Showing posts with label Bisnis. Show all posts

Barang China

Banyaknya pengguna produk impor dari China menjadikan semakin tingginya permintaan akan produk cina yang asli sehingga terjamin kualitasnya. Masing-masing jenis produk impor dari cina dibedakan menjadi beberapa jenis antara lain; produk elektronik, produk konsumsi, serta barang siap pakai. Tentu dengan mengenali jenisnya akan lebih mudah untuk pengguna membedakan serta mengetahui produk mana yang asli serta palsu. 

Sementara itu, banyak pengguna seringkali merasa tertipu dengan membeli sebuah produk China karena melalui sebuah distributor atau  importir yang kurang jujur. Alhasil, seringkali menuai kekecewaan. Dan tentu saja tak ada konsumen yang ingin dirugikan setelah mengeluarkan uangnya bukan?

Berangkat dari banyaknya pertanyaan seputar cara mengecek keasliaan barang impor dari China, maka artikel kali ini coba hadirkan ulasannya. Untuk menghindari multitafsir, dalam artikel kali ini, tidak akan ada penyebutan merek tertentu, tetapi lebih menjadi ulasan secara global dari suatu barang berdasarkan jenisnya. Simak ulasannya mendalam

Apa Itu KW, Setiap Jenis Barang Sebenarnya Punya Ciri Ketidakaslian Yang Hampir Serupa


Hal pertama yang harus dikenali saat membeli sebuah produk dari China adalah dengan mengerti istilah KW. Sebagai pengguna sudah sepatutnya untuk menanyakan terlebih dahulu tentang grade atau derajat keaslian sebuah barang. Biasanya, grade barang dibedakan menjadi empat yaitu, grade Ori, atau Original, KW 1, KW 2 dan KW super yang sangat mirip dengan produk aslinya. 

KW 1 punya kualitas yang lebih baik dibandingkan KW 2 sedangkan KW super biasanya memang sangat mirip dari banyak segi dengan produk asli yang di palsukan. Sementara untuk  ori sudah pasti tidak perlu lagi ditanyakan kualitasnya. 

Sebagai tips, selalu tanyakan pada penjual, pelapak atau importir tempat kita akan membeli barang tersebut, pilih penjual atau importir yang bersedia menjelaskan secara terbuka dan terang-terangan, hindari untuk membeli produk dari pihak penjual atau importir yang ogah-ogahan untuk memberikan informasi produk dari barang yang dijualnya.

Sementara itu, jenis produk tertentu seperti misalnya, elektronik, gadget atau gawai, dan aksesorisnya atau produk siap pakai macam baju dan sepatu punya ciri tertentu. Biasanya, akan selalu ada bagian-bagian yang terkadang terlihat tercetak kurang rapi. Juga untuk beberapa produk seperti pakaian akan ada bagian pembeda yang sangat tdak sesuai dengan aslinya. 

Dengan mengenali ciri semacam ini, sebenarnya dapat kita simpulkan, bahwa dengan memperhatikan detil-detil terkecil dari sebuah produk, maka sangat mungkin sebagai pengguna kita bisa menemukan sebuah ciri khusus yang akan menjadikan kita tahu secara pasti produk tersebut adalah produk degan derajat keaslian tertentu. Kecermatan serta kejelian memang jadi satu modal utama membeli sebuah produk import, agar jangan sampai salah memilih dari segi gradenya. 

Tetapi bagaimana bila kita akan membeli sebuah produk dari tangan importir secara online? Disini sebenarnya timbul masalah baru. Karenanya untuk berbagai aspek yang memang bisa dipastikan secara kasat mata atau melalui sistem COD maka tentu akan sangat mudah untuk mengetahui mana produk asli dengan menyentuhnya secara langsung. Sementara untuk produk yang akan dibeli via online, tentu jeli dan bijak dalam memilih importir atau pihak penjual yang hendak kita beli produknya menjadi sebuah kunci mutlak.

Lahan Nanas Riau
 Foto: Kompas

Asap membumbung tinggi memenuhi ruang atmosfer yang ada di sekitar. Radiasi panas pun tersaji ketika si jago merah mulai melahap kayu, dan ranting bagai hewan buas yang menelan mangsa.

Masyarakat lalu-lalang berlarian setiap hari mencari barang terdekat untuk menjinakan api tersebut, entah memukul atau melemparkannya ke bara api, air pun seakan tidak dapat memadamkan amarah luapan oksidasi kimiawi yang terbentuk.

Bagaimana mudah padam, jika yang terbakar juga termasuk lahan gambut, sesuatu yang disukai api untuk ia hanguskan. Bahkan luasnya mencapai enam hektare sebagai medan atraksi gulungan bara.

Peristiwa tersebut terjadi pada tahun 2012, di Sei Pakning, Riau. Di tahun ketika Timnas sepak bola Spanyol merengkuh juara Piala Eropa 2012, Indonesia disibukkan dengan upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan gambut.

Musnahnya lahan seluas enam hektare tersebut menjadi pelajaran berharga bagi warga sekitar. Tidak hanya kerugian materi, namun ragam aneka hayati dan hewani yang menjadi persinggahan juga turut menguap bersama jelaga hitam.

Namun, kisah itu diupayakan menjadi dongeng yang berakhir manis. Sejak dua tahun lalu (2015) duka itu terlewati. Upaya bahu membahu Pemerintah, masyarakat dan Pertamina Refinery Unit (RU) II Production Sei Panking, musibah itu teratasi dengan menghadirkan program pemanfaatan lahan bekas terbakar.

Program tersebut berorientasi pada Mitigasi Karlahut (Kebakaran Lahan dan Hutan) Berbasis Masyarakat dan Pengembangan Kawasan Pertanian Nanas Terintegrasi.

Mulai tahun 2015, melalui program tersebut masyarakat didampingi Pemerintah dan Pertamina RU II Production Sei Pakning mendorong upaya pencegahan kebakaran lahan dan hutan di wilayah Bukit Batu melalui alih fungsi lahan.

Bekerja sama dengan LPPM Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Pertamina Production Sei Pakning melakukan pendampingan bagi kelompok tani melalui pemberdayaan masyarakat, dengan mengalihfungsi lahan semak belukar yang merupakan bekas area kebakaran lahan, menjadi pertanian nanas gambut dan melakukan diversifikasi produk olahan nanas.

GM Pertamina RU II Production Otto Gerentaka mengatakan sejak Program Pengembangan Kawasan Pertanian Nanas Terintegrasi ini dilakukan, tahun 2017 tercatat telah terjadi peningkatahan lahan pertanian nanas seluas 4,5 persen dengan potensi pendapatan kelompok mencapai Rp 20 juta/bulan dari penjualan hasil pertanian dan produk olahan nanas.

Sebelumnya, dari lahan tiga hektare dengan tiga orang petani dan 10 orang petani penggarap, hasil panen mencapai 10.000 buah/hektare dengan kualitas Grade A-B (85 persen) dan C (15 persen), dengan total pendapatan kelompok dari pejualan mencapai Rp 17 Juta/panen.

Hingga saat ini, katanya, upaya budi daya tanaman produktif cukup menjanjikan dan tahun yang akan datang diproyeksikan luasnya menjadi 15 hektare. Pihaknya berharap muncul Sentra Pertanian Nanas Gambut yang dapat menjadi ciri khas di wilayah Sungai Pakning.

Sementara itu, Samsul, Ketua Kelompok Tani Tunas Makmur yang menjadi mitra binaan Pertamina membenarkan fakta tersebut. Ia bahkan mengakui bahwa sejak program ini dimulai, masyarakat menjadi lebih termotivasi untuk mengalihfungsi lahan semak menjadi pertanian nanas karena ada nilai tambah yang didapatkan cukup besar.

Kelompok Tani Tunas Makmur yang dipimpinnya beranggotakan 27 orang. Kelompok laki-laki sehari-hari menjalankan kegiatan pertanian, sementara kelompok perempuan memproduksi nanas olahan. Produk unggulan kelompok tani mereka adalah keripik nanas gambut dan manisan nanas.

Di awal alih fungsi lahan tahun 2015, masyarakat termasuk Kelompok Tani Tunas Makmur melakukan kegiatan pengelolaan lahan dengan memanfaatkan lahan yang bersifat kritis menjadi bernilai produktif. Dimulai dengan pengelolaan lahan perkebunan cabai dan pisang di daerah Batang Duku seluas 2 hektare. Selanjutnya pengelolaan kebun nanas di Desa Kampung Jawa berkisar delapan hektare.

Samsul mengaku bersyukur bencana yang dulu menyimpan duka, kini menjadi harapan kesejahteraan untuk masa depan Kampung Sei Pakning.

Mitigasi Agar bencana yang sama tidak berulang kembali, Pertamina Refinery Unit (RU) II Production Sei Pakning, juga mendorong keterlibatan masyarakat melakukan upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan agar musibah tidak terulang kembali.

Isu kebakaran tersebut telah menjadi perhatian dunia sejak beberapa tahun belakangan. Indonesia pada dasarnya telah digadang menjadi produsen karbon dunia, dihadapkan pada permasalahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang muncul di beberapa wilayah, seperti Sumatera, termasuk di wilayah Sei Pakning di Provinsi Riau.

Kembali, Otto Gerentaka mejelaskan faktor alam dan keterbatasan sarana dan prasarana pemadaman api di wilayah Sei Pakning mengakibatkan rawannya terjadi kebakaran lahan dan hutan. Sebagai korporasi yang beroperasi di sekitarnya, Pertamina menilai masyarakat membutuhkan bantuan untuk mengatasi tingginya potensi kebakaran.

Masyarakat, kata GM Pertamina RU II Production tersebut, dengan keterbatasan kapasitas tidak bisa berbuat banyak melihat lahan atau hutan di sekitarnya dilanda kebakaran. Menyadari pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, Pertamina hadir untuk membantu masyarakat sebagai wujud tanggung jawab sosial Pertamina dengan melibatkan seluruh komponen.

Kemudian dari pihak pemerintah, Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan M.R Karliansyah juga turut mendampingi memberi pengarahan kepada masyarakat.

Karliansyah melihat upaya Pertamina Production Sei Pakning menggandeng partisipasi masyarakat dalam mitigasi karhutla, bisa menjadi contoh bagi perusahaan lain dalam menangani kebakaran hutan dan lahan. Kuncinya, kata dia, adalah kolaborasi partisipatif masyarakat, perusahaan dan pemerintah setempat dalam mencari solusi pengurangan resiko kebakaran melalui Program Mitigasi Karhutla Berbasis Masyarakat, dengan mengembangkan sumber daya ekonomi masyarakat.

Di Sei Pakning, sumber daya ekonomi yang digarap berupa pengembangan kawasan pertanian nanas terintegrasi, di lahan bekas kebakaran.

Menurutnya, dengan alih fungsi lahan tersebut membuat upaya-upaya pencegahan kebakaran hutan semakin maksimal, karena masyarakat juga diberikan ketrampilan pengolahan makanan dari bahan baku nanas serta mengawasi kondisi lingkungan makin terpantau.

Kini, masyarakat menjadi lebih termotivasi untuk mengalihfungsikan lahan semak menjadi pertanian nanas karena adanya nilai tambah yang didapatkan. Selain itu, upaya ini juga menjadi insentif tambahan bagi Masyarakat Peduli Api (MPA) Kelurahan Sei Pakning untuk semakin rutin menggelar patroli api.


Mal Jakarta

Jakarta, 14/10 (Benhil) - Persaingan dalam ekonomi memang untuk para pelaku usaha yang tangguh, terutama bila kondisi perekonomian ternyata menjadi melesu karena semakin sedikitnya orang yang berbelanja di mal atau pusat perbelanjaan.

Kelesuan tersebut juga dirasakan oleh sejumlah mal yang terdapat di wilayah DKI Jakarta, meski ada juga yang terus menunjukkan kinerja yang melesat.

Pengembang apartemen Green Pramuka menyatakan kinerja mal di Jakarta yang mengalami tren kecenderungan menurunnya jumlah pengunjung sebenarnya bukan terkait daya beli.

Namun, menurut Marketing Director Green Pramuka City Jeffrey Yamin melihat hal tersebut lebih kepada akibat kesalahan strategi pengembang properti.

Ia menyatakan hal itu sudah dilihat pihaknya dari sekitar beberapa tahun yang lalu, seperti pada tahun 2010, jumlah pusat perbelanjaan atau mal yang ada di Jakarta mencapai 170 lebih atau setara lahan seluas 4 juta meter persegi.

