Layanan dari Puma Wisata sebagai perusahaan rental sarana transportasi di kawasan Jabodetabek, tawarkan sewa bus medium dengan harga murah, sangat bersaing. Pilihan ekonomis bagi warga kota Bogor dan Depok yang sedang membutuhkannya.

Bus medium medium pariwisata dengan kapasitas penumpang sebanyak 26 seats, ideal untuk digunakan rombongan yang hendak bepergian dengan jumlah tersebut. Kendaraan sangat nyaman degan fasilitas kekinian. Armada baru dari perusanaan penyedia jasa rental Isuzu ELF di Jakarta yang telah berpengalaman sejak 2010. Mereka dapat dihubungi dengan mudah, silahkan langsung dial dari ponsel yang digunakan +62812-8284-1149 atau kunjungi mereka pada laman website ini.



Kendaraan yang dirancang untuk kebutuhan penumpang wisata ini ideal digunakan oleh komunitas, atau keluarga besar yang hendak bepergian ke luar kota bersama rombongan, dengan kapasitas 26 seats untuk penumpang, dilengkapi dengan pendingin cabin yang sejuk dan nyaman.

Seting digunakan mahasiswa dari berbagai kampus yang banyak di kota Bogor, Jawa Barat dalam melakukan kegiatan kampus atau organisasi mahasiswa. Bepergian dalam beberapa hari dengan rombongan yang selalu bersama-sama.

Cocok untuk anak sekolah, pelajar yang hendak bepergian dalam kegiatan ekstra kurikuler ke tujuan yang telah ditentukan, termasuk mengunjungi tempat-tempat tertentu sesuai dengan program, kegiatan yang telah dirancang jauh-jauh hari sebelumnya.

Begitu juga untuk komunitas agama, kantor-kantor, karyawan perusahaan yang melakukan gathering di luar kota, out-bound bersama-sama di hari libur, ke pantai atau ke Candi Borobudur di Jawa, maupun kunjungan untuk mengikuti pelatihan untuk seluruh karyawan.

Harga sewa bus wisata medium yang ditawarkan relatif murah, sangat bersaing dengan perusahaan sejenis, dengan kapasitas tempat deduk sebanyak dua puluh enam senilai Rp.1.700.000,-. Biaya tersebut sudah termasuk bahan bakar minyak (BBM). Pengeluaran lain, biaya tol dan ongkos parkir ditanggung oleh penyewa.

Dapat disewa untuk antarkan rombongan ke wilayah Jabodetabek, hingga ke luar kota di Pulau Jawa, Pulau Bali atau kota-kota di Sumatera, Lampung, Palembang, Padang, Medan atau mau ke Danau Toba. Rental dalam beberapa hari dengan potongan harga. Membawa rombongan atau keluarga besar yang ingin mudik rame-rame atau mengikuti perhelatan, pesta keluarga besar yang digelar di kampung.

Silahkan hubungi nomor telepon yang disematkan di atas, komunikasikan kebutuhan Anda, berangkat dengan nyaman sewa bus medium Bogor dengan harga ekonomis menuju lokasi sesuai jadwal yang diinginkan, harian atau selam sepekan.



Pilihan yang tepat bagi rombongan yang hendak bepergian melalui bandara, layanan sewa bus ke Bandara Sokarno Hatta, drop-off atau antar jemput oleh Puma Rental. Perusahaan jasa penyewaan ELF dan Bus Medium di Jakarta yang melayani warga Jabodebek (Jakarta, Bogor, Depok, Tagerang, Bekasi) termasuk Cikarang, Cibitung dan Banten.

Layanan ini juga dibutuhkan penumpang pesawat yang akan berangkat dari Bandar Udara Internasional Halim Perdakusama, Jakarta Timur bersama rombongan kecil atau kelompok besar dengan menggunakan Bus Medium kapasitas 26 orang, kapasitas melebihi Isuzu ELF 15 hingga 19 seats (tempat duduk).

Salah satu hal yang paling kritis, jika bepergian bersama komunitas, aggota rombongan harus memahami dengan baik, keterlambatan seseorang dapat menjadi fatal bagi acara yang mungkin harus dihadiri atau digelar bersama-sama di luar kota, bahkan di luar negeri. Panitia atau organizer pariwisata harus mengatur sebaik mungkin itinerary yang harus diikuti jangan sampai berantakan.

Cara terbaik mengantisipasi keberangkatan supaya terjadwal dan berjalankan dengan baik serta tidak saling menunggu, adalah dengan berkumpul pada satu titik pada waktu yang tepat. Di sekolah untuk pelajar, kampus atau dari Gereja, Mesjid, alamat kantor, perumahan dan lain-lain. Dari lokasi yang ditentukan berangkat bareng dengan menyewa bus ke bandara Soeta atau Halim Perdanakusuma.

Puma Wisata sebagai perusahaan rental bus di Indonesia, dengan pengalamannya sejak 2010 memahami itu dengan baik. Mengerti karakter rombongan yang tidak memiliki disiplin yang sama. Memahami kondisi jalanan Jakarta pada jam yang berbeda, pagi, siang atau malam jika pelangganya hendak berangkat ke luar negeri melalui Bandara Soekarno Hatta Terminal 3. Waktu yang cukup, lebih baik menunggu lama di terminal keberangkatan, menjadi cara yang tepat. Berangkat dengan nyaman tanpa repot atau khawatir tertinggal rombongan.

Bagi Anda yang tiba pada laman situs Benhil ini, panitia atau organizer group yang sedang mencari perusahaan penyedia jasa rental mini bus atau Isuzu ELF maupun bus medium pariwisata. Silahkan hubungi, dial nomor telepon yang disematkan, +62812-8284-1149 atau kunjungi situs website www.pumawisata.co.id.

Hubungi layanan pelanggan untuk reservasi sesuai jadwal yang dinginkan. Harga sewa yang ditawarkan mulai dari Rp.900.000, relatif murah untuk sejumlah rombongan 15-19 penumpang dengan ELF long yang nyaman, atau dengan Bus Medium 26 penumpang dengan harga bersaing, mulai dari Rp.1.700.000

Tentukan lokasi penjemputan, di lima wilayah DKI, Jakarta Pusat, Jaksel, Jakarta Barat atau Timur maupun Jakbar. Begitu juga jika rombongan yang akan berangkat dari Bekasi Cikarang, Cibitung, Tangerang, Depok dan lain-lain di wilayah Jabodetabek. Team atau rombongan akan diantar ke bandara Soekarno Hatta, hanya sekali jalan (drop-off) atau sekaligus di-book untuk penjemputan saat kembali ke Cengkareng, maupun Halim.



Video oleh perusahaan rental Bus di Jakarta, Puma Wisata, untuk penumpang yang membutuhkan layanan antar jemput atau drop-off ke bandara Soekarno Hatta atau Halim Perdana Kusuma.

Daftar Maskapai Penerbangan dan Terminal di Bandara Soekarno Hatta

Sebagai referensi, pada artikel ini kami sajikan daftar maskapai penerbangan dan logasi terminal di Bandara Seota, seperti yang dilansir Kompas, dengan data yang diperoleh dari Angkasa Pura II, pengelola bandara pada Agustus 2019.

Terminal 1A

  • Lion Air tujuan Ambon, Balikpapan, Banjarmasin, Jambi, Jayapura, Kendari, Kualanamu, Kupang, Lombok, Makassar, Malang, Manado, Palangkaraya, Palu, Pontianak, Semarang, Surabaya, Tanjung Pinang, Ternate, Yogyakarta.

Terminal 1B 

  • Lion Air tujuan Bandar Lampung, Batam, Bengkulu, Denpasar, Kualanamu, Padang, Palembang, Pangkalpinang, Pekanbaru, Tanjungpinang.

Terminal 1C

  • Airfast Indonesia tujuan Makassar, Solo, Surabaya, dan Timika. Citilink tujuan Balikpapan, Banjarmasin, Banyuwangi, Batam, Jambi, Jayapura, Kendari, Kualanamu, Makassar, Malang, Manado, Padang, Palangkaraya, Palembang, Pangkalpinang, Pekanbaru, Semarang, Silangit, Solo, Yogyakarta. Transnusa tujuan Ketapang NTT.

Terminal 2 Domestik

  • Batik Air tujuan Ambon, Balikpapan, Banda Aceh, Bandar Lampung, Batam, Denpasar, Gorontalo, Jambi, Jayapura, Kendari, Kualanamu, Kupang, Labuan Bajo, Lubuk Linggau, Makassar, Manado, Manokwari, Padang, Palembang, Palu, Pekanbaru, Pondok Cabe, Semarang, Silangit, Sorong, Tanjung Pandan, Tarakan, Ternate, Yogyakarta. 
  • Malindo Airlines tujuan Kuala Lumpur 
  • NAM Air tujuan Bandar Lampung, Banyuwangi, Lubuk Linggau, Muara Bungo, Palembang, Pangkalpinang, Sampit, Semarang, Sorong, Tanjung Pandan, Yogyakarta
  • Sriwijaya Air tujuan Haikou Meilan Airport, Nanning
  • Thai Lion Air tujuan Don Muang.

Terminal 2 Internasional 

  • AirAsia tujuan Johor Bahru dan Kuala Lumpur, Malaysia
  • AirAsia Indonesia tujuan Don Muang, Kuala Lumpur, Singapura
  • AirAsia Indonesia Extra (AirAsia X Indonesia) tujuan Don Muang, Kuala Lumpur, Narita, Penang
  • AirAsia Phillipines tujuan Manila. Cebu Pacific tujuan Manila.

Terminal 3 Domestik

  • Garuda Indonesia tujuan Ambon, Balikpapan, Banda Aceh, Bandar Lampung, Banjarmasin, Banyuwangi, Bengkulu, Biak, Denpasar, Jambi, Jayapura, Kualanamu, Labuan Bajo, Lombok, Makassar, Malang, Manado, Merauke, Padang, Palembang, Palu, Pekanbaru, Pontianak, Semarang, Silangit, Solo, Surabaya, Tanjung Pinang, Tarakan, Ternate, Timika, Yogyakarta.

