“Info loker Maszehhh Mbakehhh, sudah cari kerja di sana sini tapi hasilnya nihil. Efek badan ada tatonya,” tulis sebuah postingan di sebuah grup Facebook seputar Semarang. Pada kolom komentar banyak yang menawarkan pekerjaan rendahan, seperti jaga isi ulang galon, bantu-bantu di warung makan, menjajakan dagangan keliling, dan lain-lain.

 

Di tempat lain, seorang pemuda berusia produktif, tampak merapikan kendaraan roda dua dengan wajah kusam karena kepanasan. Badannya tampak gelap akibat mata pencahariannya adalah tukang parkir yang sering berada di bawah terik Matahari. Tangannya yang hitam legam terlihat gambar rajah bermotif wajah wanita berambut panjang. Tato itu memanjang dari pergelangan tangan sampai lengan atas.

 

Fenomena tato bisa sangat berbeda antara dunia barat dan timur. Orang barat (kulit putih) menganggap tato adalah seni yang menggunakan tubuh sebagai medium ekspresi. Di sana, orang yang bertato tidak hanya dari kalangan bawah, selebriti atau olahragawan kaya raya juga banyak yg bertato.

 

Sedangkan orang timur menganggap tato sebagai bentuk pemberontakan dan frustasi terhadap kegagalan. Tato dekat dengan dunia kriminalitas. Mayoritas pemilik tato di sini adalah masyarakat kelas bawah.

 

Di Indonesia sendiri memiliki sejarah kelam dengan mereka yang memiliki rajah pada masa Orde Baru. Saat operasi Petrus (pembunuhan misterius), yakni sebuah operasi pemberantasan preman dengan cara eksekusi langsung, semua sasarannya adalah kriminal yang kebetulan  punya tato.

 

Beberapa Pekerjaan yang Menolak Orang Bertato

Lepas dari itu semua, menurut saya hak setiap orang untuk memiliki tato. Kalau kalian menganggap tato sebagai seni, ya silakan membuat tato yang keren di tubuh kalian sendiri.

 

Yang jadi masalah adalah apabila kalian mengalami kesulitan untuk mencari penghidupan untuk diri sendiri atau bahkan untuk keluarga akibat koleksi tato di tubuh kalian itu. Dan pada akhirnya, kesulitan itu berujung pada penyesalan seumur hidup karena tato sulit untuk dihilangkan. Kalaupun dihilangkan, bekasnya masih akan terlihat di kulit.

 

Asal tahu saja ada beberapa pekerjaan yang menolak orang yang memiliki tato. Alasannya, pekerjaan itu adalah bidang keamanan, jasa, pelayanan, dan lain-lain yang berhubungan langsung dengan masyarakat dari berbagai kalangan. Beberapa pekerjaan itu antara lain; tentara, polisi, ASN (aparatur sipil negara), satpam, sopir taksi, pegawai pabrik, pramusaji, dan masih banyak lagi. Jadi, jika memiliki cita-cita untuk menjadi salah satu profesi tersebut, sedari awal sebaiknya kalian jangan punya tato.

 

Lalu bagaimana jika sudah terlanjut memiliki tato? Berarti kalian memang tidak tertarik untuk menjadi salah satu dari profesi di atas. Tenang, masih banyak pekerjaan lain di jaman teknologi modern ini. Jangan berkecil hati.

 

Lapangan Kerja untuk Orang Bertato

Kemajuan teknologi membawa dampak positif yang salah satunya membuka banyak lapangan kerja. Sebagian besar pekerjaan itu lebih menuntut skill (kemampuan) daripada penampilan atau perilaku.

 

Siapa saja bisa mendapat pekerjaan asal dia mau bekerja. Siapa saja bisa hidup makmur asal dia rajin. Tidak perduli kalian punya keterbatasan atau punya banyak tato di badan, asal niat bekerja, pasti akan mendapat pekerjaan. Kondisi ini jauh berbeda dengan sepuluh tahun yang lalu, saat banyak pekerjaan menuntut penampilan.

 

Lalu bidang apa saja yang bisa dipakai sebagai mata pencaharian orang bertato? Berikut ini berbagai pekerjaan untuk mereka yang punya rajah di badan, yaitu:

 

1. Ojol (ojek online)

Ojol adalah transportasi berbasis aplikasi. Layanan yang ditawarkan oleh ojol adalah mengantar orang, mengantar barang, memesan makanan, dan lain-lain. Seragam ojol adalah jaket panjang, jadi bagi orang yang punya tato di tangan, tidak akan kelihatan.

 

2. Kuliner

Bidang kuliner juga tidak menuntut penampilan seseorang. Asal hasil masakannya nikmat, orang pasti akan kembali ke tempat kuliner itu.

 

3. Seni Hiburan

Yang termasuk dalam seni hiburan adalah musik, tari, lukis, dan masih banyak lagi. Banyak seniman yang memiliki tato karena mereka menganggap tato adalah seni.

