Perkembangan dunia otomotif memang terus berkembang pesat, tak heran jika ada beberapa komponen mobil yang dijual dengan harga selangit dan bikin Anda geleng-geleng kepala. Untuk mempunyai mobil yang fantastis maka seseorang harus rela merogoh kocek senilai jutaan rupiah, itu pun hanya membeli komponen mobilnya saja yang dijual secara terpisah. 

5 Komponen Mobil dengan Harga Jual Selangit


Komponen mobil dengan berbagai tipe saat ini telah tersebar luas dipasaran, untuk itu sebelum membelinya Anda harus dapat mempertimbangkan beberapa faktor penting seperti budget. Terkait dengan hal ini, tentu tidak semua komponen mobil bisa didapatkan dengan harga yang murah, artikel berikut akan membahas seputar komponen mobil yang dijual dengan harga selangit. Komponen apa sajakah itu? simak terus ulasan lengkap berikut ini

5 Komponen Mobil dengan Harga Jual Selangit


Porsche 918 Spyder dengan Roda yang terbuat dari Logam 

Komponen mobil yang satu ini sudah tidak perlu diragukan lagi, dengan roda mobil yang terbuat dari logam dan terlihat mewah ini dihargai US $ 32.500 atau setara dengan Rp. 411,4 juta rupiah. (Ketika Kurs dolars Rp. 12.671). Brake shoe eksklusif ini awal mulanya digunakan khusus mobil balap, akan tetapi karena dilirik banyak oleh para pecinta otomotif akhirnya komponen ini diproduksi dan dijadikan sebagai komponen mobil pabrikan. 

Nissan GT-R dengan Carbon Fiber

Sebagian besar orang lebih suka memodifikasi mobil pada bagian interior seperti jok mobil, penambahan amplifier dan lainnya. apakah pernah terlintas dibenak Anda untuk membeli alas mobil dengan harga jutaan rupiah? Kenyataannya, banyak orang memilih komponen alas mobil yang terbuat dari serat karbon. Hal ini tentu akan membuat kenyamanan kaki Anda saat berada didalam mobil. Untuk mendapatkan rasa nyaman tersebut Anda harus membayar harga yang cukup mahal yaitu senilai US$. 1.075 atau setara dengan Rp. 13, 6 juta rupiah. 

Mercedes Benz E63 dengan illuminated Star

Apakah Anda pernah melihat logo Star dibagian depan mercedes Benz yang terus menyala layaknya sebuah bintang yang terus bersinar? Inilah komponen yang banyak diminati oleh para pecinta otomotif. Tidak peduli siang ataupun malam mereka membiarkan semua orang tahu bahwa Anda sedang mengendarai mobil dambaan yaitu 550 horsepower dari Mercedes Benz. Untuk mendapatkan kebanggaan tersebut Anda harus membayar US$ 550 atau sebanding dengan 7 juta rupiah. 

Porsche 911 GT 3 dengan Kursi Eksklusif (Lightweight Bucket Seats)

Kursi mobil yang nyaman tentu membuat pengendara dan penumpang menjadi lebih nyaman. Tak heran jika banyak orang yang memilih kursi eksklusif untuk menopang tubuh dengan nyaman. Selain itu, mereka juga beranggapan bahwa kursi eksklusif tersebut mampu menambah rasa semangat. Harga kursi yang dikeluarkan oleh Porsche juga sangat fantastis yaitu mencapai US $ 4.730 atau setara dengan Rp. 60 juta. 

Porche 918 Spyder dengan Liquid Metal Paint

Harga 10 lapisan cat yang terdapat pada body serat karbon di Porsche 918 Spyder tidak perlu diragukan lagi, bahkan keindahannya mampu membuat Anda terhipnotis. Sehingga tidak heran jika harga yang ditawarkan juga akan membuat Anda tercengang, yaitu US$ 63.000 atau setara dengan Rp. 798,3 juta. 

Itulah beberapa hal terkait dengan komponen mobil yang dijual dengan harga yang fantastis, pastikan ketika Anda tertarik untuk memiliki salah satu komponen tersebut maka harus disesuaikan dengan budget yang ada. Semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda. 

Teknologi Teranyar


Indonesia adalah negara besar dengan penduduk yang berjumlah lebih dari 260 juta jiwa. Besarnya jumlah penduduk ini tentu menjadi sebuah potensi besar untuk beragam hal, termasuk juga menjadi pasar potensial bagi produk-produk teknologi teranyar atau produk lainnya.

Terbukti, bahwa dari beragam data ditampakkan bahwa jumlah penduduk ini berhubungan lurus dengan daftar pengguna peralatan teknologi baik yang berbasis IT maupun untuk kepentingan lain, semisal industri atau lainnya. Fakta ini tentu menjadikan berbagai hal yang harus dicermati secara mendalam agar mampu dikelola dengan baik.

Di satu pihak, ini menjadi sebuah kesempatan dan peluang bagi penyedia produk teknologi, baik vendor, ATPM (Agen Tunggal Pemegang Merek) sebuah perusahaan teknologi tertentu, maupun distributor IT di Indonesia. Tentu sangat ingin menggetahui, jenis produk apa yang mungkin jadi kegemaran masyarakat Indonesia. Berikut ini ada ulasan singkat tentang hal tersebut.

Produk Pendukung Kegiatan Ber-Internet, Masih Tempati Rangking Teratas

Data terbaru melansir bahwa di Indonesia sendiri saat ini pengguna internet sudah menempati urutan keempat terbanyak di Asia dengan pengguna hampir 78 juta jiwa. Jumlah ini berhubungan secara langsung dengan tingginya permintaan akan produk, atau peralatan untuk mendukung kegiatan tersebut yang sebagian didistribusikan salah satu peruahaan penyedia layanan One Stop IT Solution Indonesia atau IT Company Sistech Kharisma di Jakarta. Berikut ini adalah produk terlaris berdasar peringkat 5 besar.

1.    Smartphone
Ponsel pintar menjadi salah satu peranti atau gadget yang sangat digemari masyarakat Indonesia. Pasalnya memang beragam kebutuhan terkait akses internet serta lainnya. Tak heran, penjualan smartphone menjadi salah satu yang tertinggi, gerai-gerai serta vendor baru bermunculan menawarkan produk rilisan terbarunya. Semua demi memanjakan keingginan pengguna.

2.    Laptop
Bila berbicara kebutuhan kerja, tentu komputer jinjing atau laptop jagonya. Tak pelak data penjualannya tarus signifikan dari hari kehari, pasalnya menggunakan laptop dinilai jauh lebih praktis ketimbang desktop dimana pekerjaan tak bisa diselesaikan sembari melakukan aktifitas yang sifatnya mobile.

3.    LED TV
Trend TV layar data atau biasa dikenal sebagai LED TV terlihat sangat signifikan. Penjualannya juga terus terdongkrak naik sejak awal diperkenalkan. Bahkan kini, Televisi tabung yang beberapa tahun lalu memang merajai pasar elektronik di Indonesia, kini harus mengakui bahwa inovasi TV berlayar flat lebih disukai oleh masyarakat. Hadirnya teknologi High Definition (HD) ditenggarai sebagai salah satu alasan tingginya permintaan akan produk ini.

4.    Kamera Pemantau Keamanan (CCTV)
Kamera CCTV (Closed-circuit television) jadi salah satu produk popular belakangan. Bila dulu, CCTV hanya digunakan oleh manufaktur besar, kini bahkan sudah dipasang di rumah-rumah sebagai bagian dari pantauan keamanan. Alasan utamanya tentu saja untuk meningkatkan factor keamanan bagi lingkungan tempat tinggal, tak heran bila semakin banyak orang mencari produk yang satu ini.

5.    Modem
Kebutuhan akan akses internet yang stabil kapan dan dimana saja, menjadikan orang juga melirik modem sebagai salah satu peranti pendukung kegiatan ber internetnya. Imbasnya tentu saja pada tingginya permintaan orang untuk memiliki modem sendiri. Beragam jenis serta spesifikasi saat ini ditawarkan, beberapa dengan harga yang terjangkau. 

Kelima prouk teknologi ini adalah produk yang belakangan sedang laris dan punya angka permintaan yang cukup tinggi. Tentu saja, dari hari kehari berkaitan dengan berkembangnya kebutuhan maka tak heran kebutuhan akan produk teknologi juga akan semakin tinggi.

Mobil listrik diramalkan akan menjadi tonggak penjualan di pasar otomotif di masa datang, karena diharapkan mampu mengurangi penggunaan sumber energi tak terbarukan yang semakin menipis. Sekarang ini pabrikan-pabrikan mobil mulai berlomba menciptakan mobil listrik terbaik. Tercatat perusahaan seperti Ford, Tesla, Toyota, Nissan, Renault dan nama lainnya sudah mulai memperkenalkan produk mobil listrik mereka.

5 Versi Mobil Listrik Terbaik Dunia

Daftar Mobil Listrik Terbaik


Chevrolet Volt

Mobil keluaran pabrikan dari Amerika Serikat ini memang sudah dirilis sejak 2010 lalu, namu kecanggihannya dan spesifikasinya tidak kalah dengan mobil saingan di kelasnya bahkan yang terbaru. Selain tampilan luarnya yang elegan dan tangguh, mobil ini juga dibekali mesin yang tidak kalah kokoh. Sebuah motor listrik dengan daya baterai lithium ion berdaya 24 kwh dibenakan guna memacu mobil agar dapat melaju hingga 117 km.

Mobil ini menerapkan teknologi hybrid, yaitu masih menempatkan mesin bensin guna mendukung mesin baterai jika dibutuhkan dalam menempuh perjalanan yang lebih jauh. Mobil listrik terbaik dari Negeri Paman Sam ini dibanderol dengan 33.395 pounds atau berkisar antara Rp 660 jutaan.

Tesla Roadster

Satu lagi mobil dari pabrikan yang berasal dari Amerika Serikat yaitu Tesla Roadster. Tercatat sejak diciptakan pada tahun 2008 hingga 2011 akhir, Tesla telah sukses menjual mobil ini 2000. Sebuah angka yang cukup fantastis. Mobil yang mengusung desain futuristik dan human friendly ini memang layak dimasukkan ke dalam daftar mobil terbaik karena fitur-fitur yang disematkan ke dalamnya.

Baterai jenis Li-Ion yang dapat menghasilkan tenaga hingga 53 kWh ini dapat dioperasikan hingga 393 Km. Keempat penggerak roda yang disematkan pada kaki-kakinya juga dapat melaju dengan kencang karena distribusi tenaga yang merata. Tak ayal, mobil canggih ini dihargai cukup mahal 1.1 Miliar Rupiah.

Fisker Karma

Mobil besutan pabrikan Finlandia, Fisker Automotive dan Valmet Automotive ini memang mungkin belum cukup familiar. Namun kecanggihannya sudah mampu membuatnya sejajar dengan mobil dari pabrikan ternama. Dengan mengusung tema sporty dan futuristik, mobil inni digadang-gadang mampu menjadi salah satu yang terbaik di kelasnya.

Mobil ini menggunakan teknologi hybrid plug-in pada jantung pacunya. Mesin tersebut adalah mesin dengan baterai Lithium Ion berdaya 20.1 kWh yang mampu digeber sejauh  51 Km serta sebuah mesin bensin. Fisker Karma dipatok dengan harga  80.000 Pounds atau  Rp 1.5 Miliar.

