Di tengan hiruk pikuk pelaksanaan Pilpres (pemilihan presiden) 2024, sayang sekali tokoh ini tidak masuk sama sekali sebagai calon pemimpin negara kita. Padahal Sri Mulyani telah mengantongi sederet prestasi bergengsi dari dalam dan luar negeri.

 

Kalau Presiden Joko Widodo atau Jokowi (yang menurut saya masih layak sekali untuk memimpin negeri ini) tidak bisa mencalonkan lagi menjadi Presiden RI karena harus taat pada konstitusi, maka kita perlu memilih kandidat yang punya integritas seperti dia. Sebenarnya, itu bukan perkara mudah.

 

Kalau integritas Ahok (Basuki Tjahaya Purnama) masih dirasa kurang layak menjadi pemimpin negeri ini karena beberapa permasalahan lalu, maka Sri Mulyani adalah kandidat yang paling memenuhi syarat. Dia bisa dipercaya meneruskan kesuksesan pembangunan yang menjadi komitmen Jokowi.

 

Prestasi yang diraih oleh perempuan yang nama panjangnya Sri Mulyani Indrawati tersebut sangat banyak. Begitu banyak hingga tidak bisa disamai oleh semua calon yang namanya diunggulkan oleh beberapa lembaga survey (Prabowo. Ganjar, dan Anies Baswedan).

 

Dan yang paling penting, sebagaimana Jokowi, Sri Mulyani relatif bersih dari berbagai masalah hukum dan skandal selama mengemban tugas. Profil yang bersih tersebut akan sangat berguna saat pengambilan kebijakan di kemudian hari saat menjabat.  

 

Hingga awal tahun 2022, berikut ini sederet prestasi dunia dari perempuan yang sekarang menjabat sebagai Menteri keuangan (menkeu) ini, yaitu:

 

1. Menteri Keuangan terbaik Asia untuk tahun 2006 oleh Emerging Markets Forum pada 18 September 2006 di IMF-World Bank Group Annual Meetings di Singapura.

 

2. Wanita paling berpengaruh ke-2 di Indonesia versi majalah Globe Asia bulan Oktober 2007.

 

3. Wanita paling berpengaruh ke-23 di dunia versi majalah Forbes tahun 2008.

 

4. Menteri Keuangan terbaik pada tahun 2006 dari majalah Euromoney.

 

5. Best Minister in the World pada World Government Summit di Dubai, Februari 2018.

 

6. Finance Minister of the Year - East Asia Pacific oleh Global Markets pada Oktober 2018 saat perhelatan IMF-World Bank Group Annual Meetings di Bali.

 

7. Menteri keuangan terbaik di Asia Pasifik versi media keuangan Finance Asia tiga tahun berturut-turut mulai dari 2017, 2018 dan 2019.

 

8. Finance Minister of the Year for East Asia Pacific tahun 2020 dari Majalah Global Markets, sebagai penghargaan atas upaya penanganan pandemi COVID-19 di Indonesia.

 

9. The World's 100 Most Powerful Women 2020 yang peringkatnya dibuat oleh Majalah Forbes dan menduduki posisi ke-78.

 

10. Distinguished Leadership and Service Award yang diberikan dalam pertemuan tahunan anggota The Institute of International Finance (IIF) di Washington, D.C pada 11 Oktober 2021.

 

Selain itu, perempuan yang menjabat sebagai menteri sejak pemerintahan Presiden SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) itu paling punya nyali untuk menggedor pintu rumah keluarga Cendana yang selama ini dianggap sangat kokoh. Tujuannya agar keluarga yang berkuasa pada masa orde baru itu mempertanggungjawabkan harta yang telah mereka kumpulkan selama berkuasa.

 

Di samping itu, saat semua negara ekonominya tiarap karena dampak pandemi Covid 19, dengan kerja keras Sri Mulyani, justru indonesia berhasil membawa anggaran APBN (anggaran pendapatan dan belanja negara) bisa surplus.

 

Dibujuk Pulang

Presiden Jokowi berhasil membujuk pulang wanita cerdas ini pada 2014. Sri Mulyani sendiri mengakui kalau dirinya mendapat panggilan dari Jokowi ke Tanah Air demi mengemban tanggung jawab sebagai pembantu presiden.

 

Dia sangat menyadari kalau itu bukanlah tanggungjawab ringan. Berbekal pengalaman bekerja di Bank Dunia telah memberikannya tambahan perspektif dan pengalaman sebagai menkeu. Saat bekerja di Bank Dunia, dia pernah melakukan kunjungan ke berbagai negara, termasuk bertemu presidennya dan menkeunya untuk saling bertukar pikiran.

 

Selain alasan kehormatan dan tanggungjawab, dia juga punya alasan pribadi saat kembali ke negeri tercinta ini. Alasan pribadi itu adalah orang tua. Menurut Sri, kedua orang tuanya yang sudah almarhum pasti akan sangat senang kalau dia kembali ke Tanah Air.

