemudian memberikan gambaran tentang pengorbanan seorang pemimpin besar.

"Siang malam telepon kami berdering untuk melayani rakyat dengan penuh cacian dan kata-kata kasar yang menjurus pada tindakan pembunuhan. Namun, hal itu membuat saya malah bersukacita dan terinspirasi," ujarnya Coretta mau mengatakan, "Ketika Anda menjadi seorang pemimpin, Anda kehilangan hak untuk memikirkan diri Anda sendiri." Tanpa pengorbanan maka seseorang tidak bisa disebut sebagai pemimpin yang baik karena pengorbanan adalah suatu yang konstan dalam kepemimpinan.

Pengorbanan menjadi ciri yang melengkapi kepemimpinan. Pemimpin yang berkorban, selain tergerak oleh visi dan misinya, mereka juga adalah orang-orang memiliki empati dan berorientasi melayani orang lain lebih besar. Rasa pelayanan itu adalah unsur utama dalam proses kepemimpinan.

Tampaknya kualitas kepemimpinan semacam ini sangat langka dijumpai di negeri ini karena lebih banyak meributkan hal yang remeh-temeh daripada hal yang mendasar dan strategis menyangkut nasib rakyat kebanyakan dan keberlangsungan bangsa dalam jangka panjang.

Jumat Agung telah menginspirasi makna pengorbanan tersebut, yang diharapkan dapat menginspirasi pula para pemimpin di negeri ini untuk rela berkorban demi mewujudkan mimpi rakyatnya dalam menggapai gerbang sejahtera yang berkeadilan. (Laurensius Molan)

Gift Vaganza 399 Million From Easy Shopping Indonesia and Delivery of Donation to Loka Bina Karya Pondok Bambu as Token of CSR Program.


Jakarta, March 8, 2018 - Had been awarded Easy Shopping gift for period of 15th December 2017 - 14 February 2018. The event took place at Hotel Menara Peninsula on Jl. Letjen S. Parman - Slipi, West Jakarta, and attended by the Chairman of Customer Prize Committee Mr. Junaedi, Easy Shopping Brand Ambassador, Cinthamy Atmanagara, Ronny Sianturi and Barry Prima and other invitees from media partners and loyal customers of Easy Shopping.

Lucky customers awarded the Grand Prize is Mr. Ansel Darma (prize of 399 million Rupiah), originating from West Nusa Tenggara. Also present was Ibu Sri Kusmiati from Kalibata, South Jakarta, who received the First Prize Award of 100 million Rupiah and Ibu Rusmini Luwi, from Singkawang, West Kalimantan, who successfully got the Second Prize Award of 30 million Rupiah.When interviewed, one of the winners, Mr Ansel Darma said that the money award will be used to continue the study of nursing school, and donated to the orphanage.

This Easy Shopping award event was slightly different than the previous event. As an expression of Easy Shopping's concern for humanity and the environment, by this award-presentation occasion, Easy Shopping also invited representatives from Loka Bina Karya, Sasana Bina Daksa Pondok Bambu Foundation, a wheelchair community located at Jalan Bambu Kuning, No.22 A, Pondok Bambu, East Jakarta, to be donated with 25 million rupiah, as a token from Easy Shopping through the CSR program.

During a special interview, representatives from Sasana Bina Daksa Pondok Bambu Foundation, Mr. Erwin Gandawijaya explained that they are very grateful to Easy Shopping for choosing the wheelchair community sheltered by them. Of course, the 25 million rupiah fund provided by Easy Shopping’s CSR program will be used to empower the skills of community members so that they can have the capital of skills to continue working to support their daily needs in the future. Mr Lily Ali, as Chief Operating Officer of Sasana Bina Daksa Foundation, was very excited about Easy Shopping's concern for the foundation. Surely this concern will be a motivation for him to continue to encourage the members of the community to work.

Sasana Bina Daksa Foundation Pondok Bambu is a social service and rehabilitation center for people with disabilities of disabled men and women from paraplegia.

Paraplegic deformities are disabilities caused by accidents and result in damage to the nervous system so that both  lower limb members become smoothed and cannot be moved.To be able to perform their activities or daily activities independently they use mobility aid such as wheelchairs.

At this place many activities are done, among others; Sports (tennis, chess, gymnastics), electro and welding services, sewing and kristic, greeting cards, papertole, computer, teaching, private tutoring for English and math, and ornamental plants.

By supporting with this CSR activity, hopefully it will be able to help boost spirit and motivation to continue work in the future.


Bisnis moda transportasi angkutan darat dengan bidang yang sangat spesifik, para ahli marketing mengatakannya sebagai niche market yakni usaha pengangkutan bahan bakar minyak olahan seperti yang ditekuni oleh PT Sumber Berkat Jaya Mandiri di Tangerang Banten, memerlukan keuletan bagi pengelolanya.

Sejak mulai beroperasi dari 2011 dengan mengkituti aturan yang ditetapkan oleh pemerintah, dinas terkait dengan jenis usaha yang dijalankan, PT Sumber Berkat Jaya Mandiri secara konsisten tetap pada jalur bisnis yang diyakini akan berbuah manis seiring perjalanan waktu. Ketersedian kendaraan mobil tangki serta pemilihan awaknya, baik sebagai pengemudi dan partnernya diharuskan untuk tertib di jalan raya. Begitu juga dengan kondisi kendaraan yang harus pada posisi prima saat mengantarkan pesanan pelanggan ke tempat tujuan yang telah ditentukan.

Tumbuh berkembang dan dikenal pada bisnis yang dijalankan adalah impiansetiap pengusaha pada berbagai ragam bisnis. Semua itu tentu dimulai dengan passion pemilik dan hitung-hitungan bisnis yang dapat dijangkau, setahap demi setahap.

Persaingan bisnis tentu tidak dapat dihindari agar dapat bertahan dan maju selangkah demi selangkah. Pembenahan sistim manajemen, para pengemudi dan kendaraan yang terawat dengan baik adalah modal utama agar dapat tetap eksis, disempurnakan dengan kinerja yang lebih mumpuni menjadi sebuah proses untuk menjalankan usaha dengan baik. Begitu juga dengan jadwal peremajaan kendaraan yang tidak dapat dihindari seiring dengan perjalanan waktu.

Pengemudi Disiplin
Pengemudi yang disiplin menjadi keharusan bagi mereka yang ingin bergabung pada perusahaan PT Sumber Berkat Jaya Mandiri, tak ada tempat bagi pemula. Pengalaman dan jam terbang menjadi keharusan, ugal-ugalan adalah tabu. Karena daerah operasional ada di kota, tentu tertib berlalu lintas menjadi modal utama, sangat berbeda dengan pengemudi kendaraan berat yang ada pada video yang disematkan, mereka yang bekerja di daerah tertentu, selain disiplin, keahlian khusus sangat diperlukan di sana.


Jokowo
Presiden Joko Widodo

Sydney, 17/3 (Benhil) - Presiden Joko Widodo meminta agar para generasi muda yang tergabung dalam program "Outstanding Youth for the World" dapat menjadi agen toleransi di Indonesia.

"Tapi yang paling penting bagi mereka saya titipkan agar menjadi agen toleransi, agen perdamaian yang bisa menceritakan mengenai organisasi yang beragam suku, beragam agama, beragam bahasa daerah," kata Presiden Joko Widodo di Royal Botanic Garden, Sydney, Australia pada Sabtu.

Presiden Joko Widodo menyampaikan hal itu saat jalan pagi di Royal Botanic Garden dengan 18 orang peserta program "Outstanding Youth for the World" Kementerian Luar Negeri yang berasal dari Lombok, Manado, Bali, Jombang, Kudus, Jakarta, Tasikmalaya dan beragam daerah lainnya.

"Ya kita mengajak anak-anak muda selama empat hari di Australia ini adalah untuk mengenalkan kepada mereka dunia luar anak-anak muda dari luar khususnya dari Australia mereka agar bisa membandingkan bagaimana anak-anak muda di Indonesia dan anak-anak muda di sini mengenai pandangan-pandangan mengenai pemikiran-pemikiran," tambah Presiden.

Presiden menambahkan bahwa bangsa Indonesia terdiri dari banyak suku dan agama dan hal itu ditunjukkan dari beragamnya latar belakang para peserta program "Outstanding Youth for the World".

"Tapi kita tetap satu menjadi sebuah bangsa besar Indonesia, saya lihat banyak dari Lombok, Manado, Bali, dari Jakarta, Jombang, Kudus, ada yang dari mana lagi Tasik, jadi anak-anak muda ini biar kenal dengan saudara-saudara mereka yang ada di Australia," ungkap Presiden.

Presiden berada di Sydney, Australia, untuk menghadiri ASEAN-Australia Special Summit 2018, termasuk akan melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull dan CEO Forum.

"Kita bicara pertama mengenai Indonesia-Australia CEPA (Comprehensive Economic Partnership) itu penting harus segera kita selesaikan, kemudian mengenai 'terrorism', ketiga berkaitan dengan 'trade, investment tourism', yang terakhir mengenai lingkungan, mengenai detailnya bisa dibicarakan dalam forum ASEAN-Australia Summit," tambah Presiden.

Pada Jumat (16/3) kemarin, Presiden juga menghadiri jamuan makan malam dengan PM Malcolm Turnbull dan istrinya Lucy Turnbull di kediaman pribadi.

"Makan ikan, bicara yang ringan-ringan saja, tidak ada membicarakan yang spesial, yang ringan-ringan saja," ungkap Presiden Joko Widodo lagi.

Turut mendampingi Presiden dan Ibu Iriana saat jalan pagi adalah Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Sekretaris Negara Pratikno.


Jakarta, 17/3 (Antara) - "Katakan tidak pada korupsi" pernah populer menjadi jargon kampanye antikorupsi dari sebuah partai politik menjelang Pemilu 2009 meskipun di belakang hari sejumlah petinggi partai itu justru terjerat hukum dan diganjar hukuman penjara karena korupsi.

