Jakarta, 19/1 (Benhil) - Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Kewirausahaan diharapkan dapat memfasilitasi para pengusaha perintis atau "start up" guna mengembangkan kondisi usahanya sehingga juga menyuburkan jumlah wirausahawan di Tanah Air.

"RUU Kewirausahaan diharapkan bisa memfasilitasi seluruh wirausaha pemula agar mendapatkan 'mindset' (cara pandang) berwirausaha yang tepat," kata Anggota Komisi XI DPR Refrizal dalam keterangan tertulisnya, Jumat.

Menurut dia, pada saat ini jumlah wirausahawan di Indonesia masih sedikit sehingga dibutuhkan sejumlah instrumen pendukung terkait untuk dapat melesatkannya, termasuk RUU Kewirausahaan ini.

Ia memaparkan, dalam draf RUU yang terdiri atas sekitar 55 pasal itu, pemerintah akan diwajibkan menyusun rencana induk kewirausahaan nasional.

Hal tersebut, lanjutnya, adalah agar tidak terjadi tumpang tindih kewenangan antarlembaga negara dalam hal mengembangkan aspek kewirausahaan tersebut.

Apalagi, ujar Refrizal, ada sekitar 23 kementerian/lembaga yang memiliki anggaran berkaitan dengan kewirausahaan, baik itu dalam bentuk pelatihan bisnis, pendampingan maupun bantuan modal.

"Hal ini menyebabkan program yang dijalankan pemerintah menjadi kurang efektif karena saling tumpang tindih, apalagi kita tahu bersama data antar kementerian/lembaga seringkali berbeda," tuturnya.

Politisi PKS itu juga mengingatkan pentingnya RUU Kewirausahaan karena Indonesia juga sedang dalam kondisi menghadapi pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo berharap perguruan tinggi atau universitas mampu meningkatkan perannya sebagai bagian penting dari ekosistem untuk mengembangkan kewirausahaan dan mencetak "entrepreneur".

"Sungguh saya berharap agar pendidikan tinggi mampu meningkatkan perannya sebagai bagian penting dari ekosistem untuk mengembangkan kewirausahaan, mencetak sosiopreneur," kata Presiden saat memberikan kuliah umum dalam rangka dies natalis ke-68 UGM di Yogyakarta, Selasa (19/12).

Secara khusus ia juga berharap UGM menjadi motor penggerak bagi perguruan tinggi agar berperan aktif dalam ekosistem kewirausahaan.

Presiden juga berpesan agar perguruan tinggi tidak terjebak pada rutinitas melainkan mengembangkan cara-cara baru.

"Keinginan mahasiswa untuk berinovasi harus ditumbuhkan, kreasi baru harus difasilitasi, dan dikembangkan," ucapnya.

Menurut Presiden, para sosiopreneur yang mampu memecahkan masalah di kalangan masyarakat melalui cara-cara kewirausahaan juga harus diberikan dukungan. (Ben/An/Budi Suyanto)
All rights reserved, Copyright © 2015 www.benhil.net. Powered by Blogger.