 

4. Konten Kreator

Konten kreator masih berhubungan dengan poin 2 dan 3. Kita bisa membuat video dari kuliner yang kita buat atau seni yang kita mainkan. Video tersebut diunggah di media sosial yang cakupan pemirsanya adalah seluruh dunia. Jika video tersebut mendapat sambutan positif, tentu hasilnya jauh lebih besar dari pekerjaan sebagai tukang masak atau pemusik.

 

5. Pengusaha

Modal untuk menjadi pengusaha sukses adalah gigih dan telaten. Masalah penampilan bisa nomer sekian.

 

6. Olahragawan

Untuk menjadi olahragawan, orang hanya perlu berprestasi. Meski penampilannya bersih, kalau minim prestasi, lambat laun kariernya akan tenggelam.

 

7. Ahli Mesin

Seorang ahli mesin juga tidak dituntut berpenampilan bersahaja. Asal dia paham dengan permesinan, pekerjaan bisa lancar.

 

8. Ahli Bangunan

Banyak ahli bangunan yang belajar secara autodidak. Mayoritas mereka adalah lulusan SMP yang langsung terjun ke lapangan sebagai pekerja bangunan akibat keterbatasan biaya.

 

Berbagai pekerjaan di atas hanyalah beberapa contoh penghidupan yang bisa dipilih oleh orang bertato. Masih banyak bidang lain yang bisa dipakai sebagai mata pencaharian. Bila digeluti dengan telaten, hasil pekerjaan tersebut sebenarnya tidak kalah dengan pekerjaan untuk orang yang tidak bertato. [Benhil]

 

 

 

 

 

 

 


Tamparan Will Smith pada Chris Rock di ajang Penganugerahan Academy Award 2022 menuai pro dan kontra. Insiden tersebut dipicu dengan lelucon Chris yang didaulat menjadi pembawa acara pada ajang yang sering disebut Piala Oscar tersebut.

 

Chris Rock membuat lawakan pada istri aktor Will Smith, Jada Pinkket yang mengalami masalah pada kepalanya sehingga rambutnya tidak tumbuh. Mulanya Will ikut tertawa dengan lelucon Chris, tapi beberapa saat kemudian dia naik panggung dan menampar si pembawa acara dengan cukup keras.

 

Banyak yang bersimpati dengan Chris Rock yang tidak terbawa emosi dengan insiden itu dan tetap membawakan acara dengan brilian sampai rampung. Tidak sedikit yang menyayangkan sikap Will Smith yang mengumbar kekerasan di pentas Oscar nan sakral dan masih menjadi barometer utama bagi sineas dunia. Bahkan komedian kondang Jim Carrey dgn mimik serius menyatakan kalau Chris bisa menuntut Will 200 juta dolar atas tindak kekerasan itu.

 

Terlepas pro dan kontra penamparan itu, saya pribadi sebagai penikmat film (dan menganggap semua film yang mendapat nominasi Piala Oscar pasti bagus) telah menebak insiden ini akan terjadi. Kenapa? Simpel saja. Masalah rating.

 

Rating Perhelatan Oscar selalu merosot dari tahun ke tahun. Apalagi dengan hadirnya platform hiburan lain, selain film bioskop, yakni Youtube, Media Sosial, Tiktok, dan lain-lain. Panitia Oscar perlu bekerja keras agar acara ini bisa diperhitungkan lagi seperti dulu.

 

Oleh sebab itu, akhir-akhir ini banyak kejutan terjadi pada acara tahunan itu. Kejutan yang cukup memalukan sebelum insiden penamparan Will Smith adalah kekeliruan Warren Beatty yang salah mengumumkan Film Terbaik pada Oscar 2017. Aktor kawakan itu mengumumkan Film Terbaik adalah La La Land, ternyata setelah dikoreksi oleh pihak panitia, film terbaik adalah Moonlight.

 

Apakah insiden Warren Beatty dan Will Smith itu gimik? Entahlah. Tapi tidak sedikit orang yang menduga seperti itu. Sulit dipercaya jika Will Smith yg biasa memerankan tokoh humanis (seperti di film Pursuit of Happyness, Ali, Hitch, dan memenangkan Oscar Aktor Terbaik tahun ini lewat perannya sebagai ayah sekaligus pelatih tenis yg inspiratif), tega melakukan tindak kekerasan yg disiarkan TV internasional.


Oh ya, gimik artinya serangkaian adegan atau perbuatan untuk mengelabuhi, memberikan kejutan, menciptakan suatu suasana, atau meyakinkan orang lain.

 

Saya khawatir, ke depan masih ada insiden-insiden serupa di ajang Piala Oscar. Kejutan-kejutan tersebut hampir tidak pernah terjadi di ajang serupa yang levelnya di bawah Oscar, yaitu ajang Golden Globe, Piala Cannes di Prancis, atau Piala Bafta di Inggris.

