Bakso Krikil Barokah Unes Semarang dan Sejarah Simbol Persahabatan

Bakso Krikil

Bakso menjadi kuliner yang paling akrab bagi masyarakat Indonesia dan mampu mengikuti selera dan kemampuan pasar. Salah satu contohnya adalah Bakso Krikil Barokah yang berada di Unnes (Universitas Negeri Semarang).

Sejarah bakso sendiri adalah bentuk persahabatan antara masyarakat Nusantara dengan Dinasti Ming dari China atau Tiongkok.

Bakso Krikil Barokah Unnes Semarang telah mengakomodir keinginan pasar dan menyesuaikan dengan kultur setempat, yakni para anak kampus sebagai pelanggan terbesarnya.

Bakso Krikil

Pengelola bakso sadar, pelajar kampus bukan pekerja, maka dia menjual bakso kecil sebesar krikil atau kerikil (batu kecil). Sedangkan nama barokah diambil dari bahasa Arab yang artinya bertambah kebaikan. Pilihan nama itu menunjukan kalau penjualnya adalah seorang muslim meskipun bakso adalah produk dari China.

Nuraida (20 tahun) mengaku suka dengan kuliner berkuah itu karena harganya ringan di kantong.

"Dengan uang lima ribu, saya bisa menikmati bakso yang hangat pada sore sehabis hujan." ujar mahasiswi dari Pekalongan, Jawa Tengah (Jateng) itu.

Nuraida menyatakan kalau dia punya uang lebih, biasanya beli porsi lebih besar.

Iwan (43 tahun) yang kebetulan sedang kunjungan ke kampus itu juga menyatakan hal serupa.

"Kebetulan lewat dan pengen merasakan bakso krikil porsi sedang. Ternyata rasanya nggak kalah dengan bakso yang harganya mahal," ujar pria dari Wonogiri, Jateng itu.

Harga Bakso Krikil

Pengelola bakso krikil Barokah menyatakan pada sore atau malam saat musim hujan banyak pelanggan yang ingin menikmati bakso yang hangat.

Simbol Persahabatan

Kedatangan kuliner bulat berkuah tersebut tidak lepas dari hubungan persahabatan dengan Dinasti Ming.

Saat Majapahit berhasil mengalahkan yuan, Kerajaan itu mendapat julukan Naga Laut Selatan. Kemudian mereka menjalin persahabatan dengan kekaisaran China atau Tiongkok yang telah berganti kekuasaan pada dinasti Ming.

Pada masa Dinasti Ming (1368-1644) inilah sejarah kuliner bakso mulai muncul. Mulanya, seorang pemuda bernama Meng Bo ingin memasakkan daging empuk dan lembut untuk ibunya. Dia terinspirasi bentuknya dari kue moachi, yakni makanan ringan yang terbuat dari ketan yang ditumbuk agar halus, sehingga terasa lembut.

Meng Bo juga menumbuk daging yang alot dan membentuknya menjadi bulatan-bulatan kecil, untuk kemudian menghidangkannya bersama kaldu hangat. Ternyata kuliner olahan daging giling ini populer ke seluruh kota Fuzhou hingga ke seluruh daratan China. Sering berjalannya waktu, hidangan berkuah itu diwariskan secara turun-temurun dari generasi ke generasi lain oleh bangsa Tiongkok. 

Masuknya bakso ke Nusantara diperkirakan atas peran serta para pedagang China. Hal itu terlihat dari penamaan ‘Bakso’ yang berasal dari kata ‘Bak-So’ yang dalam Bahasa Hokkien artinya daging yang digiling. 

Kuliner ini berkembang hingga ke seluruh Nusantara karena rasanya sesuai dengan lidah masyarakat setempat. Dalam perkembangannya, kuliner ini mengalami akulturasi budaya dan penambahan bumbu-bumbu rempah yang membuat hidangan ini semakin sedap.

Bakso krikil Barokah yang membuka lapak di salah satu ruko di depan kampus Unnes Semarang adalah contoh kuliner jenis itu yang telah banyak menyesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan masyarakat lokal. [Benhil]


Surga Tropis

Tropics Paradise is a collection of writings and papers presented at, from, and to the tropics. Actually, the tropics is a place that comfortable, warm, and affluent. But the situation goes undermined by the real interests that not coming from the tropics itself, such as politics, ideology, lifestyle, and others. So for that matters, Tropical Paradise wants to restore a beautiful sense of the area.

Previous Post Next Post

Contact Form