Showing posts with label Bisnis. Show all posts


Berbagai perkiraan tentang risiko yang dihadapi perekonomian Indonesia selama tahun 2017 berhasil dilewati dengan baik. Salah satu buktinya adalah Indeks Harga Saham Gabungan di hari terakhir bursa tahun 2017, Jumat 29 Desember 2017, ditutup pada 6.355,65.

"Ini angka yang diluar perkiraan kita semuanya. Dulu banyak yang menyampaikan bisa 6.000 saja, kita sudah untung, sudah senang. Nah kalau sekarang 6.355 bagaimana? Saya lihat kerja keras dari Bursa Efek Indonesia patut kita apresiasi dan juga patut kita syukuri bersama," ucap Presiden Joko Widodo.

Presiden mengatakan hal itu ketika memberikan sambutan setelah menutup secara resmi perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) di Gedung Bursa Efek Indonesia Jakarta.

Di awal tahun 2017, banyak yang memperkirakan ekonomi Indonesia akan terpengaruh berbagai hal, seperti kenaikan suku bunga acuan oleh The Fed, stimulus fiskal besar-besaran oleh Presiden Amerika Serikat terpilih, Donald Trump, dan arus modal akan berbondong-bondong lari kembali ke Amerika.

Tak cukup sampai di situ, kekhawatiran akan ekonomi Indonesia juga dapat terjadi karena naiknya sentimen proteksionisme di seluruh dunia mengenai risiko akan terjadinya perang dagang. Apalagi akan dilaksanakan pemilihan umum di beberapa negara di Eropa seperti Belanda, Prancis dan Jerman, dimana tokoh-tokoh garis keras diperkirakan akan menjadi presiden atau perdana menteri.

Namun, lanjut Presiden, yang terjadi justru sebaliknya, seperti nilai tukar US dollar melemah sepanjang tahun 2017, bahkan sudah kembali di bawah titik saat kemenangan Presiden Trump di Pemilu Amerika tahun lalu.

"Arus modal ke negara-negara berkembang termasuk ke Indonesia, mencapai sebuah rekor. Yang terpilih di Eropa, malah Pemimpin yang sudah ada terpilih kembali. Bahkan di Prancis, yang terpilih adalah Tokoh Reformis, Presiden Emmanuel Macron," ujar Presiden.

Ekspor negara-negara berkembang, khususnya di Asia malah melonjak. Tahun 2017 adalah tahun di mana laju pertumbuhan perdagangan dunia kembali di atas laju pertumbuhan ekonomi dunia.

"Ekspor Indonesia tahun ini, naik double-digit sekitar 15-17 persen. Investasi Internasional ke Indonesia, tahun ini juga naik double-digit sekitar 13-14 persen. Sovereign Rating Indonesia mendapat upgrade. Bukan satu, tapi dua," ujar Presiden.

Upgrade pertama dari S&P, kembali ke 'layak investasi' atau investment grade dan kedua dari Fitch, dari BBB- menjadi BBB.

Seandainya di awal tahun, ketakutan ketakutan menghadapi semua risiko-risiko yang digambarkan oleh para 'ahli' didengar dan diikuti dengan melepas semua saham, semua properti dengan menjualnya.

"Kita hanya pegang cash, berapa keuntungan yang hilang? Berapa keuntungan kita yang gagal?" kata Presiden.

Sebagai gambaran, Presiden menyebutkan kenaikan IHSG selama tahun 2017 hampir mencapai 20 persen. "Ini kan juga angka yang tidak kecil. Jadi kalau kita jual semua saham kita di awal tahun supaya aman memegang cash, ya itulah keuntungan yang gagal kita dapat," ujar Presiden.

Presiden berharap agar semua pihak tidak perlu lagi menanggapi kabar-kabar yang mengkhawatirkan dan menjadikan bangsa ini pesimis. Justru harus memanfaatkan momentum yang sangat bagus ini untuk digunakan secepat-cepatnya dan sebaik-baiknya.

"Kesimpulannya apa? Yang penting adalah jangan takut. Risiko selalu ada, tapi justru itu peluangnya," ujar Presiden.

Jakarta, 29 Desember 2017
Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden

Bey Machmudin

Tahun 2018

Jakarta, 26/12 (Benhil) - Menjelang pergantian tahun, ekonomi Indonesia memanen harapan untuk mempercepat pemulihan perekonomian pada 2018.

Banyak lembaga keuangan internasional, instansi pemerintah dan juga regulator independen yang memandang kegiatan ekonomi tahun depan akan jauh lebih baik dibanding 2017. Pada 2017, pemulihan ekonomi dalam negeri terus berjalan, meskipun tidak sesuai ekspetasi. Di 2018, ekonomi Indonesia diperkirakan akan diberkahi dari pulihnya kinerja ekspor menyusul terus meningkatnya harga komoditas. Misalnya, untuk harga batubara dan mineral terus menguat karena tingginya permintaan dari Tiongkok karena tren perbaikan ekonomi sejak awal 2017.

Investasi asing langsung dan juga investasi portofolio juga diperkirakan akan semakin deras, apalagi di akhir tahun Indonesia memperoleh kenaikan peringkat utang menjadi BBB/"outlook stable" dari "BBB-/outlook positive" dari lembaga pemeringkat Fitch Rating, sekaligus memperkuat peringkat layak investasi yang sudah disematkan dua lembaga pemeringkat internasional lainnya, Moody's Service dan Standard and Poor's.

Dengan hanya beberapa dari sekian banyak faktor tersebut, ekonomi Indonesia diyakini akan tumbuh lebih baik pada 2018 dibanding 2017. Dana Moneter Internasional (Internasional Monetary Fund/IMF) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,3 persen pada 2018. Otoritas moneter Bank Indonesia memproyeksi ekonomi akan tumbuh sebesar 5,1-5,5 persen. Sementara, pemerintah mematok laju pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4 persenn tahun depan.

Namun 2018 juga diyakini bukan tahun yang mudah. Tahun depan adalah momentum tensi politik bergejolak. Sebanyak 171 pemilihan kepala daerah (pilkada) akan digelar. Sebanyak 17 di antaranya dilaksanakan di tingkat provinsi termasuk Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat. Gabungan dari pemilih yang ada di provinsi besar tersebut setara dengan 45 persen dari total populasi nasional.

Peta suara dari ketiga provinsi tersebut juga dinilai sebagai barometer untuk Pemilihan Presiden 2018. Selain di 17 provinsi, Pilkada juga akan digelar di 39 kota, dan 115 kabupaten. Persiapan tahapan pemilihan umum legislatif dan pemilihan presiden-wakil presiden juga akan dimulai tahun depan. Pendaftaran pasangan calon presiden dan calon wakil presiden dijadwalkan pada Agustus 2018.

Maka itu tantangan terhadap stabilitas ekonomi akan semakin tinggi.

Lebih gencar Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Mirza Adityaswara mendorong dunia usaha swasta untuk lebih gencar berekspansi bisnis, dan tidak terlalu mengkhawatirkan dinamika dari padatnya agenda politik nasional pada 2018.

"Dari (Pemilu) 2004, gerak ekonomi berlanjut. Dunia usaha harus gencar berekspansi tahun depan. Percaya diri saja," kata dia.

Siklus politik yang bergulir rutin sekali lima tahun itu dianggap merupakan hal yang biasa, di sisi lain, sejumlah indikator ekonomi menunjukkan daya beli masyarakat tetap tumbuh positif. Penopang pengeluaran pemerintah yang besar walau (kontribusi) APBN hanya 10 persen-12 persen dari PDB. Jadi, pertumbuhan ekonomi tetap harus datang dari konsumsi rumah tangga, ekspor, dan investasi.

Selain itu, saat ini perbankan Indonesia juga dianggap Mirza sudah merampungkan konsolidasi internal, sehingga sudah siap menyalurkan pembiayaan yang dapat dimanfaatkan dunia usaha swasta.

Untuk penyaluran kredit perbankan, Mirza melihat tahun depan akan berada di pertumbuhan 10-12 persen (yoy). Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga memasang proyeksi pertumbuhan kredit di angka yang sama. Indikator makro ekonomi Indonesia juga terus membaik hingga kuartal ketiga tahun ini. Indikatornya inflasi tahunan yang masih terjaga di 3,7 persen (yoy). BI bahkan memperkirakan inflasi tahun ini akan berada di perkiraan bawah sasaran otoritas moneter yakni 3-3,5 persen (yoy).

Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani menambahkan perbaikan kinerja ekonomi pada akhir 2017 bisa memberikan momentum pertumbuhan ekonomi yang lebih positif pada 2018. Kalau momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia sudah positif dan kuat, stabilitas tetap terjaga dari sisi inflasi dan nilai tukar, ini memberikan posisi yang jauh lebih baik untuk menghadapi ketidakpastian. Ia menyakini momentum ekonomi Indonesia untuk tumbuh lebih tinggi dan berkualitas dibandingkan tahun-tahun sebelumnya dapat tercapai, yang salah satunya melalui dukungan pulihnya sektor perdagangan global.

Pada 2017, momentum pertumbuhan ekonomi global mulai meningkat yang ditunjukkan dengan volume perdagangan dunia yang di 2016 pada 2,2 persen meningkat menjadi empat persen di 2017.

"Tentunya empat persen itu belum 'full recovery', tapi itu 'a strong momentum'," ujar Sri Mulyani.

Untuk menjaga momentum pertumbuhan ini, tambah dia, pemerintah akan terus melakukan berbagai upaya, salah satunya mengoptimalkan pengelolaan dan penggunaan APBN untuk mencapai tujuan pembangunan.

Pemerintah, lanjut dia, juga akan melanjutkan reformasi penerimaan negara baik perpajakan maupun non perpajakan untuk memperkuat dan menyehatkan ekonomi. Dari sisi pembiayaan, pengelolaan utang akan dilakukan secara "prudent" dengan menjaga kesinambungan dan kredibilitas APBN agar memberikan dampak positif terhadap kinerja pembangunan.

Dengan instrumen APBN yang kuat dan sehat maka diharapkan ekonomi Indonesia akan terus terjaga dengan momentum positif yang juga akan dikontribusi dari dunia usaha. Di sisi lain, penyelenggaraan Pilkada juga diharapkan dapat meningkatkan konsumsi rumah tangga, sehingga pada akhirnya mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Sebanyak 171 pilkada tahun depan, malah menjadi berkah secara ekonomi. Setiap kali pemilu, selalu ada hal positif terhadap ekonomi," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution.

Penyelenggaraan pilkada ditambah pergelaran akbar Asian Games 2018 di Indonesia dapat memberikan kontribusi kepada pertumbuhan ekonomi sekitar 0,2-0,3 persen. Kepala Ekonom PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) Katarina Setiawan menilai kondisi perekonomian global yang kondusif, menjelang tahun pemilu di Indonesia pada 2018 dan 2019 bisa memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi.

Tiga periode pemilu sebelumnya sejak pemilu 2004 sangat berbeda dengan sekarang. Selain itu, ada sinkronisasi pertumbuhan ekonomi baik di negara maju dan berkembang.

Kondusifnya situasi global sangat mendukung perekonomian Indonesia dan membantu pemerintah untuk lebih fokus mengejar tujuan-tujuan ekonomi yang telah dicanangkan sejak awal, seperti pembangunan infrastruktur dan pengentasan kemiskinan. (Ben/An/IAP)

Gambar Gula

Bandung, (Benhil, 06/12/2017) - Kementerian Perdagangan mengatakan akan menindak tegas pelaku usaha yang menjual produk gula dan komoditas bahan pokok lainnya diatas HET atau Harga Eceran Tertinggi di seluruh Indonesia. Pasalnya, akibat praktik ini selain berdampak terhadap inflasi juga kepada kerugian masyarakat banyak karena gula merupakan salah satu produk kebutuhan pokok.

“Iya, Kementerian Perdagangan tentu akan menindak tegas dengan menutup pabriknya atau dikasih police line besar-besar nanti di pabriknya biar jera,” tutur Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita di Bandung, Senin (04/12).

Penindakan tegas ini lanjut Enggartiasto, tidak saja berlaku kepada pelaku usaha yang bergabung ke asosiasi tetapi semua pelaku usaha yang ada di Indonesia. Artinya ketentuan soal HET ini berlaku kesemua pelaku bisnis baik yang bergabung ke asosiasi maupun tidak.