 

Saat Oscar Tanpa Insiden

Insiden atau Gimik bukanlah hal baru di ajang bergengsi tersebut. Pada tahun 1954 presenter Bob Hope menolak memberikan Piala Oscar untuk Aktor Pembantu Terbaik pada Frank Sinatra untuk film From Here to Eternity. Alasannya, Bob yakin kalau Frank Sinatra dibantu oleh Mafia untuk mendapatkan peran di fim legendaris itu. Pada Oscar 1972, Marlon Brando menolak Oscar untuk aktor terbaik di film The Godfather dan mengutus seorang gadis Indian, Sacheen Littlefeather untuk menyatakan penolakan itu. Alasannya, Piala Oscar dianggap rasis terhadap penduduk asli Amerika.

 

Namun pada dekade 1980-1990, Piala Oscar relatif sepi insiden. Saat itu bermunculan para aktor dan artis langganan box office yang meraih piala tersebut, atau paling tidak mendapat nominasi.

 

Kehadiran idola anak muda dia acara itu, seperti Tom Cruise, Nicole Kidman, Jodie Foster, Brad Pitt, dan Leonardo Dicaprio membuat karpet merah menjadi meriah. Piala Oscar juga diraih oleh pemeran dan sineas kesayangan penonton atau terkenal dengan sebutan American Sweethearts, seperti Tom Hanks, Meryl Streep, Jack Nicholson, Steven Spielberg, dan masih banyak lagi.

 

Puncaknya adalah saat aktor yang dianggap hanya bermodal tampang, yakni Kevin Costner dan Mel Gibson bisa meraih Oscar untuk kategori paling bergengsi, yakni sutradara terbaik dan film terbaik. Sebelumnya Kevin Costner berperan di film laris seperti No Way Out, Bull Durham, dan The Untouchables. Sedangkan kehadiran Mel Gibson membuat laris film trilogy Mad Max, seri Lethal Weapon, dan Maverick.

 

Kevin Costner meraih Oscar untuk film pertama yang dia sutradarai, Dances With Wolves (1990). Lima tahun kemudian, Mel Gibson meraih Oscar sutradara terbaik untuk film aksi kolosal Braveheart (1995).

 

Saat itu Oscar selalu dinanti sebagai sebuah ajang prestasi, bukan sebagai perhelatan diselipi kejutan yang mirip gimik. [Benhil]

 

    


Banyak sekali tips untuk meraih sukses dalam bekerja. Beberapa tips itu bisa menjadi inspirasi bagi siapa saja yang mulai menapak karier. Namun tidak banyak yang tahu kalau dari sekian banyak tips itu bisa disederhanakan hanya menjadi dua skill (ketrampilan) saja.

 

Dua skill tersebut sudah menyatu dalam pribadi semua orang sukses. Tanpa dua ketrampilan itu, bisa dipastikan dia tidak bakal sukses. Dengan kata lain, setiap orang sukses pasti lahir dengan dua skill itu.

  

Berikut ini dua skill yang perlu dimiliki seseorang agar sukses bekerja, yaitu:

 

1. Hard Skill

Hard skill adalah ketrampilan khusus yang perlu dimiliki oleh seorang pekerja. Beberapa contoh kemampuan ini adalah penulis konten, design graphics, translator, akuntan, operator alat berat, dan lain-lain.

 

2. Soft Skill

Soft skill adalah kemampuan interpersonal atau pribadi yang dibutuhkan dalam pekerjaan. Beberapa hal yang termasuk kemampuan ini adalah kreativitas, pergaulan, komunikasi, fleksibilitas, kemauan belajar hal baru, pola pikir logis, kemampuan memecahkan masalah, dan lain-lain.

 

Perpaduan hard skill dan soft skill wajib kalian miliki jika ingin sukses bekerja. Kerja apa saja, baik sebagai eksekutif, pegawai, atau pengusaha.


Contoh kasus dari hal ini, yaitu;


Tarno merantau ke Jakarta dengan modal ijasah SMP. Dia bekerja sebagai petugas jaga malam di sebuah perumahan. Merasa punya waktu senggang, Tarno mendaftar jadi ojol. Jadi, siang dia kerja ojol, malamnya jaga di perumahan. Tarno juga ikut pendidikan kejar paket untuk mendapat ijasah SMA. Seorang direktur perusahaan besar yang tinggal di perumahan tempat Tarno bekerja tampak terkesan dengan kegigihan dan kerja kerasnya. Direktur itu menawari Tarno untuk bekerja di perusahaannya. Hidup Tarno menjadi jauh lebih baik.

 

Jika seorang pekerja hanya menguasai hard skill saja, lambat laun dia akan kehilangan kolega atau teman kerja karena tidak bisa menjaga sikap di lingkungan kerja. Saat dia terpuruk, tidak akan ada orang yang bersedia menolongnya karena karakternya yang buruk.

 

Contoh kasus dari hal ini, seperti berikut;

 

Iwan adalah seorang site manager proyek yang pintar. Hard skill-nya bagus, karena dia bisa menghitung kebutuhan material dan tidak sungkan memerintah pekerja bangunan. Namun Iwan tidak patuh pada project manager dan staff kantor karena sudah merasa pintar. Apabila terjadi masalah di proyek, dia melemparkan pada bagian lain. Alhasil, proyek berjalan tersendat dan penuh drama. Pada proyek selanjutnya banyak orang yang tidak sudi bekerja dengan Iwan lagi.

