Indonesia akan menjadi tempat paling unik fenomena gerhana matahari pada 9 Maret mendatang. Sebanyak 12 provinsi akan dilewati fenomena Gerhana Matahari Total atau GMT dan sebagian lainnya bisa menikmati fenomena Gerhana Matahari Parsial atau matahari sabit.

Gerhana_matahari_total_benhilnet
Ke-12 provinsi tersebut adalah Sumatera Barat, Bengkulu, Bangka Belitung, Jambi, Sumatera Selatan. Kemudian di Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. Juga melewati provinsi Sulawesi Barat, Sulawesi tengah dan Maluku Utara. Fenomena ini langka sekali mengingat pemandangan gerhana matahari total dari daratan hanya bisa dilihat secara jelas di Indonesai saja. Daratan lainnya ada di lautan Hindia dan Pasifik.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional atau LAPAN, Thomas Djalaluddin. "Gerhana matahari total tergolong fenomena langka karena hanya dapat dilihat jelas khususnya di Indonesia. Selebihnya bisa dilihat di lautan Hindia Pasifik." Inilah salah satu keunikan yang terjadi di Indonesia tahun ini, tambahnya seperti dilasir nationalgeographic.co.id.

Akan ada banyak perayaan dan event terkait fenomena alam langka ini. Salah satunya Festival Kegelapan di Poso, Sulawesi Tengah. Provinsi ini juga dilewati GMT sehingga warga akan menyambutnya dengan festival kegelapan atau Kawaninya. Tarian tradisional massal Montaro akan disuguhkan oleh lebih dari 100 penari pada 8-9 Maret mendatang.

Jika Anda tertarik dengan fenomena ini, dan ingin mengabadikannya dengan kamera saku, smartphone camera, sampai single-lens reflex atau SLR baik analog maupun digital, ada baiknya memperhatikan tips berikut :

Tips Memotret Fenomena Gerhana Matahari

Selalu Perhatikan Kesiapan Alat
Memotret gerhana matahari total dan parsial tentu tidak seperti memotret pemandangan alam. Melainkan butuh kesiapan alat dasar serta pengetahuan yang cukup. Hal ini ditujukan untuk menghindarkan pemotret dari kerusakan substansial pada mata. Pada suatu kasus, melihat fenomena gerhana matahari tanpa sun glasses atau membidik objek gerhana matahari langsung dari viewfinder, retina mata secara berangsur-angsur mengalami kerusakan, paling parah kebutaan. Tetap gunakan sun-glasses. Bagi pecinta fotografi, tentu mata adalah aset berharga, bukan?

Hindari Penggunaan Blitz
Penggunaan blitz atau lampu kilat justru merusak kesan natural gerhana matahari. Selain itu, lampu kilat tidak akan membuat hasil potret menjadi lebih terang karena matahari letaknya begitu jauh dan mengganggu fotografer lain.

Gunakan Filter, Harus!
Beberapa situs fotografi menyarankan untuk memotret fenomena ini dari live view kamera, padahal tidak ada satupun situs astrophotography yang mendukung dan menyarankan metode ini. Tetap pasang filter pada kamera. Solar filter dan Photographic Filter adalah alat yang bisa melindungi sensor dan lensa dari pengaruh gerhana matahari, yaitu gelombang inframerah dan ultraviolet. Pemotret yang menggunakan lensa tele diharuskan memakai solar filter agar intensitas cahaya yang masuk ke sensor dan lensa bisa diblok. Selain itu perhitungkan pula glare dan flare yang terjadi akibat banyaknya intensitas cahaya yang masuk.

Bagi masyarakat awan yang ingin mengabadikan fenomena ini, bisa juga mengambil sudut pandang di lokasi dekat cagar budaya, museum, jembatan, saat perayaan gerhana matahari atau sesuai kreatifitas. Dengan begitu, fenomena ini tetap terlihat menakjubkan meski ditangkap dengan kamera ponsel, smartphone atau kamera saku biasa.
All rights reserved, Copyright © 2015 www.benhil.net. Powered by Blogger.