Perhitungan tersebut dinilai telah melebihi batas ideal antara jumlah mal dan jumlah penduduk.

Menurut dia, hal tersebut juga direpotkan dengan sejumlah pengembang yang justru terus membangun mal.

Hal tersebut membuat Pemprov DKI bahkan sampai mengeluarkan pembatasan pembangunan mal dengan mengeluarkan instruksi gubernur pada tanggal 20 Oktober 2011.

Jeffrey berpendapat potensi pengembangan mal saat itu disebabkan karena kecenderungan masyarakat Jakarta yang kerap menjadikan pusat perbelanjaan sebagai obat stres.

juga mengingatkan ada kajian yang menunjukkan bahwa rata-rata orang Jakarta, yang mayoritas adalah perempuan, ternyata bisa menghabiskan waktu hingga sekitar tiga jam setiap kali mengunjungi mall.

Dengan kondisi tersebut, lanjutnya, pembangunan pusat perbelanjaan terus berjalan di berbagai daerah di wilayah ibu kota.

Sampai tahun 2013, terdapat 564 pusat perbelanjaan di Jakarta dengan jumlah terbanyak terdapat di area CBD (Central Business District).

Namun disayangkan, para pengembang juga dinilai mengabaikan tren yang sedang terjadi pada masyarakat yang tinggal di megapolitan di negara-negara lain.

Mengutip data Green Street Advisors, lembaga pemantau industri pusat perbelanjaan, sejak tahun 2010 sedikitnya ada 30 mal di penjuru Amerika Serikat yang terpaksa ditutup dan 60 mal yang mulai sepi pengunjung.

Menurut Jeffry, saat itu pengembang mal di AS ramai-ramai menuding belanja daring (online) sebagai biang keladi sepinya mal, padahal tidak disadari bahwa hal itu karena jumlah mal yang terlalu banyak.

Okupansi Sementara itu, konsultan properti Colliers International menyoroti okupansi mal-mal di wilayah Jakarta dan sekitarnya yang menunjukkan penurunan dibandingkan dengan tingkat keterisian tahun-tahun sebelumnya.

Associate Director Research Colliers International Indonesia Ferry Salanto memaparkan okupansi di pusat perbelanjaan Jakarta merupakan yang terendah selama 10 tahun terakhir, yaitu berada pada posisi 83,5 persen pada kuartal III-2017.

Menurut dia, peritel di wilayah ibu kota umumnya mengalami jumlah penjualan yang menurun, yang dalam sejumlah kasus mengakibatkan penurunan sejumlah gerai.

Selain itu, penduduk kelas menengah dan menengah-bawah dinilai juga semakin selektif dalam membelanjakan pendapatan yang diterimanya.

Hal tersebut antara lain karena meningkatnya biaya hidup dan meningkatnya kecenderungan untuk menabung akhir-akhir ini.

Sedangkan konsultan properti Jones Lang LaSalle (JLL) menyatakan kinerja pusat perbelanjaan kelas atas meningkat tetapi hal yang berbeda terjadi pada kinerja mal kelas bawah yang dinilai relatif semakin tidak menarik bagi warga ibukota.

Head of Research JLL Indonesia James Taylor memaparkan, destinasi mall primer mengalami okupansi tinggi dan "foot traffic" (jumlah pengunjung) yang menunjukkan penguatan.

Menurut dia, mall premium relatif lebih memiliki gerai penjualan makan dan minuman yang lebih atraktif, begitu pula dengan gerai usaha jenis fesyen dan bidang hiburan, serta memiliki tingkat okupansi yang lebih tinggi.

Untuk mal kelas bawah, pada saat ini relatif mengalami kunjungan terbatas dan beberapa gerai tutup karena berubahnya preferensi konsumen, tingkat daya beli konsumen yang melemah, dan meningkatnya belanja online atau dalam jaringan.

Ferry Salanto juga menyatakan bahwa transaksi yang dilakukan melalui perdagangan elektrobik (e-commerce) berdampak kecil kepada kinerja mal karena hal tersebut lebih dipengaruhi kondisi daya beli masyarakat.

Menurut dia, hanya sejumlah merek atau waralaba komoditas tertentu saja yang penjualannya memiliki ketergantungan dengan proses "e-commerce" atau transaksi melalui internet.

Ferry mengingatkan berdasarkan suatu kajian, bahwa hanya sekitar 1 persen dari pembelian yang dilakukan saat ini yang menggunakan proses melalui transaksi digital "e-commerce".

Ia juga berpendapat bahwa berbagai pusat perbelanjaan yang ada di wilayah ibukota pada saat ini merupakan salah satu sasaran hiburan warga yang tidak bisa tergantikan.

Generasi milenial Sementara itu, Senior Associate Director Retail Services Colliers International Indonesia, Steve Sudjianto mengingatkan bahwa saat ini, jumlah konsumen yang terus berkembang pesat adalah mereka yang disebut sebagai generasi milenial.

Untuk itu, Steve Sudjianto menyatakan pengelola mal harus beradaptasi dengan generasi yang lahir pada abad ke-21 ini.

Strategi itu, ujar Steve, dapat dilakukan dengan peritel yang dinilai mesti berevolusi ke "life style" (gaya hidup) dan "entertainment" (hiburan), karena kebanyakan generasi milenial adalah "digital-minded".

Karena itu, menurut dia, saat ini banyak pengelola mal yang melakukan renovasi dalam rangka memuaskan keinginan para pengunjungnya.

Di tingkat global, Steve mencontohkan peritel pakaian Uniqlo di Jepang yang telah menjual produknya melalui 'vending machine' (mesin otomatis), atau di Inggris yang memiliki kompleks "container park" di mana seluruh toko yang ada di kawasan itu terdiri atas kontainer.

Ia mengingatkan bahwa "nyawa"-nya mal adalah pengunjung, tetapi tidak hanya berdasarkan jumlah pengunjungnya yang banyak, tetapi juga dengan banyaknya pengunjung yang berbelanja di mal tersebut.

Karena itu, para pengelola pusat perbelanjaan tidak hanya di wilayah ibukota, tetapi juga di daerah lainnya, juga harus memiliki strategi "survival of the fittest" atau adaptasi yang baik, bila kinerja bisnisnya juga terus ingin meningkat. (Ben/An)

Muhammad Razi Rahman

Bali Galeh Kawan

Padang, 14/10 (Benhil) - Apakah anda selama ini termasuk orang yang jika berbelanja barang dengan teman sendiri minta diskon?. Jika ya ketahuilah kebiasaan tersebut kurang baik karena secara tidak langsung telah menghambat kemajuan usaha sahabat sendiri.

Sudah lazim di masyarakat jika berbelanja barang atau jasa kepada teman sendiri pasti akan memanfaatkan kebaikan teman alias aji mumpung dengan minta harga dikurangi atas dalih persahabatan.

Dalam kondisi ini pemilik usaha berada dalam posisi dilema apakah harus mengambil keuntungan atau menjual dengan harga modal saja dengan alasan tidak elok mengambil keuntungan dari teman sendiri.

Tahukah kita jika kebiasaan tersebut terus menerus terjadi, pedagang tidak akan mendapatkan apa-apa dari usaha yang digelutinya dan rasanya tidak ada di dunia ini orang berusaha untuk mencari rugi.

Akhirnya alih-alih usaha akan berkembang, yang terjadi adalah gulung tikar karena setiap orang yang mau berbelanja minta diskon sehingga modal pemilik usaha lama-lama tergerus.

Beranjak dari fenomena tersebut Komunitas Tangan di Atas (TDA) Cabang Padang selaku komunitas wirausaha yang memiliki 61 cabang di Tanah Air ingin mendobrak cara pandang yang dinilai kurang tepat saat berbelanja dengan teman sendiri.

Tepat 9 September 2017 Komunitas TDA Padang meluncurkan Program "Bali Galeh Kawan" atau membeli dagangan teman sendiri yang dihadiri Wali Kota Padang Mahyeldi.

Pengurus TDA Wilayah Sumbar Sumut Tomi Iskandar Syarif menjelaskan program "Bali Galeh Kawan" merupakan upaya yang dilakukan untuk memperkuat bisnis dengan cara saling berbelanja kebutuhan kepada sesama anggota komunitas.

Ia menceritakan program "Bali Galeh Kawan" pada awalnya digagas 2011, namun dalam lingkungan yang terbatas.

Waktu itu, kata dia, mererka punya kebiasaan kalau berbelanja itu ke sesama teman. Kalau pun barangnya tidak ada maka carinya kepada teman dari teman.

Kemudian pada 2017 gerakan ini kembali diluncurkan agar lebih masif dan terstruktur apalagi anggota TDA anggotanya sudah mulai banyak.

Menurutnya tujuan program "Bali Galeh Kawan" agar usaha-usaha skala lokal yang ada di Padang bisa jadi tuan rumah di negeri sendiri.

"Kalau bisa dipasarkan ke tingkat nasional hingga skala ekspor, tentu harus dimulai dulu dari tingkat lokal," katanya.

Ia melihat selama ini usaha-usaha lokal cenderung jalan di tempat dan pada sisi lain merek-merek besar dan ternama dari luar dengan mudah masuk menyerbu ke Sumatera Barat. Akibatnya usaha lokal sulit bergerak di daerah sendiri.

Ia mengakui kelemahan usaha lokal sulit maju berdasarkan pemetaan yang dilakukan TDA adalah terbatasnya omzet akibat lemahnya kompetensi dan pengembangan jaringan.

Dengan gerakan "Bali Galeh Kawan" bisa membantu omzet teman-teman mereka sehingga usaha yang dimiliki menjadi lebih kuat.

Menurutnya ketika omzet meningkat maka pemilik usaha dapat meningkatkan kompetensi dan manajemen usahanya yang berujung pada peningkatan kualitas barang. Kalau barang yang dimiliki bagus, tidak perlu pakai gerakan pun orang akan mencari, lanjut dia.

Ternyata gerakan "Bali Galeh Kawan" mendapat sambutan positif dari banyak pihak karena memang selama ini yang menjadi persoalan usaha yang mengemuka memang minimnya omset.

Apalagi, kata dia, ekonomi Sumbar paling besar ditopang oleh usaha mikro kecil dan menengah.

Setelagh resmi diluncurkan Komunitas TDA pun mulai bergerak dengan menyerukan ajakan "Bali Galeh Kawan" kepada kelompok-kelompok bisnis dan komunitas wirausaha.

Untuk menunjang itu pihaknya juga menggelar pertemuan dengan sejumlah perusahan, pemerintahan, hingga ke kampus agar gerakan ini didukung, tapi bukan sebatas lisan, melainkan tindakan nyata agar berbelanja kebutuhan kepada teman sendiri.

Ia menekankan dalam praktiknya program "Bali Galeh Kawan" tidak melalui calo melainkan langsung berhubungan dengan pemilik usaha.

Tomi memberi contoh saat ini sedang pesat pembangunan hotel di kota Padang yang tentu membutuhkan berbagai peralatan kamar, seperti sprei dan lainnya.

Namun yang terjadi masih banyak pengelola hotel yang membeli kebutuhan itu di Jakarta, padahal di Padang bisa disediakan.

Termasuk juga dalam pembangunan infrastruktur yang ada. Alangkah baiknya diutamakan dulu produk lokal.

Melawan stigma salah satu perjuangan berat yang harus ditempuh dalam menyukseskan Program "Bali Galeh Kawan" adalah melawan stigma atau nilai yang berkembang kalau berbelanja kepada teman bisa minta diskon dan lebih murah dibanding harga pasar.

Ini sudah jadi kebiasaan, bahkan kalau ada teman membuka usaha dan meluncurkan restoran biasanya kan kita diundang makan-makan, dan kalau parfum akan dibagi-bagi.

Ia menilai seharusnya mengapresiasi teman membuka usaha bukan dengan meramaikan peluncuran melainkan membelinya dengan harga yang normal, bukan diskon.

Para aktivitas TDA sudah sepakat melakukan itu, mungkin produknya tidak terlalu butuh, tapi sebagai bentuk apresiasi membantu promosi atau marketing bersama.

Kemudian ia juga mengedukasi Komunitas TDA bahwa ketika membeli kepada teman sendiri bukan berarti mengabaikan kualitas produk.

Kuncinya, pastikan orang berbelanja kepada kita karena barangnya bagus dan harganya sesuai.

Ia menyampaikan kunci kesuksesan program "Bali Galeh Kawan" adalah kepercayaan ketika seseorang berbelanja harganya fair dan kualitas barangnya juga baik.