Paradoks seperti itu tentu saja tetap tak menyurutkan publik bersama lembaga antirasuah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), untuk melawan perilaku tindak pidana korupsi.

Tindak pidana korupsi, berdasarkan UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yakni UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2002, merupakan tindakan setiap orang yang secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara.

Tindak pidana korupsi sangat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara dan menghambat pembangunan nasional sehingga harus diberantas dalam rangka mewujudkan masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Akibat tindak pidana korupsi yang terjadi selama ini selain merugikan keuangan negara atau perekonomian negara, juga menghambat pertumbuhan dan kelangsungan pembangunan nasional yang menuntut efisiensi tinggi.

Menjelang pemungutan suara pilkada serentak 2018 di 171 daerah yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Juni 2018 terdapat sejumlah calon kepala daerah yang ditetapkan sebagai tersangka atau bahkan ada pula yang tertangkap tangan dalam operasi yang dilakukan oleh KPK.

Terbaru, KPK pada Jumat (16/3) menetapkan calon Gubernur Maluku Utara Ahmad Hidayat Mus yang juga Bupati Kepulauan Sula 2005-2010 bersama Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Sula 2009-2014 Zainal Mus sebagai tersangka tindak pidana korupsi kasus pengadaan pembebasan lahan Bandara Bobong pada APBD Kabupaten Kepulauan Sula Tahun Anggaran 2009 yang merugikan keuangan negara sebesar Rp3,4 miliar. Keduanya merupakan kakak beradik. Ahmad Hidayat merupakan calon gubernur yang diusung oleh Partai Golkar dan PPP.

Tak hanya kakak beradik yang menjadi tersangka, bapak dan anak pun terciduk oleh KPK, sebagaimana yang dialami oleh Asrun dan putranya, Adriatma Dwi Putra. Asrun adalah Wali Kota Kendari dua periode (2007-2012 dan 2012-2017) yang kini menjadi calon Gubernur Sulawesi Tenggara untuk Pilkada 2018 dan diusung oleh PDI Perjuangan, PAN, Partai Gerindra, Partai Hanura, dan PKS. Sedangkan Adriatma merupakan Wali Kota Kendari, pengganti Asrun.

Mereka bersama lima orang lainnya, ditangkap oleh KPK pada Rabu (28/2) dinihari atas dugaan terlibat suap.

Sebelumnya, KPK juga menangkap Bupati Lampung Tengah Mustafa yang juga calon Gubernur Lampung pada Jumat (16/2) yang diusung oleh PKS, Nasdem, dan Hanura. Mustafa ditangkap bersama Kepala Dinas Bina Marga Lampung Tengah Taufik Rahman. Mereka memberi suap ke Wakil Ketua DPRD Lampung Tengah J Natalis Sinaga dan anggota DPRD Lampung Tengah Rusliyanto, yang juga ikut ditangkap.

Suap-menyuap itu untuk memuluskan persetujuan dari DPRD setempat atas rencana Pemkab Lampung Tengah meminjam dana sebesar Rp300 miliar dari salah satu perusahaan BUMN.

Sejumlah kasus penangkapan oleh KPK terhadap kepala daerah, dalam waktu relatif berdekatan, juga dialami sebelumnya oleh Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko, Bupati Ngada Marianus Sae, dan Bupati Subang Imas Aryumningsih.

Nyono yang sebelumnya Ketua DPD Partai Golkar Jatim dan mencalonkan kembali menjadi Bupati Jombang untuk periode kedua dalam pilkada serentak 2018, kini berstatus tersangka setelah tertangkap tangan oleh KPK di Stasiun Balapan, Solo, Jateng, saat akan menuju Jombang, Jatim, pada 3 Februari lalu atas dugaan menerima suap terkait perizinan dan pengurusan penempatan jabatan di pemerintahan Kabupaten Jombang.

Suap yang diterima Nyono antara lain untuk mendanai iklan kampanye. Nyono yang kini ditahan di Rumah Tahanan Pomdam Jaya telah memohon maaf kepada rakyat Jombang atas kasus hukum yang menimpanya. Nyono yang berpasangan dengan Subaidi Mukhtar, diusung oleh koalisi Partai Golkar, PKB, PKS, PAN, dan Partai Nasdem sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati Jombang periode 2018-2023.

Marianus, yang telah dua periode menjabat Bupati Ngada dan kini menjadi calon Gubernur NTT, ditangkap di sebuah hotel di Surabaya, Jatim, oleh KPK pada 11 Februari lalu. Dia ditetapkan sebagai tersangka tindak pidana korupsi menerima suap proyek pengadaan barang dan jasa di Pemerintah Kabupaten Ngada, NTT. Dia ditahan di Rumah Tahanan Klas 1 Jakarta Timur Cabang KPK. Marianus yang berpasangan dengan Emilia Nomleni, diusung oleh PDI Perjuangan dan PKB.

Imas yang mencalonkan kembali untuk periode kedua sebagai Bupati Subang, ditangkap oleh KPK di rumah dinasnya di Subang pada 13 Februari lalu. Dia menjadi tersangka tindak pidana korupsi dalam pengurusan perizinan Tahun 2017 dan 2018. Imas ditahan di Rumah Tahanan Klas 1 Jakarta Timur Cabang KPK. Imas yang juga Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Subang, Jabar, berpasangan dengan Sutarno, diusung Partai Golkar dan PKB.

Ironisnya, Imas seolah meneruskan dua bupati Subang sebelumnya yang juga terjerat hukum. Bupati Subang dua periode (2003-2008 dan 2008-2013) Eep Hidayat oleh Mahkamah Agung pada 2012 diganjar hukuman penjara dalam kasus korupsi dan harus berhenti dari jabatannya. Dia digantikan oleh Wakil Bupati Ojang Suhandi dan terpilih kembali dalam pilkada 2013 untuk periode 2013-2018 tetapi ditangkap oleh KPK pada 2016 karena suap. Ojang dijebloskan ke penjara dan digantikan oleh Imas yang sebelumnya Wakil Bupati. Kini Imas pun terciduk.

Status tersangka terhadap mereka tak menggugurkan kepesertaan mereka dalam kontestasi pemilihan kepala daerah yang pemungutan suaranya dijadwalkan berlangsung pada 27 Juni 2018.

Mencederai Meskipun proses penegakan hukum di Indonesia menganut asas praduga tak bersalah, memilih calon pemimpin atau kepala daerah yang berstatus tersangka bisa mencederai hak politik rakyat untuk mendapatkan figur yang bersih dan jujur. Kasus hukum yang menimpa calon kepala daerah menjadi noda demokrasi dalam semangat mencari pemimpin bersih dari kasus korupsi.

Apalagi KPK menjelang pelaksanaan pilkada ini giat melakukan berbagai kegiatan di berbagai daerah untuk memantau berbagai tindakan para penyelenggara negara dan calon kepala daerah apakah terindikasi melakukan korupsi atau tidak.

Terkait kasus tersebut dan penyelenggaraan pilkada, Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai penyelenggara pemilu tampaknya perlu menginformasikan calon kepala daerah yang berstatus tersangka. Sebagaimana disampaikan oleh mantan komisioner KPU Ferry Kurnia Rizkiyansyah, walaupun mereka tetap menjadi calon kepala daerah, publik juga harus diberikan informasi bahwa yang bersangkutan itu tersangka.

Pemberitahuan mengenai adanya calon kepala daerah yang terlibat kasus hukum menjadi hak masyarakat. Penyebaran informasi oleh KPU itu juga membuat proses pemilu menjadi lebih terbuka dan berintegritas.

KPU dalam beberapa tahun terakhir ini telah menyosialisasikan slogan "Pemilih Cerdas Pemilu Berkualitas".

Slogan itu tentu saja amat relevan untuk dihadapkan kepada pemilih dalam memilih para pemimpinya di daerah, terkait dengan penyelenggaraan pilkada serentak tahun ini di 17 provinsi untuk memilih gubernur-wakil gubernur, 115 kabupaten untuk memilih bupati-wakil bupati, dan 35 kota untuk memilih wali kota-wakil wali kota.

Di sinilah rakyat pemilih mesti cerdas dalam mempertimbangkan dan menentukan pilihannya agar jangan sampai memberikan suara kepada pemimpin yang diragukan integritas dan kualitasnya.

Setiap pemilih tentu saja berharap bahwa calon pemimpin yang dipilihnya merupakan yang terbaik dan mampu membawa perbaikan kesejahteraan rakyat dengan memberikan pelayanan umum secara maksimal serta dekat dengan rakyatnya dan tidak memiliki cacat hukum.

Dalam kamus politik memang dikenal beberapa kategori pemilih dalam menentukan calonnya, seperti berdasarkan kesamaan ideologi dengan kandidat, kesamaan afiliasi terhadap partai politik pendukungnya, kesamaan latar belakang kedaerahan atau profesi, berdasarkan pragmatisme, dan berdasarkan rasional.

Pemilih yang memilih calon kepala daerah secara rasional memenuhi kriteria sebagai pemilih yang cerdas berdasarkan akal sehat dan penilaian objektif dengan mempertimbangkan kualitas moral, integritas, dan rekam jejak, serta perilaku sehari-hari dari calon kepala daerah.

Sejumlah kasus hukum yang dihadapi oleh para calon kepala daerah tersebut, dapat menjadi cermin bagi rakyat untuk benar-benar cerdas dalam memilih pemimpinnya. Jangan sampai rakyat merasa menyesal setelah memilih pemimpin yang ternyata di belakang hari tidak bisa menjadi pemimpin yang amanah.

Dengan perkembangan demokrasi yang diharapkan semakin baik dan kedewasaan politik yang matang dari rakyat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi, sudah saatnya untuk benar-benar mencermati integritas calon pemimpinnya. (Budi Setiawanto)


Jakarta, 16/3 (Antara) - Tekad pemerintah untuk membuka Kabupaten Asmat, Papua, dari kerterasingan dengan cara membangun berbagai infrastruktur akan dan terus dilakukan.

