Penggunaan teknik SEO (Search Engine Optimization) untuk meningkatkan visibilitas sebuah Website melalui mesin pencari sudah lazim dilakukan. Biaya yang lebih murah dan bisa mendatangkan visitor tertarget dalam waktu lebih lama membuat teknik digital marketing paling jitu ini wajib digunakan. Namun kadangkala jurus sehandal apapun tetap memiliki kelemahan atau kekurangannya.

Perlu diketahui bahwa teknik ini terus berkembang seiring dengan update algoritma Google selaku search engine. Alhasil para pakar SEO akan melakukan modifikasi untuk mendapatkan hasil yang maksimal tanpa penurunan. Sebelum melakukan update, anda juga harus melakukan teknik yang benar terlebih dahulu agar tidak gagal saat beraksi. Berikut ini 6 (enam) hal yang sering membuat teknik SEO mengalami kegagalan menurut Master SEO Indonesia, Charlie M. Sianipar.

1. Kualitas konten lemah
Tidak hanya ada di era algoritma Google panda dan pinguin saja, tetapi dari sejak awal Google berdiri hingga kini Website berkualitas pasti memiliki konten yang berkualitas pula. Google boot akan melihat kualitas Website dari seberapa menarik konten yang ditampilkan, seberapa besar ketertarikan pengunjung untuk melakukan aktifitasnya seperti waktu membaca dan share informasi di dalamnya.

Satu-satunya jalan agar Google boot melihat Website anda berkualitas yaitu dengan memaksimalkan kualitas konten yang bermanfaat, membangun dan dibutuhkan oleh pembaca. Terlebih lagi originalitas konten yang sangat mendongkrak reputasi Website di mata mesin pencari. 

2. Tidak update teknik baru
Google selalu melakukan update algoritma dalam kurun waktu tertentu. Secara langsung juga memaksa anda untuk memutakhirkan (upgrade) teknik SEO agar bisa menyesuaikan dengan Google. Jika tidak, bisa berdampak buruk terhadap SERP (Search Engine Result Page) Website yang anda kelola.

3. Niche terlalu sulit
Setiap niche (ceruk pasar) tentu memiliki persaingannya sendiri. Ada yang ketat dan ada pula yang longgar, tergantung kebutuhan bisnis anda. Jika hanya sebagai bahan uji coba, anda bisa mulai dari niche yang mudah hingga yang tersulit. Niche yang bagus akan selalu diburu kompetitor dengan teknik terbaik mereka, jika anda tidak terlalu berani membidik niche yang berat dan justru membuat frustasi. Lakukan dengan alternatif niche yang mungkin bisa membantu.

4. Tidak menganalisa dan menentukan goal setting SEO
Setiap perlakuan pada teknik SEO wajib dievaluasi setelah selesai atau setengah jalan. Ini bermanfaat untuk mengetahui seberapa besar peningkatan hasil yang diperoleh. Misalnya dengan menginstal tools analisa seperti Google analitycs dan yang lainnya.

Analisa yang tepat dengan penentuan target hasil teknik SEO akan membuat Anda waspada dan selalu berhati-hati untuk melakukan tindakan. Setelah melalui evaluasi, tindakan tersebut akan diketahui apakah efektif atau tidak. Jangka panjang jika ini dilakukan terus menerus skill dan kemampuan di bidang ini pasti akan berkembang dengan pesat.

5. Salah membangun backlink
Tidak semua backlink berpengaruh positif terhadap hasil SEO. Sebelum era algoritma panda dan penguin, kita bebas membuat backlink sesuka hati. Tapi sekarang jika itu dilakukan hasilnya justru hasilnya sangat buruk. Website terlihat tidak natural dan teknik SEO bisa dipastikan akan gagal. Jika ingin fokus pada backlink, cobalah bangun dari situs-situs yang berkualitas dan memiliki page rank dan domain authority baik.

Kegagalan teknik SEO yang diterapkan tidak akan diketahui penyebabnya jika anda tidak melakukan evaluasi dan upgrade ilmu. Kemampuan menguasai medan perang (search engine) jadi senjata utama untuk memenangkan persaingan. Karena pada dasarnya teknik ini dipelajari untuk saling berkompetisi mendapatkan kedudukan pertama di halaman mesin pencari Google. Jika Anda tidak melakukan cara kreatif dan konservatif tentu peluang berhasil cukup kecil.

Digital Marketing

All rights reserved, Copyright © 2015 www.benhil.net. Powered by Blogger.