“Ketentuan soal HET gula dan produk bahan pokok lainnya ini diberlakukan untuk semua bukan yang asosiasi saja,” jelasnya.

Enggartiasto meminta kepada pedagang pasar-pasar tradisional untuk melapor jika ada distributor yang menjual bahan pokok dengan harga yang tinggi. Seperti distributor gula pasir misalnya. Menurut dia, harga gula pasir yang diberikan oleh distributor kepada pedagang pasar harus di bawah dari Harga Eceran Tertinggi ( HET) sebesar Rp 12.500 per kilogram.
Dengan begitu, pedagang pasar bisa menjual sesuai dengan HET yang ditetapkan.  "Kalau ada distributor yang mahal kasih tahu saya. Siapa distributornya karena kita udah ada kesepakatan dan apalagi sekarang udah ditulis HET Rp 12.500," ujarnya.
Mantan Ketua Umum Real Estate Indonesia ini mengatakan, saat ini kebijakan HET hanya efektif di pasar ritel modern. Selain itu, kebijakan HET juga efektif di beberapa pasar di luar Jakarta.
"Pedagang di ritel modern mulai 10 April sudah menjual Rp 12.500. Kalau ada yang berani jual lebih kasih tahu saya. Kita periksa," jelas dia.

"Bahkan saya menemukan harga gula pasir dengan Rp 11.300 per kilogram. Dan di Jakarta itu udah mulai turun dari Rp 14.500 per kilogram menjadi Rp 14.000 per kilogram dan sekarang turun Rp 13.100 per kilogram rata-rata dan ini akan turun lagi karena suplainya didorong terus," tambah dia.
Pengaturan HET tertuang pada Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 27 Tahun 2017 Tentang Penetapan Harga Acuan Pembelian di Petani dan Konsumen.  

Adapun HET bahan pokok yang diatur di antaranya, beras medium dengan harga Rp 9.500 per kilogram, jagung Rp 4.000 per kilogram.
Selain itu kedelai lokal Rp 9.200 per kilogram dan impor Rp 6.800 per kilogram, gula pasir Rp 12.500 per kilogram, minyak goreng curah Rp 10.500 per liter dan minyak goreng kemasan Rp 11.000 per liter. (Fit)



Jakarta, 19/11 (Benhil) Salah satu permintaan calon investor, baik lokal maupun asing dimanapun mereka ingin berinvestasi adalah kemudahan dalam mendapatkan izin, disamping adanya kepastian hukum dan tentunya keamanan.

Oleh karena itu Pemerintah Indonesia selalu berupaya habis-habisan untuk memberikan kemudahan sekalipun itu harus mengubah, bahkan kalau perlu menghapus sejumlah peraturan yang dinilai menghambat minat berinvestasi, baik yang dikeluarkan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

Presiden Joko Widodo kembali mengingatkan para kepala daerah untuk mempermudah izin investasi.


"Saya ingatkan, untuk industri dan manufaktur berilah peluang sebanyak-banyaknya untuk kedua hal ini. Bagi mereka yang mau investasi di industri dan manufaktur buka lebar-lebar karena akan membuat barang mentah menjadi barang setengah jadi atau barang jadi dan dapat membuka lapangan pekerjaan untuk masyarakat," kata Presiden Joko Widodo di Istana Negara Jakarta.

Penegasan Presiden itu memang patut disampaikan apalagi saat ini masyarakat di usia produktif membutuhkan lapangan kerja padat karya. Jokowi meminta kalau di pusat, BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal) sekarang sudah bisa tiga jam untuk sembilan izin, rampung, maka di daerah mestinya jangan sampai hitungan jam, tapi menit.

Presiden pun berjanji akan mendatangi daerah-darah yang masih memberikan pelayanan dalam waktu lama untuk para investor.

Pada awal 2018 juga direncanakan sudah ada sistem "single submision" sehingga Presiden dapat melacak bagaimana alur perizinan di pusat dan daerah. Dari sistem itu akan diketahui mana yang cepat dan lambat, apakah pusat atau daerah. Saat persaingan global dunia gila-gilaan sekarang ini, kalau masih mengerjakan rutinitas dan tidak ada terobosan maka Indonesia tak akan dilirik investor.

Karena itu dibutuhkan pemimpin-pemimpin, baik pusat maupun daerah yang reformis, senang pembaruan, inovatif, jangan memelihara rutinitas, dan buat terobosan yang baru, yakni terobosan yang mempercepat melayani masyarakat.

Soal penyederhanaan izin investasi, Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bekasi, Jawa Barat, telah menyederhanakan perizinan guna menyasar target investasi pada 2017 sebesar Rp6,5 triliun.

Simplikasi ini termasuk arahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang memberikan waktu hingga 2018 bagi pemerintah untuk bersiap melayani seluruh perizinan secara dalam jaringan. Simplikasi perizinan perlu didukung dengan pengembangan sistem teknologi informasi yang memadai guna kemudahan layanan masyarakat secara daring serta meminimalkan potensi praktik suap.

Pihak yang mengajukan izin tidak perlu bertatap muka langsung dengan aparatur yang memproses penerbitan izin.

Secara bertahap, DPMPTSP pun mulai mengintegrasikan pelayanan perizinan secara daring. Sebagai permulaan, Pemkot Bekasi mengoperasikan pelayanan perizinan daring bertajuk Sistem Layanan Perizinan Terpadu (Silat) pada 8 November 2018 namun baru melayani enam perizinan.

Meskipun jumlah perizinan yang belum dilayani secara daring (online) itu masih banyak, tapi DPMPTSP tetap optimistis mampu menintegrasikan seluruh perizinan tersebut tepat waktu.

Akses menuju Kota Bekasi kian terbuka dengan pesatnya proyek pembangunan di bidang infrastruktur perhubungan, seperti pengerjaan tol melayang Jakarta-Cikampek, tol Becakayu, Light Rail Transit, juga Kereta Cepat Indonesia Cina yang berpotensi besar mendatangkan investor dalam maupun luar negeri.

Hapus Kendala Badan Koordinasi Penanaman Modal menyatakan bahwa hingga saat ini masih banyak kendala investasi sehingga harus segera diselesaikan, khususnya terkait dengan permasalahan perizinan di daerah yang terbilang masih rumit.

Kepala BKPM Thomas Lembong mengatakan bahwa beberapa catatan yang menjadi hambatan untuk menarik para pelaku bisnis, investor masuk ke Indonesia antara lain adalah soal regulasi di tingkat pemerintah daerah, permasalahan pajak, isu tenaga kerja, lahan, dan juga infrastruktur. Kendala investasi di pemerintah daerah harus diselesaikan dengan membangun sebuah sistem. Ini masalah implementasi, memang tidak ada jalan pintas dan peluru ajaib.

Thomas menambahkan, salah satu permasalahan atau kendala yang ada di pemerintah daerah dalah terkait data-data investor yang belum online. BKPM berencana untuk membuat database online yang nantinya bisa dipergunakan oleh BKPM daerah secara gratis. Selain itu, di daerah banyak syarat dan standard itu dijadikan izin, itu harus dikembalikan dari izin kembali ke syarat dan standard.

Saat ini Indonesia tengah bersaing untuk mendapatkan investasi asing dengan beberapa negara tetangga, seperti Malaysia, Thailand dan Vietnam. Masuknya investasi asing tersebut bukan hanya membuka lapangan pekerjaan, akan tetapi juga teknologi, keahlian dan jaringan perusahaan.

Meskipun masih banyak kendala untuk berinvestasi di Indonesia, namun BKPM dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir banyak pekerjaan rumah yang sudah diselesaikan. Beberapa perubahan yang signifikan antara lain adalah Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) diperkuat dan tiga jam layanan izin investasi.

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional mengharapkan semakin banyak swasta yang terlibat dalam pembiayaan pembangunan proyek infrastruktur pada 2018, baik dalam skema pembiayaan investasi non-anggaran (PINA) ataupun kerja sama pemerintah badan usaha (KPBU).

Berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (PJMN) 2015-2019, total kebutuhan pembiayaan infrastruktur mencapai Rp4.769 triliun. Dari total anggaran tersebut, porsi anggaran pemerintah melalui APBN maupun APBD diperkirakan hanya Rp1.978,6 triliun (41,3 persen), BUMN Rp1.066,2 triliun (22,2 persen), sedangkan sisanya diharapkan dari sektor swasta sebesar Rp1.751,5 triliun (36,5 persen).

Untuk skema PINA, status sampai saat ini ada 16 proyek yang telah memasuki tahap identifikasi dengan nilai total Rp211,3 triliun, satu proyek tahap persiapan senilai Rp13,4 triliun.

Rinciannya, untuk 16 proyek PINA dalam tahap identifikasi adalah pesawat turboprop R80 PT RAI total proyek, 10 proyek pembangkit listrik PT PJB, pengembangan regional Pulau Flores oleh Flores Prosperindo Ltd, pembangkit listrik diesel-gas di Pesanggaran, Bali, proyek bandara di Kulon Progo, DIY, dan dua proyek pembangunan tahap 2 Bandara Kertajati. (Ben/An)

Ahmad Wijaya

Timbangan Kendaraan

Perangkat untuk menimbang kendaraan barang ataupun truk kini bisa dipergunakan lebih mudah. Adanya perangkat jembatan timbang menjadi solusi praktis di berbagai instansi untuk mengetahui berat kendaraan secara utuh beserta muatannya. Biasanya peruntukan alat timbang kendaraan ditujukan pada kendaraan industri ataupun pelabuhan sampai pertanian. Perangkat timbangan khusus kendaraan harus memiliki tiga aspek yakni pemantauan, pengawasan, sampai penindakan. Maka penggunaan peralatan timbang cenderung untuk kendaraan industri hingga pelabuhan. Produk ini diperkenalkan dan diproduksi oleh PT Altraman di Indonesia.

Tidak sedikit produk jembatan timbang memiliki kriteria tertentu, ditambah lagi ada tiga jenis jembatan khusus timbang berkualitas terbaik yakni PIT Less diatas permukaan tanah, PIT rata dengan tanah, hingga Hercules TS. Ketiga perangkat timbangan khusus kendaraan industri tersebut memiliki kriteria masing-masing untuk memberi kemudahan dalam proses menimbang alat transportasi beserta muatannya. Ketiga timbangan khusus kendaraan industri harus diketahui spesifikasinya agar memberi fungsi terbaik pada sebuah instansi.

Kriteria Jembatan Timbang Terbaik
Kriteria jembatan timbang terbaik mulai PIT Less, PIT, dan Hercules TS bisa Anda amati agar fungsinya bisa dimaksimalkan. Berikut penjelasannya:

•    PIT Less (Di atas permukaan tanah)
Kriteria jenis jembantan PIT Less memiliki keunggulan diantaranya mampu terhubung ke ticket printer ditambah beberapa fitur unggulan yakni weighing indicator, external display untuk menunjukkan angka berat kendaraan serta muatannya, printer, bahkan mampu terhubung pada perangkat komputer beserta softwarenya. Beberapa keunggulan jenis PIT Less sudah bisa dilihat berkat adanya fitur loadcell BMT berkapasitas berat maksimal 30t, loadcel HM98 30t, ditambah indicator FS-8000 beserta indicator BX-1. Mengenai ukuran panjangnya mulai ukuran 3.25meter sampai 20meter dengan tambahan lebar 3-5 meter. Tipe deck PIT Less memakai steel deck berkualitas terbaik, bahkan sektor indikatornya memakai seri FS-8000.

•    PIT(Rata Dengan Tanah)
Jenis PIT (rata dengan tanah) juga memiliki keunggulan hampir sama seperti PIT Less. Hanya saja memiliki tampilan berbeda. Tipe PIT rata dengan tanah masih mengusung ukuran panjang 3.25-20 meter, ditambah lebar 3-5 meter. Tipe instalasi PIT rata dengan tanah memakai konsep Pit atau pitless untuk mempermudah proses timbangan kendaraan. Fitur teknologi PIT rata dengan tanah masih memakai loadcell HM98-30t sehingga sangat kuat dalam menimbang beban kendaran berukuran besar. Masih ada fitur canggih lainnya pada tipe PIT rata dengan tanah yakni mampu terhubung pada perangkat printer sampai PC komputer.