Kasus banyaknya masyarakat di Asmat yang kekurangan gizi beberapa waktu lalu dan ramai diperbincangkan di media massa menjadikan pentingnya pembangunan infrastruktur suatu daerah agar terlepas dari keterisolasian, sehingga mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sebagai salah satu kementerian yang mengurusi pembangunan infrastruktur, memiliki tekad untuk mengembangkan kabupaten itu menjadi lebih baik.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan ketersediaan air bersih menjadi kebutuhan utama untuk meningkatkan kualitas lingkungan permukiman di Kabupaten Asmat, Provinsi Papua.

Kementerian PUPR telah memiliki matrik kegiatan pembangunan infrastruktur permukiman di Kabupaten Asmat baik jangka pendek maupun menengah mulai dari infrastruktur air bersih, sanitasi, jembatan, perbaikan jalan kampung, bedah rumah, dan pembangunan permukiman baru.

"Daerah ini merupakan daerah rawa sehingga air perlu diolah agar layak dikonsumsi. Sudah ada tampungan air berupa embung dengan kapasitas 1.000 m3 namun masih kurang sehingga akan kita buat 9 embung lagi dengan kapasitas lebih besar. Selain itu sumber air melalui sumur bor juga ditambah, kata Menteri Basuki.

Saat ini sudah ada satu sumur bor dan akan ditambah lima sumur bor kedalaman 150-200 meter dengan anggaran Rp6 miliar. Untuk alat bor sudah siap digunakan karena sudah selesai dirakit, bisa dikirim secara utuh. Menteri Basuki mengatakan bahwa kunjungannya ke Asmat merupakan perintah Presiden Joko Widodo yang menanyakan tentang perkembangan terakhir di Asmat. Dikatakannya bahwa Presiden Jokowi juga akan berkunjung ke Asmat bila pekerjaan sudah berjalan di lapangan.

Bupati Asmat Elisa Kambu mengatakan kejadian luar biasa (KLB) campak dan gizi buruk di Asmat sudah tuntas dan menyampaikan terimakasih kepada Presiden Jokowi atas perhatian yang begitu besar, khususnya melalui penyediaan infrastruktur dasar seperti air, sanitasi, sampah, transportasi dan rumah.

"Dengan ketersediaan infrastruktur yang lebih baik, ke depan diharapkan tidak akan terjadi lagi KLB di Asmat" katanya.

Dalam kesempatan bertemu masyarakat, Menteri Basuki mengajak masyarakat untuk bersama peduli sampah dengan tidak dibuang sembarangan yang mengotori pantai dan bawah rumah panggung mereka. Sampah yang dihasilkan dapat diolah dengan pola 3R (Reduce, Reuse dan Recycle) sehingga lingkungan menjadi lebih sehat. Layanan air minum perpipaan juga semakin dikembangkan.

Sistem penyediaan air minum (SPAM) di Kota Agats, Kabupaten Asmat kapasitas 10 liter/detik yang sudah ada dan melayani 230 sambungan rumah, pada tahun 2018 akan direhabilitasi agar lebih optimal.

SPAM juga akan dibangun di Distrik Atsy dan Distrik Sawaerma dengan kapasitas lima liter per detik dan dialokasikan anggaran sebesar Rp2 miliar serta SPAM Kota Agats dengan kapasitas 10 liter per detik dengan anggaran Rp5 miliar.

Ditambah pembangunan SPAM sebanyak 24 unit kapasitas masing-masing 1 liter per detik dengan nilai RP39,7 miliar melalui kegiatan Pamsimas (Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat).

Bukan hanya pemerintah yang peduli membangun infrastruktur di Asmat, tapi swasta seperti Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) juga ikut membangun instalasi air minum untuk warga Asmat di Papua agar masyarakat setempat mendapatkan akses air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Instalasi sterilisasi air minum itu dibangun di area Masjid An Nur, Distrik Agats, Kabupaten Asmat, Papua dan resmi beroperasi.

Direktur Pendistribusian Zakat Nasional Baznas Mohd Nasir Tajang, instalasi sterilisasi air minum itu dibangun di area Masjid An Nur, Distrik Agats, Kabupaten Asmat, Papua dan resmi beroperasi, yang didanai Baznas dan beberapa donatur.

Sebagai tahap awal, instalasi itu juga dibangun di RSUD Asmat yang diberikan untuk masyarakat itu akan dikembangkan dengan sistem pembayaran murah atau barter dengan sampah plastik kemasan air minum. Diharapkan Distrik Agats akan berkembang menjadi kota yang bersih dan indah. Namun bagi pasien yang dirawat di RSUD akan diberikan secara gratis.

Kurangnya akses air bersih mengakibatkan banyaknya kasus penyakit seperti diare, kulit dan sebagainya. Masalah air bersih itu juga memicu terjadinya kejadian luar biasa (KLB) campak dan gizi buruk di Kabupaten Asmat beberapa waktu lalu. Selama ini, masyarakat harus membeli air mineral dalam kemasan untuk kebutuhan air bersih seperti untuk memasak air dengan kompor gas atau kompor minyak yang harganya relatif mahal.

Jembatan gantung Usai meninjau Kampung Kaye, Menteri Basuki kembali menyeberangi sungai ke lokasi pembangunan 114 unit rumah khusus yang telah dibangun sejak 2016 dengan biaya Rp19,9 miliar di Kampung Amanamkai dan Kampung Syuru, Distrik Agats sebanyak 114 Unit.

Tahun 2018 akan kembali dibangun sebanyak 100 unit rumah khusus yang tersebar di empat kampung, yakni Kampung Priend Distrik Fayid (34 unit), Kampung Ass dan Kampung Atat Distrik Pulau Tiga (33 unit), dan Kampung Warkai Distrik Betsbamu (33 unit). Rumah yang tidak layak huni akan diperbaiki dengan program 1.000 rumah swadaya.

Salah satu penyebab penduduk enggan berpindah ke lokasi rumah khusus yang telah dibangun adalah belum adanya jembatan penghubung antar kampung yang terpisahkan sungai. Oleh karenanya akan dibangun empat jembatan gantung dengan anggaran Rp 46 miliar yakni di Kampung Baru Syuru Distrik Agats (72 meter), Kampung Yerfum, Distrik Der Koumor (84 meter), Kampung Hainam, Distrik Pantai Kasuari (120 meter), dan Sawaerma (150 meter).

Jalan panggung dari kayu yang sudah lapuk juga akan diperbaiki dengan jalan beton dengan teknologi pracetak sepanjang sekitar 15 km dengan lebar rata-rata 4 meter.

Dibangunnya sejumlah infrastruktur di kabupaten itu diharapkan tidak ada masyarakat yang terisolasi, selain mereka bisa hidup layak dan sehat karena sudah tersedia air bersih sehingga kasus gizi buruk tidak ditemui lagi.

PSSI

Jakarta, 16/3 (Benhil) - Selama berbulan-bulan setelah musim 2017 berakhir, kompetisi sepak bola terbesar di Indonesia Liga 1 musim 2018 ibarat sampan yang terombang-ambing tanpa kepastian di lautan lepas.

Tidak diketahui kapan bergulirnya, didera pula dengan soal utang-piutang beserta kewajiban pada musim 2017 yang seolah tak tertangani. Ketua Umumnya Edy Rahmayadi juga pergi cuti untuk niat jadi Gubernur di Sumatera Utara, ikuti Pilgubsu 2018, daerah yang dikenal dengan pameo Sumut; Semua Urusan Mesti Uang Tunai, diusung PKS, parpol yang sama pengusung dua Gubernur sebelumnya yang masuk bui karena kasus korupsi.

Klub-klub peserta liga yang bernama resmi GoJek Traveloka Liga 1 pun bertanya-tanya kepada operator liga PT Liga Indonesia Baru (PT LIB). Ke mana sisa subsidi dari Rp7,5 miliar yang dijanjikan pada musim 2017? Bagaimana hak yang lain? Kapan liga dimulai? Gelombang rasa ingin tahu yang semakin bergulung akhirnya bisa sedikit terurai pada Selasa (6/3). Saat itu, PT LIB menyatakan dengan tegas bahwa tunai sudah tanggung jawab mereka terkait sisa subsidi Liga 1 2017.

"Semua kewajiban kami kepada klub, khususnya kontribusi untuk melengkapi total sebesar Rp7,5 miliar dan pernah tertunda, hari ini sudah terbayarkan dan kami sudah transfer ke 18 klub," ujar Direktur Utama PT LIB Berlinton Siahaan.

Para tim peserta Liga 1 pun sedikit bernapas lega dan bisa melonggarkan ikat pinggang. Namun, itu belum menyelesaikan persoalan. Semuanya menemukan titik terang ketika PT LIB mengadakan rapat umum pemegang saham (RUPS) dua hari setelah mereka memproklamirkan selesainya tunggakan subsidi pada 2017.

Dihadiri perwakilan seluruh klub Liga 1 2017, RUPS itu mencapai kesimpulan penting: Liga 1 2018 dimulai 23 Maret 2018 dengan laga pembuka digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, mempertandingkan juara Piala Presiden 2018 Persija Jakarta melawan kampiun Liga 1 2017 Bhayangkara FC.

Selain itu, didapatkan pula kepastian yang sebelumnya masih tak jelas yaitu tentang pembagian pundi dari hak peringkat dan hak siar. PT LIB melalui direktur utamanya, Berlinton Siahaan menegaskan seluruh hak itu akan dibayarkan pada 2019.

Dia menerangkan ketidaktepatan waktu pemberian hak klub tersebut karena keterlambatan dari pihak mitra komersial. PSSI yang tadinya terombang-ambing di lautan lepas itu pun akhirnya berlabuh dan siap melakukan perjalanan berikutnya.

GoJek Traveloka Liga 1 2018 yang berpeserta Bhayangkara FC, Bali United, PSM Makassar, Persija Jakarta, Madura United, Persipura Jayapura, Barito Putera, Borneo FC, Arema FC, Mitra Kukar, Sriwijaya FC, PS TIRA (sebelumnya PS TNI), Persib Bandung, Persela Lamongan, Perseru Serui, Persebaya Surabaya, PSMS Medan dan PSIS Semarang tak lagi abu-abu.

