Ada yang baru di Resto Ayam dan Bebek Mas Budi di jalan Veteran (samping Pompa Bensin) Salatiga, yakni tampilannya lebih rapi dan cerah. Tentu saja hal itu demi menunjang pelayanan bagi para pelanggan.

 

Tampilan tersebut tentu semakin membuat lebih nyaman bagi siapa saja yang mampir ke tempat makan berkonsep resto tersebut. Selain tentu saja, mereka tetap dimanjakan oleh cita rasa berbagai masakan di resto Ayam dan Bebek Mas Budi Salatiga.


Baca Juga: Sarapan Nikmat Nasi Ayam Uti Banyumanik Semarang

 

Apa yang membuat tampilan lebih rapi dan cerah dari resto yang mengusung jargon, ambil (nasi, sambal, dan lalapan) sepuasnya itu? Yakni tembok pembatas parkir yang dicat rapi dan batas parkiran yang dibuat taman.

 

“Tampilan baru lebih rapi ini bisa membuat pengunjung lebih nyaman karena enak dilihat,” kata Arjun selaku penanggung jawab Resto Ayam dan Bebek jalan Veteran Salatiga pada Minggu, 5 Juni 2022.




 

Dia menyatakan, tempat kuliner yang rapi juga bisa menunjang pelayanan bagi pelanggan.

 

Favorit Rombongan  

Tempat makan Ayam dan Bebek Mas Budi Salatiga yang luas dan sejuk menjadi tempat favorit bagi banyak orang untuk berkumpul bersama, baik dengan teman atau keluarga. Hal itu seperti disampaikan oleh Ibu Andi dari Semarang yang siang itu datang dengan rombongan berjumlah 15 orang.

 

“Kita datang ke sini sekitar 15 orang dengan 3 mobil karena banyak yang bilang tempat ini luas dan nggak gerah saat makan siang seperti ini,” ujar ibu rumah tangga itu.


Baca Juga: Kita Memang Mengabaikan Borobudur

 

Mengenai masakan di resto itu, Ibu Andi menyatakan daging ayam dan bebeknya nikmat dan gurih.

 

“Rasa ayam dan bebeknya sangat nikmat dan gurih, yang bikin pengen datang lagi. Apalagi, di [resto] sini juga ada hiburan live musik keroncong. Itu bikin betah,” ujarnya.

 

Tidak berapa lama Ibu Andi menggandeng temannya untuk bernyanyi bersama diiringi para musisi keroncong tersebut.

 

Mengenai ukuran ayam dan bebeknya yang istimewa diakui oleh pengunjung lain bernama Tedi.

 

“Ini daging ayam kampung besar sekali ya, saya sudah makan nambah nasi 2 kali, tapi ayamnya nggak habis-habis,” ujar pria yang mengaku berprofesi sebagai driver direksi itu.

 

Pendapat itu diiyakan oleh teman makan Tedi, Evi sembari menunjukan potongan bebeknya yang dagingnya masih banyak.

 

“Bebekku juga masih banyak nih, padahal nasinya sudah habis dari tadi,” ujarnya sembari terkekeh.

 

Mereka berdua mengaku sering makan di Ayam dan Bebek Mas Budi Salatiga karena meski tempatnya seperti restoran, tapi harga makanannya tidak mahal.

 

Waktu makan siang tiba. Pengunjung di resto tersebut semakin bertambah hingga parkiran mobil dan motor hampir penuh. [Benhil]

Baca Juga: Potensi Formula E Jadi Ajang Promo 2024

All rights reserved, Copyright © 2022 www.benhil.net. Powered by Blogger.