Terminal 3 Internasional

  • Air China tujuan Peking
  • All Nippon tujuan Haneda dan Narita
  • Asiana Airlines tujuan Incheon
  • Cathay Pacific Airways tujuan Hongkong
  • China Airlines tujuan Hongkong dan Taipei
  • China Eastern tujuan Pudong
  • China Southern tujuan Fuzhoi, Guangzhou, Shenzhen, dan Xiamen
  • Emirates tujuan Dubai
  • Ethiophian Airlines tujuan Bangkok
  • Etihad Airlines tujuan Abu Dhabi
  • Eva Air tujuan Taipei
  • Garuda Indonesia tujuan Abu Dhabi, Amsterdam, Bandar Sri Begawan, Bangkok, Christmas Island, Fuzhoi, Guangzhou, Haneda, Ho Chi Minh, Hongkong, Incheon, Kansai, Madinah, Melbourne, Narita, Peking, Pudong, Singapore, Sydney, Taipei, Xiamen. Japan Airlines tujuan Narita. KLM Royal Dutch tujuan Amsterdam, Fuzhoi, Kuala Lumpur, Perth, Singapore, Xiamen
  • Korean Airlines tujuan Incheon
  • Malaysian Airlines tujuan Kuala Lumpur
  • Oman Airlines tujuan Bangkok, Kuala Lumpur, Muscat, Singapore
  • Philippine Airlines tujuan Manila
  • Qantas Airways tujuan Singapore
  • Qatar Airways tujuan Doha
  • Royal Brunei Airlines tujuan Bandar Sri Begawan
  • Singapore Airlines tujuan Singapore
  • Sri Lankan Airlines tujuan Colombo
  • Thai Airways tujuan Bangkok
  • Turkish Airlines tujuan Istanbul
  • Vietnam Airlines tujuan Hanoi, Ho Chi Minh, dan Singapore
  • Xiamen Airline tujuan Fuzhoi dan Xiamen.

Geopark Ciletuh


Depok, 06/11 - Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) mengembangkan “Arboretum Durio Botanica” sebagai pusat taman botani dan konservasi durian (Durio zibethinus) berlokasi di Desa Gandasoli, Sukabumi, Jawa Barat.

"Langkah awal kegiatan konservasi durian dilakukan dengan melakukan penanaman bibit durian bersama warga Desa Gandasoli," kata Ketua Pengmas FMIPA UI Retno Lestari di Kampus Universitas Indonesia Depok, Kabupaten Bogor, Rabu. (Antara)

Dalam pengembangan “Arboretum Durio Botanica” yang dimulai sejak bulan Februari hingga Oktober 2019, tim Pengmas FMIPA UI menggandeng Yayasan Pandu Cendekia dengan dukungan Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat Universitas Indonesia (DRPM UI).

Pengmas FMIPA UI memfasilitasi pelatihan penanaman durian sekaligus menghibahkan bibit untuk ditanam di kawasan Desa Gandasoli.

Selain program tersebut, Tim Pengmas FMIPA UI, Yayasan Pandu Cendekia, dan BUMDes mempersiapkan lima hektar lahan untuk kawasan arboretum yang nantinya didorong sebagai kawasan wisata terpadu, dengan konsep home stay.

Selain itu juga akan dibangun fasilitas-fasilitas untuk wisatawan, termasuk warung higienis, pondok gunung dari bambu, toilet, jogging, dan bike track bagi penggemar gowes.

Retno menjelaskan, Arboretum Durio Botanica merupakan konsep untuk mengembangkan kawasan konservasi durian dari puluhan spesies hingga ribuan varietas, didapat dari berbagai daerah, mulai dari Sumatera hingga ujung timur nusantara maupun mancanegara.

Pemilihan Desa Gandasoli dikarenakan daerah tersebut terkenal sebagai penghasil durian yang berkualitas dan merupakan bagian dari Geopark Ciletuh Pelabuhan Ratu –  kawasan di Sukabumi, Jawa Barat yang menyerasikan keragaman geologi, hayati, budaya melalui prinsip konservasi, edukasi, dan pembangunan berkelanjutan.

Ketua Yayasan Pandu Cendekia Fajar. R. Budiman memaparkan bahwa di awal Maret 2019 diadakan kontes durian nasional di Sukabumi, durian dari Gandasoli menempati urutan pertama dan kedua. Hal tersebut memperlihatkan bahwa desa Gandasoli memiliki potensi yang besar untuk pengembangan taman botani dan konsevasi durian. (Antara)



Jakarta, 06/11 - Belum lama ini, surat kabar Malaysia yang berkiprah 80 tahun tutup akibat pailit, tak mampu lagi bertahan. Koran Utusan Malaysia yang merupakan koran tertua berbahasa Melayu tersebut telah bertahun-tahun mengalami masa kritis, sampai akhirnya mengibarkan bendera putih, menyerah.

Semua staf diberhentikan pada 31 Oktober 2019, demikian memo Kepala Eksekutif Utusan Malaysia Abdul Aziz Sheikh Fadzir dilansir Reuters. Sekitar 800 karyawan harus di-PHK. Tak sedikit dari mereka yang menangis seraya membawa barang-barang keluar dari gedung.

Sebelumnya, Express, surat kabar gratis yang diterbitkan pada hari kerja oleh The Washington Post untuk pengguna Metro dan penumpang lainnya, harus mengakhiri perjalanan 16 tahunnya pada Kamis 12 September lalu.

Express pernah berjaya. Sekitar 190.000 koran dibagikan setiap pagi di stasiun Metro dan melalui kotak surat kabar. Saking populernya koran yang dirancang untuk bacaan cepat para penumpang Metro, ada wacana untuk diterbitkan edisi sore untuk perjalanan pulang.

Seiring berjalannya waktu, peredarannya justru menurun. Dan akhirnya keok. Perubahan teknologi dan kebiasaan manusia menggunakan ponsel pinter selama perjalanan mereka, pada akhirnya membinasakan kertas cetak seperti Express.

"Hope you enjoy your stinkin' phones" tulis Express besar-besar pada sampul depan di edisi finalnya.

Di Indonesia, puluhan media cetak sudah gulung tikar. Di antaranya sudah memiliki nama besar. Sebut saja Tabloid BOLA yang harus berpamitan tahun lalu setelah 34 tahun mengawal dunia olahraga Indonesia. Tabloid BOLA menyusul kepergian majalah Hai, Kawanku, GoGirl, dan The Rolling Stone yang mencoba peruntungan untuk banting setir di media online.

"Jurnalisme di seluruh dunia mengalami tantangan besar dalam 10-15 tahun terakhir akibat perubahan model ekonomi, transformasi teknologi digital, tumbuhnya sosial media, fake news, ketidakpercayaan masyarakat, dan permusuhan politik," ungkap President of Reporter Without Borders (RSF) Pierre Haski dalam pidatonya di KPF Journalism Conference 2019 yang digelar di Seoul, beberapa waktu lalu.

Di beberapa negara, jurnalisme bertahan, dengan jumlah yang berkurang. Menurut Pierre, media sedikit terlambat untuk bangkit. Kelengahan itu telah membuat media menjadi rentan.

"Untuk itu, kita mempertanyakan dasar-dasar jurnalisme, yang tetap valid dengan teknologi apa pun yang kita gunakan dan tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari tatanan demokrasi," katanya.

KPF Journalism Conference 2019 yang digelar oleh Korea Press Foundation di Seoul, pada 24-25 Oktober lalu mengangkat tema besar tentang generasi muda, teknologi, dan strategi. Tiga hal tersebut masih menjadi tantangan media saat ini, akan tetapi di sisi lain bisa menjadi "penyelamat" media itu sendiri.

Sebanyak 24 pembicara yang datang dari media maupun universitas berbagai negara itu mengungkap fakta-fakta generasi muda dan transformasi teknologi yang, mau tidak mau, memaksa perubahan pada strategi media.

Media, generasi kini, dan strategi

Jika konten berita lebih banyak dan mudah diakses daripada sebelumnya, mengapa generasi muda mengonsumsi berita pada tingkat yang lebih rendah daripada generasi sebelumnya? Apa yang dapat dilakukan organisasi media untuk menarik generasi saat ini?

Stephanie Edgerly, Associate Professor dari Northwestern University mengatakan ada pergeseran minat membaca berita dari generasi muda sekarang.

"Menjawab pertanyaan ini sangat penting tidak hanya dalam jangka pendek untuk merancang inovasi yang menargetkan kelompok ini, tetapi juga dalam jangka panjang, untuk mengamankan generasi konsumen berita di masa depan," ujarnya.

Stephanie yang dalam penelitian bagaimana media modern mengubah cara audiens mengonsumsi berita menggambarkan bahwa di dunia media saat ini, berita seperti di dalam sebuah supermarket. Orang akan memilih jenis berita apa yang mau mereka baca.

Faktanya, berdasarkan data survei nasional remaja di Amerika Serikat rentang usia 12-17 tahun, ungkap Stephanie, hanya 14 persen remaja yang mengonsumsi berbagai macam berita (news omnivores). Tercatat 52 persen yang tidak membaca berita (the un-audience).

Fakta ini juga melanda Korea Selatan, tetapi berhasil ditangkis dengan strategi oleh beberapa media yang menyasar milenial di negeri gingseng tersebut. Jin Young Park, CEO UPPITY, pernah jatuh bangun sebelum akhirnya sukses membangun media yang melayani generasi perempuan milenial yang bekerja.

"Kami pernah jatuh sebelum memulai brand yang disebut UPPITY. Brand sebelumnya adalah POV. POV gagal. Gagal karena kami tidak memahami kebutuhan dan situasi target pelanggan kami," jelas Jin Young.

Ia dan timnya kemudian melakukan riset, membuat pertemuan dengan target pelanggan dan memperhatikan gaya hidupnya, minat, serta masalah mereka.

"Dalam prosesnya, kami dapat menemukan masalah yang jelas, yakni 'masalah uang' yang dimiliki pelanggan. Sebagai hasilnya, kami datang untuk menciptakan solusi yang sama sekali berbeda untuk pelanggan yang sama. Jawabannya ditemukan di target, dan target penelitian adalah salah satu cara yang paling efektif," paparnya.

Menurut Jin Young, hasil penelitian menjadi kerangka kerja layanan UPPITY.

"Di pasar saat ini di mana target semakin tersegmentasi, misi pertama yang perlu dilakukan media adalah 'penelitian target' bukan 'produksi konten'," ujarnya.