•    Hercules TS
Proses menimbang kendaraan berukuran besar bisa dilakukan ada tipe Hercules TS. Spesifikasi Hercules TS terbilang mumpuni karena mengusung low height profile mencapai 21cm. Tidak hanya itu, terdapat stainless steel casing indicator untuk menambah kekuatan hingga keawetan lebih lama. Seperti tipe PIT less dan PIT, pada Hercules TS masih bisa terkoneksi pada perangkat printer ataupun PC komputer. Hercules TS memiliki fitur unggulan yakn rechargeable battery sehingga lebih hemat daya.

Keberadaan perangkat jembatan timbang bisa memberi solusi terbaik pada sektor transportasi terutama dalam mengukur berat beban kendaraan produksi hingga mengukur berat kendaraan lainnya. Cermati spesifikasi setiap perangkat timbangan agar proses penimbangan lebih lancar. Persiapkan juga perangkat tambahan yakni PC komputer hingga printer untuk mencetak ataupun memantau bobot dari sebuah kendaraan.

Chenghai

Berbeda dengan suasana kota besar lainnya di China, Chenghai yang merupakan sebuah distrik atau setingkat kecamatan di Kota Shantou, Provinsi Guangdong terlihat lebih sepi dan tidak terlalu banyak kendaraan yang lalu lalang.

Meski hanya sebuah distrik dengan jumlah penduduk sekitar 152.000 jiwa, Chenghai memiliki luas 345km persegi, atau setengah dari luas daratan Ibu kota Jakarta (661km2) yang berpenduduk 10 juta jiwa.

Jalanan yang lebar dan tidak banyak kendaraan yang parkir, membuat suasana di jalan utama Chenghai seperti hari libur.

"Jalanan tampak sepi karena sebagian besar warga bekerja di pabrik mainan," kata Huang Ying Lai, penerjemah yang mendampingi kunjungan rombongan Perkumpulan Pengusaha, Produksi dan Importir Mainan Indonesia (P3IMI) di Chenghai pada akhir Oktober lalu.

Huang Ying, pria berusia 50-an yang akrab disapa Yusuf dan kelahiran Makassar itu mengatakan sebagian besar pekerja tinggal di rumah susun yang disediakan perusahaan, membuat jalanan tidak dipenuhi mereka yang pulang kerja.

Sepanjang perjalanan dari stasiun kereta api cepat Shantou menuju Distrik Chenghai, yang terlihat di sisi kiri dan kanan hanyalah toko atau pabrik mainan, baik dalam bentuk produksi rumahan sampai skala besar dengan ribuan pekerja.

Ribuan produsen mainan tersebut memperagakan produk mereka di sebuah show room bersama dengan jumlah ribuan jenis mainan dan tidak akan cukup waktu sehari untuk menyisir seluruhnya.

Kenny Hung, pemilik Intertional Toys Trading Ltd (ITTL), salah satu produsen terbesar di China mengatakan, pada awalnya sebagian besar produsen mainan di Chenghai hanyalah sebuah usaha kecil milik keluarga yang secara perlahan tapi pasti terus berkembang, baik secara modal maupun sumber daya manusia, sehingga kapasitas produksi pun semakin meningkat.

Sekarang Chenghai sudah memiliki jaringan industri yang terintegrasi antara industri bahan mentah, suku cadang dan berbagai komponen, sampai pada konsep desain, produksi dan pemasaran.

Adanya dukungan dari Hong Kong dan Taiwan yang memasok mesin cetak dan teknologi mutakhir, menjadi penyumbang terbesar atas semakin berkembangnya sektor mainan.

Menurut data dari Dewan Industri Ringan China dan Asosiasi Kerajinan China, Distrik Chenghai memiliki lebih dari 5.000 pabrik mainan, 30 di antaranya memiliki pendapatan melebihi angka 16 juta dolar AS per tahun. Sebesar 20 persen dari total ekspor mainan secara nasional berasal dari Chenghai dengan tujuan ke lebih dari 140 negara. Di Chenghai pula empat produsen terbesar berada, yaitu Guangdong Alpha Animation and Culture Co Ltd, Xinghui Auto Model Co Ltd, Huawei Scientific Technology Co Ltd dan Guangdong Qunxing Toys Joint-Stock Co Ltd.

Tidak salah bila Chenghai pun kemudian dinobatkan sebagai "Ibukota Mainan China" (Toys City) sebagai penghargaan atas prestasi yang telah ditoreh distrik tersebut.

Pada delapan bulan pertama sepanjang 2017, China mencatat kenaikan ekspor maupun impor mainan, memperkuat status negara itu sebagai produsen sekaligus komsumen mainan terbesar di dunia. Selama Januari sampai September tersebut, China mengekspor mainan senilai 26,4 miliar dolar AS, naik 37 persen, sementara impor mencapai 719 juta dolar AS, naik hampir 34 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Tidak salah pula jika P3IMI yang diketuai Sariat Arifia tersebut memilih Chenghai sebagai tempat untuk menjalin kerjasama dengan beberapa produsen, termasuk perusahaan besar seperti Huawei, International Toys Trading Ltd (ITTL) dan Rastar Group yang tergabung dalam Asosiasi Mainan Chenghai.

"Kita tidak mau tanggung-tanggung, kalau ingin belajar mengenai industri mainan, ya harus langsung ke Chenghai sebagai pusatnya," kata Sariat usai menanda tangani Nota Kesepahaman dengan Asosiasi Mainan Chenghai yang diwakili oleh ketuanya Zhuo Cai Guo.

Dalam kunjungan tersebut, Sariat juga mengundang M. Zakir dan Finy Saptarita, senior manajer dari Sucofindo, serta Ihsan Yunus, ekonom dari PDI Perjuangan yang juga anggota DPR RI Komisi VI, serta Dubes RI untuk China Sugeng Rahardjo. Jalin Kerja Sama Inti dari kunjungan tersebut menurut Sariat adalah bagaimana P3IMI dan Asosiasi Mainan China bisa meningkatkan kerja sama yang lebih menguntungkan kedua pihak, termasuk bagaimana China harus bisa memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) yang telah ditentukan oleh Sucofindo.

Menurut M. Zakir, sejak 1 Mei 2014, setidaknya produk mainan impor yang masuk Indonesia harus lolos SNI dan adalah tugas Sucofindo sebagai perusahaan milik negara untuk melindungi anak-anak dari mainan yang berbahaya bagi kesehatan.

"Harus ada standar mainan yang aman sehingga anak-anak bisa terbebas dari berbagai resiko," kata Zakir.

Latar belakang dari diterbitkannya SNI, menurut Zakir, adalah maraknya peredaran mainan anak, terutama mainan impor yang mengandung logam berat yang berbahaya bagi kesehatan anak.

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, setiap tahun Indonesia mengimpor mainan anak dengan nilai mencapai 75 juta dolar AS. Melihat kekuatan ekonomi yang dimiliki oleh China, termasuk dalam jenis industri mainan, Indonesia menurut Ihsan Yunus memang perlu banyak belajar agar tidak hanya menjadi pasar negara yang merupakan raksasa dunia setelah Amerika Serikat.

"Dalam kunjungan dan kerjasama antara P3IMI dan Asosiasi Mainan Chenghai, setidaknya pihak Indonesia harus belajar banyak agar terjadi transfer teknologi dan Indonesia tidak hanya menjadi sasaran pasar mereka," kata Ihsan.

Dalam jangka pendek, pasar Indonesia memang masih banyak tergantung pada produk mainan dari China, tapi untuk jangka panjang, pihak P3IMI akan berusaha membujuk pengusaha negara tersebut agar bersedia berinvestasi di Indonesia.

"Saya juga mengimbau agar pajak bagi produk mainan impor tidak terlalu tinggi agar barang yang sampai ke masyarakat tidak terlalu tinggi," kata Ihsan yang berasal dari daerah pemilihan Jambi itu.

Meiti Holil, importir asal Jakarta yang ikut dalam rombongan mengakui bahwa sejak SNI diberlakukan, arus barang yang mengalir dari China langsung berkurang karena memang banyak jenis mainan yang tidak sesuai standar.

"Saya setuju dengan diterapkannya SNI karena bagaimana pun kita harus melindungi keselamatan komsumen yang umumnya anak-anak," kata Meiti yang biasa memasok mainan ke Pasar Asemka, Jakarta.

Namun Meiti berharap agar kebijakan mengenai bea impor ditinjau ulang karena terlalu memberatkan dan akhirnya juga memberikan kerugian bagi konsumen.

"Sebenarnya bisnis impor mainan anak-anak penuh resiko karena ada barang yang musiman dan kalau pengurusan izin di bea cukai terlalu lama, maka saat keluar dari pelabuhan, bisa jadi mainan itu sudah tidak musim lagi," katanya. (Ben/An/T.A032) 

Atman Ahdiat

Jalur Sutera

Chengdu/Chongqing, 28/10 (Benhil) - Bagi rakyat China bulan Oktober tahun ini bukan sekadar bulan perayaan Hari Nasional yang dirangkai dengan Festival Kue Bulan yang sudah menjadi tradisi untuk menyambut datangnya musim dingin.

Kendatipun kesibukan di jalan-jalan utama tidak seperti biasa karena banyak warga pergi ke luar kota atau luar negeri untuk mengisi liburan selama sepekan pada penghujung awal bulan ini, Kota Beijing tetap terlihat semarak.

Rangkaian bunga raksasa aneka warna yang dipajang di tengah Lapangan Tiananmen menambah semarak pemandangan Kota Beijing.

Tidak hanya di Ibu Kota, namun hampir seluruh daratan Tiongkok berbalut warna merah karena dominasi bendera nasional senada dengan warna bendera Partai Komunis yang menguasai negeri itu sejak 1949. Jadilah bulan Oktober tahun ini tidak seperti bulan-bulan Oktober tahun-tahun sebelumnya, bahkan tahun-tahun mendatang, karena pada tahun ini digelar Kongres ke-19 Partai Komunis China.

Ruh kongres lima tahunan itu juga merasuk ke seluruh pelosok negeri, termasuk Desa Pingle, wilayah terpencil di Provinsi Sichuan.

Masyarakat perkampungan yang berjarak sekitar 65 kilometer sebelah barat daya Ibu Kota Sichuan di Chengdu itu menjadikan bulan besar tersebut untuk bersenang-senang.

Beragam kegiatan digelar warga perkampungan kuno di tepi Sungai Baimo yang lestari sejak Dinasti Ming (1368-1644) dan Dinasti Qing (1644-1911).

Tidak heran jika perkampungan kuno Pingle tersebut menjadi "jujugan" wisatawan yang rindu akan suasana pecinan masa lampau, mulai dari jembatan kuno yang menghubungkan perkampungan di kedua sisi sungai, sistem irigasi, model bangunan rumah, penataan pasar tradisional, lapak-lapak kedai minum, hingga kerajinan anyaman bambu yang dapat dipesan langsung dari perajinnya.

Tanpa terasa tiga jam sudah mengelilingi perkampungan itu hingga seorang pemandu mengingatkan waktunya kembali menuju kota. Lambaian tangan warga Pingle pun melepas kepergian sekelompok diplomat dari Asia, Afrika, Eropa, dan Amerika yang terkesan dengan budaya setempat.

Antara Satu-satunya Desa Pingle merupakan salah satu tempat yang didatangi 17 diplomat asing yang sedang menapaktilasi Jalur Sutera di wilayah barat daya daratan Tiongkok pada 16-22 Oktober 2017.

Di antara delegasi yang terdaftar dalam rombongan safari ribuan mil dari Beijing itu, Antara merupakan satu-satunya delegasi dari kalangan media.

"Program '2017 Diplomats Revisiting the Silk Road' sangat istimewa karena menghadirkan Antara sebagai satu-satunya media dalam tim delegasi," kata Zhang Shudan, salah satu pemandu dari Kementerian Luar Negeri China.

Menurut dia, Antara juga mewakili Indonesia yang dalam program tahun ini Kedutaan Besar RI di Beijing tidak mengirimkan satu pun delegasi.

"Tentu kami berterima kasih karena Antara juga mewakili Indonesia dalam program ini," ujarnya.

