Generasi milenial mempunyai peluang besar untuk masuk ke dalam Kabinet Kerja Jilid 2 atau pemerintahan Jokowi periode 2019-2024. Sebanyak empat nama mantan aktivis memiliki peluang besar masuk pemerintahan.

Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari mengatakan sosok menteri dari generasi milenial sangat dibutuhkan untuk menguatkan visi Indonesia maju yang disampaikan Presiden Joko Jokowi. 

“Pak Jokowi menginginkan menteri muda. Saya rasa bukan sekadar basa-basi, tetapi sesuatu yang sungguh-sungguh akan beliau lakukan,” kata Qodari dalam diskusi publik DPP KNPI dengan tema Peranan Milenial Dalam Visi Indonesia Maju yang diadakan di Media Center KNPI, Jakarta, Kamis, 18 Juli 2019.

Dia mengatakan menteri milenial dibutuhkan karena Presiden Jokowi menginginkan menteri yang berani, inovatif, dan meninggalkan pola-pola lama.

Pengamat kebijakan publik Yudhi Simorangkir mengatakan calon menteri dari kalangan milenial tidak cukup hanya dilihat dari segi intelektualitas, kekuatan ekonomi, ataupun darah biru politik.

“Jokowi sebelumnya mengatakan bahwa kriteria menteri adalah memiliki kemampuan manajerial yang baik, memiliki integritas, dan mampu mengeksekusi. Jadi belum tentu anak dari tokoh elit politik ataupun pengusaha serta merta cocok menjadi menteri. Justru yang memiliki pengalaman manajerial dalam organisasi, serta yang paling utama. Selama ini calon menteri tersebut komitmen terhadap Pancasila dan keberagaman,” kata Yudhi.

Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) R Saddam Al Jihad menyodorkan empat nama mantan aktivis dari Kelompok Cipayung yang layak menduduki kursi menteri untuk mewakili generasi milenial.


Empat Mantan Aktivis Milenial

1. Mantan Ketua Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) periode 2013-2015 Arief Rosyid. Arief yang berprofesi sebagai dokter gigi dan Plt. Sekretaris Jenderal Dewan Masjid Indonesia ( Sekjen DMI) ini berpotensi mengisi kabinet sesuai bidangnya yaitu kesehatan dan keagamaan.

2. Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) periode 2014-2017 dan Solidaritas Ulama Muda Jokowi (Sekjen Samawi) Aminuddin Ma'ruf yang mempunyai visi nasionalis religius mempunyai potensi untuk masuk di kabinet pemerintahan 2019-2024.

3. Mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PP GMKI) periode 2016-2018 Sahat Martin P. Sinurat. Lulusan ITB ini potensial masuk kabinet pemerintahan 2019-2024, ditambah dengan adanya rumah milenial yang dia inisiasi.

4. Mantan Ketua Presidium Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) periode 2011-2013 dan 2013-2015 Twedy Noviady Ginting. Dia adalah sosok nasionalis yang menjaga Pancasila sebagai ideologi pemersatu, potensial masuk dalam kabinet pemerintahan 2019-2024.

All rights reserved, Copyright © 2015 www.benhil.net. Powered by Blogger.