Manado, 13/6 (Benhil) - Mudik menggunakan mobil pribadi merupakan pilihan yang cukup menarik dan praktis. Namun bagi sebagian orang untuk mudik harus mengeluarkan biaya lebih besar karena menggunakan transportasi udara.

Sebab, jarak kampung yang dituju cukup jauh dan harus menyeberang pulau satu ke pulau yang lain. Tapi, para pemudik kelihatan santai karena dukungan alat transportasi baik darat, laut dan udara sangat memadai saat ini.

Pemerintah, melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Hari Libur Nasional dan Cuti bersama 2018 menetapkan libur Hari Raya Idul Fitri selama 10 hari, tanggal 11-20 Juni 2018. Dengan masa libur yang panjang ini, masyarakat bisa leluasa menentukan kapan akan mudik dan balik dari kampung halaman. Sehingga, arus mudik tidak menumpuk pada hari tertentu saja, faktor inilah yang diduga menjadikan arus mudik tahun ini lancar.

Akses transportasi udara yang lancar dibutuhkan oleh pelanggan dan masyarakat, baik untuk melakukan tugas pekerjaan, bisnis, maupun arus mudik saat Lebaran atau Idul Fitri 1439 Hijriah.

Mudik saat Lebaran merupakan tradisi yang rutin dilakukan oleh warga Indonesia.


Posko Lebaran PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara Sam Ratulangi membentuk Posko Terpadu Angkutan Lebaran 2018 guna menghadapi lonjakan penumpang saat mudik dan arus balik.

General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara Sam Ratulangi Minggus Gandeguai mengatakan ada sebanyak 107 personel akan terlibat dalam Posko Terpadu Angkutan Lebaran 2018 di Bandara Sam Ratulangi, Manado. Jumlah personel ini lebih banyak dari biasanya. Posko Lebaran PT Angkasa Pura I (Persero) beroperasi pada 7-24 Juni 2018.

Minggus mengatakan posko ini akan melibatkan pihak eksternal seperti otoritas bandara, TNI/Polri, kantor kesehatan pelabuhan, serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Posko kali ini memang agak istimewa tahun ini karena bersamaan dengan libur sekolah yang panjang dan libur nasionalnya juga cukup panjang. Apalagi, bandara ini kan sudah 24 jam dan ada turis Tiongkok setiap malam hari," katanya kepada reporter Benhil.

Selain itu, banyaknya personel juga diharapkan mampu mengantisipasi beberapa gangguan selama libur Lebaran kali ini. Terlebih, cuaca Manado saat ini masih sering tidak menentu, sehingga membutuhkan koordinasi yang cukup intensif.

Setiap harinya, kata Minggus, akan ada petugas gabungan yang memberikan informasi kepada posko pusat di Jakarta.

Selain itu, petugas juga harus memberikan pelayanan guna memperlancar arus mudik dan balik bagi para penumpang.

Lonjakan Penumpang PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara Sam Ratulangi (Samrat) memprediksi pergerakan penumpang selama masa angkutan Lebaran 2018 (H-8 hingga H+8) di Sulawesi Utara hanya akan naik dua persen dibanding hari biasa.

Hal ini, kata Minggus, karena yang melakukan mudik lebaran ke Sulut sangat sedikit, dibandingkan saat Natal.

Dia mengatakan hal tersebut diperkirakan sudah termasuk dengan masa libur yang cukup panjang pada periode mudik tahun ini.

Pergerakan penumpang diprediksi hanya naik dua persen selama ada posko karena yang datang ke Manado tidak sekaligus, tetapi bertahap sejak waktu sebelum berbuka.

Ia menjelaskan pergerakan pesawat diperkirakan naik sebesar 7 persen, sedangkan pergerakan kargo naik hingga 24 persen.

Data pergerakan ini, katanya, akan terus diperbaharui setiap hari dan dapat dimonitor langsung di posko pengawasan dan pelayanan serta monitoring data.

Pergerakan penumpang musim mudik Lebaran tahun ini diprediksi sebanyak 157.040 penumpang. Sementara, pergerakan pesawat dan kargo masing-masing diprediksi sekitar 1.506 penerbangan dan 773.864 kilogram.

Selama Januari hingga Mei 2018 Bandara Sam Ratulangi tercatat telah melayani 1.134.775 penumpang yang meningkat 9 persen dari periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, pergerakan pesawat meningkat 5 persen dengan total 12.124. Pada saat yang sama, pergerakan kargo meningkat 21 persen atau setara 6.108.274 kilogram dibandingkan tahun lalu.

Arus Mudik Penumpang yang datang ke Manado Provinsi Sulawesu Utara (Sulut) melalui Bandara Sam Ratulangi (Samrat) pada H-4 Lebaran mengalami peningkatan.

Ia katakan penumpang yang datang ke Sulut pada H-4 Lebaran meningkat 10 persen dibandingkan Lebaran tahun lalu, yakni dari 18.466 orang menjadi 20.336 orang. Minggus mengatakan untuk penumpang yang berangkat juga mengalami peningkatan tiga persen dari 21.962 orang tahun lalu menjadi 22.551 orang di Lebaran tahun ini.

Ia mengatakan untuk jumlah pesawat mengalami penurunan sekitar tiga persen dari 185 penerbangan menjadi 179 penerbangan yang datang ke Sulut. Sedangkan yang berangkat tidak mengalami perubahan yakni sebanyak 186 penerbangan.

Dan, katanya, kargo yang datang melalui Bandara Samrat memgalami penurunan sekitar 14 persen dari 198.669 kilogram menjadi 169.919 kg. Dan, yang berangkat juga turun 14 persen dari 53.922 kg menjadi 46.472 kg. Pihaknya berharap posko Lebaran Sam Ratulangi akan mampu memenuhi kebutuhan penumpang dan masyarakat.

Avtur Aman PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region Vll menjamin bahan bakar pesawat atau avtur di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) aman menjelang Lebaran tahun ini. General Manager (GM) Marketing Operation Region VII Tengku Fernanda mengatakan pasti akan ada peningkatan avtur di Manado jelang Lebaran kali ini, namun tidak signifikan.

Branch Manager Marketing Sulutenggo Daniel Alhabsy mengatakan kesibukan transportasi udara dari dan menuju Manado pada Hari Raya Lebaran tidak seperti perayaan Natal dan Tahun Baru.

Kemungkinan transportasi udara akan meningkat namun tidak besar, dan masih mampu dipenuhi oleh stok avtur pada kondisi normal," kata Daniel. Pihaknya terus melakukan pengawasan stok avtur pada bulan Ramadhan dan Idul Fitri 1439 H/2018 berada dalam kondisi aman.

Konsumsi bahan bakar pesawat udara ini selama Ramadhan dan ldul Fitri 1439 H tahun ini di Sulawesi Utara diproyeksikan tidak mengalami peningkatan signifikan yakni sesuai dengan rata-rata konsumsi harian normal di Sulawesi Utara sebesar 173 KL/hari," kata Daniel. Jika ada penambahan jumlah penerbangan atau ekstra flight di bandar udara di Manado, pasti akan menghubungi Pertamina, soal penambahan kuota.

Masyarakat tidak perlu khawatir, Pertamina sudah mengantisipasi hal ini sehingga tidak akan terjadi kekosongan, dan arus mudik maupun balik berjalan lancar dan aman. (Antara-Nancy Lynda Tigauw)
All rights reserved, Copyright © 2015 www.benhil.net. Powered by Blogger.