Ford Focus Electric

Mobil yang diproduksi sejak 2011 ini sudah tidak lagi dapat dijumpai di pasaran tanah air terhitung sejak 2016 silam. Walaupun begitu, mobil keluaran pabrikan Amerika Serikat tersebut tetap adalah salah satu mobil terbaik, apalagi mobil ini pernah menyandang gelar  “Green Vision Car Award”. Pada dapur pacunya, mobil ini dipersenjatai dengan baterai Li-Ion berdaya 23 kWh yang mampu dipacu hingga 122 Km.

Nissan Leaf

Mobil dengan konsep city car dari pabrikan otomotif asal Jepang ini telah dinobatkan sebagai  “Green Car Vision” pada tahun 2010 silam. Selain itu mobil ini juga meraih penghargaan European Car of The Year pada tahun 2011. Disusul pula dengan penghargaan Car of The Year pada periode 2011-2012 dan puncaknya menyabet predikat World Car of The Year di tahun yang sama, yaitu 2011.

Dengan sederet penghargaan tersebut maka tak dipungkiri lagi tentunya mengenai kecanggihan dan spesifikasi mobil ini. Baterai Li-Ion berdaya 80 kWh yang mampu digunakan untuk menempuh jarak hingga 117 Km ditanamkan pada dapur pacu mobil ini. Ditawarkan dengan Rp 625 jutaan, mobil ini cukup murah untuk ukuran mobil terbaik di dunia.

Pariwisata Purbalingga Bersiap Menyambut Bandara Soedirman Oleh Wuryanti Puspitasari

Bandara Soedirman


Hari menjelang sore, di Objek Wisata Air Bojongsari (Owabong), Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah.

Anak-anak kecil terlihat berlari-larian sembari tertawa lepas. Rambutnya basah, dan wajahnya penuh cipratan air.

Sebagian anak lainnya, memilih berendam dalam kolam renang berukuran besar, lalu bermain dari perosotan satu ke perosotan lainnya.

Tidak nampak wajah lelah, mereka bermain air dengan penuh keceriaan.

Dari kolam renang, akan terlihat perbukitan, hijau, dan penuh pohon yang rindang.

Owabong, yang terletak di Kecamatan Bojongsari, memang merupakan salah satu lokasi tujuan pariwisata di Purbalingga, yang selalu ramai dikunjungi wisatawan.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Pemerintah Kabupaten Purbalingga, selama tahun 2016, jumlah pengunjung Owabong mencapai 1.219.934 wisatawan.

Namun demikian, Purbalingga tidak hanya memiliki Owabong, Purbalingga juga memiliki banyak potensi pariwisata lainnya.

Mulai dari wisata alam, hingga wisata religi.

Contohnya, yang sedang ramai di media sosial, adalah Taman Bunga Kutabawa atau "Kutabawa Flower Garden" yang berlokasi di Desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja.

Hamparan taman bunga berwarna-warni, dengan latar perbukitan, ditambah hawa yang sejuk, menjadi daya tarik yang sangat memesona.

Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Purbalingga Imam Hadi mengatakan pihaknya terus melakukan berbagai upaya dalam rangka mempromosikan potensi wisata yang ada di wilayah tersebut.

Tentu saja, promosi memang sangat perlu dilakukan dengan gencar, karena Purbalingga memang memiliki banyak potensi wisata.

Purbalingga juga memiliki banyak desa-desa wisata yang eksotis, yang hingga kini terus dikembangkan.

Misalkan saja, Desa wisata Serang, Kecamatan Karangreja, yang cantik, dengan udara sejuk khas kaki Gunung Slamet, yang akan membuat pengunjung merasa betah.

Ditambah lagi, pengunjung bisa menikmati aktivitas para petani setempat, yang membudidayakan bermacam sayuran dan juga buah-buahan.

Selain itu, ada juga Desa Wisata Panusupan, Kecamatan Rembang, yang memiliki pemandangan alam yang tidak kalah indahnya.

Ya, Kabupaten yang berbatasan dengan Pemalang, Banjarnegara, dan Banyumas tersebut memang memiliki daftar panjang lokasi yang menarik untuk dikunjungi.

Karena itu, menurut Imam Hadi, pemerintah kabupaten terus gencar melakukan promosi wisata, guna mengambil peluang yang ada.

Karena berbicara mengenai peluang, pemerintah setempat optimistis bahwa peluang untuk meningkatkan angka kunjungan wisatawan semakin terbuka lebar.

Salah satu alasannya, karena Bandara Jenderal Besar Soedirman Kabupaten Purbalingga, ditargetkan akan dapat beroperasi pada akhir tahun 2018.

Dengan adanya bandara tersebut, pemerintah kabupaten berharap semakin banyak wisatawan yang datang berkunjung ke Purbalingga.

"Dengan adanya bandara, Purbalingga dapat menawarkan perjalanan sekitar satu jam untuk bisa menikmati kesejukan di Desa Wisata Serang, Kutabawa, dan eksotisme desa-desa wisata lainnya, termasuk juga Owabong, Goa Lawa dan lain sebagainya," katanya.

Hal tersebut senada dengan yang disampaikan Bupati Purbalingga Tasdi. Menurut Bupati, bila bandara telah beroperasi akan memberikan alternatif pilihan moda transportasi bagi wisatawan yang akan berkunjung.

Keberadaan bandara, diharapkan dapat mengembangkan potensi ekonomi, sosial budaya, serta pariwisata di wilayah Purbalingga dan sekitarnya.

Dengan adanya bandara, diharapkan sektor pariwisata di Purbalingga akan semakin menggeliat dan dapat mendongkrak kunjungan wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.

Mempersiapkan Diri Untuk menyambut beroperasinya Bandara Jenderal Besar Soedirman, Pemerintah Kabupaten Purbalingga tentu harus banyak melakukan persiapan dan pembenahan.

Menurut pengamat pariwisata dari Universitas Jenderal Soedirman Chusmeru, pembenahan objek dan daya tarik wisata sangat penting untuk dilakukan.

Pasalnya, meskipun bandara dapat menjadi bagian dari sistem kepariwisataan di Jawa Tengah, khususnya bagian Selatan - Barat, namun ada sejumlah hal yang harus diperhatikan.

Pertama, tentu saja pelayanan penerbangan.

Menurut Chusmeru, ketepatan jadwal penerbangan menjadi bagian penting, karena dapat mempengaruhi minat wisatawan saat berkunjung.

"Wisatawan sering mengalami keterlambatan jadwal penerbangan pesawat. Padahal mereka sudah merencanakan perjalanan wisatanya dengan jadwal, waktu, dan anggaran sesuai rencana. Oleh sebab itu, profesionalitas pelayanan penerbangan perlu mendapat perhatian," katanya.

Kedua, yang tidak kalah penting adalah pelayanan kepariwisataan.

Misalkan saja berupa penyambutan yang ramah terhadap wisatawan yang dapat dimulai dari bandara, saat wisatawan tiba.

Pasalnya, bandara dapat menjadi salah satu garda depan dalam pencitraan awal wajah pariwisata, di Purbalingga dan wilayah sekitarnya.

Karena itu, perlu dipersiapkan bagaimana penyambutan yang ramah bagi wisatawan. Termasuk juga kondisi bandara dan lingkungan sekitar untuk memberikan citra sebuah kota yang bersih, nyaman, dan indah.

Tidak cukup sampai di situ, kesiapan SDM di bidang pariwisata juga perlu dipersiapkan dengan baik.

Karena dapat dibayangkan, bagaimana pelayanan prima selama penerbangan bisa menjadi tidak berarti jika pelayanan selama menginap di hotel dan di lokasi objek wisata tidak memuaskan.

Dia menambahkan, dampak signifikan pembangunan bandara itu juga akan ditentukan oleh sistem dan moda transportasi pendukung dari bandara menuju destinasi wisata di masing-masing kabupaten.

Oleh sebab itu, perlu dipikirkan manajemen transportasi pendukung dari bandara ke kabupaten-kabupaten di sekitarnya.

Jangan sampai wisatawan merasa cepat dan nyaman di perjalanan udara, tetapi justru terlalu lama, membosankan, dan tidak nyaman dalam perjalanan darat menuju destinasi wisata.

Meski demikian, menurut Chusmeru, kehadiran bandara tentu perlu disambut baik.

"Apalagi momentumnya bertepatan dengan Asean Open Sky dan juga dapat dimanfaatkan untuk menyongsong Masyarakat Ekonomi Asean," katanya. (Ben/An)

Halo semuanya selamat datang lagi bersama saya, kali ini saya akan coba membahas mobil yang imut namun menarik untuk di tunggangi dan di lihat. MINI Clubman, dia adalah mini yang paling panjang dan paling lega serta paling praktis dan bentuknya yang paling unik dan sentrik.

MINI Cooper Clubman Mobil Gahar Berdesain Lucu

Apa Saja Keunikan MINI Clubman?


Bagian bagasi yang lucu

Ketika pertama kali kita buka bagasi belakangnya, space 360 Liter itu di bagian atas, karena mobil ini tidak ada ban serep, bahkan jika membuhkan tempat untuk menyimpang barang yang banyak. Kursi bagian belakang bisa di lipat dengan konfigurasi 40 20 40 dan jika partisinya Anda lepas, maka kapasitasnya akan menjadi 1250 Liter, sangat luas jika untuk kelasnya mobil jenis ini.

Pintu terpisah seperti ini, adalah ciri khas dari MINI Clubman dari pertama kali dibuat dari tahun 1969, dan inilah yang membuat tampilannya begitu unik dan cute di industri Otomotif, tidak hanya itu saja wiper pun terpisah dan tersedia 2 biji kanan dan kiri.

Jika untuk seri lainnya lampu belakang menggunakan jenis lampu tegak, namun untuk MINI Clubman menggunakan lampu LED yang besar, dan bagian sampingnya mobil ini juga terlihat mencolok di jalan. Karena mobil ini sangat panjang dan pipih dan memang dari awal dibuatnya sudah di kategorikan Estate, dan mobil ini kategori MINI hasback.

Spesifikasi ban

Bannya sendiri menggunakan 18 Inci dengan bridgestone potenza serta dia memiliki aksen spakbor dari plastik berwana doft yang menimbulkan kesan gagah, tapi berbicara panjangnya mobil ini memang mobil ini menjadi mobil MINI paling panjang di serinya.

Kalau sebelumnya MINI Clubman itu adalah hampir 4 meter panjangnya, digenerasi terbarunya ini mobil ini hampir 4,3 M jadi hampir bertambah 3 Cm, oleh sebab itu bobotnya juga bertambah menjadi 100Kg dibanding generasi sebelumnya tapi tidak perlu khawatir karena yang ada di kap mesin juga lebih bertenaga dari sebelumnya.

Spesifikasi mesin

Seperti di seri-sri lainnya, jika bagasi dibuka maka sudah akan di berikan spatbor dan per pegas yang membuat mudah di buka dan ringan, dan terdapat jantung pacunya ada 2 jenis mesin ini pada MINI Clubman. Yang pertama adalah MINI Cooper Clubman dengan tenaga 136 Hp dari mesin 1500 CC 3 silinder Turbo.

Kemudian ada juga mesin yang lebih bertenaga MINI S Clubman dengan mesin 2000 Cc Turbo bertenaga 192hp dan torsi 280Nm dan itu meningkat jauh dari sebelumnya yang 1600Cc Turbo dengan  tenaga 150n hp sehingga seharusnya performa membaik walaupun bobotnya meningkat. Kemudian mesin ini menyalurkan kedua roda depan melalui transmisi 8 speed. Kalo kita lihat depannya maka dia sama persis dengan mini lainnya tidak ada bedanya lampur LED dan lampu kecil dibawahnya juga sudah LED kemudian ada inter cooler di bawah dan 2 lubang di sampingnya untuk mendinginkan sistem pengereman, serta ada air skup bohongan di atas kap mesin, karena dalam kondisi standart belum bolong tetapi menambah nilai estetikannya.