Subsidi-Regulasi Langkah lanjut, digelarlah pertemuan seluruh manajer dari 18 tim Liga 1 2018 pada Kamis (15/3). Semua tentang liga teratas Indonesia itu dibahas di sini, mulai dari uang subsidi tim sampai regulasi.

Ada beberapa hal yang berbeda dibandingkan dengan Liga 1 2018 lalu. Pertama, mengenai subsidi. Meski jumlahnya sama yaitu Rp7,5 miliar untuk setiap klub per musim, tetapi pendistribusiannya berbeda. Pada musim 2017, meski akhirnya tertunggak, Rp7,5 miliar diberikan dalam tiga tahap yaitu Rp1,5 miliar di awal musim, sekitar Rp500 juta per bulan dan Rp1 miliar saat akhir liga.

Nah, pada Liga 1 2018, uang subsidi disalurkan dengan syarat, yaitu setiap tim harus memiliki program pengembangan pemain muda yang berkaitan pula dengan proses lisensi profesional AFC.

Rinciannya, setiap tim Liga 1 2018 otomatis mendapatkan Rp5 miliar yang dibayarkan bertahap dalam rentang April-November 2018. Sisanya, Rp2,5 miliar, diberikan jika klub memberikan program pengembangan pesepak bola usia dini.

Alurnya yakni program diajukan terlebih dahulu ke Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), kemudian diserahkan ke PT LIB yang kemudian menyalurkan uangnya kepada klub.

Perbedaan cukup mencolok kedua yaitu regulasi pemain asing. Pada Liga 1 2017, skema kepemilikan pemain asing di tim yaitu 2+1+1 yang maksudnya setiap tim dipersilakan merekrut dua pemain asing non-Asia, satu pemain asing Asia, dan satu pemain asing tambahan jika berstatus "marquee player".

"Marquee player" diartikan sebagai pemain kelas dunia yang pernah bermain di tiga edisi Piala Dunia terakhir, yakni 2006, 2010, dan 2014 serta pernah merumput di delapan liga teratas Eropa periode 2009-2017.

Pada Liga 1 2018, PT LIB meniadakan aturan "marquee player", sesuai kesepakatan LIB dan semua tim peserta Liga 1 2018. Skema pemain asing pada Liga 1 2018 lalu menjadi 3+1, di mana setiap tim maksimal menggunakan jasa tiga pemain asing non-Asia dan seorang pemain impor Asia.

Menurut Pelaksana Tugas Ketua Umum PSSI Joko Driyono yang menggantikan Edy Rahmayadi selama cuti sibuk di Pilkada Sumut dan telah mengakui kegagalannya memimpin PSSI, alasan tidak adanya "marquee player" pada musim 2018 karena liga tidak menerapkan batasan gaji atau "salary cap".

"Keberadaan 'marquee player' hanya relevan jika 'salary cap' diimplementasikan," kata Joko kepada Antara, Jumat (19/1). Pada 2017, batasan pengeluaran gaji per tim setiap musim Rp15 miliar.

Perbedaan ketiga, mengenai aturan pemain U-23. Pada Liga 1 2017, setiap klub harus mengontrak sedikitnya lima pemain U-23 dari total 30 pemain yang dimiliki dan wajib memainkan tiga orang di antaranya selama minimal 45 menit setiap laga. Pada musim 2018, aturan berganti. Tim peserta wajib mendaftarkan tujuh pemain U-23, tetapi tidak harus menurunkan mereka saat pertandingan.

Memastikan PSSI sebagai federasi penaung seluruh kegiatan sepak bola di Indonesia juga memiliki kepentingan pada Liga 1. Organisasi yang berdiri pada 19 April 1930 itu, turut memastikan liga berjalan sesuai dengan irama kegiatan tim nasional Indonesia.

Pada 2018, timnas U-23 dan senior Indonesia mengikuti dua turnamen penting, yakni Asian Games 2018 dan Piala AFF 2018. Liga 1 merupakan penyumbang pemain terbesar untuk timnas, mau tak mau penjadwalan liga pun harus disesuaikan.

Untuk putaran pertama Liga 1 2018, PSSI menyatakan jadwal Liga 1 sudah sesuai dan tidak akan terpengaruh program tim nasional U-23 yang disiapkan untuk Asian Games 2018.

Persoalan justru muncul ketika berbicara Piala AFF 2018, di mana Indonesia akan mengirimkan timnas senior. Sebab, beberapa pertandingan Liga 1 2018 yang dijadwalkan berakhir pada 9 Desember 2018 akan berlangsung bersamaan dengan digelarnya Piala AFF 2018 yang digelar 8 November-15 Desember 2018.

"Kami dari PSSI berharap kompetisi dan AFF bisa berjalan bersama-sama. Namun, kami upayakan ada penyesuaian jadwal terutama terkait laga yang berhimpitan dengan Liga 1 karena penyisihan grup Piala AFF 2018 menerapkan format baru," ujar Joko Driyono.

Format Piala AFF 2018 memang berbeda dari penyelenggaraan sebelumnya. Pada babak grup yang berisi lima tim, nantinya setiap tim akan bertanding dua kali tandang dan dua kali kandang. Sebelumnya, format penyisihan grup Piala AFF adalah sistem satu kandang ("home tournament").

Dengan sistem "round robin" kandang-tandang tersebut, penyelenggaraan pertandingan grup bisa memakan waktu yang lebih lama. Hal itu tentu dapat memengaruhi performa klub pada Liga 1 yang pemainnya dipanggil memperkuat tim nasional.

PSSI pun berjanji membicarakan penyesuaian jadwal itu dengan PT LIB. Diskusi digelar setelah tim nasional senior Indonesia memiliki pelatih baru karena pelatih saat ini, Luis Milla, kontraknya hanya sampai Asian Games 2018.

Pelatih baru timnas senior Indonesia yang rencananya ditetapkan sekitar Juli-Agustus 2018 atau pada awal putaran kedua Liga 1 itu, akan menyusun jadwal timnas senior yang disiapkan untuk Piala AFF 2018 yang akan disesuaikan dengan jadwal Liga 1.

"Penyesuaian jadwal Piala AFF dan Liga 1 ini menjadi pekerjaan rumah buat kami," tutur Joko.

Kepastian berjalannya Liga 1 2018 tentu saja melegakan. Tim-tim peserta kembali menemukan gairah bersaing yang bisa mengasah kualitas mereka, sementara masyarakat pencinta sepak bola memiliki tontonan menarik setiap pekannya. Ujung dari semuanya itu, tentu saja majunya persepakbolaan nasional, semogalah.

Ada peribahasa Afrika, "Jika kamu ingin pergi dengan cepat, pergilah sendirian. Jika kamu ingin pergi jauh, pergilah bersama-sama". Prestasi sepak bola nasional harus dicapai sebagai hasil kerja keras bersama semua pihak mulai pemerintah, PSSI, PT LIB, pemain, pelatih, staf, serta masyarakat.

Memang perlahan, tetapi meyakinkan. Dengan demikian "diharapkan" sepak bola Indonesia bisa "pergi jauh", bukan pergi cuti.


Jakarta, 13/3 (Benhil) - Lebaran memang masih cukup lama bahkan Ramadhan pun juga belum tiba, namun ada satu hal yang harus dilakukan jauh-jauh hari, yakni membeli tiket kereta api untuk mudik.

Kegiatan tahunan yang perlu perjuangan dan bahkan ada faktor keberuntungan memang selalu menjadi momok bagi pemudik ke Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur yang menggunakan kereta api sebagai alat transportasi. Jadwal penjualan tiket KA sebelum lebaran, sangat penting diketahui.

Perbaikan layanan oleh PT KAI sudah terus dilakukan, antara lain dengan memanfaatkan kemajuan teknologi masyarakat tak perlu lagi harus berjam-jam antri di depan loket stasiun tapi bisa membeli karcis dengan cara online, sehingga bisa menghemat waktu dan tenaga. Kereta api saat ini memang masih menjadi alat transportasi yang dipilih masyarakat, karena selain harganya cenderung terjangkau, juga dari sisi ketepatan waktu, kenyamanan, dan keamanan makin membaik.

Apalagi kebersihan kereta api saat ini juga makin baik seperti gerbong dan toilet, selain kondisi gerbong yang sudah menggunakan penyejuk ruangan (AC) dan sudah tidak ada lagi pedagang kaki lima yang bersiliweran.

PT KAI (Persero) menghadapi arus mudik Lebaran 2018 jauh-jauh hari juga sudah mengantisipasi kemungkinan membludaknya pembelian tiket kereta api ke berbagai tujuan di Pulau Jawa.

PT Kereta Api Indonesia menyiapkan 236.210 kursi per hari selama masa Angkutan Lebaran mulai 5 Juni 2018 (H-10) sampai dengan 26 Juni (H+10).

Direktur Operasi PT KAI Slamet Suseno, mengatakan para calon penumpang dapat memesan tiket mulai H-90 sebelum keberangkatan dan proses pemesanan tiket KA mulai 7-24 Maret 2018. Pada 12 Maret ini sudah dibuka untuk H-5.

Jumlah perjalanan kereta api sebanyak 393 kereta api per hari pada operasi Lebaran 2018 naik empat persen bila dibandingkan 2017 lalu sebanyak 379 kereta api per hari. Untuk kapasitas tempat duduk, sebanyak 236.210 kursi per hari atau naik 3,5 persen bila dibandingkan 2017 sebanyak 228.158 kursi per hari.

PT KAI merinci daftar kereta api reguler dalam masa angkutan lebaran 2018, yaitu 212.458 kursi dan kereta api tambahan 23.752 kursi.

Sejumlah KA tambahan Lebaran 2018, di antaranya KA Argo Lawu Gambir-Solo (kapasitas 1.000), Sembrani Lebaran Gambir-Surabaya-Pasarturi (kapasitas 900), Lodaya Lebaran Bandung-Solo (kapasitas 912), Mataram Premium Pasarsenen-Lempuyangan (kapasitas 1.440) dan lainnya.