Jika kepercayaan sudah terbentuk maka pandangan membeli dagangan teman karena murah perlahan-lahan akan sirna.

Ia menyebutkan saat ini ada sekitar dua ribu orang yang tergabung dalam TDA Padang dan menargetkan dalam setahun ke depan 10 ribu usaha terlibat dalam program ini.

Sebenarnya 10 ribu usaha itu masih kecil karena saat ini saja di Padang ada 80 ribu UMKM, katanya.

Komunitas TDA Padang juga menargetkan dalam setahun hingga dua tahun ke depan ada usaha lokal yang bisa menembus pasar nasional hingga ke luar negeri.

Setidaknya kalau tidak bisa ekspor, paling kurang menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

Sementara Ketua TDA Padang 5.0 Antoni Saputra mengatakan selain meningkatkan kapasitas usaha, program ini juga untuk membentuk pasar khusus serta imunitas usaha.

Ia menceritakan di TDA skala usaha yang dimiliki anggotanya dibagi atas fase akan dan mulai berbisnis, pertumbuhan mikro dan kecil, fase kecil dan menengah dan fase besar.

Untuk meningkatkan skala usaha dilaksanakan sejumlah kegiatan, mulai dari pertemuan rutin, TDA ghatering hingga TDA forum, mentoring bisnis untuk memotivasi dan pendampingan bisnis.

Ia berharap dengan kehadiran program "Bali Galeh Kawan" secara perlahan dapat engubah paradigma bahwa cara terbaik mengapresiasi usaha teman adalah berbelanja dengan harga yang wajar sehingga skala usaha dapat tumbuh yang pada akhirnya akan menggerakan ekonomi lokal. (Ben/An)

Ikhwan Wahyudi

Mendirikan usaha sendiri merupakan satu hal yang banyak dicita-citakan oleh banyak orang. Tak terkecuali oleh anak muda. Jika Anda adalah salah satu orang yang ingin mengembangkan usaha milik Anda sendiri maka Anda harus siap untuk menjalankan tips membuka usaha baru.

Dengan menyiapkan hal-hal penting ini maka akan lebih membantu untuk membuat usaha yang Anda rintis bisa berkembang dengan baik. Kunci utama dalam mengembangkan satu usaha atau bisnis adalah keseriusan dan langkah yang tepat ketika mengambil sebuah keputusan.

Tips Membuka Usaha Baru Bagi Pemula


Termasuk berbagai hal penting yang harus dipersiapkan saat akan membuka usaha ataupun ketika memiliki niat untuk membuka usaha. Berbagai perpaduan tersebut akan menjadi tips untuk membuka usaha baru yang menguntungkan dan membuat Anda mendapatkan laba sebanyak-banyaknya.

Berikut Beragam Hal Penting Dalam Membuka Usaha Baru

Pikirkan Nama Usaha
Pertama kali yang harus Anda siapkan jika Anda ingin membuat dan mengembangkan usaha adalah berikan nama yang tepat untuk usaha. Nama pastinya menjadi satu hal yang sangat penting sebab dari nama tersebutlah produk Anda bisa dikenal dan diperkenalkan ke seluruh orang.

Nama brand atau usaha juga harus bisa dengan mudah dikenal dan diingat oleh banyak orang. Hal ini dikarenakan orang akan berkenalan terlebih dahulu dengan nama usaha atau produk Anda sebelum mereka mengenal dengan barang yang akan Anda tawarkan. Semakin unik, singkat dan mudah maka akan semakin tertanam di pikiran para konsumen.

Tentukan Target Market
Target Market adalah golongan konsumen yang akan Anda sasar. Misalnya saja, target market dari anak remaja, orang tua, mahasiswa, pekerja dan berbagai target lainnya. tips membuka usaha baru akan membantu Anda dalam melangkah pada usaha berikutnya.

Semakin tahu target market Anda, Anda juga bisa menentukan bagaimana cara promosi yang tepat. Selain itu, dengan menentukan target market dari usaha Anda, Anda juga bisa menentukan bagaimana pelayanan yang akan Anda berikan.

Nilai Dari Usaha atau Produk Anda
Tips membuka usaha baru ini bisa menjadi salah satu cara untuk membuat usaha baru Anda semakin berkembang. Nilai yang dimaksudkan disini adalah nilai dan makna dari usaha Anda. Semakin bernilai dari usaha Anda biasanya akan semakin menarik perhatian dari konsumen.

Nilai yang dimaksud disini adalah nilai dari penting usaha atau produk Anda. Tambahkan saja sesuatu hal yang kiranya bisa menambah nilai dari usaha atau produkmu, seperti dukungan terhadap gerakan go green, anti pembajakan, ataupun berbagai hal lainnya. Hal ini juga bisa menjadi salah satu ciri khas yang akan membuat produk atau usaha Anda makin mudah dikenal oleh konsumen. 

Tarik Kepercayaan Konsumen 
Kepercayaan, pastinya hal ini menjadi salah satu hal yang sangat penting untuk Anda dapatkan dari usaha Anda. Tanpa adanya kepercayaan maka mustahil jika konsumen akan terus menggunakan jasa ataupun produk dari usaha yang Anda dirikan.

Oleh karena itu, Anda harus bisa menjaga dan menarik kepercayaan konsumen. Tips membuka usaha baru adalah dengan terus memberikan perhatian ketika mereka menggunakan produkmu dan terus jaga kepercayaan yang konsumen berikan.

Ciptakan Hubungan dengan Konsumen
Jika Anda sudah mulai menjalankan usaha, selalu jaga hubungan yang baik dengan para konsumen. Menciptakan hubungan yang baik dengan konsumen bisa menjadi cara untuk terus mengembangkan usaha Anda.

Tips membuka usaha baru ini bisa Anda lakukan dengan terus melakukan promosi kepada konsumen. Promosi bisa menjadi satu cara untuk menjaga hubungan dengan konsumen sebab dengan begitu para konsumen akan semakin tahu tentang apa saja inovasi baru dari usaha Anda dan konsumen merasa selalu diperhatikan dengan baik.


Kadin Jokowi

Jakarta, 4/9 (Benhil) - Presiden Joko Widodo dalam acara penutupan rapat koordinasi nasional Kamar Dagang dan Industri (KADIN) 2017 di Jakarta, (3/9), berkesempatan mendorong dan menumbuhkan optimisme kepada pelaku usaha agar terus berusaha untuk ikut mendorong perekonomian nasional.

Di tengah situasi perekonomian global yang masih belum terlalu baik, dukungan dan kehadiran presiden dan pemerintah memang sangat dibutuhkan oleh pelaku usaha agar rasa aman dan nyaman tetap hadir saat berbisnis.

Angka-angka pun disampaikan Presiden, seperti "investment grade" yang dirilis oleh Moddy's, S&P, dimana Indonesia mengalami peningkatan dari delapan ke empat. Juga Kemudahan Berusaha (EODB) membaik dari 106 sekarang 91.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia merupakan peringkat ketiga dari negara-negara yang tergabung dalam G20, serta angka inflasi yang relatif rendah, di mana pada 2015 sebesar 3,35 persen, tahun 2016 sebesar 3,02 persen, dan tahun 2017 diharapkan di bawah empat persen.

Angka pertumbuhan penerimaan pajak Industri naik 16,36 persen dibanding tahun lalu, perdagangan naik 18,7 persen, ekspor pertambangan ekspor sudah mulai merangkak dan naiknya 30,1 persen, pertanian 23 persen.

Presiden berjanji akan mengundang para pengurus KADIN yang memberikan masukan dan solusi terkait beberapa isu perekonomian Indonesia.

Pemerintah mengharapkan kecermatan pelaku usaha dalam melihat peluang bisnis. Meski saat ini era digitalisasi tengah berkembang pesat, namun masih ada perkembangan lain yang tidak kalah penting dan memiliki peluang usaha yang besar.

Mereka itu adalah beberapa ratus juta penduduk di Tiongkok, India, Amerika Selatan, Afrika, yang saat ini dalam proses naik kelas untuk menjadi konsumen golongan kelas menengah.

Hal yang membedakan antara kelas menengah dengan kelas bawah adalah gaya hidup, sehingga pelaku usaha harus bisa mencermati peluang bisnis yang ada pada golongan kelas menengah. Untuk itu pelaku usaha nasional jangan sampai melewatkan kondisi seperti itu dan jangan gagal menggarapnya.

Apalagi Indonesia merupakan negara besar yang memiliki potensi yang melimpah, mulai dari sumber daya alam hingga pariwisata. Potensi tersebut harus dimanfaatkan dengan baik agar bisa memenangkan kompetisi dengan negara-negara lain.

Pelaku usaha nasional jangan sampai gagal karena pelaku usaha di negara tetangga justru yang menggarap dan menjadi saingan, sehingga harus cepat dan siapa yang duluan maka akan dapat.

Sekalipun persaingan ketat namun Joko Widodo sebagai Kepala Negara berpesan agar para pelaku usaha selalu optimis dalam menjalankan usaha di Tanah Air.

Mengingat saat ini tingkat kepercayaan investor terhadap Indonesia sudah semakin meningkat, mulai dari menjadi negara ke-4 tujuan investasi hingga peringkat kemudahan berbisnis yang berada di posisi 91 dari sebelumnya berada di posisi 106.

Pembenahan regulasi yang selama ini dilakukan pemerintah telah memberikan perbaikan daya saing dan mendorong investasi secara keseluruhan.

Indikator yang makin membaik itu menggambarkan bahwa peraturan-peraturan sudah memberikan ruangan yang lebih sederhana sehingga rasa percaya dan investasi bisa berjalan.

Pemerintah memberikan apresiasi atas naiknya peringkat daya saing Indonesia dari posisi 41 ke 36 dalam Global Competitiveness Index 2017-2018 yang dipublikasikan Forum Ekonomi Global (WEF), karena penilaian itu memperlihatkan bahwa proses deregulasi untuk mendorong investasi mulai memberikan dampak.

Meski demikian pemerintah akan terus melakukan kombinasi kebijakan dengan mengawal momentum pertumbuhan ekonomi dan menjaga kepercayaan investor agar sektor investasi dapat terus berkembang sesuai potensinya.

Pemerintah akan coba terus lakukan kebijakan kombinasi antara menjaga momentum pertumbuhan ekonomi dan pasarnyanya supaya tetap sehat. Di sisi lain, rasa percaya akan dijaga karena ada simplifikasi dan sejumlah kebijakan yang mendukung investasi.

Publikasi Bank Dunia mencatat pertumbuhan investasi di Indonesia mulai meningkat sejak triwulan IV-2015 yang didukung oleh membaiknya pembangunan infrastruktur pada jalan maupun gedung.

Pertumbuhan investasi pada bidang konstruksi itu mencerminkan membaiknya kinerja pada sektor infrastruktur publik. yang didukung oleh pola efisiensi belanja modal pemerintah, terutama pada paruh pertama 2017.

Selain itu, investasi swasta juga menunjukkan tanda-tanda peningkatan, yang didukung oleh menurunnya tingkat suku bunga pinjaman, akibat penyesuaian suku bunga acuan hingga 150 basis poin yang dilakukan oleh Bank Indonesia, sejak akhir tahun 2016.

Untuk memudahkan pelaku usaha dalam berbisnis pembangunan infrastruktur akan terus didorong untuk mengejar ketertinggalan Indonesia dengan negara lain. Pemerintah menilai kebutuhan sarana infrastruktur yang memadai sangat penting untuk mendorong pemerataan ekonomi dan mengatasi kesenjangan antarwilayah.

Pemerintah Indonesia telah berupaya mengatasi persoalan ini dan menargetkan investasi infrastruktur tambahan pada sektor transportasi, air bersih, energi dan sektor utama lainnya, total senilai kurang lebih 400 miliar dolar AS dalam periode 2015-2019.

Sinergi Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia akan mensinergikan langkah, khususnya bagi pelaku usaha dalam negeri dengan kebijakan pemerintah dalam upaya untuk penciptaan lapangan kerja serta mengurangi tingkat kesenjangan dan kemiskinan.

KADIN akan mengumpulkan masukan strategis dari pelaku usaha, yang nantinya akan disampaikan kepada pemerintah.

Pihaknya akan menghimpun masukan-masukan strategis dari kalangan dunia usaha serta akan sinergikan langkah dengan kebijakan pemerintah.