 

Begitu juga jika seorang pekerja hanya memiliki soft skill saja, maka dia akan kalah dalam persaingan alias kariernya akan stuck karena tidak memiliki ketrampilan atau tidak mau mengembangkan kemampuannya. Teknologi cepat berubah, hanya orang yang senantiasa mengikuti kebutuhan jaman yang mampu bersaing di setiap lini pekerjaan.

 

Contoh kasus dari hal ini, seperti berikut;

 

Bandi adalah seorang office boy yang loyal dan rajin. Dia ramah pada setiap orang di kantor tempatnya bekerja. Lima tahun setelah bekerja, sesuai budaya di kantor itu, Bandi mendapat tawaran posisi bagian penagihan yang gajinya dua kali lipat dari posisinya sekarang. Bandi menolak karena dia merasa tidak bisa berhitung dengan cepat dan malas keluar dari kantor yang sejuk. Dia sama sekali tidak tertarik untuk mengembangkan hard skill dan terbuai dengan zona nyaman dengan mengandalkan soft skill.

 

Bagaimana dengan orang sukses di sekitarmu? Apakah mereka juga memiliki dua ketrampilan tersebut? Jawabannya sudah pasti ya. [Benhil]


Saat ini adalah era kemakmuran tersebar, di mana siapa saja yang ingin hidup makmur dan layak bisa mendapatkannya. Syaratnya cuma satu, usaha.

 

Era kemakmuran tersebar ini tidak terjadi sebelum kemunculan telepon pintar. Dulu orang harus berpikir keras untuk menambah penghasilan. Saat itu, kebanyakan cara untuk menambah isi dompet adalah dengan usaha kuliner, salah satunya adalah buka warung angkringan (yang tidak membutuhkan keahlian memasak).

 

Kenapa telepon pintar membawa kemakmuran? Karena adanya aplikasi yang digunakan untuk memudahkan pengguna, baik untuk pesan makanan, transportasi, pengiriman, jasa kebersihan, dan masih banyak lagi.

 

Mitra yang melayani pengguna yang memesan lewat telepon pintar juga mendapakan pembayaran lumayan. Semakin rajin seorang mitra, maka semakin banyak pendapatan yang bisa dikumpulkan olehnya.

 

Pendapatan itu bisa dipakai untuk membeli kebutuhan hidup dan membeli kemewahan yang tersedia di mall. Dua puluh tahun lalu hanya orang menegah ke atas yang bisa makan di resto franchise, seperti Mc Donald dan Piza Hut. Namun sekarang semua juga bisa membawa keluarganya ke resto-resto sekelas itu, termasuk mereka yang berprofesi sebagai pengemudi ojol (ojek online).

 

Jadi tidak ada alasan bagi seseorang yang merasa hidupnya susah. Asalkan dia mau berusaha menambah penghasilan, maka kehidupan layak pasti lambat laun akan dia dapat.  

 

Lima Cara Menambah Penghasilan

Saat ini banyak cara untuk menambah penghasilan paling gampang dan cepat. Pada tulisan ini penulis mengulas lima cara saja, yaitu:

 

1. Bergabung Menjadi Ojol

Sejak muncul pada tahun 2015, keberadaan ojol yang digawangi Gojek dan Grab semakin dominan dalam melayani masyarakat. Fitur yang tersedia di aplikasi ojol yaitu, transportasi, kirim makanan, kirim barang, dan lain-lain.

 

Seiring waktu, trend ojol semakin naik sebagai sumber penambah penghasilan, apalagi pemain baru juga terus bertambah. Dengan hanya bermodal motor, seorang ojol bisa langsung bekerja mencari pesanan. Oleh sebab itu, banyak pekerja formal yang menjadikan ojol sebagai pekerjaan sambilan.

 

2. Memanfaatkan Kemampuan

Saat ini banyak website yang merekrut freelancer (pekerja lepas), seperti Freelancer, Upwork, Fiverr, dan lain-lain. Situs itu mempertemukan mereka yang membutuhkan pekerja lepas dan pencari kerja. Bahkan, untuk website pencari kerja dari luar negeri akan membayar dengan dolar (yang tentu saja jauh lebih besar daripada bayaran lokal).

 

Keahlian yang dicari antara lain; penulis konten, design grafis, translator, dan lain-lain. Jadi buat kalian yang merasa memiliki kemampuan yang dicari di situs tersebut bisa langsung daftar.

 

3. Usaha Kuliner

Seperi telah disebutkan sebelumnya, usaha kuliner juga bisa menjadi sarana untuk menambah penghasilan. Banyak usaha makanan yang bisa dipilih, yaitu angkringan, nasi goreng, penyetan, gorengan, dan lain-lain.  

