Parmalim Laguboti
Parmalim, Laguboti, Foto: indonesia.go.id

Indonesia terdiri dari berbagai macam suku bangsa.  Setiap etnisnya memiliki ciri dan keunikannya masing-masing, seperti adat istiadat, kebiasaan dan system kepercayaan. Selain itu, di dalamnya terdapat beberapa jenis agama yakni Islam, Kristen, Budha, Hindu, Katholik, dan Konghucu. Namun dibalik itu semua, sebelum masuk dan tersebarnya 6 agama yang sah di Indoneisa, negara ini menganut sistem aliran kepercayaan yang diwariskan leluhur turun-temurun hingga hari ini.

Hingga sekarang beberapa aliran di Indonesia masih dipegang kuat bahkan dilestarikan masyarakat setempat. Mahkamah Konstitusi (MK) memperbolehkan aliran kepercayaan dicantumkan di KTP. Hal ini berdasarkan keputusan Mahkamah Konstitusi Nomor 97/PUU-XIV/2016, para penganut kepercayaan bisa mencantumkan aliran kepercayaan di kolom agama dalam KTP.

Keputusan itu didasari atas gugatan uji materi yang dilakukan atas Pasal 61 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 dan Pasal 64 Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan. Data Kemendikbud 2017 menyebutkan, saat ini ada 187 aliran kepercayaan yang tersebar di 13 provinsi (Sabang sampai Maruke) di Tanah Air .  Penghayat kepercayaan di Indonesia berjumlah sekitar 12 juta orang. Berikut beberapa aliran kepercayaan yang ada sampai sekarang dan dilestarikan.

1.    Kejawen

Kejawen adalahh kepercayaan yang telah dianut oleh masyarakat Jawa sejak lama. Kebanyakan suku ini memeluk agama yang diakui di Indoneisa namun meskipun begitu sebagian dari mereka tetap melaksanakan laku para leluhur yang sudah dipercaya secara turun – temurun. Kepercayaan kejawen memiliki empat hal wajib dalam ajarannya. Yakni masyarakat Jawa harus bisa menjadi rahmat bagi dirinya sendirinya. rahmat bagi keluarga, rahmat bagi sesama dan alam semesta.

2.    Parmalim


Aliran Kepercayaan Parmalim merupakan kepercayaan ‘Terhadap Tuhan Yang Maha Esa’ yang tumbuh dan berkembang di Sumatera Utara sejak dulu. Tuhan Debata Mulajadi Nabolon adalah pencipta manusia, langit, bumi dan segala isi alam semesta yang disembah oleh Umat Ugamo Malim (Parmalim). Istilah tersebut ditujukan kepada penganut agama Malim. Agama Malim yang dalam bahasa Batak disebut Ugamo Malim adalah bentuk moderen agama asli suku Batak.


3.    Jawa Sunda (Sunda Wiwitan)

Sunda Wiwitan merupakan bentuk kepercayaan atau religi yang berkembang di tanah Pasundan (khususnya di wilayah bekas kerajaan Pajajaran) Jawa Barat. Kepercayaannya, ini, mempercayai kehadiran kekuasaan tertinggi yang biasa disebut sebagai sang hyang kersa atau gusti sikang sawiji-wiji (Tuhan yang tunggal). Sang hyang kersa, dipercaya oleh pemeluk Sunda Wiwitan hidup di tempat tinggi dan agung yang disebut sebagai Buana Agung atau Buana Nyungcung. Selain itu kumpulan ini juga memuja arwah nenek moyang. Aliran itu dapat ditemukan di berbagai daerah yakni Banten, Cigugur, Cirebon, Kampung Naga, Kanekes, dan Kuningan Dalam ajaran ini, Tuhan tetaplah satu, seperti ajaran umat Islam. Dalam perkembangannya, beberapa tradisi dari Sunda Wiwitan juga terpengaruh oleh unsur Hindu dan Islam.

4.    Aliran Kepercayaan Marapu

Marapu adalah agama lokal, aliran kepercayaan di Indonesia yang dianut oleh masyarakat di Pulau Sumba. ALiran kepercayaan ini merupakan kepercayaan yang menjadi peninggalan nenek moyang. Lebih dari setengah penduduk kawsan tersebut memeluk agama ini. Seluruh pemeluknya  mengatakan bahwa kehidupan di dunia ini hanya sementara dan setelah akhir zaman mereka akan hidup kekal di dunia roh, di surga Marapu, yang dikenal sebagai Prai Marapu. Ada yang mengatakan lokasi tersebut merupakan tempat yang sangat indah. Dimana lokasi itu adalah tempat berkumpulnya para arwah nenek moyang yang mereka.
All rights reserved, Copyright © 2015 www.benhil.net. Powered by Blogger.