Indonesia Darurat Narkoba!
Adakah Langkah yang Dapat Kita Lakukan Untuk Memberantasnya?
Ada pepatah yang berbunyi,  “Api kecil adalah kawan, kalau besar bisa menjadi lawan” kira- kira ungkapan ini yang paling pas untuk menggambarkan tentang narkoba.

Narkoba merupakan singkatan dari narkotika, psikotropika, dan bahan adiktif.  Didalam dunia medikal, unsur narkoba bisa menjadi obat-obatan yang berkhasiat untuk merangsang penyembuhan penyakit tertentu. Penggunaan narkoba di dalam dunia medis adalah legal, ada aturan untuk itu. Namun, jika seseorang mengonsumsi narkoba tanpa adanya pengawasan dari dokter atau ahli kesehatan itu merupakan tindakan ilegal, tindakan penyalah gunaan yang melawan hukum.  Penggunaan obat-obatan tanpa pengawasan dokter, dapat menimbulkan efek yang luar biasa terhadap pemakainya. Seperti perasaan santai (rileks), perasaan gembira yang berlebihan, halusinasi tinggi, dan lain sebagainya.

Penggunaan narkoba dapat memberi efek adiktif atau kecanduan terhadap si pengguna, kemudian lambat laun dapat merusak organ- organ tubuh seperti ginjal, hati, jantung, dan lain sebagainya, hingga memengaruhi daya pikir seseorang atau membuat pikiran menjadi tidak rasional, serta kerusakan otak secara permanen.  Akibat yang lebih fatal lagi adalah berujung pada kematian! Badan Narkotika Nasional atau BNN menyebutkan data pengguna narkoba di Indonesia terus bertambah. Ditahun 2015 ini diprediksi angka prevalensi pengguna narkoba mencapai 5,1 juta orang. Dari data yang dimiliki BNN, rata-rata presentase tertinggi pengguna narkoba adalah para remaja berstatus pelajar, mahasiswa, atau orang dewasa dengan usia produktif. 

Lokasi tempat mereka biasa menggunakan ‘memakai’ barang haram tersebut umumnya di club-club malam, diskotik, apartemen, di kos-kosan, atau di tempat lain yang mereka anggap aman. Bukan hanya dari kalangan awam, jika kita mengikuti berita yang beredar akhir–akhir ini, beberapa artis juga terlibat dalam penyalahgunaan narkoba. Bahkan, ada yang sampai tertangkap berkali- kali dengan kasus yang sama. Hal ini menunjukkan cengkeraman narkoba sangat kuat pada diri seseorang sehingga sulit untuk melepaskannya. Tak jarang pula kasus overdosis terjadi pada pengguna narkoba akibat pemakaian yang tak terkontrol.  Seperti yang pernah dikatakan oleh Deputi Pencegahan Badan Narkotika Nasional Yappi Manate

“Angka kematian akibat penyalahgunaan narkoba diperkirakan mencapai 104.000 orang yang berumur 15 tahun dan 263.000 orang yang berumur 64 tahun. Mereka meninggal akibat mengalami overdosis. Ini disebabkan adanya salah kaprah mengenai gaya hidup masyarakat Indonesia khususnya kalangan remaja, “ Meskipun pemerintah telah memberlakukan hukuman berat terhadap pengedar, maupun pengguna narkoba, sepertinya belum cukup membuat mereka jera. Selalu saja ada celah untuk menyelundupkan narkoba ke wilayah Indonesia. Jadi tak heran bila saat ini pemerintah memberi status Indonesia darurat narkoba.

Menghadapi situasi seperti ini apakah kita hanya pasrah berdiam diri? Tenu tidak! Selalu ada cara untuk mencegah barang haram tersebut masuk ‘mengotori’ diri dan lingkungan di sekitar kita. Berikut adalah langkah- langkah yang dapat kita lakukan:

  1. Jangan pernah sekali- kali mencobanya walau hanya sekedar iseng, atau untuk mencari pelarian ketika sedang dirundung masalah, atau stress.  Karena sekali Anda mencobanya maka peluang Anda merasa ketagihan menjadi sangat besar. 
  2. Kuatkan iman. Ini bukanlah sekedar slogan klise. Namun mendekatkan diri dan hati Anda kepada Sang Pencipta akan membuat Anda menjadi lebih tenang, sabar, dan berpikiran jernih. Selain itu, gunakanlah pikiran rasional, serta pertimbangan yang matang, jangan mengutamakan emosi.
  3. Jangan lari dari masalah. Hadapi lah dengan sekuat hati Anda. Bila tak mampu menyelesaikan sendiri berkonsultasilah kepada yang ahli. Jangan mengalihkan pikiran kepada narkoba. Karena itu tidak akan memberikan Anda solusi apapun kecuali masalah baru yang lebih besar.
  4. Pilihlah pergaulan yang sehat. Sebisa mungkin, jauhi lingkungan yang mayoritas orang–orangnya adalah pengguna narkoba. Hal ini untuk mencegah Anda terkena bujuk rayu dari lingkungan untuk ikut memakai narkoba.
  5. Lakukan kegiatan yang positif. Setiap Anda, tentu memiliki hobi bukan? Entah itu sepak bola, basket, seni, dan lain sebagainya.  Nah, lakukanlah hobi Anda itu sesering yang Anda bisa. Bergabunglah dengan klub yang anggotanya memiliki hobi yang sama dengan Anda. Hal itu tentu akan membuat Anda merasa lebih semangat, dan menambah pergaulan.
  6. Perbanyak waktu dengan keluarga. Tak ada salahnya menghabiskan waktu bersama mereka. Orang- orang yang selalu menyayangi dan mensuport Anda. Hindari berpergian ke tempat – tempat yang menjadi “sarang” peredaran narkoba meski menawarkan kemeriahan, gemerlap, dan hiburan tetap saja itu merupakan “jebakan” yang dikemas secara menarik.  Lebih baik buat acara bersama keluarga atau sahabat-sahabat yang baik seperti karaoke bersama, traveling, memasak bersama. Pasti menyenangkan bukan?
  7. Buatlah keluarga menjadi tempat yang paling aman, dan paling nyaman untuk pulang. Sehingga membuat Anda selalu “betah” berada disekitar mereka.
  8. Berusahalah untuk selalu sabar dalam menghadapi situasi apapun. Dewasakan pikiran Anda mulai dari “belajar mendengarkan” , memaafkan, dan menerima satu sama lain.
  9. Selalu ingat bahwa  narkoba memiliki banyak resiko yang merugikan kesehatan bahkan sampai mengancam nyawa.
  10. Jangan ragu untuk melaporkan kepada pihak yang berwjib apabila Anda menemukan peredaran narkoba disekitar Anda. Karena dengan demikian Anda telah berperan serta memerangi narkoba.
Itulah, beberapa tips yang dapat kami bagikan untuk Anda. Semoga Bermanfaat, bagi pengunjung Blog Berita Bisnis, mari perangi narkoba bersama untuk masa depan Indonesia yang lebih baik! Jagai keluargamu, anak anak dan orang yang dikasihi.


Narkoba

All rights reserved, Copyright © 2015 www.benhil.net. Powered by Blogger.