Tips Pasti Sukses Usaha Kuliner

Sukses Usaha Kuliner

Banyak tips atau cara untuk meraih sukses dalam usaha, terutama kuliner. Namun, cara-cara berikut ini telah dipraktekan oleh penulis.

Jadi beberapa tips ini tidak hanya teori semata yang belum pernah terbukti kebenarannya. Banyak sekali tulisan atau buku yang membahas tentang meraih sukses di bidang kuliner, namun ketika dijalani, ternyata banyak hambatan besar yang sulit ditangani.

Namun dengan beberapa cara di bawah ini, penulis telah mengalami sendiri kesuksesan, baik untuk usaha sendiri atau saat pihak lain meminta pertimbangan. Tentu saja, juga ada beberapa kegagalan yang menjadi pelajaran di bidang usaha kuliner.

Beberapa tips pasti sukses di bidang usaha kuliner ini dalam arti meminimalisir resiko gagal (berdasarkan pengalaman) tapi kemungkinan tidak berhasil tetap ada. 

Berikut ini beberapa tips pasti tersebut:

1. Ikut Franchise

Jika Anda tidak punya latar belakang sebagai pengusaha kuliner dan berniat terjun ke bidang itu, ikut franchise (kerja sama) adalah langkah paling tepat.

Banyak sekali resto atau usaha kuliner yang menawarkan franchise, dari skala yang paling tinggi (makanan siap saji, seperti McDonald dan KFC) hingga yang paling rendah yang berupa kedai kecil. Tentu saja tarif kerja samanya juga bervariasi.

Satu hal yang perlu dikatahui bahwa untuk usaha franchise dibutuhkan modal yang tidak sedikit. 

Seorang teman pernah minta pertimbangan usaha kuliner pada penulis. Karena dia tidak punya pengalaman di bidang itu, maka ikut franchise adalah langkah yang dirasa tidak beresiko. 

Dengan modal sekitar Rp 300 juta (belum termasuk lahan), saat ini dia memiliki sebuah resto yang pendapatan bersih untuk dia sekitar Rp 30 juta perbulan.

Ayam dan Bebek Mas Budi


2. Rasa Nikmat

Usaha makanan itu masalah rasa. Jadi yang paling penting adalah rasa yang nikmat. Jika pembeli telah mendapatkan rasa nikmat, maka mereka tidak mempermasalahkan harga (yang terpaut sedikit dengan tempat lain).

Masalah rasa nikmat ini berlaku bagi Nasi Ayam Uti Banyumanik, Semarang. Empat tahun ini, Uti sudah berjualan dan punya banyak pelanggan di tempat baru di depan ruko (rumah toko) daerah Banyumanik, Semarang bagian Selatan. 

Sebelumnya, dia jualan setiap hari Minggu di Car Free Day Simpang Lima, Semarang. Di tempat lama tersebut, pelanggannya sebenarnya juga sudah banyak.

Kini, apabila kangen dengan rasa nikmat dari masakannya Uti, pelanggan lama rela datang ke tempat jualan Uti yang baru, yang berjarak 7 Km dari Simpang Lima.

Nasi Ayam Semarang.


3. Buka Lebih Lama

Usaha makanan umumnya menyediakan masakan untuk sarapan, makan siang, dan makan malam. Jika produk yang Anda sediakan bisa dikonsumsi untuk dua dari tiga saat makan itu atau semuanya, tentu kemungkinan untuk laku bisa lebih besar.

Bahkan ada juga warung yang buka bukan pada jam makan, yaitu setelah jam 10 makan sampai habis. Jangan salah, meski buka pada jam yang tidak wajar, beberapa tempat tersebut selalu ramai dikunjungi, contohnya Warung Nasi Kuncing Pak Gik di Jalan Gajah Mada, Semarang dan Warung Pecel dan Soto di Pasar Ungaran.

4. Tempat Strategis

Selain 3 hal di atas, tempat juga sangat berpengaruh. Tempat makan yang posisinya tidak strategis, seperti di jalan yang macet, sempit, atau tidak ada tempat parkirnya, tentu akan sulit dikunjungi, dibandingkan tempat yang nyaman dan luas.

5. Harga yang Sesuai

Harga yang sesuai dalam arti produk kuliner yang Anda tawarkan itu perlu memiliki pangsa pasar, dari kalangan atas, menengah, atau masyarakat bawah. Harga pecel untuk kelas menengah dan bawah tentu berbeda dengan harga javanese salad di restoran atau hotel berbintang.

Beberapa tips tersebut bisa memberi inspirasi bisnis bagi Anda yang punya rencana terjun di bidang kuliner. (Benhil Online)    

Surga Tropis

Tropics Paradise is a collection of writings and papers presented at, from, and to the tropics. Actually, the tropics is a place that comfortable, warm, and affluent. But the situation goes undermined by the real interests that not coming from the tropics itself, such as politics, ideology, lifestyle, and others. So for that matters, Tropical Paradise wants to restore a beautiful sense of the area.

Previous Post Next Post

Contact Form