 

Nyatanya, pilihan Sri Mulyani untuk pulang dan mengabdi pada negaranya sendiri telah memberikan dampak sangat bagus bagi hampir semua rakyat Indonesia. Oleh sebab itu, dia layak menjadi pemimpin.

 

Seorang pemimpin sejati hanya perlu menunjukan prestasi, tidak perlu baliho besar untuk memperkenalkan diri. [Benhil]

 

 

 


Fenomena orang Arab muslim yang tidak melaksanakan ibadah puasa semakin terlihat meningkat akhir-akhir ini. Hal itu sesuai dengan pantauan di beberapa tempat di Timur Tengah.

 

Dikutip dari media The Economist, masyarakat tampak santai menikmati Whiskey saat Matahari terbenam di Amman, Yordania. Sedangkan di Teheran, ibu kota Iran, banyak orang yang merokok di jalan-jalan yang sibuk. Bahkan, pijat plus-plus tampak terang-terangan beroperasi di Marrakech, Maroko.

 

Pemandangan tersebut tampak di bulan suci Ramadan tahun ini yang akan berakhir pada 2 Mei 2022. Padahal mereka paham kalau pada bulan ini umat Islam diperintahkan untuk tidak makan, minum, dan berhubungan badan dari terbit fajar sampai Matahari terbenam.

 

Selain itu, saat ini banyak penduduk Kota Dubai di Uni Emirat Arab dengan bercanda menyebut bulan Ramadan dengan Haramadan. Itu diambil dari kata Arab haram, yang berarti hal-hal yang dilarang.

 

Meski sebagian besar negara Timur Tengah masih menghukum dan menarik denda bagi orang-orang yang kedapatan melanggar aturan puasa Ramadan, tapi nilai dendanya semakin ringan dibandingkan dekade lalu. Bahkan, dendanya lebih rendah daripada tarif parkir. Negara Yordania menarik denda maksimum US 35 dolar dan Oman menarik denda setara US 3 dolar.

 

Pihak berwenang kebanyakan menutup mata terhadap kecenderungan peningkatan masyarakat muslim yang tidak berpuasa itu.

 

“Mereka [Pihak berwenang] tidak bertindak karena takut dengan protes netizen lewat media sosial,” kata seorang pengacara di kota suci Najaf, Irak.

 

Pengacara itu menambahkan, saat bersidang, justru para hakim sering minta jeda untuk merokok pada bulan Ramadan ini. Selain itu, banyaknya aplikasi pengiriman makanan yang telah merambah ke negara-negara Arab yang memudahkan pemesanan tanpa pengawasan dari aparat.

 

Pemandangan kafe-kafe yang tetap buka atas permintaan pelanggan terlihat dari Teheran hingga Tunisia. Mesir, yang sebelumnya rutin memenjarakan orang yang melanggar puasa, baru-baru ini menghukum sebuah restoran yang kedapatan menolak melayani tamu beragama Kristen Koptik. Tamu tersebut menyampaikan keluhan dan polisi langsung menutup restoran itu.

 

Beberapa tahun terakhir ini, Yordania mengizinkan masyarakat menjual makanan dan minuman pada bulan Ramadan, dengan konsekuensi harga yang lebih mahal. Meskipun begitu, banyak orang yang tidak memperdulikan harga dan memilih makan bersama di kafe atau tempat makan setelah dua tahun dilarang berkumpul karena Covid 19. Seorang yang berprofesi sebagai penasihat keuangan di Amman mengatakan bahwa hanya dua dari 25 rekan kantornya yang berpuasa. Mereka seakan tidak perduli kalau negaranya juga masih memberlakukan hukuman penjara bagi orang-orang yang secara sengaja mengabaikan puasa.

 

Kondisi tersebut semakin menguatkan kecenderungan peningkatan sekularisasi yang terjadi di negara-negara Arab. Tahun lalu pemerintah Arab Saudi telah mengizinkan perempuan menggunakan bikini saat berkunjung ke pantai, mempersilakan perayaan Natal menjadi lebih terbuka, menghormati hak-hak perempuan, dan mulai mengurangi aturan-aturan konservatif di negara itu.

 

Definisi sekularisasi adalah pemisahan kehidupan sehari-hari, termasuk penyelenggaraan pemerintahan, dengan urusan keagamaan.

 

Sebagai Protes Terhadap Kebijakan

Beberapa pihak menenggarai berkurangnya muslim yang berpuasa (melaksanakan ibadah atau syariat pada umumnya) di jazirah Arab adalah sebagai bentuk protes terhadap pihak berwenang agar bisa bertindak tegas terhadap kelompok teroris ISIS dan jihadis lainnya.

