Ciri Burung Perkutut Junjung Drajat, Penjaga Kehormatan dan Kemuliaan

Perkutut Junjung Drajat

Burung perkutut telah lama menjadi burung yang dicari banyak orang karena dipercaya bisa memberikan manfaat atau hal-hal baik bagi pemiliknya. 

Kepercayaan ini didasarkan pada keyakinan bahwa perkutut junjung drajat memiliki kemampuan untuk mengangkat derajat pemiliknya. Lalu, bagaimana ciri khas dari perkutut junjung drajat ini?

Keindahan dan kecantikan burung perkutut

Sebagai burung yang memiliki bulu cantik nan sederhana dengan garis-garis gelap di bagian leher, burung perkutut menjadi hewan peliharaan yang menawan. 

Ukuran tubuh burung perkutut umumnya kecil, dengan panjang rata-rata sekitar 10 inci dan berat maksimal 100 gram. Keanggunannya yang sederhana membuat burung ini semakin diminati.

Ciri Perkutut Junjung Drajat

Setiap jenis perkutut memiliki ciri khas, filosofi, dan tuah yang berbeda. Katuranggan perkutut, atau ciri-ciri khusus pada perkutut, memberikan berbagai manfaat seperti kerezekian, tolak bala, atau peningkatan derajat.


Perkutut junjung drajat adalah salah satu jenis yang dipercaya dapat mengangkat derajat pemiliknya.

Junjung drajat sendiri adalah nama pamor keris yang terkenal, terutama di kalangan pecinta tosan aji. Keris dengan pamor junjung drajat sering dicari oleh para pejabat atau pengusaha yang ingin meningkatkan status mereka. 

Kepercayaan ini juga meluas pada burung perkutut junjung drajat, yang memiliki tuah serupa.

Ciri khas perkutut junjung drajat

Ciri khas perkutut junjung drajat adalah adanya sehelai bulu ekor berwarna putih. Ciri ini menjadi penanda utama bagi mereka yang mencari burung perkutut dengan tuah peningkatan derajat. 

Junjung drajat atau surung drajat berarti mengangkat derajat pemiliknya, dan burung ini diharapkan bisa meningkatkan kedudukan pemiliknya di masyarakat.

Filosofi perkutut junjung drajat

Filosofi perkutut junjung drajat tidak hanya sebatas ciri fisik, tetapi juga menyiratkan pesan moral yang dalam. Sehelai bulu putih di antara bulu hitam melambangkan bahwa untuk menjadi yang terbaik, seseorang harus lebih baik di antara yang lain. Ini juga mengajarkan bahwa untuk dihormati dan disegani di masyarakat, seseorang harus menjadi orang baik.


Dalam konteks ketuhanan, menjadi orang yang dikasihi Tuhan dan diangkat derajatnya memerlukan kesucian hati. Sehelai bulu putih di tengah bulu hitam menggambarkan pentingnya menjaga kesucian dalam menjalani kehidupan yang kompleks dan beragam.

Tuah perkutut junjung drajat

Sebagaimana namanya, junjung drajat bertujuan untuk mendorong atau mengangkat derajat pemiliknya agar lebih tinggi. Ini bisa berarti mempermudah karir seorang pegawai atau kesuksesan bisnis seorang pengusaha. Bisnis yang dijalankan bisa berkembang pesat, rezeki menjadi melimpah, dan status sosial pemiliknya meningkat.

Perkutut junjung drajat cocok dipelihara oleh siapa saja, baik pegawai maupun pengusaha. Ciri khas burung ini juga merupakan wejangan tersirat untuk pemiliknya agar selalu berusaha menjadi lebih baik, tidak hanya mengejar derajat dunia tetapi juga derajat di sisi Tuhan sebagai orang suci.

Keyakinan dan kepercayaan

Kepercayaan terhadap tuah junjung drajat memang bervariasi. Namun, yang terpenting adalah menyadari bahwa semua yang terjadi adalah atas kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa. 

Memelihara burung perkutut junjung drajat bisa menjadi pengingat bagi pemiliknya untuk selalu berusaha menjadi lebih baik dan menjaga kesucian hidup.

Melihat lebih jauh lagi, ciri perkutut junjung drajat tidak hanya sehelai bulu putih. Filosofi yang ada pada burung ini menuntut pemahaman yang mendalam dan penerapan nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari. 

Dengan demikian, burung perkutut junjung drajat bukan hanya sekedar hewan peliharaan, tetapi juga simbol dari usaha manusia untuk mencapai kemuliaan dan kehormatan yang sejati. [Benhil Online]
Previous Post Next Post

Contact Form