Dasbord dalam mobil

Jika di lihat sekilas, tidak jauh beda dengan jenis MINI Cooper lainnya, namun jika sebelumnya MINI Clubman menggunakan konfigurasi pintu ketiga berjenis swit sed door yang agak aneh. Kini menjadi 4 pintu yang normal dan terlihat lebih praktis.

Untuk entertaiment systemnya menggunakan teknologi BMW, jadi Anda yang biasa menggunakan mobil BMW akan lebih mudah dan nyaman dalam penggunaanya.

Spirit Trashstock Kembalikan Bali Sebagai Pulau Sorgawi Oleh Tri Vivi Suryani *)



Keindahan Bali yang dahulu disebut-sebut sebagai "paradise island" atau pulau surgawi, yang ditandai sungai berair bening mengalir dan bentangan alam menghijau (tanpa sampah), serasa menjadi mimpi masa lalu yang perlahan-lahan mulai meredup.

Kesadaran sekaligus kekhawatiran akan banyaknya sampah di Bali, sempat mencuat ketika ada pemberitaan dari Majalah Times tahun 2008, terkait keluhan keberadaan sampah.

Melalui pemberitaan berjudul: "Holidays in Hell: Bali's Ongoing Woes", akhirnya membuat semua pihak tergerak untuk melakukan aksi riil sebagai wujud kecintaan terhadap Pulau Bali.

"Saat pemberitaan Majalah Times itu terbit, saya masih mahasiswa. Namun mau tak mau ikut tergerak, sehingga kemudian timbul gagasan untuk menjaga Pulau Bali dari sampah plastik, dengan jalan yang tidak menggurui masyarakat," ungkap Co-Founder TrashStock Festival Hendra Arimbawa.

Akhirnya pada tahun 2015, digagas dan direalisasikan "TrashStock Festival" yang memadukan komponen musik, artistik dan plastik. Tahun 2017, tema yang diangkat adalah 'pariwisata berkelanjutan' dengan menargetkan anak-anak muda sebagai sasaran edukasi.

Mereka dapat menjadi jembatan penyampaian edukasi dampak keberadaan dari sampah plastik ini bagi lingkungan. Lambat laun, ia mengharap masyarakat memahami tentang bahaya laten dari sampah plastik.

"Target yang ingin dicapai tentu saja ingin mengembalikan Pulau Bali sebagai paradise island, yang terbebas dari sampah plastik. Dan, program membebaskan Bali dari sampah plastik, sama sekali bukan program pemerintah atau titipan dari pihak manapun. Langkah ini murni merupakan dukungan terhadap Bali sebagai tanah kelahiran," ucapnya.

Terkait lokasi "TrashStock Festival" di Desa Guwang, Gianyar pada 26-27 Agustus itu, Hendra menyatakan lokasi itu dipilih, karena kawasan pedesaan yang itu memiliki keunikan sebagai objek wisata. Salah satunya, kawasan wisata "Hidden Canyon Beji Guwang" yang memiliki panorama menakjubkan.

TrashStock Festival juga diramaikan penampilan sejumlah musisi dan grup band yang turut menghentak pada pagelaran musiknya, seperti, Navicula, ZIO, Nuansa Hijau, Okky Ade Candra, Bayow, Mercy Band, Mata Jendela, Matilda, Matajiwa, Nuansa Hijau, Okky Ade Candra, Rastafara Cetamol dan White Swan.

Metode Plastikologi Made Bayak, salah satu pendukung festival, sekaligus mewakili unsur seni menyebutkan, terpilihnya Guwang sebagai lokasi perhelatan TrashStock memiliki tujuan untuk mendekatkan acara kepada desa dan masyarakat.

Jadi, anak-anak muda serta komunitas juru pemantau jentik (Jumantik) akan terlibat bersama masyarakat desa lain untuk mendukung TrashStock Festival itu.

"Sehari setelah Hari Raya Saraswati, kegiatan Banyu Pinaruh yang melibatkan 50 orang relawan menjadi kegiatan yang mengawali TrashStock. Kami bersama-sama melakukan pembersihan sungai di Desa Guwang, mengingat dalam kepercayaan kami bahwa air merupakan sarana pembersihan," ujar Bayak.

Desa Guwang yang terletak di Kecamatan Batubulan, Kabupaten Gianyar, belakangan memang mulai meroket sebagai objek wisata andalan yang patut diperhitungkan. Terutama seiring mencuatnya pamor wisata "Hidden Canyon Beji Guwang" yang memiliki pemandangan tebing sungai yang memesona.

Selama ini, penataan wisata di Desa Guwang dikelola secara mandiri oleh masyarakat. Pemandu wisata berasal dari masyarakat setempat. Pemandu ini yang siap mengantarkan wisatawan untuk berkeliling menikmati keindahan hamparan Desa Guwang, melalui kegiatan "trekking". Sajian pemandangan tatkala "trekking" adalah objek sungai dan subak-subak ditumbuhi tanaman yang subur.

"Pengelolaan wisata di Guwang, bisa menjadi "blue print" pengelolaan pariwisata mandiri di pedesaan," ungkap Bayak yang dikenal sebagai seniman pengusung metode plastikologi.

Metode ini, gabungan kata "plastic" dan "ecology", yang mengandung makna sebagai ilmu yang memanfaatkan limbah plastik. Melalui plastikologi ini, Bayak kemudian banyak menyelenggarakan lokakarya (workshop) di berbagai sekolah di berbagai daerah.

Melalui berbagai workshop, kini di berbagai daerah timbul gerakan untuk memanfaatkan sampah plastik sebagai prakarya, sehingga bisa mendatangkan nilai ekonomis. Makanya pada perhelatan TrashStock Festival juga ada workshop untuk anak-anak yang ingin belajar cara membuat lukisan dari sampah plastik. Mentornya adalah Komang Arya Prabawangsa (13), siswa kelas 2 SMP Sila Candra, yang berasal dari Desa Batubulan, Gianyar.

Kiprah Bayak dengan metode plastikologi antara lain, dengan menciptakan sisa pembakaran sampah plastik menjadi karya patung yang artistik. Proses kreatif lain yang ditekuni, misalnya membuat lukisan yang inspirasinya berasal dari 'heritage' Bali, meliputi tarian, artefak atau figur mitologi, yang digabungkan dengan keberadaan sampah plastik.

"Misalnya, ada siluet penari Bali yang di dekatnya terdapat tumpukan sampah. Ini untuk menggambarkan budaya Bali, namun sekaligus realita terkini tentang adanya sampah di mana-mana. Malah, sampah banyak ditemukan di laut, padahal laut merupakan kawasan yang disucikan dalam kepercayaan kami," tutur Bayak dengan nada lantang.

*) Penulis buku dan artikel lepas, tinggal di Bali

Jakarta, (Benhil, 29/8/2017) – Untuk memperkuat modal kerja, PT Pegadaian (Persero) akan menerbitkan surat utang atau obligasi dengan target perolehan dana maksimum sebesar Rp 2,5 triliun. Plt. Direktur Utama Pegadaian, Harianto Widodo di Jakarta, Selasa (29/8), mengatakan bahwa dana yang diperoleh dari emisi obligasi itu sekitar 42 persen untuk memperkuat modal kerja, sisanya 58 persen untuk pelunasan atau penurunan pinjaman sebagian utang bank.

"Obligasi menjadi salah satu pilihan perseroan memperkuat modal kerja untuk mendukung pembiayaan jangka panjang," ujarnya.

Ia mengatakan bahwa penerbitan obligasi sebesar Rp 2,5 triliun itu merupakan bagian dari penawaran umum obligasi berkelanjutan (PUB) III dengan target perolehan dana sebesar Rp 6 triliun.

"Ke depan, jika pasarnya bagus maka terbuka kemungkinan bagi perseroan untuk kembali menerbitkan obligasi lagi pada akhir tahun ini atau tahun berikutnya," katanya pada awak media Tagar News.

Harianto Widodo mengemukakan bahwa obligasi yang diterbitkan perseroan itu merupakan tahap I, yang terbagi dalam tiga seri, yakni seri A dengan kisaran kupon ditawarkan 6,45-6,95 persen bertenor 370 hari, seri B di kisaran 7,25-7,75 persen dengan tenor 3 tahun, dan seri C di kisaran 7,45-7,95 persen bertenor 5 tahun.

"Obligasi Pegadaian Tahap I itu memiliki peringkat triple A (idAAA) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Dengan peringkat itu berarti Pegadaian mempunyai kemampuan lebih baik untuk memenuhi kebutuhan jangka panjang dibandingkan obligor lainnya," katanya.

Ia menyampaikan bahwa penilaian itu berdasarkan data dan informasi perusahaan serta laporan keuangan audit tahun buku 2016. Tercatat, Pegadaian membukukan pendapatan sebesar Rp 6,69 triliun, dengan laba bersih sebesar Rp 2,21 triliun pada 2016. Sementara laporan keuangan per Juni 2017, perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp 5,09 triliun, dan laba bersih sebesar Rp 1,16 triliun.

Dalam aksi korporasi itu, Pegadaian menunjuk Bahana Sekuritas, BNI Sekuritas, Danareksa Sekuritas, dan Mandiri Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Proses book building dilakukan pada 29 Agustus 2017 dan persero menargetkan mendapatkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 20 September 2017.

Sementara itu, penawaran umum dari obligasi ini akan dilakukan pada 25-28 September 2017 dan ditargetkan pencatatan di Bursa Efek Indonesia pada 4 Oktober 2017 mendatang. (Ben/Ard)

Pegadaian

Soropadan Kawasan Minipadi Menjanjikan (Heru Suyitno)

Soropadan Minapadi


Hamparan lahan sawah cukup luas di pinggir jalan raya Semarang-Yogyakarta di Desa Soropadan, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, memiliki potensi besar untuk menghasilkan padi dan ikan.

Di saat musim kemarau ini, para petani di Kecamatan Pringsurat tersebut masih bisa bercocok tanam, karena hamparan lahan sawah tersebut menggunakan irigasi teknis.

Beberapa petani mulai mempersiapkan lahan untuk bercocok tanam pada masa tanam kedua 2017. Di antara mereka juga ada yang membuat "curen" atau parit memanjang di tengah sawah untuk budi daya ikan nila dengan sistem minapadi.

Selama ini sawah di Desa Soropadan tersebut dikenal masyarakat sebagai daerah penghasil ikan dengan sistem minapadi. Meskipun tidak semua petani menerapkannya, tetapi hampir setiap masa tanam padi ada petani yang memelihara ikan di sawah mereka.

Ketua Gapoktan Migunani Desa Soropadan, Kusnendaryanto, mengatakan beberapa tahun lalu di desanya dijadikan demplot minapadi dengan memanfaatkan lahan sawah seluas 8.500 meter persegi oleh Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Temanggung.

Setelah dianggap berhasil kemudian diselenggarakan demfarm di lahan seluas 3,5 hektare dan tahun ini Soropadan dijadikan kawasan minapadi dengan memanfaatkan lahan seluas 50 hektare.

Ia menuturkan kalau petani konsekuen dengan teknologi, sangat menguntungkan karena dengan minapadi akan memperoleh panen ganda, yakni padi dan ikan.

Saat pelaksanaan demfarm, yang memanfaatkan 3,5 hektare sawah, pihaknya menghitung betul pada luasan lahan seluas 1.000 meter persegi, dapat menghasilkan 840 kilogram gabah dan 220 kilogram ikan.