 

Di samping itu, masyarakat di sana sudah muak dengan kebijakan yang menggunakan agama sebagai alat kontrol untuk menekan masyarakat. Sedangkan di sisi lain, pemerintah sedang gencar melonggarkan pariwisata secara bebas sebagai langkah diversifikasi ekonomi dari minyak. [Benhil]


Dalam minggu ini banyak pegawai yang bakal menerima uang THR (tunjangan hari raya) dari kantor atau tempat mereka bekerja. Uang di luar gaji tersebut biasanya dibelikan untuk kebutuhan lebaran seperti baju, serta aneka makanan dan minuman

 

THR juga dipakai untuk keperluan mudik ke kampung halaman selama libur lebaran. Mereka yang dari kota biasanya membagi-bagikan uang ke sanak keluarga di kampung karena mereka yang bekerja di kota sudah dianggap punya banyak uang.

 

Tidak bisa dipungkiri, THR sudah ditunggu-tunggu oleh banyak pegawai beberapa bulan sebelum menerimanya. Mereka biasanya sudah punya rencana atau angan-angan akan digunakan untuk keperluan apa saja dan berapa sisanya.

 

Namun perlu diwaspadai, beberapa pengeluaran yang tidak direncanakan bisa menghabiskan uang lebaran itu sebelum hari H. Jangan sampai Anda melihat teman-teman bersenang-senang dengan uang THR, sedangkan Anda sudah bokek duluan.

 

Hal apa saja yang menyebabkan uang THR habis duluan? Berikut ini penyebabnya:

1. Ganti Telepon Baru

Telepon yang teknologinya selalu berubah memang membuat pengguna tergiur untuk memiliki yang terbaru, tanpa perduli dengan fungsi utamanya. Padahal untuk belanja telepon pintar bisa menghabiskan 2/3 dari THR yang diterima.

 

Jika tidak bisa mengekang keinginan memiliki telepon keluaran terakhir, dipastikan saat lebaran dompet Anda menipis. Tapi telepon itu mungkin bisa menjadi penglipur lara.

 

2. Perbaikan Motor atau Mobil

Perbaikan motor atau mobil seringkali mengalami over budget atau biayanya membengkak. Ada saja suku cadang atau aksesoris yang perlu ditambahkan saat sedang banyak uang. Itu baru disadari biasanya saat melakukan pembayaran di kasir.

 

3. Membayar Akumulasi Hutang

THR menjadi salah satu sumber pendapatan yang sudah dipastikan akan dimiliki menjelang lebaran. Fakta ini membuat seseorang merasa nyaman dan mengambil beberapa pinjaman yang akan dibayar saat menerima uang tahunan tersebut.

 

Alhasil, saat menerima THR, tagihan datang bertubi-tubi dan sisanya tinggal sedikit. Sehingga saat lebaran uang di dompet hanya tinggal untuk makan saja.

 

4. Tergiur Investasi Bodong

Saat pembagian THR, banyak sekali yang menawarkan sesuatu, dari motor, mobil, rumah, dan lain-lain. Hal itu terjadi karena banyak orang tahu kalau menjelang lebaran para pekerja biasanya punya uang berlebih.

 

Kesempatan itu juga dipakai oleh mereka yang berbisnis money game, yakni menawarkan investasi besar dan tidak masuk akal. Bagi orang yang paham, mereka sudah tahu kalau itu bisnis bohongan alias investasi bodong.

 

Masalahnya tidak semua orang bisa berpikir logis. Nah, orang seperti itu yang menjadi target utama para pelaku money game. Apalagi orang seperti itu tidak bisa melihat uang lama di genggaman tangan, inginnya dibelanjakan untuk sesuatu hal.

 

Saat uang sudah disetor ke investasi, maka mereka baru sadar kalau mereka sudah tidak punya apa-apa untuk lebaran.

 

Empat hal tersebut adalah contoh kita perlu berhati-hati menjaga pengeluaran saat menerima THR, agar tetap berguna saat merayakan lebaran dengan orang-orang tercinta. [Benhil]

 

 


Libur hari raya Idul Fitri atau Lebaran telah tiba. Di hari besar tersebut, selain halal bihalal bersama sanak keluarga, acara yang ditunggu-tunggu adalah wisata atau jalan-jalan ke tempat rekreasi yang tidak jaub dari kampung halaman.

 

Pantai masih menjadi salah satu tujuan favorit bagi wisatawan lokal. Jika Anda sedang mudik di Yogyakarta atau sekitarnya (Magelang, Purworejo, Wonogiri, Solo, dan lain-lain), tidak ada salahnya untuk memilih salah satu pantai yang direkomendasikan berikut ini.

 

Seluruh pantai tersebut menghadap ke laut Selatan atau Samudera Indonesia yang terkenal dengan ombaknya yang besar dan menakjubkan.