Untuk memberikan kenyamanan dan kemudahan kepada masyarakat, PT KAI melayani pemesanan tiket selama 24 jam melalui aplikasi, internet, pusat informasi 121, minimarket dan lainnya. Disamping itu, loket resevasi stasiun melayani pemesanan mulai pukul 09.00 WIB sampai pukul 19.00 WIB.

Sedangkan, pemesanan tiket melalui mesin penjualan (vending machine) E-Kiosk dari pukul 05.00 WIB sampai pukul 22.00 WIB.

Salah satu fasilitas yang tidak dimiliki saluran lain, yaitu "E-boarding pass", jadi pengguna KA tidak perlu mencetak "boarding pass" yang berwarna oranye dan cukup menunjukkan "e-boarding pass" pada layar telepon pintar kepada petugas.

Menanggapi banyaknya keluhan masyarakat yang ingin memesan tiket kereta api karena jaringan internet terganggu karena banyaknya warga masyarakat yang mengunduh, PT KAI menjamin pemesanan tiket kereta api melalui internet dalam masa Angkutan Lebaran 2018 tidak terganggu.

Hal ini karena PT KAI telah memperbesar kapasitas "bandwith" dari 150 "megabyte" (MB) menjadi 400 MB untuk kelancaran akses pemesanan tiket.

Sejak 2015, KAI telah mengganti mesin untuk sistem pembelian tiket melalui internet dengan mesin yang baru, sehingga kejadian "system down" pada 2014 diharapkan tidak akan terulang. Artinya, untuk kapasitas sudah tidak ada masalah, namun adanya lonjakan pengaksesan dalam satu waktu membuat tiket sulit didapatkan.

Puncak mudik PT KAI memperkirakan puncak arus mudik dengan kereta api jatuh pada 13 Juni 2018 atau (H-2) Lebaran, sementara itu puncak arus balik diperkirakan pada 17 Juni 2018 atau (H+1) Lebaran. Pada puncak mudik pada H-2 atau 13 Juni 2018, tiketnya bisa dibeli 15 Maret 2018 dan H+1 titik puncak arus balik dan tiketnya bisa dibeli pada 19 Maret 2018.

Untuk keselamatan perjalanan kereta api, PT KAI meningkatkan pengawasan di daerah-daerah rawan dengan menyiagakan 236 petugas posko dan alat material untuk siaga (Amus) berupa batu balas/kricak, bantalan rel, pasir, dan sebainya.

Persero juga menambah petugas penjaga perlintasan kereta api sebidang menjadi 1.113 orang serta petugas pemeriksa jalur sebanyak 605 orang. Selain itu, tenaga "fliyng gank" disiagakan 24 jam apabila terjadi rintangan jalan peristiwa luar biasa hebat. PT KAI juga menyiapkan tenaga keamanan angkutan Lebaran dari internal, yaitu Polsuska dan Satpam) serta eksternal (TNI-Polri).

Sebanyak 1.339 tenaga polsuska akan mengamankan area KA yang terbagi atas 932 pengawalan di atas kereta api, 285 di stasiun dan 122 di jalur KA. Disamping itu sebanyak 3.584 personel satpam akan menjaga di tiap stasiun dan aset KAI dan tenaga eksternal dari TNI-Polri sebanyak 1.526 personel serta anjing pelacak (K-9) disiagakan untuk menjaga stasioner, parkir dan jalur kereta api.

Diharapkan dengan mempersiapkan jauh-jauh jadwal penjualan tiket KA sebelum lebaran maupun kesiapan PT KAI dalam menyiapkan sarana dan prasarana, penyelenggaraan arus mudik dan balik menggunakan kereta api tahun 2018 bisa lebih baik dan lancar. (Ahmad Wijaya)


Kupang, 13/3 (Benhil) - Pada awalnya, pemerintah memandang penting penggunaan rumpon bagi para nelayan untuk meningkatkan pendapatan dari produksi menangkap ikan, sehingga pemerintah menerbitkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No.26 Tahun 2014 tentang Rumpon.

Seiring dengan perjalanan waktu, penggunaan rumpon sebagai alat bantu penangkapan ikan ini semakin banyak digunakan oleh para nelayan maupun pelaku usaha bidang penangkapan ikan, karena memberi manfaat yang cukup nyata dalam upaya peningkatan jumlah hasil tangkapan ikan.

Ketentuan pemasangan rumpon adalah di wilayah perairan dua hingga empat mil laut diukur dari garis pantai pada titik surut terendah, perairan di atas empat mil laut sampai dengan 12 mil laut diukur dari garis pantai pada titik surut terendah serta perairan di atas 12 mil laut dari Zone Ekonomi Eksklusif Indonesia.

Namun, ketentuan pemasangan rumpon bagi nelayan ataupun perusahaan berbadan hukum, wajib mengantongi izin dari bupati atau wali kota atau pejabat yang bertanggung jawab di bidang perikanan, untuk pemasangan rumpon di wilayah perairan 2 - 4 mil laut.

Sedang, izin dari gubernur atau pejabat yang bertanggung jawab di bidang perikanan, untuk pemasangan rumpon di wilayah perairan di atas 4 mil laut sampai dengan 12 mil laut.

Izin dari Direktorat Jenderal (Perikanan Tangkap) atau pejabat yang ditunjuk, untuk pemasangan rumpon di wilayah perairan di atas 12 mil laut dan Zone Ekonomi Eksklusif Indonesia.

Bagi para pejabat terkait yang berwenang mengeluarkan izin pemasangan rumpon tersebut, wajib pula mempertimbangkan daya dukung sumberdaya ikan dan lingkungannya serta aspek sosial budaya masyarakat setempat.

Sebab, untuk pengendalian pengelolaan sumberdaya perikanan, Gubernur, Bupati - Wali kota wajib menyampaikan laporan jumlah, lokasi rumpon, dan izin pemasangan rumpon yang diterbitkan kepada Ditjen (Perikanan Tangkap).

Dengan memahami berbagai ketentuan tentang rumpon sebagai alat bantu pengumpul ikan, maka diharapkan pelaku utama dan pelaku usaha, baik perorangan atau perusahaan, akan lebih cermat dan bijaksana dalam pemasangan rumpon, sehingga memberikan hasil yang optimal dan dapat meningkatkan pendapatan nelayan.

Namun, seiring dengan perjalanan waktu, rumpon dinilai bukan sebagai sarana untuk menangkap ikan yang baik, tetapi malah merusak ekologi perairan dan mengancam ikan-ikan di wilayah perairan setempat.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dengan tegas menyatakan akan membersihkan seluruh rumpon yang dipasang di seluruh wilayah perairan Indonesia, karena tidak lagi berfungsi sebagai sarana untuk menangkap ikan yang baik, rumpon perusak ekologi laut.

Pernyataan tegas Menteri Susi tersebut muncul karena ia melihat semakin maraknya pengusaha dan nelayan yang menggunakan rumpon untuk menangkap ikan di seluruh wilayah perairan Indonesia yang bakal merusak ekologi laut dan ikan-ikan di wilayah perairan sekitarnya.

"Rumpon, apa pun nama dan bentuknya, itu adalah mengganggu. Selain itu, rumpon juga ilegal, karena Pemerintah tidak pernah mengeluarkan izin dalam bentuk apa pun. Jika rumpon terus dibiarkan, maka akan menurunkan kualitas lingkungan hidup di wilayah perairan sekitarnya," kata Menteri Susi menegaskan.

Menteri yang terkenal tegas dan garang dalam upaya menengelamkan kapal-kapal asing pencuri ikan di Indonesia itu juga memastikan bahwa tidak ada izin yang dikeluarkan oleh Pemerintah Pusat ataupun daerah.

"Kita perlu dukungan semua pihak untuk menertibkan keberadaan rumpon ini. Karena, tidak semua bisa kita pantau. Jika ada yang tahu di daerah ada rumpon yang berizin pemda setempat, laporkan ke kami. Itu ilegal," katanya menegaskan.

Menurut Susi, semakin banyak rumpon yang dipasang di perairan Indonesia, maka itu akan berpotensi mengalihkan pergerakan tuna ke dalam kawasan perairan nasional. Jika itu dibiarkan, maka itu dinilai bisa merugikan nelayan kecil dan tradisional.

Menteri Susi juga mendapat laporan ada pemasangan rumpon liar di sekitar Laut Seram, Maluku, di perairan Nusa Tenggara Timur (NTT), Teluk Tomini (Sulawesi Tengah) dan Bitung (Sulawesi Utara).

"Di sana, tangkapan nelayan tradisional sebagian besar hanya malalugis yang dikenal sebagai ikan umpan untuk tuna. Padahal potensi tangkapan di sekitar Laut Sulawesi, Laut Timor dan Samudera Pasifik sangat besar karena merupakan habitat tuna dan ikan pelagis besar lainnya," katanya.

Ikan seperti tuna dan pelagis besar lain biasanya hidup bergerombol di dalam perairan, namun kemudian terhadang rumpon dan akhirnya hanya berputar-putar di sekitar rumpon saja.

"Apa pun alasannya, rumpon harus dibersihkan di seluruh wilayah perairan Indonesia," tegasnya.

Kontroversi Saat dilakukan survei minyak dan gas (Migas) di Laut Timor oleh sebuah tim Kementerias ESDM, Jumat (9/3), didapatlah 19 buah rumpon (7 rumpon jenis proton dan 12 rumpon jenis gabus) yang ditebar pada koordinat 10 13`525" LS - 125? 10`406 BT sebelah selatan Pulau Timor.

Penebaran rumpon tersebut diduga kuat oleh nelayan setempat, dilakukan oleh kapal-kapal porse seine besar dari Bali yang beroperasi secara bebas di wilayah perairan pantai selatan Pulau Timor sampai ke Laut Timor tanpa ada upaya pencegahan yang dilakukan oleh aparat pengawas kelautan dan otoritas keamanan setempat.