KADIN saat ini tengah mendorong penciptaan lapangan kerja, yang perlu didukung dengan kebijakan pemerintah yang berpihak pada penciptaan iklim usaha kondusif, pertumbuhan ekonomi, serta peningkatan daya saing dunia usaha nasional.

Dengan adanya penciptaan lapangan kerja diharapkan akan mampu mengurangi tingkat kemiskinan dan kesenjangan ekonomi secara signifikan.

Pada Rakornas KADIN 2017 tersebut, secara serentak seluruh sektor usaha dikoordinasikan dengan pemerintah melalui kementerian teknis. Dalam Rakornas tersebut, Kadin membagi bidang dan sektor dalam 14 kluster utama.

Beberapa kluster utama tersebut adalah, bidang sumber daya mineral, batubara, listrik, industri migas energi terbarukan dan lingkungan hidup. Selain itu, bidang perbankan, finansial, pasar modal, investasi, kebijakan moneter dan fiskal.

Kemudian, kluster bidang perindustrian dan perdagangan, bidang UMKM, koperasi, industri kreatif dan inovasi teknologi startup, dan kluster bidang agribisnis, pangan, kehutanan, pengolahan makanan, industri peternakan, kelautan dan perikanan. (Ben/An)

Kambing Kaligesing


Nama Kaligesing sudah tidak asing bagi peternak kambing, karena merupakan sumber bibit unggul kambing peranakan etawa atau PE. Tetapi sekarang nama PE sudah tidak melekat lagi pada ternak kambing di sana, semua sepakat memakai nama Kambing Kaligesing karena sudah ditetapkan sebagai galur baru kambing berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian Nomor: 2591/Kpts/PD.400/7/2010.

Kecamatan Kaligesing berada di daerah perbukitan Manoreh di Kabupaten Purworejo dimana sekitar 60 persen populasi Kambing Kaligesing ada di sana. Sisanya berada di kecamatan lain di Purworejo dan tersebar di seluruh Indonesia, khususnya di Bantul, Sleman, Blitar, dan Bogor.

Sejarahnya, Pemerintah Belanda mengimpor kambing Ettawa pejantan dari India ke Wilayah Kaligesing, yaitu pada tanggal 27 Agustus 1931 sebanyak 7 ekor dan 12 Desember 1931 sebanyak 13 ekor, ditempatkan di Desa Somongari, Tlogoguo dan Hulosobo.

Semua kambing Ettawa pejantan dikawinkan dengan kambing-kambing lokal dengan tujuan untuk produksi daging dan susu. Hasil persilangan antara kambing Ettawa dengan kambing betina lokal di Kecamatan Kaligesing dikenal dengan nama Kambing Peranakan Ettawa (Kambing PE), yang kini sudah terbentuk galur baru Kaligesing.

Keunggulan Kambing Kaligesing dibandingkan ternak kambing lain antara lain merupakan tipe dwiguna, yaitu sebagai penghasil daging dan susu, produksi susunya sekitar 1 sampai 3 liter per ekor per hari, mempunyai kemampuan menghasilkan anak lebih dari satu dalam satu kali kelahiran (Prolifik), aktivitas reproduksinya tidak terpengaruh oleh musim, sehingga dapat berproduksi sepanjang tahun.

Keunggulan itulah yang membuat banyak peternak berburu Kambing Kaligesing, apalagi adanya kontes-kontes kambing di sejumlah daerah, termasuk tingkat nasional, yaitu Piala Presiden akan menaikkan gengsi kambing ras ini. Semakin sering juara harganya bisa melambung sampai seratus juta lebih untuk seekor pejantan unggul.

Jika di Kaligesing, peternak lebih fokus pada pembibitan, namun di tempat lain, kambing ini sengaja difokuskan pada poduksi susu. Produksi susu kambing ini ternyata bisa di angka 4 liter per hari jika mempunyai bibit dan pemeliharaan yang bagus.

Kambing merupakan jenis ternak yang mudah dipelihara karena mampu mengonsumsi semua rumput dan daun-daunan, relatif tahan penyakit, penurut pada tuannya, tidak membutuhkan kandang yang luas, dan mudah penanganannya.

Kunci sukses sejumlah peternak kambing Kaligesing yang sukses mengungkapkan kata kunci sukses beternak kambing adalah rasa sayang dari petugas pemelihara dan pemiliknya terhadap ternak. Jadi minimal ada rasa hobi memelihara ternak sehingga selalu menyediakan kebutuhan terbaik bagi ternaknya, baik pakan, kandang dan pengecekan kesehatan.

Banyak pertanyaan, apa yang perlu dipersiapkan dan berapa minimal skala kecil agar efisien untuk beternak Kambing Kaligesing? Urutan yang harus disiapkan pertama adalah ketersediaan pakan di lokasi peternakan, kedua penyiapan kandang dan petugas pemelihara dan terakhir adalah pembelian bibit.

Kambing termasuk hewan yang pemakan segala hijauan sehingga jika mempunyai lahan luas maka pemelibaraan dengan cara digembalakan adalah lebih baik bagi pertumbuhannya. Kambing akan memilih hijauan sesuai dengan kebutuhannya jika digembalakan.

Oleh karena itu, jika punya rencana dikandangkan maka di sekitar lahan peternakan sudah didata potensi hijauan yang ada tidak hanya rumput-rumputan, tetapi juga legume dan daun-daunan dari tanaman buah.

Kalau berada di pinggiran kota yang sulit mendapat hijauan, maka harus disiapkan kemitraan dengan petani di sekitarnya, misalnya untuk memasok tanaman jagung muda, ditambah rumput taiwan dan legume, seperti kaliandra, gamal dan indigofera.

Tanaman jagung yang berusia 70 hari bisa menjadi hijauan utama sampai 90 persen, sisanya bisa legume dan daun-daunan.

Saat ini sudah banyak petani yang berbisnis tanaman jagung muda karena peternak sudah mulai menggunakan jenis itu sebagai pengganti rumput gajah. Harga sampai di kandang sekitar Rp.700 sampai Rp.850 per kilogram. Lebih baik lagi jika mempunyai ruang kedap udara untuk penyimpanan tanaman jagung sehingga bisa diawetkan untuk kebutuhan untuk minimal satu minggu. Silase jagung bisa tahan berbulan-bulan.

Kandang kambing yang disiapkan juga harus memperhatikan kebutuhan gerak ternak, apalagi Kambing Kaligesing mempunyai postur tinggi besar. Peternak di Kaligesing, rata-rata membangun kandang individual ada juga per kandang untuk dua sampai tiga ekor betina. Sementara yang jantan dibuatkan kandang individual minimal ukuran 1,5 meter x 1,5 meter.

Bibit Mencari bibit sangat tergantung dari lokasi peternakan yang disiapkan. Jika berada di dataran menengah dan tinggi atau di atas 500 meter, maka tidak ada masalah karena banyak peternakan Kambing Kaligesing yang berada di dataran tinggi, seperti di daerah asalnya Kaligesing, serta di Wonsobo, Blitar, dan Bogor.

Pasar Pendem yang digelar setiap Sabtu di Desa Pandanrejo, Kaligesing, juga bisa menjadi alternatif mencari bibit karena tidak kurang dari 1.000 ekor ternak Peranakan Etawa (PE) dan 80 persen dari galur Kaligesing diperdagangkan di pasar itu.

Bibit untuk dataran tinggi juga bisa didapat dari Balai Besar Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BBTU-HPT) Baturraden, namun harus rela antre karena peminatnya cukup banyak.

Namun jika lokasi peternakan berada di dataran rendah di bawah 250 meter dari permukaan laut maka perlu didatangkan Kambing Kaligesing yang terbiasa dengan dataran rendah.

Peternak bisa mendatangkan dari BPTU-HPT Pelaihari di Kalimantan Selatan atau peternakan lain yang mengambil bibit dari balai itu.

Ir Tohir MP, mantan Kepala BPTU-HPT Pelaihari, mengatakan Kambing Kaligesing didatangkan ke Pelaihari tahun 2002, setelah itu dilakukan pemuliabiakan sehingga sekarang sudah muncul Kambing Kaligesing dataran rendah.

Kepala BPTU Pelaihari 2012-2017 itu menjelaskan, tingkat produksi Kaligesing di sana sekitar 1,5 sampai 2,5 liter per hari atau sudah menyamai produksi susu Kambing Kaligesing di dataran tinggi.

Harga bibit dari balai pembibitan milik pemerintah memang lebih murah dibanding harga pasaran tetapi peternak harus memesan jauh hari sebelumnya, minimal setahun sebelumnya.

Susu dan Cempe Dari sisi ekonomi, memelihara Kambing Kaligesing akan mendapatkan susu setiap hari dengan bonus anakan atau cempe karena dalam dua tahun akan ada tiga kelahiran. Jika rata-rata dua ekor per kelahiran maka bonusnya enam cempe per dua tahun.

Dengan harga susu kambing yang mencapai empat kali lipat dari haga susu sapi maka secara hitungan ekonomi, memelihara 20 ekor betina Kaligesing lebih menguntungkan dibanding memelihara tiga ekor sapi perah.

Investasi beternak kambing Kaligesing dengan memelihara 20 ekor akan sama dengan memelihara tiga ekor sapi. Skala yang diajukan itu sesuai dengan kemampuan seorang peternak memeliharanya.

Sebenarnya masih ada hasil sampingan lain dari memelihara Kaligesing, yaitu mendapatkan jasa kawin. Jika peternak mempunyai pejantan ungggul apalagi sering menang kontes maka jasa mengawini betina bisa dihargai Rp.1 juta sampai Rp.2,5 juta untuk membuat betina bunting.

Harga itu diungkap Sukiswanto, peternak Desa Tlogoduwo, Kaligesing, yang mempunyai Labas, pejantan unggul berusia 7 tahun.

Dengan skala usaha 20 ekor betina maka rata-rata bisa menghasilkan 20 liter per hari karena dianggap periode laktasinya berbeda-beda, ada yang dipuncak produksi atau ada yang sedang tidak laktasi. Hasil susu itu sudah dikurangi susu untuk cempenya.

Krisbianto peternak di Desa Pandanrejo, Kaligesing, mengungkap produksi susu kambing antara 1,5 sampai 4 liter per hari dengan lama laktasi sekitar 8 bulan.

Dengan harga pasaran susu kambing Rp.25 ribu per liter maka akan mendapat Rp.500 ribu per hari. Biaya pakan biasanya mencapai 50 persen dari pendapatan kotor sehingga pendapatan bersih sekitar Rp.250 per hari atau Rp.7,5 juta per bulan. Pendapatan bisa meningkat dua kali lipat jika susu kambing diolah menjadi produk kecantikan, seperti sabun, masker, krim (cream wajah), dan "body scrub".

Peternak juga akan mendapatkan bonus cempe usia 2 bulan yang dijual sekitar Rp.800 ribu untuk betina dan Rp.1,2 juta untuk jantan. Cempe betina dari indukan yang produksi susunya sebaiknya tidak dijual, tetapi disiapkan untuk betina produktif.

Kambing dalam 2 tahun tiga kali melahirkan dengan anakan rata-rata dua ekor sehingga dari cempe yang 60 persen dijual, bisa mendapatkan bonus 40 cempe senilai Rp.40 juta/tahun atau Rp.3,3 juta per bulan. Dengan skala 20 ekor betina dan 2 pejantan maka pendapatan dari susu dan cempe sekitar 11 juta per bulan.

Modal awal yang diperlukan untuk skala usaha kecil itu sekitar Rp.150 juta yaitu Rp.70 juta untuk bibit, Rp.50 juta untuk kandang dan peralatan, serta Rp.30 juta untuk stok pakan. Asumsinya harga betina Rp.3 juta per ekor dan jantan Rp.5 juta per ekor.

Jika di lokasi peternakan sudah ada petugas inseminasi buatan (IB) kambing, maka peternak bisa lebih effisien karena tidak perlu memelihara pejantan. Semen beku dari galur Kaligesing sudah diproduksi di Balai Inseminasi Butan (BIB) Lembang dengan harga jual sekitar Rp.7.000 per dosis.

Dengan asumsi ada penambahan betina laktasi 8-10 ekor per tahun mulai tahun ketiga, hasil seleksi anakan maka potensi pendapatan bisa bertambah dari rata-rata 11 juta per bulan bisa meningkat sampai Rp.20 juta per bulan pada tahun keempat. Berminat? Jangan ragu untuk mencoba karena usaha ini memang menjanjikan.