 

Berikut ini 5 pantai istimewa yang cocok untuk wisata selama libur Lebaran, yaitu:

1. Pantai Parangtritis (Bantul)



Pantai ini telah lama menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Yogyakarta. Posisinya strategis karena paling dekat dengan pusat kota Yogyakarta, sehingga selalu menjadi pilihan utama rombongan wisata dari luar kota yang ingin menghemat waktu.

 

Selain berenang atau bermain air, di Parangtritis juga tersedia kereta kuda, motor ATV, dan persewaan tikar bagi pengunjung yang duduk-duduk sambil menikmati pemandangan laut selatan.

 

2. Pantai Indrayanti (Gunungkidul)

Pantai Indrayanti yang relatif baru ini namanya diambil dari kedai yang terdapat di sana, yang dikelola oleh Pak Indra dan Bu Yanti. Yang membuat pantai ini lebih eksotis dibandingkan pantai lain di sekitar Yogyakarta adalah pasir putihnya yang terhampar indah.



 

Di tempat wisata ini pengunjung bisa berenang dan menyelam. Jika ingin menghabiskan waktu lebih lama, di sana juga tersedia tempat penginapan dengan beberapa resto yang menawarkan makan malam yang romantis.

 

3. Pantai Glagah Indah (Kulonprogo)

Pantai Glagah semakin menawan setelah tidak jauh dari tempat wisata ini dibangun Bandara YIA (Yogyakarta International Airport). Jadi, saat pengunjung bermain di pantai, setiap saat mereka juga disuguhi dengan kehadiran pesawat, baik yang mendarat atau mengudara.

 


Ada lagi yang istimewa di tempat rekreasi ini, di sini pengunjung dapat menikmati kuliner laut yang telah digoreng crispy, seperti cumi-cumi, udang, kepiting, rajungan, dan masih banyak lagi.

 

Tentu saja rasa kuliner laut goreng tersebut sangat gurih dan renyah. Harganya juga ramah di kantong.

 

4. Pantai Teleng Ria (Pacitan)

Pantai Teleng Ria menjadi andalan utama pariwisata di kabupaten paling Barat Propinsi Jawa Timur. Selain bermain di pantai, pengunjung bisa menikmati wahana air berupa kolam renang yang terletak tidak jauh dari sana.



 

Di sini juga tersedia kuliner laut, baik yang masih segar atau yang sudah dimasak. Bahkan kuliner laut yang dijual di Teleng Ria bermacam-macam, dari cumi, udang, ikan kakap, ikan tongkol, dan masih banyak lagi.

 

5. Pantai Kukup (Gunungkidul)

Tempat ini tidak cocok untuk berenang karena dasar pantai berupa batu karang (bukan pasir). Namun yang membuat pantai ini tetap istimewa adalah airnya yang jernih dan menjadi tempat hidup bagi ribuan ikan-ikan kecil warna warni.



 

Banyak pengunjung, terutama anak-anak yang bermain air sambil mencari ikan-ikan kecil untuk dibawa pulang. Sedangkan para orang tua mengawasi mereka sambil menikmati makanan dan minuman di kedai-kedai yang berjejer di sepanjang garis pantai.

 

Di sebelah Barat pantai, terdapat sebuah jembatan yang menjadi penghubung bukit karang di tepi pantai dengan bukit karang di seberangnya. Pengunjung tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk naik ke bukit tersebut.

 

Silakan, bagi Anda sedang berada di dekat salah satu dari 5 pantai tersebut saat liburan ini, bisa langsung membuktikan keindahannya. Jangan khawatir, tiket masuk ke pantai-pantai tersebut tidak ada yang melebihi Rp 10 ribu. Murah bukan?! [Benhil]


Bila berkunjung ke Kota Semarang, Solo (Surakarta), dan Yogya (Yogyakarta), Anda akan menemui suatu kuliner warung tenda yang tidak menawarkan menu khusus, seperti nasi goreng, soto, atau bakso. Warung tersebut sangat populer di kalangan masyarakat bawah.

 

Meski tidak menyediakan menu khusus, warung tersebut tetap menyediakan nasi dan sedikit lauk yang dibungkus kecil. Di situ juga tersedia aneka makanan ringan, seperti gorengan, kerupuk, kue, dan tentu saja minuman.

 

Uniknya, nama jenis kuliner tersebut berbeda-beda di 3 kota itu. Di Semarang, kuliner itu disebut warung nasi kucing. Di Solo, warung itu disebut HIK (hidangan istimewa kampung). Sedangkan di Yogya, warung tenda itu disebut angkringan.

 

Perbedaan nama tersebut berdasarkan kreativitas pengusaha kuliner yang selalu berinovasi sesuai perkembangan jaman. Lalu diantara 3 kuliner serupa tapi tak sama itu, manakah yang lebih dulu eksis?

 

Ternyata yang mengawali warung harga hemat tersebut adalah angringan. Pada tahun 1930’an, seorang pedagang bernama Karso Dikromo mengawali jenis kuliner ini di Desa Ngerangan, Klaten.