Upaya pemberantasan dan pembersihan rumpon di wilayah perairan NTT, menurut Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan NTT Ganef Wurgiyanto, masih menunai kontroversi antara penegasan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti serta Ditjen di kementerian tersebut yang masih mengeluarkan izin pemasangan rumpon bagi kapal purse seine pelagis besar.

"Ini letak persoalannya, dan kami juga sependapat dengan nelayan Kupang bahwa 19 rumpon yang disita tersebut adalah rumpon ilegal, karena pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota di NTT tidak mengeluarkan izin untuk pemasangan rumpon," tegasnya.

Ganef Wurgiyanto menjelaskan bahwa meskipun Menteri Kelautan dan Perikanan melarang keras pemasangan rumpon di seluruh wilayah perairan Indonesia, masih Ditjen di lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan yang tetap mengeluarkan izin pemasangan rumpon bagi kapal-kapal purse seine besar yang beroperasi di wilayah pengelolaan perikanan (WPP) 753 hingga Laut Timor.

Sementara kapal-kapal purse seine, diperbolehkan melakukan penangkapan ikan apabila memiliki rumpon sendiri.

"Ini kan kontroversi, di satu sisi ibu Menteri Susi inginkan semua rumpon diberantas, tapi di sisi lain masih ada Ditjen terkait mengeluarkan izin rumpon bagi kapal purse seine besar," katanya.

Para nelayan yang bermangkal di Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Tenau Kupang merasakan betul bagaimana sulitnya mereka mendapatkan ikan dalam jumlah banyak karena arus migrasi ikan dari Australia terhalang oleh rumpon yang bertebaran di sepanjang Laut Timor.

"Apa yang didapat oleh para nelayan `Pole and Line` jika ikan cakalang itu sudah dilingkar semua oleh kapal-kapal purse seine besar yang menebar rumpon liar di sepanjang pantai selatan Kupang dan Laut Timor. Nasib kami para nelayan penangkap cakalang tidak hanya memprihatinkan, namun sudah mengarahkan pada gulung tikar," kata Abdul Wahab Sidin, seorang nelayan yang mangkal di PPI Tenau Kupang.

Wahab Sidin yang juga Ketua Bidang Humas dan Informasi HNSI Kota Kupang ini menduga ada konspirasi tingkat tinggi antara pihak pengawas serta aparat keamanan setempat dengan kapal-kapal purse seine besar dari Bali yang menebar rumpon di sepanjang pantai selatan Kupang dan Laut Timor yang menjadi penghambat migrasi ikan secara alamiah.

Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) VII Kupang Brigjen TNI (Marinir) K Situmorang membantah keras adanya konspirasi tersebut, namun ia mengatakan bahwa saat dilakukan patroli dan pemantauan memang tak pernah ditemui adanya rumpon di perairan NTT.

Namun, dengan ditemukannya sejumlah rumpon oleh pihak Migas tersebut, tentu akan memacu Lantamal VII Kupang untuk lebih fokus dalam menyisir perairan NTT dalam membersihkan rumpon-rumpon serta menangkap nelayan-nelayan yang membawa alat tangkap yang tak ramah lingkungan.

Bagaimanapun juga, rumpon hanya akan merusak ekologi laut dan menghambat tumbuh dan kembangnya ikan-ikan, karena migrasi ikan terhambat oleh rumpon yang kemudian membawa dampak pada minimnya hasil tangkapan nelayan.



Tepuk tangan spontan dari ratusan pengurus dan tokoh Partai Demokrat terdengar berulang kaki di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Sabtu, 10 Maret 2018 ketika mendengar pidato Presiden Joko Widodo saat menghadiri Rapat Pimpinan Nasional partai yang didirikan Susilo Bambang Yudhoyono Di hadapan pendiri Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono yang didampingi istrinya Ani Yudhoyono, Presiden Joko Widodo yang merupakan kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDIP menyatakan dirinya adalah seorang demokrat.

Sekalipun sama sekali tak bermaksud menyatakan bahwa dirinya akan berpindah partai atau beralih ke Partai Demokrat, Joko Widodo ingin menyatakan kepada rakyat Indonesia bahwa dirinya adalah orang yang demokrat yang menghormati perbedaan-perbedaan dalam bidang apa pun juga termasuk tentang cara pemilih partai politik.

Dalam rapimnas tersebut, Joko Widodo juga menegaskan bahwa dirinya bukan merupakan Presiden yang sangar. Sekalipun dia tidak menguraikan pengertian sangar itu, seluruh rakyat Indonesia tentu sadar bahwa orang yang sangar itu adalah tokoh yang bisa berlaku kasar ataupun keras terhadap siapa pun juga.

Bermaknakah pernyataan mantan wali kota Solo dan juga mantan gubernur Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta itu? Sejak dia terpilih sebagai Kepala Negara dan kemudian dilantik pada bulan Oktober 2014 untuk menggantikan Yudhoyono yang telah dua kali menjadi presiden, maka rakyat mendapat kesan bahwa terdapat persaingan atau rivalitas yang amat ketat diantara kedua tokoh serta partai yang melatarbelakanginya.

Sang jenderal purnawirawan ini telah berulang kali menyatakan bahwa partai politiknya telah beberapa kali dikriminalisasi oleh para pejabat pemerintah termasuk oleh elit PDIP. Tentu saja tuduhan atau "serangan" Yudhoyono itu ditepis atau dibantah baik oleh para pejabat pemerintah maupun orang-orang yang berada pada "ring satu', sebuah istilah yang mengacu kepada para pembantu terdekat di lingkungan Istana Kepresidenan.

Akan tetapi, kemudian akhirnya kedua pihak rupanya sama-sama menyadari bahwa "permusuhan" di antara mereka sama sekali tidak akan menguntungkan pemerintah, kedua partai politik ini bahkan seluruh rakyat Indonesia. Situasi negatif ini bisa merugikan Negara Kesatuan Republik Indonesia karena pada 27 Juni 2018 akan berlangsung Pemilihan Kepala Daerah Serentak di 17 provinsi, 39 kota serta 115 kabupaten.

Bahkan pada tahun 2019 akan berlangsung pemilihan presiden dan wakil presiden, serta wakil-wakil rakyat di DPD, DPR-RI, dan DPRD tingkat provinsi serta kota dan kabupaten.

Apabila ratusan juta calon pemlih terus saja melihat para pemimpin saling "mencaci maki" maka bukan tidak mungkin pada Pilkada Serentak dan juga Pemilu tahun 2019 akan lahir lagi "golput atau golongan putih" yaitu orang-orang yang mempunyai hak pilih tapi kemudian secara sengaja tidak mendatangi tempat pemungutan suara atau (TPS) untuk mencoblos gambar atau tanda-tanda gambar calon pemimpinnya.

Kelompok golput ini kemudian bisa saja berdalih bahwa karena tidak mengikuti pilkada dan pemilu maka mereka merasa tidak mempunyai kewajiban untuk menuruti atau mengikuti perintah para pemimpin mereka seperti presiden dan wakil presiden, anggota DPD, DPR-RI serta DPRD.

Tentu Jokowi dan SBY tidak menginginkan adanya "golput" sehingga mereka secara moral berkewajiban agar situasi politik di Tanah Air menjadi tetap tenang, kemudian rakyat mencoblos di TPS, dan akhirnya lahir pemimpin- pemimpin politik yang baru yang seharusnya memang amanah atau mengikuti keinginan rakyat Indonesia.

Yudhoyono sedikitnya sudah dua kali mendatangi Istana kepresidenan untuk berbicara dengan Presiden Jokowi walaupun masyarakat praktis tidak akan bisa mengetahui apa saja yang dibahas atau dirundingkan oleh kedua opemimpin itu. Bahkan Yudhoyono pernah "mengutus" anaknya Agus Harimurti Yudhoyono untuk juga bertemu dengan Jokowi, dapat dimaknai berikan sinyal SBY dukung Jokowi.

Melihat pendekatan demi pendekatan atau istilah populernya "PDKT" maka rakyat boleh berharap akan terjadi "peredaan ketegangan" diantara kedua pihak.

Tiga poros Menjelang Pilpres 2019 itu, maka kepada masyarakat mulai diperkenalkan atau dipopulerkan istilah-istilah " dua poros" atau bahkan "tiga poros".

Istilah dua poros itu mengacu kepada jalur partai politik yang dipastikan mendukung kembali pencalonan Joko Widodo sebagai presiden masa bakti 2019-2024. Poros ini tentu saja "digawangi" oleh PDIP dengan pesertanya antara lain Partai Golkar serta Partai Nasdem. Sementara itu, poros kedua dibentengi oleh Partai Gerindra yang Ketua Umum-nya Prabowo Subianto juga menjadi petarung dalam pilpres 2014.

Sekalipun ratusan juta calon pemilih bisa melihat hasil survei bahwa Jokowi mempunyai peluang sangat besar untuk menundukkan Prabowo lagi, tentu saja mantan komandan jenderal Komando Pasukan Khusus (Kopassu) TNI-AD itu tetap mempunyai hak penuh untuk mencalonkan dirinya lagi.

Namun kemudian Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN Zuilkifli Hasan berambisi membuat poros ketiga misalnya bersatu dengan Partai Keadilan Sejahtera atau PKS.

Kalau begitu, dimana peran penting Yudhoyono? Jokowi tentu menyadari bahwa Partai Demokrat bisa memainkan peran penting dalam Pemilu 2019 sehingga tidak aneh bila Jokowi kemudian mau bertemu dengan Yudhoyono, AHY bahkan hingga menghadiri Rapimnas Partai Demokrat. Sebaliknya Yudhoyono juga pasti sudah mempunyai "hitungannya tersendiri" terhadap Jokowi dan PDIP.

Sampai saat ini, Partai Demokrat selalu menyebut dirinya sebagai ":penyeimbang" artinya tidak mengikuti PDIP dan juga sebaliknya tak berkiblat kepada Gerindra. Karena itu, Yudhoyono ingin "memainkan" posisinya untuk ikut menentukan apakah akan berbelok ke Jokowi atau PDIP, ataukah ke Partai Gerindra yang dipimpin oleh Prabowo yang sama-sama merupakan purnawirawan jenderal TNI Angkatan Darat.

