Kupang, (Benhil, 10/4/2017) - Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur menciptakan aplikasi "Polisi Katong" yang merupakan bagian dari realisasi program Promoter Kapolri sebagai kegiatan inovasi birokrasi berbasis teknologi informatika di Indonesia.

Dikatakan "Aplikasi ini nantinya dapat terintegrasi dengan seluruh Polres di NTT (Nusa Tenggara Timur) sehingga bisa terus terpantau," kata Kepala Bidang Sumber Daya Manusia Polda NTT Kombes Pol Agus Djaka Santosa di Kupang, Senin.

Beliau menjelaskan dengan sistem database yang terintegrasi dengan seluruh Polres di NTT, Polda NTT dapat melakukan efektivitas kinerja dan memberikan pelayanan maksimal kepada anggota Polri di NTT.

Dengan aplikasi tersebut juga nantinya seluruh jajaran kepolisian di NTT dapat melakukan monitoring Kamtibmas secara "real time" mengedepankan teknologi. Dengan aplikasi layanan publik yang tersemat di handphone masyarakat itu, polisi dapat selalu terhubung dengan masyarakat dan begitu juga sebaliknya masyarakat bisa mendapatkan pelayanan dari Polri secara tepat dan cepat.

"Dengan hadirnya aplikasi android Polda NTT, diharapkan dapat meningkatkan pelayanan Polri kepada masyarakat NTT dan meningkatkan peran serta masyarakat demi terwujudnya NTT yang aman, nyaman dan kondusif," tambahnya.

Aplikasi "Polisi Katong" tersebut lanjutnya telah di luncurkan oleh Waka Polri Komjen Pol Syafruddin pada Jumat (7/4) pekan lalu, yang disaksikan juga oleh Gubernur NTT Frans Lebu Raya serta seluruh pejabat daerah itu.

Lebih lanjut ia menjelaskan aplikasi android sangat penting karena dengan aplikasi yang tersemat di handphone berbasis android, masyarakat NTT dapat melaporkan peristiwa yang terjadi untuk mendapatkan respon cepat dari polisi melalui Polres atau pos polisi terdekat.

Program ini dilengkapi sistem database yang terintegrasi langsung dengan ruang kontrol Polda NTT.

Di dalam ruang kontrol tersebut, seluruh kendali operasi dan kontrol pelayanan publik berbasis aplikasi android dilakukan oleh operator yang berjaga 24 jam untuk memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.

Aplikasi "Polisi Katong" yang mampu meningkatkan interaksi antara Polri dengan masyarakat guna meningkatkan pelayanan publik itu, sengaja dibuat dengan berbasis sistem android karena saat ini mayoritas masyarakat NTT lebih banyak menggunakan handphone jenis android.

"Selain itu, aplikasi Polda NTT berbasis android ini akan menjadi "digital police" bagi masyarakat NTT," tambahnya. (Ben/Ant)

Nusa Tenggara Timur

All rights reserved, Copyright © 2015 www.benhil.net. Powered by Blogger.