Pada hari pertama, Senin (16/10), para delegasi dari Yunani, Swiss, Italia, Polandia, Ceko, Kazakhstan, Belarusia, Indonesia, Malaysia, Vietnam, Laos, Mongolia, Ethiopia, Afrika Selatan, Chile, dan Argentina itu mengunjungi museum Shu Brocade yang tidak hanya menyimpan koleksi brokat dan kain sutera kuno, melainkan juga masih memproduksi kain tenun dan bordir hingga kini.

Hari berikutnya para diplomat itu diajak bercengkerama dengan panda di Pusat Penelitian dan Pengembangbiakan Panda Raksasa di Chengdu.

Mereka tidak saja melihat langsung panda-panda di taman terbuka, melainkan juga di tempat perawatan bayi-bayi panda. Di penangkaran yang membutuhkan waktu tempuh sekitar 40 menit dari pusat Kota Chengdu itu juga terdapat beberapa ekor panda merah yang keberadaannya juga terancam punah.

"Meskipun di tempat ini ditumbuhi banyak bambu, tidak semuanya bisa dijadikan makanan oleh panda," kata Kepala Divisi Pertukaran Masyarakat, Kantor Urusan Luar Negeri Pemkot Chengdu, Wang Guangliang.

Menurut dia, hanya sepuluh jenis bambu di seluruh daratan Tiongkok yang bisa dikonsumsi panda. Selebihnya bambu-bambu didatangkan dari Australia untuk memenuhi kebutuhan mereka.

Tempat tersebut bukan satu-satunya karena Provinsi Sichuan dikenal dunia sebagai tempat penangkaran panda yang paling ideal. Bahkan baru-baru ini Sichuan juga mengirimkan sepasang panda ke Taman Safari Indonesia di Bogor, Jawa Barat.

Namun karena lokasinya yang mudah dijangkau dari pusat kota dan bandar udara, maka Pusat Penelitian dan Pengembangbiakan Panda Raksasa di Chengdu banyak dikunjungi wisatawan, baik domestik maupun pelancong wisata dari mancanegara.

"Pada hari biasa tidak kurang dari 30 ribu orang mengunjungi tempat ini. Akan lebih ramai lagi kalau pada akhir pekan, libur Hari Nasional, Tahun Baru Imlek, dan libur musim dingin," ujar Wang.

Setelah dijamu makan siang oleh Direktur Jenderal Urusan Luar Negeri Pemkot Chengdu, Jiang Bin, Selasa (17/10), rombongan delegasi yang dipimpin Duta Besar Yunani untuk China Leonidas C Rokanas bergerak menuju stasiun kereta api internasional khusus angkutan barang (CIRP).

Di tempat itu para delegasi menyaksikan aktivitas bongkar-muat dan pergerakan kereta barang dari wilayah Asia Selatan dan Asia Tenggara menuju wilayah Eropa.

Pengiriman barang dari China ke Jerman dengan menggunakan kereta api hanya membutuhkanan waktu 10 hari.

"Wow! Jauh lebih singkat ketimbang menggunakan kapal yang butuh waktu hingga sebulan," kata Ludovit Katuscak dari Kedutaan Besar Ceko.

Biaya pengiriman barang dengan menggunakan kereta api itu pun hanya sepertiga dari biaya kapal sebagaimana penjelasan seorang juru bicara CIRP.

Setelah empat hari berada di Chengdu yang diakhiri dengan mengelilingi lokasi irigasi Dujiangyan yang dibangun sejak 2270 tahun silam, rombongan delegasi bergerak menuju Chongqing.

Perjalanan Chengdu-Chongqing yang berjarak sekitar 400 kilometer hanya ditempuh dalam waktu kurang dari 1,5 jam dengan menggunakan kereta cepat.

Dirjen Urusan Luar Negeri Pemkot Chongqing, Wu Kangming, menyambut para delegasi dengan jamuan makan siang.

Rangkul Jabar "Senang sekali bertemu dengan Anda. Kami sedang ada kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat loh," kata Wu saat mengajak bersulang awak media di sela-sela jamuan makan siang itu.

Deputi Dirjen Urusan Luar Negeri Pemkot Chongqing, Tang Wen, kemudian menimpali bahwa pemerintahnya sangat berminat menyelesaikan proyek pembangunan monorel di Bandung.

"Kami ingin berkolaborasi dengan Jabar dalam berbagai bidang, termasuk menyelesaikan proyek monorel di Bandung," ujarnya.

Chongqing yang memisahkan diri dari Provinsi Sichuan merupakan kota industri penting dan berpenduduk terpadat di wilayah barat daratan Tiongkok. Kota itu menjadikan Provinsi Jabar sebagai mitra pentingnya di Indonesia karena dianggap memiliki persoalan yang sama dalam hal urbanisasi.

Angkutan umum di Kota Chongqing terdiri dari kereta bawah tanah (subway), kereta api antarkota, bus, dan jaringan monorel terbesar di dunia.

Pada bulan Mei 2007, Pemkot Chongqing telah menginvestasikan dana senilai 150 miliar RMB selama 13 tahun untuk menyelesaikan sistem yang memadukan jalur metro bawah tanah dengan monorel berat.

Hingga 2017, empat jalur subway telah terhubung dengan monorel menuju Bandar Udara Internasional Jiangbei dan wilayah pusat Kota Chongqing. Pada akhir tahun ini, satu jalur subway lagi akan mulai beroperasi dan hingga 2020 akan ada 93 unit stasiun baru.

Bandara Jiangbai yang merupakan salah satu bandara tersibuk di China dengan tiga terminal dan tiga landasan pacu paralel telah melayani rute domestik dan internasional ke London, Los Angeles, Moskow, Doha, Dubai, Seoul, Bangkok, Phuket, Osaka, Singapura, Chiang Mai, Phnom Penh, Bali, Batam, Tokyo, Kuala Lumpur, Roma, dan Helsinki.

"Inilah pentingnya Safari Jalur Sutera. Ide 'Belt and Road' yang digagas Presiden Xi Jinping bukan berorientasi pada ekonomi semata, melainkan juga menjadi penghubung antar-masyarakat di kawasan dalam berbagai bidang," kata Dubes Leonidas Rokanas selaku ketua tim delegasi menutup rangkaian kegiatan yang berlangsung selama tujuh hari itu. (Ben/An)

M. Irfan Ilmie



Kehadiran kewirausahan sangat dibutuhkan di setiap negara atau daerah karena perannya untuk menciptakan kesempatan kerja dan meningkatkan produksi dengan memanfaatkan setiap peluang.

Kemajuan ekonomi suatu bangsa dan peningkatan taraf hidup masyarakat dapat diwujudkan jika tersedia wirausahawan dalam jumlah yang cukup besar. Membudayakan kewirausahaan ialah mengarahkan wirausaha terutama kepada kegiatan ekonomi yang rasional, menguntungkan, berkelanjutan, dan dapat ditiru oleh masyarakat.

Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Manado, Sulawesi Utara (Sulut) bekerja sama dengan Bank SulutGo (BSG) dan Bank Indonesia (BI) akan mengembangkan dunia kewirausahaan dengan semangat "Mapalus".

Ketua ISEI Manado, Sulut, Prof Paulus Kindangen menilai dunia kewirausahaan di Sulut masih sangat kecil, padahal potensinya cukup besar.

"Mapalus" adalah suatu sistem atau teknik kerja sama untuk kepentingan bersama dalam budaya Suku Minahasa. Secara fundamental, "Mapalus" suatu bentuk gotong royong tradisional yang memiliki perbedaan dengan bentuk-bentuk gotong royong modern, misalnya perkumpulan atau asosiasi usaha.

Paulus mengatakan potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia di Sulut sangat besar, namun sayangnya potensi belum dimanfaatkan secara optimal.

Oleh karena itu, perlu upaya semua pihak, terutama kolaborasi pemerintah daerah, akademisi, dan pelaku bisnis, termasuk perbankan, untuk mengembangkan kewirausahaan di daerah.

Entaskan Kemiskinan Peningkatan dunia kewirausahaan menjadi kekuatan ampuh untuk mengentaskan kemiskinan di Provinsi Sulut.

Pengentasan kemiskinan menjadi eniscayaan untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan ekonomi masyarakat.

Upaya pengentasan kemiskinan menjadi semakin tidak mudah ketika tingkat kemiskinan sudah berada pada tingkat yang cukup rendah.

Paulus mengemukakan tentang perlunya kebijakan dan upaya strategis sesuai dengan kondisi yang dihadapi saat ini terkait dengan usaha pengentasan kemiskinan.

Dunia kewirausahaan dan spirit kewirausahaan berpengaruh positif terhadap peningkatan pendapatan dan pengentasan kemiskinan di Sulut.

Kewirausahaan dengan spiritnya juga berpengaruh positif terhadap perluasan kesempatan kerja yang memberdayakan orang, meningkatkan pendapatan, dan mengurangi kemiskinan.

Dia menjelaskan inklusi keuangan juga sangat berpengaruh negatif terhadap tingkat kemiskinan di Indonesia timur.

Kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan kredit industri pengolahan di kawasan timur Indonesia cenderung menyebabkan penurunan tingkat kemiskinan di kawasan itu.

Oleh karena itu, hal yang esensial bahwa upaya mengurangi kemiskinan atau mengentaskan kemiskinan dilakukan dengan meningkatkan kewirausahaan dan mendorong pengembangan serta pelaksanaan inklusi keuangan.

Pengembangan kewirausahaan perlu dilakukan dengan memasukkan pendidikan kewirausahaan pada berbagai jenjang pendidikan.

Di samping itu, dalam jangka pendek, perlu dilakukan pelatihan kewirausahaan untuk membentuk dan mengembangkan spirit kewirausahaan serta mempersiapkan peserta pelatihan untuk memulai dan atau mengembangkan usaha yang sudah beroperasi.

Pelatihan kewirausahaan seyogyanya dirancang secara teliti berdasarkan hasil penelitian dan observasi, serta pengalaman di lapangan. Alangkah baiknya jika pelatihan kewirausahaan dapat ditindaklanjuti dengan pemberian dukungan pendanaan dari perbankan bagi peserta pelatihan yang dinilai layak untuk memulai atau mengembangkan usahanya.

Upaya pendampingan juga diperlukan bagi para wirausahawan dalam menjalankan usahanya untuk meningkatkan peluang keberhasilan.

Tantangan Menjadi wirausaha adalah suatu tantangan yang penuh dengan ketidakpastian terus menerus (uncertainty bearing). Untuk berhasil menjadi wirausahawan, perlu keberanian dan daya tahan dalam melalui berbagai halangan di dalam dan di luar usaha yang dijalankan.

Selain tekanan faktor ekonomi harus segera menghasilkan pendapatan, persepsi publik terhadap wirausaha belum mendapatkan penghargaan, seperti pekerjaan dan profesi yang lain atau menjadi pejabat pemerintah.

Itu sebabnya generasi muda di Indonesia belum terkondisi untuk menjadi wirausahawan, walaupun minatnya tinggi.

Praktisi ekonomi Sulut Roy Mandey mengatakan wirausaha akan membayar harga yang sangat mahal apabila tidak melakukan perubahan.

Untuk tetap bersaing, usaha-usaha baru harus perlu mempertimbangkan dan mempersiapkan diri menghadapi hasil baik atau buruk, atau sangat buruk sebagai dampak dari keputusan yang dibuat sendiri. Hal itu, sebagaimana yang diungkapkan Louis Pasteur bahwa "Chance favors the prepared mind". Hal yang sama juga berlaku bagi "prepared business".

Pertanyaannya, katanya, apakah orientasi pendidikan dan pengembangan wirausaha saat ini, baik yang dibuat institusi pendidikan maupun instansi pemerintah, dapat menjawab tantangan itu, di mana spirit berwirausaha diimbangi juga dengan penguatan keahlian dan ketrampilan untuk melakukan inovasi dan menyiasati kompetisi. Dia mengatakan hal lain yang berperan dalam membangun spirit kewirausahaan di daerah yang mayoritas masyarakat Kristen seperti Sulawesi Utara adalah pengaruh agama.

Untuk mengakselerasi tumbuhnya usaha baru di Sulawesi Utara, terobosan ekonomi yang dapat dilakukan adalah merealisasikan kewirausahaan kolektif dengan memanfaatkan sumber daya yang telah tersedia dalam ekosistem kewirausahaan lokal.