SBY pasti tetap sadar akan ingat bahwa anaknya yang bernama AHY itu baru-aru ini kalah dalam pilkada di Jakarta namun mantan mayor TNI-AD itu dianggapnya tetap bisa mempunyai peran politik penting di Tanah Air baik di tingkat nasional maupun daerah.

Nama Agus Harimurti mulai disebut-sebut bisa berperan sebagai bakal calon eakil presiden pada Pemilu 2019. Namun pertanyaan yang perlu dijawab AHY adalah apakah kekalahannya di Jakarta akan berdampak negatif jika sampai "nekad" ikut Pilpres 2019 ataukah dirinya harus "bersabar dahulu" hingga pilpres 2024 sehingga periode beberapa tahun mendatang ini bisa dijadikan semacam "pupuk" untuk meraih dukungan rakyat bagi pilpres 2024 apalagi dia masih "muda" di bidang politik.

Agus juga perlu menyadari bahwa hingga detik ini dirinya berada dibawah "bayang-bayang" bapaknya sehingga harus membuktikan dengan prestasi-prestasinya sendiri kepada rakyat di Tanah Air bahwa memang pantas mendukungnya di masa mendatang.

Jadi membaiknya hubungan Joko Widodo dengan Susilo Bambang Yudhoyono dan juga Agus Harimurti saat ini hingga berlangsungnya Pilpres tahun 2019 seharusnya dibaca sebagai pendekatan alias PDKT oleh berbagai pihak untuk berbaikan hanya demi kepentingan rakyat di seluruh Negara Kesatuan Republik Indonesia dan bukannya cuma demi kepentingan segelintir partai politik ataupun ambisi individual.


Besok pada Minggu pagi, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menandatangani prasasti plasma nutfah kelapa sawit pada Monumen Sawit di Kebun Raya Bogor (KRB) bersamaan dengan perayaan Dua Abad kebun raya peninggalan kolonial tersebut.

Penandatangan ini menjadi bukti komitmen pemerintah terhadap industri kelapa sawit di masa depan. Namun, tak banyak orang yang mengetahui kalau tanaman kelapa sawit (Elaeis guineensis) yang menjadi primadona di Indonesia tersebut berasal dari kawasan di Afrika Barat yang dibawa oleh ahli botani asal Belanda pada 1848.

Menurut Kepala Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya LIPI (Kebun Raya Bogor) Didik Widyatmoko, kala itu ada empat pohon induk kelapa sawit yang ditanam di Buitenzorg Botanical Garden yang sekarang dikenal sebagai Kebun Raya Bogor.

Waktu itu Belanda mengumpulkan berbagai tanaman yang cocok ditanam di Indonesia, termasuk sawit (memiliki nama asli Elaeis Guninensis), kina dan kayu manis.

"Sawit jadi komoditas andalan Indonesia itu bermula dari sini," ujar Didik di sela acara Perayaan 2 Abad Kebun Raya Bogor dan penandatanganan Tugu Prasasti Plasma Nutfah Kelapa Sawit Indonesia di Bogor, Minggu.

Bibit sawit yang dibawa dari Afrika tersebut pertama kali ditanam tepat di lokasi prasasti itu. Keempat pohon tersebut dua berasal dari Bourbon (Mauritius) dan dua lainnya dari Hortus Botanicus, Amsterdam (Belanda).

Waktu itu kami juga tidak tahu apakah produktivitasnya tinggi atau tidak, tapi yang jelas bibit itu dibawa Belanda dari Afrika dan sekarang telah menguasai perekonomian di Indonesia, kata Pelaksana Tugas atau Plt Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Bambang Subiyanto.

Benih dari empat pohon tersebut pada awalnya bukan dibudidayakan sebagai tanaman perkebunan, namun ditanam sebagai tanaman hias dan peneduh pada perkebunan tembakau di Deli, Sumatera Utara.

Pada tahun 1853 keempat tanaman tersebut telah berbuah dan bijinya disebarkan secara gratis. Pada pengamatan tahun 1858, ternyata keempat tanaman tersebut tumbuh subur dan berbuah lebat.

Walaupun berbeda waktu penanaman (asal Bourbon lebih dulu dua bulan), tanaman tersebut berbuah dalam waktu yang sama, mempunyai tipe yang sangat beragam, kemungkinan diperoleh dari sumber genetik yang sama.

Melihat pertumbuhan yang sangat baik, kemudian M Adrien Hallet, seorang warga Belgia, membangun perkebunan kelapa sawit pada skala ekonomi seluas 2.630 hektare (ha) di Sumatera Utara dan Aceh pada 1911.

Perkembangan industri perkebunan kelapa sawit yang berkembang berimbas pada penelitian dan pemuliaan benih kelapa sawit. Benih dari tanaman sawit yang ditanam di perkebunan tembakau di Deli tersebut lantas menyebar ke seluruh Indonesia dan Malaysia.

Bahkan, kata ujar Direktur Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Hasril Hasan Siregar, benih tersebut juga menyebar ke berbagai perkebunan kelapa sawit yang ada di Asia Tenggara.

Lantaran benih tersebut banyak disebarkan dari Deli, maka kemudian pohon induk tersebut diberi nama Dura Deli, lanjutnya, dan Dura Deli merupakan "mother of palm" yang hingga kini sudah mencapai empat generasi. Dari pohon induk Dura Deli tersebut telah menghasilkan bibit-bibit unggul kelapa sawit yang dilakukan oleh para pemulia yang juga sudah mencapai empat generasi. Hingga kini, total sudah ada 50 varietas bibit unggul kelapa sawit, di mana plasma nutfahnya berasal dari Dura Deli.

PPKS sendiri telah menghasilkan 12 varietas bibit unggul, sementara 14 produsen benih lainnya menghasilkan 38 varietas. Jadi total ada 50 varietas benih sawit unggul yang dihasilkan dari Deli Dura ini.

Saat ini, keempat pohon induk yang menjadi pangkal cerita sukses perkebunan sawit di Indonesia itu sudah mati pada 1992 karena dimakan usia.

Namun jejaknya tak pernah hilang karena kini, kelapa sawit bisa disebut sebagai pahlawan devisa Indonesia, mencapai Rp239 triliun, jauh mengungguli komoditas lain, baik komoditas migas maupun non-migas dengan luas area perkebunan mencapai sekitar 11,9 juta hektare.

Nah kita tidak ingin kehilangan sejarah itu. Maka kita ingin mengembalikan bahwa Kebun Raya Bogor tetap menjadi sejarah perkembangan industri sawit, Ketua Umum Gabungan Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Joko Supriyono.

Oleh karena itu, GAPKI mengapresiasi Presiden Jokowi yang bersedia menandatangani prasasti plasma nuftah kelapa sawit tersebut. Hal itu membuktikan bahwa negara punya komitmen yang besar terhadap industri kelapa sawit ini. Dengan prasasti diharapkan agar anak-cucu kita tidak lupa bahwa di tempat itu ada sejarah yang penting bagi republik ini.

Tak jauh dari tugu prasasti tersebut, juga ditanam beberapa benih kelapa sawit sebagai koleksi plasma nutfah di Kebun Raya Bogor.

Berbagai upaya itu diperlukan untuk melestarikan plasma nutfah kelapa sawit, supaya ke depan menjadi sumber untuk berbagai aktivitas penelitian dan riset di Tanah Air.

Songket Aceh

Seraya duduk, tampak tangan dan kaki wanita itu begitu telaten merangkai helai demi helai benang menggunakan alat tenun kaki tangan hingga membentuk sehelai kain yang indah.

Dahlia, satu-satunya pengrajin tenun songket Aceh di Gampong (desa) Siem, Kecamatan Darussalam, Kabupaten Aceh Besar, yang tetap setia menenun hingga diusianya yang sudah tidak muda lagi. Pekerjaan menenun bagi perempuan yang telah berusia 58 tahun ini untuk meneruskan dan mempertahankan songket khas Aceh yang diwariskan almarhumah ibundanya, Maryamu Ali yang dikenal dengan nama Nyak Mu.

"Menenun warisan dari ibu saya, yang meminta tenun songket Aceh jangan sampai hilang, karena sudah dikenal," ujar Dahlia yang belajar menenun dari ibundanya semasih duduk di bangku sekolah menengah pertama.

Diapun pernah menyarankan kepada pemerintah untuk memperhatikan kelestarian dan pengembangan songket Aceh. Namun sampai saat ini, belum ada perhatian dan bantuan dari pemerintah untuk pengembangan usaha tenun kain songket di Gampong Siem.

Dahlia bertahan dengan pekerjaan kerajinan tradisional ini, karena sudah ditekuni sejak lama, meski kadang hanya sambilan, namun telah ikut membantu ekonomi keluarganya.

Ibu enam orang anak ini, sehari-harinya menenun di rumah menggunakan alat tenun kaki tangan (ATKT) dan dibantu enam pekerja.

"Saya bekerja dengan alat tenun tradisional yang saya tempatkan di dalam rumah, tidak ada ruangan khusus," tutur istri Ansyari ini saat dijumpai sedang memperagakan teknik menenun menggunakan alat tenun tradisional miliknya di gedung galeri dewan kerajinan nasional (Dekranas) Aceh Besar.

Menurutnya, menyiapkan satu stel kain dan selendang songket, membutuhkan waktu seminggu, dengan menenun delapan jam sehari.

Dibantu enam pekerja, usahanya bisa menghasilkan delapan stel kain - selendang dalam sebulan. "Dalam sebulan kadang banyak, paling kurang dua stel. Kadang sama sekali tidak ada, karena selain tidak ada pesanan dan saya lagi masa turun ke sawah, sehingga menenun jadi kerja sambilan," jelasnya.

Usahanya memproduksi songket sesuai pesanan, sedangkan harga tebus kepada pemesan, tergantung motif dan bahan.

