Polisi Lalu Lintas - Foto Antara

Jakarta, 27/10 - Digelarnya Operasi Zebra Jaya 2019, di wilayah kerja Pold Metro Jaya, hingga kemaren 26 Okteber telah menjaring sebanyak 7.314 kendaraan baik roda dua maupun roda empat dikenai sanksi tilang karena melanggar berbagai aturan lalu lintas pada hari kedua.

"Ada 7.314 kendaraan baik roda dua maupun roda empat yang dikenai tilang di hari ketiga," kata Kasubdit Bin Gakkum Polda Metro Jaya Komisaris Polisi Fahri Siregar, Sabtu kepada Antara.

Pemotor, kendaraan roda dua masih menjadi pelanggar terbanyak dengan 5.277 kendaraan yang ditindak, disusul oleh 1.588 mobil pribadi, 41 bus dan 408 mobil barang. Ada empat ragam pelanggaran yang menjadi sasaran utama petugas dalam operasi, yakni berkendara menggunakan telepon genggam, pengendara yang tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan atau STNK hingga pengendara yang berjalan melawan arah.

Pada hari ketiga ini kendaraan roda dua yang melawan arus lalu lintas tercatat sebanyak 1.641, Sejumlah dari 827 pengedara yang tidak memilik SIM dan 23 pengendara yang tidak membawa STNK.

Sedangkan untuk kendaraan roda empat, petugas menindak 174 pengendara yang menggunakan ponsel saat berkendara, 348 pengemudi yang dapat bisa menunjukkan SIM, dan 118 perkara tilang tidak menggunakan sabuk keselamatan. Jenis kendaraan yang terjaring sangat beragam, mulai dari mobil probadi, mobil penumpang, mikrolet, bus hingga truk.

Fahri mengatakan selain memberikan tilang, Petugas juga melakukan teguran kepada 2.284 pengendara pada hari kedua Operasi Zebra Jaya 2019.

John pengendara mobil Isuzu EFF yang melewati razia tersebut mengatakan kepada Benhil, jika surat-surat kendaraan lengkap dan SIM masih berlaku, razia apapun di jalanan tetap aman dan dia dapat melakukan aktivitasnya dengan baik, membawa penumpang pemakai jasa sewa ELF di Jakarta, bisnis yang dikelola oleh PT Permata Utama Mobilindo.

Ditambahkan oleh John, sudah menjadi aturan dari perusahaan, tak boleh satu armada pun yang dapat mengaspal, jika dokumen kendaraan tidak beres, termasuk SIM pengemudi. Jangan sampai kepentingan tamu, penyewa bus dan ELF terganggu gegara hal-hal seperti itu.

Direktorat lalu lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya menerjunkan sebanyak 2.380 personel gabungan untuk melakukan Operasi Zebra Jaya dimulai dari 23 Oktober sampai Selasa, 5 November 2019. Berbagi ragam jenis pelanggaran yang menjadi target Operasi Zebra 2019 yakni:
  1. Pengendara bermotor yang tidak memiliki SIM
  2. Kendaraan bermotor roda dua atau roda empat yang tidak dilengkapi STNK
  3. Pengendara yang melawan arus
  4. Tidak menggunakan helm SNI (Standar Nasional Indonesia)
  5. Mengemudikan kendaraan tidak menggunakan sabuk keselamatan
  6. Menggunakan ponsel saat mengemudi
  7. Berkendara di bawah umur atau pengendara yang tidak memiliki SIM
  8. Berkendara sepeda motor berbonceng tiga
  9. Kendaraan bermotor roda empat atau lebih yang tidak memenuhi persyaratan layak jalan
  10. Kendaraan roda dan roda empat yang tidak dilengkapi dengan perlengkapan yang standar
  11. Berkendara di bawah pengaruh alkohol
  12. Kendaraan bermotor memasang rotator atau sirine yang bukan untuk peruntukannya
Kegiatan seperti ini adalah rutin, setiap tahun selalu ada, termasuk di kota-kota lain, kata John, sebelum meninggalkan tempat, membawa mobil ELF yang dikendarai bersama tamu rombongan dari Jakarta menuju Banten.



Jakarta - Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), tanda pagar atau tagar digunakan sebagai tanda untuk merujuk pada topik kiriman status dalam media sosial. Tagar (hashtag) ditulis dengan simbol #.