 

Namun saat ini usaha kuliner kurang menguntungkan. Apa pasal? Dampak pandemi Covid 19 mengakibatkan banyak orang yang kehilangan pekerjaan memilih terjun ke usaha makanan. Bisa kita lihat sejak pandemi banyak orang mencoba menjajal peruntungan usaha makanan di pinggir jalan. Banyak yang berguguran, hanya sedikit yang masih bisa bertahan.

 

4. Kerja Nonformal

Banyak pekerja nonformal yang bisa dilakukan setelah pekerjaan formal, salah satunya adalah tukang parkir. Tidak banyak yang tahu kalau kerja sebagai tukang parkir itu memberikan penghasilan yang lumayan.

 

Selain tukang parkir, kerja nonformal lain adalah petugas pengatur jalan, penyeberang jalan, makelar, dan masih banyak lagi.

 

5. Mengajar Les

Mengajar les mata pelajaran, les mengaji, les olahraga, dan les lainnya masih selalu dibutuhkan di masyarakat. Banyak orang tua yang membutuhkan guru les karena mereka sudah angkat tangan dengan kesulitan pelajaran di sekolah. Apalagi bagi orang tua yang keduanya bekerja, tentu sampai rumah sudah sangat payah. Oleh karena itu, mengajar les masih merupakan pekerjaan yang banyak dibutuhkan. Waktu mengajar biasanya fleksibel, jadi bisa dilaksanakan setelah seorang guru selesai bekerja formal.

 

Salah satu dari lima cara itu bisa dipilih sebagai sarana untuk menambah penghasilan. Jika kita rajin, maka kemakmuran dan kehidupan layak bisa kira rasakan meski profesi kita adalah pekerja biasa. Ingat, saat ini kemakmuran bukan hanya monopoli kalangan menengah ke atas saja. [Benhil]

 


Aksi pawang hujan yang dimunculkan untuk menghalau hujan yang sempat turun pada Moto GP Mandalika sempat menjadi sorotan dunia. Semula banyak yang mencibir pada kemunculan sang pawang di ajang balap internasional tersebut.  

 

Nyatanya, saat aksi tersebut membuahkan hasil, semua dibuat terpana dengan kejadian supranatural tersebut. Dan Moto GP yang berlangsung pada 20 Maret 2022 itu bisa dilanjutkan lagi dengan lancar.

 

Pawang hujan adalah seseorang yang dipercaya memiliki ilmu gaib dan dapat mengendalikan atau menghentikan hujan. Pawang hujan biasanya mengendalikan cuaca dengan memindahkan awan sehingga hujan tidak turun di suatu tempat tertentu.

 

Jasa pawang hujan dipakai apabila seseorang menginginkan acara penting (biasanya di luar ruangan atau outdoor) yang diselenggarakan bisa lancar tanpa terganggu oleh hujan. Percaya atau tidak, mayoritas yang menggunakan jasa pawang hujan merasa puas. Buktinya, orang yang punya keahlian untuk mengendalikan cuaca itu masih laris dicari, termasuk di perhelatan internasional sekelas Moto GP.

 

Bukan Monopoli Kelas Bawah

Nyatanya, pawang hujan yang masuk kategori dukun (orang dengan kemampuan supranatural) tidak identik dengan masyarakat menengah ke bawah. Diam-diam, jasa pawang hujan seringkali digunakan oleh kalangan atas.

 

Di sebuah intitusi internasional di Kota Semarang, Jawa Tengah sering menyelenggarakan perhelatan outdoor dengan mengundang pejabat tinggi setingkat duta besar, menteri negara, dan bahkan, menteri dari negara luar. Acara outdoor yang diselenggarakan itu seperti penanaman pohon, makan malam, dan pentas seni.

 

Kebayang betapa runyamnya jika di tengah-tengah acara resmi dan besar tersebut hujan turun seketika. Baju-baju resmi kenegaraan, seperti setelan jas dan batik mahal akan basah kuyup. Belum lagi kepanikan dari orang-orang penting yang lari pontang-panting dan terlihat konyol.

 

Untuk mengantisipasi hal itu, biasanya panitia memakai jasa pawang hujan. Dengan begitu, sedikit banyak rasa was-was akan suasana tidak mengenakan bisa berkurang.

 

Apabila acara berlangsung lancar tanpa cuaca buruk, kadang-kadang panitia akan berbisik dan setengah bercanda pada para pejabat dunia itu kalau itu semua berkat pawang hujan. Biasanya para pejabat itu akan menyambut gurauan itu dengan tertawa lepas. [Benhil]   

 


Meski rencana Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara sudah matang dan telah direncanakan sejak awal negara ini berdiri, namun penolakan terhadap rencana itu masih saja timbul. Sejauh ini semua berjalan sesuai jalur dan semua maklum setiap rencana besar pasti ada pro dan kontra.

