Jakarta, (Benhil, 10/04/2017) - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo menyatakan KPK tidak akan surut dan terpengaruh dalam penanganan-penanganan kasus korupsi meskipun telah terjadi teror terhadap penyidik KPK Novel Baswedan.

"Kami pastikan KPK tidak akan surut dan tidak akan terpengaruh oleh teror ini. Seluruh pimpinan KPK serta seluruh pegawai KPK akan terus berjuang dalam pemberantasan korupsi dengan terus melanjutkan proses penanganan perkara-perkara yang sedang ditangani," kata Agus saat konferensi pers di gedung KPK, Jakarta, Selasa.

Menurut Agus, apabila tujuan teror tersebut berkaitan dengan penanganan kasus perkara, maka itu salah sasaran.

"Kami lah sebagai pimpinan KPK yang bertanggung jawab terhadap segala langkah upaya penanganan perkara pemberantasan korupsi yang dilakukan oleh penyidik-penyidik KPK termasuk Novel maupun penyidik-penyidik yang lain yang bekerja berdasarkan perintah kami dan kami siap menanggung semua risiko itu," tuturnya.

Agus menyampaikan pimpinan KPK juga telah mengevaluasi dengan memastikan upaya untuk meningkatkan pengamanan bagi segenap pegawai KPK lembaga pembasmi koruptor tersebut.

"Tidak hanya bagi pegawai yang rentan menerima teror menjadi target dari sasaran pihak-pihak yang terancam tetapi secara proporsional juga pengamanan untuk seluruh personel KPK," ucap Agus.

Terkait kejadian yang menimpa Novel Baswedan, Agus mengatakan KPK telah berkoordinasi dengan Polri untuk peningkatan pengamanan.

"Bahkan di Rumah Sakit kami sudah bertemu dengan Kapolda Metro Jaya dan Kapolres Jakarta Utara untuk meminta mengusut kasus ini secara tuntas. KPK akan memberikan bantuan informasi yang kami miliki, mudah-mudahan segera bisa diselesaikan," ucap Agus.

Sebelumnya, penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan disiram air keras sepulang shalat subuh pada Selasa.

"Benar Novel Baswedan disiram air keras, untuk sementara masih dalam perawatan," kata adik Novel, Taufik Baswedan, saat dikonfirmasi oleh Antara. Istri Novel mengatakan suaminya disiram air keras di dekat rumah, dua rumah dari rumahnya.

Pelaku menyiramkan air keras ke Novel dari sepeda motornya saat Novel menengok ke belakang. "Air keras mengenai wajah," tambah Taufik.

Air keras itu mengenai sebagian wajah dan mata. Hingga saat ini Novel dalam kondisi sadar. "Tidak ada luka lain," ungkap Taufik.

Meski demikian Novel mungkin butuh menjalani perawatan inap di rumah sakit menurut Taufik.

Novel adalah salah satu penyidik senior KPK yang antara lain menangani kasus korupsi dalam pengadaan Kartu Tanda Penduduk Elektronik e-KTP. Dukungan terhadap lembaga ini semakin menguat termasuk Pukat UGM kecam penyerangan Novel Baswedan yang disampaikan pada Selasa, 10/04/2017. (Ben/Ant)

Komisi Pemberantasan Korupsi

All rights reserved, Copyright © 2015 www.benhil.net. Powered by Blogger.