"Jadi dengan adanya mina dan padi ini pendapatan petani tambah 100 persen, yakni keuntungan dari ikan. Waktu itu dari 840 kilogram gabah ketika diuangkan Rp3.200.000 dan ikan 220 kilogram dapat Rp3.600.000. Justru malah lebih banyak dari ikan," katanya.

Ia mengatakan meskipun lahan padi berkurang sekitar 20 persen untuk pembuatan curen, hasil padinya tetap sama asal menggunakan jajar legowo.

Caren berfungsi untuk penggembalaan ikan, tidak boleh ditanami, bentuknya seperti kolam 20 persen dari luas lahan dengan kedalaman 50 centimeter, lebar tergantung dari lahan.

"Guna mengantisipasi kekurangan lahan 20 persen, dari 1.000 meter persegi menjadi 800 meter persegi petani disarankan untuk menanam padi dengan jajar legowo. Dengan sistem jajar legowo per 1.000 meter persegi bisa memuat 3.200 rumpun. Kalau dengan sistem tegel 1.000 meter persegi hanya memuat 2.200 rumpun," katanya.

Ia mengatakan dengan disiasati jajar legowo jumlah pendapatan dari padi tidak berkurang, justru jajar legowo itu memperbanyak tanaman tepi sehingga tonasenya akan lebih tinggi dengan adanya caren.

"Caren ini, satu sisi untuk penggembalaan ikan, sisi lain untuk sirkulasi sinar dan udara karena ada ruang tersendiri di situ sehingga pertumbuhan ikan akan maksimal," katanya.

Menurut dia jenis ikan pada sistem minapadi bisa disesuaikan dengan kebutuhan petani karena sekaligus untuk pengendalian hama, seandainya sekarang tanaman padi terserang tikus jangan budidayakan nila tetapi lele, karena lele sifatnya menyerang jika ada tikus.

Kemudian kalau ada hama seperti wereng dan patek lebih baik budi daya nila karena ada semacam kutu-kutu yang akan dimakan oleh nila. Kalau ikan mas dinilai kurang sesuai dibudidayakan sistem minapadi, karena ikan mas, apalagi braskap itu memakan dedaunan.

"Kalau ikan mas itu rakus terhadap pematang dan nanti sampai akar padi akan ditarik-tarik sehingga merusak tanaman padi. Kalau nila, lele, dan udang aman untuk minapadi," katanya.

Selain program dari pemerintah berupa demplot, demfarm, dan sekarang kawasan, katanya, petani yang mandiri juga banyak, khususnya di kelompok tani Unggul Jaya sudah familier dengan minapadi.

Ia menuturkan petani mencoba untuk menambah pendapatan dengan minapadi karena satu hal yang menjadi pertimbangan, yakni irigasi di Soropadan ini tidak pernah mati sepanjang hari, air mengalir terus dari pada terbuang sayang maka dimanfaatkan untuk minapadi.

Kawasan Minapadi Setelah dianggap sukses dalam demplot dan demfarm minapadi, Desa Soropadan kini dikembangkan sebagai kawasan minapadi dengan mendapat program pengembangan budi daya ikan sistem minapadi dengan luas lahan 50 hektare dari Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Kepala Bidang Perikanan, Dinas Perikanan dan Peternakan, Kabupaten Temanggung Muhammad Hadi mengatakan dari hamparan sawah seluas 141 hektare dengan irigasi teknis di Desa Soropadan tersebut, ada 50 hektare yang akan dimanfaatkan untuk minapadi tahun ini.

"Melalui irigasi teknis tersebut, lahan sawah di desa tersebut hampir sepanjang tahun mendapat pasokan air sehingga sangat cocok untuk pengembangan minapadi," katanya.

Tujuan program tersebut untuk mendukung peningkatan produksi perikanan budi daya melalui budi daya ikan sistem minapadi. Mendorong peningkatan kapasitas kelembagaan penerima bantuan pemerintah.

Selain itu, mendorong peningkatan kemampuan usaha pembudidaya ikan anggota kelompok pembudidaya ikan.

Dalam program tersebut, pemerintah menyalurkan bantuan berupa benih ikan, pakan, serta sarana, prasarana, dan peralatan operasional.

Ia menuturkan sasaran program tersebut diharapkan dapat menghasilkan produksi ikan sebanyak 100 ton, dengan perhitungan setiap hektare lahan menghasilkan dua ton ikan dengan padat tebar 20.000 ekor per hektare ukuran benih ikan 10-12 centimeter.

"Target produksi budi daya sistem minapadi dengan jenis ikan nila tersebut memang cukup besar per hektare dua ton. Jangka waktu pemeliharaan minapadi sampai dengan umur sekitar 110 hari," katanya.

Berdasarkan hitung-hitungan, dari penebaran satu juta benih ikan dari 50 hektare ini, kalau misalnya tingkat kehidupan ikan 60 persen maka masih ada 600 ribu ekor.

"Kalau satu kilogram isi empat hingga lima ekor berarti bisa melebihi target 100 ton," katanya.

Selain target produksi ikan sebanyak 100 ton, program tersebut diharapkan mampu menghasilkan padi 300 ton atau enam ton per hektare.

Ia menuturkan pihaknya sudah bekerja sama dengan DPU satker pengairan agar selama pemelihataan ikan di sawah tersebut, air tetap mengalir sehingga tidak ada hambatan dalam budi daya ikan sistem minapadi tersebut. (Ben/An)

Liran Tellkomsel


"Menatap Merah Putih adalah bergolaknya darah demi membela kebenaran dan azasi manusia menumpas segala penjajahan di atas bumi pertiwi. Menatap Merah Putih adalah kebebasan yang musti dijaga dan dibela kibarannya di angkasa raya. Berkibarlah terus Merah Putihku dalam kemenangan dan kedamaian." Tiga bait terakhir puisi berjudul "Hari Kemerdekaan" karya Sapardi Djoko Damono, sastrawan angkatan 66 ini, sepertinya bisa menggambarkan semangat nasionalisme warga Pulau Liran, Kecamatan Wetar Barat, Kabupaten Maluku Barat Daya, Propinsi Maluku, dalam mengisi kemerdekaan sekaligus mempertahankan harkat dan martabat sebagai anak bangsa.

Pagi itu, Senin, 7 Agustus 2017 sekitar pukul 04:00 WIT saat hari masih gelap, suasana di Dermaga Liran terlihat ramai. Sederet anak berseragam sekolah lengkap dengan bendera kecil merah putih di tangan, berbaris rapi untuk menyambut kedatangan Menteri BUMN Rini Soemarno yang melakukan kunjungan kerja ke daerah itu.

Dibekap udara dingin dan hembusan angin yang cukup kencang, para siswa sekolah dasar dan sekolah menengah pertama beserta sejumlah tokoh adat bersiap-siap melakukan prosesi penyambutan.

Tepat pukul 05:10 WITA tamu yang dinantipun tiba. Menggunakan KM Priscilla Ekpress, Menteri BUMN Rini Soemarno yang didampingi Bupati Maluku Barat Daya Barnabas Orno, Pangdam XVI/Pattimura Mayjen TNI Doni Monardo, CEO Telkom Group Alex J. Sinaga dan sejumlah direksi BUMN langsung disambut tarian dan musik tradisional Liran.

Setelah mengikuti ritual penyambutan, rombongan menggunakan dua unit truk dan sebuah mobil pick up melanjutkan perjalanan berjarak 8 kilometer menuju Tugu Tapal Batas di Desa Manoha.

Di lokasi paling ujung Pulau Liran ini, rombongan langsung berjalan menaiki sebuah bukit setinggi 30 meter untuk mengikuti upacara pengibaran Bendera Merah Putih.

Saat fajar menyingsing dan semburat pagi berwarna jingga mulai muncul di langit Liran, upacara pengibaran Sang Merah Putih dimulai. Tiga pemuda desa --mahasiswa pada perguruan tinggi di Ambon dan Kupang yang sedang libur kuliah--, dipercaya menjadi penggerek bendera.

Benderaaa siaaap!!! Lagu Indonesia Raya dikumandangkan. Di bawah tiang bendera yang menghadap ke lautan luas, peserta upacara dengan suara lantang, kepala tegak dan penuh hikmat menyanyikan lagu kebangsaan.

"Semangat mempertahankan NKRI seharusnya terus digelorakan, terutama di wilayah-wilayah perbatasan, sekaligus implementasi amanat Nawa Cita pemerintahan Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla untuk membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan," kata Rini.

Kehadiran Rini di Pulau Liran merupakan bagian dari pelaksanaan acara Pemancangan 1.000 Bendera Merah Putih oleh 14 BUMN dalam rangka perayaan HUT ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Usai upacara, Rini kemudian berjalan kaki sekitar 5 menit menuju SMK Kelautan dan Perikanan Ustutun. Sambil menyusuri rumah penduduk di pinggir pantai yang umumnya masih berdinding kayu, bambu dan beratap rumbia, ia sekali-kali berbincang dan berfoto bersama dengan warga.

Di sekolah ini CEO Telkom Group Alex J. Sinaga memberikan bantuan pembangunan "Broadband Learning Center", berupa perangkat akses internet dua paket Indihome Sky, sebanyak 15 unit komputer dan satu unit proyektor slide.

Kunjungan kerja Rini yang dengan program "BUMN Hadir untuk Negeri" ini juga meresmikan pengoperasian satu unit Base Transceiver Station (BTS) yang dibangun Telkomsel, anak usaha Telkom.

Dihadiri ratusan warga, BTS Merah Putih dengan cakupan layanan hingga radius 5 kilometer ini resmi melayani seluruh masyarakat Liran.

Boleh disebut bahwa di titik inilah puncak dari kehadiran negara di Pulau Liran. Karena hanya dengan terkoneksinya sinyal seluler Telkomsel diharapkan menjadi tonggak bangkitnya perekonomian di wilayah itu.

Surga yang Terlupakan Pulau Liran adalah pulau terdepan Indonesia di Kabupaten Wetar Barat yang berbatasan langsung dengan Timor Leste dengan jumlah penduduk 1.118 jiwa atau sekitar 235 KK.

Dengan luas sekitar 34,3 kilometer per segi, Liran memiliki keindahan alam yang menakjubkan. Saat di siang hari, air laut berwarna biru terlihat eksotis membasahi bibir pantai yang berpasir putih, bahkan merasuk hingga ke sela-sela pohon bakau di sepanjang garis pantai.

Terumbu karang alami, rumput laut dan ekosistem hayati yang terjaga serta ikan berlimpah semakin membuat Liran menjadi pulau yang indah menyimpan sejuta pesona.

Tidak heran jika Bupati Maluku Barat Daya Barnabas Orno, mempromosikan wilayah itu kepada calon investor dan para tamu yang datang menyebutkan bahwa wilayah ini ibarat “Surga Yang Terlupakan”.

Namun pemanfaatan semua potensi alam tersebut sangat tergantung pada infrastruktur, mulai dari pasokan listrik, jalan desa, sarana pendidikan, hingga yang tidak kalah penting adalah tersedianya jaringan telekomunikasi seluler.

Di pulau yang warganya masuk dalam suku bangsa Ambon ini, sebagian besar mata pencahariannya nelayan, karena pertanian atau perkebunan tidak tumbuh subur di daratan yang cenderung tandus dan berbatu ini.

Ikan hasil tangkapan nelayan biasanya dijual kepada pengepul yang merupakan warga Timor Leste. Kalaupun ada nelayan yang ingin menjual ikan langsung ke Timor Leste, harus berlayar menggunakan perahu selama empat-lima jam itupun jika ombak bersahabat.

