Ustad Abdul Somad
Bukan, bukan ...
Apa yang kau ucapkan:
di salib ada jin kafir
sesungguhnya bukan hinaan
Bukan ejekan
Apalagi cemoohan
Bukan pula penistaan agama.

Bagi kami, apa yang kau ucapkan
Ya, yang kau ucapkan di depan jemaahmu
Bahwa sosok yang tersalib adalah "jin kafir" dan karenanya pantas dijauhi adalah kata-kata mutiara bagi kami.

Kami marah?
Tidak, sebab kemarahan bukan milik kami
Kami balas dendam?
Tidak, sebab pembalasan, apalagi dengan dendam, bukan ajaran dan hak kami.

Sebaliknya, kami justru berterima kasih kepadamu Somad, sebab kami jadi ingat bahwa "jin kafir" yang kau sebut itu telah mengajarkan kami "ampunilah akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami."

Lalu, haruskah kami membela sosok yang kau sebut "jin kafir"?

Tidak Ustad Somad
Buat apa kami membela-Nya, sebab Dia lebih berkuasa dan perkasa atas kami, termasuk engkau Abdul Somad.

Sia-sia kami membela-Nya, sebab jika pun kami nekat menjadi makhluk bodoh yang membela-Nya, Dia yang kau takuti itu sudah lebih dulu memaafkan dan mengampunimu.

Karena itu Abdul Somad, tertawalah seriang jemaahmu setelah mendengar engkau berceloteh tentang salib dan jin kafir.

Tidak, kami yakin engkau pun tak akan dipolisikan
Pasal penistaan agama dalam undang-undang tidak berlaku bagi golonganmu.

Biarlah penistaan agama hanya berlaku bagi kami agar kami lebih berhati-hati dan menghormati keyakinan saudara-saudara kami.

Kau bilang jin kafir yang tergantung di salib menoleh ke kiri atau ke kanan?

Ketahuilah, Yesus yang kau sebut jin kafir itu kini dan selamanya sedang menoleh ke arahmu.

Dan Dia membisikkan kata-kata ke telingamu: "Somad, Aku mengasihimu."[]


Gantyo Koespradono


All rights reserved, Copyright © 2015 www.benhil.net. Powered by Blogger.