 

Konyolnya, alasan penolakan itu tanpa disertai ide yang lebih baik. Mereka yang menolak hanya kepentingan politik dan keuntungan pribadi saja. Sehingga gelombang penolakan itu tidak menarik simpati dari masyarakat. Seperti sekelompok orang yang nyinyir terhadap orang-orang yang sedang bekerja keras untuk tujuan yang lebih baik.

 

Banyak orang bisa menilai kalau mereka yang menolak adalah orang-orang itu saja. Kalaupun ada orang baru itu biasanya adalah mereka yang sudah tidak lagi mendapat jabatan di pemerintahan. Masyarakat jadi semakin tidak simpati apabila ingat saat mereka yang vokal itu, saat menjabat bersikap pasif seperti macan ompong.

 

Penolakan itu justru dimanfaatkan oleh para kreator dan media daring untuk menjaring warganet yang sepemikiran dengan gagasan penolakan IKN tersebut, karena hal itu sangat efektif untuk meraup keuntungan sesaat.

 

Saya tidak perlu menyebut satu persatu dari mereka yang berteriak menolak IKN Nusantara karena itu tidak penting. Pemindahan ibu kota tidak bisa ditunda-tunda lagi karena itu menjadi langkah besar bagi Indonesia baru yang mampu bersaing dengan negara-negara besar di dunia.

 

Biaya pembangunan IKN Nusantara akan menelan dana sebesar Rp 485,2 triliun. Pemerintah sudah menyiapkan skema pembiayaannya. Rencana serius ini sudah tertunda oleh beberapa pergantian pimpinan negara. Kalau sampai ditunda karena mendengarkan kaum nyinyir itu, banyak yang khawatir pemerintah selanjutnya tidak akan melaksanakan pemindahan ibu kota.

 

Tugas kita adalah mendukung rencana besar itu, meskipun itu cuma dengan doa. Kalau tidak ada yang bisa kita lakukan, lebih baik diam dan melaksanakan kewajiban kita setiap hari, yakni bekerja untuk mencukupi kebutuhan setiap hari. Kita bisa berteriak gusar kalau kebutuhan pokok kita menghilang di pasaran. Selain itu, fokus pada kerja.

 

Menolak Tanpa Solusi

Seperti telah disinggung sedikit di alinea sebelumnya, bahwasannya penolakan IKN Nusantara bersifat konyol dan demi keuntungan pribadi atau politik. Para penolak itu menyebut kalau dana pembangunan IKN dari Cina (yang mereka sebut Aseng), rencana pemindahan IKN tidak tepat di masa pandemi Covid 19, pemindahan IKN mengakibatkan kerusakan flora dan fauna di Penajam, dan masih banyak lagi.

 

Semua alasan penolakan itu nyatanya tidak menawarkan solusi yang lebih baik atau tidak menjawab tujuan dari pemindahan itu, yakni agar beban Jakarta tidak semakin berat.

 

Mereka sama sekali tidak melihat pada Jakarta yang sudah tidak memenuhi syarat sebagai pusat pemerintahan. Beban Jakarta yabg berat tersebut menyulitkan bangsa ini untuk berkompetisi secara sehat dengan negara-negara lain.

 

Berikut ini beban Jakarta yang perlu dikurangi agar menjadi kota yang produktif, yaitu:

1. Lalu lintas macet.

Setiap hari orang Jakarta perlu menempuh perjalanan berjam-jam dari rumah ke kantor. Dengan siksaan yang seperti itu akan mengurangi produktivitas mereka di tempat kerja. Selain itu, biaya perjalanan (baik itu dalam bentuk uang transport atau bahan bakar minyak) akan terbuang sia-sia  

 

2. Jakarta tidak didesain sebagai Ibu Kota Negara.

Pemerintah colonial Belanda tidak membangun Jakarta sebagai ibu kota, melainkan hanya kota perdagangan yang berpusat di Pelabuhan Sunda Kelapa. Bahkan kota ini hanya disiapkan untuk populasi sebesar 400 ribu orang saja.

 

Bisa dibayangkan dengan penduduk Jakarta yang sebesar sepuluh juta orang, tentu akan sangat membebani pusat pemerintahan itu.

 

3. Permasalahan komplek.

Sebagai sebuah pusat pemerintahan dan pusat bisnis, Jakarta juga memiliki permasalahan komplek yang selalu timbul setiap waktu, seperti banjir, ketimpangan sosial, hunian liar, dan masih banyak lagi. Dengan pemindahan pusat pemerintahan, maka setiap wilayah di Jakarta bisa ditata dengan lebih manusiawi dan sesuai dengan perkembangan jaman.  

 

Jadi tidak ada gunanya untuk menunda rencana pemindahan ibu kota negara kita. [Benhil]

 

 


Nasi kucing adalah usaha kuliner dengan menu utama nasi bungkus yang ukurannya kecil (sedikit), sehinga bisa dilahap dalam tiga sampai lima suapan. Sangking sedikit porsinya, banyak orang menyamakan dengan porsi makan kucing. Oleh sebab itu, jenis kuliner ini disebut nasi kucing.  

