Restoran Seafood di Jakarta tergolong banyak jumlahnya. Ada yang khusus panggang, khusus goreng, dan spesialisasi lainnya. Akan tetapi restoran yang lebih concern di kepiting salah satunya adalah Restoran Cut The Crab. Restoran yang satu ini Cut The Crab ini meski tergolong baru tetapi jika bicara soal kepiting boleh dikategorikan sebagai leader. Cara makan di restoran ini pun unik, jari tangan kita pasti "keracunan" bumbu kepitingnya.

Karena cara makannya pelanggan tidak disuguhkan sendok ataupun garpu untuk menyantapnya. Itu sebabnya jari tangan kita kalau makan di Cut The Crab pasti "keracunan" karena  bumbunya yang paling populer yakni Bumbu Cajun akan meresap ke jari tangan kita.

Pemilik restoran Cut The Crab, Teddy Yulianto mengatakan kalau sudah menyantap kepiting harus lupain gengsi. "Kita mau create cara makan yang simple, dan tidak perlu malu kalau jari kita semua kotor. Untuk itu konsep Cut The Crab ya langsung di meja tanpa sendok dan garpu," kata Teddy yang kini terus fokus dalam pengembangan restoran ini.


Cut The Crab

"Kita datang ke restoran seafood tujuannya apa? Tujuannya untuk makan, kenyang dan puas dengan makanan itu, bukan untuk yang lainnya atau cantik-cantik. Ini cara baru dalam menyantap seafood," katanya.

Pengunjung setia, Johan Edi Karunia mengaku hampir dua minggu sekali mampir ke restoran ini.

"Jujur saja, ini karena mungkin dekat dengan kantor saya jadi saya dan teman-teman sering ke sini. Ini tuh unik banget, ga pake piring, ga pake sendok. kita bisa makan sensasinya juga lebih puas gitu, rasanya sudah tidak perlu diragukan," kata pria yang bekerja di perusahaan swasta ini.

Di Cut The Crab, semua makanan utama disajikan tanpa piring, jadi meja pelanggan diselimuti oleh selembar kertas minyak lalu semua hidangan seafood ditaruh di atasnya. Kita bebas makan dengan tangan dan tidak ada istilah jaga image deh di Cut The Crab.

Restoran Cut The Crab bisa Anda kunjungi di:

1. Jl. Cikajang No.32, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
2. Ruko Garden House, Blok B No 1 -B, Bukit Golf Mediterania, Jl. Raya Pantai Indah Kapuk, Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara.
3.  Jl. Boulevard Barat Raya, Kelapa Gading, Jakarta

A: "Guys, makan kepiting yuk di daerah Pantai Indah Kapuk, Lagi pengen banget makan seafood"

B: "Jangan ah, mahal banget kalau makan kepiting, lagi akhir bulan ni"

A: "Siapa bilang makan kepiting harus mahal, Ke Cut The Crab aja, sana harganya sih bersahabat"

Petikan pembicaraan tersebut banyak terjadi di kalangan anak muda yang rentan dengan penyakit "kanker" alias kantong kering. Terlebih lagi di Jakarta, restoran seafood banyak menyajikan masakan kepiting dengan harga yang tinggi. Akan tetapi di Cut The Crab kita bisa menyantap masakan kepiting dan seafood lainnya mulai dari harga 100 ribuan. Wah... Benar-benar tidak buat "keracunan" isi dompet ya...
Pemilik Cut The Crab, Teddy Yulianto, mengatakan konsep restorannya ini membuat kesan bahwa makan kepiting itu tidak perlu mahal. "Itu konsep bisnis yang kita canangkan, bahwa makan kepiting itu tidak harus rogoh kocek yang banyak. Soalnya persepsi mayoritas orang itu kan mahal kalau bicara soal kepiting," tutur Teddy di Cut The Crab Cabang Cikajang, Jakarta Selatan.

Saat ditemui pengunjung di Cut The Crab, Herry Tanjung, sepakat bahwa restoran Cut The Crab memang tidak "meracuni" isi kantong tamunya,

"Kirain saya sih mahal, karena restoran ini unik dan sangat jarang di Jakarta. Konsep cara makannya juga asik, tanpa sendok, tanpa piring, itu yang sangat mengesankan," tutur Herry. Herry yang berdomisili di Bekasi ini mengatakan meski jarak rumahnya yang jauh ke restoran ini, Ia akan masih sering kembali ke restoran ini.

"Meski rumah saya jauh, tapi restoran Cut The Crab sangat worth it untuk dikunjungi lagi. Pantas kita lakukan repeat order, Bumbu yang direkomendasikan oleh Chef nya bener-bener Maknyossss," kata Herry yang berkunjung ke Cabang Pantai Indah Kapuk bersama teman-teman kerjanya.

Pengunjung lain, Nita Simatupang, mengatakan cara makannya ini perlu kerja keras karena tanpa alas, tanpa sendok dan garpu. Keren banget konsep Cut The Crab, awalnya agak kaku, eh malah sekarang ketagihan eat Seafood with No Plates! No Fork! No Spoons!”, kata wanita yang berkunjung bersama keluarganya. Artikel terkait juga menarik dibaca bertajuk Menikmati Cut The Crab tanpa Jaim. Silahkan dismak untuk melengkapi laporan kuliner ini.

All rights reserved, Copyright © 2015 www.benhil.net. Powered by Blogger.