Budi Santoso

Tembok China

Kenangan masa lalu terkadang memang terlalu indah untuk dilupakan, sayang untuk dibuang. Itulah sebabnya dalam setiap budaya kisah tentang kegemilangan masa lalu tak akan lalai diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya baik dalam bentuk nostalgia pahit, dongeng manis, atau setumpuk coretan penuh bukti.

Romantisme masa lalu tentang kejayaan rute kuno perdagangan Jalur Sutra itu jugalah yang sejak empat tahun terakhir dipasarkan dengan gegap gempita oleh China.

Siapa tak mengenal Jalur Sutra, saat barang-barang kualitas terbaik dibawa melintasi batas negara atau menembus laut lepas mencapai tempat-tempat jauh yang tak terbayangkan, sebelum kemudian meledak menjadi salah satu rute perdagangan yang sangat gemilang.

Berbekal kisah sukses lama itulah China melakukan puluhan negosiasi dengan sekitar 60-an negara di rute tersebut, menawarkan ide baru untuk babak baru Jalur Sutra edisi milenia.

Sebuah sekuel atau cerita lanjutan yang tentunya akan jauh lebih kompleks dan rumit dibandingkan versi pertamanya mengingat polarisasi geopolitik setiap negara kini tak lagi sama dengan ratusan tahun lalu.

Jalur Sutra edisi baru ini pada mulanya dipasarkan dengan nama inisiatif "One Belt and One Road" sebelum dalam beberapa saat terakhir berganti nama menjadi Inisiatif "Belt and Road" atau BRI.

Digagas oleh Presiden Xi Jinping pada 2013, BRI menawarkan sebuah upaya untuk memperluas peluang bagi pembangunan dan kesejahteraan bersama melalui kerja sama yang saling menguntungkan.

Dari Provinsi Xian, tuan rumah ribuan prajurit terracotta kaisar pertama China, hingga Eropa, inisiatif "One Belt" menembus negara-negara Asia Tengah yang lazimnya terasosiasi dengan Rusia.

Dari pelabuhan-pelabuhan utama China di Guandong, kapal-kapal negeri Tirai Bambu itu menyusuri garis pantai untuk mencapai Eropa, dalam sebuah inisiatif "One Road" yang juga melibatkan sejumlah pelabuhan Indonesia.

Lebih dari Fisik Sekalipun sejak tercetus pada 2013, BRI lebih sering dikaitkan dengan pembangunan fisik, misalkan pembangunan serentak sejumlah jalur kereta yang menghubungkan Beijing dengan negara-negara di Asia Tenggara dan Selatan, pembangunan pipa yang akan melintasi negara-negara di Asia Tengah, dan pelabuhan-pelabuhan di jalur laut.

Namun BRI tidak semata hal yang kasat mata.

Kedekatan dalam hubungan ekonomi mau tidak mau akan menciptakan kedekatan dalam hubungan sosial, budaya dan bahkan politik saat warga dari kedua negara lebih sering bertemu dan bertukar pikiran.

Dan teman atau sekutu adalah salah satu syarat untuk tumbuh besar atau sekadar bertahan mengatasi segala tantangan, mulai dari perubahan iklim hingga ancaman nuklir. Sejarah punya catatan panjang tentang hal itu.

Rute laut dan darat Jalur Sutra baru tersebut diharapkan akan menjadi salah satu kerangka kerja sama ekonomi besar di dunia, bahkan mungkin yang terbesar, yang mempromosikan kolaborasi yang luas di beragam sektor dari berbagai suku bangsa.

Namun tidak sedikit negara yang masih meragukan niat China untuk menghidupkan rute perdagangan masa lampau itu, salah satunya negara-negara di kawasan Asia Tenggara di mana Jepang dan Amerika Serikat juga memiliki pengaruh kuat.

Pendekatan mendadak pemerintah, partai komunis dan perusahaan-perusahaan China acapkali menimbulkan kekhawatiran akan kemungkinan Asia Tenggara menjadi arena pertempuran kekuatan-kekuatan besar.

Dan pemerintah China kiranya menyadari bahwa hal pertama yang harus dilakukan adalah menghapus kecurigaan. Itulah sebabnya sebuah pendekatan "soft power" untuk mengubah persepsi beberapa negara tentang upaya besar China guna menghidupkan romantika lama bernama Jalur Sutra digelar beberapa kali. Salah satunya adalah temu media di sepanjang rute itu.

Salah satu harian besar China, People's Daily, dan Partai Komunis China, mengundang sedikitnya 265 editor senior dari 126 negara untuk duduk bersama dalam "Media Cooperation Forum on Belt and Road 2017" di Dunhuang, salah satu kota yang menjadi saksi bisu sejarah panjang Jalur Sutra, pada 19 September 2017.

Presiden harian People's Daily Yang Zhenwu selaku penyelenggara forum tersebut dalam pidatonya memberikan jaminan bahwa "Belt and Road Initiative" akan menciptakan konsep baru untuk pemerintahan global, memperluas ruang untuk kerja sama internasional dan menciptakan model dimana masyarakat yang beragam dapat belajar satu sama lain.

Menurut dia, People's Daily telah menggelar forum tersebut sejak 2014 guna menghapus penghalang emosional dan memperluas "jaringan teman" dan membentuk lingkaran konsentris budaya.

Pavel Negoitsa, Direktur Umum dari Rossiyskaya Gazeta, Rusia, yang merupakan satu dari 25 pembicara dalam forum tersebut juga menggarisbawahi inisiatif tersebut sebagai sebuah peluang untuk menciptakan model kerja sama baru.

Sementara itu Stephen Rae, Pemimpin Redaksi Grup Independent New Media (INM) Irlandia, menilai inisiatif dan forum tersebut akan memberikan dampak positif bagi dunia, terutama terkait hubungan timur dan barat. Ia menyinggung tentang peran besar yang dimainkan media untuk menyebarkan informasi, termasuk persepsinya tentang inisiatif itu.

Saling Memahami Hampir seluruh pembicara yang berasal dari media, pejabat pemerintah atau pengusaha dalam forum tersebut bisa dikatakan mendukung kemunculan "Belt and Road Initiative" (BRI) dan memuji mimpi menciptakan keterhubungan raksasa, tapi apakah hal itu serta merta menghapus prasangka, media pada khususnya dan sebagian negara, pada China? Mungkin jawabnya tidak seoptimal yang diharapkan, jika merujuk pada hasil pertemuan antara sejumlah editor dari media di Asia Tenggara dan Asia Selatan dengan para pejabat partai komunis. Sebuah dialog yang menurut partai berkuasa tersebut digelar untuk menghapus persepsi negatif tentang negara itu.

Sebagai salah satu negara pemain kunci dalam isu-isu besar seperti Laut China Selatan, Korea Utara dan Myanmar, banyak dari awak media yang berharap dapat menjadi saksi perubahan sikap China setelah upaya besar-besarannya merangkul negara-negara di sepanjang Jalur Sutra melalui BRI.

Tapi dialog berulang dengan para pejabat itu menunjukkan bahwa harapan itu masih sekedar harapan.

Terutama dalam kasus Laut China Selatan, salah satu kasus yang menjadi perhatian dunia internasional, dan kebetulan akan menjadi bagian dari mimpi mewujudkan kembali rute laut Jalur Sutra.

Bagi beberapa wartawan yang berasal dari negara dengan sejarah sengketa klaim yang cukup vokal bisa jadi hal itu menghapus pengalaman indah atas keramahan warga China yang mereka temui dalam perjalanan panjang selama hampir dua minggu itu.

Seorang wartawan dalam forum tersebut secara terbuka mengutip peribahasa bahwa "siapa yang mampu menguasai hati publik, dialah yang akan memimpin", saat diminta memberi masukan pada partai komunis guna menghilangkan persepsi negatif atas China.

China mungkin betul tidak ingin memimpin dunia namun ingin bekerja sama dengan dunia, sebagaimana pernyataan salah satu pejabatnya dalam pertemuan di ujung perjalanan panjang itu, namun sebuah kerja sama yang sukses juga membutuhkan sikap saling memahami.

Jalur Sutra milenia disebut oleh sejumlah pemimpi negara yang menghadiri konferensi tingkat tinggi BRI pada Mei lalu sebagai sebuah sikap positif di tengah tren proteksionisme yang didengungkan beberapa negara.

Dialog antarindividu kali ini mungkin adalah salah satu langkah awal bagi semua pihak untuk belajar mendengar dan memahami. Karena satu yang perlu diingat bahkan di masa lalu rute di sepanjang Jalur Sutra tak selalu damai, dinasti, suku dan etnis, saling bertempur untuk menuai keuntungan terbesar dari jalur perdagangan tersebut.

Dan tentunya bukan itu yang diinginkan dalam sekuel kali ini.

Gusti NC Aryani

Import Barang
Ekspor impor adalah sebuah mekanisme yang dimasa yang lalu cukup menyita perhatian. Ini karena, ada berbagai siklus serta mekanisme yang harus dilewati. Mekanisme ini adalah sebuah proses panjang yang, tentu cukup sulit bila belum memahami secara pasti bagaimana sebuah proses impor. Berangkat dari pengetahuan tentang hal tersebut, maka artikel kali in hadir untuk memberikan ulasan serta informasi tentang proses impor barang di Indonesia.

•    Proses Korespondensi
Proses ini adalah proses dimana pembeli dan penjual, dalam hal ini pengguna dengan importir untuk melakukan komunikasi awal melalui berbagai media komunikasi, baik secara elektronik, seperti email, telephone, fax atau sejenisnya. Proses ini dinyatakan fix bila antara pembeli dan penjual mendapatkan kesepakatan harga dan jenis barang, yang selanjutnya dibuat purchase order (order pembelian), atau sales contract. Nota ini dibuat untuk menjaga pembeli dari kerugian atas kenaikan material bahan baku atau selisih kurs yang terjadi.

•    Proses L/C (Letter of Credit)
Proses ini dimulai dengan pembuatan L/C atau Letter of Credit yang dilakukan pihak importer. L/C ini merupakan media pembayaran, kemudian Opening Bank yang merupakan mitra dalam perdagangan Internasional mengirimkan L/C confirmation ke bank koresponden, yang memberikan sebuah sinyal bahwa uang dari pihak importer sudah di lock di Opening Bank tersebut.

L/C confirmation dari bank koresponden akan diteruskan pada pihak eksporter (seller) dalam bentuk L/C advice. Dalam L/C advice ini akan ditegaskan pada pihak seller berbagai hal terkait dengan proses impor yang dikehendaki importer antara lain, jenis barang, kuantitas, serta pemberitahuan bahwa uang untuk pembayaran sudah ready. Selanjutnya, bila proses pembayaran sudah selesai (asumsikan bahwa pihak importer sudah membayar full), maka pihak eksporter akan memproses barang pesanan.

•    Proses Payment, dan Shipping
Seketika proses pembayaran sudah diterima pihak eksporter maka eksporter akan mengurus barang dengan mengirimkan via perusahaan perkapalan. Proses ini adalah satu jalan antara payment dengan shipping, selanjutnya dokumen eskpor di buat oleh pihak eksporter antara lain, invoice, packing list, bill of ladding dan lain sebagainya dan selanjutnya diserahkan pada bank koresponden.

•    Proses Clearence dan Kepabeanan
Dokumen terkait dari pihak bank koresponden di kirimkan pada bank opening di negara tujuan, dalam hal ini Indonesia. Importir di Indonesia perlu mengambil dokumen-dokumen ini untuk mengurus proses clearance barang dari beacukai setempat, bersamaan juga importir mempersiapkan dokumen pendukung lainnya sebagai contoh: sertifikasi SNI, IZIN BPOM, surat karantina atau lainnya sesuai dengan jenis barang yang di impor.

Pembayaran dan pelunasan pajak terkait PDRI (Pajak Dalam Rangka Impor), yang mana ini adalah bagian dari standar kepabeanan di Indonesia. Setelah bea cukai setempat menyatakan semua proses selesai maka clearance diberikan dalam bentuk SPPB (Surat Persetujuan Pengeluaran Barang). Barulah barang bisa keluar dari terminal kargo.

Seluruh proses diatas adalah standar resmi proses impor di Indonesia. Tentu saja ada perbedaan terkait dokumen serta beberapa hal lain yang spesifik karena terjadinya perbedaan barang yang diimpor. Kerumitan juga bisa saja muncul karenan proses kepabeanan serta koresponden antar bank di dalam dan luar negeri yang terjadi. Oleh karena itu menggunakan jasa perusahaan jasa importir sebagai pemasok berpengalaman adalah solusi paling tepat.