Akses menuju Liran tergolong sulit, karena harus melewati ganasnya ombak laut Banda dan selat Wetar. Jika ditempuh dari Alor, NTT butuh waktu sekitar 8 jam perjalanan naik kapal cepat, sedangkan dari Tiakur, ibukota Kabupaten Maluku Barat Daya, berjarak sekitar 223 kilometer laut sementara jika ditempuh dari Ambon ibukota Propinsi Maluku, harus berlayar 3-4 hari.

Kehadiran Kapal Perintis Sabuk Nusantara yang menghubungkan pulau-pulau di Kabupaten Maluku Barat Daya juga terbatas, hanya singgah satu kali dua minggu.

Hal ini lah yang membuat Pulau Liran seakan terisolir, sehingga memicu harga kebutuhan pokok melangit. Sebut saja, harga bensin jenis premium mencapai Rp30.000 per liter, dan jenis solar untuk kebutuhan menangkap ikan para nelayan sekitar Rp20.000 per liter. Harga rokok putih Rp30.000 per bungkus, mie instan Rp12.000 per bungkus.

Kebutuhan bahan pokok seperti beras, gula, minyak goreng, tepung terigu dan lainnya didatangkan dari Timor Leste dan Kupang, NTT. Ironis. barang-barang yang didatangkan dari Timor Leste itu umumnya impor dari Indonesia, namun dijual kembali ke penduduk Pulau Liran.

Kondisi yang paling ironis adalah soal kesehatan. Banyak warga yang memilih berobat ke Dili karena gratis. Namun tidak jarang ada pasien yang tidak tertolong, karena meninggal dalam perjalanan saat dibawa dari Liran ke Dili.

Listrik yang hanya hidup di malam hari sejak pukul 6 sore hingga pukul 6 pagi, membuat daerah ini seakan hanya hidup di malam hari.

Bangkitkan Harga Diri Telekomunikasi saat ini bisa disebut sebagai kebutuhkan dasar, karena fungsinya yang tidak lagi sekedar pelengkap, tapi telah menjadi faktor utama dalam aktivitas sehari-hari masyarakat.

Tekomsel sebagai entitas bisnis BUMN Telekomunikasi, gencar membuka akses telekomunikasi di wilayah terisolir demi menjaga keutuhan NKRI, seperti yang dilakukan di Pulau Liran.

CEO Telkom Group Alex J. Sinaga mengatakan tersedianya jaringan Telkomsel akan membuka komunikasi antar masyarakat dari satu pulau ke pulau lainnya sehingga dengan sendirinya dapat memacu peningkatan perekonomian penduduk satu wilayah.

"Dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas hingga Pulau Rote. Di setiap jengkal tanah berkibar Merah Putih di situ pula siap menancapkan BTS Merah Putih," kata Alex.

Di saat operator seluler swasta lainya enggan masuk hingga ke daerah terpencil, pedalaman, perbatasan karena memperhitungkan untung rugi, namun Telkomsel tetap hadir alias mengedepankan aspek manfaat bagi masyarakat ketimbang sisi komersial.

Alex menukil hasil riset Bank Dunia pada 2015, bahwa pertumbuhan 10 persen akses internet di suatu negara, dapat meningkatkan perekonomian sebanyak 1,35 persen.

Pengoperasian BTS Telkomsel di Pulau Liran pada 7 Agustus 2017 bisa menjadi sejarah baru bagi penduduk yang menghuni pulau tersebut.

Kepala Sekolah SMK Kelautan dan Perikanan Desa Ustutun, Charles Enos Taluta mungkin menjadi salah satu penduduk Pulau Liran yang paling berterima kasih atas “hadirnya” sinyal Telkomsel di wilayah itu.

Pria berusia 37 tahun yang merupakan satu-satunya guru tetap di SMK di Pulau Liran itu mengatakan, setiap tiga bulan sekali dirinya harus pergi berangkat menuju kota Ambon ataupun kota Kupang, NTT hanya untuk mengakses internet agar dapat mengisi aplikasi Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

Untuk mengisi Dapodik butuh waktu perjalanan hingga 2 minggu dari Liran ke Ambon atau ke kota Kupang, pulang pergi. "Jika Dapodik tidak saya isi, maka sekolah ini terancam tidak mendapat dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dari Kemendikbud. Bahkan sekolah ini bisa tidak masuk dalam radar Kemendikbud atau dianggap tidak ada," ujarnya.

Charles mengaku bersyukur dengan hadirnya Telkomsel di wilayah itu perannya sebagai tenaga pendidik semakin ringan dan bisa fokus mengajar karena tidak harus meninggalkan sekolah untuk waktu yang cukup lama.

Sama halnya dengan Lalan Mabala (37 tahun). Nelayan dengan tujuh anak ini mengaku kehadiran Telkomsel bisa menjadi penyemangat baginya untuk lebih giat mencari nafkah. "Biaya pulsa pakai Telkomcel atau Telemor sangat mahal. Dengan adanya jaringan Telkomsel kami tidak lagi takut harga ikan hasil tangkapan kami dipermainkan oleh para pengepul," ujarnya.

Lain lagi dengan Camat Wetar Barat Imanuel J.M. Dengan wajah berbinar dan penuh semangat, ia mengatakan bahwa kehadiran Telkomsel di wilayah yang dipimpinnya itu merupakan sebuah berkah yang tidak ternilai harganya.

"Ini soal harga diri. Telkomsel datang, harga diri kami terangkat kembali. Kalau bisa cakupan tower milik Telkomsel harus melalui tower milik mereka (Timor Leste)," kata Imanuel sambil mengepalkan tangan pertanda bahwa perekonomian di Liran segera bangkit.

Ia juga memastikan warganya yang selama ini menggunakan layanan seluler Timor Leste, segera beralih menggunakan layanan Telkomsel milik negeri sendiri selain tarif lokal menggunakan Rupiah, juga tidak lagi harus tersambung roaming internasional.

Sementara itu, Direktur Network Telkomsel Bob Apriawan yang ikut hadir pada kesempatan itu mengatakan, sebagai perusahaan milik bangsa Telkomsel terus mewujudkan komitmen untuk "memerdekakan" wilayah-wilayah di Indonesia yang sebelumnya tidak memperoleh layanan telekomunikasi.

"Dengan semangat tanpa batas, kami berupaya membangun jaringan untuk memajukan negeri dan melayani masyaraka tanpa terkecuali, termasuk di wilayah-wilayah yang secara bisnis tidak menguntungkan," ujar Bob.

Telkomsel patut mendapat acungan jempol. Untuk membangun BTS di Pulau Liran setidaknya dibutuhkan investasi yang besar untuk biaya transportasi dan listrik yang tidak hidup selama 24 jam, sehingga biaya operasional satu unit BTS bisa mencapai Rp120 juta per bulan yaitu untuk pembelian sekitar 1.500 liter BBM dan termasuk menyewa satelit.

Dari sisi bisnis bagi Telkomsel, pembangunan BTS ini tidak menguntungkan. Namun yang penting bahwa wilayah ini secara perlahan terlepas dari isolasi dan dalam jangka panjang perekonomian masyarakat bisa berkembang.

Direktut Utama Tekomsel Ririek Adriansyah mengatakan, dalam satu tahun terakhir Telkomsel telah membangun lebih dari 120 BTS baru di daerah-daerah yang berbatasan langsung dengan negara tetangga. "Sudah menjadi tanggung jawab kami untuk mempersatukan negeri secara berkesinambungan dengan terus membangun dan membuka akses layanan telekomunikasi di seluruh wilayah Indonesia, termasuk wilayah perbatasan negara," kata Ririek.

Hingga Juni 2017, Telkomsel memiliki 753 BTS yang beroperasi melayani berbagai wilayah perbatasan di Indonesia, bahkan 117 BTS di antaranya telah dilengkapi dengan teknologi mobile broadband berbasis 4G dan 3G.

Ke-753 BTS itu dioperasikan di perbatasan dengan tujuh negara tetangga termasuk di lokasi-lokasi yang sebelumnya tidak tersentuh akses telekomunikasi, meliputi sebanyak 17 BTS di Batam dan Bintan yang berbatasan dengan Singapura, 276 BTS berbatasan dengan Malaysia di Dumai, Rokan, Bintan, Karimun, Anambas, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Sumatera bagian Utara, Rokan Hilir.

Selanjutnya 70 BTS di Natuna dan Anambas berbatasan dengan Vietnam, 210 BTS di Nusa Tenggara Timur berbatasan dengan Timor Leste, 66 BTS di Pulau Rote dan Maluku berbatasan dengan Australia, 70 BTS di Sulawesi Utara berbatasan dengan Filipina, dan 44 BTS di Papua bagian Timur berbatasan dengan Papua Nugini.

Hadirnya layanan seluler Telkomsel bagi masyarakat diharapkan dapat mendorong pembangunan di daerah perbatasan, di antaranya mempercepat pertumbuhan perekonomian dan kemasyarakatan, sekaligus mampu menjadi katalisator dalam mempromosikan potensi daerah, serta meningkatkan daya tarik investasi, peluang usaha, bahkan lapangan kerja baru.

Secara nasional jumlah BTS Telkomsel sudah lebih 146.000 BTS hingga penjuru Tanah Air yang menjangkau hingga 95 persen wilayah populasi penduduk Indonesia. Dari jumlah tersebut, lebih dari 96.000 BTS di antaranya merupakan BTS 4G dan 3G.

Kawasan perbatasan negara harus dijaga, namun tak cukup dengan tugu perbatasan dan teriakan slogan belaka, melainkan perlu bentuk konkret kehadiran negara di tengah masyarakat perbatasan seperti yang dilakoni Telkomsel!!!. (Ben/Royke Seinaga/An)

Menerapkan Hukuman Maksimal Bagi Pelaku Narkoba Ikhwan Wahyudi dan Fathul Abdi

Perang Narkoba


Padang, 26/8 (Benhil) - Harus diakui bahwa narkoba masih menjadi ancaman terbesar di Tanah Air disimak dari maraknya pemberitaan kasus penyalahgunaan narkotika dan obat/bahan berbahaya itu yang seakan tak pernah habis.

Sebagai negara yang telah menyatakan perang terhadap narkoba aparat penegak hukum terus melakukan pemberantasan mulai dari pencegahan, ataupun penindakan hukum dengan menangkap pelaku yang terlibat pengedarannya.

Salah satu kasus yang menonjol adalah penangkapan gembong narkoba jaringan internasional di Pantai Anyer, Kabupaten Serang, Banten. Aparat berhasil mengamankan narkotika golongan I jenis sabu-sabu seberat satu ton pada 13 Juli 2017.

Dua pekan setelahnya, petugas kembali melakukan penangkapan di Pluit, Jakarta, pada 26 Juli 2017. Dari penangkapan itu kembali diamakan sabu-sabu seberat 300 kilogram.

Ketegasan hukum sebagaimana yang tercantum dalam Undang-undang 35 tahun 2009 tentang Narkotika, perlu dilakukan untuk membuktikan tidak ada tempat di Indonesia bagi barang haram itu.

Di Sumatera Barat pernyataaan perang melawan narkoba di antaranya telah ditegaskan oleh Kejaksaan Tinggi sebagai bagian dari penegak hukum.

Korps Adhyaksa itu menegaskan pihaknya tidak akan segan-segan terhadap para pelaku yang telah tertangkap.

Ketegasan sikap tersebut diimplementasikan dalam kewenangan penuntutan yang dimiliki. Dengan kewenangan itu pihak kejaksaan mulai menerapkan tuntutan hukuman maksimal bagi para terdakwa yang dihadapkan ke persidangan.

"Penerapan hukuman maksimal kepada terdakwa penyalahgunaan narkoba, diperlukan untuk memberikan efek jera," kata Kepala Kejati Sumbar Diah Srikanti, didampingi Asisten Pidana Umum Bambang Supriyambodo.

