Pinus Pengger


Saat berkunjung untuk urusan kerja atau wisata seringkali masyarakat hanya tertuju ke Malioboro, Candi Prambanan, lereng Gunung Merapi, atau Candi Borobudur. Tapi kini cobalah mengunjungi Hutan Pinus Pengger di Dusun Sendangsari, Desa Terong, Kecamatan Dlingo, Babupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Objek wisata itu bisa menjadi alternatif bagi pelancong saat berkunjung ke Yogyakarta untuk mengunjungi lokasi wisata alam lain dengan harga yang sangat terjangkau.

Bagi sebagian masyarakat nama Hutan Pinus Pengger memang masih terasa asing terdengar karena memang lokasinya agak jauh dari Kota Yogyakarta. Tapi bagi pelancong yang gemar berpetualang alam, lokasi tersebut layak dikunjungi agar tak penasaran.

Hutan ini menawarkan daya tarik wisata alam yang alami dan asri sehingga jangan dibayangkan sebagai hutan belantara yang tidak tertata rapi dan berkeliaran hewan buas.

Lokasi Hutan Pinus (elliottii) Pengger berada di perbukitan Dlingo sebelah utara yang dekat dengan perbukitan wilayah Piyungan Bantul. Rute terdekat menuju Hutan Pinus Pengger dari pusat kota Yogyakarta ke arah timur melewati Jalan Wonosari Yogyakarta.

Dari pertigaan Piyungan ambil jalan naik menuju ke arah Patuk, Gunungkidul. Sesampai di perempatan puncak Bukit Patuk atau Bukit Bintang ambil arah ke kanan menuju Jalan Raya Patuk-Dlingo.

Selama perjalanan akan melewati Wisata Watu Amben dan beberapa menit berselang tiba di kawasan wisata Hutan Pinus Pengger di sisi kanan jalan. Kendaraan pengunjung dapat diparkir di area parkir yang dijaga oleh pengelola wisata hutan pinus tersebut.

Tiket masuk ke hutan itu relatif murah, yaitu Rp2.500 per orang. Parkir kendaraan sepeda motor Rp2.000 per kendaraan, parkir mobil Rp5.000 per kendaraan, dan parkir bis Rp20.000 per kendaraan.

Hutan Pinus Pengger Dlingo diresmikan sebagai tempat wisata pada tanggal 7 April 2016 dan saat ini dikelola oleh masyarakat desa setempat yang tergabung dalam kelompok sadar wisata. Hutan pinus ini menggunakan area hutan yang dibawah pengelolaan Hak Pengusahaan Hutan (HPH) Mangunan sama seperti wisata hutan pinus lain yang berada di perbukitan Dlingo Bantul.

Kontur tanah hutan pinus ini berbukit dimana memiliki kemiripan dengan kontur tanah di Puncak Pinus Becici. Pengunjung yang ingin berada di tengah-tengah area hutan pinus harus berjalan menaiki puncak bukit melewati anak tangga sederhana yang terbuat dari tanah. Disarankan menggunakan alas kaki yang tidak licin terutama saat tanahnya licin kena air hujan Sebelum dikembangkan sebagai tempat wisata, hutan pinus ini berfungsi sebagai hutan produksi dimana getah pinusnya disadap sebagai bahan baku industri.

Pepohonan pinus di Hutan Pinus Pengger masih terbilang rapat sehingga pada siang hari pun matahari tidak menembus area dasar pohon. Pemandangan ini tampak istimewa bagi yang mendambakan hutan pinus yang rapat dan masih terlihat alami.

Suasana disekitar hutan pinus terasa sejuk dengan angin sepoi-sepoi yang berhembus dari sisi timur dan kadang dari sisi selatan.

Salah satu daya tarik lain Hutan Pinus Pengger Dlingo adalah spot untuk menikmati matahari terbenam di area Watu Adeg (Watu Ngadeg) atau ujung barat hutan pinus yang ditandai oleh area batu lava vulkanik yang telah membeku.

Batuan lava beku ini mirip seperti batuan lava beku di Wisata Watu Amben dan Gunung Api Purba Nglanggeran yang letaknya tidak jauh dair tempat tersebut. Dari tempat ini pengunjung dapat menikmati momentum matahari terbenam atau sunset dari atas ketinggian dengan pemandangan yang hampir sama dengan Puncak Pinus Becici yang letaknya berada di sebelah selatannya.

Bila kondisi cuaca cukup cerah akan terlihat jelas Gunung Merapi dan Gunung Merbabu di sisi sebelah kanan.

Swafoto Jangan lupa membawa kamera atau ponsel berkamera saat datang ke lokasi itu karena akan banyak objek yang menarik untuk swafoto (selfie) bersama atau seorang diri.

Pengelola telah memunculkan tempat spot foto baru yang membuat wisatawan berbondong-bondong datang ke tempat ini saat malam hari. Seperti spot foto yang di bentuk dari ranting kayu menyerupai akar kayu besar dengan tengahnya yang berlubang menjadi spot foto favorit dengan latarbelakang gemerlap lampu kota Daerah Istimewa Yogyakarta.

Di lokasi itu banyak terdapat tempat yang bisa dikunjungi pelancong. Walaupun harus bayar tapi harganya tak mahal, seperti panggung sekolah studia dikenakan biaya Rp. 2.500 per orang, studio alam Rp. 2.000 per orang, jelajah alam Rp10.000 per orang, sepeda hutan Rp. 10.000 per orang, dan panjat tebing Rp. 15.000 per orang.

Ada juga tempat yang bisa disewakan untuk kegiatan pecinta alam seperti lokasi berkemah dikenakan Rp. 15.000 per orang per malam, aula Rp. 250.000 per empat jam, dan tempat tidur gantung (hammock) Rp. 10.000 per orang.

Objek wisata itu juga bisa dijadikan lokasi yang ingin membuat dokumentasi seperti sesi fotografi dan sebelum pernikahan (prewedding) dikenakan biaya Rp. 200.000 per kegiatan, video klip Rp. 250.000 per kegiatan, dan film komersial Rp. 1.000.000 per hari.

Fasilitas pendukung wisata di Hutan Pinus Pengger cukup lengkap mulai dari kamar mandi umum, mushola, dan warung penjaja makanan serta minuman.

Pengunjung diharapkan menjaga kebersihan lingkungan dengan membuang sampah ditempat yang disediakan.

Secara keseluruhan Hutan Pinus Pengger dapat menjadi alternatif wisata saat berkunjung ke Yogyakarta sehingga provinsi itu akan makin banyak didatangi pelancong untuk datang berlibur atau sekedar rileks. (An/Ben)
All rights reserved, Copyright © 2015 www.benhil.net. Powered by Blogger.