Jakarta - Anak-anak generasi sekarang yang sejak lahir, tumbuh besar bersama teknologi, sudah sangat akrab dengan ponsel serta internet dalam kegiatan sehari-hari sehingga butuh pemahaman tentang sisi negatif keberadaan teknologi. Orang tua sebaiknya memahami dan mengarahkan mereka, cara menggunakan internet dengan aman dan sehat.

"Kemajuan teknologi telah membuat hidup kita lebih mudah. Kami percaya dalam bekerja sama dengan orang tua untuk membantu keluarga mengadopsi teknologi secara bijak dan aman," kata User Education and Outreach Manager, Trust and Safety, Google Asia Pasific, Lucian Teo, dalam keterangan pers yang dilansir oleh Antara, dikutip Sabtu.

Mesin pencari terbesar di dunia sangat banyak penggunanya di Indonesia, Google, menilai orang tua perlu menyepakati batasan dalam penggunaan teknologi dengan cara yang sesuai kebutuhan keluarga. Orang tua perlu membantu anak agar dapat memahami jejak digital (digital foot print) dan peka terhadap informasi yang mereka dapatkan yang tersebar melalui sambungan internet, terutama media sosial dan aplikasi chatting, seperti WhatsApp.

Pemahaman tentang teknologi dan internet juga dapat membantu anak terhindar dari kejahatan di dunia maya serta memahami dengan baik agar tidak meninggalkan jejak buruk yang sesewaktu dapat dengan mudah ditemukan siapa saja.

Artikel yang disuguhkan di Benhil ini membagikan kiat penting, Google memberikan tips aman dan juga sehat berinternet di ponsel dengan menggunak fitur-fitur yang telah disediakan.

  • Filter SafeSearch
Setelan SafeSearch pada situs pencari, Google Search dapat digunakan untuk memblokir situs-situs yang tidak cocok untuk anak agar terhindar dari konten tidak senonoh serta tindak kekerasan.

Namun, hasil pencarian lewat SafeSearch mungkin belum benar-benar 100 persen aman. Google menyarankan orang tua melaporkan temuan konten yang tidak sesuai, lakukan report.

  • Family Link
Fitur Family Link dapat digunakan untuk membantu mengelola akun anak-anak di perangkat yang kompatibel. Lewat fitur Family Link, orang tua dapat mengawasi waktu penggunaan perangkat, membatasi akses harian, mengunci perangkat anak dari jarak jauh (remote), melihat aktivitas anak, melihat lokasi anak pada Google Map, dan mengatur aplikasi yang dipasang di gawai mereka.

  • Google Play Store
Google meminta para orang tua untuk membaca ulasan dan mencari ikon bintang keluarga di aplikasi atau game yang masuk Play Store. Ikon bintang keluarga menandakan konten telah ditinjau dan dikembangkan agar ramah bagi anak-anak, dan juga direview oleh orang lain. Orang tua perlu memeriksa peringkat konten untuk melihat batasan usia penggunaan aplikasi tersebut, apakan nyaman untuk sesusia mereka.

  • Google Assistant
Google memiliki program Assistant for Families berisi lebih dari lima puluh permainan, aktivitas dan cerita. Google yang selalu dihadirkan pada gawai Android, menjamin konten yang ada di program tersebut sudah ditinjau dan disetujui oleh tim Trust and Safety mereka. Orang tua bisa mengkombinasikan dengan fitur Family Link agar anak tidak dapat mengakses transaksi keuangan dan menentukan apakah anak boleh mengakses aplikasi ketiga di Assistant.

  • YouTube Kids
Android dan YouTube adalah milik Google. Jika orang tua gemar mengajak anak menonton video, Google menyarankan mereka menggunakan YouTube Kids agar konten-konten yang didapat sesuai dengan kebutuhan seusia mereka. Google menyarankan orang tua untuk memasang pengatur waktu atau times untuk membatasi durasi menonton.

Gunakan fitur "Tonton Lagi" untuk memantau video apa saja yang dilihat anak, matikan fitur penelusuran agar anak hanya dapat menonton kanal-kanal yang telah diverifikasi oleh tim YouTube Kids.


Jika masih juga menemukan video yang tidak ramah anak, blokir video atau kanal tersebut supaya tidak muncul di aplikasi yang dipakai anak. Pastikan anak-anak menggunakan internet dengan nyaman dan aman, pantau mereka (Antara)
All rights reserved, Copyright © 2015 www.benhil.net. Powered by Blogger.