Belajar dari program pemerintah dalam pengembangan industri kelapa sawit di Indonesia, di mana petani bisa bermitra dengan perusahan melalui program plasma, ia melihat peluang petani kelapa di Sulawesi Utara untuk memiliki pabrik pengolahan kelapa sendiri.

Ada dua hasil akhir yang dapat dicapai apabila hal itu dilakukan, yakni petani kelapa bukan sekadar petani pemasok bahan baku bagi industri perkelapaan, tetapi juga pemilik usaha di industri perkelapaan.

Dengan sentuhan inovasi, produk-produk perkelapaan dapat lebih bernilai jual yang lebih tinggi dan memasuki pasar internasional atau global.

Dia menejalaskan bahwa hal ini mengacu kepada "economic capital dan social capital" yang telah dimiliki secara turun-temurun.

"Dahulu kita mengenal istilah 'boedel' (warisan) yang menjadi kebanggaan dan mempersatukan keluarga," katanya.

Akan tetapi, dampak persaingan komoditas kelapa yang diperdagangkan dengan nilai kadar minyak sebagai penentu harga, membuat minyak kelapa bukan lagi sebagai penentu harga dalam komoditas minyak nabati.

Seandainya pemerintah dan perbankan mempunyai kehendak konstruktif menjadikan program kemitraan ini untuk petani kelapa di mana lahan dan tanamannya sudah ada, maka petani kelapa bisa menjadi pemilik pabrik sehingga akan tercipta wirausaha baru yang bukan saja meningkatkan volume dan nilai ekspor, tetapi juga lapangan kerja.

Kewirausahaan kolektif berbasis produk kelapa merupakan inisiatif lokal untuk membangun spirit kewirausahaan dan untuk membangun usaha baru di Sulawesi Utara.

Kewirausahaan kolektif membawa perubahan dan perbaikan hidup yang berdampak besar, terlihat, dan terbangun pada tatanan ekosistem kewirausahaan dengan kondisi lokal.

Belum Pilihan Pakar ekonomi Universitas Sam ratulangi (Unsrat) Manado Bernard Tewal mengatakan dunia kewirausahaan belum menjadi pilihan pertama mahasiswa dalam bekerja.

Pekerjaan orang tua dan status keturunan memainkan peran yang menentukan dalam pilihan pekerjaan mahasiswa.

Efikasi diri serta dukungan relasional dan struktural berpengaruh positif yang signifikan terhadap intensi kewirausahaan mahasiswa.

Oleh karena itu, katanya, perlu upaya yang lebih serius agar mahasiswa, setelah lulus, lebih tertarik untuk berwirausaha, baik melalui proses pendidikan formal maupun nonformal.

Selain itu, perlu mengubah pola pikir mahasiswa agar tidak menjadikan pegawai negeri sipil sebagai pilihan utama pekerjaan mereka setelah lulus Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Utara meningkatkan pelatihan kewirausahaan guna mengurangi angka pengangguran masyarakat di daerah itu.

Kepala Disnakertrans Sulut Erny Tumundo mengatakan pelatihan sesuai dengan bidang ilmu masing-masing akan dilakukan agar mereka yang telah lulus universitas bisa mendapat peluang kerja dengan baik.

Selain itu, setiap tahun dilakukan bursa kerja sebagai jembatan bagi pihak perusahan dalam mendapat ribuan tenaga kerja. Dia mengakui jumlah pengangguran di Sulut masih cukup banyak, meskipun terjadi penurunan jika dibandingkan dengan tahun lalu.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulut Moh Edy Mahmud mengatakan ketenagakerjaan di Sulawesi Utara pada Februari 2017 menunjukkan peningkatan jumlah angkatan kerja dan jumlah penduduk bekerja, sementara jumlah pengangguran mengalami fluktuasi.

Jumlah angkatan kerja pada Februari 2017 bertambah 75 ribu orang dibandingkan dengan keadaan pada Agustus 2016 dan Februari 2016.

Penduduk yang bekerja pada Februari 2017 bertambah 71,3 ribu orang dibandingkan dengan keadaan Agustus 2016 atau bertambah 90,5 ribu orang dibandingkan dengan keadaan setahun yang lalu (Februari 2016).

Jumlah penganggur pada Februari 2017 mengalami kenaikan, yaitu 3,9 ribu orang jika dibandingkan dengan keadaan Agustus 2016, dan berkurang sebanyak 15,6 ribu orang dibandingkan dengan keadaan Februari 2016.

Tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Sulawesi Utara pada Februari 2017 mencapai 6,12 persen, mengalami penurunan dibandingkan dengan TPT Agustus 2016 yang 6,18 persen atau mengalami penurunan dibandingkan dengan TPT Februari 2016 yang 7,82 persen.

Jauh Hari Direktur Utama Bank SulutGo Jeffry Dendeng menjelaskan kewirausaahan perlu terus didorong sejak jauh-jauh hari, khususnya untuk generasi muda.

Sejauh ini, pembinaan kepada generasi muda intens dilakukan Bank Indonesia, dan saat ini Bank SulutGo memberikan perhatian yang sama dengan harapan dapar mencetak wirausahawan muda potensial dengan skala UMKM.

Tentu saja, mereka juga memerlukan pendampingan maupun pelatihan. Selaku Bank Pembangunan Daerah (BPD), Bank SulutGo akan melakukan hal tersebut.

Pengembangan kewirausahaan membutuhkan tahapan pelatihan bisnis yang diawali dengan menggelar seminar seperti yang mereka laksanakan.

PT Bank SulutGo (BSG) berkerja sama dengan Sparkassen Bank asal Jerman dalam penyaluran kredit usaha mikro di daerah tersebut.

Pola pemberian kredit dianalisa dan dinilai sebagaimana diterapkan Sparkassen Bank Jerman. Hal itu menjadi acuan karena berhasil dilakukan oleh bank tersebut.

Pola pemberian kredit bagi usaha mikro ini dikenal dengan program Kredit Usaha Mikro Sejahtera (KUMS).

Kemudahan yang diberikan dalam pola ini, yakni agunan bisa berbentuk sepeda motor, persediaan barang dagangan, bahkan alat rumah tangga. Dengan demikian, debitur mendapatkan solusi mudah untuk mendapatkan pembiayaan. Kredit bisa cair maksimal tiga hari.

Bank SulutGo merupakan BPD kelima di Indonesia yang difasilitasi oleh Sparkassen Bank dalam menyalurkan kredit kepada pelaku usaha mikro. Pola kredit ini mampu menghasilkan nol non performing loan (NPL) atau kredit bermasalah.

Bank SulutGo telah menyiapkan puluhan tenaga yang akan menjalankan program tersebut dan telah disebarkan ke seluruh cabang di Provinsi Sulut dan Gorontalo.

Sparkassen Bank yang menjadi pimpinan proyek kerja sama ini, katanya, merupakan bank tabungan terbesar di Jerman dengan "market share" 35 persen.

Sinergi Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey mengatakan usaha secara sinergi penting dilakukan untuk mengembangkan kewirausahaan lewat "Mapalus".

Langkah sinergi itu penting agar pengembangan kewirausahaan melalui "Mapalus" mampu mengentaskan kemiskinan, mengurangi pengangguran, meningkatkan ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat.

Sinergi antara pemerintah daerah dalam semangat "Mapalus", juga sebagai langkah utama dalam mengoptimalkan pemanfaatan setiap sumber daya, potensi, dan talenta yang dimiliki untuk membangun dan memberdayakan masyarakat.

Selain itu, ucapnya, perlunya masukan, saran, rekomendasi, berbagai ide, dan inovasi baru berdasarkan analisis kinerja pembangunan daerah.

Ia mengemukakan tentang pentingnya semua pihak untuk berkepentingan ikut serta dalam berbagai tahapan pengembangan kewirausahaan bersemangat "Mapalus" itu guna mempercepat pembangunan berkualitas untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Semua pihak harus menjadi motor penggerak masyarakat agar berani berwirausaha, khususnya di sektor UMKM serta industri kecil dan menengah, karena hasil usaha tersebut untuk peningkatan finansial secara pribadi dan membuka lapangan pekerjaan.

Sasaran akhirnya, terwujud Sulawesi Utara berdikari dalam ekonomi, berdaulat dalam politik, dan berkepribadian dalam budaya, yang menjadi visi Provinsi Sulut saat ini.

Nancy Lynda Tagauw

Otoritas Jasa Keuangan

Jakarta, 25 Oktober 2017 (Benhil), Otoritas Jasa Keuangan melalui siaran pers yang diterbitkan pada 23 Oktober 2017 dikirimkan pada redaksi, memuat informasi teranyar yang perlu diketahui oleh publik, OJK hentikan 14 perusahaan investasi yang berpotensi merugikan masyarakat dengan berbagai iming-iming dan kegiatan investasi yang tidak masik diakal serta bertentang dengan ketentuan pemerintah.

Satuan Tugas Penanganan Dugaan Tindakan Melawan Hukum di Bidang Penghimpunan Dana Masyarakat dan Pengelolaan Investasi atau Satgas Waspada Investasi OJK (Otoritas Jasa ) Oktober ini menghentikan kegiatan penghimpunan dana masyarakat dan pengelolaan investasi tanpa izin yang dilakukan 14 entitas.

Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L Tobing mengatakan penghentian kegiatan usaha tersebut dilakukan dengan pertimbangan tidak adanya izin usaha penawaran produk serta penawaran investasi bodong yang berpotensi merugikan masyarakat karena imbal hasil atau keuntungan yang dijanjikan tidak masuk akal.

LINDUNGI MASYARAKAT, SATGAS WASPADA INVESTASI HENTIKAN 14 KEGIATAN USAHA


Untuk terus melindungi konsumen dan masyarakat, Satgas Waspada Investasi sejak 17 Oktober 2017, OJK menghentikan kegiatan usaha 14 entitas, yaitu:

  1. PT Dunia Coin Digital;
  2. PT Indo Snapdeal;
  3. Questra World/ Questra World Indonesia;
  4. PT Investindo Amazon;
  5. Dinar Dirham Indonesia;
  6. Wujudkan Impian Bersama (WIB)/ PT Global Mitra Group;
  7. Ahmad Zulkhairi Associates LLP (AZA);
  8. PT Mahakarya Sejahtera Indonesia/ PT Multi Sukses Internasional;
  9. PT Azra Fakhri Servistama;
  10. Tractoventure/ Tracto Venture Network Indonesia;
  11. PT Purwa Wacana Tertata/ Share Profit System Coin/ SPS;
  12. Komunitas Arisan Mikro Indonesia/K3 Plus;
  13. PT Mandiri Financial dan
  14. Seven Star International Investment.

Satgas Waspada Investasi telah melakukan pemanggilan terhadap entitas pemilik bisnis investasi tersebut untuk diminta kejelasan legalitas dan kegiatan usahanya. Dari pemanggilan yang dilakukan, PT Indo Snapdeal, Questra World/ Questra World Indonesia, PT Investindo Amazon, Dinar Dirham Indonesia, Ahmad Zulkhairi Associates LLP (AZA), PT Mahakarya Sejahtera Indonesia/ PT Multi Sukses Internasional, PT Azra Fakhri Servistama, Tractoventure/ Tracto Venture Network Indonesia, PT Purwa Wacana Tertata/ Share Profit System Coin, Komunitas Arisan Mikro Indonesia, PT Mandiri Financial dan Seven Star International tidak memenuhi panggilan rapat. 

PT Dunia Coin Digital dihentikan kegiatan usahanya di bidang pelatihan dan edukasi atas produk bitcoin serta jual beli paket bitcoin karena melakukan kegiatan usaha tanpa dilengkapi dengan izin usaha yang dikeluarkan oleh otoritas yang berwenang serta berpotensi merugikan masyarakat.

PT Indo Snapdeal dihentikan kegiatan penawaran paket investasi dengan imbal hasil yang ditawarkan sebesar 10% - 30% per 7 hari. Harga paket investasi mulai dari Rp.1.000.000,- sampai dengan tak terhingga. Kegiatan yang dilakukan PT Indo Snapdeal tidak dilengkapi  dengan  perizinan usaha dan berpotensi merugikan masyarakat.

Questra World/ Questra World Indonesia harus menghentikan kegiatan usaha yang dilakukan berupa penawaran investasi dengan keuntungan pasif income sebesar 4%-7% per minggu dan keuntungan aktif income yang diberikan mulai dari 5% - 15% per bulan. Kegiatan usaha tidak dilengkapi izin usaha dan diduga melanggar ketentuan perundang-undangan serta berpotensi merugikan masyarakat.