Selain menggunakan email newsletter, UPPITY juga menjaga hubungan dengan pembacanya lewat acara seminar tentang investasi dan mengadakan kursus online.

Pentingnya mengenal kebutuhan pembaca generasi kini diperkuat oleh pengalaman NEWNEEK, media asal Korea Selatan yang berhasil memimpin di pasar buletin email Korea.

"Semakin kita meneliti tentang pembaca yang tidak membaca berita, bukan berarti milenial tidak membaca berita, tetapi kami menemukan bahwa mereka tidak memiliki pilihan untuk memilih berdasarkan karakteristik dan gaya hidup mereka," kata CEO NEWNEEK So Youn Kim

Ia mengungkapkan, ada tiga kesulitan dalam konsumsi berita milenial Korea Selatan yang disurvei oleh NEWNEEK. Pertama, tidak ada waktu, dan mereka bingung tentang apa yang harus dicari. Kedua, sulit untuk memahami isinya dan mereka tidak mengetahui konteks sebelumnya. Ketiga, diganggu oleh komentar agresif dari iklan dan generasi yang lebih tua.

"Karena itu, NEWNEEK berfokus pada menciptakan solusi untuk ketiga masalah tersebut. Solusi NEWNEEK berhasil memenangkan hati milenial yang tidak membaca berita," tambah So Youn.

Hanya dalam waktu sembilan bulan setelah rilis, NEWNEEK sudah memperoleh 70.000 pelanggan dari mulut ke mulut. Sebagian besar pelanggan berusia akhir 20-an dan awal 30-an tahun, yang awalnya tidak menonton berita, dan tingkat buka email NEWNEEK adalah 45-50 Persen, yang dianggap sangat tinggi di pasar email.

"Hal terpenting yang harus dilakukan adalah memiliki 'hubungan'. NEWNEEK memberi nama pelanggan 'NEWNEEKERS' untuk membuat hubungan yang baik dengan mereka, berkomunikasi, dan mengubah konten berdasarkan percakapan. Ikatan dan kepercayaan yang tercipta dari hubungan yang baik menjadikan dasar untuk upaya yang lebih beragam," papar So Youn.
Media, teknologi, dan bisnis

BBC, sebagai stasiun televisi dan radio besar yang dibentuk pada tahun 1922, pernah kehilangan audiens-nya secara signifikan. Ketika lanskap digital telah berevolusi, BBC yang saat itu masih sebagai media penyiaran tradisional kehilangan posisinya di kalangan audiens berusia 35 tahun ke bawah. Sementara Netflix, Apple, dan Youtube menjadi bintang baru.

Apakah itu ancaman atau justru peluang? Adakah cara yang lebih baik untuk melaporkan dan menyajikan berita untuk membuatnya lebih mudah diakses, menarik, dan relevan?

Mukul Devichand selaku Executive Editor BBC Voice + AI mengatakan, "audiens kaum muda adalah "North Star untuk organisasi media."

Kemudian BBC menggelar survei pada kalangan usia di bawah 25 tahun. Selanjutnya, BBC mengembangkan format cerita digital yang inovatif untuk Generasi Z. Mereka bereksperimen dalam "membuat atomisasi" berita, mengembangkan layanan berita interaktif asisten suara.

Menyediakan berita-berita yang lebih personal yang dilakukan BBC, maupun UPPITY dan NEWNEEK sepertinya cukup berhasil mengamankan pelanggan mereka.

Era media sosial menggeser konsep kepercayaan menjadi pertanyaan. Saat berita-berita palsu semakin marak dan mudah tersebar, orang-orang kehilangan kepercayaan mereka pada sebuah informasi. Pendekatan secara personal kepada pembaca, dinilai bisa mengembalikan kepercayaan itu, setidaknya untuk sementara. Namun, sampai kapan?

Director Reuters Institute for the Study of Journalism, Rasmus Kleis Nielsen mengingatkan bahwa bisnis media saat ini sangat dan akan menjadi sulit.

Di Indonesia, bisik-bisik efisiensi karyawan di perusahaan media dan stasiun TV kembali terdengar lebih kencang akhir-akhir ini. Organisasi media harus dapat membangun bisnis berita yang berkelanjutan dalam arus transformasi media digital, seluler, dan platform yang berubah secara radikal dan memungkinkan persaingan yang jauh lebih tinggi.

"Yang lama akan berjuang untuk beradaptasi, dan banyak pendatang baru yang lahir secara digital akan runtuh, tetapi mereka yang mampu menjangkau khalayak luas dan terutama mereka yang mampu secara efektif membedakan dan menawarkan produk berkualitas akan menemukan banyak peluang di depan, peluang untuk membangun bisnis berkelanjutan di seputar jurnalisme independen dan profesional," papar Rasmus.

Setidaknya, hal tersebut juga sudah dibuktikan oleh Mediapart, situs berita harian asal Prancis yang sudah berdiri sejak 11 tahun lalu dan masih tumbuh pesat, tanpa iklan maupun subsidi.

Hingga saat ini, Mediapart memiliki 160.000 anggota yang membayar dan 4,7 juta pengguna bulanan. Sejumlah pendiri dan jurnalis menjadi pemegang saham yang stabil memiliki 62 persen dari ekuitas.

"Mediapart adalah kisah sukses, sangat menguntungkan secara ekonomi, yang terus berkembang dalam sebelas tahun. Kunci keberhasilannya adalah pertahanan nilai, yakni nilai informasi, nilai publik, nilai demokrasi," ungkap Marie-Hélène Smiejan-Wanneroy selaku Co-Founder & Managing Director Mediapart.

Pada akhirnya, organisasi media tidak boleh lengah lagi dan terlambat berlari. Sudah saatnya, media bersama-sama mengembalikan marwah mereka sebagai sumber informasi yang kredibel dan bernilai dengan merangkul generasi muda dan teknologi secara optimal. (Monalisa/Antara)


Konser musik Gudfest 2019 yang digelar di Helopad Parking Ground GBK, Senayan, Jakarta, Sabtu, 2-3 November 2019 dimeriahkan artis lokal dan mancanegara dari berbagai jenis musik.

Salah satu penampilan grup yang mengguncang Senayan adalah K-Pop iKON. Mereka menyanyikan lagu "Sinosijak", spontan para ikonic ikut menyanyikan lagu tersebut bersama-sama. Dengan paduan lighstick berwarna merah menyala menambah suasana kian menggelora.

Lagu selanjutnya adalah 'Love Scenario'. Tembang ini sempat merajai beragam tangga lagu Korea dalam beberapa waktu lalu. Kemudian disusul dengan lagu 'Jerk' dan 'Dumb and Dumber'.

"Ini lagu terakhir. Kita harus bersenang-senang hingga akhir! Siapa yang punya botol air?" tanya Bobby sambil mengacungkan botol air mineral.

Selesai menyanyikan lagu terakhir, iKON berpamitan dengan para penggemar. Tapi ikonic belum puas dengan penampilan grup band tersebut.

"We want more! We want more!" teriak para penggemar. Video tetnagn perhelatan tersebut dapat dilihat di sini https://www.tagar.id/video/marion-jola-dan-boyband-korea-ikon-guncang-gudfest-2019/

Tiba-tiba salah satu perseonel iKON merespons penonton dan lampu panggung mulai terang kembali diikuti yang lainnya ke atas panggung.

Kita akan menyanyikan satu lagu lagi. Terimakasih banyak atas cinta dan perhatian kalian kepada kami. Terima kasih," kata Jinhwan, leader dari iKON.

Keamanan Khusus

CEO Gudlive Rully MP mengatakan boygroup asal Korea Selatan tersebut hanya minta keamanan khusus. Mereka ingin keamanan diperketat saat mereka tampil.

Rangkaian Acara Gudfest 2019

Pada hari pertama, Sabtu, 2 November 2019 acara disemarakan grup idola K-Pop iKON, trio New Hope Club, penyanyi Marion Jola, Oslo Ibrahim, Syahravi, dan Denisa. Selain itu menampilkan Dizkorea, Irama Pantai Selatan, Sir Dandy, dan Ruru Radio Berkaraoke.

Sedangkan pada hari kedua, Minggu, 3 November 2019 ada solois Hip Hop R&B Zion T, kuartet indie asal Inggris FUR, Pamungkas, Rendy Pandugo, Andrian Khalif, HURSA, RL Klav, dan Ahmad Abdul. Kemudian ada juga penampilan dari Iramamama, Jeslla, Club 80's, Goodnight Electric, dan Oomleo SMASH.

Program Director Gudfest 2019, Bimo Nugroho mengatakan pilihan musisi ini merupakan hasil riset hingga setahun dari berbagai streaming platform dan database.

Profil iKON

Grup idola pria asal Korea Selatan dibentuk pada 2015 oleh YG Entertainment. Grup ini pertama kali diperkenalkan dalam acara realitas WIN: Who is Next sebagai "Tim B".

Kemudian Tim B muncul kembali dalam acara realitas survival berjudul Mix & Match yang menentukan tujuh anggota formasi akhir dari iKON yaitu B.I, Bobby, Jay, Ju-ne, Song, DK, dan Chan. Mereka merilis album studio debut berjudul Welcome Back (2015) dan menduduki posisi teratas di Gaon Album Chart Korea Selatan serta menghasilkan singel-singel nomor satu, seperti "My Type", "Apology", "Dumb & Dumber", dan tiga singel yang menduduki posisi 10 teratas yakni "Rhythm Ta", "Airplane", dan "Anthem".

Album tersebut terjual sebanyak 260.000 kopi di Asia. Sedangkan lagunya terjual sebanyak 4,8 juta kopi, yang mengantarkan mereka untuk memenangkan sejumlah penghargaan artis pendatang baru terbaik pada acara penghargaan utama Asia, termasuk Mnet Asian Music Awards, Japan Record Awards, dan QQ Music Awards.

Singel berikut yang dirilis adalah "#WYD" dan "New Kids: Begin", dan berfokus pada tur Asia dan konser di Jepang. Album studio kedua mereka yang bertajuk Return dirilis pada 25 Januari 2018.