Tagar telah merebak ke berbagai platform media sosial, Twitter, Instagram dan YouTube dan berbagai platform populer lainnya, seperti Quora dan termasuk Facebook tak luput dari pengaruh penggunaan simbol tersebut. Kosa kata itu kemudian dipilih oleh co-founder situs berita online Indonesia Charlie M. Sianipar, ahli digital marketing Indonesia untuk tagar.id.

Media sosial milik Mark Zuckerberg ini pun ikut mendukung penggunaan tagar yang sebelumnya telah dilakukan Twitter dan Instagram. Facebook resmi menggunakan fitur tagar pada Rabu, 12 Juni 2013. Kini pengguna dapat mencari dan mengklik tanda pagar (#) untuk melihat teks, tautan internet, atau foto yang dipublikasikan.

"Tagar hanya langkah pertama untuk memudahkan pengguna menemukan apa yang dikatakan orang lain tentang topik tertentu dan berpartisipasi dalam percakapan publik," tulis Facebook di blog resmi.

Namun, fitur tagar pada jejaring sosial ini memiliki akses yang terbatas. Para pengguna hanya dapat melihat publikasi konten dari sesama teman saja karena fitur ini masih bersifat privasi.

Sementara penggunaan tagar pada Facebook memiliki beberapa ketentuan yang harus pahami setiap penggunanya. Tagar harus ditulis sebagai kata tunggal tanpa spasi, pengguna dapat menyertakan angka dalam simbol tersebut tapi tanda baca dan karakter khusus seperti "$" dan "%" tidak bisa digunakan.


Trending Topics Tagar

Topik terhangat dan sempat trending di media sosial termasuk Facebook adalah #GejayanMemanggil dan #TurunkanJokowi. Tagar tersebut dianggap berhasil karena telah memenuhi percakapan publik pada saat itu hingga puncaknya dalam aksi demonstrasi ribuan mahasiswa di depan gedung MPR/DPR RI dan di berbagai daerah pada 23-24 September 2019.

Gerakan Aksi Bela Islam 212 di Monas, Jakarta pada 2 Desember 2016 juga tak lepas dari penggunaan tagar, yaitu #aksibelaislam dan #mujahid212. Aksi ini merupakan lanjutan dari Aksi Bela Islam 411.

Tagar lain yang juga pernah menjadi hangat di media sosial adalah #2019GantiPresiden yang digagas politikus Mardani Ali Sera dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) saat Pilpres 2019.

Penggunaan tagar tidak hanya menjadi alat pergerakan sosial masyarakat, tapi juga dapat dimanfaatkan sebagai alat promosi bisnis. Pengguna Facebook dapat menggunakan tagar untuk memudahkan menjangkau calon pembeli lebih luas lagi.

Putra Abdul Fattah Hakim
Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi, Jurusan Jurnalistik
UIN Jakarta

Gwangju & Jeonnam Software Convergence Cluster akan membawa 8 Perusahaan TIK Korea ke acara KOREA ICT TRADE MISSION IN INDONESIA 2019 pada, 14 Oktober 2019 di Jakarta, dengan tujuan untuk mempromosikan perusahaan TIK Korea yang mencari peluang baru dan mitra bisnis potensial di Indonesia.



Dalam acara KOREA ICT TRADE MISSION IN INDONESIA 2019 yang berlangsung di hotel JW Marriott di Jakarta, beberapa perusahaan TIK Korea akan mengadakan pertemuan bisnis dengan beberapa perusahaan Indonesia yang tertarik untuk melihat peluang bisnis dan membangun hubungan bisnis dengan perusahaan Korea, serta menandatangani MoU kerjasama bisnis dengan beberapa perusahaan Indonesia.

Selain menandatangani MoU, 8 perusahaan Korea juga akan mengunjungi beberapa kantor calon mitra bisnis mereka di sekitar Jakarta pada hari kedua. Tidak hanya memperkenalkan bisnis TIK dan perkembangannya di Korea, kunjungan ini juga akan menjadi tempat untuk pembelajaran mereka terkait dengan industri TIK di Indonesia.

Perkembangan industri e-commerce, administrasi publik, pendidikan, energi, pertanian, produk perawatan kecantikan, dan TI lainnya di negara ini memang sedang meningkat. Sehingga perusahaan Korea melihat ini sebagai peluang untuk lebih mengembangkan usaha ekonomi digital mereka. Tidak hanya itu, dengan kerja sama ini, diharapkan pengembangan bisnis di kedua negara akan meningkat, yang pada akhirnya dapat membawa kemajuan sekaligus membawa manfaat ekonomi bagi kedua negara.

