Kimin Tanoto

Pengusaha nasional, Kimin Tanoto, Dewan Komisaris perusahaan manufaktur baja terbesar di Indonesia bernama PT Gunung Raja Paksi, berbagi kiat tentang pola pikir seorang wirausaha. Tinggal memilih satu atau dua cara yang cocok bagi seorang calon pengusaha.

Pada umumnya anak muda alergi untuk terjun ke dunia entrepreneurship atau kewirausahaan. Dunia kewirausahaan atau menjadi pengusaha menurut mereka penuh jalan terjal dan berliku. Jika gagal dalam menjalankan usaha bisa terpuruk dan sulit untuk bangkit.

Menjadi pegawai adalah pilihan lebih aman dan minim resiko bagi generasi pencari kerja. Kalau gagal di suatu perusahaan, bisa pindah ke perusahaan lain dan tidak perlu terpuruk lama. Syukur-syukur bisa menjadi pegawai negeri atau BUMN (Badan Usaha Milik Negara) yang kesejahteraannya lebih bagus dari pegawai swasta.

Namun apabila sebagian besar dari mereka memilih menjadi pegawai, tentu tidak bagus bagi iklim usaha di negara kita. Keadaan itu akan memicu masyarakat untuk nyaman dan manja menjadi konsumen daripada produsen.

Mendiang pengusaha sukses Bob Sadino mengatakan ‘sesuatu yang didapatkan dengan mudah akan menghilang dengan cara yang mudah juga, dan tentu ini tidak akan membentuk karakter manusia yang tangguh.’ Dengan semakin banyak anak muda yang berniat terjun ke dunia kewirausahaan yang kompetitif, akan semakin bagus membentuk manusia Indonesia yang tangguh dan tidak mudah menyerah. Karakter manusia seperti itu yang dibutuhkan oleh setiap bangsa di dunia, tidak terkecuali Indonesia.

Tapi kalau tidak bakat menjadi pengusaha tentu sulit untuk bertahan di bidang itu, benar kan? Tidak juga. Menurut Kimin Tanoto keterampilan kewirausahaan dapat diajarkan, dan pola pikir wirausahawan dapat diasah. Tentu saja terdapat banyak cara untuk mengajar dan mengasah pola pikir seorang wirausaha. Tinggal memilih satu atau dua cara yang cocok bagi seorang calon pengusaha.

Tentu tidak sekedar omong kosong kalau seorang Dewan Komisaris perusahaan manufaktur baja terbesar di Indonesia bernama PT Gunung Raja Paksi mengatakan hal itu. Dia sendiri sudah membuktikan diri dengan bergelut dalam dunia usaha baja sejak tahun 1995 yang dimulai sebagai pengelola komunikasi.

Kimin Tanoto mengasah kemampuan berkomunikasinya sehingga berguna bagi karirnya sebagai pengusaha kawakan yang pemimpin beragam usaha di bidang industri khusus, diantaranya adalah manajemen aset, semen, dan baja. Bidang ketiga tersebut yang menjadi latar belakang investasi usahanya.

  • Berita Menarik di Tempo: Komitmen Kimin Tanoto Mendukung Pemerintah Menyikapi Wabah Penyakit dapat dilihat di sini.


Kimin Tanoto, pria lulusan Cornell University di Amerika Serikat itu mengerti kalau Asia adalah produsen sebagian besar baja di dunia. Keadaan itu dipicu oleh jumlah penduduk dan ekonomi yang terus meningkat, perubahan struktural dalam masyarakat dan pasar, dan hubungan dengan negara lain. Beberapa negara di kawasan itu juga telah berekspansi ke pasar global dengan strategi ekspor yang berbeda untuk meningkatkan pangsa pasar.

Kimin Tanoto memanfaatkan peluang itu dengan latar belakangnya yang telah mengenyam pendidikan Barat dan hidup di budaya Timur. Dia memainkan peran penting untuk menjembatani kebutuhan industri dari dua bagian dunia tersebut, khususnya industri dan bisnis baja.

Dia menggunakan kemampuan komunikasi dan memadukannya dengan pengalaman di lapangan. Rutinitas Kimin dalam membangun bidang usaha perlahan-lahan berkembang. Dia semakin mengenal undang-undang dan lingkungan investasi di Indonesia. Pengetahuan itu sangat berguna baginya sehingga bisa digunakan untuk membimbing calon pengusaha lain saat memasuki pasar Tanah Air.

Cara pengajaran dan pengasahan pola pikir, serta tata kelola keuangan sebagai pengusaha, telah dijalani oleh pria yang saat kuliah mengambil jurusan Teknik Industri itu telah menempanya menjadi pengusaha sukses.

Jadi tidak salah apabila Kimin Santoso menyatakan bahwa dengan cara pengajaran dan pola pikir yang tepat dan rajin, seseorang bisa menjadi pengusaha sukses. Bahkan setiap orang bisa menjadi pengusaha sukses, syaratnya harus tangguh dan tidak mudah menyerah.


All rights reserved, Copyright © 2022 www.benhil.net. Powered by Blogger.