Malang, Jawa Timur, 30/10 - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, Jawa Timur akan memperkenalkan wisata selancar pada malam hari atau night surfing di Pantai Wedi Awu yang dikemas dalam Malang Nigth Surfing sebagai rangkaian kegiatan Malang Beach Festival (MBF) ke-tiga.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang Made Arya Wedanthara di Malang, Rabu, mengemukakan Pantai Wedi Awu yang berlokasi di Kecamatan Tirtoyudo, memiliki ombak yang relatif bersahabat, yakni antara 2-4 meter.

"Malang Night Surfing kami selenggarakan 2 November mendatang dan dihelat pada malam hari. Kami ingin mengenalkan pada masyarakat luas dan para surfer bahwa di Kabupaten Malang ada pantai yang eksotik dan tidak kalah 'cantik' dengan pantai lain untuk menyalurkan hobi olahraga surfing, bahkan bisa dilakukan pada malam hari," katanya.

Menurut Made, menyalurkan hobi surfing sekaligus memicu prestasi di cabang olahraga ini pada malam hari memiliki tantangan tersendiri bagi peserta, karena harus menaklukkan ombak dengan minimnya penerangan dan udara yang sangat dingin. Ada beberapa tantangan yang harus dihadapi, sangat berbeda dengan berselancar di pagi hari dengan sinar mentari yang hangat.

Made mengatakan kegiatan Malang Night Surving ini diharapkan dapat menarik wisatawan sebanyak-banyaknya untuk datang. "Penyelenggaraan kegiatan ini sekaligus sebagai upaya kami untuk melakukan promosi pariwisata berbagai destinasi wisata yang ada di wilayah Kabupaten Malang kepada masyarakat. Harapannya melalui penyelenggaraan even ini, tingkat kunjungan wisata di daerah setempat dapat terus meningkat," katanya.

Made mengatakan selama ini Pantai Wedi Awu juga dinilai sebagai surganya para peselancar karena ombaknya tidak terlalu tinggi dan relatif bersahabat dengan ketinggian 2-4 meter. Beberapa atlet surfing profesional kelas dunia pun telah menjajal ombak di Pantai Wedi Awu, seperti surfer dari Tanah Air, Bali, bahkan Jepang, Spanyol, dan Australia.

Ricky dari Surf Well pengelola www.surfwellbali.com di Canggu, Bali "Berselancar di malam hari cukup menyenangkan, dan harus dipastikan sang surfer sudah harus memahami dengan baik, teknik-teknik berselancar dengan baik dan sudah terbiasa surfing di pagi atau sore hari, sehingga minimnya penerangan tidak terlalu mengganggu.

Ditambahkan oleh Ricky, pastikan peselancar kuat dengan udara malam yang dingin, karena hal tersebut menjadi tantangan tersendiri.

Agar perhelatan ini dapat berjalan dengan lancar, segala persiapan telah dilakukan dengan sebaik mungkin. Khususnya penataan lampu penerangan. Selain itu, juga antisipasi pengamanan terhadap para surfer yang mungkin saja harus menghindari satwa yang ada di sekitar lokasi, seperti ular dan lainnya.

Malang Night Surfing yang dihelat pada 02 November 2020 mendatang di Pantai Wedi Awu di Desa Purwodadi, Kecamatan Tirtoyudo itu, juga sebagai rangkaian hari jadi ke-1259 Kabupaten Malang.

Untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-1259 kabupaten yang dikenal dengan sebutan pemilik Seribu Pantai, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan juga telah menggelar pawai budaya dan Malang Beach Run.

Polisi Lalu Lintas - Foto Antara

Jakarta, 27/10 - Digelarnya Operasi Zebra Jaya 2019, di wilayah kerja Pold Metro Jaya, hingga kemaren 26 Okteber telah menjaring sebanyak 7.314 kendaraan baik roda dua maupun roda empat dikenai sanksi tilang karena melanggar berbagai aturan lalu lintas pada hari kedua.

"Ada 7.314 kendaraan baik roda dua maupun roda empat yang dikenai tilang di hari ketiga," kata Kasubdit Bin Gakkum Polda Metro Jaya Komisaris Polisi Fahri Siregar, Sabtu kepada Antara.

Pemotor, kendaraan roda dua masih menjadi pelanggar terbanyak dengan 5.277 kendaraan yang ditindak, disusul oleh 1.588 mobil pribadi, 41 bus dan 408 mobil barang. Ada empat ragam pelanggaran yang menjadi sasaran utama petugas dalam operasi, yakni berkendara menggunakan telepon genggam, pengendara yang tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan atau STNK hingga pengendara yang berjalan melawan arah.

Pada hari ketiga ini kendaraan roda dua yang melawan arus lalu lintas tercatat sebanyak 1.641, Sejumlah dari 827 pengedara yang tidak memilik SIM dan 23 pengendara yang tidak membawa STNK.

Sedangkan untuk kendaraan roda empat, petugas menindak 174 pengendara yang menggunakan ponsel saat berkendara, 348 pengemudi yang dapat bisa menunjukkan SIM, dan 118 perkara tilang tidak menggunakan sabuk keselamatan. Jenis kendaraan yang terjaring sangat beragam, mulai dari mobil probadi, mobil penumpang, mikrolet, bus hingga truk.

Fahri mengatakan selain memberikan tilang, Petugas juga melakukan teguran kepada 2.284 pengendara pada hari kedua Operasi Zebra Jaya 2019.

John pengendara mobil Isuzu EFF yang melewati razia tersebut mengatakan kepada Benhil, jika surat-surat kendaraan lengkap dan SIM masih berlaku, razia apapun di jalanan tetap aman dan dia dapat melakukan aktivitasnya dengan baik, membawa penumpang pemakai jasa sewa ELF di Jakarta, bisnis yang dikelola oleh PT Permata Utama Mobilindo.

Ditambahkan oleh John, sudah menjadi aturan dari perusahaan, tak boleh satu armada pun yang dapat mengaspal, jika dokumen kendaraan tidak beres, termasuk SIM pengemudi. Jangan sampai kepentingan tamu, penyewa bus dan ELF terganggu gegara hal-hal seperti itu.

Direktorat lalu lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya menerjunkan sebanyak 2.380 personel gabungan untuk melakukan Operasi Zebra Jaya dimulai dari 23 Oktober sampai Selasa, 5 November 2019. Berbagi ragam jenis pelanggaran yang menjadi target Operasi Zebra 2019 yakni:
  1. Pengendara bermotor yang tidak memiliki SIM
  2. Kendaraan bermotor roda dua atau roda empat yang tidak dilengkapi STNK
  3. Pengendara yang melawan arus
  4. Tidak menggunakan helm SNI (Standar Nasional Indonesia)
  5. Mengemudikan kendaraan tidak menggunakan sabuk keselamatan
  6. Menggunakan ponsel saat mengemudi
  7. Berkendara di bawah umur atau pengendara yang tidak memiliki SIM
  8. Berkendara sepeda motor berbonceng tiga
  9. Kendaraan bermotor roda empat atau lebih yang tidak memenuhi persyaratan layak jalan
  10. Kendaraan roda dan roda empat yang tidak dilengkapi dengan perlengkapan yang standar
  11. Berkendara di bawah pengaruh alkohol
  12. Kendaraan bermotor memasang rotator atau sirine yang bukan untuk peruntukannya
Kegiatan seperti ini adalah rutin, setiap tahun selalu ada, termasuk di kota-kota lain, kata John, sebelum meninggalkan tempat, membawa mobil ELF yang dikendarai bersama tamu rombongan dari Jakarta menuju Banten.



Jakarta - Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), tanda pagar atau tagar digunakan sebagai tanda untuk merujuk pada topik kiriman status dalam media sosial. Tagar (hashtag) ditulis dengan simbol #.

Tagar telah merebak ke berbagai platform media sosial, Twitter, Instagram dan YouTube dan berbagai platform populer lainnya, seperti Quora dan termasuk Facebook tak luput dari pengaruh penggunaan simbol tersebut. Kosa kata itu kemudian dipilih oleh co-founder situs berita online Indonesia Charlie M. Sianipar, ahli digital marketing Indonesia untuk tagar.id.

Media sosial milik Mark Zuckerberg ini pun ikut mendukung penggunaan tagar yang sebelumnya telah dilakukan Twitter dan Instagram. Facebook resmi menggunakan fitur tagar pada Rabu, 12 Juni 2013. Kini pengguna dapat mencari dan mengklik tanda pagar (#) untuk melihat teks, tautan internet, atau foto yang dipublikasikan.

"Tagar hanya langkah pertama untuk memudahkan pengguna menemukan apa yang dikatakan orang lain tentang topik tertentu dan berpartisipasi dalam percakapan publik," tulis Facebook di blog resmi.

Namun, fitur tagar pada jejaring sosial ini memiliki akses yang terbatas. Para pengguna hanya dapat melihat publikasi konten dari sesama teman saja karena fitur ini masih bersifat privasi.

Sementara penggunaan tagar pada Facebook memiliki beberapa ketentuan yang harus pahami setiap penggunanya. Tagar harus ditulis sebagai kata tunggal tanpa spasi, pengguna dapat menyertakan angka dalam simbol tersebut tapi tanda baca dan karakter khusus seperti "$" dan "%" tidak bisa digunakan.


Trending Topics Tagar

Topik terhangat dan sempat trending di media sosial termasuk Facebook adalah #GejayanMemanggil dan #TurunkanJokowi. Tagar tersebut dianggap berhasil karena telah memenuhi percakapan publik pada saat itu hingga puncaknya dalam aksi demonstrasi ribuan mahasiswa di depan gedung MPR/DPR RI dan di berbagai daerah pada 23-24 September 2019.

Gerakan Aksi Bela Islam 212 di Monas, Jakarta pada 2 Desember 2016 juga tak lepas dari penggunaan tagar, yaitu #aksibelaislam dan #mujahid212. Aksi ini merupakan lanjutan dari Aksi Bela Islam 411.

Tagar lain yang juga pernah menjadi hangat di media sosial adalah #2019GantiPresiden yang digagas politikus Mardani Ali Sera dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) saat Pilpres 2019.

Penggunaan tagar tidak hanya menjadi alat pergerakan sosial masyarakat, tapi juga dapat dimanfaatkan sebagai alat promosi bisnis. Pengguna Facebook dapat menggunakan tagar untuk memudahkan menjangkau calon pembeli lebih luas lagi.

