Jakarta, 25/12 (Benhil) - Pasal 29 ayat (2) UUD 1945 dengan tegas menyatakan bahwa Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduknya untuk memeluk agama.

Karena itu, tidak mengherankan pula dalam penyelenggaraan ibadah keagamaan seperti Natal, berbagai elemen bangsa juga bersinergi untuk memastikan kelancaran penyelenggaraanya. Misalnya di Putussibau, yang terletak di wilayah Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, diwartakan bahwa pemuda masjid ikut serta dalam pengamanan gereja dengan menggunakan pakaian muslim.

"Kami dengan senang hati dan tulus ikut serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi saudara-saudara kita yang merayakan Natal," kata Ketua Pemuda Masjid Putussibau Selatan Hatta, di Putussibau, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, Minggu sore.

Menurut Hatta, masyarakat Kapuas Hulu sejak dulu mengedepankan rasa kekeluargaan serta menjunjung tinggi toleransi antarumat beragama. Karena itu, katanya lagi, hingga saat ini masyarakat Kapuas Hulu hidup harmonis berdampingan di tengah-tengah perbedaan agama, suku, dan antargolongan.

"Sesungguhnya masyarakat Kapuas Hulu ini masih serumpun dan satu keluarga, jadi tidak akan mudah jika ada oknum-oknum yang mencoba merusak keamanan Kapuas Hulu," kata Hatta lagi.

Sementara itu, Kapolres Kapuas Hulu AKBP Imam Riyadi mengatakan dilibatkan pemuda dan pengurus masjid serta sejumlah pihak termasuk tokoh agama di Kapuas Hulu merupakan wujud dalam meningkatkan rasa toleransi antarumat beragama.

Sedangkan Wakil Sekjen DPP PKB Daniel Johan mengatakan sebagai bentuk komitmen memperkuat semangat toleransi, persaudaraan, dan kerukunan umat beragama, Garda Bangsa (Pemuda PKB) akan membantu proses perayaan Natal dan Tahun Baru di sejumlah daerah.

Saat dihubungi di Pontianak, Sabtu, Daniel Johan mengemukakan bahwa di Jakarta Garda Bangsa akan berkordinasi dengan Katedral dan Gereja Imanuel, begitu pula dengan Katedral Kalbar dan daerah lain. Dia menambahkan bahwa Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 merupakan momentum bagi bangsa untuk memperkuat solidaritas, membangun kebersamaan, dan menghadirkan kedamaian.

Di ibukota, Gerakan Pemuda (GP) Ansor turut membantu pengamanan Gereja Katedral, Jakarta Pusat dalam Ibadah Malam Natal agar berlangsung secara khidmat dan kondusif.

Sekretaris Banser DKI Dendi Zuhairil saat ditemui di Kawasan Gereja Katedral, Jakarta, Minggu menyebutkan pihaknya menurunkan 50 personel berseragam yang bersiaga.

Dendi mengatakan bantuan pengamanan yang sama juga disiagakan di sejumlah gereja di Jakarta, seperti di Jakarta Barat ada sekitar 13 gereja dan di Jakarta Utara sebanyak tiga gereja. Dia mengatakan keikutsertaan dalam mengerahkan personel keamanan merupakan bentuk dukungan keamanan di gereja agar lebih ketat dan potensi-potensi kejahatan tidak akan terjadi.

Keindahan keberagaman Dalam kesempatan sama, salah satu Pastur Christiono Puspo SJ memuji bantuan dari GP Ansor tersebut karena merupakan keindahan dalam keberagaman.

Christiono mengaku bantuan dari saudara-saudara Muslim membuat beribadah menjadi lebih tenang.

Berdasarkan pantauan sejumlah personel GP Ansor berjaga bersama dengan pasukan pengamanan dari Polri dan TNI di sekitar Gereja Katedral dan para jemaat juga tertib serta melakukan ibadat dengan khidmat dan damai.

Dalam khotbahnya, Romo Albertus Hani Rudi Hartoko mengajak jemaat Gereja Katedral untuk menghargai kebhinekaan sesuai dengan tema Perayaan Natal tahun ini, "Kebhinekaan Berawal dari Rumah".

Saat memimpin Perayaan Ekaristi Misa Natal di Gereja Katedral, Jakarta, Minggu, ia berpesan agar jemaat menjadikan kebhinekaan sebagai anugerah. Albertus menambahkan jemaat tidak perlu merasa terancam dengan keberagaman suku, agama, budaya yang seharusnya dirangkul.

"Jangan merasa terancam kalau berbeda, perbedaan adalah kekuatan kita bersama," katanya dan menambahkan, kunci hidup rukun adalah saling memaafkan, saling menyayangi dan sabar.

Masih di ibukota, Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis kepada wartawan di Jakarta, Minggu, juga menjamin keamanan Jakarta dalam masa Natal dan Tahun Baru melalui gelar Operasi Lilin 2017. Kapolda juga mengimbau agar warga dapat menjaga toleransi dalam beragama serta saling mengharga antara sesama umat beragama sebagai pencerminan kebinekaan.

Libatkan ormas Tidak hanya di ibukota, aparat kepolisian di berbagai tempat seperti di Kota Kediri, Jawa Timur, juga melibatkan organisasi masyarakat untuk pengamanan gereja agar perayaan Natal 2017 berjalan aman dan lancar.