 

Disebut angringan karena berasal dari kata angkring, yakni tempat jualan pikulan keliling. Jadi mulanya angkringan dijual secara keliling. Saat pembeli mulai ramai di satu tempat, maka kuliner tersebut akhirnya menetap di tempat itu. Namun nama angkringan tetap dipertahankan.

 

Di Solo, karena warung jenis itu sangat khas dengan orang kampung, maka diberi nama HIK (hidangan istimewa kampung). Masyarakat Kota Batik itu suka menghabiskan waktu bercengkerama di HIK.

 

Kuliner ini merambah ke Semarang pada pertengahan tahun 1990’an. Namanya yang menggelitik (nasi kucing) membuat masyarakat penasaran. Kenapa disebut nasi kucing? Karena porsinya yang sangat sedikit sehingga menyerupai porsi makan kucing.

 

Persamaan dan Perbedaan 3 Kuliner Itu

Sebagai kuliner yang tampilannya hampir sama, angkringan, HIK, dan nasi kucing memiliki beberapa persamaan dan perbedaan.

 

Berikut ini persamaan dan perbedaan 3 kuliner tersebut:

Persamaan

1. Akrab dengan masyarakat bawah.

2. Harganya murah.

3. Disajikan di atas gerobak.

4. Biasanya makanan yang disajikan adalah titipan dengan sistem konsinyasi.

 

Perbedaan

Angkringan yogya

1. Menu dominan adalah aneka makanan kecil.

2. Harganya paling murah (dibandingkan nasi kucing dan HIK).

3. Buka 24 jam karena mobilitas Yogyakarta, terutama pariwisata dan pendidikan sangat tinggi.

 

HIK Solo

1. Menu utamanya adalah jadah dan sosis solo.

2. Menyediakan tikar karena pengunjung suka ngobrol lama di HIK.

3. Minuman dipanaskan di atas tungku.

4. Buka mulai sore sampai malam.

 

Nasi Kucing Semarang

1. Harganya lebih mahal dibandingkan angkringan dan HIK (karena pendapatan di Semarang lebih tinggi)

2. Kebanyakan pengunjung hanya makan (jarang ngobrol).

3. Menu dominan adalah nasi bungkus.

4. Ada yang buka dari pagi, ada yang buka dari sore.

 

Karena Semarang adalah kota bisnis yang upah minimumnya tinggi, banyak pedagang angringan dan HIK yang merantau ke kota yang terkenal dengan makanan lumpia itu. Jadi jangan heran jika melihat pedagang khas Yogya dan Solo itu ikut bersaing dengan nasi kucing lokal.

 

Namun pemandangan pedagang nasi kucing yang merambah ke Yogya dan Solo hampir tidak pernah dijumpai. [Benhil]

 

 


Nampaknya polarisasi bangsa ini mulai panas lagi menjelang Pilpres (pemilihan presiden) 2024). Para kandidat yang berniat maju telah memainkan taktik guna menarik simpati masyarakat.

 

Sayangnya, beberapa calon mulai menonjolkan politik identitas daripada kinerja. Mereka tidak ingat, hingga saat ini masyarakat masih terbelah pandangan politiknya akibat penggunaan politik identitas saat pilkada (pemilihan kepala daerah) DKI 2017 lalu.

 

Setelah video viral seorang pemuka agama yang menyebut AHY (Agus Harimurti Yudhoyono) sebagai keturunan nabi Muhammad SAW, kini Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan seperti tidak mau kalah untuk memainkan jurus yang membuat dia meraih posisi DKI 1 tersebut.

 

Dalam rekaman video di instagram @baznasbazisdkijakarta, dia mengajak masyarakat membaca Al-Qur'an secara serentak. Kegiatan tersebut untuk mendukung program Jakarta Cinta Quran dari Baznas (Bazis) DKI Jakarta.

 

"Ini adalah sebuah program yang diselenggarakan oleh Baznas (Bazis) dan saya ingin ikut mendukung. Mari kita sama-sama ikut dalam sebuah gerakan yang luar biasa," kata Anies Baswedan dalam rekaman video yang diunggah pada Selasa  19 April 2022 itu.

 

Anies mengatakan masyarakat dapat membaca surat-surat itu di berbagai lokasi, mulai masjid hingga halte.

 

"Baznas (Bazis) telah memberikan tuntunannya, yaitu pada tanggal 20 April pukul 10.00 WIB warga Jakarta diajak untuk bersama-sama membaca Al-Qur'an pada waktu yang bersamaan di tempat masing-masing. Kita membaca Alquran serentak di mana saja, bisa di rumah, halte, bisa di stasiun, bisa di kantor, bisa di taman, bisa di masjid, di mana saja," katanya.

