Jalan menjadi satu fasilitas transportasi untuk kendaraan roda dua ataupun empat yang mana sampai sekarang dibuat dengan memperhatikan berbagai macam faktor. Metode dalam perkerasan jalan kini sudah semakin maju dimana mampu menghadirkan kualitas jalan raya terbaik dengan tektur sempurna dan kuat. Jika kita lihat jalan raya bisa dibedakan berdasarkan bahan itak perkerasan jalan salah satunya tipe perkerasan jalan lentur.

Perkerasan jalan tipe lentur atau disebuat flexible pavement masih menggunakan bahan dasar aspal, namun dari sifat aspal lebih lentur pada saat menangkap suhu panas. Perbandingan suhu aspal saat ditebar di jalan bisa mencapai 100 derajat Celcius sehingga mampu mengikat material lapisan atas secara sempurna. Dalam jenis perkerasan jalan lentur terdapat beberapa elemen dasar yang mampu mengukur kualitas dari sebuah jalan raya. Beberapa elemen perkerasan jalan pada proses pembuatan flexible pavement terdiri dari lapisan permukaan, pondasi atas, pondasi bawah, hingga tanah dasar.

Ada kriteria penting di dalam elemen penting tersebut yang nantinya menjadi patokan di dalam proses pembuatan lapisan jalan, yaitu:


Lapisan Tanah Dasar
Pada tipe elemen tanah dasar atau subgrade material perkerasan jalan memiliki kriteria menarik dimaan perkerasan jalan langsung dilakukan di atas tanah dasar. Beberapa pertimbangan mulai dari mutu sertakekuatan konstruksi tidak bisa lepas dari sifat tanah dasar. Oleh karena itu jika ingin mendapatkan hasil klasifikasi terbaik harus melalui pemeriksaan CBR, pelat, ataupun uji beban. Lapisan tanah dasar berbentuk tanah asli yang melalui tahap pemadatan sehingga memberi kekuatan lebih baik untuk menopang lapisan di atasnya.

Lapisan Permukaan
Secara khusus lapisan permukaan memiliki fungsi yakni struktural dan non strukutural. Dari fungsi struktural mampu memberi dukungan terhadap jalan pada saat menerima beban horizontal ataupun vertikal. Sedangkan fungsi non struktural sendiri memiliki beberapa lapisan penting mulai dari kedap air, membuat lapisan jalan lebih rata, hingga memberi permukaan tidak licin, bahkan sebagai lapis aus yang bisa diganti dalam kurun waktu tertentu.

Lapisan Pondasi Atas
Pada lapisan pondasi atas menjadi bagian perkerasan jalan dengan posisi di antara lapis permukaan dan lapis pondasi bawah. Adapun beberapa fungsi pondasi atas yakni memikul beban vertikal dan horizontal seperti lapisan permukaan, menjadi lapisan pendukung untuk lapis permukaan, sampai berguna sebagai lapisan peresapan untuk bagian pondasi bawah. Pada proses perkerasan jalan raya harus tersedia lapisan pondasi atas yang menjadi modal utama mendapatkan kekuatan saat menerima beban besar.

Lapisan Pondasi Bawah
Terakhir ada lapisan pondasi bawah atau LPB yang mana menjadi bagian perkerasan jalan lentur berposisi di lapis pondasi dan tanah dasar. Fungsi dari lapisan pondasi bawah sangat vital mulai dari lapisan peresapan air, lapisan pencegah tanah dasar masuk ke lapisan pondasi, hingga sebagai lapisan pertama pada proses perkerasan jalan.

Mengenal konsep dasar dari perkerasan jalan lentur dengan cara melihat komposisi serta fungsi dari setiap elemennya memberi pemahaman bagi para kontraktor. Kondisi jalan raya di daerah perkotaan biasanya memakai elemen-elemen dasar dalam pembuatan flexible pavement, sehingga konstruksinya terlihat lebih sempurna dan kokoh.
All rights reserved, Copyright © 2015 www.benhil.net. Powered by Blogger.