"Indonesia adalah negara di Asia Tenggara yang memiliki potensi luar biasa dan peluang bisnis untuk Industri TIK ke depan, para perusahaan TIK Korea yang akan hadir sudah tidak sabar untuk segera bertemu dengan mitra bisnis potensial mereka di Indonesia pada 14 Oktober 2019" kata Mr. Tak Yong Suk, yang merupakan salah satu chairman dari Gwangju & Jeonnam Software Convergence Cluster di Seoul , Korea, Rabu (9/10/2019)

Mr. Tak juga berharap kolaborasi antara Korea dan Indonesia di berbagai bidang akan terjalin dengan baik. "Ini untuk kemajuan ekonomi digital kedua negara," katanya.

“Peserta yang terpilih untuk mengikuti 2019 ICT TRADE MISSION memiliki produk yang menerapkan teknologi SW / ICT di berbagai bidang seperti energi terbarukan, e-commerce, power/ kelistrikan, kosmetik, pendidikan, dan drones, serta diharapkan peserta akan membawa hasil baik untuk mengembangkan pasar luar negeri melalui acara ini” ujar Mr. Tak.

Acara ini akan dihadiri oleh Ovenef, perusahaan yang bergerak di bidang platform pendidikan online, Crefun yang bergerak di platform global e-commerce berbasis video.

Lalu BW Korea yang akan memperkenalkan PROOMO alat perawatan kulit kepala, Green Information system akan memperkenalkan uPMD (Micro Power Measurement Device), WP akan memperkenalkan Solar Power Compensation System untuk Solar PV.

Juga Wave 3D akan memperkenalkan educational drone bernama ‘CAP Drone’. QIT akan memperkenalkan Power Supply for Plasma Generator, dan Hogreen air yang berencana untuk ekspansi ke pasar Asia Tenggara dengan produk drone industri yang menggabungkan teknologi SW dan ICT. Rincian informasi mengenai 8 Perusahaan Korea tersebut dapat dilihat melalui saluran YouTube 2019 ICT TRADE MISSION

Sebagai tambahan, 2019 ICT TRADE MISSION akan diadakan di dua tempat yakni Jakarta, Indonesia pada tanggal 14 Oktober 2019, dan di Ho Chi Minh City, Vietnam pada tanggal 16 Oktober 2019. Jika Anda tertarik untuk mengikuti acara ini, silakan RSVP dengan mengisi formulir pendaftaran ini atau hubungi + 62-21-5794-8498 (Arvito).

Demo buruh yang berasal dari Aliansi Buruh Aceh (ABA) membanjiri depan kantor DPR Aceh di Jalan Teungku Daud Beureueh, Banda Aceh, Aceh, Rabu, 2 Oktober 2019. Mereka menuntut upah minimum provinsi (UMP) di Tanah Rencong naik menjadi Rp 3,5 juta.

Massa yang terdiri dari beberapa organisasi buruh di Aceh tersebut membawa berbagai spanduk dan poster bertuliskan beberapa tuntutan. Poster itu di antaranya bertulisan "FSPMI Bergerak", "Demo di mana-mana aksi di mana-mana, kamu di mana?", "Aku rindu #tolak revisi UU-13/2003 #tolak kenaikan iuran BPJS #tagih revisi PP/78 2015".

Kemudian ada juga poster berisi "Cabut Kepmen 228 tentang posisi TK asing, kenapa gak menteri sekalian". Aksi ini mendapat pengawalan petugas kepolisian.



Sekretaris Aliansi Buruh Aceh Habibi Insuen mengatakan salah satu tuntutan peserta aksi adalah kenaikan UMP Aceh dari Rp 2,9 juta menjadi Rp 3,5 juta. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan buruh, upah layak di Tanah Rencong saat ini Rp 3,2-3,5 juta.

"Kami juga menuntut dan meminta pemerintah membentuk dewan pengupahan kabupaten seluruh Aceh, supaya ada dorongan atau sokongan kenaikan upah minimum di setiap kabupaten kota," kata Habibi.