Cetak Kain
Belakangan, dunia bisnis tekstil sangat berkembang. Ini ditandai dengan sebaran bisnis yang menjadikan tekstil sebagai komoditas di masyarakat tampak sangat banyak. Beberapa contohnya seperti; distro, bistro, butik serta konveksi dan lainnya.

Bisnis berbasis komoditas tekstil tentu membutuhkan mata rantai yang cukup panjang. Terlebih dari karakteristiknya, bisnis yang demikian sangat erat hubungannya dengan update yang terkait trend atau gaya hidup perkotaan. Ini agar senantiasa mampu menuruti kemauan pasar yang ada.

Berangkat dari kenyataan tersebut, tentunya diperlukan dukungan dari komponen-komponen bisnis yang bersangkutan. Sebagai contoh, industri tekstil sendiri sebagai bahan baku utamanya, industri pendukung seperti percetakan kain termasuk jasa sablon digital, serta industri bordir dimana orang bisa mendapatkan ornament yang pantas untuk meningkatkan nilai jual dari produknya (added value).

Tempat Cetak Kain Dan Tekstik, Mitra Pembisnis Komoditas Tekstil

Dari ulasan tersebut tentu bisa disimpulkan, bahwa tempat cetak kain serta tekstil menjadi mitra yang tak bisa dilepaskan sangkut pautnya dalam mata rantai tersebut. Oleh karena itu diperlukan sebuah pengetahuan yang tepat agar orang bisa mendapatkan gambaran yang jelas dalam memilh mana yang potensial. Berikut ini ada tips yang bisa menjadi inpirasi untuk memilih tempat cetak kain.
  • Bisa Menerima Cetak Untuk Multi Media
Untuk tips pertama tentu ada baiknya memilih yang melayani cetak multi media. Artinya bisa menerima jenis kain apapun sesuai dengan yang dikehendaki pihak pelanggan. Hal ini dimaksudkan agar kebutuhan pelanggan dapat terakomodasi dengan tepat. Jasa cetak yang bisa menerima jenis kain apapun juga pas dijadikan sebagai mitra, sebab pelanggan bisa mendapatkan one stop service tidak perlu harus berkeliling agar semua kebutuhan cetaknya terpenuhi dengan baik.
  • Menyediakan Jasa Desainer
Tempat cetak dengan jasa desainer yang sudah tersedia juga menjadi satu hal yang potensial seperti yang dilakukan oleh Raster Konveksi di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Dengan demilkian maka pelanggan bisa mendesain saat itu juga. Ini tentu bagus bagi pelanggan yang membutuhkan inpirasi desain cetak yang hendak diaplikasikan.
  • Melayani Kebutuhan sesuai Ragam Profesi
Luasnya perkembangan komoditas tekstil menjadikan beragam profesi pula yang mengelola komoditas ini. Mulai dari professional, perancang busana, desainer baju serta profesi lainnya. Masing-masing profesi tentu berbeda kebutuhannya, karenanya sangat pas memilih tempat cetak yang bisa mengakomodir beragam kebutuhan sesuai jenis profesinya.

Tips diatas bisa diplikasikan oleh siapa saja yang membutuhkan mitra cetak kain dan tekstil yang terpercaya. Tentunya tips tersebut bukan sebuah formula yang bersifat baku. Semua kembali pada kebutuhan masih-masing orang.

Tetapi dengan berpijak pada tips-tips tersebut, maka sebagai pelanggan akan banyak keuntungan sesuai dengan prinsip one stop solution. Maksudnya, pelanggan bisa mendapatkan beragam kebutuhannya pada satu waktu yang sama, Yang demikian ini, akan sangat menghemat banyak hal baik dari segi waktu maupun tenaga. Keuntungan lainnya, tentu saja dari segi bisnis maka akan sangat tepat. Karena dengan mempunya mitra jasa cetak yang bersifat one stop shopping, maka kita sebagai pihak pengusaha dapat berkonsentrasi untuk hal lain. Sebagai contoh, pemasaran dari produk atau hal lain yang penting dan mendukung perkembangan bisnis yang sedang digeluti.

Diplomatik

London,15/9 (Benhil) - Menteri Energi Lithuania Zgymantas Vaiciunas dan Ketua Mahkamah Konstitusi Prof. Dr. Arief Hidayat SH, MS, menghadiri resepsi diplomatik sekaligus peringatan HUT Ke-72 Kemerdekaan RI yang diadakan KBRI untuk Kerajaan Denmark merangkap Lithuania.

Kegiatan itu dilaksanakan di Narutis Hotel, Vilnius, Lithuania, Kamis (14/9), laporan KBRI Kopenhagen yang diterima Antara London, Jumat.

Acara resepsi diplomatik itu dihadiri sekitar 200 orang, diawali dengan mendengarkan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan lagu kebangsaan Lithuania "Tautiska Giesme".

Selaln Menteri Energi Lithuania Zgymantas Vaiciunas, juga hadir Wakil Ketua Parlemen (SEIMAS) Lithuania Gediminas Kirkilas, Kepala Penasehat Presiden Lithuania Nerijus Aleksiejunas, seluruh Korps Diplomatik Asing yang berada di Lithuania, Konsul Kehormatan RI di Lithuania Julijus Novickas, Friends of Indonesia, pengusaha dan mitra Bisnis Indonesia serta masyarakat/diaspora Indonesia setempat.

Ketua Mahkamah Konstitusi RI Prof. Dr. Arief Hidayat SH, MS, beserta rombongan yang secara bersamaan sedang berada di kota Vilnius dalam rangka mengikuti Kongres Internasional ke 4 World Conference on Constitutional Justice (WCCJ) juga menghadiri acara resepsi itu.

Pada kesempatan itu, Dr Arief Hidayat secara khusus menyampaikan sambutan terkait sejumlah poin penting di antaranya perkembangan ekonomi terkini serta peran serta Indonesia yang senantiasa mendukung perdamaian di dunia terbukti dengan pencalonan sebagai Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB periode 2019 - 2020.

Menteri Energi Lithuania Zygimantas Viciunas menyampaikan Indonesia merupakan mitra penting bagi negaranya, dan diharapkan sejumlah kerja sama dapat dilakukan dengan melihat potensi Indonesia yang cukup besar.

Sementara itu Dubes RI untuk Lithuania M. Ibnu Said menegaskan pentingnya peningkatan kerja sama di berbagai bidang dengan negara tersebut, khususnya pascakunjungan bersejarah Presiden Lithuania ke Jakarta Mei lalu.

Dalam kegiatan ini tamu undangan menikmati hidangan kuliner Khas Indonesia seperti Nasi tumpeng lengkap, Sate, Rendang, serta beberapa makanan ringan dan jajanan pasar termasuk martabak manis dan martabak telur, yang disajikan juru masak handal Rusliyawan.

Selain menikmati hidangan undangan dihibur dengan tarian tradisional Indonesia "Kandagan" dari Jawa Barat ditarikan penerima Darmasiswa yang menempuh pendidikan seni di Indonesia Egle Kardiukovaite.

Dalam kesempatan ini seluruh tamu melihat beberapa stan produksi Tanah Air, seperti batik dan berbagai produk perdagangan yang disediakan oleh KBRI seperti Mayora dengan produk unggulan Kopiko Coffee Shot Candy, kopiko Volcanic Coffee, dan Astor Chocolate Sticks termasuk berbagai produk lainnya dan sejumlah suvenir Wonderful Indonesia.

Sebelumnya KBRI Kopenhagen melakukan kegiatan Promotion of Indonesian Cuisine in Collaboration with Narutis Hotel Vilnius, menampilkan sejumlah hidangan masakan dan disajikan saat santap pagi tamu yang menginap di Hotel Narutis dengan menu khas Indonesia antara lain Nasi Goreng, dan Bihun Goreng.

Selain mengadakan sejumlah agenda terkait peringatan HUT RI, Dubes berkesempatan bertemu dan bertatap muka dengan 30 penerima Darmasiswa Lithuania yang pernah belajar berbagai ilmu dan jurusan di Indonesia dan masyarakat serta Diaspora Indonesia yang bermukim di negara itu. (Ben/An/ZG)

Kelapa Sawit


Mukomuko, 4/9 (Benhil) - Harga tandan buah segar kelapa sawit di tingkat pabrik di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, saat ini sebesar Rp1.380 per kg, naik sebesar Rp20 per kg dibandingkan dengan harga sebelumnya.

"Harga tandan buah segar kelapa sawit naik sebesar Rp20 per kg, yakni dari sebesar Rp1.360 kg menjadi Rp1.380 per kg di pabrik PT Bumi Mentari Karya," kata Kasi Kemitraan dan Perizinan Perkebunan Dinas Pertanian, Peternakan, Perkebunan, dan Kehutanan (DP3K) Kabupaten Mukomuko, Sudianto di Mukomuko, Senin.

Sebanyak 10 pabrik pengolahan minyak mentah kelapa sawit atau CPO di daerah itu, tetapi hanya PT BMK pabrik CPO di daerah itu yang membeli sawit petani di daerah itu dengan harga lebih tinggi dibandingkan sebelumnya.

Sedangkan, lanjutnya, harga TBS kelapa sawit di sembilan pabrik CPO di daerah itu selama tiga pekan ini masih bertahan dengan harga sebelumnya, yakni berkisar Rp.1.300-Rp.1.330 per kg.

Ia menyebutkan, sebanyak sembilan pabrik, yakni pabrik PT SSJA membeli sawit petani dengan harga Rp.1.300 per kg, PT KSM sebesar Rp.1.320 per kg, pabrik PT MMIL sebesar Rp.1.320 per kg.

Kemudian, pabrik PT KAS membeli sawit petani sebesar Rp.1.320 per kg, pabrik PT DDP Kecamatan Ipuh dan PT DDP Desa Lubuk Bento membeli sawit petani sebesar Rp1.320 per kg, pabrik PT AMK sebesar Rp.1.330 per kg Sementara ini, ia mengatakan, instansinya belum menerima data harga terendah dan tertinggi sawit di tingkat pabrik dari tim penetapan harga TBS kelapa sawit pemerintah provinsi setempat.

"Kami masih menunggu tim menetapkan harga sawit. Harga penetapan itu sebagai pedoman pabrik dalam menetapkan harga sawit di daerah ini," ujarnya.

Ia berharap, harga sawit di sejumlah pabrik CPO di daerah itu kembali naik sebesar Rp1.500 per kg agar ekonomi petani setempat meningkat. (Ben/An)

HVAC System


Pemilihan kontraktor HVAC merupakan langkah penting dalam keamanan data center atau pusat data, karena system HVAC (Heating, Ventilation and Air Conditioning) berperan penting dalam mengendalikan suhu, kelembaban, aliran udara dan penyaringan udara). Untuk itu haruslah direncanakan dengan teliti dan sebaik mungkin.

PT. Padi Mas Sejahtera di Jakarta adalah kontraktor yang bergerak dalam spesialisasi eletrical dan HVAC di Indonesia yang telah berdiri sejak 2011, Dengan catatan telah terbukti melayani pelangganya diberbagai industri. Mulai dari kantor pemerintahan di Jakarta, perusahaan swasta dan industri lainnya. Sebagai  Kontraktor HVAC harus bertanggung jawab penuh dan memastikan kenyamanan udara terhadap sebuah gedung atau bangunan.