Penerapan hukuman maksimal dalam artian, jika pada suatu pasal tercantum ancaman maksimal 20 tahun penjara, kemudian setiap unsur pasal terpenuhi, maka tuntutan jaksa tidak akan jauh dari angka 20 tahun tersebut.

Tingginya hukuman itu berbanding lurus dengan pertimbangan peran pelaku yaitu pemakai, kurir, pengedar, bandar, serta banyaknya barang bukti yang diamankan.

Tak ayal hal itu membuat para terdakwa "sesak nafas", ketika mendengar Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejati Sumbar membacakan tuntutannya di persidangan.

Pasalnya tuntutan hukuman yang dijatuhkan oleh jaksa itu tak cukup hanya dengan hitungan jari tangan.

Berdasarkan data yang dihimpun, setidaknya ada lima perkara narkoba di Pengadilan Negeri Kelas I A Padang, yang ditangani Kejati Sumbar, dituntut dengan hukuman 12 tahun ke atas.

Pertama terdakwa Mario (35) atas kasus penyalahgunaan narkoba jenis sabu-sabu. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Zulrahimah, pada sidang yang digelar 24 Januari 2017, menuntut dengan hukuman 16 tahun penjara, ditambah denda sebesar Rp1 miliar subsider enam bulan kurungan.

Kemudian terdakwa Dedi Putra (27), dengan sabu-sabu seberat 8,42 gram, oleh JPU Dewi Permata Asri dituntut hukuman 15 tahun penjara, ditambah denda sebesar Rp1 miliar, subsider enam bulan kurungan. Sidang digelar pada 1 Maret 2017.

Ketiga adalah terdakwa Vicky Andreas (28), dan Afrizon, keduanya dituntut JPU Bastian pada 21 Maret 2017, dengan hukuman penjara 12 tahun, denda Rp1 miliar subisider enam bulan kurungan.

Selanjutnya terdakwa Aris (34), dan Willy Saputra (27), yang terjerat kasus penyalahgunaan narkoba serta pil ekstasi. JPU Novi menuntut dengan hukuman 16 tahun penjara, denda sebesar Rp1 miliar, subsider enam bulan kurungan.

Terakhir Irwanto dengan barang bukti sabu-sabu seberat 89,16 gram. JPU Herry Suroto pada sidang 26 Juli 2017, menuntut dengan hukuman penjara selama 17 tahun, denda Rp1 miliar subsider enam bulan penjara.

Kasus-kasus itu baru untuk perkara yang ditangani oleh Kejati. Sementara untuk jajaran Kejaksaan Negeri (Kejari), Diah Srikanti juga mendorong untuk melakukan hal yang sama di wilayah hukum masing-masing demi pemberantasan narkoba.

"Kejati akan mempertanyakan jika ada jaksa yang tuntutan hukumannya mencurigakan antara tuntutan dengan ancaman hukuman pada pasal sangat berbeda jauh," katanya.

Asisten Pidana Umum Bambang Supriyambodo memaparkan pada 2017 terdapat perkara sebanyak 4.000 lebih. Dari data tersebut sekitar 30 persen adalah kasus penyalahgunaan narkoba.

Sementara data Pengadilan Negeri Kelas I A Padang mencatat hingga Juni 2017 telah menyidangkan sebanyak 233 terdakwa.

Berdasarkan data itu tidak tertutup kemungkinan terjadi peningkatan jumlah penyalahgunaan narkoba pada 2017, jika dibandingkan 2016.

Mengingat selama 2016 jumlah yang disidangkan sebanyak 395 kasus. Sementara pada Januari-Juni 2017 telah disidangkan 233 terdakwa.

Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sumatera Barat Defika Yufiandra, memberikan apresiasinya terhadap penerapan hukuman maksimal kepada para pelaku itu.

"Narkoba adalah ancaman bagi generasi muda kita. Jika terbukti sebagai pemakai direhabilitasi, jika pengedar ataupun bandar dihukum maksimal," lanjut pria yang juga berprofesi sebagai pengacara itu.

Langkah itu ia nilai tepat dalam memberikan efek jera kepada para pelaku peredaran narkoba.

"Disamping langkah pencegahan dan pemberian materi bahaya narkoba, hukuman juga harus ditegaskan kepada pelaku sebagai efek jera," katanya.

Ia juga mendorong pihak kepolisian terus mengungkap kasus-kasus besar penyalahgunaan narkoba dengan menangkap dalang pengedarnya.

Sebelumnya Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo pada kuliah umum di Universitas Negeri Padang (UNP), menyampaikan bahwa narkoba juga ancaman bagi negara selain terorisme.

Tak hanya merusak generasi muda, Panglima itu juga menyampaikan bahaya narkoba dalam skala yang lebih luas yaitu peristiwa perang candu ganja di China pada 1834-1842, yang akhirnya berimplikasi jatuhnya China ke tangan Inggris pada masa itu.

Di hadapan mahasiswa ia menampilkan sejumlah data yang bersumber dari Kepolisian RI dan Badan Narkotika Nasional (BNN).

Pada 2016 tercatat 5,1 juta orang Indonesia yang terlibat penyalahgunaan narkoba, sebanyak 15.000 jiwa di antaranya mati dalam setahun.

Oleh sebab itu penerapan tuntutan hukuman maksimal dari Kejaksaan merupakan salah satu langkah memberi efek jera bagi pelaku dan pelajaran bagi yang lain agar berpikir panjang untuk tidak berhubungan dengan barang haram itu walaupun sedikit. (Ben/An)

Somasi terbuka terhadap Cornelis Buston Ketua DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jambi) dari Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI).

PDGI



Jakarta, 26 Agustus 2017
Nomor : Istimewa

Kepada Yang Terhormat :
Bapak Cornelis Buston (CB)
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jambi
di tempat

PERIHAL : SOMASI TERBUKA

Perkenalkan kami Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI)

Bahwa dengan ini kami terlebih dahulu menyampaikan sebagai berikut :
1. Bahwa Bapak Cornelis Buston (CB) selaku Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jambi telah mengeluarkan pernyataan yang dimuat di media online www.serujambi.com pada hari selasa tanggal 22 Agustus 2017 dengan judul “CB Minta Direktur RSRM Dievaluasi” sebagaimana laman https://www.serujambi.com/cb-minta-direktur-rsrm-dievaluasi/;

2. Bahwa dalam berita tersebut, Bapak Cornelis Buston (CB) selaku Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jambi mengeluarkan pernyataan “Kita rekomendasikan dia untuk segera diganti karena banyak permasalahannya. Juga tolong dicatat, dia tidak pantas menempati jabatan direktur dia seorang dokter gigi, tidak pas untuk menempati jabatan sebagai Kepala Rumah Sakit,” cetus CB lagi”;

Bahwa terhadap pernyataan Bapak Cornelis Buston (CB) selaku Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jambi tersebut diatas, dapat kami sampaikan sebagai berikut:

1. Bahwa seorang yang berprofesi sebagaimana Dokter Gigi dapat diangkat sebagai Direktur Rumah Sakit Daerah Provinsi, hal tersebut sejalan dengan ketentuan Pasal 94 ayat (9) Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2016 Tentang Perangkat Daerah, menyatakan: “(9) Kepala unit pelaksana teknis Daerah provinsi yang berbentuk rumah sakit Daerah provinsi dijabat oleh dokter atau dokter gigi yang ditetapkan sebagai pejabat fungsional dokter atau dokter gigi dengan diberikan tugas tambahan”

2. Bahwa selain itu, pengaturan Dokter Gigi dapat diangkat sebagai Direktur Rumah Sakit Daerah Provinsi juga diperkuat dengan ketentuan Pasal 34 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2009 Tentang Rumah Sakit, menyatakan:

  1. Kepala Rumah Sakit harus seorang tenaga medis yang mempunyai kemampuan dan keahlian di bidang perumahsakitan.
  2. Tenaga struktural yang menduduki jabatan sebagai pimpinan harus berkewarganegaraan Indonesia.
  3. Pemilik Rumah Sakit tidak boleh merangkap menjadi kepala Rumah Sakit.

3. Bahwa terlebih, Surat Edaran Komisi Akreditasi Rumah Sakit Nomor : 861/SE/KARS/VIII/2017 tentang Persyaratan Mutlak Kelulusan Akreditasi Rumah Sakit, menyatakan :

Sehubungan dengan telah ditetapkannya Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit ....dst.
Berikut adalah daftar standar mutlak tersebut yaitu :
1. Rumah Sakit dipimpin oleh tenaga medis (dokter/dokter gigi);
2. Dst.

4. Bahwa berdasarkan ketentuan tersebut diatas, pengangkatan Dokter Gigi sebagai kepala atau direktur Rumah Sakit Raden Mattaher Provinsi Jambi telah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;

Bahwa Dokter Gigi dapat menduduki jabatan sebagai kepala RS yang diatur dalam Peraturan Perundang2an tersebut diatas telah melalui prosedur tatacara terbentuknya Undang-undang*

5. Bahwa ketentuan peraturan perundang-undangan jelas mengakui kemampuan  profesi Dokter Gigi utk memimpin Rumah Sakit Umum Daerah. pernyataan Bapak Cornelis Buston (CB) selaku Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jambi "Yang Terhormat" tersebut diatas, jelas jelas sangat merendahkan, menghina dan atau melecehkan profesi dokter gigi, yang menyatakan dokter gigi tdk mempunyai kemampuan teknis dan manajerial utk memimpin rumah sakit. pelecehan tersebut di atas, selain melecehkan profesi dokter gigi pernyataan di maksud akan akan menimbulkan gejolak di masy karena berakibat hilang ya kepercayaan masy thd rumah sakit di indonesia yg yang di pimpin seorsng dokter gigi. tindakan pelecehan di atas merupakan perbuatan melawan hukum dan memenuhi unsur tindak pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 310 KUHP jo Pasal 27 ayat (3) Undang-undang 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik yang menyatakan :

Pasal 310 KUHP
(1) Barang siapa sengaja menyerang kehormatan atau nama baik seseorang dengan menuduhkan suatu hal, yang maksudnya terang supaya hal itu diketahui umum, diancam karena pencemaran dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah;

(2) Jika hal itu dilakukan dengan tulisan atau gambar yang disiarkan, dipertunjukan atau ditempelkan dimuka umum, maka diancam karena pencemaran tertulis dengan pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah;

Pasal 27 ayat (3) Undang-undang 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik“Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik”

Bahwa Berdasarkan hal tersebut di atas, dengan ini kami mensomasi Bapak Cornelis Buston (CB) selaku Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jambi agar dalam tenggang waktu waktu 3 X 24 Jam sejak somasi ini di bacakan untuk melakukan tindakan-tindakan konkrit berupa:

  1. Menyatakan pernyataan yang dimuat di media online www.serujambi.com pada hari selasa tanggal 22 Agustus 2017 dengan judul “CB Minta Direktur RSRM Dievaluasi” sebagaimana laman https://www.serujambi.com/cb-minta-direktur-rsrm-dievaluasi/ adalah salah;
  2. Melakukan permintaan maaf kepada Direktur Rumah Sakit Raden Mattaher Provinsi Jambi secara terbuka melalui 6 (enam) media online 3 (enam) media cetak nasional dan nasional;

Apabila dalam tenggang waktu tersebut di atas, tidak ada itikad baik dari Bapak Cornelis Buston (CB) selaku Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jambi untuk melaksanakan somasi ini, maka kami akan melakukan tindakan-tindakan kongkrit :

  1. Melakukan pelaporan dugaan tindak pidana penghinaan sebagaimana diatur dalam Pasal 310 KUHP jo Pasal 27 ayat (3) Undang-undang 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik;
  2. Melakukan gugatan perdata tentang penghinaan;
  3. Melakukan pengaduan ke Badan Kehormatan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jambi.
Demikian somasi ini kami bacakan, untuk diperhatian bagi Bapak Cornelis Buston (CB) selaku Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jambi.

