Kemarin, ketika Pak Budi Karya Sumadi - Menteri Perhubungan datang ke Piltik Coffe - Siborongborong, Sumatera Utara untuk makan siang dan rileks, saya sempatkan menyampaikan 3 solusi cepat agar pariwisata Kawasan Danau Toba menjadi maju dan sukses.

  1. Penegakkan Hukum: segala perusak lingkungan di Kawasan Danau Toba di darat dan danau harus ditindak tegas. Meski perusak itu berdalih sudah punya izin, tapi izin itu harus dicabut demi eko sistem, keindahan alam dan kelestarian Tano Batak. Untuk apa promosi wisata Danau Toba besar-besaran kalau truk-truk raksasa tetap berseliweran mengangkut gelondongan kayu di jalan2 wisata. Turis mana sih yang nggak jantungan? Turis mana sih yang mau berenang kalau air danau keruh dan banyak keramba? Percuma semua itu. Percuma pula kehadiran petinggi negara datang ke Kawasan Danau Toba kalau besok-besok perusak lingkungan itu masih beroperasi.

  2. Infrastruktur Antar Destinasi Wisata: buatlah jalan-jalan yang ramah untuk bis-bis wisata dan ada trotoarnya.

  3. Kami mengakui pariwisata Danau Toba belum siap menjamu tamu asing. Kami orang lokal masih perlu waktu utk belajar, beradaptasi, meningkatkan standard kebersihan, kerapihan, cita rasa, bahasa Inggris, dan menjadi tuan rumah yg ramah profesional. Jadi untuk jangka pendek, promosi sebaiknya diarahkan kepada Batak Diaspora. Baru setelah itu, naik ke tingkat Asia, Eropa dan lainnya.

Itulah tiga solusi yang saya sampaikan. Tentu masih banyak hal-hal lain yg menjadi tugas kita bersama. Bila tiga hal itu segera dilaksanakan, maka kali ini bergunalah kunjungan kerja Bapak Presiden Jokowi dan sejumlah menterinya ke Danau Toba.

Terima kasih.

Edward Tigor Siahaan
Photo Coffee
(Photographer & Coffee Roaster)

Siborongborong, 30 Juli 2019.


All rights reserved, Copyright © 2015 www.benhil.net. Powered by Blogger.