Dia mengimbau perusahaan yang tidak membayar pekerja dengan upah layak agar di-blacklist. Habibi mengatakan sanksi perusahaan yang membayar karyawan dengan upah di bawah UMP adalah pidana.

Bagi pekerja yang menerima upah tidak layak agar melapor ke dinas terkait atau organisasi buruh serta serikat pekerja. Menurut Habibi hingga kini masih banyak pekerja di Aceh yang mendapat upah ratusan ribu setiap bulan.

"Selama ini masih banyak pekerja yang menerima upah di bawah UMP. Ada yang Rp 300-500 ribu per bulan, itu miris sekali. Bahkan tenaga-tenaga non-PNS juga mendapatkan upah jauh di bawah UMP," kata Habibi.

"Ini jadi perjuangan kaum buruh agar pemerintah memperhatikan dan memperjuangkan itu," kata dia.

Ketua Sementara DPR Aceh Dahlan Jamaluddin mengatakan dirinya sepakat dengan tuntutan buruh yang meminta UMP naik pada 2020. Menurut Dahlan, hal itu sesuai kebutuhan yang layak di Tanah Rencong saat ini.

"Akan kami panggil Dinas Tenaga Kerja untuk mempertanyakan kenapa masih ada perusahaan yang tidak taat membayar upah pekerja. Selain itu, kami tanyakan seberapa besar tenaga pengawas di Aceh," kata Dahlan.

Kapolda Sulawesi Selatan (Sulsel) Irjen Mas Guntur Laupe, Rektor UNM Prof Husain Syam, Wakapolda Sulsel Brigjen Pol Drs Adnas menghadiri acara Pentas Seni dan Budaya yang diadakan Mahasiswa Afirmasi Pendidikan (ADik) Papua Universitas Negeri Makassar (UNM) di ballroom menara Phinsi UNM, Makassar, Selasa, 1 Oktober 2019.

Dalam acara ini para mahasiswa menyuguhkan tarian khas Papua, termasuk tarian Sajojo yang ditarikan secara bersama-sama. Kapolda Sulsel Irjen Mas Guntur Laupe menyambut baik kegiatan tersebut karena bisa mempererat silaturahmi dan kebersamaan.


“Kami mengapresiasi terhadap kegiatan ini terutama kepada UNM. Kegiatan ini mengeratkan silaturahmi dan merajut kebersamaan kita bersama untuk menumbuhkan harapan bersama, terkhusus kepada mahasiswa dari Papua bisa belajar dengan baik dan tentunya setelah selesai dari sini bisa kembali ke kampungnya menjadi tulang punggung pembangunan di daerahnya,” kata dia.

Rektor UNM Prof Husain Syam mengatakan acara ini adalah kegiatan yang diadakan setiap tahun sebagai wujud Sulawesi Selatan memiliki putra daerah yang cukup berpotensi. Mahasiswa yang mengenyam pendidikan di UNM mempunyai tanggung jawab menciptakan dan menjaga kondisi di kampus itu kondusif.

“Kita bersama-sama menghadirkan momentum bahwa sungguh-sungguh di UNM itu aman. Kita semua bersama-sama punya tanggung jawab itu dan Alhamdulillah sampai hari ini belum satu pun anak Papua di UNM ini yang kemudian terpancing oleh isu yang beredar dan pulang ke kampungnya,” kata Husain.

Bapak Angkat Mahasiswa Papua


Dalam kegiatan itu Husain mengatakan dirinya sebagai “bapak angkat” mahasiswa Papua yang sedang menempuh pendidikan di Makassar.

“Saya menyatakan, saya nobatkan diri saya sebagai bapak angkat mahasiswa Papua di Makassar. Kita rajut dan ciptakan rasa aman. Republik kita ini kita bangun bersama dalam bingkai NKRI,” ujar Husain.

Dia memotivasi seluruh mahasiswa Papua yang hadir di kediamannya untuk tetap semangat dan pandai menghargai waktunya menuntut ilmu di daerah rantauannya.

“Saya juga ini perantau dari Sulawesi Barat, datang di Makassar tahun 80-an, saya mau kalian bisa seperti saya, di usia 41 tahun sudah jadi professor, kalian harus bisa menghargai waktu di perantuan dan fokus menuntut ilmu setelah selesai bisa kembali membangun di kampung halaman,” kata Husain.
All rights reserved, Copyright © 2015 www.benhil.net. Powered by Blogger.