Hormat kami
Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI)
Dewan Pimpinan Pusat
Ketua.

Tembusan :
1. Ketua Pengurus Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Jambi
2. Fraksi Partai Demokrat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jambi;
3. Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat.

Insya Allah Saya Siap Hadapi Eggi



Sejak nama Eggi Sudjana beredar viral di beberapa media online seperti yang disebut di sini dan media sosial, Eggi Sudjana merespon pernyataan tersebut, melalui situs berita berita online.

Tidak ketinggalan Dedy Mawardi selaku Ketua Bidang Hukum DPN Seknas Jokowi menyambut respon tersebut dengan pernyataan yang dikirim ke beberapa media online.

Eggi Sudjana meradang karena namanya disebut sebagai Dewan Penasehat Saracen. Di berbagai macam media sosial #EggiSudjana nampak sibuk membantah soal keterlibatannya di kelompok Saracen. Tak ketinggalan pula dengan gayanya, Eggi pun menebar ancaman kepada kelompok Saracen sendiri maupun kepada DPN Seknas Jokowi (detiknews/26/8/27). Eggi bilang akan mengambil langkah hukum baik pidana maupun perdata.

"Didalam berita DetikNews, Eggi menyebut nama saya, Dedy Mawardi". Dikutip dari berita detiknews, "(Dedy Mawardi) dia nyerang kita, nyebut kita harus disikat segala macam, seolah-olah saya sudah bersalah. Kan asas praduga tak bersalah tidak boleh begitu, itu memancing kita perang," imbuh Eggi.

"Menanggapi ancaman Eggi diatas, saya Dedy Mawardi selaku pribadi dan Ketua Bidang Hukum DPN Seknas Jokowi siap menghadapi langkah hukum yang akan ditempuh oleh Eggi baik pidana maupun perdata". Sebagai warga negara yang taat hukum, "Insya Allah saya tidak takut dengan Eggi". Dan perlu saya sampaikan bahwa saya tidak akan melarikan diri keluar negeri.


Eggi Sudjana



Korupsi Indonesia
Jakarta (Benhil, 25/08/2017) Sekalipun terus-menerus "dihajar" oleh ulah segelintir anggota Dewan Perwakilan Rakyat alias DPR yang tergabung dalam panitia khusus DPR tentang Komisi Pemberantasan Korupsi, ternyata komisi antirasuah itu tetap maju terus pantang mundur alias perkasa.

Pada hari Rabu (23/8) malam di sebuah mess Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, Jalan Gunung Sahari, Jakarta, sejumlah penyidik KPK menemukan 10 kantong berisi uang. Uang tersebut diduga keras merupakan hasil korupsi yang diberi istilah keren gratifikasi atau tak lain dari penyuapan untuk pejabat tinggi Kementerian Perhubungan. Selain uang, juga ditemukan kartu anjungan tunjangan mandiri alias ATM.

"Disimpulkan adanya dugaan tindak pidana korupsi penerimaan hadiah atau janji terkait pengadaan proyek-proyek barang dan jasa yang diduga dilakukan oleh Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Antonius Tonny Budiono (ATB)," kata Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan kepada wartawan, Kamis (24/8) malam.

Berita besarkah ini? Tentu saja berita model begini akan terus menjadi sorotan atau gunjingan sebagian besar rakyat Indonesia karena dugaan korupsi ini dilakukan oleh pejabat tinggi negara yang tingkat jabatannya sudah mencapai seorang direktur jenderal. Yang tak kalah mencengangkan adalah kasus dugaan korupsi ini sudah sekitar tujuh bukan diintai oleh para penyidik KPK.

Rakyat tentu tidak bisa melupakan bahwa operasi Saber Pungli alias Sapu Bersih Pungutan Liar yang dicetuskan Presiden Joko Widodo justru berawal dari penyelidikan di kantor pusat Kementerian Perhubungan di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Saat itu, yang ditangkap oleh para petugas hukum itu adalah karyawan-karyawan "kelas teri" bahkan termasuk petugas honorer.

Namun rupanya langkah itu tidak hanya berhenti pada kasus penggerebekan sesaat tersebut, sehingga setelah bekerja keras siang malam tanpa lelah kurang lebih selama tujuh bulan, akhirnya ditemukan fakta dan data bahwa Dirjen Perhubungan Laut Antonius Tonny Budiono berindikasi menerima uang suap kurang lebih Rp20 miliar sehingga kemudian ditetapkan sebagai tersangka.

Uang itu dalam bentuk rupiah, dolar Amerika Serikat dan ringgit Malaysia, sehingga bisa dibayangkan betapa nikmatnya sang dirjen ini jika "proyeknya" tak diincar oleh KPK karena dia bisa sepuas hati menikmati uang haram tersebut.

Proyek-proyek yang disangkakan terhadap tuan dirjen ini berkaitan dengan pembangunan proyek di Pelabuhan Tanjung Emas di Semarang, ibu kota Jawa Tengah. Sementara itu, kasus korupsi yang didakwakan terhadap segelintir anak buah Dirjen Perhubungan Laut itu menyangkut pemberian surat izin bagi para pekerja sektor kelautan.

Sekalipun pelanggaran yang disangkakan terkait proyek atau proyek-proyek di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, tidak tertutup kemungkinan adanya proyek lain yang juga sedang "digarap" oleh Tonny Antonius Budiono.

Selain peristiwa menggegerkan ini menyangkut seorang dirjen, yang tak kalah memalukannya adalah kasus tersebut terjadi pada bulan Agustus saat bangsa Indonesia sedang bergairah merayakan Hari Ulang Tahun Ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia, yang juga "pasti dirayakan" oleh yang terhormat Dirjen Perhubungan Laut dan segelintir anak buahnya itu.

Pada masa lalu, masyarakat sudah "sangat terbiasa" mendengar kasus korupsi yang terbongkar menyangkut pejabat pejabat negara mulai dari bupati, wali kota, gubernur, anggora DPR, DPRD, Dewan Perwakilan Daerah, hingga tingkat menteri.

Nama Surya Dharma Ali yang merupakan mantan menteri agama dan juga mantan ketua umum sebuah partai politik yang berazaskan agama akhirnya "menikmati" aroma penjara. Ia dituduh ikut "menikmati" biaya penyelenggaraan ibadah haji atau BPIH dan mengajak orang-orang terdekatnya untuk menunaikan ibadah haji. Hal itu tentunya masih diingat oleh sebagian rakyat Indonesia.

Juga ada nama Andi Alifian Mallarangeng yang pada saat menjadi menteri pemuda dan olahraga juga dituduh menikmati uang haram terutama dana pembangunan Pusat Pelatihan Pendidikan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) di Bukit Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Masih kurang uangkah? Sementara itu, rakyat di Tanah Air juga pasti tak akan melupakan nama-nama tokoh di bidang legislatif dan yudikatif mulai dari Akil Mochtar yang saat memimpin lembaga negara Mahkamah Konstitusi terbukti secara meyakinkan secara hukum menerima uang dalam kasus yang menyangkut penyelenggaraan pemilihan kepala daerah di Kalimantan Tengah dab daerah lainnya.

Sementara itu, Patrialis Akbar yang juga merupakan mantan hakim konstitusi di Mahkamah Konstitusi seperti halnya Akil Mochtar juga sedang menjalani persidangan atau proses "meja hijau", lagi-lagi diduga terlibat gratifikasi kasus hukum.

Bahkan Irman Gusman yang pernah memimpin Dewan Perwakilan Daerah alias DPD harus masuk bui karena menerima uang yang jumlahnya "hanya" Rp100 juta dari seorang pengusaha yang berniat mendapat izin dari Perusahaan Umum Bulog agar bisa mendapat izin ikut mengimpor sejenis barang dari negara lain.

Belum lagi mantan anggota DPR mulai dari Mohammad Nazaruddin, Angelina Sondakh, Damayanti yang semuanya tak terlepas dari kasus "fulus" atau uang korupsi. Bahkan sejumlah panitera pengganti di berbagai pengadilan negeri mulai dari Jakarta Utara hingga Pengadilan Jakarta Selatan yang semuanya diseret ke pengadilan karena menerima uang walaupun jumlahnya "jauh kalah besar" dari kasus Dirjen Perhubungan Laut.

Yang bisa dilakukan oleh mayoritas rakyat Indonesia hanya mengurut dada jika mendengar kasus demi kasus korupsi yang dilakukan mulai dari petugas dan pejabat pemerintah "kelas teri" hingga pejabat negara seperti Angelina Sondakh, Akil Mochtar, Surya Dharma Ali serta Andi Mallarangeng.

Pada benak rakyat yang muncul apakah para pejabat itu sudah benar-benar kekurangan uang sehingga harus korupsi untuk "menutupi" kebutuhan mereka dan keluarganya, padahal para pejabat sudah menikmati berbagai fasilitas yang diberikan oleh rakyat melalui pemerintah yang tentunya sesuai dengan posisi mereka di negara yang tercinta ini.

Dirjen Perhubungan Laut Antonius Tonny Budiono dan Angelima Sondakh serta Akil Mochtar, misalnya pasti sudah terbiasa menerima setumpuk gasilitas mewah mulai dari gaji yang jumlahnya pasti puluhan juta rupiah tiap bulannya. Belum lagi ada mobil dinas, rumah jabatan, uang dinas ke luar kota, bahkan ke luar negeri. Belum lagi jika berkunjung ke daerah, maka pasti mendapat sambutan meriah serta mendapat "oleh-oleh" mulai makanan tradisional, pakaian daerah hingga "upeti" berupa uang.

Belum lagi di kantornya masing-masing sudah tersedia sekretaris yang tinggal disuruh-suruh ke mana pun juga sehingga yang akan timbul pada pikiran rakyat adalah, apakah 1001 fasilitas aduhai ini masih kurang juga ataukah mereka itu merupakan pejabat yang tak lebih dari seorang pembegal di jalan ataupun perampok? Kasus demi kasus hukum itu seharusnya menyadarkan pejabat pada jenjang atau level apa pun juga bahwa jika seorang pencopet, pembegal praktis melanggar hukum karena "kantongnya" kosong maka para pejabat negara itu pasti bukan karena kekurangan uang.

Kalau begitu kenapa kasus korupsi terus terjadi? Bisa disimpulkan bahwa kasus korupsi ini terjadi karena para pejabat kotor ini harus "menyetor" uang ke atasannya mulai dari pimpinan partai politik, kementerian hingga ingin "mencari sekadar tambahan" agar jika nanti sudah pensiun maka masih bisa hidup tenang dari uang "tabungannya".

Karena itu, pengangkatan pejabat pada jenjang apa pun juga seharusnya lebih ketat, misalnya dengan mengikutsertakan pakar psikologi agar bisa diketahui kenapa seseorang itu berniat atau bahkan berambisi menjadi pejabat negara.

Rakyat pasti sudah bosan bahkan muak jika setiap hari harus mendengar ada lagi pejabat yang lagi-lagi didakwa melakukan korupsi dengan gampangnya, padahal puluhan juta orang Indonesia tiap hari harus benar-benar banting tulang untuk mencari uang mulai dari sekadarnya Rp5.000, Rp10.000 hingga Rp50.000 untuk menghidupi keluarganya agar bisa hidup tenang.