Untuk itu perusahaan spesialis pendingin ruangan tersebut terus memberikan pelatihan pelatihan kepada seluruh tehnisi yang bergabung disana, baik berupa pelatihan dari internal maupun pelatihan pelatihan dari principle pendingin lainnya sebagai mitra kerja perusahaan. Seluruh tehnisi diwajibkan memiliki sertifikat pelatihan dari para principle atau vendor dari brand atau merk AC (Air Conditioning), sehingga seluruh tehnisi memiliki profesionalisme yang terbaik dibidangnya dan dapat diandalkan. Dalam memberikan pelayanan kepada costumer, PT Padi Mas Sejahtera harus mencapi tujuan berikut:

  1. Merespon dengan cepat setiap keluhan costumer
  2. Memberikan solusi terbaik dan penanganan yang baik terhadap permasalahan yang timbul pada unit pendingin.
  3. Memberikan masukan terbaik perihal cara service dan perbaikan terhadap keluhan unit AC
  4. Menghitung segala biaya untuk kebutuhan HVAC anda

PT. Padi Mas Sejahtera di Jakarta Selatan dalam memberikan service HVAC sangat mampu menawarkan pelayanan  pemeliharaan , pemasangan , perbaikan HVAC yang dapat dilihat pada laman ini, HVAC system yang ditawarkan dari Jakarta.  Beberapa layanan PT.Padimas Sejahtera sebagai kontraktor HVAC adalah sebagai berikut:

  • Pemasangan ventilasi mekanis dan penyejuk udara 
  • Kontrak pemeliharaan HVAC 
  • Jasa perbaikan HVAC 
  • Pabrikasi HVAC
  • Sewa produk HVAC
  • Jasa desain dan konstruksi

Semua layanan ini dilakukan secara profesional berkat pengalaman dan komitment perusahaan. Sebagai kontraktor HVAC di Indonesia tugas penting adalah mengarahkan pelanggan kepada system untuk kenyamanan ruangan atau gedung yang tepat, dengan memilih produk yang tepat yang menjawan kebutuhan seperti, temperatur suhu yang tepat untuk gedung tertentu seperti : server, farmasi, dan lainnya. Serta memberikan solusi kemudahan untuk service atau maintenance unit HVAC.

Untuk mendapatkan hasil yang terbaik pada HVAC sebaiknya pengguna jasa selektif dalam memilih kontraktor HVAC  Sebelum menghubungi kontraktor HVAC secara online perlu diperhatikan hal hal berikut:

  1. Legalitas dari perusahaan kontraktor AC 
  2. Tehnisi yang memiliki sertifikasi dibidangnya 
  3. Pastikan bahwa kontraktor HVAC tersebut tergabung dalam naungan salah satu organisasi HVAC
  4. Kelengkapan perangkat (tools) kerja yang diperlukan
  5. Penawaran atau persetujuan biaya 
  6. Jangan terlalu cepat  tergiur dengan penawaran harga yang murah namun tidak terjamin kualitas kerjannya.

Bibit Kelapa Sawit Topaz


Investasi perkebunan sawit di Indonesia mengalami peningkatan. Terlihat dari semakin banyaknya pelaku bisnis berbasis perkebunan yang mengelola tanaman bernama latin Elaeis ini. Tak pelak beragam faktor yang terkait langsung dengan kesuksesan dan tata kelola perkebunananya juga harus mendapat perhatian serius.

Kelapa sawit di Indonesia sudah ada sejak masa kolonial Belanda. Varietas pertama didatangkan pada kisaran tahun 1848. Awalnya penanaman tanaman sawit dimaksudkan sebagai bagian dari tanaman hias semata. Beberapa bijinya di tanam sebagai koleksi botani di kebun raya bogor kala itu, sementara sisanya disebar sebagai tanaman peneduh pinggiran jalan di Deli, Sumatra Utara.

Sejak bergulirnya revolusi industri Eropa di abad 19, tanaman sawit mulai dilirik sebagai bentuk tanaman komersil yang bisa mendatangkan keuntungan. Dari buahnya, sawit, menghasilkan CPO (Crude Palm Oil) atau minyak sawit mentah dan kala itu diketahui sebagai sumber minyak nabati untuk diolah jadi sumber minyak nabati guna beragam kebutuhan. Tahun 1911 kebun sawit komersil pertama ditenggarai muncul di Hindia Belanda, perintisnya adalah seorang Belgia bernama Adrian Hallet.


Perkebunan Sawit, Investasi Bernilai Tinggi, Mutu Benih Jadi Kunci Kesuksesan


Sejak sawit mulai dikenal sebagai tanaman komersil bernilai tinggi di tahun 1911 itulah, maka berbagai penelitian yang mengiringi seluk beluk tanaman ini agar mampu menghasilkan keuntungan berlipat juga semakin membesar. Tercatat, ada banyak pusat penelitian kelapa sawit didirikan guna menjadi sebuah wahana penelitian serta pengembangan genetik bibit sawit berkualitas. Yang paling tua adalah varietas Deli Dura, hasil silangan benih sawit yang ditumbuhkan di kebun raya bogor dengan yang ditanam sebagai tanaman peneduh jalanan Deli, Sumatra Utara.

Hingga hari ini, penelitian sawit tak tampak akan surut. Malahan lembaga risetnya semakin banyak, baik dari pemerintah maupun sebagai bagian dari korporasi besar. salah satu yang berpengalaman dalam pengembangan benih adalah Asian Agri R&D Centre, dimana benih di kembangkan secara berkelanjutan serta sistematis. Hal ini tentu tak lepas dari sejarah panjang Asian Agri sebagai benih terkemuka.

Tahun 1996, adalah masa dimana Asian Agri R&D Centre memulai bakti untuk sawit Indonesi. Kala itu didirikan Oil Palm Research Centre, di Topaz, Riau. Sejak hari itu, hingga kini, OPRS telah merilis setidaknya 4 varietas bibit kelapa sawit Topaz, ditandai dengan nama, Topaz I, II, III, IV. Masing-masing varietas ditengarai masuk dalam kategori unggul di setiap masa peluncurunnya. Keunggulan sawit topaz antara lain:

  1. Tidak cepat meninggi, sehingga memudahkan proses perawatan dan pemanenan
  2. Adaptasi terhadap kondisi tanah di lokasi penanaman baik, bahkan di tanah marginal sekalipun
  3. Kemampuan produksi minyak di panenan pertama menunjukan hasil signifikan, ditandai dengan persentasenya yang berkisar hingga 21%

Kondisi ini dapat terjadi karena bibit sawit topaz didapatkan dengan metode persilangan tetua tanaman dari masing-masing indukan DxP yang dianggap punya karakteristik produktif dan unggul. Setiap generasi sawit topas berasal dari persilangan antara lain :

  • Dura Deli x pisifera Nigeria, untuk bibit sawit Topaz I
  • Dura Deli x pisifera Ghana, Topaz II
  • Dura Deli x pisifera Ekona, Seri Bibit Unggul Topaz III
  • Dura Deli x pisifera Yangambi. Topaz IV

Masing-masing indukan yang disilangkan dan menghasilkan bibit kelapa sawit Topaz berasal dari koleksi genetik tanaman sawit di laboratorium Asian Agri R&D Centre. Pengembangan dijalankan secara berkelanjutan dan terus menerus guna menemukan sawit unggul yang mampu memberikan keuntungan investasi sawit. Namun tetap bersifat ekologis.

Palu, (Benhil, 14/04/2017) - Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola resmi membuka Sulteng Expo 2017 sebagai rangkaian memeriahkan hari ulang tahun Provinsi Sulawesi Tengah ke-53, Kamis malam, di Palu.

Pembukaan kegiatan yang meriah bertema memacu pertumbuhan ekonomi yang berkualitas menuju Sulawesi Tengah maju mandiri dan berdaya saing tersebut ditandai dengan penekanan tombol sirene dan peletusan kembang api.

Sulteng Expo ke-15 tersebut berlangsung di halaman masjid Agung Kota Palu dihadiri para forum komunikasi pimpinan daerah, Wali Kota Palu Hidayat dan para bupati se-Provinsi Sulawesi Tengah.

Longki mengatakan, Sulteng expo 2017 merupakan pameran berskala nasional dan regional yang menampilkan berbagai potensi daerah produk unggulan UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah), pameran otomotif dan perbankan, pesta rakyat serta dan hiburan menarik lainnya.

Pada sesi hiburan musik, masyarakat Sulteng dihibur salah satu band papan atas yakni Grup Band Kotak yang sangat tersohar di nusantara.

Longki Djanggola mengatakan penyelenggaraan pameran dilakukan untuk menarik investor dari berbagai sektor bisnis seperti pertanian, perkebunan, kelautan dan perikanan, kehutanan, pertambangan serta pariwisata sehingga dapat meningkatkan nilai investasi di provinsi tersebut.

Tujuannya untuk menciptakan lapangan kerja, peningkatan pendapatan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi di kawasan Indonesia bagian timur.

Rangkaian kegiatan pameran Sulteng Expo juga dapat dijadikan sebagai ajang mempromosikan seluruh potensi yang dimiliki Sulteng serta mempromosikan produk kerajinan nasional yang dihasilkan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda), Koperasi dan UKM (Usaha Kecil Menengah) serta mitra binaan BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) serta BUMD sebagai sarana informasi dan edukasi sekaligus sarana rekreasi dan hiburan bagi masyarakat Provinsiitu.

"Perkembangan perekonomian Sulteng terus menunjukan pertumbuhan tinggi dimana tahun 2016 mencapai 9,98 persen. Pencapaian tersebut tertinggi di Indonesia dan capaian itu lebih tinggi dengan laju pertumbuhan ekonomi nasional yang hanya sebesar 4,7 persen," katanya.

Dengan tumbuh kembangnya perekonomian daerah itu, Gubernur Sulteng mengajak seluruh elemen masyarakat agar terus menjaga dan lebih meningkatkan pertumbuhan ekonomi dengan mendorong sektor industri yang berbahan baku sektor pertanian dan kelautan.

"Maka peran kelembagaan penanaman modal dan pelayanan terpadu sangat strategis dalam menjaga pertumbuhan ekonomi tersebut, yaitu dengan melakukan fasilitasi secara intens berkaitan dengan penguasa investasi serta menyediakan data dan informasi serta melakukan promosi," jelasnya.

Profil investasi dan keuangan di Sulteng pada 2016 capaian investasi mencapai Rp. 22,91 triliun melebihi target oleh BKPM RI yang hanya Rp14,5 triliun atau dengan presentase kenaikan sebesar 159 persen, sehingga menempatkan Sulteng berada pada urutan ke-6 di Indonesia dan posisi pertama di kawasan timur Indonesia capaian investasi 2016.

"Selain perolehan realisasi investasi yang tinggi tersebut, Provinsi Sulteng saat ini masuk dalam tujuh besar data peminat investasi Indonesia hal ini terdiri dari angka stok investasi sebesar Rp. 64 triliun," tuturnya. (Ben/Ant)

Longki Djanggola

Perusahaan swasta perkebunan sawit di Kalimantan Tengah PT Agro Bukit, mementingkan peningkatkan hasil bumi kelapa sawit.


Industri sawit nasional adalah salah satu tulang punggung perekonomian nasional. Serapan tenaga kerja serta devisa yang dihasilkan dari ekspor CPO (Crude Palm Oil) atau minyak sawit mentah jadi satu sumber pendapatan negara yang konsisten dan berkesinambungan. Oleh karenanya, sangat penting untuk menjaga keberlangsungan industri ini.

Tercatat dalam beberapa waktu ini, lahan sawit telah berkembang hingga mencapa 8 juta hektar. Ini adalah jumlah yang signifikan yang ditunjukan dengan satu perkembangan sejak tahun 2000 an dimana pada saat itu, luasan lahan sawit di Indonesia adalah berkisar antara 4 juta hektar. Kondisi ini akan terus ditingkatkan pemerintah hingga mencapai target seluas 13 juta hektar pada tahun 2020.

Kemauan dan kerja keras pemerintah di era kepemimpinan Jokowi untuk memberdayakan sumber daya alam Indonesia sebagai salah satu sumber utama pemasukan devisa negara ini menjadikan semakin berkembangnya investasi di bidang perkebunan kelapa sawit nasional. Salah satu perusahaan perkebunan sawit besar yang ada di Kalimantan Selatan, adalah PT Agro Bukit.

Menjaga Perkembangan Industri CPO Nasional Hingga Mendukung Program Pemerintah


Dari tahun ke tahun, juga kemauan pemerintah untuk terus memperluas lapangan pekerjaan di Indonesia, menjadikan pentingnya PT Agro Bukit merasa terpanggil untuk turut serta berperan dalam industri sawit nasional. Beragam cara dilakukan perusahaan agar tetap konstan dan stabil dalam berproduksi. Untuk itu, meningkatkan hasil produksi sawit nasional jadi salah satu tujuan PT Agro Bukit. Tak hanya itu, ada juga alasan-alasan lain, mengapa meningkatkan hasil bumi PT Agro Bukit jadi satu hal yang urgen.

•    Menjaga dan Meningkatkan Konstanta Hasil CPO Nasional

Saat ini Indonesia diketahui telah menjadi tuan rumah CPO dunia. Hasil yang didapat untuk produksi pada akhir kuartal ketiga 2016 kemarin berkisar antara 33 juta ton metrik. Angka ini jauh mengungguli Malaysia, dengan hasil CPO antara 19,8 juta metrik ton di waktu yang sama. Besarnya jumlah hasil produksi CPO yang harus dicapai Indonesia ini, menjadikan meningkatkan hasil bumi dalam bentuk Tandan Buah Segar (TBS) Sawit PT Agro Bukit jadi sesuatu yang urgen.