"Untuk pengamanan Natal 2017, kami melibatkan tiga pilar, TNI/Polri, pemerintah kota (Satpol PP), serta masyarakat. Kami sudah mengomunikasikan dengan Banser (Barisan Serbaguna) baik di Kota dan Kabupaten Kediri, koordinasi saat rapat, dan pas hari Natal nanti (turun)," kata Kepala Polresta Kediri AKBP Anthon Haryadi saat penyisiran gereja di Kota Kediri, Minggu.

Ia mengatakan, pengamanan Natal 2017 menjadi prioritas sehingga berjalan dengan lancar dan tertib. Polisi melakukan penyisiran di sejumlah gereja untuk memastikan tidak ada barang berbahaya, yang dapat mengganggu kelancaran perayaan natal. Penyisiran juga dilakukan pihak kepolisian di 23 gereja di Padang, Sumatera Barat, untuk memastikan pengamanan jelang malam misa Natal 2017.

"Penyisiran ini dilakukan guna memastikan keamanan pelaksanaan malam misa nanti, sehingga malam kebaktian bisa berjalan lancar," kata Kepala Kepolisian Resor Kota Padang Kombes Pol Chairul Aziz, di Padang, Minggu.

Chairul melarang ormas-ormas untuk melakukan penyisiran ketika umat kristiani merayakan hari besarnya, guna menjaga kerukunan antar umat beragama, dan mengimbau warga menjaga sikap toleransi beragama.

Sementara di Denpasar, Kepolisian Daerah Bali mengerahkan anjing pelacak dalam melakukan sterilisasi sejumlah gereja di daerah setempat untuk memastikan keamanan tempat ibadah menjelang Natal. Saat kegiatan ibadah, Polri akan dibantu pihak keamanan dari internal Gereja sendiri termasuk memastikan keamanan, barang bawaan setiap jemaat yang datang nantinya juga akan diperiksa oleh polisi yang berjaga di pintu masuk gereja.

Tidak hanya Polri, TNI seperti puluhan prajurit TNI jajaran Kodam II/Sriwijaya juga membantu mengamankan pelaksanaan Natal 2017 dan Tahun Baru 2018. Prajurit TNI antara lain yang bertugas di Kodim 0418 Palembang tersebut disebar pada berbagai titik yang rawan di Kota Palembang, Sumatera Selatan, kata Dandim 0418 Palembang Letkol Inf Romas Herlandes, dalam siaran persnya yang diterima di Palembang, Minggu.

Hal itu dilakukan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat Palembang khususnya umat Kristiani dalam melaksanakan ibadah saat natal dan perayaan tahun baru, ujar dia lagi. Menurut dia, pengamanan tersebut juga untuk mengantisipasi ancaman teror seperti yang terjadi belum lama ini. Selain melaksanakan patroli, pihaknya juga melakukan pengamanan secara tertutup.

Tingkatan pemerintahan Selain aparat, koordinasi dan sinergi juga dilakukan antara berbagai tingkatan pemerintahan, seperti Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara yang meminta pemerintah desa agar mewaspadai gangguan keamanan pada saat perayaan Natal dan tahun baru.

Menurut Juru Bicara Pemkab Minahasa Tenggara Franky, imbauan tersebut berasal dari Bupati James Sumendap dan wajib ditindaklanjuti oleh seluruh pemerintah desa. Ia menambahkan, para camat wajib memantau kondisi keamanan dan ketertiban di masing-masing wilayah, dan berkoordinasi dengan pihak kepolisian maupun TNI.

Sedangkan di Sukabumi, ratusan penjaga pantai dikerahkan untuk mengamankan ribuan wisatawan yang terus memadati objek wisata laut di selatan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada libur panjang akhir pekan dan Natal 2017.

"Kami menurunkan 87 anggota tetap dan 17 anggota binaan yang disebar ke beberapa pos penjagaan dan penyelamatan wisata laut," kata Kepala Divisi Operasional dan Latihan Balawista Kabupaten Sukabumi Asep Edom Saepulloh di Sukabumi, Minggu.

Menurut dia, dari pantauan langsung di lokasi wisata laut hingga saat ini wisatawan yang datang belum terlalu padat, tetapi ada peningkatan dibandingkan libur pekan biasa. Selain itu, peningkatan pengawasan pada musim liburan sudah dimulai sejak 23 Desember 2017 hingga 8 Desember 2018. Namun, hingga saat ini kondisi wisatawan masih aman dan normal serta pihaknya belum menerima laporan adanya pelancong yang mengalami kecelakaan laut.

Pada pengamanan ini pihaknya juga berkoordinasi dengan petugas lainnya seperti dengan anggota TNI, Polres Sukabumi, relawan SAR daerah, Basarnas Pos Sukabumi dan lain-lain yang juga dibantu anggota Pramuka Peduli dan PMI Kabupaten Sukabumi. Dengan berbagai pihak yang saling menjalin komunikasi dan berkoordinasi dengan intensif, maka layaklah bila sinergi pengamanan dapat terus diutamakan dalam rangka penyelenggaraan ibadah Natal pada 2017 ini.
All rights reserved, Copyright © 2015 www.benhil.net. Powered by Blogger.