Kapankah Indonesia bisa bebas dari kasus korupsi, gratifikasi atau apa pun istilahnya? (Ben/Ant)

Hari ini DPN Seknas Jokowi merilis siaran pers yang diterima oleh redaksi Benhil dan ditandatangani oleh Dedy Mawardi, Ketua Bidang Hukum untuk mendukung Kapolri untuk melakukan tindakan atas kelompok Saracen yang berhasil dibongkar oleh polisi dengan pernyataan sebagai berikut.

Dukung Kapolri Sikat Habis Kelompok Saracen

Rakyat Indonesia yang cinta NKRI dan cinta damai musti memberi apresiasi dan dukungan kepada Kapolri dan jajarannya yang berhasil membongkar dan menangkapi para pentolan kelompok Saracen. Sebagaimana diketahui, Saracen ini adalah kelompok yang memproduksi konten provokatif dengan mengeksploitasi Suku, agama, ras dan antar golongan (SARA) melalui media sosial.

Kelompok Saracen ini sangat berbahaya bahkan lebih berbahaya dari teroris dan koruptor.

Kebohongan (fake news) dan ujaran kebencian (hate speech) diolah menjadi industri. Ada 800.000 akun di media sosial yang diproduksi Saracen dan disebar ke masyarakat pengguna media sosial. Akibat aksi kelompok ini pernah rakyat Indonesia rasakan khususnya menjelang Pilkada DKI 2017. Kerukunan, kebhinekaan bangsa Indonesia dan keutuhan NKRI hampir saja tumbang oleh ulah kelompok Saracen ini. Melihat dampaknya yang mengerikan itu maka harus ada tindakan untuk menumpas habis hingga ke akar-akarnya kelompok Saracen ini.

Oleh karena itu, kami dari DPN Seknas Jokowi mendukung sepenuhnya kepada Kapolri dan jajarannya untuk mengambil tindakan keras dan tegas sesuai hukum yang berlaku kepada siapapun yang diduga terlibat didalam Kelompok Saracen ini. Termasuk nama-nama seperti Ampi Tanudjiwa, Eggi Sudjana, M. H. Effendi Harahap, Ramli Kamidin dan lainnya.

Jakarta, 25 Agustus 2017
Hormat kami,

DEDY MAWARDI
Ketua Bidang Hukum
DPN Seknas Jokowi

Berita yang sama juga dilansir oleh situs berita online Tagar News pada 25 Agustus 2017 yang dapat dilihat di sini.

Dalam dokumen yang beredar viral di media sosial, nama Dr. Eggi Sudjana SH dan Mayjend Purn Amni Tanudjiwa disebut sebagai penasehat kelompok Saracen, seperti terlihat dalam lampiran berikut.

Eggi Sudajana


MEMBELA SANG SAKA


Bendera Merah Putih


Sang Saka Merah Putih, sebuah nama yang terpatri dalam hati sanubari Rakyat Indonesia untuk bendera Negara Republik Indonesia. Sebagai sebuah negara yang berdaulat, bendera Merah Putih sama sakralnya dengan Lambang Garuda Pancasila. Bendera adalah simbol, serta spirit sebuah bangsa yang merdeka dan berdaulat.

Dalam UU No.24 Tahun 2009 Tentang Bendera, Bahasa dan Lambang Negara; secara jelas dan lugas Sang Saka Merah Putih memiliki perlindungan hukum atas undang-undang. Begitu pula dalam pergaulan regional maupun internasional, bendera adalah sesuatu yang mewakilkan harkat derajat martabat sebuah bangsa. Karena dalam Perserikatan Bangsa-Bangsa secara konstitusi Bendera diakui secara mutlak.

Beberapa waktu belakangan ramai menjadi pembicaraan Rakyat Indonesia atas prilaku tidak terpuji Pemerintah Malaysia mengenai bendera Indonesia terbalik (putih di atas, merah di bawah) dalam sebuah buku panduan SEA GAMES yang dicetak oleh OC SEA Games dimana Malaysia menjadi tuan rumah SEA GAMES, bulan Agustus tahun 2017. Kekeliruan itu memicu beragam reaksi dari publik luas Indonesia sampai Presiden Jokowi. Tindakan itu terlihat sepele, namun bisa berdampak atas ketegangan hubungan bilateral Indonesia - Malaysia.

Seknas Jokowi #SeknasJokowi sebagai organisasi rakyat, perlu kiranya mengambil sikap serta seruan dalam menghadapi ketegangan bilateral ini.

  1. Mendorong Kementrian Luar Negri untuk melayangkan Nota Protes terhadap pemerintahan Malaysia.
  2. Mendorong Kementrian Pemuda dan Olah Raga untuk bekerjasama dengan pemerintah Malaysia dalam melakukan pengusutan serta investigasi permasalahan yang terjadi.
  3. Medorong Kementrian Komunikasi dan Informatika untuk segera memberikan penjelasan kepada Rakyat Indonesia sejelas-jelasnya terhadap apa yang terjadi.
  4. Mendorong Kepolisian Republik Indonesia untuk menangkap para pelaku pengedar berita palsu dan para penebar kebencian atas masalah ini.
  5. Menyerukan segenap Rakyat Indonesia agar tidak mudah terprovokasi dengan tebaran berita-berita palsu yang semakin memperkeruh keadaan.
  6. Tetap berpikir rasional dan berbasis hukum dalam memahami persoalan ini. Sehingga tidak mudah diprovokasi oleh kelompok pengacau.
Merdeka!

Di rilis oleh,
DEWAN PENGURUS NASIONAL SEKNAS JOKOWI


Borobudur

Jakarta, (Benhil, 23/8/2017) – Menteri Pariwisata Arief Yahya menyebutkan Badan Otorita Borobudur (BOB) akan segera beroperasi menyusul rampungnya berbagai proses administrasi dan pembentukan struktur organisasi badan tersebut.

Dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (23/8), Arief mengatakan rapat koordinasi kedua BOB telah dilaksanakan pada 22 Agustus 2017 di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman.

"Dalam rapat yang dipimpin Pak Menko Maritim Luhut Panjaitan menghasilkan kesepakatan penting bagi kelangsungan pengembangan Borobudur, salah satu destinasi prioritas pariwisata," katanya.

Arief mengemukakan, terhitung Selasa (22/8) Badan Otorita Pariwisata (BOP) Borobudur mulai bertugas menyusul rampungnya berbagai proses administrasi Kepala BOB.

Sebelumnya, pembentukan Badan Otorita Pariwisata Borobudur berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 46 Tahun 2017 tentang Pembentukan Badan Otorita Pariwisata (BOP) Borobudur yang sudah disahkan presiden 11 April 2017 dan diundangkan pada 12 April 2017.

Menpan RB Asman Abnur sendiri juga telah menandatangani Surat Persetujuan tentang Pembentukan Struktur Organisasi Tata Kelola Badan Otorita Borobudur yang akan dipimpin oleh seorang Direktur Utama.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyambut baik dengan cepatnya proses pembentukan struktur kepengurusan Badan Otoritas Pariwisata Borobudur.

Ia berharap, BOB akan menjadikan Borobudur sebagai salah satu destinasi pariwisata nasional dan internasional yang memiliki kekayaan potensi wisata budaya berkelanjutan yang mampu menarik 2 juta wisatawan mancanegara pada 2019.

"Borobudur dikembangkan sebagai destinasi yang memiliki kekuatan daya tarik yang berbasis pada potensi heritage dan sudah diakui sebagai UNESCO World Cultural Heritage. Pengembangannya nanti akan difokuskan pada elemen 3A yaitu atraksi, aksesibilitas, dan amenitas," ujar Menpar Arief Yahya.

Arief menjelaskan, tugas dari BOB Borobudur ini nantinya meliputi melakukan koordinasi, sinkronisasi, dan fasilitasi perencanaan, pengembangan, pembangunan, dan pengendalian di Kawasan Pariwisata Borobudur.

"Critical success factornya ada di akses. Dan itu sudah ada jawabannya, Bandara New Yogyakarta International Airport di Kulonprogo akan menjawab masalah aksesibilitas udara menuju Joglosemar," jelas Arief Yahya.

Menpar Arief mengingatkan bahwa kelemahan pengelolaan Borobudur selama ini adalah "single destination, multimanagement".

"Ada zona 1 yang dikelola Kebudayaan (Kemendikbud), zona 2 dikelola BUMN, zona 3 Pemda dengan ribuan pedagang, dan zona 4 Kemenpar," katanya.

Oleh karena itu BOB hadir dengan kawasan otoritatif dan kawasan koordinatif dan Badan otorita inilah yang akan mengintegrasikan semua kekuatan atraksi Joglosemar, dan tidak akan menyentuh zona 1-2-3. Ke-4 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), Borobudur, Dieng, Karimunjawa, dan Sangiran akan dikelola dalam "single destination".

BOB akan mengelola kawasan wisata di tiga destinasi pariwisata nasional meliputi Solo-Sangiran dan sekitarnya, Semarang-Karimun Jawa dan sekitarnya, serta Borobudur - Yogyakarta dan sekitarnya.

Borobudur menjadi satu dari 10 destinasi pariwisata yang jadi prioritas dikembangkan hingga 2019.

Destinasi pariwisata lainnya adalah Danau Toba di Sumatera Utara, Tanjung Kelayang di Bangka Belitung, Morotai di Maluku Utara, Tanjung Lesung di Banten, Wakatobi di Sulawesi Tenggara, Kepulauan Seribu di DKI Jakarta, Mandalika di Nusa Tenggara Barat, Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur dan Kawasan Bromo Tengger di Jawa Timur. (Ben/Ard)

Sumatera Utara


Medan, 23/8 (Benhil) - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dengan pengusaha asal Provinsi Satun, Thailand, menjajaki kerja sama perdagangan makanan olahan, terutama terkait potensi pasar dan dunia pariwisata.

Wakil Gubernur Satun, Sr. Col Arthit Aroomchoot di Medan, Sumatera Utara Selasa (22/8) mengatakan, pihaknya ingin menjajaki potensi pasar berbagai produk makanan olahan di wilayah Sumut.

"Kami ingin melihat langsung potensi dan bertemu pengusaha produk makanan olahan di sini untuk menjajaki kerja sama," katanya.

Dia berharap aneka produk makanan olahan provinsi itu bisa dipasarkan di Sumut dan sebaliknya produk asal daerah Sumatera Utara bisa masuk ke Thailand.

Sr Col Arthit Aroomchoot menegaskan, pengusaha di daerahnya sebagian besar sudah memproduksi dan memiliki sertifikat halal sehingga tidak ada masalah untuk dipasarkan di Sumut.

"Selain kerja sama dagang, daerah kami, Satun, berharap bisa bekerja sama sektor pariwisata dengan Sumut," katanya.

Gubernur Sumut Ir. H Tengku Erry Nuradi menyambut gembira dan mendukung upaya peningkatan hubungan perdagangan antara daerahnya dengan Provinsi Satun Thailand.

"Potensi daerah kita dan Satun sama-sama cukup besar untuk bisa membina hubungan perdagangan dan pariwsata yang saling menguntungkan," katanya.

Memurut dia, jarak yang dekat antara Sumut dan Satun juga memungkinkan untuk membuka jalur pelayaran Ro-Ro atau kapal yang bisa memuat kendaraan antara pelabuhan Belawan-Pelabuhan Tamalang di Satun.

"Konektivitas itu akan memberikan peluang besar bagi daerah kita dan Satun dalam meningkatkan hubungan perdagangan dan pariwisata," ujar Erry. (An/Ben)
All rights reserved, Copyright © 2015 www.benhil.net. Powered by Blogger.