Putra Abdul Fattah Hakim
Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi, Jurusan Jurnalistik
UIN Jakarta

Gwangju & Jeonnam Software Convergence Cluster akan membawa 8 Perusahaan TIK Korea ke acara KOREA ICT TRADE MISSION IN INDONESIA 2019 pada, 14 Oktober 2019 di Jakarta, dengan tujuan untuk mempromosikan perusahaan TIK Korea yang mencari peluang baru dan mitra bisnis potensial di Indonesia.



Dalam acara KOREA ICT TRADE MISSION IN INDONESIA 2019 yang berlangsung di hotel JW Marriott di Jakarta, beberapa perusahaan TIK Korea akan mengadakan pertemuan bisnis dengan beberapa perusahaan Indonesia yang tertarik untuk melihat peluang bisnis dan membangun hubungan bisnis dengan perusahaan Korea, serta menandatangani MoU kerjasama bisnis dengan beberapa perusahaan Indonesia.

Selain menandatangani MoU, 8 perusahaan Korea juga akan mengunjungi beberapa kantor calon mitra bisnis mereka di sekitar Jakarta pada hari kedua. Tidak hanya memperkenalkan bisnis TIK dan perkembangannya di Korea, kunjungan ini juga akan menjadi tempat untuk pembelajaran mereka terkait dengan industri TIK di Indonesia.

Perkembangan industri e-commerce, administrasi publik, pendidikan, energi, pertanian, produk perawatan kecantikan, dan TI lainnya di negara ini memang sedang meningkat. Sehingga perusahaan Korea melihat ini sebagai peluang untuk lebih mengembangkan usaha ekonomi digital mereka. Tidak hanya itu, dengan kerja sama ini, diharapkan pengembangan bisnis di kedua negara akan meningkat, yang pada akhirnya dapat membawa kemajuan sekaligus membawa manfaat ekonomi bagi kedua negara.

"Indonesia adalah negara di Asia Tenggara yang memiliki potensi luar biasa dan peluang bisnis untuk Industri TIK ke depan, para perusahaan TIK Korea yang akan hadir sudah tidak sabar untuk segera bertemu dengan mitra bisnis potensial mereka di Indonesia pada 14 Oktober 2019" kata Mr. Tak Yong Suk, yang merupakan salah satu chairman dari Gwangju & Jeonnam Software Convergence Cluster di Seoul , Korea, Rabu (9/10/2019)

Mr. Tak juga berharap kolaborasi antara Korea dan Indonesia di berbagai bidang akan terjalin dengan baik. "Ini untuk kemajuan ekonomi digital kedua negara," katanya.

“Peserta yang terpilih untuk mengikuti 2019 ICT TRADE MISSION memiliki produk yang menerapkan teknologi SW / ICT di berbagai bidang seperti energi terbarukan, e-commerce, power/ kelistrikan, kosmetik, pendidikan, dan drones, serta diharapkan peserta akan membawa hasil baik untuk mengembangkan pasar luar negeri melalui acara ini” ujar Mr. Tak.

Acara ini akan dihadiri oleh Ovenef, perusahaan yang bergerak di bidang platform pendidikan online, Crefun yang bergerak di platform global e-commerce berbasis video.

Lalu BW Korea yang akan memperkenalkan PROOMO alat perawatan kulit kepala, Green Information system akan memperkenalkan uPMD (Micro Power Measurement Device), WP akan memperkenalkan Solar Power Compensation System untuk Solar PV.

Juga Wave 3D akan memperkenalkan educational drone bernama ‘CAP Drone’. QIT akan memperkenalkan Power Supply for Plasma Generator, dan Hogreen air yang berencana untuk ekspansi ke pasar Asia Tenggara dengan produk drone industri yang menggabungkan teknologi SW dan ICT. Rincian informasi mengenai 8 Perusahaan Korea tersebut dapat dilihat melalui saluran YouTube 2019 ICT TRADE MISSION

Sebagai tambahan, 2019 ICT TRADE MISSION akan diadakan di dua tempat yakni Jakarta, Indonesia pada tanggal 14 Oktober 2019, dan di Ho Chi Minh City, Vietnam pada tanggal 16 Oktober 2019. Jika Anda tertarik untuk mengikuti acara ini, silakan RSVP dengan mengisi formulir pendaftaran ini atau hubungi + 62-21-5794-8498 (Arvito).

Demo buruh yang berasal dari Aliansi Buruh Aceh (ABA) membanjiri depan kantor DPR Aceh di Jalan Teungku Daud Beureueh, Banda Aceh, Aceh, Rabu, 2 Oktober 2019. Mereka menuntut upah minimum provinsi (UMP) di Tanah Rencong naik menjadi Rp 3,5 juta.

Massa yang terdiri dari beberapa organisasi buruh di Aceh tersebut membawa berbagai spanduk dan poster bertuliskan beberapa tuntutan. Poster itu di antaranya bertulisan "FSPMI Bergerak", "Demo di mana-mana aksi di mana-mana, kamu di mana?", "Aku rindu #tolak revisi UU-13/2003 #tolak kenaikan iuran BPJS #tagih revisi PP/78 2015".

Kemudian ada juga poster berisi "Cabut Kepmen 228 tentang posisi TK asing, kenapa gak menteri sekalian". Aksi ini mendapat pengawalan petugas kepolisian.



Sekretaris Aliansi Buruh Aceh Habibi Insuen mengatakan salah satu tuntutan peserta aksi adalah kenaikan UMP Aceh dari Rp 2,9 juta menjadi Rp 3,5 juta. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan buruh, upah layak di Tanah Rencong saat ini Rp 3,2-3,5 juta.

"Kami juga menuntut dan meminta pemerintah membentuk dewan pengupahan kabupaten seluruh Aceh, supaya ada dorongan atau sokongan kenaikan upah minimum di setiap kabupaten kota," kata Habibi.

Dia mengimbau perusahaan yang tidak membayar pekerja dengan upah layak agar di-blacklist. Habibi mengatakan sanksi perusahaan yang membayar karyawan dengan upah di bawah UMP adalah pidana.

Bagi pekerja yang menerima upah tidak layak agar melapor ke dinas terkait atau organisasi buruh serta serikat pekerja. Menurut Habibi hingga kini masih banyak pekerja di Aceh yang mendapat upah ratusan ribu setiap bulan.

"Selama ini masih banyak pekerja yang menerima upah di bawah UMP. Ada yang Rp 300-500 ribu per bulan, itu miris sekali. Bahkan tenaga-tenaga non-PNS juga mendapatkan upah jauh di bawah UMP," kata Habibi.

"Ini jadi perjuangan kaum buruh agar pemerintah memperhatikan dan memperjuangkan itu," kata dia.

Ketua Sementara DPR Aceh Dahlan Jamaluddin mengatakan dirinya sepakat dengan tuntutan buruh yang meminta UMP naik pada 2020. Menurut Dahlan, hal itu sesuai kebutuhan yang layak di Tanah Rencong saat ini.

"Akan kami panggil Dinas Tenaga Kerja untuk mempertanyakan kenapa masih ada perusahaan yang tidak taat membayar upah pekerja. Selain itu, kami tanyakan seberapa besar tenaga pengawas di Aceh," kata Dahlan.

Kapolda Sulawesi Selatan (Sulsel) Irjen Mas Guntur Laupe, Rektor UNM Prof Husain Syam, Wakapolda Sulsel Brigjen Pol Drs Adnas menghadiri acara Pentas Seni dan Budaya yang diadakan Mahasiswa Afirmasi Pendidikan (ADik) Papua Universitas Negeri Makassar (UNM) di ballroom menara Phinsi UNM, Makassar, Selasa, 1 Oktober 2019.

Dalam acara ini para mahasiswa menyuguhkan tarian khas Papua, termasuk tarian Sajojo yang ditarikan secara bersama-sama. Kapolda Sulsel Irjen Mas Guntur Laupe menyambut baik kegiatan tersebut karena bisa mempererat silaturahmi dan kebersamaan.


“Kami mengapresiasi terhadap kegiatan ini terutama kepada UNM. Kegiatan ini mengeratkan silaturahmi dan merajut kebersamaan kita bersama untuk menumbuhkan harapan bersama, terkhusus kepada mahasiswa dari Papua bisa belajar dengan baik dan tentunya setelah selesai dari sini bisa kembali ke kampungnya menjadi tulang punggung pembangunan di daerahnya,” kata dia.

Rektor UNM Prof Husain Syam mengatakan acara ini adalah kegiatan yang diadakan setiap tahun sebagai wujud Sulawesi Selatan memiliki putra daerah yang cukup berpotensi. Mahasiswa yang mengenyam pendidikan di UNM mempunyai tanggung jawab menciptakan dan menjaga kondisi di kampus itu kondusif.

“Kita bersama-sama menghadirkan momentum bahwa sungguh-sungguh di UNM itu aman. Kita semua bersama-sama punya tanggung jawab itu dan Alhamdulillah sampai hari ini belum satu pun anak Papua di UNM ini yang kemudian terpancing oleh isu yang beredar dan pulang ke kampungnya,” kata Husain.

Bapak Angkat Mahasiswa Papua


Dalam kegiatan itu Husain mengatakan dirinya sebagai “bapak angkat” mahasiswa Papua yang sedang menempuh pendidikan di Makassar.

“Saya menyatakan, saya nobatkan diri saya sebagai bapak angkat mahasiswa Papua di Makassar. Kita rajut dan ciptakan rasa aman. Republik kita ini kita bangun bersama dalam bingkai NKRI,” ujar Husain.

Dia memotivasi seluruh mahasiswa Papua yang hadir di kediamannya untuk tetap semangat dan pandai menghargai waktunya menuntut ilmu di daerah rantauannya.

“Saya juga ini perantau dari Sulawesi Barat, datang di Makassar tahun 80-an, saya mau kalian bisa seperti saya, di usia 41 tahun sudah jadi professor, kalian harus bisa menghargai waktu di perantuan dan fokus menuntut ilmu setelah selesai bisa kembali membangun di kampung halaman,” kata Husain.


Berita menarik hari ini yang disuguhkan oleh Antara, terkait pertunjukan budaya di Swiss dengan warna Sulawesi sangatlah membanggakan ujar Atto Sakmiswa Sampetoding di Jakarta.