 

Aksi Marak

Akhir-akhir ini memang sedang marak aksi mengaji atau membaca Al Quran di tempat umum, seperti yang tejadi di trotoar Jalan Malioboro, Yogyakarta dan di Pekanbaru. Kepala daerah dari masing-masing wilayah tersebut tidak memberikan tanggapan akan aksi tersebut. Mungkin karena isu tersebut masih terlalu sensitif.

 

Meskipun begitu, banyak netizen yang prihatin dengan fenomena itu. Bagi mereka, trotoar jalan adalah tempat umum yang siapa saja berhak untuk memakainya. Sedangkan kegiatan mengaji yang bagian dari ibadah bisa dilakukan di masjid.

 

Netizen juga menambahkan kalau mengaji di tempat umum adalah kegiatan riya (pamer) yang mengurangi keutamaan ibadah itu sendiri. Hubungan manusia dengan Tuhan bisa dilakukan secara pribadi (disembunyikan dari umum) dan hubungan manusia dengan manusia perlu saling menghormati, termasuk menghormati pengguna trotoar jalan.

 

Bukan Anies kalau tidak cerdik (baca: licik) menggunakan situasi kurang harmonis itu untuk meraih simpati. Maka dengan santun dan manis, dia tampil untuk mendukung acara aksi beribadah di jalan umum itu.

 

Dukungan dari gubernur yang akan berakhir masa jabatannya pada Oktober 2022 itu sontak membuat banyak pihak kecewa. Alih-alih, membuat situasi kondusif, Anies malah tidak peka pada suara-suara kaum minoritas dan nasionalis yang memiliki hak terhadap tempat-tempat umum tersebut.

 

Tidak Dikenal di 2 Wilayah Utama    

Kita tahu, dalam setiap polling Pilpres 2024, nama Anies Baswedan memang selalu diunggulkan bersaing dengan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dan Menteri pertahanan dan Keamanan, Prabowo Subianto. Namun polling tersebut juga masih patut dipertanyakan.

 

Anies memang punya nama di Jakarta, sebagian Jawa Barat dan Sumatera, tapi di Jawa Tengan (Jateng) dan Jawa Timur (Jatim), nama Anies cenderung tidak dikenal. Apalagi, kinerja dia juga sama sekali tidak menyentuh masyarakat di wilayah yang didominasi etnis Jawa tersebut.

 

Dari pemberitaan di media sosial, masyarakat Jateng dan Jatim mengetahui apa saja hasil kerja gubernur DKI itu yang bisa dikatakan gagal, seperti sumur resapan, rumah DP nol persen, program Oke Oce, dan masih banyak lagi.

 

Masyarakat di dua wilayah yang menguasai hampir 60 persen suara nasional tersebut sangat perduli dengan rekam jejak dan kinerja dari masing-masing calon presiden. Mereka tidak mudah digoyang dengan isu politik identitas karena kultur masyarakat awam yang nasionalis sangat kuat.

 

Jadi bagaimanapun AHY dan Anies mencoba keras memainkan isu ajaran mayoritas di wilayah pusat (Jakarta), tidak akan membuat sebagian besar masyarakat menoleh pada mereka. Jika mereka ingin meraih pengaruh di Jateng dan Jatim, mereka perlu menunjukan hasil kerja, bukan kontroversi.

 

Kita semua patut berharap agar masyarakat semakin cerdas sehingga tidak mudah terpengaruh dengan isu politik identitas yang semakin masif digunakan oleh politisi yang berambisi pada kekuasan. Semoga… [Benhil]


PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo) memberi bagian Rp 310 miliar untuk para mitra driver Gojek pada ekosistem GoTo yang berupa Saham Gotong Royong. Mitra yang kebagian membuka akun sekuritas.

 

Para driver Gojek yang sebelumnya buta sama sekali tentang saham sedikit demi sedikit mulai mempelajari dan mengerti. Kurnia (41 tahun) mulai mencari tahu dari internet tentang seluk beluk saham dan sekuritas yang dipilih oleh Gojek.

 

“Saat ini sambil menunggu order, saya baca tentang saham dan apa keuntungannya, serta kenapa kita perlu membuat akun sekuritas,” kata mitra yang biasa mencari order di Semarang itu pada Benhil pada Sabtu, 23 April 2022.

 

Gojek sendiri memberi pilihan 3 sekuritas yang bisa diakses oleh mitra.

 

“Justru itu, kita bisa tahu sedikit demi sedikit tentang perusahaan sekuritas karena kita sudah dikasih asset sama Gojek,” kata Kurnia.

 

Meski cuma mendapat seribu lembar saham, mitra itu sangat bersyukur.

 

“Nanti kalau ada rejeki, beli seribu lembar lagi. Mumpung harganya masih murah, sekitar 300 an rupiah,” ucap Kurnia mencoba memamerkan pengetahuannya tentang harga saham.

