Megawati Turun Gunung

Megawati

Oleh: Saiful Huda Ems.

Saya senang dengan perkembangan politik terbaru, Ketum (Ketua Umum) PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarno Putri sudah mulai turun gunung (meminjam istilah Politisi Partai Demokrat dan Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY). 

Dia berani bicara lantang di depan ribuan kadernya dan "menyentil" Jokowi (Presiden Joko Widodo) dengan menyatakan, "Baru berkuasa sudah mulai seperti Orde Baru. Kalian berani tidak?!"

Lalu disambut semua kadernya,"Berani! Lawan!"

Perkembangan politik terbaru ini bakal membuat benteng pertahanan politik Jokowi remuk. Jika benteng pertahanan Jokowi remuk, Prabowo Subianto dan putra Jokowi, Gibran bakal mudah jatuh alias kalah oleh pasangan Capres (calon presiden) Ganjar Pranowo dan Cawapres (calon wakil presiden) Mahfud MD.

Sekedar mengingatkan, setelah Bung Karno dan Gus Dur wafat, di Indonesia hanya tinggal satu orang pimpinan partai politik (parpol) yang memiliki basis akar massa yang kuat dan terbangun melalui tempaan sejarah dialektika politik nan panjang dan penuh keringat serta darah, yaitu Megawati. 

Maka tatkala perempuan yang akrab disapa Ibu Mega itu sudah mulai Mengeluarkan kepalan tangan dan memekikkan kata perlawanan terhadap berbagai kecurangan dan kesewenang-wenangan yang terjadi, maka jika Jokowi, Capres Prabowo Subianto, dan SBY berkumpul jadi satupun akan dengan mudah diseruduknya. Ini bisa terjadi karena Megawati lahir bukan dari kepemimpinan modal, melainkan dari kepemimpinan ide-ide revolusioner.

Saya bukan kader PDIP, namun sejak dari remaja saya selalu mengikuti perjuangan Megawati. Bahkan ketika Kantor PDI Pimpinan Megawati hendak diserang oleh Rezim Orde Baru di peristiwa Kudeta 27 Juli 1996 (Kuda Tuli 1996), saya ikut mimbar bebas disana. Namun beberapa saat sebelum terjadi penyerangan Kantor PDI itu, saya meninggalkan tempat dan pergi ke Kantor YLBHI Jakarta. 

Orasi Dahsyat

Kini setelah berpuluh tahun saya tidak melihat lagi orasi Megawati dari dekat, malam ini saya melihat kembali dia berorasi meski tidak secara langsung, melainkan dari video. Betapa putri Proklamator Bung Karno itu mulai menunjukkan ketegasan moralnya, bahwa kesewenang-wenangan dan segala jenis kecurangan penguasa harus dilawan! Itu benar-benar dahsyat!

Selama ini ibu kandung Ketua DPR RI Puan Maharani itu kalau sedang berorasi di hadapan Jokowi memang terlihat lucu dan terkesan kurang bijaksana. Mungkin itu dilakukannya karena dia sudah melihat tanda-tanda Jokowi bakal mbalelo. Namun, kita semua harus jujur mengakui kalau Megawati adalah orang yang sangat taat pada konstitusi dan sangat mencintai bangsa dan negera ini.

Megawati sekilas nampak mudah mengalah untuk hal-hal yang bukan prinsipil dalam perjuangan, seperti porsi Menteri untuk PDIP yang tidak proporsional di Kabinet Pemerintahan Jokowi. Akan tetapi untuk pelanggaran konstitusi, jangan coba-coba! Megawati akan sangat tegas menolak itu semua dan akan berdiri dan memimpin perjuangan mati-matian untuk mempertahankan konstitusi kita.

Akhirnya saya harus ucapkan, selamat datang kembali di medan juang Ibu Mega. Negeri ini kembali memanggilmu untuk mengoreksi penguasa yang sudah lupa akan jati dirinya. Penguasa yang sejak awal Anda dukung dan jaga dengan seluruh kader partai PDIP di seluruh pelosok Nusantara. yang kini tega mengkhianatimu dan mengkhianati rakyatnya sendiri. Salam hormat untuk perjuangan Megawati Soekarno Putri. (SHE)

27 November 2023 

Penulis adalah pengacara dan Ketua Umum Harimau Ganjar (HAJAR!). [Benhil]



Surga Tropis

Tropics Paradise is a collection of writings and papers presented at, from, and to the tropics. Actually, the tropics is a place that comfortable, warm, and affluent. But the situation goes undermined by the real interests that not coming from the tropics itself, such as politics, ideology, lifestyle, and others. So for that matters, Tropical Paradise wants to restore a beautiful sense of the area.

Previous Post Next Post

Contact Form