Kantor berita Indonesia tersebut menyuguhkan informasi tentang Replika Kapal Pinisi berlayar di tengah ruangan pertunjukan kesenian "Warna Sulawesi Selatan" di Solothurn, Swiss dengan menampilkan pertunjukan kesenian khas Toraja, Bugis, dan Makassar kerja sama Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Eropa, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, dan KBRI Bern, Minggu.

Duta Besar Republik Indonesia Bern, Muliaman Hadad, menyatakan dukungan dan apresiasinya terhadap penyelenggaraan acara "Warna Sulawesi Selatan". Melalui acara ini, diharapkan bukan hanya untuk mempererat kerukunan tetapi juga menjadi penyemangat kelompok masyarakat yang ingin menampilkan pertunjukan kesenian di tanah Swiss.

Kebudayaan Indonesia tentu saja sangat kaya dan beragam, kami dukung kelompok masyarakat lainnya yang ingin menampilkan kebudayaan masing-masing", ujarnya.


Atto Sakmiwata Sampetoding sangat mengapresiasi acara tersebut dan mengatakan, dengan kegiatan itu, sesama warga Sulawesi dapat bertemu, berinteraksi melepas rindu serta menunjukkan kepada orang lain tentang kekayaan budaya Indonesia yang beragam, berbeda di berbagai daerah di nusantara.

Pensosbud KBRI Bern dalam keterangan kepada Antara London, Minggu mengatakan acara yang dikemas dengan drama Kapal Pinisi yang menyusuri berbagai kota di Sulawesi Selatan, menampilkan peragaan busana dan tari-tarian khas Toraja, Bugis, dan Makassar untuk memeriahkan acara.

Pengunjung juga disuguhkan makanan, kuliner khas Sulawesi, seperti Coto Makassar, ayam rica, sambal dabu-dabu, ikan cakalang, dan lain sebagainya. "Kami usahakan semua bahan makanan, busana, aksesoris, dan alat musik kami datangkan langsung dari tanah Sulawesi", ujar Ketua Panitia, Indah Dietrich.

KKSS Eropa merupakan asosiasi masyarakat asal Sulawesi Selatan yang berdomisili di Eropa. Setiap tahunnya KKSS Eropa berupaya mengadakan pertunjukan khas Sulawesi Selatan di berbagai negara Eropa. Adapun "Warna Sulawesi Selatan" merupakan pagelaran ketiga yang diprakarsai KKSS Eropa.(ZG)

Anak Indonesia Korban Bom
Anak Indonesia korban bom Samarinda, adakah perhatian KPAI?

KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia) tidak usah ikut-ikutan ngurusin bulutangkis. Tidak ada eksploitasi anak di PB Djarum. Yang menyelenggarakan pembinaan olahraga bulutangkis itu Djarum Foundation. Bukan pabrik rokoknya. Djarum sudah 50 tahun membina bulutangkis. Tanpa Djarum tak akan lahir Lim Swie King, Hastomo Arbi dan generasi pertama setelah Tan Joe Hok.

KPAI tidak usah gaya-gayaan sok bermoral. Sok pakai undang-undang. Tidak usah mengurus audisi bulutangkis. Bahkan dalam pembinaan bulutangkis di Djarum sana, anak didik yang kedapatan merokok pasti dikeluarkan. Out. DO. Terlepas dari Djarum menjual rokok. Pun tidak ada satu pun mantan anak didik Djarum menjadi bintang rokok. Tidak ada satu pun.

KPAI mendingan mengurus anak-anak perokok. Mengurus warung rokok yang menjual rokok kepada anak-anak sekolah. Pantengi tuh warung-warung, kios-kios, toko yang menjual rokok dan alkohol ke anak-anak. KPAI tidak usah belagu sok suci mengurusi bulutangkis.

Plototi juga tuh para pengemis di perempatan jalan. Rebut dan ambil anak yang disewakan oleh orang tuanya untuk mengemis. Bukan anak-anak seusia 12 tahun, seperti para bibit pemain bulutangkis. Itu anak-anak bayi. Orok. Terpapar knalpot. CO2. Debu. Hujan. Panas. KPAI tidak peduli karena tidak ada duitnya anak-anak itu. Mereka kelompok terbuang.

KPAI tidak punya rasa nasionalis sama sekali. KPAI menjadi organisasi yang bebal. Ingin tampil. Ingin pamer. Sok pamer kekuatan. Padahal yang dilakukan KPAI hanyalah upaya untuk menggembosi olahraga bulutangkis. KPAI ingin agar dunia olahraga Indonesia memble, bobrok, tidak berprestasi seperti sepakbola. PB Djarum telah mengambil alih tanggung jawab membina olahraga bulutangkis.

Dan, hanya bulutangkis yang konsisten menyumbang medali emas di OLIMPIADE. Artinya PB Djarum dan PB PB lain mengambil peran dan menyumbang puluhan miliar rupiah untuk mendidik anak-anak yang memiliki bakat bermain tepok bulu angsa ini.

KPAI mendingan membubarkan diri saja. Tidak ada gunanya sama sekali KPAI ada di Indonesia. Karena KPAI tidak mengurus hal yang pokok. Anak-anak jalanan. Bayi-bayi di pinggir jalan. Memeriksa anak-anak yatim kelaparan di panti asuhan.

KPAI harusnya memeriksa PAUD atau SD yang mengajarkan anak-anak untuk membunuh. Mengajarkan kebencian. Mengajarkan benci kepada NKRI. Anak-anak yang secara psikis dididik oleh para guru bigot, yang hasilnya membenci NKRI. Urus itu. Tak usah urusi bulutangkis.

Bisa jadi KPAI menjadi bagian perjuangan kelompok tertentu yang ngawur. Kelompok yang mendorong kisruh. Tidak bijaksana melihat suatu kasus. Tidak bisa membedakan Djarum Foundation dan Pabrik Rokok Djarum. Hanya karena namanya Djarum dan Djarum adalah gudangnya duit. Yang punya adalah orang terkaya di Indonesia. Punya BCA segala. Maka dengan entengnya KPAI menyasar Djarum. Dan yang dihantam soal audisi bulutangkis.

Sekali lagi, KPAI nggak usah mengurus soal audisi bulutangkis. Saya jamin tidak ada eksploitasi anak dari sejak audisi, pembinaan, pelatihan, dan bahkan setelah menjadi pemain. Daripada melihat pembinaan bulutangkis di PB Djarum hilang, mendingan KPAI dibubarkan saja. Tidak berguna sama sekali KPAI. (Penulis: Ninoy N Karundeng).




Gelombang unjuk rasa di Kota Jayapura, Papua memanas pada Kamis, 29 Agustus 2019. Massa yang berasal dari Kabupaten Jayapura, Waena, Perumnas 3, dan wilayah Kota Jayapura serta perwakilan dari mahasiswa protes terhadap dugaan tindakan rasisme yang dialami mahasiswa Papua di Surabaya.

Kerumunan massa membakar Kantor Majelis Rakyat Papua (MRP), merusak Lembaga Pemasyarakatan dan pertokoan di Abepura serta membakar mobil di jalan raya. Tak hanya itu, massa melakukan penjarahan.

Walaupun kondisi Kota Jayapura sudah terkendali, tapi hingga Jumat, 30 Agustus 2019 sekitar pukul 01.30 WIT situasi masih mencekam. Demi keamanan dan keselamatan, warga memilih untuk mengungsi ke Markas TNI AL di Hamadi, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura.

Kepala Biro Penerangan Masyaralat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo, aparat TNI-Polri bernegosiasi dengan massa untuk menghentikan aksi. Tapi tiba-tiba sekitar seribu orang tiba-tiba datang ke lokasi dari berbagai penjuru. Mereka bahkan membawa senjata tajam dan diduga membawa senjata api.

Akibatnya terjadi adu tembak antara aparat dengan massa. Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih Letkol Cpl Eko Daryanto mengatakan kronologi kerusuhan di Deiyai, Papua diawali ketika ribuan orang membawa senjata tradisional, seperti panah, parang, dan batu. Mereka lalu melakukan aksi anarkis dengan melempar aparat keamanan.

“Kondisi massa semakin tidak terkendali dan anarkis dengan melakukan penyerangan terhadap kendaraan dan aparat keamanan TNI yang sedang mengamankan aksi dengan menggunakan panah dan parang serta terdengar tembakan dari arah massa,” kata Eko, Rabu, 28 Agustus 2019.

Dampak dari kejadian itu mengakibatkan dua warga sipil meninggal dunia, seorang warga mengalami luka tembak, dan satu orang terkena anak panah. Sedangkan satu anggota TNI bernama Serda Rikson meninggal dunia dan lima aparat lain mengalami luka berat akibat anak panah.

Aktivis Media Sosial Denny Siregar mengatakan peristiwa di Papua bukanlah gerakan spontan, tapi ada rekayasa dengan pola lain catatannya dapat dibaca di sini. Teriakan seseorang dengan kata “monyet” kepada mahasiswa Papua di Surabaya hanyalah trigger.


Pak Jokowi,
Sejak Pilpres 2014 lalu, kami kaum minoritas adalah pendukung setia Anda. Benar, suara kami mungkin cuma sekutil, namun kami adalah penentu. Kami adalah "Swing Voter", kepada siapa kami berayun maka ia-lah yang akan jadi pemenang.

Melihat selisih suara pada Pilpres yang lalu, dapat kami pastikan bahwa penentu kemenangan Anda adalah kami: SUARA MINORITAS. Tanpa suara minoritas yang hampir 100% bulat, Anda tidak akan duduk menjadi Presiden, baik pada periode yang lalu maupun sekarang.

Ketahuilah Pak Jokowi...
Satu-satunya alasan mengapa kami tidak memilih Prabowo, rival Anda, adalah karena ia dikelilingi kaum, tokoh dan ormas radikalis yang menurut kami berpotensi akan mengancam keberadaan NKRI dan kebebasan kami dalam beribadah.

Lalu, apa yang kami dapat wahai pak Jokowi? Mana balas budimu kepada kami? Hampir setiap hari kami "disuguhi" tontonan dan berita yg membuat hati kami nyeri, Gereja ditutup paksa, dilarang, didemo, dirusak, dibakar, disegel dengan dalih ketiadaan ijin. Padahal berpuluh ribu masjid di seluruh Indonesia juga berdiri tanpa IMB/ijin semestinya. Dan ironisnya, gereja kami yg sudah lengkap ijin-nya tetap saja dihancurkan, dengan bom!