 

Kabar pembagian saham tersebut membuat para driver semakin semangat dalam bekerja. Hal itu diungkapkan oleh Tejo (50 tahun) yang meski mitra sambilan, tetap disiplin membuka aplikasi mitra Gojek-nya.

 

“Ramai atau sepi, jam 16.30 saya mulai hidupkan aplikasi driver Gojek. Kalau Gojek maju, pelanggan senang, saham kita akan naik,” kata driver Gojek Jakarta itu.

 

Seperti pendapat hampir semua driver, Tejo sangat antusias dengan masa depan saham Gotong Royong.

  

“Gojek itu kan perusahaan besar nasional, dan bahkan sudah merambah ke luar negeri. Semoga sahamnya juga ikut naik terus,” ucap mitra yang kebagian 4000 lembar saham itu.

 

Kita ditanya, apakah berniat menjualnya apabila saham tersebut sudah resmi menjadi milik mitra pada November 2022, baik Kurnia dan Tejo menjawab cepat, Tidak!

 

“Sudah bersyukur dikasih [saham dari Gojek], kok malah dijual,” kata Kurnia sambil terkekeh.

 

Manfaat untuk Driver Gojek

Pembagian saham itu merupakan komitmen perusahaan tranportasi berbasis aplikasi itu untuk meningkatkan kesejahteraan seluruh driver Gojek Indonesia yang loyal dan memenuhi syarat.

 

CEO Grup GoTo, Andre Soelistyo mengatakan, program pembagian saham itu adalah impian pihaknya sejak awal agar mitra driver turut merasakan manfaat ketika GoTo melakukan IPO.

 

"GoTo ingin memberikan apresiasi kepada para mitra pengemudi yang telah turut bekerja sama membangun ekosistem GoTo dari awal dan telah setia bersama kami di pasang surut perjalanan perusahaan," ucapnya pada pernyataan secara tertulis, Selasa 5 April 2022.

 

Penerima Program Saham Gotong Royong adalah mitra driver GoRide, GoCar, GoSend, GoFood, dan GoBox.

 

"Yang membanggakan, hampir seluruh mitra pengemudi aktif di Indonesia akan berkesempatan untuk mengikuti program ini," ucap Andre.

 

Dia menerangkan, mitra driver yang bergabung sejak 2010 hingga 2016, mendapat 4.000 lembar saham seri A GoTo. Mitra yang bergabung sejak 2017 hingga Februari 2022, mendapat 1.000 lembar seri A.

 

Saham itu akan diterima mitra driver setelah berakhirnya delapan bulan periode lock-up. Pihak OJK sendiri telah menyatakan GoTo efektif pada 30 Maret 2022. [Benhil]

 

 

 

 


Setiap orang yang sedang berada di Yogyakarta, baik berlibur atau bekerja, pasti merasakan hal-hal unik yang tidak dirasakan di kota lain. Keunikan tersebut begitu melekat di benak pendatang dari mana saja, baik dari dalam atau luar negeri.

 

 Di era informasi dan transportasi yang serba mudah seperti sekarang ini, keunikan dan keistimewaan suatu daerah bisa langsung didapat dengan cepat. Itulah kenapa, apabila kita berada di Kota yang dipimpin oleh seorang sultan itu kita akan menemui banyak orang yang berasal dari luar kota dan luar pulau.

 

Mereka ingin merasakan secara langsung keunikan yang dimiliki oleh Yogyakarta sebagai kota wisata dan budaya.

 

Berikut ini 7 keunikan Yogyakarta yang dikumpulkan dari beberapa sumber, yaitu:

1. Pesawat kecil yang terbang rendah.

Saat di Yogyakarta (pada hari kerja, bukan akhir pekan) kita sering melihat pesawat kecil tipe Cessna yang terbang rendah di langit kota tersebut. Begitu rendahnya hingga seakan melewati jendela hotel-hotel tinggi di sana, seperti Hotel Sahid Rich Jogja, Hotel Alana, Apartemen Mataram City, dan lain-lain.

 

Pesawat tersebut adalah pesawat latihan dari AAU (Akademi Angkatan Udara) yang terletak di samping Bandara Adi Sucipto. Bahkan pesawat tersebut juga terbang sampai Kota Magelang dan sekitarnya.

 

Melihat pesawat kecil yang mondar-mandir di langit tentu sebuah pengalaman unik yang tidak terlupakan.

 

2. Asal mula nama unik Jalan Malioboro.

Saat berada di Kota Pelajar itu, tentu pernah ditanya oleh teman atau kerabat tentang arti jalan paling terkenal di sana, yakni Jalan Malioboro. Tenang, ini bocoran tentang arti jalan legendaris tersebut.

 

Secara resmi, menurut Dinas Komunikasi dan Informatika DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta), asal usul Malioboro itu berasal dari kata 'Maliabara'.

 

Dikutip dari buku Yogyakarta City of Philosophy terbitan Dinas Kebudayaan DIY, 'Malia' berarti wali, dan 'Bara" berarti ngumbara atau menggembara.