PT Investindo Amazon dihentikan kegiatan usahanya dalam melakukan penawaran investasi di bidang perdagangan berjangka komoditi dengan janji imbal hasil sebesar 15% - 25% per 15 hari (fixincome). Kegiatan penawaran tersebut dilakukan tanpa memiliki persetujuan untuk memperdagangkan produk Perdagangan Berjangka (Forex).

Dinar Dirham Indonesia harus menghentikan kegiatan usaha technology etherium block chain dengan imbal hasil yang diberikan sebesar 8% - 15% per 13 hari. Kegiatan usaha tidak dilengkapi dengan izin usaha dan diduga melanggar ketentuan perundang-undangan serta berpotensi merugikan masyarakat.

Wujudkan Impian Bersama (WIB) PT Global Mitra Group dihentikan kegiatan usahanya oleh Satgas Waspada Investasi dikarenakan melakukan kegiatan member get member dengan imbal hasil sebesar 5% - 15% setiap berhasil merekrut member baru.

Ahmad Zulkhairi Associates LLP (AZA) harus menghentikan kegiatan usaha berupa penawaran deposito berjangka dengan imbal hasil 30% - 42% per bulan. Satgas Waspada Investasi menyampaikan bahwa penggunaan logo OJK Ahmad Zulkhairi Associates LLP (AZA)/dilakukan tanpa izin.

PT Mahakarya Sejahtera Indonesia/ PT Multi Sukses Internasional merupakan perusahaan dengan konsentrasi pengembangan, pemasaran dan pelayanan produk Kesehatan (Healthy Care), Perawatan (Personal Care), & Kecantikan (Beauty Care). Kegiatan usaha tidak dilengkapi izin usaha dan diduga melanggar ketentuan perundang-undangan serta berpotensi merugikan masyarakat.

PT Azra Fakhri Servistama/ Azrarent.com harus menghentikan kegiatan usaha penawaran program titipan mobil dengan jangka waktu 3 tahun dan pada saat dijual nilai jualnya menjadi 90% dan 10% menjadi milik PT Azra Fakhri Servistama/ Azrarent.com karena kegiatan tersebut dilakukan tanpa izin dan diduga melanggar ketentuan perundang-undangan serta merugikan masyarakat.

Tractoventure/Tracto Venture Network Indonesia dihentikan kegiatan usahanya oleh Satgas Waspada Investasi karena melakukan penawaran penggunaan mata uang digital yaitu Crypto Currency dan menggunakan sistem multi level marketing dalam menawarkan mata uang tersebut tanpa dilengkapi izin dari otoritas yang berwenang.

PT Purwa Wacana Tertata/ Share Profit System Coin/ SPSCoin.co adalah Sharing Profit System yang bergerak di bidang Bitcoin. Program SPSCoin dijalankan oleh perusahaan PT Purwa Wacana Tertata yang bergerak di bidang cryptocurrency. Profit yang ditawarkan adalah Pasif Income sebesar 1% perhari (tanpa syarat), Refferal Bonus sebesar 10% (tanpa batas), dan Pairing Bonus sebesar 10%. Kegiatan tidak dilengkapi dengan izin usaha dan diduga melanggar ketentuan perundang-undangan serta berpotensi merugikan masyarakat.

Komunitas Arisan Mikro Indonesia/K3 Plus harus menghentikan kegiatan arisan karena kegiatan tersebut dilakukan tanpa izin dan diduga melanggar ketentuan perundang-undangan serta merugikan masyarakat.

PT Mandiri Financial pemilik situs dengan menggunakan Blog gratisan milik Google investasisahammandiri.blogspot.co.id harus menghentikan kegiatan penawaran investasi saham dengan tawaran imbal hasil sebesar 10% - 500% per bulan. Satgas Waspada Investasi menyampaikan bahwa penggunaan logo OJK oleh PT Mandiri Financial dilakukan tanpa izin.

Seven Star International Investment harus menghentikan kegiatan penawaran investasi dengan imbal hasil sebesar 53% per 18 bulan karena tidak dilengkapi dengan izin usaha dan diduga melanggar ketentuan perundang-undangan serta berpotensi merugikan masyarakat.

Sejak Januari – Oktober 2017, Satgas Waspada Investasi OJK telah menghentikan kegiatan usaha 62 entitas. Penghentian kegiatan entitas tersebut adalah untuk memberikan kepastian hukum kepada masyarakat bahwa entitas tersebut tidak memiliki izin dan berpotensi merugikan masyarakat.

Satgas Waspada Investasi menghimbau kepada masyarakat agar sebelum melakukan investasi untuk memahami hal-hal sebagai berikut :
  • Memastikan pihak yang menawarkan investasi tersebut memiliki perizinan dari otoritas yang berwenang sesuai dengan kegiatan usaha yang dijalankan.
  • Memastikan pihak yang menawarkan produk investasi, memiliki izin dalam menawarkan produk investasi atau tercatat sebagai mitra pemasar.
  • Memastikan jika terdapat pencantuman logo instansi atau lembaga pemerintah dalam media penawarannya telah dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Jika menemukan tawaran investasi yang mencurigakan, masyarakat dapat segera mengkonsultasikan atau melaporkan kepada Layanan Konsumen OJK 1500655, email konsumen@ojk.go.id atau waspadainvestasi@ojk.go.id.

Informasi lebih lanjut:
Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L. Tobing/ Direktur Kebijakan dan Dukungan Penyidikan OJK. Telp: 021-29600000, e-mail: tongam.tobing@ojk.go.id, website: www.ojk.go.id.

Berita terkini dan siaran pers Otoritas Jasa Keuangan dapat dilihat melalui tautan ini yang dirilis melalui salah satu situs berita online nasional, dimutakhirkan sesuai dengan informasi teranyar yang penting disampaikan kepada masyarakat.

Barang China

Banyaknya pengguna produk impor dari China menjadikan semakin tingginya permintaan akan produk cina yang asli sehingga terjamin kualitasnya. Masing-masing jenis produk impor dari cina dibedakan menjadi beberapa jenis antara lain; produk elektronik, produk konsumsi, serta barang siap pakai. Tentu dengan mengenali jenisnya akan lebih mudah untuk pengguna membedakan serta mengetahui produk mana yang asli serta palsu. 

Sementara itu, banyak pengguna seringkali merasa tertipu dengan membeli sebuah produk China karena melalui sebuah distributor atau  importir yang kurang jujur. Alhasil, seringkali menuai kekecewaan. Dan tentu saja tak ada konsumen yang ingin dirugikan setelah mengeluarkan uangnya bukan?

Berangkat dari banyaknya pertanyaan seputar cara mengecek keasliaan barang impor dari China, maka artikel kali ini coba hadirkan ulasannya. Untuk menghindari multitafsir, dalam artikel kali ini, tidak akan ada penyebutan merek tertentu, tetapi lebih menjadi ulasan secara global dari suatu barang berdasarkan jenisnya. Simak ulasannya mendalam

Apa Itu KW, Setiap Jenis Barang Sebenarnya Punya Ciri Ketidakaslian Yang Hampir Serupa


Hal pertama yang harus dikenali saat membeli sebuah produk dari China adalah dengan mengerti istilah KW. Sebagai pengguna sudah sepatutnya untuk menanyakan terlebih dahulu tentang grade atau derajat keaslian sebuah barang. Biasanya, grade barang dibedakan menjadi empat yaitu, grade Ori, atau Original, KW 1, KW 2 dan KW super yang sangat mirip dengan produk aslinya. 

KW 1 punya kualitas yang lebih baik dibandingkan KW 2 sedangkan KW super biasanya memang sangat mirip dari banyak segi dengan produk asli yang di palsukan. Sementara untuk  ori sudah pasti tidak perlu lagi ditanyakan kualitasnya. 

Sebagai tips, selalu tanyakan pada penjual, pelapak atau importir tempat kita akan membeli barang tersebut, pilih penjual atau importir yang bersedia menjelaskan secara terbuka dan terang-terangan, hindari untuk membeli produk dari pihak penjual atau importir yang ogah-ogahan untuk memberikan informasi produk dari barang yang dijualnya.

Sementara itu, jenis produk tertentu seperti misalnya, elektronik, gadget atau gawai, dan aksesorisnya atau produk siap pakai macam baju dan sepatu punya ciri tertentu. Biasanya, akan selalu ada bagian-bagian yang terkadang terlihat tercetak kurang rapi. Juga untuk beberapa produk seperti pakaian akan ada bagian pembeda yang sangat tdak sesuai dengan aslinya. 

Dengan mengenali ciri semacam ini, sebenarnya dapat kita simpulkan, bahwa dengan memperhatikan detil-detil terkecil dari sebuah produk, maka sangat mungkin sebagai pengguna kita bisa menemukan sebuah ciri khusus yang akan menjadikan kita tahu secara pasti produk tersebut adalah produk degan derajat keaslian tertentu. Kecermatan serta kejelian memang jadi satu modal utama membeli sebuah produk import, agar jangan sampai salah memilih dari segi gradenya. 

Tetapi bagaimana bila kita akan membeli sebuah produk dari tangan importir secara online? Disini sebenarnya timbul masalah baru. Karenanya untuk berbagai aspek yang memang bisa dipastikan secara kasat mata atau melalui sistem COD maka tentu akan sangat mudah untuk mengetahui mana produk asli dengan menyentuhnya secara langsung. Sementara untuk produk yang akan dibeli via online, tentu jeli dan bijak dalam memilih importir atau pihak penjual yang hendak kita beli produknya menjadi sebuah kunci mutlak.

Lahan Nanas Riau
 Foto: Kompas

Asap membumbung tinggi memenuhi ruang atmosfer yang ada di sekitar. Radiasi panas pun tersaji ketika si jago merah mulai melahap kayu, dan ranting bagai hewan buas yang menelan mangsa.

Masyarakat lalu-lalang berlarian setiap hari mencari barang terdekat untuk menjinakan api tersebut, entah memukul atau melemparkannya ke bara api, air pun seakan tidak dapat memadamkan amarah luapan oksidasi kimiawi yang terbentuk.

Bagaimana mudah padam, jika yang terbakar juga termasuk lahan gambut, sesuatu yang disukai api untuk ia hanguskan. Bahkan luasnya mencapai enam hektare sebagai medan atraksi gulungan bara.

Peristiwa tersebut terjadi pada tahun 2012, di Sei Pakning, Riau. Di tahun ketika Timnas sepak bola Spanyol merengkuh juara Piala Eropa 2012, Indonesia disibukkan dengan upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan gambut.

Musnahnya lahan seluas enam hektare tersebut menjadi pelajaran berharga bagi warga sekitar. Tidak hanya kerugian materi, namun ragam aneka hayati dan hewani yang menjadi persinggahan juga turut menguap bersama jelaga hitam.

Namun, kisah itu diupayakan menjadi dongeng yang berakhir manis. Sejak dua tahun lalu (2015) duka itu terlewati. Upaya bahu membahu Pemerintah, masyarakat dan Pertamina Refinery Unit (RU) II Production Sei Panking, musibah itu teratasi dengan menghadirkan program pemanfaatan lahan bekas terbakar.

Program tersebut berorientasi pada Mitigasi Karlahut (Kebakaran Lahan dan Hutan) Berbasis Masyarakat dan Pengembangan Kawasan Pertanian Nanas Terintegrasi.

Mulai tahun 2015, melalui program tersebut masyarakat didampingi Pemerintah dan Pertamina RU II Production Sei Pakning mendorong upaya pencegahan kebakaran lahan dan hutan di wilayah Bukit Batu melalui alih fungsi lahan.

Bekerja sama dengan LPPM Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Pertamina Production Sei Pakning melakukan pendampingan bagi kelompok tani melalui pemberdayaan masyarakat, dengan mengalihfungsi lahan semak belukar yang merupakan bekas area kebakaran lahan, menjadi pertanian nanas gambut dan melakukan diversifikasi produk olahan nanas.

GM Pertamina RU II Production Otto Gerentaka mengatakan sejak Program Pengembangan Kawasan Pertanian Nanas Terintegrasi ini dilakukan, tahun 2017 tercatat telah terjadi peningkatahan lahan pertanian nanas seluas 4,5 persen dengan potensi pendapatan kelompok mencapai Rp 20 juta/bulan dari penjualan hasil pertanian dan produk olahan nanas.