 

Selain nasi bungkus, biasanya terdapat aneka makanan kecil seperti mendoan, tahu isi, bakwan, pisang goreng, kerupuk, dan lain-lain.

 

Uniknya, kuliner ini kalau di Yogyakarta bernama Angkringan. Kalau di Surakarta, orang menyebutnya HIK (hidangan insan kecil). Sedangkan menu makanan dari ketiga kuliner serupa dengan nama berbeda itu rata-rata sama.

 

Tidak seperti usaha kuliner lainnya (nasi goreng atau aneka penyetan), persaingan usaha nasi kucing termasuk sangat tajam. Hal itu bisa dimaklumi karena penjual nasi kucing tidak membutuhkan keterampilan khusus dalam memasak.

 

Mereka hanya perlu menghidangkan minuman, sedangkan makanannya sudah tersedia di atas gerobak. Aneka makanan yang tersaji biasanya adalah titipan orang lain dengan sistem konsinyasi (bagi hasil keuntungan).

 

Jadi tidak heran, apabila di sebuah jalan terdapat penjual nasi kucing yang kebetulan ramai, kemudian ada penjual baru di jalan itu juga, maka dalam hitungan hari, pembeli warung nasi kucing lama akan berkurang. Penjual baru pasti memiliki kelebihan yang tidak dimiliki penjual lama.

 

Tapi jangan putus asa, setiap usaha pasti ada kendala dan tantangan yang selalu ada jalan keluarnya. Begitu juga dengan tantangan agar usaha nasi kucing bisa memenangkan persaingan.

 

Sebagai penikmat kuliner, berikut ini tips dari penulis agar warung nasi kucing bisa tetap laris diserbu pembeli, yaitu:

 

1. Menambah waktu operasional.

Rata-rata kuliner ini buka dari sore sampai malam. Teman saya mencoba membuka nasi kucing dari pagi (jam 08.30) sampai malam. Hasilnya ternyata bisa mendapatkan keuntungan yang maksimal karena mereka yang membutuhkan makanan ini tidak hanya di malam hari saja.

 

2. Memiliki menu spesial.

Nasi kucing legendaris Pak Gik terkenal dengan teh hangatnya yang nikmat (dengan harga yang tidak berbeda dengan segelas teh di warung lain). Jadi, meski warung ini buka dari jam 10 malam sampai habis, orang tetap rela antri untuk menikmatinya.

 

Saya sendiri sering menahan kantuk dan siap berdesak desakan dengan pembeli dari berbagai latar belakang agar dapat menikmati hidangan di warung ini.

 

Jadi warung nasi kucing perlu memiliki menu special (baik itu minuman atau makanan) yang tidak dimiliki oleh warung lain, agar tetap menarik bagi pembeli, atau bahkan memiliki pembeli setia.

 

3. Posisi yang strategis.

Posisi yang strategis dalam hal ini menyangkut banyak hal, diantaranya adalah usaha itu dekat dengan pembeli potensial (tempat kos, pabrik, perumahan, dan lain-lain), tempat parkir tersedia, dan terdapat di jalan yang aman (bukan tanjakan atau jalur cepat).

 

4. Tersedia bermacam makanan.

Untuk membuat pembeli nyaman saat makan di warung jenis ini, perlu disediakan berbagai pilihan makanan tambahan yang bisa menemani mereka melahap satu bungkus nasi ukuran kecil.

 

Seorang penjual nasi kucing perlu menjalin kerja sama dan hubungan yang baik dengan mereka yang menitipkan makanan tambahan di warung mereka. Warung nasi kucing yang menawarkan aneka makanan yang lebih banyak akan terlihat semakin semarak dan semakin menggoda untuk dikunjungi.  

 

5. Pantang menyerah.

Dalam setiap usaha pasti ada persaingan. Saat muncul kompetitor baru yang berdampak pada penjualan kita, jangan lekas-lekas punya pikiran negatif atau menyerah. Kita tetap harus optimis sembari intropeksi kekurangan kita dan mempertahankan kelebihan yang menjadi andalan usaha kita.

 

6. Gencar promosi.

Saat ini media promosi tidak harus berbayar, kita bisa memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan usaha kita secara gratis. Potensi pasarnya juga sangat besar karena penggunanya dari berbagai generasi.

 

7. Ramah pada pembeli.

Ada pepatah Cina yang mengatakan, mereka yang tidak bisa tersenyum, tidak bisa menjual. Begitu juga dengan usaha kuliner ini. Meskipun sebuah warung nasi kucing menjual makanannya murah, rasa nikmat, dan tempat sangat nyaman, kalau penjualnya tidak ramah, pembeli akan beralih ke tempat lain yang lebih menyenangkan hati.

 

Demikian tips agar usaha nasi kucing bisa tetap laris dan mampu bertahan menghadapi persaingan. Semoga bisa menjadi penyemangat bagi setiap pengusaha di mana saja, khususnya pengusaha kuliner. [Benhil]

 

    


“Jahe rempahnya satu, bro,” ucapku.