 

Jadi 'Maliabara' berarti jadilah wali yang menggembara setelah memilih jalan keutamaan. Ternyata Malioboro masih berkaitan dengan keyakinan filosofis keraton Yogyakarta.

 

Namun ada juga yang berpendapat kalau kata Malioboro berasal dari papan iklan rokok Marlboro yang dulu terdapat di ujung jalan itu. Untuk memudahkan maka merk rokok tersebut dijadikan nama jalan yang panjangnya kira-kira 3 KM itu. Namun karena orang Jawa susah mengucapkan Marlboro, maka mereka mempermudahnya dengan istilah Malioboro.

 

Manakah yang benar dari 2 versi itu? Tentu versi resminya yang perlu dipercaya.

 

3. Latihan seni tari di jalanan.

Sebagaimana julukannya sebagai Kota Budaya, masyarakat Yogyakarta sangat lekat dengan seni budaya. Mereka bisa mengekspresikan seni di mana saja tanpa merasa terbeban.

 

Bagi mereka, seni adalah keindahan jadi perlu diekspresikan di ruang publik dan dinikmati oleh siapa saja. Jadi, di kota itu tidak perlu acara resmi untuk sebuah pertunjukan budaya. Kalau senimannya siap, maka karya seni bisa langsung ditampilkan.

 

Saya sering melihat sekelompok pria berusia 30 sampai 50 tahun menari Jathilan dan Beksa Wanara pada malam hari di daerah Sleman. Gerakannya sangat padu dan rapi, padahal kegiatan mereka sehari-hari adalah bertani.

 

4. Kuliner murah.

Yogyakarta adalah surga bagi mereka yang siap berhemat dalam soal makanan. Dengan uang Rp 10.000,- kita bisa mendapat seporsi makan yang mengenyangkan ditambah segelas es teh.

 

Tidak percaya? Silakan datang ke tempat kuliner rakyat seperti angkringan, warmindo (warung indomie), warung mie Ayam, dan lain-lain.

 

5. Villa nyaman dengan pemandangan petani bekerja di sawah.

Banyak villa di kota perjuangan ini yang menawarkan konsep kembali ke alam, di mana saat sedang santai di Villa, kita bisa melihat pemandangan petani yang sedang bekerja di sawah atau di kebun.

 

Di daerah Sleman (Kaliurang, Turi, dan lain-lain), banyak villa yang dibangun dekat gemericik air sungai yang berasal dari Gunung Merapi, sehingga menambah dekat dengan suasana alam dan pedesaan.

 

6. Sering Ada Pertunjukan Musik di Cafe-Café.

Jika beruntung, saat berada di Yogyakarta pada akhir pekan, kita bisa melihat pertunjukan di café-café yang tersebar di sana. Tidak main-main, yang ngeband di beberapa café itu adalah musisi papan atas seperti Sheila on 7, Stars and Rabbit, The Rain, Jikustik, dan lain-lain.

 

Kenapa mereka bersedia main di kota itu? Beberapa band besar itu memang berasal dari kota seniman itu. Jadi mereka main di kampung sendiri.

 

7. Kisah mistis suara gamelan.

Seorang teman pernah bercerita tentang cerita mistis berikut ini. Awal mula merantau ke kota gudeg, dia menemui atau lebih tepatnya mendengar hal aneh. Selepas tengah malam, dia terbangun oleh suara gamelan.

 

Karena penasaran, dia mencoba mencari tahu dari mana arah suara itu berasal. Kebetulan perutnya agak keroncongan, jadi dia sekalian hendak cari makanan ringan di angkringan yang buka sampai pagi.

 

Saat dia mencari arah suara tersebut ke Selatan, suara berpindah ke Utara. Saat dia menuju ke arah Utara, suara berpindah ke Barat. Begitu seterusnya.

 

Satu jam kemudian dia kecapekan dan menyerah. Saat menceritakan suara gamelan yang berpindah-pindah itu pada orang-orang yang berada di angkringan, mereka tidak kaget. Itu sudah merupakan urban legend atau mitos yang sudah biasa di daerah itu.   

 

Di tempat makan itu, dia diberitahu, jika ada orang yang baru datang ke Yogyakarta dan mendengar suara gamelan mistis, itu tandanya dia akan betah atau bermukim lama di kota budaya tersebut. Nyatanya pendapat itu ada benarnya.

 

Teman saya itu sudah bermukim di Yogyakarta selama 15 tahun sejak mendengar gamelan mistis itu.

 

Itulah 7 hal unik dan menarik di Yogyakarta yang tidak ditemui di kota lain, sehingga membuat kota tersebut tidak membosankan untuk dikunjungi lagi dan lagi. [Benhil]

All rights reserved, Copyright © 2022 www.benhil.net. Powered by Blogger.