•    Menyerap Lapangan Pekerjaan, Terutama Untuk Masyarakat Kalimantan Selatan

PT Agro Bukit yang berlokasi di Kalimantan Selatan adalah salah satu perkebunan sawit besar di Indonesia. Beberapa data menyebutkan bahwa dalam kurun waktu 15 tahun salah satu penyerap tenaga kerja terbesar di Indonesia adalah dari sektor pertanian dan perkebunan. Dengan adanya data ini, maka untuk terus meningkatkan hasil produksi sawit PT Agro Bukit, jelas adalah satu hal yang mengandung urgensi tinggi.

Luasan lahan sawit di Indonesia terbagi dari 70% ada di pulau Sumatra serta 30% sisanya ada di Kalimantan. Prosentase ini menunjukan bahwa mesk kondisi sawit nasional sudah cukup baik dalam hal hasil produksi CPO yang ada tapi jumlah luasan perkebunan sawit di Kalimantan sebanyak 30% masih belum mampu mendukung program pemerintah untuk meningkatkan serapan CPO nasional. Untuk itulah, hadirnya PT Agro Bukit di Kalimantan menjadi salah satu pionir perkembangan industri sawit nasional, yang dalam berbagai kapasitas tentu mendukung ketahanan ekonomi nasional.

Pengembangan lahan sawit di berbagai daerah juga menjadi salah satu hal utama yang terus digalakkan pemerintah untuk mencapai target 13 juta hektar lahan sawit pada 2020. Hasil TBS terbaik yang mampu diproduksi perkebunan sawit PT Agro Bukit tentu akan membantu memaksimalkan program ini hingga bisa tercapai pada satu waktu. Pendek kata, hasil terbaik dan kapasitas produksi tinggi akan membawa dampak positif di berbagai aspek.

Kelapa Sawit

Tutur kata yang lugas, mengalir nyaris tak tersendat sama sekali saat mengartikulasikan pokok pikiran terkait pengalaman hidup dan kisah Karman Karim sebagai pengusaha yang dinilai banyak orang sebagai sangat sukses, pemilik mal hanya bermodeal meterai dari Poso.

Meski di kiri kanannya duduk empat orang akademisi dan birokrat yang seluruhnya bergelar akademik doktor dan seorang legislator yang terkenal cukup kritis, namun itu sama sekali tak mendegradasi rasa percaya dirinya saat berbicara sebagai nara sumber dan tanpa teks.

Sekitar seratus orang peserta diskusi terlihat terpukau bahkan tak jarang bertepuk tangan antusias menyambut pernyataan-pernyataan bijak saat menuturkan pengalaman hidup membangun bisnis pusat perbelanjaan, membagikan pengalaman hidup, bercerita tentang rekam jejak.

Karman Karim begitu piawai memaknai dan mengelaborasi kata 'reputasi', sebuah thema menarik yang menjadi bahan diskusi publik yang diprakarsai oleh DR Ir H Hasanuddin Atjo, MP dan diselenggarakan bekerja sama Pemuda Muhammadiyah Kota Palu, Sulawesi.

Dia adalah Haji Karman Karim, pria kelahiran Pinrang, Sulawesi Selatan, 19 Oktober 1958. Sederhana, supel dan rendah hati merupakan kesan kebanyakan orang saat berinteraksi dengannya.

Tak suli baginya mengartikan makna reputasi. Beliau bahkan tidak mengutip arti kata reputasi dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) atau mencarinya di Google arti kata yang diserap dari Bahasa Inggris 'reputation' itu di internet. Namun ketika ia menggunggah pengalaman hidup membangun bisnisnya, orang langsung 'ngeh' apa sebenarnya makna reputasi yang bahkan dibutuhkan oleh orang lain untuk menatanya seperti artikel jasa online reputation management pada blog berita bisnis ini.

"Orang banyak menganggap saya ini orang berada karena memiliki tiga buah mal di Sulteng. Padahal saya ini tidak punya uang sama sekali". Dilanjutkan, "Saya ini tidak punya mobil pribadi, bahkan rumah tinggal kami, baru beberapa waktu lalu saya ganti atapnya dengan seng karena istri sudah keberatan sebab tertimpa air saat hujan dari bocoran atap," tuturnya.

Saat diskusi mengenakan kemeja lengan panjang kotak-kotak berwara terang, dasi merah dan celana hitam serta sepatu warna oranye muda, mantan 'lawyer' ini membenarkan bahwa ia memiliki bisnis pusat perbelanjaan modern berupa tiga buah mal, dua di Kota Palu dan satu di Poso.

"Anda tahu, semua mal itu saya bangun hanya bermodal meterai Rp6.000," katanya disambut tepuk tangan riuh hadirin yang semuaya tampak terperangah.

Suatu saat, kisah Karman, ia dipanggil Wali Kota Palu untuk membantu menyelamatkan Mall Tatura Palu di Sulawesi milik pemerintah kota setempat yang nyaris bangkrut karena terlilit utang Rp. 57 miliar.

"Saya juga heran, kenapa wali kota meminta saya, bukan orang lain, padahal saya ini tak punya uang. Lalu saya datang ke mal itu dan naik di lantai paling atas. Di situ saya melihat ke langit. Pikiran saya muncul, langit saja yang tidak punya tiang penyangga, toh tidak runtuh. Masak Mall Tatura yang punya ratusan penyangga akan runtuh," tuturnya sambil mengutip ayat-ayat Alquran yang diakuinya selalu menjadi titik pijak dan sumber inspirasi dalam semua aktivitas kehidupannya.

Ia kemudian mengajak teman-temannya yang memiliki uang, juga menghubungi bank. Luar biasanya, kata Karman, ia cuma perlu meterai Rp. 6.000, usaha penyelamatan pusat perbelanjaan Mall Tatura pun berlangsung dengan baik.

Dalam waktu yang dinilai banyak orang sangat singkat, utang mal itu terbayarkan lunas dan sekarang anda bisa lihat seperti saat ini. Mal yang tadinya berutang sebesar Rp. 57 miliar, kini punya asset sekitar Rp.150 miliar.

Sukses menangani mal Tatura, ia lalu ditawari pengelola Matahari Grup untuk membangun mal yang lebih besar. Pemilik toko swalayan modern Hypermart pun menghubunginya juga.

"Saya cuma bilang sama mereka, kalau anda mau memberi saya uang muka sebelum peletakan batu pertama, saya akan bangun mal. Ternyata mereka setuju. Lalu saya cari meterai Rp. 6.000 lagi, jadilah perjanjian dan mal mulai dibangun," ucap Karman, yang pernah menekuni profesi advokat selama 25 tahun itu.

Lalu semua bank menawarkan diri untuk bekerja sama membiayai proyek itu. Saya sampai bingung mau pilih bank yang mana, namun akhirnya, karena Bank Mandiri yang selama ini banyak bekerja sama, maka saya pilihlah Bank Mandiri.

"Modal kerja sama dengan Mandiri juga hanya meterai Rp. 6.000," lagi-lagi hadirin bertepuk tangan bahkan moderator Dr Eko Joko Lelono dari Universitas Tadulako Kota Palu tampak lupa mengendalikan waktu pembicaraan Karman Karim yang sudah hampir satu jam padahal alokasi waktu hanya 20 menit.

Kini berdiri megah Palu Grand Mal di Pantai Teluk Palu yang menghidupi sekitar 4.500 jiwa anggota keluarga yang menjadi karyawan di seluruh mal tersebut.

Poso City Mall Lalu terbuka peluang usaha di Poso. Waktu itu, tutur Karman, Bupati Poso mengajaknya untuk membangun mal di kota itu. Kembali ia menghubungi Hypermart untuk bekerja sama.

"Anda tahu apa reaksi pertama Hypermart? Anda gila pak Karman. Poso itu daerah kacau, mana mungkin bangun mal," ujarnya. Ia mengaku hanya menjawab singkat: "yang kacau itu di media, bukan di Poso," ucapnya yang lagi-lagi disambut tepuk tangan hadirin.

Ia lalu meminta bos Hypermart untuk pergi ke Poso walau hanya beberapa jam meninjau dan pulang. Eh, ternyata saat tiba di Poso, bos itu meminta untuk menginap semalam. Setelah berkeliling melihat kondisi Kota Poso, ia kemudian memutuskan untuk keberja sama bangun mal Poso.

"Kembali saya cari meterai Rp. 6.000, teken perjanjian dan berdirilah Poso City Mal, sejak dua tahun lalu," katanya.

Bahkan Wakil Presiden Haji Muhammad Jusuf Kalla saat berkunjung ke Poso pun sempat ragu dengan keputusannya membangun mall di Kota Poso.

Poso City Mal itu sendiri sampai saat ini masih memegang gelar sebagai mal pertama di ibu kota kabupaten di seluruh Sulawesi, dan Hypermart yang dihadirkan di situ adalah Hypermart generasi ketujuh, yang saat dibuka pada 2015, merupakan hypermart paling modern di seluruh Sulawesi.

"Semua ini saya bangun dengan konsep 'gila'. Gila itu merupakan singkatan dari 'gali ilmunya lakukan aktivitasnya." Semuanya bermodal kepercayaan, yang diraihnya selama menjadi advokat selama 25 tahun dan memiliki koneksi dengan banyak orang kaya di Indonesia.

Namun dibalik itu semua, rahasia paling besar dari sukses yang diraihnya adalah 'menyenangkan hati Tuhan' lewat melayani orang lain dengan memberikan sedekah, karena kalau Tuhan senang dengan kita, apapun yang kita mohonkan akan dikabulkanNya.

"Saya ini tidak punya uang karena semua yang Tuhan kasi saya habiskan untuk membantu orang lain. Dengan bersedekah saya percaya bahwa saya memiliki cadangan kekayaan yang besar dari Tuhan sebab sedekah itu sama timbangannya dengan berat dua kali bumi dan seluruh kekayaannya," ujarnya.

Ia juga menuturkan bahwa setiap kali akan memulai sebuah proyek, ia pergi ke Tanah Suci, sujud di depan Ka'abah, dan berdoa, sujud meminta kepada Tuhan dengan berkata: 'bila Engkau tidak menghendaki saya mengerjakan proyek itu, gagalkan rencana saya untuk memulainya.' "Alhamdulillah, semua yang saya minta kepadaNya dikabulkan," tuturnya.

Kini, bermodal meterai Rp. 6.000 itu, ia juga sudah memulai sebuah proyek pembangunan hotel di Kota Palu dan sebuah mal di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.

Sambil mengutip sepenggal ayat dalam Al-Quran, Karman mengakhiri kisahnya dengan menyebutkan,  mau sukses bangunlah pada saat sepertiga malam dan bertahajud karena saat itulah Tuhan turun menabur Rahmat kepada ummatNya.

"Setiap hari Tuhan itu membawa berkatNya untuk 250 juta orang Indonesia, tetapi yang bangun saat itu hanya tiga juta orang, sehingga hanya mereka itulah yang menikmati rahmat-rahmat itu," ucapnya berilustrasi.

Itulah makna reputasi, sangat mahal nilainya. Mereka yang memiliki reputasi yang baik takkan takut dengan masalah. Reputasi itu berarti sukses mengatasi masalah, lalu saat sebuah masalah selesai, muncul masalah baru lagi dan mungkin lebih berat. Begitu seterusnya, rekam jejak yang baik dan diingat oleh banyak orang.

"Saat kita mengembuskan nafas yang terakhir, masalah itu baru selesai. Itulah sukses yang sebenarnya. Sukses bukan memiliki harta yang banyak, tetapi sedekah yang banyak, karena sedekah itulah yang mendahuli kita membukakan pintu Surga saat kita mati," ujarnya.

Para peserta diskusi publik berthema 'Membangun Reputasi menuju Sulawesi Tengah yang Maju, Mandiri dan Berdaya Saing' yang digagas Kepala Dinas Kelutan dan Perikanan Sulteng Dr Ir H Hasanuddin Atjo itupun berebutan berfoto dengan Karman Karim setelah moderator dengan sigap segera menutup diskusi karena adzan shalat dhuhur sudah nyaris usai berkumandang. (Sumber: Antara)


Ilustrasi, Profil Karman Karim
All rights reserved, Copyright © 2015 www.benhil.net. Powered by Blogger.