Jakarta (Benhil) - Aktor Ganindra Bimo tidak terobsesi untuk berubah total menjadi orang Batak saat berperan dalam film "Pariban Idola dari Tanah Jawa".

"Gue lebih observasi untuk menumbuhkan sosok baru yakni Halomoan (sosok yang diperankan Ganindra) saja. Karena sosok yang diperankan adalah orang Batak yang besar di Jakarta," kata Ganindra saat ditemui Antara setelah Gala Premiere film layar lebar tersebut di bilangan Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (03/05).

Pria penggemar seni tato itu mengungkapkan budaya Batak sangat beraneka ragam. Ganindra lebih menitikberatkan penggunaan dialek yang mencerminkan budaya Batak secara umum.

Aktor berusia 31 tahun itu bahkan melakukan riset demi mendalami perannya dalam film Pariban, termasuk menonton film-film sebelumnya yang mengangkat tema budaya Batak.

Dari riset itu serta diskusi dengan Atiqah Hasiholan putri dari Ratna Sarumpaet asal Tarutung, Tapanuli Utara yang juga bermain dalam film itu, Ganindra mendapati dialek satu wilayah dalam budaya Batak berbeda dengan wilayah lainnya.

Dialek bahasa Batak Toba yang tinggal di Pulau Samosir dengan yang tinggal di Balige, Tobasa dan Batak Angkola maupun Tapanuli Selatan, memiliki perbedaan yang mudah dikenali.

Pariban adalah film bergenre komedi romantis yang mengangkat budaya Batak sebagai latar belakang cerita. Film yang disutradarai Andi Bachtiar Yusuf tersebut dijadwalkan akan tayang di bioskop-bioskop Tanah Air pada 9 Mei 2019. Dibintangi Ganindra, Atiqah dan Rizky Mocil

Arti kosa kata Pariban dalam bahasa Batak, suku bangsa di Sumatera Utara adalah putri Paman, anak perempuan dari Kakak atau Adik laki-laki dari Ibu. Dalam budaya Batak dapat dinikahi karena berbeda marga.
All rights reserved, Copyright © 2015 www.benhil.net. Powered by Blogger.