Sebelumnya, dari lahan tiga hektare dengan tiga orang petani dan 10 orang petani penggarap, hasil panen mencapai 10.000 buah/hektare dengan kualitas Grade A-B (85 persen) dan C (15 persen), dengan total pendapatan kelompok dari pejualan mencapai Rp 17 Juta/panen.

Hingga saat ini, katanya, upaya budi daya tanaman produktif cukup menjanjikan dan tahun yang akan datang diproyeksikan luasnya menjadi 15 hektare. Pihaknya berharap muncul Sentra Pertanian Nanas Gambut yang dapat menjadi ciri khas di wilayah Sungai Pakning.

Sementara itu, Samsul, Ketua Kelompok Tani Tunas Makmur yang menjadi mitra binaan Pertamina membenarkan fakta tersebut. Ia bahkan mengakui bahwa sejak program ini dimulai, masyarakat menjadi lebih termotivasi untuk mengalihfungsi lahan semak menjadi pertanian nanas karena ada nilai tambah yang didapatkan cukup besar.

Kelompok Tani Tunas Makmur yang dipimpinnya beranggotakan 27 orang. Kelompok laki-laki sehari-hari menjalankan kegiatan pertanian, sementara kelompok perempuan memproduksi nanas olahan. Produk unggulan kelompok tani mereka adalah keripik nanas gambut dan manisan nanas.

Di awal alih fungsi lahan tahun 2015, masyarakat termasuk Kelompok Tani Tunas Makmur melakukan kegiatan pengelolaan lahan dengan memanfaatkan lahan yang bersifat kritis menjadi bernilai produktif. Dimulai dengan pengelolaan lahan perkebunan cabai dan pisang di daerah Batang Duku seluas 2 hektare. Selanjutnya pengelolaan kebun nanas di Desa Kampung Jawa berkisar delapan hektare.

Samsul mengaku bersyukur bencana yang dulu menyimpan duka, kini menjadi harapan kesejahteraan untuk masa depan Kampung Sei Pakning.

Mitigasi Agar bencana yang sama tidak berulang kembali, Pertamina Refinery Unit (RU) II Production Sei Pakning, juga mendorong keterlibatan masyarakat melakukan upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan agar musibah tidak terulang kembali.

Isu kebakaran tersebut telah menjadi perhatian dunia sejak beberapa tahun belakangan. Indonesia pada dasarnya telah digadang menjadi produsen karbon dunia, dihadapkan pada permasalahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang muncul di beberapa wilayah, seperti Sumatera, termasuk di wilayah Sei Pakning di Provinsi Riau.

Kembali, Otto Gerentaka mejelaskan faktor alam dan keterbatasan sarana dan prasarana pemadaman api di wilayah Sei Pakning mengakibatkan rawannya terjadi kebakaran lahan dan hutan. Sebagai korporasi yang beroperasi di sekitarnya, Pertamina menilai masyarakat membutuhkan bantuan untuk mengatasi tingginya potensi kebakaran.

Masyarakat, kata GM Pertamina RU II Production tersebut, dengan keterbatasan kapasitas tidak bisa berbuat banyak melihat lahan atau hutan di sekitarnya dilanda kebakaran. Menyadari pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, Pertamina hadir untuk membantu masyarakat sebagai wujud tanggung jawab sosial Pertamina dengan melibatkan seluruh komponen.

Kemudian dari pihak pemerintah, Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan M.R Karliansyah juga turut mendampingi memberi pengarahan kepada masyarakat.

Karliansyah melihat upaya Pertamina Production Sei Pakning menggandeng partisipasi masyarakat dalam mitigasi karhutla, bisa menjadi contoh bagi perusahaan lain dalam menangani kebakaran hutan dan lahan. Kuncinya, kata dia, adalah kolaborasi partisipatif masyarakat, perusahaan dan pemerintah setempat dalam mencari solusi pengurangan resiko kebakaran melalui Program Mitigasi Karhutla Berbasis Masyarakat, dengan mengembangkan sumber daya ekonomi masyarakat.

Di Sei Pakning, sumber daya ekonomi yang digarap berupa pengembangan kawasan pertanian nanas terintegrasi, di lahan bekas kebakaran.

Menurutnya, dengan alih fungsi lahan tersebut membuat upaya-upaya pencegahan kebakaran hutan semakin maksimal, karena masyarakat juga diberikan ketrampilan pengolahan makanan dari bahan baku nanas serta mengawasi kondisi lingkungan makin terpantau.

Kini, masyarakat menjadi lebih termotivasi untuk mengalihfungsikan lahan semak menjadi pertanian nanas karena adanya nilai tambah yang didapatkan. Selain itu, upaya ini juga menjadi insentif tambahan bagi Masyarakat Peduli Api (MPA) Kelurahan Sei Pakning untuk semakin rutin menggelar patroli api.


Mal Jakarta

Jakarta, 14/10 (Benhil) - Persaingan dalam ekonomi memang untuk para pelaku usaha yang tangguh, terutama bila kondisi perekonomian ternyata menjadi melesu karena semakin sedikitnya orang yang berbelanja di mal atau pusat perbelanjaan.

Kelesuan tersebut juga dirasakan oleh sejumlah mal yang terdapat di wilayah DKI Jakarta, meski ada juga yang terus menunjukkan kinerja yang melesat.

Pengembang apartemen Green Pramuka menyatakan kinerja mal di Jakarta yang mengalami tren kecenderungan menurunnya jumlah pengunjung sebenarnya bukan terkait daya beli.

Namun, menurut Marketing Director Green Pramuka City Jeffrey Yamin melihat hal tersebut lebih kepada akibat kesalahan strategi pengembang properti.

Ia menyatakan hal itu sudah dilihat pihaknya dari sekitar beberapa tahun yang lalu, seperti pada tahun 2010, jumlah pusat perbelanjaan atau mal yang ada di Jakarta mencapai 170 lebih atau setara lahan seluas 4 juta meter persegi.

Perhitungan tersebut dinilai telah melebihi batas ideal antara jumlah mal dan jumlah penduduk.

Menurut dia, hal tersebut juga direpotkan dengan sejumlah pengembang yang justru terus membangun mal.

Hal tersebut membuat Pemprov DKI bahkan sampai mengeluarkan pembatasan pembangunan mal dengan mengeluarkan instruksi gubernur pada tanggal 20 Oktober 2011.

Jeffrey berpendapat potensi pengembangan mal saat itu disebabkan karena kecenderungan masyarakat Jakarta yang kerap menjadikan pusat perbelanjaan sebagai obat stres.

juga mengingatkan ada kajian yang menunjukkan bahwa rata-rata orang Jakarta, yang mayoritas adalah perempuan, ternyata bisa menghabiskan waktu hingga sekitar tiga jam setiap kali mengunjungi mall.

Dengan kondisi tersebut, lanjutnya, pembangunan pusat perbelanjaan terus berjalan di berbagai daerah di wilayah ibu kota.

Sampai tahun 2013, terdapat 564 pusat perbelanjaan di Jakarta dengan jumlah terbanyak terdapat di area CBD (Central Business District).

Namun disayangkan, para pengembang juga dinilai mengabaikan tren yang sedang terjadi pada masyarakat yang tinggal di megapolitan di negara-negara lain.

Mengutip data Green Street Advisors, lembaga pemantau industri pusat perbelanjaan, sejak tahun 2010 sedikitnya ada 30 mal di penjuru Amerika Serikat yang terpaksa ditutup dan 60 mal yang mulai sepi pengunjung.

Menurut Jeffry, saat itu pengembang mal di AS ramai-ramai menuding belanja daring (online) sebagai biang keladi sepinya mal, padahal tidak disadari bahwa hal itu karena jumlah mal yang terlalu banyak.

Okupansi Sementara itu, konsultan properti Colliers International menyoroti okupansi mal-mal di wilayah Jakarta dan sekitarnya yang menunjukkan penurunan dibandingkan dengan tingkat keterisian tahun-tahun sebelumnya.

Associate Director Research Colliers International Indonesia Ferry Salanto memaparkan okupansi di pusat perbelanjaan Jakarta merupakan yang terendah selama 10 tahun terakhir, yaitu berada pada posisi 83,5 persen pada kuartal III-2017.

Menurut dia, peritel di wilayah ibu kota umumnya mengalami jumlah penjualan yang menurun, yang dalam sejumlah kasus mengakibatkan penurunan sejumlah gerai.

Selain itu, penduduk kelas menengah dan menengah-bawah dinilai juga semakin selektif dalam membelanjakan pendapatan yang diterimanya.

Hal tersebut antara lain karena meningkatnya biaya hidup dan meningkatnya kecenderungan untuk menabung akhir-akhir ini.

Sedangkan konsultan properti Jones Lang LaSalle (JLL) menyatakan kinerja pusat perbelanjaan kelas atas meningkat tetapi hal yang berbeda terjadi pada kinerja mal kelas bawah yang dinilai relatif semakin tidak menarik bagi warga ibukota.

Head of Research JLL Indonesia James Taylor memaparkan, destinasi mall primer mengalami okupansi tinggi dan "foot traffic" (jumlah pengunjung) yang menunjukkan penguatan.

Menurut dia, mall premium relatif lebih memiliki gerai penjualan makan dan minuman yang lebih atraktif, begitu pula dengan gerai usaha jenis fesyen dan bidang hiburan, serta memiliki tingkat okupansi yang lebih tinggi.

Untuk mal kelas bawah, pada saat ini relatif mengalami kunjungan terbatas dan beberapa gerai tutup karena berubahnya preferensi konsumen, tingkat daya beli konsumen yang melemah, dan meningkatnya belanja online atau dalam jaringan.

Ferry Salanto juga menyatakan bahwa transaksi yang dilakukan melalui perdagangan elektrobik (e-commerce) berdampak kecil kepada kinerja mal karena hal tersebut lebih dipengaruhi kondisi daya beli masyarakat.

Menurut dia, hanya sejumlah merek atau waralaba komoditas tertentu saja yang penjualannya memiliki ketergantungan dengan proses "e-commerce" atau transaksi melalui internet.

Ferry mengingatkan berdasarkan suatu kajian, bahwa hanya sekitar 1 persen dari pembelian yang dilakukan saat ini yang menggunakan proses melalui transaksi digital "e-commerce".

Ia juga berpendapat bahwa berbagai pusat perbelanjaan yang ada di wilayah ibukota pada saat ini merupakan salah satu sasaran hiburan warga yang tidak bisa tergantikan.

Generasi milenial Sementara itu, Senior Associate Director Retail Services Colliers International Indonesia, Steve Sudjianto mengingatkan bahwa saat ini, jumlah konsumen yang terus berkembang pesat adalah mereka yang disebut sebagai generasi milenial.

Untuk itu, Steve Sudjianto menyatakan pengelola mal harus beradaptasi dengan generasi yang lahir pada abad ke-21 ini.

Strategi itu, ujar Steve, dapat dilakukan dengan peritel yang dinilai mesti berevolusi ke "life style" (gaya hidup) dan "entertainment" (hiburan), karena kebanyakan generasi milenial adalah "digital-minded".

Karena itu, menurut dia, saat ini banyak pengelola mal yang melakukan renovasi dalam rangka memuaskan keinginan para pengunjungnya.

Di tingkat global, Steve mencontohkan peritel pakaian Uniqlo di Jepang yang telah menjual produknya melalui 'vending machine' (mesin otomatis), atau di Inggris yang memiliki kompleks "container park" di mana seluruh toko yang ada di kawasan itu terdiri atas kontainer.

Ia mengingatkan bahwa "nyawa"-nya mal adalah pengunjung, tetapi tidak hanya berdasarkan jumlah pengunjungnya yang banyak, tetapi juga dengan banyaknya pengunjung yang berbelanja di mal tersebut.

Karena itu, para pengelola pusat perbelanjaan tidak hanya di wilayah ibukota, tetapi juga di daerah lainnya, juga harus memiliki strategi "survival of the fittest" atau adaptasi yang baik, bila kinerja bisnisnya juga terus ingin meningkat. (Ben/An)

Muhammad Razi Rahman

Bali Galeh Kawan

Padang, 14/10 (Benhil) - Apakah anda selama ini termasuk orang yang jika berbelanja barang dengan teman sendiri minta diskon?. Jika ya ketahuilah kebiasaan tersebut kurang baik karena secara tidak langsung telah menghambat kemajuan usaha sahabat sendiri.

