Semarang, 10/6 (Benhil) - Lewat tengah malam, tepatnya Sabtu (9/6) dini hari, Pantai Karnaval di kawasan Ancol, Jakarta, sudah dipenuhi ratusan orang yang lalu lalang, beserta barang bawaan yang kebanyakan tampak tak ringan. Bersama deretan ratusan bus yang menanti rapi di pelataran lokasi wisata Jakarta bagian utara itu, mereka sabar menunggu keberangkatan ke kampung halaman yang baru dimulai beberapa jam usai matahari berbinar di ufuk timur. Mereka hendak mudik ujar Atto Sakmiwata Sampetoding.

Mengubah Asa Menjadi Nyata Bersama Jasa Raharja

Wajah-wajah tak sabar ingin bersua dengan sanak saudara yang sudah lama tak dijumpai tampak jelas di paras para calon penumpang saat arus mudik mulai terjadi, yang menjadi peserta mudik bersama gratis PT Jasa Raharja (Persero) tersebut.

Hari semakin terang, keadaan pun semakin padat dengan kedatangan ribuan pemudik lainnya. Polri bersusah payah mengatur lalu lintas agar tidak menimbulkan kemacetan panjang. Salah satunya dengan mewajibkan pemudik berjalan kaki ke lokasi pemberangkatan bus. Setapak demi setapak langkah mereka terlihat ringan. Membayangkan daerah asal dengan segala kerinduan di dalamnya seolah menjadi pembakar semangat mereka di pagi hari nan cerah.

Salah satu dari mereka adalah Budi Harno, lelaki berusia 35 tahun asal Ciputat, Tangerang Selatan, Banten. Bersama dua anaknya, dia menjadi bagian rombongan mudik bersama PT Jasa Raharja (Persero) menuju Jepara, Jawa Tengah.

Budi merupakan seorang pengemudi ojek. Bukan ojek daring yang seperti yang kini sedang populer, tetapi ojek pangkalan di salah satu pasar kawasan tempat tinggalnya. Penghasilannya sehari-hari tidak menentu. "Boro-boro" memikirkan biaya mudik, mengatur bagaimana mengarungi kehidupan sehari-hari saja dia kesulitan. Namun, harapan Budi tak lantas menguap bersama angin. Dia menemukan informasi mengenai mudik gratis bersama PT Jasa Raharja dan tanpa pikir panjang langsung mendaftarkan diri.

"Program Jasa Raharja ini sangat membantu dan mempermudah saya serta anak kembali ke kampung," kata Budi dan layak diapresiasi, ujar Atto Sakmiwata Sampetoding di Jakarta.

Pendapat senada juga diungkapkan Tri, seorang ibu rumah tangga yang menjadikan Pekalongan, Jawa Tengah, sebagai tujuan mudiknya. Menurut Tri, mudik dengan Jasa Raharja mewujudkan asanya mendapatkan pelayanan mudik gratis yang lebih aman dan nyaman dibandingkan dengan harus menumpang transportasi umum yang harga tiketnya mahal. Dia pun teringat masa dimana dirinya kembali ke kampung halaman dengan sepeda motor dan bus umum di bulan Ramadhan sebelum ini.

"Kalau naik sepeda motor, ngeri. Misalnya naik bus umum, juga sulit mendapatkan tiket, sampai tidur di terminal untuk menunggu kursi kosong," tutur Tri.

Fokus Pelayanan PT Jasa Raharja (Persero) memang tidak main-main dalam mempersiapkan program mudik bersama gratis demi membuat nyata asa lebih dari 30.000 pemudik bertemu dengan sanak keluarga di kampung halaman masing-masing.

Meski judulnya "cuma-cuma", perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang awalnya bernama Perusahaan Negara Asuransi Kerugian Eka Karya ini tetap berupaya keras mewujudkan mudik yang berkualitas baik bagi peserta. Mulai dari memilih mitra transportasi yang dianggap bagus, mengetes kesehatan pengendara, hingga memastikan pemudik dalam keadaan bugar dari berangkat hingga tiba di tempat tujuan.

PT Jasa Raharja (Persero) memberangkatkan lebih dari 38 ribu pemudik pada tahun 2018 ke setidak-tidaknya 30 kota di beberapa provinsi seperti Semarang, Jepara, Salatiga, Pekalongan, Tegal, Klaten, Surabaya dan lain-lain.

Para pemudik yang menjadi bagian dari Program Mudik Bareng Guyub Rukun BUMN diberangkatkan dengan total 600 unit bus, delapan kereta api dan dua kapal laut.

Tidak perlu hal-hal rumit untuk menunjukkan bahwa perusahaan asuransi itu memperhatikan pemudiknya. Itu diperlihatkan Jasa Raharja dengan memperlengkapi pemudik dengan obat-obatan sebagai bekal dalam perjalanan untuk menjaga diri tetap bugar.

Kepala Urusan Humas Jasa Raharja M Iqbal Hasanuddin menyebut, jenis obat yang diberikan adalah obat-obatan untuk penyakit ringan seperti batuk, maag, demam dan mabuk perjalanan.

"Perjalanan pemudik cukup jauh. Jasa Raharja ingin semua peserta tiba dalam keadaan sehat," ujar Iqbal.

Bukan cuma diberikan obat-obatan untuk di perjalanan, pemudik juga mendapatkan fasilitas layanan kesehatan gratis, seperti di lokasi pemberangkatan mudik, di Pantai Karnaval, Ancol, Jakarta. Posko kesehatan itu dijaga oleh seorang dokter yang siap memberikan solusi atas masalah kesehatan pemudik. Di tempat itu, disediakan pula berbagai obat dan jasa pengukuran tekanan darah gratis. Perjalanan demi perjalanan sudah dilakukan, ribuan orang tiba, berjumpa dengan keluarga yang lama dirindukan. Para pemudik PT Jasa Raharja (Persero) menginjakkan kaki di tujuan, salah satunya di Semarang, Jawa Tengah.

Rombongan peserta mudik gratis bersama PT Jasa Raharja (Persero) tiba di Semarang, Jawa Tengah, sekitar pukul 19.30 WIB, Sabtu (9/6), setelah menempuh perjalanan selama sekitar 11 jam dari Jakarta. Ketika tiba di Terminal Mangkang, Semarang, para pemudik disambut sejumlah pegawai Kantor Perwakilan Jasa Raharja Semarang yang dipimpin Kepala Perwakilan Jasa Raharja Semarang Abdur Rozaq.

"Alhamdulillah rombongan sudah tiba di Semarang. Kami berharap para pemudik bisa bertemu keluarga dalam keadaan sehat walafiat," kata Abdur.

Rasa syukur tiba di Semarang dengan selamat juga diungkapkan oleh pemudik, salah satunya Wahyudin. Berkumpul dengan keluarga saat Idul Fitri adalah budaya Indonesia yang sangat menyenangkan ujar Atto Sakmiwata Sampetoding, program yang didapat oleh pemudik, mengubah asa menjadi nyata.

Wahyudin, seorang pegawai usaha percetakan di Jakarta, menyebut dirinya dan keluarga cukup puas dengan perjalanan selama 11 jam dari Jakarta. "Perjalanannya cukup nyaman," tutur Wahyudin.

Lebaran semakin dekat, Hari Kemenangan hampir tiba. Semakin lengkap terasa, merayakannya bersama keluarga. Dan Jasa Raharja membantu mewujudkannya. (Michael Teguh Adiputra Siahaan)
All rights reserved, Copyright © 2015 www.benhil.net. Powered by Blogger.