Harganya bervariasi dari Rp800 ribu hingga Rp1,5 juta per stel, tergantung motif dan bahannya. Kalau bahan sutra harganya Rp1,6 juta.

Ada sejumlah motif tenun songket Aceh yang bisa dibuatnya, diataranya yaitu motif pucuk meria, delima dan motif meulu.

Menghasilkan satu stel kain dan selendang, ia harus mengeluarkan biaya Rp600 ribu untuk membeli bahan dan ongkos pekerja perorang berkisar Rp250 ribu hingga Rp500 ribu. "Kalau bahan sutra, saya pesan di Bandung," katanya.

Turun temurun Masa terang dan suram mewarnai usaha tenun songket yang sudah turun-temurun di Gampong Siem ini.

Dahlia menceritakan semasa ibundanya mengelola usaha tenun songket tahun 70-an, tenun songket Nyak Mu di Gampong Siem dikenal di seluruh Aceh, sampai ke provinsi lainnya. "Kerajinan tenun songket di Gampong Siem ini turun-temurun," ujarnya.

Waktu itu, banyak yang bekerja dan belajar tenun dengan ibunya. Mereka berasal dari berbagai kabupaten di Aceh, termasuk dari Aceh Barat yang sekarang sudah buka usaha mandiri tenun songket.

Karena kegigihan mengembangkan tenun songket khas Aceh, ibundanya, Maryamu Ali mendapat penghargaan Upakarti dari Presiden Suharto tahun 1991. Kecuali itu, konflik politik dan bersenjata yang mendera Aceh tahun 90-an berdampak suramnya usaha tenun di Gampong Siem yang berjarak sekitar 20 kilometer dari pusat Kota Banda Aceh ini.

Pada masa itu, tidak ada orang yang datang ke Gampong Siem memesan kain songket. Praktis usaha dan kegiatan tenun songket terhenti kala itu.

Menenun tenun pun saat ini hanya Dahlia. Itupun dilakukannya kadang sambilan. "Saya tetap senang menenun, walaupun kadang dilakukan sambilan," katanya.

Diakuinya, walaupun ada dari lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan universitas yang datang ke Gampong Siem memberikan pelatihan beragam desain model dan interior songket, namun dirinya tetap saja menenun kain dan selendang. Dia tidak bisa mengikuti desain baru dan interior dari songket, karena tenun songket hanya untuk kain ukuran 1,5 meter dan selendang. Tidak bisa dipotong-potong untuk desain lain dan diperpanjang untuk interior.

"Saya hanya fokus tenun kain dan selendang saja," jelasnya.

Menurutnya minat generasi muda, remaja putri untuk menekuni tenun memang ada namun agak susah. Ada juga yang mencoba belajar menenun, namun tidak bertahan karena susah dan tidak betah. Menenun perlu ketrampilan plus kesabaran.

Harapannya, perlu perhatian pemerintah untuk mau mengembangkan tenun songket Aceh.

"Kalau bisa dibuat suatu badan yang mengelola tenun songket. Kalau saya memang sudah tidak sanggup lagi, hanya bisa membantu," ujarnya.

Dahlia telah menunjukkan kesetiannya mempertahankan songket khas Aceh warisan leluhur agar tidak hilang ditelan zaman.


Jakarta, 11/3 (Antara) - Ketua Umum DPP Partai Demokrat yang juga Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono menebar sinyal dukungan politiknya terhadap Presiden Joko Widodo pada Pilpres 2019 melalui pidato politik pada Rapat Pimpinan Nasional Demokrat di Sentul International Convention Center, Sabtu (10/3).

Dalam pidatonya SBY memang menyatakan Demokrat belum menentukan Capres dan Cawapres yang akan diusung pada Pilpres 2019. Tapi ia berulang kali menampilkan sinyal dukungan terhadap Jokowi.

Sedikitnya ada lima sinyal dukungan politik yang diutarakan SBY secara lugas dalam forum yang terbuka bagi media massa itu. Pertama, SBY menekankan bahwa suksesnya Pemilu merupakan tanggung jawab moral dan politik Presiden Jokowi. Oleh karenanya Demokrat akan membantu Jokowi menyukseskan Pemilu yang adil dan jujur.  Kedua, SBY menyatakan Jokowi adalah Pemimpin bangsa, sehingga dalam etika yang dipahami Partai Demokrat, wajib hukumnya bagi Demokrat memberikan penghormatan yang tinggi bagi Jokowi.

Ketiga, SBY memahami Pemerintahan Jokowi tengah berjuang mengatasi tekanan ekonomi global dan regional yang dapat berdampak pada ekonomi nasional. Ia mendoakan sekaligus meyakini Pemerintahan Jokowi dapat sukses menjawab tantangan yang ada dan mengakhiri masa bakti lima tahun periode pertama dengan gemilang.

Keempat, SBY menyatakan harapan dan doanya agar Jokowi sukses pada Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2019 sesuai harapan dan keinginan Jokowi.

Kelima, yang paling lugas dan benderang, SBY menyatakan Demokrat bisa mendukung Jokowi jika takdir Tuhan sudah memutuskan.

Namun khusus sinyal yang terakhir ini, SBY menekankan bahwa kebersamaan Demokrat dengan Jokowi hanya mungkin tercipta jika dilandasi dengan rasa saling percaya dan saling menghargai.

Sebab, kata SBY, koalisi adalah masalah hati. Maka dari itu, SBY jelas menyebut Demokrat ingin diikutsertakan dalam penyusunan landasan koalisi dan agenda-agenda ke depan. Pengamat politik dari "The Indonesian Institute" Fadel Basrianto mengatakan saat ini Jokowi merupakan tokoh yang memiliki tingkat elektabilitas tertiggi dibandingkan kandidat lain yang pernah disebut dalam sejumlah survei selama ini. Sinyal politik SBY, menurut dia, adalah bentuk strategi SBY memanfaatkan momentum tingginya elektabilitas Jokowi untuk menjajaki kemungkinan dipasangkannya Jokowi dengan putra SBY Agus Harimurti Yudhoyono dalam Pilpres 2019.

Selain itu, kata dia, dengan adanya sinyalemen dukungan Demokrat kepada Jokowi dalam Pilpres nanti, dapat dibaca sebagai strategi SBY untuk mengamankan pemilih potensial Demokrat yang secara figur lebih memilih Jokowi dibandingkan Agus Harimurti Yudhoyono.

Pengamat politik dari Universitas Padjajaran Yusa Djuyandi mengatakan sinyalemen politik yang dilontarkan SBY memang kontras dengan sikap Demokrat diawal pemerintahan Jokowi.

Awalnya ada cukup banyak hal yang berseberangan antara SBY dengan Jokowi.

Tetapi, menurut dia, tidak bisa dipungkiri masih tingginya elektabilitas Jokowi dan ketiadaan alternatif calon lain yang bisa mengimbangi Jokowi membuat SBY dan Demokrat kemungkinan pada akhirnya secara rasional mendukung Jokowi.

Apalagi posisi Demokrat selama empat tahun ini tidak berpihak pada kubu manapun. Maka sinyal politik SBY bisa dikatakan sebagai strategi untuk menentukan posisi politik di 2019. Yusa memandang Demokrat tengah memetakan pihak yang memiliki potensi besar untuk menang, apakah Jokowi, Prabowo, atau justru ada calon alternatif lain.

Pengamat politik dari "Indonesian Public Institute" Jerry Massie melihat sinyal politik SBY sudah terbaca sejak jauh-jauh hari. Misalnya dengan kehadiran Agus Harimurti Yushoyono ke Istana Negara. Walaupun dibalut dengan maksud menyampaikan undangan Rapimnas untuk Presiden Jokowi, tetapi diutusnya Agus Harimurti ke Istana itu boleh jadi ada maksud tersendiri.

Bagi Jerry, ini adalah manuver politik Demokrat di bawah kepemimpinan SBY. Menurut Jerry, sejatinya ini adalah seni politik yang sedang dimainkan SBY.

Jerry menilai SBY memahami tipisnya peluang Agus Harimurti Yudhoyono untuk menang dalam Pilpres. Maka satu-satunya jalan adalah dengan masuk ke gerbong pemerintahan dengan mendukung Jokowi.

Dia mengatakan SBY sudah lama dikenal sebagai ahli strategi politik. Mantan Menkopolhukam itu dinilainya lihai membaca peta dan konstelasi politik, bahkan matematika politik.

Jerry pribadi mengaku sudah menduga Demokrat akan mendukung Jokowi, namun seiring dengan itu ia meyakini Demokrat tetap akan menampilkan figur Agus Harimurti Yudhoyono agar elektabilitas Agus naik. Jerry menekankan politik kadang kala tak ubahnya sebuah permainan. Kadang seseorang harus menyerang, kadang pula harus bertahan. Strategi politik SBY saat ini, lebih cenderung bermain aman.

Jerry menekankan keberhasilan koalisi Demokrat dengan Jokowi akan ikut ditentukan oleh komunikasi politik Demokrat dengan PDI Perjuangan yang dipimpin Megawati Soekarnoputri.  Pintu bagi Demokrat Pimpinan partai koalisi agaknya juga sudah membuka pintu bagi Demokrat untuk bergabung. Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto dalam pernyataannya kepada wartawan mengatakan PDI Perjuangan selaku partai pengusung utama Presiden Jokowi menilai semua partai, tak terkecuali Demokrat, mendapat tempat sangat penting dalam hal koalisi.

Menurut Hasto, akan sangat baik apabila semua partai ikut mendeklarasikan mendukung Jokowi 2019 layaknya yang dilakukan PDIP, Golkar, PPP, NasDem, Hanura, PSI, dan Perindo.

Sementara itu, Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto menyampaikan harapannya agar Demokrat mendukung Presiden Jokowi pada Pilpres 2019. Namun ia menyatakan SBY dukung Jokowi harus diikuti dengan adanya persamaan landasan berpolitik sehingga dapat tercipta kerja sama yang erat antara partai-partai pendukung Jokowi.


All rights reserved, Copyright © 2015 www.benhil.net. Powered by Blogger.