Pak Jokowi...
Kami tidak pernah meminta banyak. Walau negeri ini bukan negara Islam, kami tak pernah cemburu melihat Islam selalu diistimewakan dalam berbagai hal.

Kami tak pernah menuntut didirikan Christian Center sebagaimana Islamic Center yg berdiri dimana-mana. Kami tak pernah menuntut harus ada Sekolah-sekolah Kristen Negeri di pelosok tanah air.

Kami juga tak menuntut adanya Universitas/Institut Kristen Negeri, walau di daerah mayoritas Kristen sekalipun. Kami tak menuntut adanya "Gereja Negara" sebagmana Masjid Istiqlal. Dan kami tak pernah menuntut negara ikut campur membantu agar kami dapat beribadah/berziarah ke Israel, ke tanah suci kami, dst.

Permintaan Kami Cuma Satu

Biarkanlah kami bebas beribadah sebagaimana yang sudah dijamin oleh Pancasila dan UUD 1945: Jangan persulit kami beribadah. Jangan halangi kami mendirikan rumah ibadah dengan berbagai dalih diskriminatif dan ketidakadilan. Cabut SKB 2 Menteri yang pernah Anda janjikan pada tahun 2014 lalu.

Begitu hebatnya negeri ini, dimana setiap orang jauh lebih mudah dan jauh lebih bebas mendirikan lapak judi, lapak pelacuran, lapak narkoba dll dibandingkan mendirikan gereja yg 100% untuk kebaikan dan kemulian Tuhan.

Berlebihan-kah permintaan di atas, wahai Pak Jokowi, Presiden kami?

Ttd.
Luc Martin Sitepu
FORUM SOSIAL POLITIK


Dalam tulisan saya yang pertama di sosmed Sabtu, 24/8/2019 sudah menyatakan penolakan rencana Gubsu Bapak Edy Rahmadi. Penolakan saya karena sangat merugikan perekonomian rakyat Batak. Warga tidak ingin Gubsu Edy membawa politik agama ke Danau Toba dan menolak wisata Halal Syariah. Mengingat daerah Danau Toba adalah wisata budaya, icon pusat sejarah suku Batak dan sejarah agama Nasrani yang menganut agama Nasrani 99%.

Dalam tulisan saya yang petama bisa dikatakan lebih 95% mendukung argumentasi saya dan sangat menolak dan mengecam rencana program Bapak Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi.

Dalam hal polimik ini, pemerintah daerah Bupati Tobasa, Samosir dan Humbang Hasundutan harus ikut dan turun mendukung penolakan rakyat.

Bupati dan Wakilnya dipilih rakyat dan dipercayakan oleh rakyat untuk memimpin serta menjaga tradisi budan dan agama Nasrani supaya tidak terganggu. Oleh sebab itu, ketiga Bupati harus ikut bersama rakyat untuk menolak rencana Gubsu Edy. Sebagai Bupati tentu punya wewenang untuk menolak kebijakan gubernur jika merugikan rakyat yang dipimpinya. Terkusus yang merugikan perekonomian rakyat, melemahkan budaya adat istiadat dan agama setempat.

Adapun poin kebijakan Gubernur Sumatera Utara Edy untuk Danau Toba yang sangat ditolak dan tidak ada tolerir adalah:

  • Menolak untuk menertipkan ternak babi dan pemotongan ternak babi.
Selama ini, tidak ada pernah warga Batak di kawasan Danau Toba memotong ternak babi sembarang tempat. Tidak pernah memotongnya di jalan atau di perairan danau. Jikapun ada pemotongan dan memasak daging babi di halaman rumah warga, itu hanya pada saat acara pesta. Jadi Gubsu Edy jangan merusak kebisaan dan kegiatan acara pesta sehingga kami menjadi sulit untuk mengadakan pesta.

  • Warga Batak sangat menolak diterapkan wisata Halal Syariah.
Wisata Danau Toba adalah daerah di kelilingi beberapa Kabupaten dan menganut agama Kristen lebih 99%. Selama ini sudah banyak kegiatan kuliner khas Batak Kristen. Dengan aturan wisata Halal Syariah tentu akan sangat merugikan perekonomian warga Batak. Dimana dengan wasita Halal Syariah kelak akan melarang kuliner Batak Kristen untuk beraktifitas di kawasan wisata Danau Toba. Terkusus daerah ini adalah daerah Nasrani. Namun warga Batak tidak keberatan restoran atau kuliner Muslim diadakan.

  • Warga Batak sangat menolak rencana Gubsu Edy untuk membangun beberapa Mesjid di kawasan wisata Danau Toba.
Rencana pembangunan Mesjid tidak ada kaitanya untuk lebih memajukan industri wisata Danau Toba. Mengingat warga di daerah ini 99% menganut agama Nasrani dan pusat budaya adat Batak. Jika untuk kebutuhan wisatawan Muslim, Danau Toba banyak hotel dan setiap hotel memiliki Musolah untuk Sholad. Dan warga Batak tidak pernah keberatan hotel memfasilitasi sebuah Musolah.

  • Semua panitia tim pembangunan wisata Danau Toba harus berasal dari putera Batak Kristen.
Mengingat daerah ini adalah icon dan pusat budaya adat istiadat Batak dan daerah Nasrani, maka putera Batak yang lebih paham kebutuhan wisata Danau Toba. Hal ini untuk tetap terjaganya budaya dan agama Nasrani. Bagaimanapun cita-cita putera Batak adalah menjadikan kawasan ini menjadi wisata Budaya seperti Bali. Kemampuan putera Batak dan budayanya akan mampu menjadikan wisata Danau Toba ini lebih indah dan maju seperti Bali. Bahkan konsep dan pengolaan dari tim pembanguna wisata Danau Toba dari putera Batak akan mampu mengundang banyak wisatawan dari mancanegara dan nasional setiap harinya. Oleh sebab itu,  berikan putera Batak Kristen menjadi tuan di daerahnya sendiri untuk menentukan nasip dan kemajuan daerahnya.

Selama perencanaan kawasan Danau Toba dikembangkan, Bapak Presiden sudah sering berkunjung ke daerah Danau Toba. Dalam berbagai kunjunganya, Bapak Presiden hanya fokus untuk pembangunan infrastruktur dan memajukan budaya daerah wisatawan ini. Yang paling menarik adalah Bapak Presiden lebih memperhatikan untuk memajukan dan mempertahankan tradisi budaya dan rumah adat serta kerajinan budaya Batak seperti tenun ulos. Kebijakan Bapak Presiden Jokowi lah yang kami idamkan bukan kebijakan Bapak Gubsu Edy hanya program agama Islam.

Sedangan Bapak Gubsu Edy tidak ada gebrakan untuk membangun Danau Toba tapi datang hanya untuk membawa agenda agama Muslim kedaerah ini denga penerapan wisata Halal Syariah.

Bapak Gubsu Edy sebaiknya bekerja untuk pembangunan, jangan sibuk dengan agenda agama. Yang perlu Bapak pahami bahwa daerah Toba itu adalah daerah Nasrani dan pusat budaya adat istiada Batak jadi jangan mencoba mensyariahkan daerah toba.

Apapun yang terjadi, kami putera Batak akan menjaga dan mengawasi daerah Batak dari agenda politik agama Islam. Fakta yang terjadi aturan Syariah dalam industri wisata akan menjadikan wisata yang tidak sulit berkembang karena aturan-aturan Syariat Islam. Indonesia adalah negara Pancasila dan kawasan Danau Toba adah daerah Nasrani. Oleh karena itu, jangan membawa Syariah Islam ke kawasan wisata Danau Toba.

Bapak Gubsu dan para Bupati, mari kita diskusikan masalah ini dan libatkan putera Batak karena kami harus menjadi raja dan tuan di daerah kami sendiri.

Salam Danau Toba.

Zainal Nainggolan



Sampah plastik menjadi permasalahan di Indonesia yang hingga kini belum terpecahkan. Semakin hari kian bertambah volume limbah dan menjadi tidak terkendali. Apalagi masih belum adanya kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya dan dampak yang ditimbulkan. Fenomena sampah plastik ini dikritik turis asal India Srishti Tehri yang mengunjungi Kalimantan Barat.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan Jenna R. Jambeck dari University of Georgia, pada 2010 terdapat 275 juta ton sampah plastik yang dihasilkan di seluruh dunia. Sekitar 4,8-12,7 juta ton di antaranya terbuang dan mencemari laut.

Indonesia memiliki populasi pesisir sebesar 187,2 juta yang setiap tahunnya menghasilkan 3,22 juta ton sampah plastik yang tak terkelola dengan baik. Sekitar 0,48-1,29 juta ton dari sampah plastik tersebut diduga mencemari lautan.

Indonesia merupakan negara dengan jumlah pencemaran sampah plastik ke laut terbesar kedua di dunia. China memimpin dengan tingkat pencemaran sampah plastik ke laut sekitar 1,23-3,53 juta ton per tahun. Pencemaran plastik di Indonesia diperkirakan akan terus meningkat. Kini industri minuman di Tanah Air merupakan salah satu sektor yang pertumbuhannya paling pesat. Pada kuartal I-2019, pertumbuhan industri pengolahan minuman mencapai 24,2 persen secara tahunan (YoY) hanya kalah dari industri pakaian jadi.

Komentar Srishti Tehri, Turis Asal India

Masalah sampah plastik ini terjadi di sejumlah daerah di Tanah Air, salah satunya adalah di Kalimantan Barat, terutama di Pontianak, Sintang, Singkawang. Turis asal India, Srishti Tehri terkejut melihat banyaknya sampah plastik di wilayah tersebut. Dia mengunggah video gunungan sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) di lokasi itu melalui akun Instagram pribadinya, @srish_teee.

“Halo, ini Srishti dari India, dan saya sudah berkeliling selama tiga minggu di negeri Anda yang indah, Kalimantan Barat, Indonesia,” tulis Srishti, pada 13 Juli 2019.

Srishti sudah mengunjungi beberapa tempat wisata yang sangat indah, termasuk lahan basah, hutan, gunung, telah merasakan budaya suku-suku, makanan, dan kehangatan. Ia juga menjelajahi Kota Pontianak, Sintang dan Singkawang.