 

Malam itu habis hujan. Saat yang tepat untuk menikmati minuman panas untuk menjaga stamina. Aku mengambil pisang goreng yang masih hangat dan menggigit hampir setengan bagian.

 

Kelebihan warung nasi kucing milik Kurnia yang kupanggil bro tadi adalah dia menggoreng langsung aneka makanan ringan seperti pisang, mendoan, tahu isi, bakwan dan lain-lain. Jadi kebanyakan konsumen mendapat makanan hangat. Sedang di warung sejenis lain, biasanya aneka gorengan itu adalah titipan yang digoreng tadi siang.

 

Tiga menit kemudian Kurnia menyodorkan minuman panas yang kupesan tadi. Aku langsung meniup dan menyeruput pelan-pelan. Kurasakan tubuhku menghangat perlahan sebagai efek dari jahe itu.

 

Mantan sopir rental itu membukan usaha kulinernya kira-kira lima tahun yang lalu. Saat itu usaha rental mobil juga terdampak dengan munculnya transportasi berbasis aplikasi atau taksi online.

 

“Sudah lama nggak ke sini kau?” kata Kurnia sambil melayani beberapa pembeli yang mulai berdatangan. Pukul 9 lebih biasanya banyak yang datang ke warung nasi kucing untuk menikmati makanan ringan setelah rasa kenyang makan malam hilang.  

 

“Banyak keluar kota.”

 

Kurnia mengangguk paham dan melanjutkan kesibukannya.

 

Setelah selesai dengan pesanan, dia duduk di dekatku sambil mengeluarkan telepon genggamnya. Kita berdua tenggelam di layar telepon masing-masing untuk sementara.

 

Di meja lain tiga pemuda berumur awal 20’an membicarakan penangkapan terduga teroris baru-baru ini yang berprofesi sebagai dokter. Masing-masing punya pandangan sendiri mengenai peristiwa itu. Ada yang pro dan kontra dengan tindakan pihak keamanan.

 

Kurnia melirik mereka sebentar, kemudian berbalik memandangku sambil mengangkat bahunya sebentar, tanda tidak tertarik dengan debat tidak jelas itu.

 

“Kamu tahu, Sur. Ada negara yang sangat ditakuti oleh teroris,” ucap Kurnia setengah berbisik.

 

Aku waspada sesaat dengan nada bicaranya yang terdengar sangat penting dan rahasia itu. “Sebentar, sebelum kau teruskan ceritamu itu, tolong buatkan aku mie instan rebus pake telur dan kornet. Tampaknya ceritamu itu akan seru,” kataku untuk mencairkan suasana.

 

“Mie rebus komplit berarti. Langsung aku buatkan.”

 

Dia melompat ke arah kompor. Seorang pembeli datang dan memesan kopi. Kurnia mengerjakan dua pesanan itu secara bersamaan. Tentu saja kopi selesai lebih dulu.

 

“Jadi, bagaimana awal mula ceritamu tadi?” ucapku sambil menelan dan menyeruput mie rebus.

 

“Cerita apa?” Kurnia lupa dengan kalimat yang tadi dilontarkannya. Mengingat sebentar dan mengangguk sembari tersenyum. “Ooo, negara yang ditakuti teroris.”

 

“Lhaiya.”

 

“Sekitar tahun 2008, aku pernah dapat job dari rental mobil untuk menjemput tamu dari hotel di tengah kota dan diantar ke bandara. Kata orang kantor, tamu itu adalah pihak keamanan.”

 

Aku mengangguk tanda mengerti maksudnya.

 

“Aku menguping pembicaraan tamu yang berjumlah tiga orang itu. Intinya mereka membicarakan penangkapan para teroris bom Bali dan yang lainnya. Para teroris yang ditangkap itu adalah anak buah dokter Azahari yang orang Malaysia itu. Bayangkan, Sur. Orang Malaysia datang ke sini untuk jadi teroris. Kenapa tidak meneror negaranya sendiri saja?”

 

“Mungkin teman-temannya ada di sini,” jawabku sekenannya.

 

“Kurang tepat, bro. Dia pasti takut dengan perlakuan negara Malaysia terhadap para teroris.”

 

“Kenapa begitu?”

 

Kurnia mendekat ke arahku dan berbisik, “Saat pihak keamanan itu berbicara di mobil, mereka bilang pada salah satu narapidana teroris yang kebetulan warga negara Singapura. Mereka akan mengembalikan teroris itu ke negaranya. Lalu teroris itu memohon ampun dan minta dimasukan ke penjara sini saja.”

 

Aku terkesiap. Kurnia menunjukan mimik wajah penuh kemenangan atas keherananku.

 

“Jadi negara Singapura memperlakukan para narapidana teroris itu lebih buruk dari negara kita ya?” Tanyaku untuk lebih meyakinkan.

 

“Begitulah yang kutangkap dari pembicaraan itu, Sur.” [Benhil]

 

 

 

 

 

 

 

All rights reserved, Copyright © 2022 www.benhil.net. Powered by Blogger.