Sudah lazim di masyarakat jika berbelanja barang atau jasa kepada teman sendiri pasti akan memanfaatkan kebaikan teman alias aji mumpung dengan minta harga dikurangi atas dalih persahabatan.

Dalam kondisi ini pemilik usaha berada dalam posisi dilema apakah harus mengambil keuntungan atau menjual dengan harga modal saja dengan alasan tidak elok mengambil keuntungan dari teman sendiri.

Tahukah kita jika kebiasaan tersebut terus menerus terjadi, pedagang tidak akan mendapatkan apa-apa dari usaha yang digelutinya dan rasanya tidak ada di dunia ini orang berusaha untuk mencari rugi.

Akhirnya alih-alih usaha akan berkembang, yang terjadi adalah gulung tikar karena setiap orang yang mau berbelanja minta diskon sehingga modal pemilik usaha lama-lama tergerus.

Beranjak dari fenomena tersebut Komunitas Tangan di Atas (TDA) Cabang Padang selaku komunitas wirausaha yang memiliki 61 cabang di Tanah Air ingin mendobrak cara pandang yang dinilai kurang tepat saat berbelanja dengan teman sendiri.

Tepat 9 September 2017 Komunitas TDA Padang meluncurkan Program "Bali Galeh Kawan" atau membeli dagangan teman sendiri yang dihadiri Wali Kota Padang Mahyeldi.

Pengurus TDA Wilayah Sumbar Sumut Tomi Iskandar Syarif menjelaskan program "Bali Galeh Kawan" merupakan upaya yang dilakukan untuk memperkuat bisnis dengan cara saling berbelanja kebutuhan kepada sesama anggota komunitas.

Ia menceritakan program "Bali Galeh Kawan" pada awalnya digagas 2011, namun dalam lingkungan yang terbatas.

Waktu itu, kata dia, mererka punya kebiasaan kalau berbelanja itu ke sesama teman. Kalau pun barangnya tidak ada maka carinya kepada teman dari teman.

Kemudian pada 2017 gerakan ini kembali diluncurkan agar lebih masif dan terstruktur apalagi anggota TDA anggotanya sudah mulai banyak.

Menurutnya tujuan program "Bali Galeh Kawan" agar usaha-usaha skala lokal yang ada di Padang bisa jadi tuan rumah di negeri sendiri.

"Kalau bisa dipasarkan ke tingkat nasional hingga skala ekspor, tentu harus dimulai dulu dari tingkat lokal," katanya.

Ia melihat selama ini usaha-usaha lokal cenderung jalan di tempat dan pada sisi lain merek-merek besar dan ternama dari luar dengan mudah masuk menyerbu ke Sumatera Barat. Akibatnya usaha lokal sulit bergerak di daerah sendiri.

Ia mengakui kelemahan usaha lokal sulit maju berdasarkan pemetaan yang dilakukan TDA adalah terbatasnya omzet akibat lemahnya kompetensi dan pengembangan jaringan.

Dengan gerakan "Bali Galeh Kawan" bisa membantu omzet teman-teman mereka sehingga usaha yang dimiliki menjadi lebih kuat.

Menurutnya ketika omzet meningkat maka pemilik usaha dapat meningkatkan kompetensi dan manajemen usahanya yang berujung pada peningkatan kualitas barang. Kalau barang yang dimiliki bagus, tidak perlu pakai gerakan pun orang akan mencari, lanjut dia.

Ternyata gerakan "Bali Galeh Kawan" mendapat sambutan positif dari banyak pihak karena memang selama ini yang menjadi persoalan usaha yang mengemuka memang minimnya omset.

Apalagi, kata dia, ekonomi Sumbar paling besar ditopang oleh usaha mikro kecil dan menengah.

Setelagh resmi diluncurkan Komunitas TDA pun mulai bergerak dengan menyerukan ajakan "Bali Galeh Kawan" kepada kelompok-kelompok bisnis dan komunitas wirausaha.

Untuk menunjang itu pihaknya juga menggelar pertemuan dengan sejumlah perusahan, pemerintahan, hingga ke kampus agar gerakan ini didukung, tapi bukan sebatas lisan, melainkan tindakan nyata agar berbelanja kebutuhan kepada teman sendiri.

Ia menekankan dalam praktiknya program "Bali Galeh Kawan" tidak melalui calo melainkan langsung berhubungan dengan pemilik usaha.

Tomi memberi contoh saat ini sedang pesat pembangunan hotel di kota Padang yang tentu membutuhkan berbagai peralatan kamar, seperti sprei dan lainnya.

Namun yang terjadi masih banyak pengelola hotel yang membeli kebutuhan itu di Jakarta, padahal di Padang bisa disediakan.

Termasuk juga dalam pembangunan infrastruktur yang ada. Alangkah baiknya diutamakan dulu produk lokal.

Melawan stigma salah satu perjuangan berat yang harus ditempuh dalam menyukseskan Program "Bali Galeh Kawan" adalah melawan stigma atau nilai yang berkembang kalau berbelanja kepada teman bisa minta diskon dan lebih murah dibanding harga pasar.

Ini sudah jadi kebiasaan, bahkan kalau ada teman membuka usaha dan meluncurkan restoran biasanya kan kita diundang makan-makan, dan kalau parfum akan dibagi-bagi.

Ia menilai seharusnya mengapresiasi teman membuka usaha bukan dengan meramaikan peluncuran melainkan membelinya dengan harga yang normal, bukan diskon.

Para aktivitas TDA sudah sepakat melakukan itu, mungkin produknya tidak terlalu butuh, tapi sebagai bentuk apresiasi membantu promosi atau marketing bersama.

Kemudian ia juga mengedukasi Komunitas TDA bahwa ketika membeli kepada teman sendiri bukan berarti mengabaikan kualitas produk.

Kuncinya, pastikan orang berbelanja kepada kita karena barangnya bagus dan harganya sesuai.

Ia menyampaikan kunci kesuksesan program "Bali Galeh Kawan" adalah kepercayaan ketika seseorang berbelanja harganya fair dan kualitas barangnya juga baik.

Jika kepercayaan sudah terbentuk maka pandangan membeli dagangan teman karena murah perlahan-lahan akan sirna.

Ia menyebutkan saat ini ada sekitar dua ribu orang yang tergabung dalam TDA Padang dan menargetkan dalam setahun ke depan 10 ribu usaha terlibat dalam program ini.

Sebenarnya 10 ribu usaha itu masih kecil karena saat ini saja di Padang ada 80 ribu UMKM, katanya.

Komunitas TDA Padang juga menargetkan dalam setahun hingga dua tahun ke depan ada usaha lokal yang bisa menembus pasar nasional hingga ke luar negeri.

Setidaknya kalau tidak bisa ekspor, paling kurang menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

Sementara Ketua TDA Padang 5.0 Antoni Saputra mengatakan selain meningkatkan kapasitas usaha, program ini juga untuk membentuk pasar khusus serta imunitas usaha.

Ia menceritakan di TDA skala usaha yang dimiliki anggotanya dibagi atas fase akan dan mulai berbisnis, pertumbuhan mikro dan kecil, fase kecil dan menengah dan fase besar.

Untuk meningkatkan skala usaha dilaksanakan sejumlah kegiatan, mulai dari pertemuan rutin, TDA ghatering hingga TDA forum, mentoring bisnis untuk memotivasi dan pendampingan bisnis.

Ia berharap dengan kehadiran program "Bali Galeh Kawan" secara perlahan dapat engubah paradigma bahwa cara terbaik mengapresiasi usaha teman adalah berbelanja dengan harga yang wajar sehingga skala usaha dapat tumbuh yang pada akhirnya akan menggerakan ekonomi lokal. (Ben/An)

Ikhwan Wahyudi

Mendirikan usaha sendiri merupakan satu hal yang banyak dicita-citakan oleh banyak orang. Tak terkecuali oleh anak muda. Jika Anda adalah salah satu orang yang ingin mengembangkan usaha milik Anda sendiri maka Anda harus siap untuk menjalankan tips membuka usaha baru.

Dengan menyiapkan hal-hal penting ini maka akan lebih membantu untuk membuat usaha yang Anda rintis bisa berkembang dengan baik. Kunci utama dalam mengembangkan satu usaha atau bisnis adalah keseriusan dan langkah yang tepat ketika mengambil sebuah keputusan.

Tips Membuka Usaha Baru Bagi Pemula


Termasuk berbagai hal penting yang harus dipersiapkan saat akan membuka usaha ataupun ketika memiliki niat untuk membuka usaha. Berbagai perpaduan tersebut akan menjadi tips untuk membuka usaha baru yang menguntungkan dan membuat Anda mendapatkan laba sebanyak-banyaknya.

Berikut Beragam Hal Penting Dalam Membuka Usaha Baru

Pikirkan Nama Usaha
Pertama kali yang harus Anda siapkan jika Anda ingin membuat dan mengembangkan usaha adalah berikan nama yang tepat untuk usaha. Nama pastinya menjadi satu hal yang sangat penting sebab dari nama tersebutlah produk Anda bisa dikenal dan diperkenalkan ke seluruh orang.

Nama brand atau usaha juga harus bisa dengan mudah dikenal dan diingat oleh banyak orang. Hal ini dikarenakan orang akan berkenalan terlebih dahulu dengan nama usaha atau produk Anda sebelum mereka mengenal dengan barang yang akan Anda tawarkan. Semakin unik, singkat dan mudah maka akan semakin tertanam di pikiran para konsumen.

Tentukan Target Market
Target Market adalah golongan konsumen yang akan Anda sasar. Misalnya saja, target market dari anak remaja, orang tua, mahasiswa, pekerja dan berbagai target lainnya. tips membuka usaha baru akan membantu Anda dalam melangkah pada usaha berikutnya.

Semakin tahu target market Anda, Anda juga bisa menentukan bagaimana cara promosi yang tepat. Selain itu, dengan menentukan target market dari usaha Anda, Anda juga bisa menentukan bagaimana pelayanan yang akan Anda berikan.

Nilai Dari Usaha atau Produk Anda
Tips membuka usaha baru ini bisa menjadi salah satu cara untuk membuat usaha baru Anda semakin berkembang. Nilai yang dimaksudkan disini adalah nilai dan makna dari usaha Anda. Semakin bernilai dari usaha Anda biasanya akan semakin menarik perhatian dari konsumen.

Nilai yang dimaksud disini adalah nilai dari penting usaha atau produk Anda. Tambahkan saja sesuatu hal yang kiranya bisa menambah nilai dari usaha atau produkmu, seperti dukungan terhadap gerakan go green, anti pembajakan, ataupun berbagai hal lainnya. Hal ini juga bisa menjadi salah satu ciri khas yang akan membuat produk atau usaha Anda makin mudah dikenal oleh konsumen. 

Tarik Kepercayaan Konsumen 
Kepercayaan, pastinya hal ini menjadi salah satu hal yang sangat penting untuk Anda dapatkan dari usaha Anda. Tanpa adanya kepercayaan maka mustahil jika konsumen akan terus menggunakan jasa ataupun produk dari usaha yang Anda dirikan.

Oleh karena itu, Anda harus bisa menjaga dan menarik kepercayaan konsumen. Tips membuka usaha baru adalah dengan terus memberikan perhatian ketika mereka menggunakan produkmu dan terus jaga kepercayaan yang konsumen berikan.

Ciptakan Hubungan dengan Konsumen
Jika Anda sudah mulai menjalankan usaha, selalu jaga hubungan yang baik dengan para konsumen. Menciptakan hubungan yang baik dengan konsumen bisa menjadi cara untuk terus mengembangkan usaha Anda.

Tips membuka usaha baru ini bisa Anda lakukan dengan terus melakukan promosi kepada konsumen. Promosi bisa menjadi satu cara untuk menjaga hubungan dengan konsumen sebab dengan begitu para konsumen akan semakin tahu tentang apa saja inovasi baru dari usaha Anda dan konsumen merasa selalu diperhatikan dengan baik.
All rights reserved, Copyright © 2015 www.benhil.net. Powered by Blogger.