Mencari Lembaga Survey yang Jujur dan Berintegritas

Survey

Oleh: Saiful Huda Ems.

Menurut saya, para pemilik lembaga survei, seperti Denny JA, Burhanudin Muhtadi, dan M. Qodari itu tampaknya sudah menjadi konsultan politik bagi pasangan calon (paslon) Calon Presiden (capres) Prabowo dan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). Mereka bisa seenaknya menaikkan elektabilitas Prabowo dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) Gibran Rakabuming Raka di berbagai survei yang mereka rilis. Jika Ketiganya tidak menampilkan hasil yang memuaskan, bisa-bisa dilempar asbak.

Kalau tidak percaya silahkan lihat tanda-tandanya, khususnya Denny JA. Jauh sebelum putra Jokowi, Gibran dideklarasikan sebagai Cawapres, dia mengkampanyekan secara terus menerus tentang kemungkinan munculnya pasangan Capres Prabowo dan Cawapres Gibran.

Bahkan anehnya, Denny JA saat itu sudah mengumumkan kemungkinan Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan permohonan Judicial Review oleh pemohonnya soal batas minimum usia Capres/Cawapres. Ini luar biasa. Padahal Bambang Pacul baru tahu hanya beberapa hari sebelum keputusan, tapi Denny JA sudah tahu jauh lebih dulu dan mampu menggiring opini melalui hasil survei di lembaganya. Dari sinilah saya sudah membaca drama politik itu dan bagaimana skenarionya.

Tapi, ya biarlah. Sebagai pengacara yang terbiasa menangani kasus, saya selalu teringat adanya adagium di kalangan pengacara, "Kejahatan tidak pernah sempurna". Oleh sebab itu, sebagus apapun skenario dari Drama Politik yang memuakkan ini, suatu ketika akan terbongkar juga. Dan nyatanya, Ketua MKMK (Majelis Kehormatan MK) menyatakan ada intervensi dari Keputusan MK No.90/2023 itu.

Bersaing Ketat 

Saat ini, jika ingin melihat hasil survei Capres/Cawapres di Pilpres 2024 yang lebih obyektif, silahkan lihat hasil survei yang dilakukan Saiful Mujani (SMRC) dan Yunarto Wijaya (Charta Politika). Di situ Ganjar-Mahfud lebih unggul dari Prabowo-Gibran. Sedangkan survei Litbang Kompas biasanya elektabilitas Prabowo-Gibran dan Ganjar-Mahfud selalu bersaing ketat. Keduanya kadang naik kadang turun, kadang ada di atas, kadang di bawahnya.

Yang saya sesalkan, setelah rilis hasil surveinya, Yunarto Wijaya dan keluarganya diteror habis-habisan. Katakanlah diteror oleh Genderuwo agar tidak ada yang tersinggung, hingga ia pamit dari aktivitasnya di medsos (media sosial). Kasihan sekali bukan, orang berusaha melakukan survei secara jujur dan jernih malah diteror.

Sudahlah, pokoknya begini saja, di negeri ini ada orang-orang yang hobinya menulis, seperti saya, Gus Islah Bahrawi, Denny Siregar, dan lain lain. Namun ada juga orang yang hobinya mencalonkan diri sebagai capres. Yang terakhir itu bisa kalian sebutkan sendiri siapa orangnya. (SHE)

20 November 2023. 

Penulis adalah pengacara dan pengamat politik. [Benhil]


Surga Tropis

Tropics Paradise is a collection of writings and papers presented at, from, and to the tropics. Actually, the tropics is a place that comfortable, warm, and affluent. But the situation goes undermined by the real interests that not coming from the tropics itself, such as politics, ideology, lifestyle, and others. So for that matters, Tropical Paradise wants to restore a beautiful sense of the area.

Previous Post Next Post

Contact Form