Perempuan berusia 24 tahun itu mengatakan kekhawatirannya tentang tingginya tingkat polusi plastik di daerah tersebut. Banyak dari kita yang tak menyadari bahwa plastik akan bertahan lebih dari bumi. Dalam video yang diunggahnya itu, Srishti melihat ada banyak plastik. Ada ban, tas sekali pakai, ada sedotan, pembungkus camilan, dan lainnya.

Srishti mengatakan, kita harus sadar mengonsumsi sampah plastik sekali pakai, terutama ketika sedikit melakukan daur ulang. Video Srishti ternyata diunggah vokalis Kotak, Tantri Syalindri, lewat akun Instagram pribadinya, Minggu, 21 Juli 2019.

“Renungan! Perlukah plastik?” kata Tantri sebagai keterangan video yang kemudian menjadi viral.

Dampak Sampah Plastik

Plastik digunakan sekitar 50 tahun lalu, kini telah menjadi barang yang tidak terpisahkan dalam kehidupan manusia. Diperkirakan ada 500 juta sampai 1 miliar kantong plastik digunakan penduduk dunia dalam satu tahun. Ini berarti ada sekitar 1 juta kantong plastik per menit. Untuk membuatnya, diperlukan 12 juta barel minyak per tahun dan 14 juta pohon ditebang.

Fakta tentang bahan pembuat plastik, (umumnya polimer polivinil) terbuat dari polychlorinated biphenyl (PCB) yang mempunyai struktur mirip DDT. Serta kantong plastik yang sulit untuk diurai tanah hingga membutuhkan waktu antara 100 hingga 500 tahun. Akan berdampak antara lain:

1. Tercemarnya tanah, air tanah, dan makhluk bawah tanah.

2. Racun-racun dari partikel plastik yang masuk ke dalam tanah akan membunuh hewan-hewan pengurai di dalam tanah seperti cacing.

3. Polychlorinated biphenyl (PCB) yang tidak dapat terurai meskipun termakan binatang maupun tanaman akan menjadi racun berantai sesuai urutan rantai makanan.

4. Kantong plastik akan mengganggu jalur air yang teresap ke dalam tanah.

5. Menurunkan kesuburan tanah karena plastik juga menghalangi sirkulasi udara di dalam tanah dan ruang gerak makhluk bawah tanah yang mampu menyuburkan tanah.

6. Kantong plastik yang sukar diurai, mempunyai umur panjang dan ringan akan mudah diterbangkan angin hingga ke laut sekali pun.

7. Hewan-hewan dapat terjerat dalam tumpukan plastik.

8. Hewan-hewan laut, seperti lumba-lumba, penyu laut, dan anjing laut menganggap kantong-kantong plastik tersebut makanan dan akhirnya mati karena tidak dapat mencernanya.

9. Ketika hewan mati, kantong plastik yang berada di dalam tubuhnya tetap tidak akan hancur menjadi bangkai dan dapat meracuni hewan lainnya.

10. Pembuangan sampah plastik sembarangan di sungai-sungai akan mengakibatkan pendangkalan sungai dan penyumbatan aliran sungai yang menyebabkan banjir.


Generasi milenial mempunyai peluang besar untuk masuk ke dalam Kabinet Kerja Jilid 2 atau pemerintahan Jokowi periode 2019-2024. Sebanyak empat nama mantan aktivis memiliki peluang besar masuk pemerintahan.

Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari mengatakan sosok menteri dari generasi milenial sangat dibutuhkan untuk menguatkan visi Indonesia maju yang disampaikan Presiden Joko Jokowi. 

“Pak Jokowi menginginkan menteri muda. Saya rasa bukan sekadar basa-basi, tetapi sesuatu yang sungguh-sungguh akan beliau lakukan,” kata Qodari dalam diskusi publik DPP KNPI dengan tema Peranan Milenial Dalam Visi Indonesia Maju yang diadakan di Media Center KNPI, Jakarta, Kamis, 18 Juli 2019.

Dia mengatakan menteri milenial dibutuhkan karena Presiden Jokowi menginginkan menteri yang berani, inovatif, dan meninggalkan pola-pola lama.

Pengamat kebijakan publik Yudhi Simorangkir mengatakan calon menteri dari kalangan milenial tidak cukup hanya dilihat dari segi intelektualitas, kekuatan ekonomi, ataupun darah biru politik.

“Jokowi sebelumnya mengatakan bahwa kriteria menteri adalah memiliki kemampuan manajerial yang baik, memiliki integritas, dan mampu mengeksekusi. Jadi belum tentu anak dari tokoh elit politik ataupun pengusaha serta merta cocok menjadi menteri. Justru yang memiliki pengalaman manajerial dalam organisasi, serta yang paling utama. Selama ini calon menteri tersebut komitmen terhadap Pancasila dan keberagaman,” kata Yudhi.

Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) R Saddam Al Jihad menyodorkan empat nama mantan aktivis dari Kelompok Cipayung yang layak menduduki kursi menteri untuk mewakili generasi milenial.


Empat Mantan Aktivis Milenial

1. Mantan Ketua Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) periode 2013-2015 Arief Rosyid. Arief yang berprofesi sebagai dokter gigi dan Plt. Sekretaris Jenderal Dewan Masjid Indonesia ( Sekjen DMI) ini berpotensi mengisi kabinet sesuai bidangnya yaitu kesehatan dan keagamaan.

2. Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) periode 2014-2017 dan Solidaritas Ulama Muda Jokowi (Sekjen Samawi) Aminuddin Ma'ruf yang mempunyai visi nasionalis religius mempunyai potensi untuk masuk di kabinet pemerintahan 2019-2024.

3. Mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PP GMKI) periode 2016-2018 Sahat Martin P. Sinurat. Lulusan ITB ini potensial masuk kabinet pemerintahan 2019-2024, ditambah dengan adanya rumah milenial yang dia inisiasi.

4. Mantan Ketua Presidium Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) periode 2011-2013 dan 2013-2015 Twedy Noviady Ginting. Dia adalah sosok nasionalis yang menjaga Pancasila sebagai ideologi pemersatu, potensial masuk dalam kabinet pemerintahan 2019-2024.

Video viral dari seorang pendeta di NTT (Nusa Tenggara Timur) menanggapi video yang baru-baru ini dibagikan berantai, pidato yang berapi-api oleh Yahya Waloni. Pada video tersebut dia yang mengaku pernah jadi pendeta, membicarakan penganut agama lain dengan sikap cenderung mengejek mereka.

Tanggapan warganet di Facebook, Twitter banyak yang mengatakan video pidato Yahya Waloni, sangat berpotensi memicu gesekan-gesekan di tengah-tengah masyarakat. Seharusnya tidak boleh dilakukan oleh siapapun di negara yang bhineka tunggal ika dengan beragam agama dan kepercayaan yang hak dan kewajibannya sama di muka hukum.

Silahkan disimak Pendeta Mell Atock menanggapinya melalui video. Berguna untuk siapa saja, baik itu penceramah yang menyejukkan maupun aliran metal, begitu juga bagi penganut agama yang berbeda. Termasuk bagi pedagang kecap yang merasa mereknya lebih unggul dan nomer satu di muka bumi. Dengar saja, tidak perlu emosi, semoga berguna dan mencerahkan.



Pendeta Mell Atock, NTT





Penulis. Abdul Malik (Wakil Sekretaris  KKI, Ketua AMBB)

Monas dan Jakarta tidal lagi menjadi simbol perlawanan ketidak sukaan kepada Pemerintahan Joko Widodo.

Para bonhir atau cukong politik mengalihkan gerakan perlawan ke daerah yang di kemas secara halus, seperti tidak ada kaitan antara satu ke jadian dengan ke jadian lain. Masyarakat harus waspada dan cerdas menyikapi gerakan seporadis jangan ikut terpancing menjadi panas dan gaduh, karena itu yang mereka inginkan.

Pada periode pertama Pemerintahan Presiden Jokowi, tekanan politik dengan isu agama yang melibakan jutaan massa turun ke Monas, bisa dilokalisir menjadi kecil dan tercerai berai

Demo di Cianjur yang di lakukan mahasiswa dengan berakhir pembakaran empat putra bangsa polisi kita.

Viralnya secara tiba tiba vidio Ustaz Abdul Somad (UAS) yang sudah 3 tahun berlalu.

Viralnya Vidio pendeta  tentang Air Zam zam

Penyerbuan oleh ormas ke Asrama mahasiswa Papua, yang berujung penangkapan

Dan yang terjadi sekatang Di Monokwari Papua

Penyerangan kantor Polisi oleh pelaku tunggal

Penembakan prajurit Polisi dan Tentara oleh OPM (Organisasi Papua Merdeka)

Semua kejadian diatasnya intinya menuntut Pemerintah menegakan hukum secara adil.

Kejadian di atas seolah olah berdiri sendiri tidak ada kaitan satu sama lain. Masyarakat sengaja digiring kepada kejadian kejadian di daerah seolah olah ada ketimpangan hukum antara mayoritas dan minoritas, antara Papua dan luar Papua.


Kita harus Waspada ini jebakan, sasaran utamanya tetap Jokowi dan Pemerintahan barunya.

Saat Persolan keadilan dan hukum yang diangkat dengan melibatkan isu SARA, maka baik pendukung Jokowi maupun yang anti Jokowi akan bersatu menuntut Pemerintah.

Pada poin ini, petualang politik dan bonhir berhasil membangun narasi dan masyarakat percaya. Pengikut ormas radikal mereka turunkan untuk saling berhadap-hadapan dengan masyarakat berkait isu agama seperti kasus UAS.

Disisi lain mahasiswa akan digerakan untuk berdemo yang bersipat lokal di daerah yang didesain dengan berakhir rusuh dan ini akan menjadi bola liar menggoyang pusat kekuasaan.

Para alumni yang selama ini berdiri paling depan menentang Jokowi, akan berdiri di belakang layar melalui ceramah ceramah provokatif.

Yuk mari kita rapatkan barisan jangan beri mereka sedikitpun celah untuk mengacaukan bangsa ini. Waspada dan jeli agar persatuan tetap terjaga, jaga emosi jangan terpancing.
All rights reserved, Copyright © 2015 www.benhil.net. Powered by Blogger.