Boikot Rumah Makan Padang
Hashtag Boikot Rumah Makan Padang

Jakarta (ANTARA) - Sejumlah pemilik rumah makan Padang mengatakan tidak terpengaruh oleh menggemanya tagar atau hashtag, ajakan boikot rumah makan Padang yang beredar di media sosial dalam beberapa hari belakangan ini.

"Sampai sekarang pengunjung masih banyak yang datang, seperti hari-hari biasa," kata Nina dengan percaya diri, manager Rumah Makan Padang Sederhana di Jalan Sabang, Jakarta, Selasa.

Nina mengemukakan, tidak ada penurunan jumlah pembeli dan omzet dalam beberapa hari terakhir setelah beredar tanda pagar boikot Rumah Makan Padang di sejumlah platform media sosial.

Nina mengetahui rencana boikot itu dari Facebook, tetapi sejauh ini ia tidak merasakan dampak apa pun dari rencana warganet yang menggaungkan hashtag #BoikotRumahMakanPadang.

Dia berharap masyarakat tidak merespons kekalahan capres 01 yang mereka dukung dengan melakukan hal yang dapat mengganggu kerukunan hidup berbangsa.

Senada dengan Nina, pelayan di Rumah Makan Padang Saiyo, Yeni, dan Sinar Minang Jaya, Deni, juga mengaku tidak ada penurunan kunjungan pembeli di rumah makan tempat mereka bekerja.

Yeni bahkan mengatakan jumlah pesanan dalam beberapa hari terakhir meningkat karena banyak acara di beberapa perkantoran. Ditambahkan Yeni, kalah menang adalah hal biasa. Yang terpenting adalah kelapangan dada untuk menerima kekalahan sebagai hal yang justru dapat mempererat persatuan dan kesatuan.

Dia mengimbau sesama warga negara Indonesia untuk tetap menjaga kerukunan dan kesatuan bangsa dengan melakukan tindakan yang positif.

Jejen, yang tengah makan di Rumah Makan Padang Sederhana dan mengaku sebagai pendukung pasangan calon (paslon) nomor urut 01, mengatakan dirinya mengetahui ajakan boikot dengan tanda pagar Boikot Rumah Makan Padang, tetapi makan masakan Padang sudah menjadi kegemarannya.

"Terlepas dari pilihan politik saya, makan masakan Padang itu sudah menjadi hobi dan enggak ada hubungannya makanan dengan politik," kata dia.

Dalam sebuah komentar di YouTube terkait rencana boikot, pendukung Paslon 01 lain dengan nama akun Dika Railfans Aceh justru mempertanyakan kemungkinan boikot karena pemboikot tidak suka dengan makanan yang berlemak tinggi.

"Saya pendukung 01 dari Aceh. Cuma saya pecinta nasi Padang. Lamak bana lauak nyo. Yang boikot nasi Padang mungkin mereka tidak suka dengan makanan yang berlemak tinggi," kata dia.

Perbincangan tentang tagar Boikot Rumah Makan Padang itu muncul setelah beredar tangkap layar (screen shot) status Facebook yang mengatakan malas makan di Rumah Makan Padang dan mengajak 'rakyat' untuk tidak makan di rumah makan tersebut.

Berdasar hitung cepat, pasangan capres Jokowi-Maruf memperoleh suara jauh lebih sedikit dibanding Prabowo-Sandi di Sumatera Barat.

Sementara berdasarkan hasil real count sementara KPU (Komisi Pemilihan Umum) pada Selasa (23/04/2019) sore, pasangan nomor urut 01 memperoleh 13,34 persen suara. Sementara pasangan nomor urut 02 memperoleh 86,66 persen.
All rights reserved, Copyright © 2015 www.benhil.net. Powered by Blogger.